201 research outputs found

    Analysis of the Accuracy and Completeness of SINTA Author Data Extraction

    Full text link
    The advancement of information technology has increased the use of web scraping for scientific data collection, including from the SINTA (Science and Technology Index) platform, which provides researcher profiles, affiliations, publications, and citation data. However, scraping SINTA poses challenges, particularly when multiple authors share identical scores that trigger changes in display order. This instability can lead to duplicated or missing entries when using a single-pass scraping approach. This study evaluates the accuracy and completeness of SINTA author data collection by implementing repeated scraping as a strategy to handle dynamic data ordering. Experiments were conducted on the Universitas Muslim Indonesia (UMI) affiliation, targeting 915 active authors. The methodology involved page-structure analysis, spider development using Python and Scrapy, sequential scraping through pagination, and validation of data completeness and uniqueness. A three-second delay between requests was applied to maintain responsible scraping practices. The results show that a single scraping attempt failed to retrieve all authors, capturing an average of only 877.2 authors (95.86%). Due to unstable ordering, repeated iterations were required. Through 4–8 scraping cycles per trial, all 915 authors were successfully collected without duplication. These findings indicate that for platforms with dynamic data structures such as SINTA, repeated scraping provides a more reliable method for ensuring data completeness and accuracy, supporting the development of stable and responsible publication-data automation systems.The advancement of information technology has increased the use of web scraping for scientific data collection, including from the SINTA (Science and Technology Index) platform, which provides researcher profiles, affiliations, publications, and citation data. However, scraping SINTA poses challenges, particularly when multiple authors share identical scores that trigger changes in display order. This instability can lead to duplicated or missing entries when using a single-pass scraping approach. This study evaluates the accuracy and completeness of SINTA author data collection by implementing repeated scraping as a strategy to handle dynamic data ordering. Experiments were conducted on the Universitas Muslim Indonesia (UMI) affiliation, targeting 915 active authors. The methodology involved page-structure analysis, spider development using Python and Scrapy, sequential scraping through pagination, and validation of data completeness and uniqueness. A three-second delay between requests was applied to maintain responsible scraping practices. The results show that a single scraping attempt failed to retrieve all authors, capturing an average of only 877.2 authors (95.86%). Due to unstable ordering, repeated iterations were required. Through 4–8 scraping cycles per trial, all 915 authors were successfully collected without duplication. These findings indicate that for platforms with dynamic data structures such as SINTA, repeated scraping provides a more reliable method for ensuring data completeness and accuracy, supporting the development of stable and responsible publication-data automation systems

    DETEKSI OUTLIER PADA DATA AUTHOR SCIENCE AND TECHNOLOGY INDEX (SINTA) MENGGUNAKAN METODE REGRESI LINEAR

    Full text link
    Publikasi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh para peneliti, tidak sedikit karya ilmiah yang dipublikasikan digunakan sebagai rujukan dalam banyak hal, baik untuk dalam hal akademis seperti menyelesaikan tugas akhir atau dalam pengembangan penelitian yang sudah ada. SINTA (Science and Technology Index) adalah merupakan portal yang berisi tentang pengukuran kinerja ilmu pengetahuan dan teknologi yang meliputi antara lain kinerja peneliti, penulis, author, kinerja jurnal dan kinerja institusi Iptek. Beberapa peneliti diportal sinta memiliki jumlah score yang cukup tinggi dalam kurun waktu yang singkat, peneliti yang mendapat score dengan cepat dicurigai melakukan tindakan anomaly. Oleh sebab itu dibuat sebuah system yang dapat mendeteksi data dari setiap peneliti berdasarkan jumlah score yang dimiliki menggunakan regresi linear. System akan ditampilkan berupa grafik scatter yang memiliki garis gradient, dari 500 data sampel didapatkan data peneliti bersih 496 dengan nilai regresi terendah 24,55 dan nilai tertinggi 111.23, untuk mengetahui peneliti melakukan tindakan anomaly atau tidak dengan nilai deviasi yaitu 8,94 ditambah nilai average yaitu 30,15. jika hasil nilai peneliti lebih besar dari nilai deviasi maka peneliti dicurigai melakukan tindakan anomaly, jika kurang atau sama dengan deviasi maka peneliti dianggap normal. Hasil akhir dari penelitian jumlah data yang dianggap anomaly sejumlah 4 author, sedangkan yang normal sejumlah 491 author. Kata kunci : Deteksi kecurangan, penetuan tindakan anomaly menggunakan regresi linear, standar deviasi

    ROSEDUR PENGELOLAAN KAS KECIL PADA PT GAJAH MADA SUKSES TRITUNGGAL

    Full text link
    This study aims to determine the petty cash management procedures at PT Gajah MadaSuksesTritunggal. The formulation of the problem is how to overcome the obstacles faced by the company in carrying out petty cash management at PT Gajah MadaSuksesTritunggal. This study uses a descriptive method where the author collects relevant data by interviewing directly the intended source in providing information to the author so that the author gets complete and in-depth data, as well as observation where the author makes observations directly to the object of research to see firsthand the activities carried out and Doing documentation and literature study where the author searches for and collects data about things in the form of notes and bookkeeping. Based on the results of data collection conducted at PT Gajah MadaSuksesTritunggal, it can be concluded that the term petty cash applied at PT Gajah MadaSuksesTritunggal uses a fluctuation system and has been running quite well, cash replenishment at PT Gajah Mada Sukses Tritunggal is in line with Prabowo opinion although there are a few constraint

    paper sama sinta 2-1

    Full text link

    Measuring Publication Efficiency in Humanities Journals: An AI-Based Analysis of Diamond Open Access Models and SINTA Rankings

    Full text link
    This study examines the influence of open access models, particularly Diamond Open Access (OA), and SINTA rankings on the submission-to-publication duration of accredited humanities journals in Indonesia. It also addresses a notable gap in existing literature regarding publication waiting times within the Indonesian humanities context. Employing a quantitative ex post facto design, the study analyzes a sample of 100 SINTA-accredited humanities journals that published articles in 2024. Submission-to-publication durations (calculated as the number of days between submission and final publication) were extracted using an AI-assisted metadata retrieval tool (Gemini). A total of 2,489 eligible articles were identified. Data were analyzed using descriptive statistics and one-way ANOVA to determine the effects of the independent variables. The findings show that the median submission-to-publication time for Indonesian humanities journals is 125.67 days, with substantial variability ranging from 0 to 991 days. The Diamond OA model does not significantly affect publication duration (Sig. > 0.05), indicating that author-fee-free access does not inherently lengthen editorial processes. Conversely, SINTA rankings show a significant effect (Sig. < 0.05), with journals in higher SINTA tiers tending to have longer publication timelines. This study provides timely empirical evidence regarding factors that shape publication efficiency in Indonesia’s humanities journals—an area previously underexplored. The methodological use of AI for metadata extraction also represents an important contribution. These findings offer practical insights for authors selecting suitable publication venues and for journal publishers seeking to enhance the efficiency of their editorial workflows

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COLLABORATIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMP SETIA BHAKTI CILAWU GARUT: PENELITIAN TERHADAP SISWA SMP SETIA BHAKTI CILAWU KABUPATEN GARUT TAHUN PELAJARAN 2008/2009

    Full text link
    Masalah rendahnya hasil belajar siswa kemungkinan timbul dari beberapa faktor diantaranya adalah, kegiatan pembelajaran yang masih berpusat pada guru sehingga siswa kurang terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan penerapan model pembelajaran Collaborative Learning (CL). Tahap-tahap pembelajaran CL terdiri atas tahap mengidentifikasi masalah (identify), tahap merumuskan masalah (define), tahap menemukan solusi (exploration), tahap tindakan (act) dan tahap peninjauan kembali (look). Kesemua tahap-tahap tersebut digunakan sebagai langkah-langkah dalam kegiatan pembelajaran. Model pembelajaran CL ini diujicobakan dalam 3 seri pembelajaran agar didapat pola perkembangan hasil belajar siswa dan efektifitas pembelajarannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan desain yang digunakan one group pretest-posttest time series dengan sampel eksperimen yaitu kelas VII-A SMP Setia Bhakti Cilawu Kabupaten Garut tahun pelajaran 2008/2009 sebanyak 30 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes prestasi belajar berupa tes pilihan ganda. Berdasarkan skor gain keseluruhan seri terdapat peningkatan hasil belajar yang signifikan pada interval kepercayaan 95% dari keseluruhan seri pembelajaranan serta dari hasil analisis IPK rata-rata afektif dan psikomotor setiap seri membentuk pola grafik yang meningkat. Selain itu, dari skor gain ternormalisasi diperoleh bahwa setiap seri pembelajaran dan rata-rata dari keseluruhan seri pembelajaran memiliki efektivitas pembelajaran yang efektif, tetapi membentuk pola grafik yang tidak selalu meningkat pada tiap serinya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dari keseluruhan seri pembelajaran, penerapan model pembelajaran Collaborative Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan efektif dalam pembelajaran

    Estetika Tari Bedhaya Mintaraga Yasan Dalem Sri Sultan Hamengku Bawana Ka 10 (Versi Catur Sagatra) Di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

    Full text link
    Tulisan ini mengupas “Estetika Tari Bedhaya Mintaraga Yasan Dalem Sri Sultan Hamengku Bawana Ka 10 (Versi Catur Sagatra) Di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat”. Tari Bedhaya Mintaraga adalah salah satu tarian adi luhung yang diciptakan oleh Keraton Yogyakarta atas perintah langsung dari Sri Sultan Hamengku Bawana Ka 10. Kata “Mintaraga” diambil dari nama yang disandang oleh salah satu tokoh pewayangan terkemuka yang dikenal sangat tampan serta memiliki kesaktian luar biasa yakni Raden Harjuna ketika melakukan tapa brata di puncak Gunung Indrakila. Pentingnya mengetahui dan memahami nilai-nilai estetika yang terkandung dalam tari Bedhaya Mintaraga sebagai budaya tradisi yang terus dilestarikan hingga saat ini menjadi alasan utama penulis melakukan penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan estetika berdasarkan konsep pemikiran Jawa yang sangat kental akan makna-makna filosofisnya dan akan didukung oleh dasar pemikiran Elizabeth R. Hayes untuk mengupas teori estetika berkaitan dengan pengamatan indrawi yang dilakukan oleh penulis dengan melakukan analisis terhadap nilai estetika dari tari Bedhaya Mintaraga. Berdasarkan pola pemikiran yang dianut oleh masyarakat Jawa, segala hal yang ada alam semesta ini sejatinya telah ditelaah melalui berbagai macam simbol maupun ajaran kebaikan sehingga diharapkan mampu menjadi pengingat bagi umat manusia. Pemahaman makna-makna filosofis yang terkandung di dalam tari Bedhaya Mintaraga dalam penelitian akan dilihat berdasarkan pandangan konsep Jawa tersebut, sedangkan keindahan-keindahan yang muncul di dalam tarian secara material ataupun tekstual akan diteliti berdasarkan pendekatan estetika yang dilandasi oleh pemikiran Hayes. Berbagai unsur material yang hadir di dalam pertunjukan tari Bedhaya Mintaraga seperti tema, penari, gerak, pola lantai, properti, iringan, busana serta tempat pertunjukan menjadi bagian yang saling terkait satu sama lain sehingga mampu menghasilkan sebuah kesatuan yang harmonis dan indah. Pemahaman konsep Jawa mengenai aspek wiraga, wirama, dan wirasa dalam “Kawruh Joged Mataram” sebagai bentuk dari pengalaman estetis (experience aesthetic) juga turut memperkuat relasi antar unsur-unsur yang telah disebutkan sebelumnya

    Estetika Tari Bedhaya Mintaraga Yasan Dalem Sri Sultan Hamengku Bawana Ka 10 (Versi Catur Sagatra) Di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

    No full text
    Tulisan ini mengupas “Estetika Tari Bedhaya Mintaraga Yasan Dalem Sri Sultan Hamengku Bawana Ka 10 (Versi Catur Sagatra) Di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat”. Tari Bedhaya Mintaraga adalah salah satu tarian adi luhung yang diciptakan oleh Keraton Yogyakarta atas perintah langsung dari Sri Sultan Hamengku Bawana Ka 10. Kata “Mintaraga” diambil dari nama yang disandang oleh salah satu tokoh pewayangan terkemuka yang dikenal sangat tampan serta memiliki kesaktian luar biasa yakni Raden Harjuna ketika melakukan tapa brata di puncak Gunung Indrakila. Pentingnya mengetahui dan memahami nilai-nilai estetika yang terkandung dalam tari Bedhaya Mintaraga sebagai budaya tradisi yang terus dilestarikan hingga saat ini menjadi alasan utama penulis melakukan penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan estetika berdasarkan konsep pemikiran Jawa yang sangat kental akan makna-makna filosofisnya dan akan didukung oleh dasar pemikiran Elizabeth R. Hayes untuk mengupas teori estetika berkaitan dengan pengamatan indrawi yang dilakukan oleh penulis dengan melakukan analisis terhadap nilai estetika dari tari Bedhaya Mintaraga. Berdasarkan pola pemikiran yang dianut oleh masyarakat Jawa, segala hal yang ada alam semesta ini sejatinya telah ditelaah melalui berbagai macam simbol maupun ajaran kebaikan sehingga diharapkan mampu menjadi pengingat bagi umat manusia. Pemahaman makna-makna filosofis yang terkandung di dalam tari Bedhaya Mintaraga dalam penelitian akan dilihat berdasarkan pandangan konsep Jawa tersebut, sedangkan keindahan-keindahan yang muncul di dalam tarian secara material ataupun tekstual akan diteliti berdasarkan pendekatan estetika yang dilandasi oleh pemikiran Hayes. Berbagai unsur material yang hadir di dalam pertunjukan tari Bedhaya Mintaraga seperti tema, penari, gerak, pola lantai, properti, iringan, busana serta tempat pertunjukan menjadi bagian yang saling terkait satu sama lain sehingga mampu menghasilkan sebuah kesatuan yang harmonis dan indah. Pemahaman konsep Jawa mengenai aspek wiraga, wirama, dan wirasa dalam “Kawruh Joged Mataram” sebagai bentuk dari pengalaman estetis (experience aesthetic) juga turut memperkuat relasi antar unsur-unsur yang telah disebutkan sebelumnya

    FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN JUMLAH KUMAN UDARA DI RUANG PERAWATAN INTENSIF RS TELOGOREJO

    Full text link
    Infeksi nosokomial adalah infeksi yang diperoleh penderita selama di rawat di rumah sakit, yaitu ketika penderita terkena infeksi lain dari yang dideritanya waktu masuk rumah saakit. Program Pengendalian Infeksi Nosokomial adalah menurunkan kejadian infeksi tersebut dan mencerminkan kualitas pelayanan penderita dirumah sakit. Salah satu modus transmisi kejadian infeksi adalah melalui udara (air borne). Ruang perawatan intensif merupakan ruangan yang rawan terhadap infeksi nosokomial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berbagai faktor yang berhubungan dengan jumlah kuman udara di ruang Perawatan Intensif di Rumah Sakit Telogorejo Semarang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2007 di ruang perawatan intensif Rumah Sakit elogorejo Semarang. Jenis penelitian adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populaasi penelitian adalah semua kuman udara di ruang perawatan intensif. Sampel udara diambil secara purposive dengan meletakkan blood agar pada tempat atau titik-titik daerah yang sudah ditentukan selama 30 menit di ruang Perawatan Intensif di Rumah Sakit Telogorejo Semarang. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan SPSS 11.0. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji korelasi pearson, menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan deangan korelasi yang kuat antara jumlah petugas kesehatan dengan jumlah kuman udara di ruang Perawatan Intensif di Rumah Sakit Telogorejo Semarang, pada p=0,44 (0,05) dengan tingkat koefisien korelasi r=-0.099, dan jumlah pengunjung pada p=0,141 (>0,05) dengan tingkat koefisien korelasi r=0.975. Dapat disimpulkan bahwa terjadi pencemaran udara di ruang Perawatan Intensif di Rumah Sakit Telogorejo Semarang yang disebabkan banyaknya jumlah petugas kesehatan yang berada dalam ruangan sehingga harus dilakukan tindakan pemantauan rutin dalam rangka program pencegahan infeksi nosokomial terhadap petugas kesehatan. Kata Kunci: Infeksi Nosokomial,Jumlah kuman udara, Ruang perawatan intensi

    ANALISIS NILAI MORAL CERPEN YANG BERJUDUL "NASIHAT UNTUK ANAKKU" KARYA MOTINGGO BUSYE

    No full text
    Moral value is one of the ethical values that are usually found in the scope of society that is good and bad. Researchers are interested in analyzing short stories that have a lot of moral value. This study aims to determine the moral values contained in the short story "Advise for my son" by Motinggo Busye. The steps to analyze this short story are using qualitative descriptive method. This method describes a story of moral values that become the standard of good or bad that is seen by the community through this short story. The conditions that occur in the story will be analyzed. The results of the study, there are moral values contained in the short story. Judging from the dialogue quotes in the short story, the results obtained are (1) Regret for decisions that have been made (2) Independent (3) Respect someone's decisions (4) Smart (5) Thinking realistically and as it is (6) Listening to Parents' Advice (7 ) Sympathy to fellow friends. Therefore, the value that can be taken in short stories is an invitation to good advice and stay away from bad values in order to understand that with advice we can make a conclusion in making a decision in life
    corecore