47 research outputs found
Pengaruh Gaya Hidup Halal Dan Teknologi Informasi Terhadap Keputusan Generasi Z Dalam Menggunakan Jasa Bank Syariah ( Studi Kasus Di Kepenghuluan Bagan Bhakti, Kecamatan Balai Jaya)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh gaya hidup
halal dan teknologi informasi terhadap keputusan generasi z dalam menggunaan
jasa bank syariah. Pendekatan yang digunakan menggunakan pendekatan
kuantitatif. Teknisanalisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi
linier berganda, uji asumsi klasik, uji auto korelasi, heterokedasitas, uji t, uji f, uji
koefesien determinasi. Pengelolaan data dalam penelitian ini menggunakan
program software SPSS 20.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan hasil uji hipotesis
menunjukan secara simultan memiliki pengaruh dengan nilai Fhitung sebesar
20,620 dengan nilai signifikansi 0,000< 0,05 maka Ho ditolak yaitu adanya
pengaruh yang singnifikan variabel Gaya Hidup Halal dan Teknologi Informasi
terhadap penggunaan jasa perbankan syariah dengan nilai determinasi sebesar
0,314 Hal ini memiliki arti bahwa 31,40% variabel Keputusan Generasi Z
menggunakan jasa Bank Syariah di Kepenghuluan Bagan Bhakti, Kecamatan
Balai Jaya
Pola Asuh Orang Tua Pada Remaja Hamil di Luar Nikah
Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola asuh orang tua pada
remaja hamil di luar nikah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif
karena dengan metode ini dapat dipahami gambaran sebagai mana subjek mengalaminya.
Penelitian ini menggunakan wawancara mendalam sebagai pengambilan data. Subjek
dalam penelitian berjumlah dua orang yang menerapkan pola asuh pada anak remaja yang
hamil di luar nikah.
Pola asuh adalah proses interaksi total antara orang tua dan anak, seperti proses
pemeliharaan, pemberian makanan, membersihkan, melindungi, dan proses sosialisasi
anak dengan lingkungan sekitar. Tujuan penelitian ini adalah melihat pola asuh seperti
apa yang menyebabkan terjadinya kenakalan remajanya di fokuskan kepada remaja yang
hamil di luar nikah.
Pola asuh yang di terapkan oleh responden adalah pola asuh yang permisif, dimana
kurangnya kedekatan antara orang tua dan anak pada ke dua responden. Dimana
minimnya kontrol yang diberikan kedua responden kepada anak-anaknya. selain itu juga
dimana responden memberikan kebebasan kepada anak-anaknya, baik dalam hal bermain
ataupun menentukan masa depan., sehingga adanya kebebasan yang diberikan oleh ke
dua responden, anak-anak mereka menjadi anak yang nakal, dimana anak-anak responden
menjadi anak-anak yang mengikuti pergaulan bebas.
Dengan adanya kebebasan yang diberikan oleh ke dua responden, anak-anak
sponden jadi mengalami hamil di luar nikah, dimana anak-anak kedua responden telah
melakukan hubungan seks sebelum menikah. Akibat dari perbuatan anak-anak responden.
Akhirnya anak-anak kedua responden diharuskan untuk menikah , hingga akhimya
pendidikan anak-anak dari ke dua responden tidak dapat dilanjutkan. Bukan hanya itu
saja diakibatkan menikah muda, perekonomian kedua responden juga ditanggung oleh
orang tua, dikarenakan para remaja-remaja tersebut yang belum bekerja
Proses Pemaafan pada Remaja yang Terpapar Kekerasan Dalam Rumah Tangga
Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana proses pemaafan para
remaja yang pernah terpapar kekerasan dalam rumah tangga. Responden dalam
penelitian ini berjumlah 2 orang yang keseluruhannya berjenis kelamin
perempuan berusia 20 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan metode pengambilan data yang dilakukan yaitu wawancara dan observasi.
Penelitian ini mencoba menggambarkan bagaimana tahapan perjalanan pemaafan
dari kedua responden yang dulunya pernah terpapar kekerasan secara fisik dan
psikologis oleh orang tua sejak kanak-kanak. Penelitian ini juga melihat faktor-faktor
apa saja yang mempengaruhi proses pemaafan, yang terdiri dari faktor
kecerdasan emosi, respon pelaku, empati, kualitas hubungan, perenungan,
komitmen agama dan faktor personal korban. Berdasarkan hasil penelitian ini,
faktor pemaafan yang dilakukan oleh responden I didasarkan pada faktor
komitmen agama, empati dan faktor personal korban sedangkan faktor pada
responden II hanya mengalami faktor perenungan dan faktor personal korban saja.
Keunikan penelitian ini juga untuk mengetahui apakah ada dampak lain dari
pemaparan kekerasan selain munculnya dendam. Dapat disimpulkan bahwa faktor
yang dominan dan sangat mempengaruhi munculnya pemaafan pada kedua
responden yaitu faktor personal korban dimana, responden yang memiliki
kecenderungan mudah merasa bersalah merupakan faktor pemicu terjadinya
pemaafan. Kedua responden melakukan jenis pemaafan berbeda yakni Pemaafan
Sepenuhnya (Total Forgiveness) pada responden I sedangkan pada responden II
yaitu Pemafaan Tersembunyi (Silent Forgiveness).The objective of this research is to study the process of forgiveness in
adolescents who have been exposed to domestic violence of their parents.
Participants for this research were two 20 years old women. This research used
qualitative approach with method of collecting data used was interview and
observation. This research tried to describe the stages of forgiveness from the
two subjects who were exposed from physical and psychological violence by
their parents since childhood. This research also explained what was the factors
that affected the process of forgiveness from each participants that consisted of
emotional intelligence, respondent’s response,empathy, reflection, commitment
to religion and victims’ personal factor.Based on the result of this research, the
factors that affected from Subject 1 that consisted of commitment to religion,
empathy and victims’ personal factor. Meanwhile, forgiveness factors of Subject
2 were only consisted of reflection and victims’ personal factor. The uniqueness
of this research is to know is there another affects from violence’s exposure
beside the revenge. It is concluded that victims’ personal factor is the most
dominant factor that affected their forgiveness towards their parents,
respondents have a tendency to feel guilty easily and its trigger factor for
forgiveness. Both of them did different types of forgiveness, subject 1 did Total
Forgiveness while Subject 2 did Silent Forgiveness
Pembentukan Identitas pada Biseksual
Perkembangan diakhir tahun 2015 masyarakat diseluruh dunia dikejutkan dengan munculnya fenomena LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender). Lesbian adalah wanita yang mencintai atau merasakan rangsangan seksual sesama jenisnya. (Sulistiani, 2016). Gay atau Homo adalah istilah untuk laki-laki yang memiliki kecenderungan seksual kepada sesama pria, atau pria yang mencintai pria baik secara fisik, seksual, atau emosional. Pengertian Biseksual yang diambil dari kata “bi” yang berarti dua dan “seksual” yang berarti persetubuhan antara laki-laki dan perempuan. Jadi biseksual adalah orang yang tertarik kepada kedua jenis kelamin baik antara laki-laki dan perempuan.
Sulistiani (2016). Organisasi untuk kaum LGBT pertama di Indonesia adalah Lambda Indonesia yang didirikan oleh Dede Oetomo, salah satu orang pertama di Indonesia yang menyatakan dirinya ke publik sebagai seorang Gay. Saat ini organisasi LGBT terbesar di Indonesia adalah Arus Pelangi yang juga didirikan oleh Dede Oetomo. Organisasi ini fokus kepada pembelaan hak–hak kaum LGBT untuk menyadarkan dan memberdayakan kaum LGBT, dan aktif dalam perubahan kebijakan yang melindungi LGBT, dan aktif dalam proses penyadaran serta penerimaan kaum LGBT di kalangan masyarakat.
Sulistiani (2016). Pada tanggal 6 sampai 9 November 2006, diadakan suatu konferensi internasional dengan tema “Principles of International Human Rights Law in Relation to Sexual Orientation and Gender Identity”. Berbagai ahli hak asasi manusia dan seksualitas dari berbagai negara datang ke Universitas Gajah Mada Yogyakarta untuk merumuskan
prinsip Yogyakarta, yaitu prinsip-prinsip pemberlakuan hukum internasional atas hak asasi manusia yang berkaitan dengan orientasi seksual dan identitas gender
APLIKASI REKAM MEDIS KORBAN BENCANA BERBASIS WEB (STUDI KASUS : RSUP.DR.SARDJITO)
ABSTRAK
Situasi bencana yang panik, kacau, tergesa-gesa dengan beban kerja yang mendadak
tinggi, tuntutan kecepatan pelayanan dengan tingkat resiko yang meningkat, tuntutan
penyimpanan rekam medis pasien yang mudah diakses, tuntutan kecepatan pelayanan pencarian
dan pelaporan rekam medis pasien korban bencana menjadikan proses pencatatan data rekam
medis secara konvensional saja tidak dapat berjalan efektif. Oleh karena itu, dibutuhkan fokus
yang semestinya untuk di tindak lanjuti yakni dengan merancang aplikasi rekam medis korban
bencana berbasis web untuk memudahkan proses pencarian, pelaporan, penyimpanan data rekam
medis korban bencana dan pengaksesan informasi yang dapat dilakukan 24 jam, kapan dan
dimana saja serta sebagai persiapan dalam mengantisipasi kejadian bencana.
Perancangan aplikasi ini menggunakan metodologi waterfall dan disesuaikan dengan
rancangan formulir rekam medis bencana yang telah dirancang sesuai dengan peraturan menteri
kesehatan RI No.269/MENKES/PER/III/2008 mengenai rekam medis serta perangkat lunak yang
digunakan adalah PHP sebagai bahasa pemrograman, MySql sebagai database server, Apache
Web Server sebagai web server dan codeigniter sebagai framework yang digunakan.
Perangkat lunak yang dihasilkan dapat memudahkan kinerja petugas rekam medis dalam
proses pengelolaan data rekam medis korban bencana.
Pengamalan ibadah shalat fardhu alumni Pesantren Darul Hadis pada masyarakat di Desa Hutabaringin Kecamatan Siabu
Penelitian ini mengupas permasalahan bagaimana pengamalan ibadah
shalat fardhu alumni pesantren Darul Hadis pada masyarakat di desa Hutabaringin
Kecamatan Siabu, dan upaya-upaya yang dilakukan pesantren dalam mengatasi
pengamalan ibadah shalat fardhu tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengamalan ibadah shalat fardhu
alumni pesantren Darul Hadis pada masyarakat di desa Hutabaringin Kecamatan
Siabu, dan upaya-upaya yang dilakukan pesantren dalam mengatasi pengamalan
ibadah shalat fardhu tersebut.
Metode penulisan skripsi ini menggunakan pendekatan analisa kualitatif
deskriftif dengan menggunakan riset lapangan dan instrumen pengumpulan data yang
diambil adalah wawancara dan observasi dengan sumber data 10 orang alumni
pesantren darul hadits dan 6 dari masyarakat desa Hutabaringin. Analisa dilakukan
dengan cara menyusun data secara sistematis dan mengorganisasikannya, kemudian
menyeleksi dan mendeskripsikannya serta menarik kesimpulan. Pengambilan
kesimpulan dilakukan dengan cara induktif yaitu dari suatu masalah yang sifatnya
khusus disimpulkan menjadi yang bersifat umum.
Dari penelitian yang dilakukan, dapat ditemukan hasil bahwa pengamalan
ibadah shalat fardhu alumni pesantren darul hadis pada masyarakat masih kurang,
karena ada yang mengerjakan ibadah shalat fardhu dengan tidak rutin bahkan ada
yang tidak mengerjakan ibadah shalat fardhu kepada Allah SWT, serta kurangnya
kesadaran beragama dan rendahnya kemauan dalam mengerjakan shalat. Sedangkan
upaya-upaya yang dilakukan pesantren untuk mengatasi pengamalan ibadah shalat
fardhu alumni pesantren darul hadis pada masyarakat yaitu dengan mengikuti
kegiatan-kegiatan keagamaan seperti pengajian dengan mengundang ustazd serta
dengan memberi bimbingan dan arahan kepada masyarakat untuk mencapai
masyarakat yang rukun dan damai
Pelaksanaan Pembelajaran Seni Budaya (tari Kuala Deli) Di SMP Negeri 1 Seberida Indragiri Hulu
This research entitled "Implementation of Cultural Arts Learning (Kuaa Deli) at SMP Negeri 1 Seberida." This study aims to find out how the implementation of learning arts and culture (kuala deli) at SMP Negeri 1 Seberida. The method used in this research is descriptive qualitative method. Data collection techniques used were observation, interviews and documentation. This study used data analysis techniques, namely reduction, data presentation and data conclusion/verification. The subjects of this study were 33 people, 1 of whom was a cultural arts teacher at SMP Negeri 1 Seberida and 32 of them were students of class VIII C, SMP Negeri 1 Seberida. The implementation uses general findings and data presentation. The results of research at SMP Negeri 1 Seberida used a learning design, namely objectives, materials, methods, facilities and infrastructure. At each meeting the teacher is guided by the Learning Implementation Plan (RPP). The meeting was only made 6 X meetings and for taking the value consisted of 3 aspects, namely: wirasa, wiraga, wirama
PENETAPAN KADAR ASAM BENZOAT DALAM BEBERAPA MERK DAGANG MINUMAN RINGAN SECARA SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET
Benzoic acid is one of the synthetic preservatives, work effectively at pH 2.5 to
4.0, therefore it is widely used in acidic food or drink. This study aims to determine
benzoic acid content in some soft drink products, their conformity with Permenkes RI
No.722/Menkes/Per/IX/88 on food additives, and to find out if there were any variance
of benzoid acid content in a different kinds of soft drink products.
Determination of benzoid acid levels was performed by ultraviolet
spectrophotometry following solvent extraction of the benzoid acid with chloroform.
Qualitatively, it was found that all of the sample contained benzoid acid. Quantitatively,
the amount of benzoid acid in sample A was 227,73 mg/kg of materials; sample B was
182,38 mg/kg of materials; sampel C was 259,52 mg/kg of materials; sample D was
325,01 mg/kg of materials; sample E was 357,33 mg/kg of material. The result
indicated that there were variance of benzoid acid content in different soft drink
products. The use of benzoic acid in soft drinks was lower compaired to that of
Permenkes RI No.722/Menkes/Per/IX/88 (600 mg/kg of materials)
PENERAPAN NILAI-NILAI KARAKTER DALAM AL-QUR’AN DI KOMUNITAS SAHABAT MUDA MALANG
ABSTRAK
Skripsi ini berjudul “Penerapan Nilai-Nilai Karakter dalam Al-Qur’an di Komunitas Sahabat Muda Malang”. Karakter merupakan hal yang penting dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan, karena tanpa karakter seseorang akan melakukan sesuatu apapun yang dapat menyakiti dan menyengsarakan orang lain. Hal ini dilatarbelakangi oleh karakter anak muda saat ini merupakan salah satu hal yang mengkhawatirkan karena telah banyak menyimpang dari ajaran agama. Komunitas sebagai bagian dari lingkungan memiliki peran yang sangat penting untuk membentuk karakter anak muda. Al-Qur’an dan hadits merupakan pedoman manusia dalam berbagai aspek termasuk dalam aspek pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses penerapan nilai-nilai karakter dalam al-Qur’an di Komunitas Sahabat Muda Malang, dan juga nilai-nilai karakter yang diterapkan oleh Komunitas Sahabat Muda. Jenis penelitian yang penulis lakukan ialah penelitian lapangan (field research) dengan metode kualitatif. Objek penelitian disini yaitu nilai-nilai karakter dilihat dari proses penerapannya dan nilai-nilai karakter di Sahabat Muda yang kemudian di relevansikan dengan konsep dalam al-Qur’an. Sedangkan subjek penelitian adalah pembina dan relawan Komunitas Sahabat Muda. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada beberapa kegiatan yang mendukung dalam penerapan nilai-nilai karakter oleh relawan Sahabat Muda meliputi shalat wajib berjamaah, shalat dhuha, shalat tahajud, sedekah, tadarus qur’an, dan olahraga. Dengan adanya pembiasaan dari kegiatan-kegiatan tersebut menghasilkan 5 nilai-nilai karakter yang terdapat dalam al-Qur’an yang tercermin pada diri relawan yaitu: ketakwaan, kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian dan kesantunan.
Kata Kunci: Penerapan, Nilai-Nilai Karakter, Komunitas Sahabat Muda
PERSEPSI PEMUSTAKA TERHADAP PELAYANAN DI PERPUSTAKAAN UMUM KABUPATEN DEMAK
Penelitian ini dilatar belakangi oleh perkembangan teknologi yang semakin maju, sehingga membuat masyarakat beralih menggunakan internet dan meninggalkan perpustakaan. Untuk itu perpustakaan berupaya membuat inovasi dengan memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan fasilitas serta memberikan pelayanan prima. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana persepsi pemustaka terhadap pelayanan di Perpustakaan Umum Kabupaten Demak. Penelitian ini menggunakan teori Total Quality Service (TQS) dan teori persepsi. Metode penelitian deskriptif kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan teknik penggumpulan data dilakukan dengan wawancara yang didukung dengan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi pemustaka terhadap pelayanan di Perpustakaan Umum Kabupaten Demak dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu : latar belakang budaya masyarakat (Program Litersi), demografi (umur, pendidikan dan tempat tinggal) dan teknologi (internet). Untuk menarik minat pemustaka berkunjug ke Perpustakaan Umum Kabupaten Demak, perpustakaan membuat inovasi dengan memanfaatkan teknologi, seperti : penyediaan hot spot, OPEC dan E-book. Selain itu perpustakaan memberikan pelayanan prima serta penyediaan fasilitas penunjang yang dapat memberikan kenyamanan masyarakat saat berkunjung ke perpustakaan. Dapat disimpulkan, dengan segala bentuk pelayanan dan fasilitas yang diberikan perpustakaan, pemustaka menilai positif. Pemustaka merasa senang dengan pelayanan prima dan penyediaan fasilitas yang diberikan perpustakaan sehingga mempermudah pemustaka memperoleh informasi dan mempermudah pekerjaan mereka. Dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan untuk pembuatan program yang lebih baik kedepannya bagi instansi terkait. Keterbatasan penelitian ini adalah hanya mewawancarai pemustaka yang hadir di Perpustakaan Umum Kabupaten Demak dan tidak meminta tanggapan dengan pemustaka yang menikmati layanan perpustakaan keliling. Dalam hal ini saran untuk peneliti selanjutnya diharapkan memperbanyak dan memperluas cakupan informasi yang diteliti. Penelitian selanjutnya juga diharapkan mampu meneliti dengan menggunakan metode dan pendekatan yang lain selain konstruktivisme.
Kata Kunci : Persepsi, Pelayanan, Kepuasa
