415 research outputs found

    PERKEMBANGAN PAGUYUBAN PENGHAYAT KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA “WASPODO” DI KABUPATEN WONOGIRI TAHUN 1983-2006

    No full text
    INTISARI Skripsi ini berjudul “Perkembangan Paguyuban Penghayat Kepercayaan ”Waspodo” di Kabupaten Wonogiri Tahun 1983-2006”. Pokok pembahasan dalam skripsi ini adalah Perkembangan Paguyuban Penghayat Kepercayaan ”Waspodo” di Kabupaten Wonogiri dari tahun 1983 sampai tahun 2006. Penulis berusaha menguraikan hal-hal yang berkaitan dengan perkembangan Paguyuban, seperti riwayat hidup pendiri, inti ajaran ”Waspodo”, perkembangan Paguyuban yang menyangkut struktur organisasi ”Waspodo”, aktivitas ”Waspodo” di Kabupaten Wonogiri, motivasi masyarakat masuk keanggotaan ”Waspodo”, serta aktifitas dan peranan Paguyuban ”Waspodo” terhadap masyarakat sekitar. Kebatinan merupakan suatu sistem kepercayaan yang dianut oleh sebagian masyarakat Indonesia khususnya Jawa. Ajaran kebatinan biasa disebut Kejawen. Namun ada yang membedakan kejawen dengan aliran Kepercayaan. Aliran Kebatinan/Kepercayaan secara umum dapat dikatakan sebagai kepercayaan masyarakat Jawa atau kejawen yang sudah beridentitas. Dikatakan beridentitas karena dalam aliran kepercayaan sudah menyusun ajarannya secara spesifik dan mempunyai guru atau pemimpin atau bahkan telah memiliki organisasi. Kejawen atau kepercayaan masyarakat Jawa yang belum beridentitas belum atau tidak dapat ditunjuk siapa gurunya dan kitab sucinya secara tertentu, karena aliran Kejawen terserak-serak dalam literatur kuno dan dalam mitos-mitos yang hidup dan berkembang di masyarakat. Aliran Kepercayaan tampil ke permukaan sebagai bagian dari gerakan revolusi Indonesia dibidang moral spiritual. Salah satu aliran Kepercayaan yang muncul adalah Paguyuban Penghayat Kepercayaan “Waspodo” dengan inti ajaran mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kemunculan banyak aliran Kepercayaan adalah salah satu bentuk upaya kritik terhadap berbagai arus kebudayaan baru yang masuk dan tidak bisa diterima oleh sebagian masyarakat sehingga mereka kembali pada kebudayaan asli Jawa. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana sejarah awal munculnya Paguyuban Penghayat Kepercayaan “Waspodo” di Wonogiri ? (2) Bagaimana perkembangan Paguyuban Penghayat Kepercayaan “Waspodo” di Wonogiri tahun 1983-2006? (3) Bagaimana pengaruh Paguyuban Penghayat Kepercayaan “Waspodo” terhadap masyarakat di Kabupaten Wonogiri?. Penelitian ini bertujuan: (1) Mengetahui sejarah awal munculnya organisasi “Waspodo” (2) Untuk mengetahui perkembangan Paguyuban Penghayat Kepercayaan “Waspodo” di Wonogiri tahun 1983-2006. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Langkah- langkah dalam metode sejarah adalah (1) heuristik yaitu tahap pengumpulan data (2) Kritik sumber yaitu penilaian terhadap data sejarah (3) Interpretasi adalah tahap penyatuan dari fakta dan data sejarah yang diperoleh (4) Historiografi adalah penyajian sebuah cerita sejarah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pertama, sejarah awal munculnya Paguyuban “Waspodo” di Wonogiri diawali dengan tumbuhnya kebudayaan spritual sejak jaman prasejarah yaitu adanya kebudayaan animisme dan dinamisme. Memasuki jaman sejarah kebudayaan animisme dan dinamisme digantikan dengan kebudayaan baru yaitu Hindu-Budha, Islam,dan Kolonial. Arus kebudayaan baru yang masuk sangat cepat diiringi dengan adanya kelelahan dalam revolusi kemerdekaan dan krisis ekonomi yang berkepanjangan maka banyak kelompok masyarakat yang ingin kembali pada budaya asli. Kedua, ajaran “Waspodo” pertama kali dikenalkan oleh Hadi Soetiyono di Desa Ngarjosari, Kecamatan Tirtomoyo Kabupaten Wonogiri dan berkembang menjadi sebuah paguyuban dan didukung oleh manejemen organisasi yang semakin baik sehingga dapat membuktikan bahwa ajaran “Waspodo” bisa diterima oleh masyarakat. Ketiga, Paguyuban “Waspodo” yang terdiri dari para warga penghayat dalam interaksinya dengan masyarakat mempunyai pengaruh dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat

    POLA KOMUNIKASI PENGURUS DAN ANGGOTA DALAM PAGUYUBAN PENGHAYAT KEPERCAYAAN (Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Interpersonal yang Dilakukan Oleh Pengurus dan Anggota Paguyuban Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa “Waspodo” Di Desa Pokoh, Wonogiri)

    No full text
    Kebebasan beragama yang diatur oleh pemerintah Indonesia membebaskan warganya untuk memilih agama diyakininya. Selain itu pemerintah juga memberikan kebebasan kepada Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk melaksanakan peribadatan sesuai dengan keyakinannya tersebut. Salah satu Paguyuban Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang masih dapat mempertahanakan eskistensinya adalah Paguyuban Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa “Waspodo” yang berlokasi di Wonogiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi yang dilakukan oleh pengurus Paguyuban “Waspodo” kepada anggotanya Paguyuban "Waspodo" dalam mempertahankan eksistensinya serta mengetahui pola komunikasi yang dilakukan oleh komunikan Paguyuban “Waspodo” kepada pengurus paguyuban Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa “Waspodo”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Sampel diambil dengan menggunakan teknik snowball sampling (bola salju . Validitas data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data (sumber). Tahap analisis data menggunakan analisis interaktif meliputi pengumpulan data, penyajian data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pola komunikasi yang terjadi di Paguyuban Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa “Waspodo” terdiri dari dua hal. (1) Komunikasi antara pengurus dan anggotanya, dimana dalam hal ini mempunyai beberapa unsur dalam pola komunikasinya, (2) Komunikasi antara anggota Paguyuban dengan Pengurus Paguyuban Pengahayat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME. Dalam hal ini terdapat dua komunikan yaitu (a) anggota paguyuban yang memungkinkan hubungan timbal balik, (b) masyarakat yang mempunyai hubungan baik dengan para anggota. Paguyuban “Waspodo” memiliki beberapa peran dalam lingkungan masyarakat seperti, (1) sebagai paguyuban yang hanya mengenal satu Tuhan, (2) turut berperan dalam melestarikan kebudayaan jawa serta merawat dan menyimpan pusaka, (3) peranan dalam bidang sosial seperti mengadakan pengobatan dan bantuan sosial bagi yang membutuhkan

    Pengaruh Padatan CaCO3 terhadap Konversi Reaksi Na2SO3 dan O2

    No full text
    Pengaruh Padatan CaCO3 terhadap Konversi Reaksi Na2SO3 dan O2 Siswanti dan Priyo Waspodo U.S Jurusan Teknik Kimia, FTI, UPN “Veteran” Yogyakarta Jl. SWK 104 (Lingkar Utara) Condongcatur, Yogyakarta (55283) Abstrak Gas O2 dalam reaksi antara Na2SO3 dan O2 mempunyai kecenderungan untuk cepat naik meninggalkan cairan sehingga konversi reaksi yang diperoleh rendah. Untuk itu perlu diupayakan menghambat laju O2 segar agar tinggal lebih lama dalam cairan. Adanya penambahan padatan CaCO3 dalam reaksi ini diharapkan dapat menghambat laju O2 dalam cairan sehingga dapat meningkatkan konversi reaksi. Percobaan dilakukan dalam kolom terbuka berbentuk silinder sebagai reaktor. Kolom diisi dengan Na2SO3 yang sudah dilarutkan dalam air dan CaCO3 dengan jumlah tertentu dan divariasikan. Gas O2 dengan laju alir 1 liter/menit dan tekanan 1,01 atm, digelembungkan melalui dasar kolom. Metode percobaan yang digunakan adalah tidak tunak, yaitu dengan mengamati perubahan konsentrasi Na2SO3 dalam kolom. Percobaan dihentikan pada waktu yang telah ditentukan. Hasil percobaan ini menunjukkan bahwa semakin besar jumlah padatan CaCO3 yang ditambahkan, maka konversi reaksi antara Na2SO3 dan O2 semakin besar. Konversi yang diperoleh dari percobaan ini untuk kisaran penambahan CaCO3 dan Na2SO3 adalah 0 – 20 gram serta 10 – 40 gram adalah 3,3047 – 47,7632 %

    EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN VCD DAN OHP TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA SMA NEGERI PURWODADI GROBOGAN DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA

    No full text
    Hadi Waspodo, S.810908404. Efektivitas Media Pembelajaran VCD dan OHP Terhadap Prestasi Belajar Fisika Siswa SMA Negeri Purwodadi Grobogan Ditinjau Dari Kemampuan Awal Siswa. Tesis: Program Studi Teknologi Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Manakah yang lebih baik prestsinya, siswa yang memiliki kemampuan awal tinggi atau siswa yang memiliki kemampuan awal rendah pada prestasi belajar fisika.2) Manakah yang memberikan prestasi yang lebih baik pembelajaran menggunakan media VCD atau OHP pada prestasi belajar fisika. 3) Pada siswa yang memiliki kemampuan awal tinggi, manakah yang lebih efektif pembelajaran menggunakan VCD atau OHP pada prestasi belajar fisika. 4) Pada siswa yang memiliki kemampuan awal rendah, mana yang lebih efektif pembelajaran menggunakan VCD atau OHP pada prestasi belajar fisika. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Grobogan tahun pelajaran 2009/2010. Teknik pengambilan sampel dengan cara cluster random sampling. Sampel penelitian ini adalah siswa-siswa dari SMA Negeri 1Pulo kulon, SMA Negeri 1Grobogan yang masing-masing terdiri dari satu kelas sebagai kelas kontrol dan satu kelas sebagai kelas ekaperimen. Jumlah siswa yang dieksperimen ada 87siswa. Uji coba Instrumen dilaksanakan di SMA Negeri 1Toroh dengan jumlah responden 44. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah data tes awal dan data tes prestasi. Teknik analisis data menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Hasil Penelitian menyimpulkan bahwa :1) siswa yang memiliki kemampuan awal tinggi prestasinya lebih baik dari pada siswa yang memiliki kemampuan awal rendah pada prestasi belajar fisika. 2) Pembelajaran menggunakan VCD memberikan prestasi lebih baik dari pada pembelajaran menggunakan OHP pada prestasi belajar fisika. 3) Pada siswa yang memiliki kemampuan awal tinggi, pembelajaran menggunakan VCD lebih efektif dari pada menggunakan OHP. 4) Pada siswa yang memiliki kemampuan awal rendah, pembelajaran menggunakan VCD lebih efektif dari pada menggunakan OHP

    Jurnal ilmiah kediklatan volume 1 edisi 1 desember 2016

    No full text
    PENERAPAN KNOWLEDGE MANAGEMENT PADA PENGELOLAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEPEMIMPINAN TK. III DAN TK. IV DI PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN (Sunarto) PENELITIAN TINDAKAN KELAS PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SANKRI MELALUI PEMBELAJARAN COOPERATIVE MODEL THINK, PAIR, AND SHARE (TPS) PADA DIKLAT PIM TINGKAT IV POLA BARU (Mariana D. R.) PEMBELAJARAN BERBASIS ANEKA SUMBER (Muktiono Waspodo) TUNTUTAN ETIKA DIMATA PUBLIK (Nispiansyah) MENINGKATKAN KOMPETENSI PESERTA DIKLAT PRAJABATAN GOLONGAN III MENGAKTUALISASIKAN NILAI-NILAI DASAR PNS ANEKA DENGAN METODE PLAN DO CHECK ACT (PDCA) PADA KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN (Suyono). EFEKTIVITAS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (Ganefo Ginting) PERGESERAN PARADIGMA, DILEMA DAN IMPLIKASINYA BAGI PELAYANAN PUBLIK DI INDONESIA (Adnan M.Baralemba)

    Integrasi Sistem Informasi Skripsi Dengan Logbook Skripsi Pada Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Waspodo, Dwi Heru Budi 2014. Integrasi Sistem Informasi Skripsi Dengan Logbook Skripsi Pada Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Triyana Widiyaningtyas, S.T., M.T., (II) Utomo Pujianto, S.Kom., M.Kom.   Kata kunci : Sistem informasi, Skripsi, Logbook, web. Skripsi merupakan penelitian mahasiswa strata sarjana yang dilakukan dan dilaporkan secara tertulis dengan bimbingan dosen yang sesuai dengan topik atau bahasan yang sedang dimuat. Proses atau tahapan skripsi cukup panjang, sehingga perlu adanya sistem informasi untuk membantu berjalannya setiap tahapan skripsi.Sistem yang berkaitandenganpengelolaanskripsi di lingkunganJurusanTeknikElektroUniversitasNegeri Malang pernahdikembangkanolehsejumlahmahasiswasebagaibagiandaripenelitianskripsinya. Sistem yang dikembangkansalingberkaitan. Satusistemdibuatuntukmemanajemenskripsihingga proses seminar, satusistem yang lain dikembangkanuntukmemanajemenpelaksanaanskripsidantugasakhir. Fungsionalitaskeduasistemtersebutsebenarnyamasihsalingberkaitandalamhalmanajemenskripsi. Masalah baru yang muncul adalah dosen-dosen di Jurusan Teknik Elektro rata-rata tidak memiliki catatan pribadi mengenai hasil bimbingan dengan mahasiswa bimbingannya. Dosen hanya mengandalkan catatan dari mahasiswa yang dicatat dalam selembar kertas bimbingan. Padahal resiko kemungkinan selembar kertas mudah selip dan rusak sangat besar. Oleh karena itu dibutuhkan sistem informasi berbantuan komputer dalam mencatat setiap aktivitas atau catatan bimbingan antara dosen dengan mahasiswa bimbingannya. Integrasi sistem informasi yang sudah ada denganpenambahanfitur logbook bimbinganakan lebih efisien, karena hanya membutuhkan satu sistem informasi untuk serangkaiankegiatanskripsi mahasiswa jurusan Teknik Elektro.Penelitian ini bertujuan menghasilkan sistem informasi skripsi berbasis web yang terintegrasi dengan logbook skripsi yang layak diimplementasikan  di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang.Sisteminformasiskripsiinidibagidalamlimahakaksespengguna, antara lain administrasi, dosen, koordinatorskripsi, ketuajurusan, danmahasiswa. Sisteminformasiinitelahdiujicobaolehahlisisteminformasidanpengguna. Hasil ujivalidasi fungsionalitas sistem dari ahli sistem informasi dan pengguna adalah 100%, sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem informasi skripsi yang terintegrasi dengan logbook ini layak diterapkan di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malan

    Sekolah berasrama: peningkatan akses dan mutu pendidikan serta penguatan integrasi sosial kebangsaan di provinsi Papua

    No full text
    Keterbatasan akses dan rendahnya mutu pendidikan, telah membuat pembangunan pendidikan di Papua jauh tertinggal dibandingkan dengan daerah-daerah lain Indonesia. Secara umum, setidaknya terdapat dua permasalahan besar di bidang pendidikan di Papua. Permasalahan pertama adalah relatif rendahnya mutu atau kualitas pendidikan di Provinsi Papua. Persoalan kedua adalah rendahnya akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan pendidikan. Untuk itu, diperlukan strategi kebijakan untuk segera mengatasi persoalan pendidikan di Papua. Sekolah berasrama merupakan salah satu alternatif solusi untuk meningkatkan pencapaian pembangunan pendidikan di Papua. Sekolah berasrama diharapkan mampu mengatasi permasalahan berkaitan dengan keterbatasan akses dan mutu pendidikan. Pendidikan sekolah berasrama merupakan perpaduan antara pendidikan yang dilakukan di sekolah dan di asrama, dimana siswa menjalani proses pembelajaran secara utuh dari belajar, bermain, dan mendapatkan berbagai keterampilan hidup. Melalui pendidikan berasrama ini, anak-anak akan dididik dan dikontrol perkembangan hidupnya secara langsung, berkelanjutan, dan mendalam. Dengan demikian, melalui sekolah berasrama, diharapkan kualitas dan kuantitas pendidikan anak-anak di Provinsi Papua dapat meningkat

    Peranan Perpustakaan Umum dalam Proses Pembelajaran Apresiasi Seni Budaya bagi Siswa Sekolah Menengah di Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Waspodo, Indra Bayu Anindika. 2012. Peranan Perpustakaan Umum dalam Proses Pembelajaran Apresiasi Seni Budaya bagi Siswa Sekolah Menengah di Kota Malang. Skripsi. Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Tjitjik Sriwardhani, M. Pd, (II) Ike Ratnawati, S.Pd, M. Pd.   Kata kunci: Peranan Perpustakaan, Pembelajaran Apresiasi, Seni Budaya, Siswa, Malang. Penelitian ini mencoba untuk meneliti kegiatan apresiasi siswa sekolah menengah yang berada di Perpustakaan Umum Kota Malang. Fokus masalah yang diteliti yaitu (1) Fasilitas dan layanan Perpustakaan Umum terkait proses apresiasi Seni Budaya bagi siswa sekolah menengah di Kota Malang (2) Peranan Perpustakaan Umum dalam proses pembelajaran apresiasi pada Mata Pelajaran Seni Budaya bagi siswa Sekolah Menengah di Kota Malang (3) Faktor pendukung dan penghambat siswa sekolah menengah dalam melakukan kegiatan apresiasi di Perpustakaan Umum Kota Malang. Subyek yang diteliti meliputi siswa sekolah menengah di kota malang, pegawai perpustakaan dan guru sekolah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif sedangkan untuk pengumpulan datanya dengan angket, wawancara, observasi dan dokumentasi. Proses analisis data penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu proses analisis data untuk data yang diperoleh dari guru dan pegawai perpustakaan serta proses analisis data untuk data yang diperoleh dari siswa. Proses analisis data untuk data yang diperoleh dari guru menggunakan pengolahan data menurut kategorinya, kemudian data dianalisis langsung dan dikaitkan dengan data sejenis pada kelompok kategori yang sama. dalam hal ini data ditrianggulasi secara teknik atau sumber. Untuk data yang diperoleh dari siswa dianalisis dengan rumus prosentase. Hasil dari penelitian yaitu Perpustakaan Umum Kota Malang merupakan salah satu tempat untuk melakukan kegiatan pembelajaran apresiasi bagi para siswa di kota Malang di luar lingkungan sekolahnya. Fasilitas yang dapat digunakan terkait pembelajaran apresiasi adalah koleksi bahan pustaka Seni Budaya di ruang koleksi, Pameran karya seni di ruangan Anjungan Ken Arok dan pemutaran video seni budaya di ruang audio visual atau Hall utama Perpustakaan Umum Kota Malang. Peranan Perpustakaan Umum dalam pembelajaran apresiasi dapat meningkatkan tingkat apresiasi siswa dalam pembelajaran seni budaya. Untuk mendukung data yang diperoleh, ditambahkan data statistik yang diperoleh dari angket yang diberikan kepada siswa.   ABSTRACT Waspodo, Indra Bayu Anindika. 2012. The Role of Malang Public Libraries in the Process of Appreciation Learning on Cultural Arts for Secondary School Students. S1 Thesis. Department of Art and Design, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisors: (I) Dra. Tjitjik Sriwardhani, M. Pd, (II) Ike Ratnawati, S.Pd, M. Pd.   Keywords: Role of the Library, Appreciations learning, Cultural Arts, Students, Malang City. This study attempts to examine the high school students'  activities of  appreciation located in Malang City Public Library. The focus of the problem under study is (1) Public Library facilities and services related to the appreciation of Cultural Arts for high school students in Malang (2) The Role of Public Libraries in the learning process of appreciation on Cultural Art Lesson for Middle School students in Malang (3) Enabling and inhibiting factors in the high school students an appreciation activities in Malang City Public Library. Subjects studied include high school students in the city of Malang, librarian and school teacher. The method used in this study was descriptive qualitative approach to data collection practices, while the questionnaires, interviews, observation and documentation. Research data analysis process is divided into two, namely the process of data analysis to data obtained from teachers and library staff as well as the process of data analysis to data obtained from students. The process of data analysis to data obtained from teachers using the data processing according to category, then the data are analyzed directly, and is associated with a type of data in the same category. In this case the triangulation of data by technical means or source. To data obtained from the percentage of students were analyzed according to the formula. The results of the study Malang City Public Library is one of appreciation for the learning activities for students in Malang city outside the school environment. Facilities that can be used is an appreciation of learning-related library collections in the collection of Cultural Art, art exhibition in the Pavilion room Ken Arok and playback of video art and culture in the audio visual room or the main Hall Malang City Public Library. The Role of Public Libraries in appreciation of learning can increase students' appreciation of art and culture in learning. To support the data obtained, added to the statistical data obtained from questionnaires given to students

    Prediksi Cadangan Air Pada Cekungan Airtanah Bogor, Jawa Barat

    No full text
    Airtanah merupakan salah satu sumber daya air yang sangat penting dalam mencukupi kebutuhan manusia, baik untuk kebutuhan domestik maupun industri. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi litologi lapisan tanah dan posisi ketebalan akuifer, menentukan nilai konduktivitas hidrolik tanah dan memprediksi potensi cadangan airtanah di Bogor. Kegiatan penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan yang terdiri dari pengumpulan data, pengolahan data dan analisis data. Penelitian dilakukan di Cekungan Airtanah Bogor wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor. Data yang diolah merupakan data sekunder geolistrik dengan konfigurasi schlumberger. Ketebalan lapisan akuifer diperoleh dari hasil rata-rata tebal lapisan akuifer di titik lokasi penelitian. Didapatkan nilai 444,993.6 m2 untuk luas akuifer bebas dan 1,577,153 m2 untuk luas akuifer tertekan. Dari hasil perhitungan didapatkan prediksi cadangan airtanah sebesar 2.72 m3/detik untuk akuifer bebas dan 4.39. m3/detik untuk akuifer tertekan

    Pengaruh Kesejahteraan dan Disiplin Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Perawatan Listrik PT. Bukit Asam Tbk

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kesejahteraan (X1) terhadap kepuasaan kerja (Y) , unutk mengetahui dan menganalisis pengaruh disiplin kerja (X2) terhadap kepuasaan kerja (Y), untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kesejahteraan (X1) dan disiplin kerja (X2) terhadap kepuasaan kerja karyawan (Y) perawatan listrik PT Bukit Asam, Tbk. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah populasi yaitu sebanyak 52 orang. Kemudian penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh, yaitu populasi sejumlah 52 orang yang akan dijadikan sampel. Data dikumpulkan dengan menyebar kuesioner via g-form ke para sampel. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu outer model dan inner model via Smart PLS (SEM). Uji analisis yang dilakukan menunjukkan adanya pengaruh signifikan kesejahteraan terhadap kepuasaan kerja dengan t-statistic 2.267; adanya pengaruh siginifikan disiplin kerja terhadap kepuasaan kerja dengan t-statistic 2.033; adanya pengaruh yang siginifkan kesejahteraan dan disiplin kerja terhadap kepuasaan kerja dengan nilai f-hitung 35.39. Dengan kesimpulan, hubungan antara kesejahteraan (X1) dan disiplin kerja (X2) terhadap kepuasaan kerja (Y) secara parsial ataupun simultan memiliki pengaruh poisitif yang signifikan
    corecore