173,854 research outputs found
IMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH SMK NEGERI 1 WANGI-WANGI
The formulation of the problems in this study Was how with the implementation of the principal’s leadership at SMK Negeri I Wangi-Wangi, this study aimed to determine the implementation of principal leadership at SMK Negeri 1 Wangi-Wangi.The type of research used in this research is qualitative research. The subjects of this study were parties directly related to the implementation of the principal’s leadership implementation. In seeking this information, the research interviewed the principal, deputy principal, teachers and educational staff, totaling 27 people. Data collection in the study was carried out using various methods such as observation, interviews, literature and documentation, requiring tools while the instruments were interview guides, cameras, voice recorders, stationery,and a PC or laptop. The data obtained were analyzed by descriptive analysis of data reduction, data presentation, and cloncusion or verification. Based on the results of the study, it was concluded that: the implementation of the principal’s leadership at SMK Negeri I Wangi-Wangi has been going well. which is in accordance with the seven indicators
ANALISIS POTENSI REPRODUKSI KAMBING KACANG DI WILAYAH PESISIR KEPULAUAN WANGI-WANGI, KABUPATEN WAKATOBI
Produktivitas kambing kacang di Kepulauan Wangi-wangi Kabupaten Wakatobi memiliki kendala salah satunya adalah manajemen reproduksi yang masih kurang. Untuk itu, perlu diketahui potensi reproduksi kambing kacang di Kepulauan Wangi-wangi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi reproduksi kambing kacang jantan dan betina di wilayah pesisir Kepulauan Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah pesisir Wangi-wangi sebanyak 6 desa/kelurahan yang memiliki jumlah populasi kambing kacang terbanyak. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa litter size, kidding interval, mortalitas pra sapih, dan kid crop kambing kacang masing-masing yaitu 1,59±0,06, 8,05±0,38 bulan, 18,62±3,31%, dan 208,84±20,96%. Sedangkan lingkar skrotum kambing jantan yaitu 18,87 - 21,29 cm, dengan panjang skrotum berkisar antara 10-11,54 cm. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu bahwa kambing kacang di wilayah pesisir Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi masih memiliki potensi reproduksi yang tinggi.Kata kunci: kambing kacang, reproduksi, litter size, kidding interval, mortalitas, kid crop, skrotum, libido
Pewarisan Tari Pajogi Pada Masyarakat Desa Patuno Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi
Tari Pajogi merupakan tarian tradisional yang berasal dari masyarakat Desa Patuno, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi. Tarian ini dilaksanakan sebagai bentuk hiburan bagi masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui bentuk pertunjukan Tari Pajogi pada masyarakat Desa Patuno, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi; dan 2) Mengetahui cara pewarisan Tari Pajogi pada masyarakat Desa Patuno, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini menggunakan beberapa konsep, yaitu konsep tradisi lisan, konsep pewarisan, konsep tari tradisional, dan konsep Tari Pajogi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Pajogi merupakan salah satu tarian hiburan di masyarakat Desa Patuno, Kecamatan Wangi-Wangi. Pertunjukan Tari Pajogi biasanya dilakukan oleh 3 hingga 6 penari. Tarian ini terdiri dari tiga gerakan utama, yaitu: 1) Gerakan Umba Peku-Peku, 2) Gerakan Biasa, dan 3) Gerakan Mangu-Mangu. Pewarisan Tari Pajogi di Desa Patuno dilakukan melalui dua cara, yaitu: 1) Pewarisan formal, yang dilakukan melalui pertunjukan dalam perlombaan kebudayaan dan acara perpisahan sekolah; dan 2) Pewarisan nonformal, yang dilakukan melalui pertunjukan pada acara adat seperti Karia serta lingkungan keluarga, di mana orang tua yang memiliki pengetahuan tentang Tari Pajogi mengajarkannya kepada anak-anak mereka
Pemetaan Habitat Bentik Berbasis Objek Menggunakan Citra Sentinel-2 di Perairan Pulau Wangi-wangi Kabupaten Wakatobi
Penelitian pemetaan habitat bentik di Pulau Wangi-wangi masih sangat sedikit dilakukan, sehingga ketersediaan data spasial habitat bentik di daerah ini sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan habitat bentik perairan dangkal menggunakan citra Sentinel-2 dengan metode klasifikasi berbasis objek/OBIA dan menghitung tingkat akurasi hasil klasifikasi habitat bentik di perairan Pulau Wangi-wangi Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini dilaksanakan di perairan Pulau Wangi-wangi, khususnya perairan Sombu Dive dan sekitarnya. Penelitian ini menggunakan data satelit Sentinel-2 dengan resolusi spasial 10x10 m2 yang diakuisisi pada tanggal 4 April 2017 dan pengambilan data lapangan dilakukan pada bulan Maret - April 2017. Klasifikasi citra dengan metode OBIA menggunakan metode contextual editing pada level 1. Level 2 menggunakan klasifikasi terbimbing dengan beberapa algoritma klasifikasi yaitu support vector machine (SVM), decision tree (DT), Bayesian, dan k-nearest neighbour (KNN) dengan input themathic layer dari data lapangan. Klasifikasi habitat bentik dilakukan pada 12 dan 9 kelas dengan penerapan optimasi skala segmentasi yaitu 1, 1,5, 2, dan 2,5. Berdasarkan metode OBIA, habitat bentik dapat dipetakan dengan tingkat akurasi sebesar 60,4% dan 64,1% pada citra klasifikasi 12 dan 9 kelas secara berturut-turut pada nilai optimum skala segmentasi 2 dengan algoritma SVM
KOMPETENSI SOSIAL GURU PKn DI SMA NEGERI 5 WANGI-WANGI
Abstrak: Kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, dan orang tua/wali peserta didik. Kompetensi sosial adalah salah satu kompetensi guru yang menuntut guru dalam menjalankan tugas profesionalnya agar dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan tidak terkecuali di SMA Negeri 5 Wangi-wangi. Indikator kompetensi sosial guru antara lain adalah mampu berinteraksi dengan peserta didik, mampu berinteraksi dengan sesama guru, dan mampu berinteraksi dengan orang tua/wali peserta didik. Agar tercipta suasana pembelajaran yang harmonis, efektif dan efisien di sekolah. Kata kunci : Kompetensi Sosial Guru PK
TRADISI HERAPO-RAPO PADA ORANG WANCI DESA WAHA KECAMATAN WANGI-WANGI KABUPATEN WAKATOBI
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Waha Kecamatan Wangi-wangi Kabupaten Wakatobi dengan tujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan dan makna simbolik yang terkandung dalam tradisi Herapo-rapo pada suku Buton di Desa Waham Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pengamatan (observasi), wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Tradisi Herapo-rapo dilakukan pada saat bulan Ramadhan. Proses pelaksanaan tradisi Herapo-rapo memiliki beberapa tahap yaitu (1) tahap persiapan, (2) tahap pelaksanaan, dan (3) tahap perempuan menjual kacang yang sudah disangrai sambil menunggu laki-laki yang singgah membeli kacang tersebut. Makna simbolik dalam tradisi Herapo-rapo ini yaitu makna alat dan bahan tradisi Herapo-rapo tersebut berupa kacang sangrai, meja, kursi, lampu pelita. Secara umum makna tradisi Herapo-rapo yaitu agar cepat mendapatkan jodoh atau pasangan hidup
KACANG GORENG DAN AJANG PENCARIAN JODOH: Studi Etnografi di Kelurahan Wandoka Kec. Wangi-Wangi Kab. Wakatobi
Tradisi penjualan kacang goreng (rapo-rapo) atau biasa dikenal dengan kacang jodoh yang dilakukan oleh gadis-gadis Kelurahan Wandoka Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi yang berlangsung satu kali setahun pada Bulaan Ramadhan, merupakan salah satu tradisi unik sehingga dilakukan penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pencarian jodoh dengan menjual kacang goreng, dan mengetahui persepsi terhadap perempuan yang mendapatkan jodoh dengan cara menjual kacang goreng di Kelurahan Wandoka Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode Etnografi dengan pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik pengamatan (observation) dan wawancara mendalam (Indepth interview). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses menemukan jodoh dengan menjual kacang goreng ini, diawali dengan tahap pengenalan yaitu, melakukan transaksi jual beli kacang goreng, serta melakukan komunikasi bersifat budaya seperti saling lempar pantun atau lantunan syair yang diungkapkan sesuai isi hati guna membangun hubungan yang lebih dekat. Selanjtnya berlangsung pada pemakaian daun pacar (patirangga), sebagai bentuk kasih sayang mereka sehingga dapat saling mengenang satu sama lain. kedekatan seperti itu, berlanjut pada sebuah pernikahan yang menjadi akhir dari sebuah perkenalan. Hal demikian menuai persepsi dalam masyarakat. Perempuan yang mencari jodoh dengan cara tersebut merupakan tradisi yang sudah lama dilakukan oleh masyarakat dan telah diwariskan secara turun temurun. Menurut masyarakat yang pernah menjalankanya menjadi sebuah hiburan untuk dapat bertemu dengan kerabat yang telah lama menjalin hubungan tali silaturahmi, sehingga dapat menyatukan kembali tali persaudaraan diantara sesama.
Kata Kunci: kacang goreng, pencarian jodoh
Implementasi Nilai-Nilai Tradisi Kabuenga Sebagai Kearifan Lokal Masyarakat Desa Sombu Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi
Gloalisasi memberi dampak degradasi pada budaya lokal, dan kurangnya kesadaran dalam pelestarian budaya serta nilai-nilai kearifan lokal. Salah satu budaya lokal yang menjadi dampak dari globaliasasi adalah Tradisi Kabuenga Sebagai Kearifan Lokal Masyarakat Desa Sombu Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi nilai-nilai tradisi kabuenga sebagai kearifan lokal Masyarakat Desa Sombu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan implementasi nilai-nilai Tradisi Kabuenga sebagai kearifan lokal masyarakat Desa Sombu Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi belum maksimal, ini dapat dilihat: 1) To Carry Out (Melaksanakan) Masyarakat sebagian belum memahami nilai dalam tradisi kabuenga sehingga mereka blum bisa mengimplementasikanya dalam kehidupan sehari-hari. 2) To Accomplish (Menyelesaikan) tujuan masyarakat desa sombu yaitu memelihara, melestarikan budaya yang ada dan bisa mengimplementasikan nilai-nilai kabuenga. 3) To Fulfill (Mengisi) Tujuan dan harapan dalam pelaksanaan tradisi kabuenga dalam masyarakat desa sombu. 4) To Produce (menghasikan) Implementasi nilai Tradisi kabuenga oleh masyarakat desa sombu dalam konteks nilai ekonomi. 5) To Complete (Melengkapi) menunjukan bahwa implementasi nilai-nilai tradisi kabuenga tidak hanya tentang memulai tetapi juga menyelesaikan setiap proses
Studi tentang penerapan warna pada pembungkus-pembungkus kamper wangi merek La Rose
Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah : bahwa kamper wangi merek La Rose sudah dikenal masyarakat; warna pembungkus merupakan unsur yang efektif dalam menunjang keberhasilan produk kamper wangi, yang dituangkan lewat disain estetis; Berdasarkan perincian data yang terkumpul, warna pembungkus yang paling menarik dan paling disukai oleh kaum wanita adalah pembungkus warna biru; unsur warna pembungkus pada kamper wangi merek La Rose lebih dominan dalam mempengaruhi volume penjualan, dibandingkan dengan unsur lain, seperti bentuk, tulisan, ilustrasi pembungkus
Hedasena : Ritual Perawatan Ibu Dan Anak Masyarakat Liya Togo Di Pulau Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi
Penelitian ini mengkaji ritual Hedasena yang dilakukan oleh masyarakat Liya Togo di Pulau Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, sebagai bentuk perawatan tradisional bagi ibu dan anak pertama yang baru lahir. Ritual ini merupakan warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun dan memiliki dimensi sosial, spiritual, serta kesehatan. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi untuk memahami makna serta tahapan ritual Hedasena. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Liya Togo meyakini Hedasena sebagai mekanisme perlindungan kesehatan anak dan ibu, sekaligus menjaga keseimbangan sosial. Ritual ini dianalisis melalui perspektif fungsionalisme struktural Parsons (AGIL), yang menunjukkan peran Hedasena dalam adaptasi budaya, pencapaian tujuan kesehatan, integrasi sosial, serta pewarisan nilai budaya. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam kajian sosiologi kesehatan tradisional dan pelestarian budaya lokal di tengah modernisasi
- …
