41 research outputs found

    STUDI EVALUASI PENYELENGGARAAN MAKAN SIANG DI SEKOLAH DASAR ISLAM ULIL ALBAB KABUPATEN KEBUMEN

    No full text
    STUDI EVALUASI PENYELENGGARAAN MAKAN SIANG DI SEKOLAH DASAR ISLAM ULIL ALBAB KABUPATEN KEBUMEN Adina Tri Utami 08511241004 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi : (1) Context: Tujuan penyelenggaraan makanan di SDI Ulil Albab Kebumen; (2) Input: a) Kondisi SDM penyelenggara makanan di SDI Ulil Albab Kebumen, b) Ketersediaan anggaran dana penyelenggaraan makanan di SDI Ulil Albab Kebumen, c) Menu penyelenggaraan makanan di SDI Ulil Albab Kebumen, d) Ketersediaan sarana prasarana penyelenggaraan makanan di SDI Ulil Albab Kebumen; (3) Process: Penggunaan SDM, anggaran dana, perencanaan bahan dan sarana prasarana dalam penyelenggaraan makanan di SDI Ulil Albab Kebumen; (4) Product: Ketercapaian tujuan penyelenggaraan makanan di SDI Ulil Albab Kebumen. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan pendekatan CIPP (Context, Input, Process, Product). Waktu penelitian pada bulan Mei 2012- Juli 2013. Subjek penelitian ini pengurus catering, Kepala Sekolah dan siswa SDI Ulil Albab Kebumen. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan: (1) Context: Penyelenggaraan makan siang di SD Islam Ulil Albab Kebumen memerlukan adanya ahli gizi untuk memantau penyusunan menu; (2) Input: a) Pengurus catering yang hanya berjumlah 3 orang dengan keadaan usia yang bertambah tua harus melayani siswa dan karyawan sebanyak 249 orang; b) Sarana dan prasarana penyelenggaraan makan siang di SD Islam Ulil Albab Kebumen yang disediakan belum cukup memenuhi kebutuhan dalam pelaksanaan penyelenggaraan makan siang; c) Pengadaan dana penyelenggaraan makanan diperoleh dari iuran siswa; (3) Process: a) Perencanaan penyelenggaraan makan siang meliputi perencanaan menu,perencanaan kebutuhan bahan makanan, penerimaan bahan makanan, pembelian bahan makanan dan penyimpanan bahan makanan masuk dalam kategori cukup baik; b) Pelaksanaan penyelenggaraan makan siang meliputi pengolahan bahan makanan dan sanitasi hygiene masuk kategori baik, distribusi makanan dan penyajian makanan termasuk dalam kategori cukup baik; (4) Product: Pencapaian hasil penyelenggaraan makan siang berdasarkan kriteria sarana prasarana dan penyusunan menu masih belum sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan. Kata Kunci : Evaluasi; Penyelenggaraan Makan Siang; Sekolah Dasar Islam Ulil Albab Kebumen

    ANALISIS MANAJEMEN RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN MANAGEMENT) TAPE DI KABUPATEN JEMBER

    No full text
    Tape dengan bahan baku ubi kayu merupakan makanan khas Kabupaten Jember. Agroindustri tape memasok ubi kayu dari petani di sekitar Kabupaten Jember. Agroindustri menghadapi banyak tantangan dan perubahan dalam perdagangan tape. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah produksi ubi kayu yang semakin menurun sehingga menjadi langka dan juga terdapat banyak produk dari ubi kayu, hal tersebut menyebabkan menaiknya harga jual ubi kayu. Penelitian ini memiliki fokus tujuan yaitu: (1) mengetahui volume penjualan tape dari bulan November 2014 hingga bulan April 2015, (2) mengetahui pendapatan agroindustri tape dalam sekali produksi di bulan Mei 2015, (3) mengetahui kondisi rantai pasok tape di Kabupaten Jember, dan (4) mengetahui pemasaran tape sebagai kinerja rantai pasok tape di Kabupaten Jember. Penentuan daerah atau lokasi penelitian dilakukan secara sengaja pada bulan Mei 2015. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif yang mengacu pada kerangka Food Supply Chain Networking (FSCN) dan metode analitik dengan menggunakan perhitungan pendapatan dan efisiensi pemasaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) volume penjualan tape menunjukkan penurunan, (2) pendapatan agroindustri tape dalam sekali produksi adalah menguntungkan, (3) kondisi rantai pasok tape di Kabupaten Jember telah berjalan optimal, namun peran anggota pendukung belum terlalu dirasakan oleh para pelaku rantai terutama petani, dan (4) pemasaran tape adalah efisien, menunjukkan kinerja rantai pasok berjalan dengan baik

    ANALISIS MANAJEMEN RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN MANAGEMENT) TAPE DI KABUPATEN JEMBER

    No full text
    Tape dengan bahan baku ubi kayu merupakan makanan khas Kabupaten Jember. Agroindustri tape memasok ubi kayu dari petani di sekitar Kabupaten Jember. Agroindustri menghadapi banyak tantangan dan perubahan dalam perdagangan tape. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah produksi ubi kayu yang semakin menurun sehingga menjadi langka dan juga terdapat banyak produk dari ubi kayu, hal tersebut menyebabkan menaiknya harga jual ubi kayu. Penelitian ini memiliki fokus tujuan yaitu: (1) mengetahui volume penjualan tape dari bulan November 2014 hingga bulan April 2015, (2) mengetahui pendapatan agroindustri tape dalam sekali produksi di bulan Mei 2015, (3) mengetahui kondisi rantai pasok tape di Kabupaten Jember, dan (4) mengetahui pemasaran tape sebagai kinerja rantai pasok tape di Kabupaten Jember. Penentuan daerah atau lokasi penelitian dilakukan secara sengaja pada bulan Mei 2015. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif yang mengacu pada kerangka Food Supply Chain Networking (FSCN) dan metode analitik dengan menggunakan perhitungan pendapatan dan efisiensi pemasaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) volume penjualan tape menunjukkan penurunan, (2) pendapatan agroindustri tape dalam sekali produksi adalah menguntungkan, (3) kondisi rantai pasok tape di Kabupaten Jember telah berjalan optimal, namun peran anggota pendukung belum terlalu dirasakan oleh para pelaku rantai terutama petani, dan (4) pemasaran tape adalah efisien, menunjukkan kinerja rantai pasok berjalan dengan baik

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN HIGIENE DAN SANITASI RUMAH MAKAN DI KELURAHAN TANGKERANG LABUAI KOTA PEKANBARU

    No full text
    Rumah makan merupakan salah satu fasilitas umum yang menyediakan makanan dan minuman yang banyak diminati oleh masyarakat. Berdasarkan survei awal yang dilakukan terhadap rumah makan yang ada di Kelurahan Tangkerang Labuai Kota Pekanbaru terdapat beberapa rumah makan yang tidak memenuhi standar higiene dan sanitasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan higiene dan sanitasi pengolahan makanan di rumah makan. Penelitian ini bersifat kuantitatif  observasional  dengan desain cross sectional. Variabel independen dari penelitian ini adalah pengetahuan pekerja, pendidikan pekerja, penyuluhan tenaga kesehatan, dan gaji pekerja. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juni tahun 2017 pada 43 rumah makan yang ada di Kelurahan Tangkerang Labuai Kota Pekanbaru. Berdasarkan hasil penelitian diketahui ada 38 rumah makan yang tidak memenuhi batas skore tingkat mutu, dan variabel yang berhubungan adalah penyuluhan tenaga kesehatan (p value = 0,0014 <α0,05), gaji responden (p value = 0,001< α0,05). Dan terdapat variabel yang tidak berhubungan adalah pengetahuan responden (p value = 1,000 > α0,05) dan pendidikan responden (p value = 1,000 > α0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa tingkat mutu higiene dan sanitasi makanan sangat berpengaruh terhadap penyuluhan tenaga kesehatan dan gaji yang didapat oleh pegawainya

    Perbandingan Kemampuan Pemecahan Masalah Menggunakan Model Pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) dengan Model Pembelajaran Konvensional

    No full text
    Latar belakang penelitian ini adalah karena pembelajaran matematika bersifat abstrak sehingga siswa sulit untuk menguasai konsep matematika. Oleh karena itu, siswa sulit untuk menemukan kembali dan mengkonstruksi sendiri ide-ide matematika dalam pembelajaran. Selain itu metode guru dalam mengajar berpengaruh pada siswa dalam membangun konsep pemecahan masalah siswa. Masalah dalam penelitian ini adalah (1) Apakah terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah menggunakan model pembelajaran RME dengan model pembelajaran konvensional? (2) Apakah kemampuan pemecahan masalah yang menerapkan model pembelajaran RME lebih baik jika dibandingkan dengan menerapkan model pembelajaran konvensional? Terdapat dua tujuan penelitian yang dirangkum peneliti adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah menggunakan model pembelajaran RME dengan model pembelajaran konvensional dan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah yang menerapkan model pembelajaran RME lebih baik jika dibandingkan dengan menerapkan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penlitian Eksperimen. Pelaksanaan penelitian ini yaitu pada 26 April 2016 hingga 03 Mei 2016 di kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan VIII C sebagai kelas kontrol. Peneliti menggunakan tiga metode pengumpulan data diantaranya, yaitu wawancara, tes tulis dan dokumentasi. Uji hipotesis pertama dapat dilihat berdasarkan analisis data pada uji dua rataan dua pihak diperoleh nilai Zhitung = 6,51 sementara interval Ztabel berada antara -1,96 sampai 1,96 sehingga Ho ditolak, artinya terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika menggunakan model pembelajaran RME dengan model pembelajaran konvensional. Kemudian dilanjutkan dengan uji dua rataan satu pihak pada hipotesis kedua diperoleh Zhitung > Ztabel yaitu 6,51 > 1,65. Sehingga Ho ditolak, artinya Kemampuan pemecahan masalah yang menerapkan model pembelajaran RME lebih baik jika dibandingkan dengan menerapkan model pembelajaran konvensional

    ANALISIS DATA UJI HIDUP PASIEN KANKER PARU DI RSUP DR. KARIADI SEMARANG DENGAN MODEL REGRESI

    No full text
    Dalam bidang kesehatan ilmu statistika digunakan sebagai tolak ukur untuk mengambil keputusan baik dalam penelitian maupun dalam penanganan pasien. Analisis statistik seperti ini yang biasa disebut dengan analisis data uji hidup. Penderita kanker paru dari tahun ke tahun semakin bertambah sehingga diperlukan penelitian secara statistik untuk mengetahui peluang pasien kanker paru untuk bertahan hidup, serta dalam metode penyembuhan seberapa lama pasien dapat bertahan dan seberapa besar kegagalan dari metode tersebut yang dapat dilihat dengan model regresi yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat rata-rata waktu hidup pasien kanker paru di RSUP Dr. Kariadi Semarang, fungsi survival dan fungsi hazard yang terbentuk, serta melihat peluang keberhasilan dan peluang kegagalan pasien untuk bertahan hidup selama lima tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, yakni dengan mngamati rekam medis pasien kanker parudi RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan waktu 1 Januari 2013 sampai dengan 31 Mei 2015, terdapat 50 data pasien kanker paru dengan 46 data pasien teramati sedangkan 4 data pasien tersensor tipe I. Data tersebut diolah dengan menggunakan program SPSS 16 dengan metode cox regresi. Model regresi yang terbentuk adalah Y = -0,0000914665 (X1*X2*X3*X4*X5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata waktu hidup pasien kanker paru di RSUP Dr. Kariadi Semarang adalah 55 hari. Dan fungsi ketahanan hidup yang terbentuk adalah S(t) = (S0(t))exp(-0,0000914665(X1*X2*X3*X4*X5)), dengan S0(t) adalah baseline survival. Fungsi kegagalan yang terbentuk adalah h(t)=h0(t)exp(-0,0000914665*(X1*X2*X3*X4*X5)), dengan h0(t) adalah baseline hazard. Peluang kegagalan pasien untuk bertahan hidup selama lima tahun jika umur pasien 64 tahun, skor karnofsky 70, bulan dari diagnosis 1 bulan, jenis kanker adenocarsinoma (1), dan metode pengobatan kemoterapi (1) adalah 66,38%. Peluang keberhasilan pasien untuk bertahan hidup selama lima tahun jika umur pasien 64 tahun, skor karnofsky 70, bulan dari diagnosis 1 bulan, jenis kanker adenocarsinoma (1), dan metode pengobatan kemoterapi (1) adalah 0

    ANALISIS DATA UJI HIDUP PASIEN KANKER PARU DI RSUP DR. KARIADI SEMARANG DENGAN MODEL REGRESI

    No full text
    Dalam bidang kesehatan ilmu statistika digunakan sebagai tolak ukur untuk mengambil keputusan baik dalam penelitian maupun dalam penanganan pasien. Analisis statistik seperti ini yang biasa disebut dengan analisis data uji hidup. Penderita kanker paru dari tahun ke tahun semakin bertambah sehingga diperlukan penelitian secara statistik untuk mengetahui peluang pasien kanker paru untuk bertahan hidup, serta dalam metode penyembuhan seberapa lama pasien dapat bertahan dan seberapa besar kegagalan dari metode tersebut yang dapat dilihat dengan model regresi yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat rata-rata waktu hidup pasien kanker paru di RSUP Dr. Kariadi Semarang, fungsi survival dan fungsi hazard yang terbentuk, serta melihat peluang keberhasilan dan peluang kegagalan pasien untuk bertahan hidup selama lima tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, yakni dengan mngamati rekam medis pasien kanker parudi RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan waktu 1 Januari 2013 sampai dengan 31 Mei 2015, terdapat 50 data pasien kanker paru dengan 46 data pasien teramati sedangkan 4 data pasien tersensor tipe I. Data tersebut diolah dengan menggunakan program SPSS 16 dengan metode cox regresi. Model regresi yang terbentuk adalah Y = -0,0000914665 (X1*X2*X3*X4*X5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata waktu hidup pasien kanker paru di RSUP Dr. Kariadi Semarang adalah 55 hari. Dan fungsi ketahanan hidup yang terbentuk adalah S(t) = (S0(t))exp(-0,0000914665(X1*X2*X3*X4*X5)), dengan S0(t) adalah baseline survival. Fungsi kegagalan yang terbentuk adalah h(t)=h0(t)exp(-0,0000914665*(X1*X2*X3*X4*X5)), dengan h0(t) adalah baseline hazard. Peluang kegagalan pasien untuk bertahan hidup selama lima tahun jika umur pasien 64 tahun, skor karnofsky 70, bulan dari diagnosis 1 bulan, jenis kanker adenocarsinoma (1), dan metode pengobatan kemoterapi (1) adalah 66,38%. Peluang keberhasilan pasien untuk bertahan hidup selama lima tahun jika umur pasien 64 tahun, skor karnofsky 70, bulan dari diagnosis 1 bulan, jenis kanker adenocarsinoma (1), dan metode pengobatan kemoterapi (1) adalah 0%

    Pengaruh karakteristik pasien, jenis pembiayaan, status akreditasi Puskesmas terhadap kualitas pelayanan rawat jalan Puskesmas di Kota Surakarta

    No full text
    Latar Belakang : Salah satu indikator untuk memantau kualitas pelayanan adalah terpenuhinya harapan pasien atas pelayanan yang diterima. Penilaian kualitas pelayanan dapat dipengaruhi oleh faktor karakteristik pasien dan jenis pembiayaan pasien. Akreditasi dapat digunakan sebagai upaya bagi Puskesmas untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Dari data diketahui jumlah kunjungan pasien rawat jalan di puskesmas Surakarta dari tahun ke tahun mengalami penurunan, sehingga perlu dianalisis lebih lanjut terhadap kualitas pelayanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah pengaruh karakteristik pasien, jenis pembiayaan dan status akreditasi Puskesmas terhadap penilaian kualitas pelayanan rawat jalan Puskesmas di Kota Surakarta. Subjek dan Metode: Desain penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di kota Surakarta yaitu Puskesmas Sangkrah dan Puskesmas Penumping pada bulan Mei-Juli 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah pasien rawat jalan di 17 Puskesmas Kota Surakarta tahun 2016 sejumlah 628.788 pasien. Teknik sampling menggunakan metode Cluster Random Sampling. Besar sampel adalah 120 subjek penelitian. Variabel independen penelitian terdiri dari karakteristik pasien (pendidikan, status pekerjaan dan pendapatan), jenis pembiayaan dan status Puskesmas, sedangkan variabel dependen adalah kualitas pelayanan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan regresi logistik ganda dengan program IBM SPSS 22. Hasil : Hasil statistik menunjukkan penilaian kualitas pelayanan dipengaruhi oleh pendidikan pasien (OR = -0.27 ; CI (95%) = 0.08-0.90; p = 0.033), status pekerjaan (OR = 0.15 ; CI (95%) = 0.04-0.48; p = 0.002), pendapatan pasien (OR = 0.28 ; CI (95%) = 0.08-0.94; p = 0.039), jenis pembiayaan (OR = 3.06 ; CI (95%) = 0.81-11.52; p = 0.099), status akreditasi Puskesmas (OR = 2.96 ; CI (95%) = 1.03-8.50; p = 0.044). Kesimpulan : Penilaian kualitas pelayanan rawat jalan Puskesmas di Kota Surakarta dipengaruhi oleh pendidikan pasien, status pekerjaan, pendapatan pasien, jenis pembiayaan dan status akreditasi Puskesmas. Keywords: Karakteristik pasien, Jenis pembiayaan, Status akreditasi, Kualitas pelayanan

    PENGEMBANGAN MEDIA LECTORA INSPIRE DALAM PEMBELAJARAN KIMIA SMA MATERI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT BERBASIS KURIKULUM 2013 MELALUI PENERAPAN PROFESSIONAL LEARNING COMMUNITY

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran kimia yang sesuai dengan kebutuhan siswa dengan menghasilkan media Lectora Inspire pada materi Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit kelas X. Penelitian dilakukan sejak bulan November 2013 hingga Mei 2014 di SMA Negeri 30 Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). yang terdiri dari 3 tahap, yaitu analisis kebutuhan, pengembangan produk, dan uji kelayakan produk kepada para ahli dan siswa. Tahap analisis kebutuhan dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan kendala yang ada dalam pembelajaran kimia pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit. Pada tahap pengembangan media, peneliti berkolaborasi dengan guru mata pelajaran lain melalui penerapan Professional Learning Community. Hasil uji kelayakan oleh para ahli menunjukkan bahwa media Lectora Inspire termasuk kategori baik dimana r bernilai 0,69-0,80. Hasil uji coba kepada siswa memberikan persentase >80% dengan intepretasi sangat baik. Media yang dihasilkan dapat menarik siswa dan membantu guru dalam proses pembelajaran berbasis kurikulum 2013. Berdasarkan hasil uji coba tersebut, maka dapat disimpulkan media pembelajaran Lectora Inspire dalam pembelajaran kimia SMA Materi Larutan Elektrolit Dan Nonelektrolit Berbasis Kurikulum 2013 Melalui Penerapan Professional Learning Community sudah baik dan layak digunakan
    corecore