Jurnal Universitas Abdurrab
Not a member yet
1637 research outputs found
Sort by
STRATEGI PENINGKATAN PENANAMAN MODAL ASING MELALUI LAYANAN HUKUM OLEH CLEON BUSINESS CONSULTING
Pekembangan teknologi yang semakin pesat membuat pergerakan pasar modal semakin meluas, jangkauannya sampai pada lintas Negara. Seperti kegiatan penanaman modal asing, sebagai dana dari luar negeri, perannya sangat penting bagi Negara berkembang seperti Indonesia. Dalam praktiknya para investor asing menggunakan jasa layanan hukum dan pendampingan hukum yang diperoleh dari advokat atau pun kantor yang menyediakan layanan hukum, seperti Cleon Businnes Consulting. Sekaligus tempat penulis melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Maka tulisan ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan hukum terutama dalam kegiatan penanaman modal asing. Untuk mendukung proses penulisan artikel ini, penulis melakukan pengabdian sekaligus observasi mengenai layanan hukum yang disediakan oleh Cleon Business. Sehingga pengabdian ini disajikan dengan judul “Strategi Peningkatan Penanaman Modal Asing Melalui Layanan Hukum Oleh Cleon Business Consulting”. Metode yang penulis gunakan yaitu metode wawancara dengan pihak perusahaan, sehingga mengahasilkan tulisan yang aktual. Adapun kesimpulan yang didapatkan dalam penulisan artikel ini ialah Cleon Business Consulting sebagai Legal Consulting berperan krusial dalam menyediakan layanan yang diperlukan untuk memastikan kepatuhan hukum dan keberlanjutan investasi. Cleon Business Consulting menyediakan 4 (empat) layanan hukum yaitu : 1) Pre Investment (layanan hukum sebelum investasi tersebut dilakukan); 2) Invest and company establishment (investasi dan pendirian perusahaan); 3) Company legal compliance (memilih badan hukum yang tepat untuk perusahaan berdasarkan hukum di Indonesia); 4) transaction handling (menghandle atau menangani semua transaksi yang ada). Sedangkan kendala yang dilalui oleh Cleon Business Consulting selama menyediakan layanan hukum tersebut yaitu : 1) terkait pemahaman klien yang notabennya Warga Negara Asing; 2) keterbatasan pengetahuan dari berbagai stakeholder (pemegang saham) yang terlibat; 3) adanya batasan regulasi terhadap intensi kebutuhan klien.The rapid development of technology has made capital market movements more widespread, reaching across countries. Such as foreign investment activities, as funds from abroad, its role is very important for developing countries such as Indonesia. In practice, foreign investors use legal services and legal assistance obtained from advocates or offices that provide legal services, such as Cleon Businnes Consulting. As well as where the author carries out Field Work Practices (PKL). So this paper aims to overcome legal problems, especially in foreign investment activities. To support the process of writing this article, the author conducted a service as well as observations regarding the legal services provided by Cleon Business. So that this service is presented with the title “Strategy for Increasing Foreign Investment Through Legal Services by Cleon Business Consulting”. The method the author uses is the interview method with the company, so as to produce actual writing. The conclusion obtained in writing this article is that Cleon Business Consulting as Legal Consulting plays a crucial role in providing the services needed to ensure legal compliance and investment sustainability. Cleon Business Consulting provides 4 (four) legal services namely: 1) Pre Investment (legal services before the investment is made); 2) Invest and company establishment (investment and company establishment); 3) Company legal compliance (choosing the right legal entity for the company based on Indonesian law); 4) transaction handling (handling or handling all existing transactions). While the obstacles faced by Cleon Business Consulting while providing these legal services are: 1) related to the understanding of clients who are foreign nationals; 2) limited knowledge of the various stakeholders (shareholders) involved; 3) regulatory restrictions on the intentions of client needs
PELATIHAN PEMBUATAN JARING IKAN TANPA MENGGUNAKAN COBAN DI KELURAHAN MASRUM KOTA TUAL
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan mengenai pelatihan ata/teknik menjurai jaring tanpa coban di kelurahan masrum Kota Tual yang menjadi tujuan bersama untuk meningkatkan pemahan dan kemampuan nelayan dalam hal menjurai jaring. Teknk yang digunakan dalam pelaksanaan PkM ini adalah beberapa tahap pelaksanaan, yakni : (1) tahap persiapan ialah Koordinasi dengan Nelayan Kelurahan Masrum (2). Tahap pelaksanaan; Pelatihan Teori dan Praktek Pembutan Jaring Sero ; (3). Kegiatan evaluasi dilakukan untuk mengetahui kemampuan nelayan. Kegiatan palatihan diikuti oleh nelayan kelurahan Masrum dengan antusias mengikuti dengan baik materi pelatihan dan pratek yang diberikan oleh tim PkM tentang cara/teknik mebjurai jaring tanpa menggunakan coban. Evaluasi yang dilakukan menunjukkan bahwa 70% peserta sangat paham terhadap materi dan praktek yang dilakukan oleh tim PkM. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa PkM berhasil, lancar dan terdapat interaksi yang baik antara tim pengabdi dengan peserta, hasil dari kegiatan ini akan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para nelayan Masrum tentang cara menjurai jaring tanpa menggunakan coban lebih khusus jaring untuk alat tangkap ikan sero.Community service activities were carried out regarding training or/techniques for stringing nets without trying in the Masrum sub-district, Tual City, which was a common goal to improve fishermen's understanding and ability in stringing nets. The technique used in implementing PkM is several implementation stages, namely: (1) the preparation stage is coordination with Masrum Village fishermen (2). Implementation stage; Theory and Practice Training in Sero Net Making; (3). Evaluation activities are carried out to determine the abilities of fishermen. The fishermen from Masrum sub-district took part in the training activity enthusiastically following both the training material and practice provided by the PkM team regarding how/techniques to string nets without using coban. The evaluation carried out showed that 70% of the participants really understood the material and practices carried out by the PkM team. The results obtained show that the PkM was successful, smooth and there was good interaction between the service team and the participants. The results of this activity will increase the knowledge and understanding of Masrum fishermen about how to untangle nets without using coban or special nets for fishing gear
ALAT PERAGA MODEL UTERUS UNTUK SIMULASI PERDARAHAN, KOMPRESI BIMANUAL INTERNA DAN PEMASANGAN KONDOM KATETER
Bimanual compression (BC) and uterine balloon tamponade (UBT) are skills that midwifery students should achieve in midwifery emergency care, especially in atonic post partum haemorrhage (PPH) treatment as WHO recommendation. BC is performed by applying internal lower uterine pressure on anterior fornix of the uterus. While UBT can be performed by inserting a condom loaded foley’s catheter into the uterus and filled with saline. The aim is to press the blood vessels in the uterine cavity. For bimanual compression practice in the laboratory, students usually use a rubbered uterus model that can be pumped to simulate a soft and hardened uterus, but this model cannot be used to insert UBT because there is no cavity inside. The aim of this research is to create a uterine model that can provide bleeding simulation and perform bimanual compression and UBT. The research method is research and development (R&D). The total sample was 30 respondent, involving lecturers and clinical perceptor of Midwifery Department Poltekkes Kemenkes Sorong. The data was analyzed by changing the qualitative value to quantitative using a Likert scale then calculating the average score and cenverting it back to a qualitative value. Feasibility analysis by calculating the total respondent's score compared to the ideal score. The research results showed that the mean value was 6.45, which means that respondents strongly agreed (range 6.15-7.00) that this model is feasible, with a feasibility percentage of 91.85%. It is expected that this product can improve students' skills in performing bimanual compression and UBT
Keterampilan kompresi bimanual interna (KBI) dan pemasangan kondom kateter merupakan keterampilan yang harus dimiliki oleh mahasiswa kebidanan dalam memberikan asuhan kebidanan pada kasus perdarahan yang disebabkan oleh atonia uteri. KBI dan kondom kateter direkomendasikan oleh WHO untuk menangani perdarahan post partum. KBI dilakukan dengan cara menekan forniks anterior, sedangkan kondom kateter dilakukan dengan memasukkan kateter yang dipasangi kondom dan dimasukkan ke dalam uterus untuk diisi dengan cairan saline. Tujuannya adalah untuk menekan pembuluh darah di cavum uteri dan menimbulkan kontraksi. Untuk praktikum KBI di laboratorium, mahasiswa menggunakan model uterus berbahan karet yang dapat dipompa untuk simulasi uterus yang lembek dan mengeras, namun phantom ini tidak dapat digunakan untuk pemasangan kondom kateter. Tujuan dari penelitian ini untuk membuat model uterus yang dapat memberikan simulasi perdarahan, keterampilan KBI dan pemasangan kondom. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Model uterus dibuat dengan membuat cetakan bentuk uterus dan kemudian diisi dengan bahan silikon RTV-48. Setelah silikon terbentuk, dibuat 2 lubang sambungan selang untuk mengalirkan darah buatan ke dalam rongga model uterus. Uji kelayakan alat dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel penelitian 30 responden yang merupakan dosen dan perseptor di Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Sorong. Analisis kelayakan dengan menghitung skor hasil penilaian dibandingkan dengan skor ideal. Pada hasil penelitian didapatkan nilai mean 6,45 yang berarti bahwa responden sangat setuju bahwa alat ini layak digunakan dengan persentase kelayakan 91,85%. Produk ini diharapkan dapat digunakan sebagai alat simulasi perdarahan post partum dan dapat meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam melakukan KBI dan pemasangan kondom katete
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KETERAMPILAN KLINIS DENGAN METODE PEMBUATAN VIDEO MANDIRI DAN DEMONSTRASI LANGSUNG ONLINE PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ABDURRAB
Pembelajaran online menjadi tantangan tersendiri untuk institusi pendidikan. Salah satunya adalah dalam melakukan pembelajaran keterampilan klinis yang efektif meskipun memiliki berbagai macam kendala. Oleh karena itu, untuk mencapai suatu tujuan dalam pembelajaran keterampilan klinis perlu dilakukan evaluasi dengan metode pembelajaran demostrasi langsung online dan pembuatan video mandiri untuk melihat persepsi dari mahasiswa yang akan berpengaruh terhadap pembelajaran mahasiswa. Penelitian ini dilakukan secara cross sectional dengan cara purposive random sampling pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Abdurrab tahun ketiga dan keempat. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil uji Wilcoxon didapatkan perbedaan bermakna antara pembuatan video mandiri dan demonstrasi langsung online, dimana persepsi mahasiswa terhadap metode pembelajaran keterampilan klinis dengan pembuatam video mandiri lebih baik dibandingkan dengan metode demonstasi langsung online. Hal ini karena dengan pembuatan video mandiri, mahasiswa lebih paham pembelajarannya dan memiliki kesempatan untuk mengulang rekaman video. Metode pembuatan video mandiri lebih efektif dibandingkan dengan demonstrasi langsung online sebagai salah satu metode pembelajaran keterampilan klinis online
Studi Korelasi: Iklim Sekolah dengan Perilaku Perundungan Pada Siswa
The purpose of this research is to find the correlations of bullying behavior and school climate students at SMKN A. At this research, the total sample is 330 students and the sampling technique was in Proportionate Stratified Random Sampling. The measuring instruments used are the bullying behavior scale (20 items) and the school climate scale (25 items). The data analysis technique uses the product moment correlation technique. Based on the results of data analysis, the correlation coefficient (r) for -0.82 with a significance (p) of 0.000 (p < 0.05). Therefore, the hypothesat this research was accepted as the conclusion of the relationship in the direction of a negative between school climate and bullying behavior. The practical implication is that this research can be used as reference material for students to respond better to the school climate and as a guide in improving their social behavior at school
Marketing Public Relations Metropolitan City Pekanbaru Keeping Business Partners
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi Marketing Public Relations Metropolitan City Pekanbaru dan faktor-faktor pendorong dalam melakukan mitra bisnis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Adapun subjek dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi yang dilakukan oleh Marketing Public Relations Metropolitan City Pekanbaru yaitu melalui konsep Marketing Public Relations dengan berbagai program seperti Pull strategy menunujukan promo harga sewa, melakukan event, dan strategi lainnya yang digunakan adalah “Jemput Bola” dengan menunjukan Traffic pengunjung yang bagus dimiliki oleh Metropolitan City Pekanbaru. Push strategy, melalui jalinan komunikasi yang dijaga baik oleh Marketing Public Relation dengan pemitra bisnis, terbantunya mitra bisnis atas diskon harga sewa yang diberlakukan manajemen pada massa Covid-19, lokasi yang strategis Metropolitan City Pekanbaru satu-satunya pusat perbelanjaan di panam dan dapat memperoleh keuntungan yang baik. Pass strategy membantu mempromosikan produk melalui media sosial Instagram @mtc-panam, diskon harga sewa Covid-19, menjaga hubungan dengan menyediakan kotak saran bagi pemitra bisnis serta memberikan syarat dan ketentuan yang jelas. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan rujukan bagi Metropolitan City Pekanbaru, agar dapat memaksimalkan dalam menjaga hubungan dengan pemitra bisnis dimana akan lebih baik jika Metropolitan City Pekanbaru lebih aktif dalam membantu mempromosikan para tenant dengan aktif menyajikan pemberitaan adanya tenant konsep modren dan tradisionl agar khalayak luas dapat lebih mengenal Metropolitan City PekanbaruThis study aims to determine the strategy Marketing Public Relations of Metropolitan City Pekanbaru and the driving factors in do business partners. This research uses qualitative research methods. The subjects in this study used purposive techniques. The results of this study indicate that the strategy carried out by the Marketing Public Relations Metropolitan City Pekanbaru, namely through the concept of Marketing Public Relations with Pull strategi, by showing promo rental prices, conduct events, other strategies used is "Pick the Ball" by showing good visit or traffic owned Metropolitan City Pekanbaru. Push strategy, the reason business partners choose Metropolitan City Pekanbaru because of the communication that is maintained by Marketing Public Relations with business partners, the help of business partners on rental price discount imposed by management during the Covid-19 period, completeness of facilities owned by Metropolitan City Pekanbaru. Pass strategy, help promote products through social media instagram @mtc-panam, discount the rental prices of Covid-19 pandemic, maintain relationships by providing advice boxes for business users and provide clear terms and conditionss. The results of this study can be a reference material for Metropolitan City Pekanbaru, which in order to maximize in maintaining relationships with business stakeholders where it would be better if Metropolitan City Pekanbaru is more active in helping promote the tenant by actively presenting the news of the existence of tenants modren and traditional concepts so that the wider audience can be more familiar with Metropolitan City Pekanbar
PEER COUNSELING ANTI BULLYING UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL
In recent years, bullying cases have been quite concerning. Bullying or bullying is very threatening to the mental state of children. Bullying is a repetitive negative behavior that is carried out consciously, usually carried out by a person or group of people who have more power than the victim. For this reason, it is important for educational institutions to prepare or design Peer Counseling training for their students to support students' mental quality and minimize bullying problems that arise among school youth. This program was carried out using the TOT (training of trainer) method with a total of 15 peer counselors. The scales used are the empathic listening and Mental Health scales. The implications of this program can be used as a reference and understanding for female students in efforts to prevent and minimize cases of bullying that occur among school students. By conducting peer counseling training and mental health seminars with the theme of bullying at school, students can actively practice what they have learned from the service program in the hope of being able to help the performance of guidance and counseling teachers at school.Akhir – akhir ini kasus perundungan cukup memprihatinkan. Perundungan atau bullying sangat mengancam keadaan mental anak. Bullying merupakan suatu perilaku negatif berulang yang dilakukan secara sadar, biasanya dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang memiliki kuasa lebih dibanding korbannya. Penting bagi institusi pendidikan agar mempersiapkan atau merancang pelatihan Peer Counseling bagi siswa mereka agar dapat menunjang kualitas mental siswa dan meminimalisir masalah perundungan yang muncul di lingkup remaja sekolah. Untuk itu dirasa penting bagi institusi pendidikan agar mempersiapkan atau merancang pelatihan Peer Counseling bagi siswa mereka agar dapat menunjang kualitas mental siswa dan meminimalisir masalah perundungan yang muncul di lingkup remaja sekolah. Pengabdian ini dilakukan dengan metode TOT (training of trainer) dengan jumlah peer conselor sebanyak 15 anak. Adapun skala yang digunakan ialah skala empatic listening dan Mental Health. Implikasi dari program ini dapat dijadikan acuan dan pemahaman bagi siswa siswi dalam Upaya mencegah dan meminimalisir kasus perundungan yang terjadi di kalangan siswa sekolah. Dengan dilakukannya pelatihan peer counseling dan seminar kesehatan mental dengan tema bullying di sekolah siswa dapat dengan aktif mempraktekkan apa yang mereka peroleh dari program pengabdian dengan harapan mampu membantu kinerja guru BK di sekolah.
 
EDUKASI FISIOTERAPI BAD POSTURE PADA SISWA-SISWI DI SMP NEGERI 1 KOTA MALANG
Pendahuluan: Kelainan postur, atau gangguan yang berkaitan dengan postur tubuh, semakin sering ditemukan pada anak-anak belakangan ini. Penyebab dari postur yang buruk tidak hanya dari cara duduk, melainkan cara tidur dan aktivitas yang memicu kelainan postur tubuh yaitu bermain gadget, menatap layar laptop/komputer, mengangkat barang berat, dan jenis tas sekolah. Tujuan: Penyuluhan ini dilakukan dengan tujuan memberikan edukasi kepada siswa mengenai kasus-kasus gangguan postur tubuh, khususnya mengenai pengertian, jenis, dan penyebab gangguan postur tubuh, serta strategi pencegahan dan latihan fisioterapi untuk mengurangi jumlah keluhan siswa ketika alat penanganan atau tas jinjing. Metode: Microsoft PowerPoint digunakan sebagai alat pengajaran untuk mendidik siswa tentang masalah kesehatan yang berkaitan dengan postur tubuh yang buruk menggunakan beberapa pertanyaan kuisioner sebagai alat ukur pengetahuan. Terdiri dari 30 iswa diberikan tes sebelum dan sesudah dalam bentuk pertanyaan untuk mengukur seberapa bermanfaat pengajaran tersebut. Hasil: Sesi penyuluhan berjalan baik, dan pemahaman para siswa meningkat dari 30% menjadi 100% setelah mendapatkan instruksi, menurut hasil evaluasi. Kegiatan penyuluhan ini, yang dilakukan di SMP Negeri 1 Kota Malang, Oro-Oro Dowo, Klojen, membantu siswa untuk lebih memahami tentang postur tubuh yang buruk serta cara mencegah dan mengelola latihan fisioterapi terkait postur tubuh, seperti pelvic tilt, bird-dog, dan cat-camel. Kesimpulan: Untuk membantu siswa mencegah dan mengatasi postur tubuh yang buruk, telah dilakukan sesi konseling di SMP Negeri 1 Kota Malang, Oro-Oro Dowo, Klojen, Kota Malang. Sesi ini mencakup latihan seperti gerakan memiringkan panggul, bird-dog, dan cat-camel yang dapat dilakukan di rumah untuk membantu memperbaiki postur tubuh. Mayoritas siswa yang mengikuti latihan ini mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui apa yang menyebabkan postur tubuh buruk atau bagaimana cara menghindarinya.Background: Postural Disorder, or disorders related to body posture, which are increasingly found in children lately. The causes of poor posture are not only from sitting positions but also from sleeping positions and activities that trigger body posture disorders, such as playing gadgets, staring at laptop/computer screens, lifting heavy objects, and the type of school bags. Objectives: The counseling was conducted with the intention of educating students about cases of poor posture, particularly with reference to the definition, types, and causes of posture disorders, as well as prevention strategies and physiotherapy exercises to lessen the number of complaints from students when handling devices or carrying bags. Method: Microsoft PowerPoint was utilized as a teaching tool to educate students about health issues related to poor body posture using several questionnaire questions as a measure of knowledge. In 30 students were given pre- and post-tests in the form of questions to gauge the effectiveness of the teaching. Results: The counseling session went well, and the pupils' understanding increased from 30% to 100% after getting instruction, according to the evaluation. This counseling activity, which was conducted at SMP Negeri 1 Kota Malang, Oro-Oro Dowo, Klojen, helped students learn more about poor posture and how to prevent and manage posture-related physiotherapy exercises like pelvic tilt, bird-dog, and cat-camel. Conclusion: To help students prevent and address poor body posture, counseling sessions have been conducted at SMP Negeri 1 Kota Malang, Oro-Oro Dowo, Klojen, Kota Malang. These sessions include exercises such as pelvic tilts, bird-dogs, and cat-camels that can be performed at home to help improve body posture. The majority of students participating in these exercises stated that they were unaware of what causes poor body posture or how to avoid it
Uji Toksisitas Ekstrak Etanol 96% Daun Mahkota Dewa (Phaleria Macrocarpa) dengan Metode Brine Shrimpe Lethality Test (BSLT)
Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) is a plant from the Thymelaeceae family. This plant contains several active compounds such as alkaloids, flavonoids, steroids, saponins, and tannins, so it has potential as a herbal medicine in Indonesia. This study aims to determine the toxicity of the leaves of the god crown using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method. Extraction of the god crown leaves using 96% ethanol solvent with the maceration method was then carried out a phytochemical screening which showed that the sample of the crown god leaf contained alkaloids, flavonoids, steroids, saponins and tannins. Toxicity testing of the ethanol extract of Mahkota Dewa leaves on Artemia salina Leach larvae was divided into 5 test groups, namely 4 treatment groups (concentrations of 250 ppm, 500 ppm, 750 ppm, and 1000 ppm) and 1 control or comparison group (seawater). Each concentration was made in 3 vials including 10 Artemia salina Leach larvae. Observations were made by looking at the death of Artemia salina Leach larvae after 24 hours of treatment. The research results can be seen through probit analysis by calculating the LC50 value. The LC50 value of the ethanol extract of Mahkota Dewa leaves was 7,7090 /mL. This shows that the ethanol extract of Mahkota Dewa leaves has a toxic effect on Artemia salina Leach larvae because the LC50 value is <1000 ppm.
Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) merupakan tumbuhan dari famili Thymelaeceae. Tanaman ini mengandung beberapa senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, steroid, saponin, tanin sehingga memiliki potensi sebagai obat herbal di indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas dari daun mahkota dewa dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Estraksi daun mahkota dewa menggunakan pelarut etanol 96% dengan metode maserasi kemudian dilakukan skrining fitokimia yang menunjukkan sampel daun mahkota dewa mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, steroid, saponin dan tanin. Pengujian toksisitas ekstrak etanol daun mahkota dewa terhadap larva Artemia salina Leach dibagi menjadi 5 kelompok uji yaitu 4 kelompok perlakuan (konsentrasi 250 ppm, 500 ppm, 750 ppm, dan 1000 ppm) dan 1 kelompok kontrol atau pembanding (air laut). Masing-masing konsentrasi dibuat dalam 3 vial yang dimasukkan 10 ekor larva Artemia salina Leach. Pengamatan dilakukan dengan melihat kematian larva Artemia salina Leach setelah perlakuan selama 24 jam. Hasil penelitian dapat dilihat melalui analisa probit dengan menghitung nilai LC50. Nilai LC50 dari ekstrak etanol daun mahkota dewa adalah 7,7090 /mL. Hal tersebut menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun mahkota dewa memiliki efek toksik terhadap larva Artemia salina Leach karena nilai LC50 <1000 ppm
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN MATOA (Pometia pinnata J.R. Forst. & G. Forst)
Matoa (Pometia pinnata J.R. Forst. & G. Forst) can be used as traditional medicine. The plant contains secondary metabolite compounds such as flavonoids, tannins, terpenoids and saponins that have the ability to inhibit the mechanism of action of bacteria. The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of n-hexane, ethyl acetate and ethanol extracts of Matoa leaves against gram-positive bacteria Staphylococcus aureus and Streptococcus mutans and gram-negative bacteria Escherichia coli and Klebsiella pneumonia at concentrations of 70, 50, 30 and 10% using the disc diffusion method, Ciprofloxacin as a positive control and DMSO as a negative control. Statistical test results on 70% concentration of ethyl acetate extract showed average results on the inhibition diameter of Staphylococcus aureus, Streptococcus mutans, Eschericia coli and Klebsiella pneumenia were 10.63, 13.43, 11.23, and 13.26 mm, respectively. Based on the results of this study, it can be concluded that the n-hexane, ethyl acetate and ethanol extracts of Matoa Leaf (Pometia pinnata J.R. Forst. & G. Forst) have the ability to inhibit the growth of gram-positive bacteria Staphylococcus aureus and Streptococcus mutans and gram negative bacteria Escherichia coli and Klebsiella pneumonia, but in the n-hexane extract of matoa leaves is not able to inhibit the growth of Staphylococcus aureus.Indonesia memiliki banyak tumbuhan yang harus dilestarikan dan dimanfaatkan dengan baik, sebagian besar dari tumbuhan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional, salah satunya adalah Daun Matoa (Pometia pinnata J.R. Forst. & G. Forst). Tanaman ini diketahui memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, terpenoid dan saponin yang memiliki kemampuan untuk menghambat mekanisme kerja bakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak n-heksan, etil asetat dan etanol Daun Matoa Terhadap Bakteri bakteri gram positif Staphylococcus aureus dan Streptococcus mutans serta bakteri gram negatif Escherichia coli dan Klebsiella pneumonia pada konsentrasi 70, 50, 30 dan 10% menggunakan metode difusi cakram (disc diffusion), Ciprofloxacin sebagai kontrol positif dan DMSO sebagai kontrol negatif. hasil yang terbaik yaitu pada ekstrak etil asetat konsentrasi 70% menunjukkan hasil rata-rata pada bakteri Staphylococcus aureus (10,63 mm), bakteri Streptococcus mutans (13,43 mm), Bakteri Eschericia coli (11,23 mm) dan bakteri Klebsiella pneumenia (13,26 mm). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak n-heksan, etil asetat dan etanol Daun Matoa (Pometia pinnata J.R. Forst. & G. Forst) memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan Bakteri bakteri gram positif Staphylococcus aureus dan Streptococcus mutans serta bakteri gram negatif Escherichia coli dan Klebsiella pneumonia, tetapi pada ekstrak n-heksan daun matoa tidak mampu dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus