Jurnal Universitas Abdurrab
Not a member yet
    1637 research outputs found

    Tinjauan Literatur Sistematis tentang Pneumoconiosis Di Kalangan Pekerja

    Full text link
    Pneumoconiosis, a group of lung diseases caused by inhalation of mineral dusts, remains a significant occupational health concern globally. This systematic literature review aims to synthesize current knowledge on the prevalence, risk factors, clinical manifestations, diagnosis, and preventive measures of pneumoconiosis among workers. The review identifies gaps in existing research and highlights the need for comprehensive strategies to prevent and manage the disease

    Gelatin Hasil Transformasi Kulit Ikan Patin (Pangasius hypohthalmus) sebagai Gelling Agent dalam Formulasi Gel Piroksikam

    Full text link
    Piroxicam is an effective non-steroidal anti-inflammatory drug, but it has serious side effects orally. The research was conducted to formulate piroxicam in gel dosage form using gelatin transformed from catfish skin (Pangasius hypophthalmus) as a gelling agent. Using this ingredient transformed from pig and cow is unacceptable for certain religious adherents. This study aims were to formulate piroxicam gel and determine the release of piroxicam from gel at various concentrations of 0.75, 0.875, and 1%, while innovator product (F4) was used as a positive control. The evaluations performed were organoleptic, homogeneity, pH, spreadability, and release profile. The release of piroxicam from the gel produced was conducted using a modified paddle-type dissolution device equipped with an eggshell membrane placed on a metal disk. The level of piroxicam dissolved was measured using a UV spectrophotometer at λmax of 356.4 nm. The release kinetics of piroxicam gel formulas F1, F2, F3 and F4 followed zero-order kinetics model. The dissolution efficiency and T90 from formulas F1, F2, F3, and F4 value were highly significant differences (p < 0.01), while the dissolution rate were significant differences (p < 0.05). All of formula fulfill the requirements except spreadability characteristic.    Piroksikam merupakan obat antiinflamasi nonsteroid yang efektif, tetapi memiliki efek samping yang serius jika diberikan secara oral. Penelitian ini dilakukan untuk memformulasi piroksikam dalam bentuk sediaan gel dengan menggunakan gelatin hasil transformasi kulit ikan patin (Pangasius hypophthalmus) sebagai bahan pembentuk gel. Penggunaan bahan hasil transformasi kulit babi dan sapi tidak dapat diterima oleh sebagian penganut agama. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi gel piroksikam dan mengetahui pelepasan piroksikam dari gel pada berbagai konsentrasi yaitu 0,75, 0,875, dan 1%, sedangkan produk inovator (F4) digunakan sebagai pembanding. Evaluasi yang dilakukan adalah organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan profil pelepasan. Uji pelepasan piroksikam dari formula gel dilakukan menggunakan alat disolusi tipe dayung yang dimodifikasi dan dilengkapi dengan membran kulit telur yang diletakkan pada piringan logam. Kadar piroksikam yang terlarut diukur dengan spektrofotometer UV pada λmax 356,4 nm. Pelepasan piroksicam dari gel formula F1, F2, F3, dan F4 mengikuti model kinetika orde nol. Nilai efisiensi disolusi dan T90 dari formula F1, F2, F3, dan F4 menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan (p < 0,01), sedangkan laju disolusi menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05). Semua formula memenuhi persyaratan sediaan gel kecuali karakteristik daya sebar

    GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU POST SECTIO CESAREA TERKAIT PENYEMBUHAN LUKA

    Full text link
    Sectio caesarea is a delivery method that is carried out by making an open incision in the uterine wall, causing wounds in the abdominal area. Globally, around 21% of caesarean section deliveries occur. In Indonesia, caesarean section delivery is around 17.6%. This study aims to determine the characteristics of post-cesarean section mothers regarding wound healing. This research is descriptive quantitative research with a Secondary Data Analysis (ADS) approach. The total sample was 136 using purposive sampling technique. The results of this study show that the characteristics of mothers post cesarean section are that most of them are aged 20-35 years (76.5%) with secondary education level (46.3%), multiparous (69.1%), and have no history of CS (56, 6%) and did not suffer from anemia (61.8%). Almost all of the wounds experienced by mothers after caesarean section were dry wounds (99.3%). The post caesarean section wound is healing well.Sectio caesarea sebagai metode persalinan yang dilakukan dengan memberikan sayatan terbuka pada dinding rahim sehingga menimbulkan luka pada area perut. Secara global sekitar 21% terjadi persalinan sectio caesarea. Di Indonesia, persalinan sectio caesarea berkisar 17,6%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu post sectio caesarea terkait penyembuhan luka. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan Analisis Data Sekunder (ADS). Jumlah sampel sebanyak 136 dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karakteristik ibu post sectio caesarea adalah sebagian besar berusia 20-35 tahun (76,5%)  dengan tingkat pendidikan menengah (46,3%) , multipara (69,1%), tidak memiliki riwayat SC (56,6%) dan tidak menderita anemia (61,8%). Kondisi luka yang dialami oleh ibu post sectio caesarea hampir keseluruhannya adalah luka kering (99,3%). Luka post sectio caesarea mengalami penyembuhan dengan baik

    Verbal Violance: The Phenomenon Among School Age

    Full text link
    Background: A time when children are often selfish, show stubbornness, do not want to follow the rules  set by parents  , rebel which    is the case It is  done by   children to gain freedom and satisfy their curiosity, this period  is called the   period of school-age  children. Conditions like this  often make parents  feel that their children are difficult to  manage so that parents tend to  force children  to follow what    parents want so that  they don't Aware of parents committing verbal  abuse on their children.  Poor mental development, disrupted social  relationships with peers  and adults, aggressive behavior, often feel lonely  , and make children   experience Emotional distress  is some of the  impacts often experienced by children who are victims of  verbal abuse. Objective: The purpose of this study is to determine the phenomenon or incidence of verbal abuse in school-age children. Methodology: This study uses a type of quantitative research with a descriptive research design. This research was conducted at SD "X" Kampar Kiri District. The population in this study is 53 children attending SD "X" in 2022. Data collection was carried out by distributing questionnaires of 20 questions. The collected data were then analyzed univariately. Results: The results of the study found that children who experienced verbal violence as much as 58.49%, and did not experience verbal violence as much as 41.50%. Suggestion: The suggestion from this study is to hold educational activities about verbal violence against children to parents and students of the school in order to reduce the incidence of verbal violence against children.  Latar Belakang: Masa dimana anak – anak sering bersikap egois, menunjukkan keras kepala, tidak mau mengikuti peraturan yang telah ditetapkan orang tua, suka memberontak yang mana hal itu dilakukan oleh anak – anak untuk memperoleh kebebasan dan memuaskan rasa ingin tahu mereka, masa ini di sebut dengan masa anak usia sekolah. Kondisi seperti ini tidak jarang membuat orang tua merasa anaknya sulit diatur sehingga orang tua cenderung memaksa anak mengikuti apa yang diinginkan orang tua sehingga secara tidak sadar orang tua melakukan kekerasan verbal (verbal abuse) pada anaknya. Perkembangan mental yang buruk, terganggungan hubungan social dengan teman sebaya dan dewasa, timbulnya perilaku agresif, sering merasa kesepian, dan membuat anak mengalami tekanan emosional adalah beberapa dampak yang sering dialami oleh anak korban kekerasan verbal. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui fenomena atau kejadian verbal abuse pada anak usia sekolah. Metodologi: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di SD “X” Kecamatan Kampar Kiri. Populasi dalam penelitian ini yaitu anak yang bersekolah di SD “X” tahun 2022 yang berjumlah 53 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan angket sebanyak 20 pertanyaan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara univariat. Hasil: Hasil penelitian didapat bahwa anak-anak yang mengalami kekerasan verbal sebanyak 58.49%, dan tidak mengalami kekerasan verbal sebanyak 41.50%. Saran: Saran dari penelitian ini adalah diadakannya kegiatan edukasi tentang kekerasan verbal terhadap anak kepada para orang tua murid dan murid sekolah tersebut agar dapat mengurangi kejadian kekerasan verbal terhadap anak.   &nbsp

    HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DAN MASA GESTASI DENGAN TUMBUH KEMBANG PADA BALITA DI POSYANDU DESA SUNGAI LALA

    Full text link
    Birth Weight (BBL) is the weight measured within the first hour after birth, normally 2.500-4.000 grams. The gestation period is defined as the period of pregnancy starting from conception until birth of the fetus. The toddler years are a period of very rapid and critical growth, usually known as the golden age. The aim of the research was to determine the relationship between Birth Weight (BBL) and gestation period with growth and development in toddlers at Posyandu Titi Harum, Sungai Lala Village. This type of research is quantitative with a correlational approach. This research was carried out at Posyandu Titi Harum and Kasih Ibu, Sungai Lala Village. In November 2023. The population in this study was 95 respondents using a total sampling technique. Bivariate data analysis technique, data collection method using the KPsp questionnaire sheet. The results showed that toddlers in the normal BBL category (67,37%), abnormal BBL (32,63%), premature (25,26%), not premature (74,74%), had appropiate growth and development (67,37%) and not appropriate (32,63%). The results of the chi-square test obtained a p-value = 0,001 which shws that there is a significant between birth weight and gestation period and the growth and development of toddlers at Posyandu Titi Harum and Kasih Ibu Sungai Lala Village in. It  is hoped that monitoring of growth and development will be further improved through routine early detection of deviations in children.Berat Badan Lahir (BBL) merupakan berat badan yang ditimbang dalam waktu satu jam pertama setelah lahir normalnya 2.500-4.000 gram. Masa gestasi didefinisikan dengan masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Masa balita merupakan masa dengan pertumbuhan yang sangat pesat dan kritis, biasanya dikenal dengan istilah golden age atau masa emas. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan Berat Badan Lahir (BBL) dan masa getasi dengan tumbuh kembang pada balita di Posyandu Titi Harum Desa Sungai Lala. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Penelitian ini dilaksanakan di Posyandu Titi Harum dan Kasih Ibu Desa Sungai Lala Pada November tahun 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah 95 responden dengan teknik total sampling. Teknik analisa data bivariat, metode pengumpulan data menggunakan lembar kuisioner KPSP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita  dengan kategori BBL normal (67,37%), BBL tidak normal (32,63%), prematur (25,26%), tidak prematur (74,74%), tumbuh kembang sesuai (67,37%) dan tidak sesuai (32,63%). Hasil uji chi-square diperoleh nilai p-value = 0,001 yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara berat badan lahir dan masa gestasi dengan tumbuh kembang balita di Posyandu Titi Harum dan Kasih Ibu Desa Sungai Lala. Diharapkan lebih meningkatkan pemantauan terhadap tumbuh kembang melalui deteksi dini secara rutin terhadap penyimpangan perkembangan pada anak

    EFEKTIFITAS ABDOMINAL LIFTING TERHADAP NYERI PADA IBU BERSALIN KALA I DI KLINIK PRATAMA JAMBU MAWAR

    Full text link
    Pain during labor is a manifestation of contractions (shortening) of the uterine muscles. This contraction causes pain in the waist, stomach area and spreads towards the thighs. The level of labor pain is described by the intensity of pain perceived by the mother during the birth process, if not handled properly, it can increase anxiety or worry to the point of depression and has the effect of increasing the hormone adrenaline, affecting the mother's cardiac output and decreasing uteroplacental perfusion and can cause prolonged labor. One step in reducing pain is by applying abdominal lifting. The research method uses a quasi experimental approach. This study aims to determine the effectiveness of abdominal lifting in reducing labor pain. The population in this study was all mothers in the first stage of labor at the Pratama Guava Rose Clinic. The sample collection method was purposive sampling with a sample size of 15 people. Data were collected using a pain intensity scale during the pretest before the intervention and posttest after the intervention. The results of the univariate research showed that the average labor pain before the abdominal lifting technique was 6.80 with a standard deviation of 1.85, while the results after the abdominal lifting technique were 3.93 with a standard deviation of 1.09. The results of the bivariate research showed that the abdominal lifting technique was effective in reducing pain in the first stage of labor with a p value of 0.002. It is hoped that respondents and health workers can apply the abdominal lifting technique during labor to help reduce the pain felt during labor so as to increase maternal comfort.Rasa nyeri pada persalinan adalah manifestasi dari adanya kontraksi (pemendekan) otot rahim. Kontraksi inilah yang menimbulkan rasa sakit pada pinggang, daerah perut dan menjalar kearah paha. Tingkat nyeri persalinan digambarkan dengan intensitas nyeri yang dipersepsikan oleh ibu saat proses persalinan, apabila tidak tertangani dengan baik, dapat meningkatkan kecemasan atau rasa khawatir hingga depresi dan berefek pada peningkatan hormon adrenalin mempengaruhi cardiac output Ibu dan perfusi uteroplasenta menurun serta dapat menyebabkan terjadinya partus lama. Salah satu langkah dalam menurunkan nyeri yaitu dengan penerapan abdominal lifting. Metode penelitian kuantitaif menggunakan pendekatan quasi experiment. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas abdominal lifting terhadap pengurangan rasa nyeri persalinan. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu bersalin kala I di Klinik pratama jambu mawar. Metoda pengumpulan sampel secara purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 15 orang. Pengumpulan data menggunakan skala intensitas nyeri pada saat pretest sebelum dilakukan intervensi dan post test setelah dilakukan intervensi. Hasil penelitian univariat didapatkan bahwa rata-rata nyeri persalinan sebelum teknik abdominal lifting 6,80 dengan standar deviasi 1,85 sedangkan hasil sesudah dilakukan teknik abdominal lifting sebesar 3,93 dengan standar deviasi 1,09. Hasil penelitian bivariat didapatkan bahwa terdapat efektifitas teknik abdominal lifting terhadap pengurangan nyeri persalinan kala I dengan nilai p 0,002. Diharapkan responden dan tenaga kesehatan dapat mengaplikasikan teknik abdominal lifting dalam persalinan agar dapat membantu mengurangi nyeri yang dirasakan selama persalinan sehingga dapat meningkatkan kenyamanan ibu. &nbsp

    EFEKTIVITAS PENGGUNAAN VIDEO PEMBELAJARAN ANATOMI TERHADAP KESIAPAN MAHASISWA KEDOKTERAN MENGIKUTI PRATIKUM ANATOMI SISTEM REPRODUKSI PRIA

    Full text link
    Latar Belakang: Kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa kedokteran pada jenjang akademik adalah ranah ilmu biomedis, humaniora kedokteran, ilmu kedokteran klinis dan ilmu kesehatan masyarakat, dengan memperhatikan prinsip metode ilmiah dan prinsip kurikulum. Ilmu biomedis adalah cabang ilmu kedokteran yang terdiri dari anatomi, fisiologi, dan biokimia. Anatomi adalah bahasa kedokteran yang sangat penting bagi mahasiswa kedokteran untuk mengkaji struktur tubuh normal mulai dari bentuk, ukuran, letak, elemen pendukung dan hubungannya dengan struktur sekitarnya. Evaluasi institusi pendidikan kedokteran menunjukkan bahwa lebih sedikit waktu yang dihabiskan untuk mempelajari anatomi. Selain itu materi dan keterbatasan alat peraga seperti buku panduan yang tidak memiliki kualitas gambar yang tinggi membuat mahasiswa kesulitan dalam memahami materi yang terdapat dalam buku. Dewasa ini, berkat inovasi teknologi, telah banyak terjadi perubahan dalam proses belajar mengajar. Kemajuan teknologi computer dan smartphone memungkinkan berkembangnya berbagai lingkungan pembelajaran multimedia, termasuk video pembelajaran yang dapat diulang pada smartphone selain itu juga multimedia dapat meningkatkan kapasitas working memory. Tujuan: Menganalisis keefektifan video pembelajaran praktikum anatomi sistem reproduksi pria untuk meningkatkan prestasi belajar mahasiswa dalam pembelajaran anatomi pada mahasiswa kedokteran Metode: Metode penelitian ini adalah metode eksperimental dengan desain cross-over. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa tingkat pertama tahun ajaran 2023/2024 Fakultas Kedokteran Universitas Abdurrab dengan metode total sampling. Hasil: Hasil uji komparatif Independent-Sample T-Test pada sistem genitalia pria eksterna menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok yang menggunakan media belajar video dengan kelompok yang menggunakan media belajar modul. Rerata persentase kuis sistem reproduksi pria eksterna yang diberikan perlakuan menggunakan modul dan video adalah 68,63 dan interna rerata persentase kuis yang diberikan perlakuan menggunakan modul dan video adalah 73,57 dan 68,00. Kesimpulan: Penggunaan media video tidak lebih efektif sebagai media pembelajaran praktikum anatomi, khususnya dalam pembelajaran modul sistem reproduksi pria di Fakultas Kedokteran Universitas Abdurrab.Background: The competencies that medical students must have at the academic level are the realm of biomedical science, medical humanities, clinical medical science and public health science, by paying attention to the principles of scientific method and curriculum principles. Biomedical science is a branch of medical science consisting of anatomy, physiology, and biochemistry. Anatomy is a medical language that is very important for medical students to study the normal body structure starting from the shape, size, location, supporting elements and their relationship with the surrounding structure.  Evaluation of medical education institutions shows that less time is spent studying anatomy. In addition, the material and limitations of props such as guidebooks that do not have high image quality make it difficult for students to understand the material contained in the book. These day, thanks to technological innovations, there have been many changes in the teaching and learning process. Advances in computer and smartphone technology allow the development of various multimedia learning environments, including video learning that can be repeated on smartphones, besides that multimedia can increase working memory capacity.  Objectibve: Analyse the effectiveness of male reproductive sistem anatomy practicum learning videos to improve student learning achievement in anatomy learning in medical students. Method:This research method is an experimental method with a cross-over design. The population of this research is second-year students of the 2023/2024 academic year, the Faculty of Medicine, Abdurrab University with the total sampling method. Results: The results of the Mann-Whitney comparative test showed that there was no significant difference between the group using video learning media and the group using the module learning media (P-value = 0.518). The average percentage of external male reproductive sistem kuis given treatment using modules and videos was 68.63 and 69.03. Meanwhile, the average percentage of kuis of the internal male reproductive sistem given treatment using modules and videos is 73.57 and 68.00. Conclusion: The use of video is no more effective as a medium for learning anatomy practicums, especially in learning the male reproductive system module at the Faculty of Medicine, Abdurrab University

    ASMA : LAPORAN KASUS

    Full text link
    Seorang pasien Perempuan berusia 46 tahun datang ke bagian IGD RS dengan keluhan sesak napas sejak 4 hari yang lalu. Sesak napas disertai bunyi ‘ngik’ hilanh timbul memberat pada saat aktivitas dan cuaca dingin. Riwayat batuk lama dan riwayat trauma disangkal. Pasien memiliki Riwayat sama sejak 28 tahun lalu. Pada pemeriksaan tanda vital ditemukan tekanan darah, nadi dan suhu dalam batas normal, frekuensi napas 22 x/menit, SpO2 95%. Status gizi pasien 36,3 (obesitas grade II). Pemeriksaan fisik thoraks inspeksi simetris, pada palpasi teraba fremitus taktil simetris, perkusi sonor pada kedua lapang paru, dan suara napas tambahan wheezing kedua lapang paru. Pada pasien dilakukan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan laboratorium darah rutin, pemeriksaan BTA, dan pemeriksaan rontgen. Hasil pemeriksaan laboratorium darah rutin dalam batas normal, pemeriksaan TCM TB not detected. Pemeriksaan rontgen thoraks dengan kesan Fibrosis paru dan kalsifikasi ec (bekas TB Paru). Pasien didiagnosis mengalami asma eksaserbasi. Pada pasien dilakukan, tatalaksana dengan obat bronkodilator atau kortikosteroid sistemik.A 46 year old female patient came to the emergency department of the hospital with complaints of shortness of breath since 4 days ago. Shortness of breath accompanied by a 'whimpling' sound that disappears becomes worse during activity and in cold weather. History of long-standing cough and history of trauma were denied. The patient has the same history since 28 years ago. On examination of vital signs, blood pressure, pulse and temperature were found to be within normal limits, respiratory rate 22 x/minute, SpO2 95%. The patient's nutritional status is 36.3 (grade II obesity). Physical examination of the chest inspection was symmetrical, on palpation palpable symmetrical tactile fremitus, sonor percussion in both lung fields, and additional wheezing breath sounds in both lung fields. The patient undergoes supporting examinations in the form of routine blood laboratory examinations, BTA examinations, and X-ray examinations. The results of the routine blood laboratory examination were within normal limits, the TCM TB examination was not detected. Chest x-ray examination with the impression of pulmonary fibrosis and EC calcification (former pulmonary TB). The patient was diagnosed as having an asthma exacerbation. In patients who do, treat with bronchodilator drugs or systemic corticosteroids

    IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN PERLINDUNGAN LANJUT USIA (PKH PLUS) DI KECAMATAN PAMEKASAN KABUPATEN PAMEKASAN

    Full text link
    Adanya aging population dan permasalahan kesejahteraan pada lanjut usia (lansia) tidak terlepas dari Kabupaten Pamekasan sebagai salah satu kabupaten dengan tingkat kemiskinan ekstrem di Jawa timur. Untuk mewujudkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 5 tahun 2007 Tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, kemudian disusunnya Nawa Bahkti Satya Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur yang pertama yaitu Jatim Sejahterah, guna mendukung terwujudnya kesejahteraan lansia yang terencana, terarah, dan berkelanjutan dalam bentuk Program Keluarga Harapan Perlindungan Lanjut Usia yang selanjutnya pada penelitian ini disebut dengan (PKH Plus). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Analisis teori menggunakan model implementasi George C Edward III. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa PKH Plus sudah dilaksanakan di Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan. Dalam pelaksanaannya Dinas Sosial Kabupaten Pamekasan sebagai pelaksana PKH Plus tingkat Kabupaten dibantu oleh koordinator dan pendamping PKH untuk menyalurkan informasi, melaksanakan program, dan melakukan monitoring evaluasi terhadap pelaksanaan PKH Plus di Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan. Kendala dalam melaksanakan PKH Plus yaitu terdapat data lansia dalam DTKS yang tidak sesuai, inkonsistensi pada teknik pelaksanaan, pembagian tugas pendamping yang kurang merata, dan fasilitas belum mewadahi. Optimalisasi perlu dilakukan agar lansia miskin dapat menerima bantuan secara merata.The aging of the population and problems with the welfare of the elderly cannot be separated from Pamekasan Regency as one of the districts with extreme poverty levels in East Java. To realize East Java Provincial Regulation Number 5 of 2007 concerning Elderly Welfare, the first Nawa Bahkti Satya Governor and Deputy Governor of East Java, namely Jatim Sejahterah, was drafted, namely Jatim Sejahterah, which aims to support the realization of planned, directed and sustainable elderly welfare in the form of a Provincial Regional Regulation. East Java. The Family Hope Program Elderly Protection, hereafter in this research, is called (PKH Plus). This research uses a qualitative descriptive research type. Theoretical analysis uses the George C Edward III implementation model. The results of this research show that PKH Plus has been implemented in Pamekasan District, Pamekasan Regency. In its implementation, the Pamekasan Regency Social Service as the district level PKH Plus implementer is assisted by PKH coordinators and assistants to disseminate information, implement programs, and monitor and evaluate the implementation of PKH Plus in Pamekasan District, Pamekasan. Area. Obstacles in implementing PKH Plus are the existence of data on elderly people in the DTKS that is not appropriate, inconsistent implementation techniques, uneven distribution of accompanying tasks, and inadequate facilities. Optimization needs to be done so that poor elderly people can receive assistance evenly

    EFEKTIVITAS PROGRAM APLIKASI SIPRAJA DALAM PELAYANAN ADMINISTRASI BERBASIS DIGITAL DI DESA KARANGTANJUNG KECAMATAN CANDI KABUPATEN SIDOARJO

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mendeskripsikan Efektivitas Program aplikasi SIPRAJA dalam pelayanan  Administrasi berbasis digital di Desa Karang Tanjung Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. Penelitian  menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik penentuan informan yang disebut purposive sampling. Informan yang dijadikan subjek penelitian terdiri dari Sekretaris Desa dan Kepala Seksi Pelayanan dan Masyarakat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  ialah  deskriptif  kualitatif  dengan  teknik  penentuan  informan yaitu purposive sampling. Informan dalam penelitian ini ialah Sekretaris Desa, Kepala Seksi Pelayanan dan Masyarakat.  Teknik  pengumpulan  Data  dapat  diperoleh  melalui  Wawancara,  Observasi,  dan  Dokumentasi. Adapun analisis data dalam penelitian ini menggunakan teori Milles dan Huberman, yaitu Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aplikasi SIPRAJA dibilang belum Efektif untuk Masyarakat Desa Karang tanjung dimana terdapat selisih antara pengajuan melalui Aplikasi SIPRAJA secara online dan offline. Sumber daya manusia sebagai operator hanya satu yaiitu sekretaris Desa dan kepala desa sebagai verivikator pengajuan. Kemudian dana pada Program ini masyarakat tidak dikenakan biaya apapun, serta masyarakat dapat menggunakan fasilitas sarana dan prasarana yang sudah disediakan di Kanto Desa. Jumlah dan mutu pelayanan sudah efektif, untuk menangani setiap pelayanan administrasi yang ada di SIPRAJA hanya membutuhkan waktu 5-10 menit. Berkaitan dengan tata cara pelayanannya sudah baik dan benar, namun masyarakat yang masih belum faham dalam teknologi memilih melakukan pengajuan administrasi secara offline ke Kantor Desa Karang Tanjung.This research aims to analyze and describe the effectiveness of the SIPRAJA application program in digital-based administrative services in Karang Tanjung village, Candi District, Sidoarjo Regency. This research uses a qualitative descriptive method with a technique for determining informants called purposive sampling. The informants who were used as research subjects consisted of the Village Secretary and the Head of the Community and Services Section. Data collection was carried out through interviews, observation and documentation. The method used in this research is descriptive qualitative with a technique for determining informants, namely purposive sampling. The informants in this research were the Village Secretary, Head of the Services and Community Section. Data collection techniques can be obtained through interviews, observation and documentation. The data analysis in this research uses Milles and Huberman's theory, namely data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions and verification. The research results show that the SIPRAJA Application is said to be not yet effective for the Karang Tanjung Village Community where there is a difference between online and offline applications via the SIPRAJA Application. There is only one human resource as operator, namely the Village secretary and the village head as application verifier. Then the community does not incur any costs for this program, and the community can use the facilities and infrastructure provided at Kanto Village. The number and quality of services are effective, handling each administrative service at SIPRAJA only takes 5-10 minutes. Regarding the service procedures, they are good and correct, but people who still don't understand technology choose to submit administrative applications offline to the Karang Tanjung Village Office

    1,530

    full texts

    1,637

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Abdurrab
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇