Jurnal Universitas Abdurrab
Not a member yet
1637 research outputs found
Sort by
STRATEGI KOMISI PEMILIHAN UMUM (KPU) KABUPATEN TANGERANG DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT PADA PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF TAHUN 2024
Penyelenggara pemilu seringkali sulit dilaksanakan karena rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemilihan legislatif. Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tangerang mengalami fenomena peningkatan partisipasi politik pada tahun 2024, partisipasi politik yang tinggi merupakan indikator penting dalam keberlangsungan demokrasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi KPU Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat serta faktor yang dapat mempengaruhi peningkatan partisipasi politik masyarakat pada pemilihan legislatif tahun 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun narasumber dalam penelitian ini yaitu komisioner KPU dan tiga orang masyarakat Kabupaten Tangerang. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Tangerang berjalan dengan efektif terbukti dengan meningkatnya partisipasi politik dan pemahaman pemilih dengan partisipasi yang mencapai 88,40%, meningkat 9,17% dari pemilu 2019. strategi KPU Kabupaten Tangerang tahun 2024 terbagi menjadi empat kategori, yaitu strategi organisasi, program, sumber daya dan kelembagaan. sedangkan faktor yang mendukung peningkatan partisipasi politik masyarakat Kabupaten Tangerang adalah kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang politik, serta keterlibatan calon legislatif dan partai politik.Election organizers are often difficult to implement due to low public participation in legislative elections. The Tangerang Regency General Election Commission is experiencing the phenomenon of increased political participation in 2024. High political participation is an important indicator in the sustainability of democracy. The purpose of this research is to find out the strategy of the Tangerang Regency KPU in increasing community political participation and the factors that can influence the increase in community political participation in the 2024 legislative elections. The method used in this research is a qualitative method with a descriptive approach, data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. The sources in this research are KPU commissioners and three people from the Tangerang Regency community. The results showed that the strategy carried out by the KPU of Tangerang Regency was effective as evidenced by the increase in political participation and understanding of voters with participation reaching 88.40%, an increase of 9.17% from the 2019 election. the strategy of the KPU of Tangerang Regency in 2024 is divided into four categories, namely organizational, program, resource and institutional strategies. while the factors that support the increase in political participation of the people of Tangerang Regency are public awareness and knowledge about politics, as well as the involvement of legislative candidates and political parties
IMPLEMENTASI PROGRAM BAJAK GRATIS BRIGADE ALSINTAN BAGI PETANI SEBAGAI PROGRAM UNGGULAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN TANAH DATAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat Implementasi Program Bajak Gratis Brigade Alsintan Bagi Petani Sebagai Program Unggulan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana dalam metode tersebut memiliki tujuan untuk mendeskrisikan hal yang terjadi sesuai dengan kondisi disaat penelitian dilakukan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Implementasi Program Bajak Gratis Brigade Alsintan terdapat faktor faktor pendukung diantaranya Pertama, adanya regulasi yang jelas, dengan dasar hukumnya Peraturan Bupati Nomor 54 Tahun 2022. Regulasi ini memberikan panduan dan kerangka kerja yang pasti bagi semua pihak yang terlibat, termasuk pemerintah daerah, manajer alsintan, dan kelompok tani. Kedua, dukungan penyuluh pertanian, yang mana mereka bertanggung jawab memberikan pengarahan, pembinaan, dan penyuluhan kepada petani, serta mendampingi mereka dalam penggunaan dan perawatan alat mesin pertanian (alsintan). Adapun Faktor faktor penghambat meliputi Pertama, terbatasnya kuota layanan dalam program bajak gratis. Kedua, Program Bajak Gratis belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan petani saat ini. Para petani lebih membutuhkan ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau, karena harga pupuk yang mahal sangat memberatkan biaya produksi mereka.This study aims to determine the Supporting Factors and Inhibiting Factors in the Implementation of the Free Plowing Program of the Alsintan Brigade for Farmers as a Leading Program of the Tanah Datar Regency Government. In this study, the researcher used a qualitative descriptive method where the method aims to describe what happened according to the conditions when the research was conducted. Data collection techniques in this study were interviews and documentation. Data were analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The results of the study showed that the Implementation of the Free Plowing Program of the Alsintan Brigade had supporting factors, including First, the existence of clear regulations, with the legal basis being Regent Regulation Number 54 of 2022. This regulation provides definite guidance and framework for all parties involved, including local governments, alsintan managers, and farmer groups. Second, support from agricultural extension workers, who are responsible for providing direction, guidance, and counseling to farmers, as well as assisting them in the use and maintenance of agricultural machinery (alsintan). The inhibiting factors include First, the limited service quota in the free plowing program. Second, the Free Plowing Program has not fully met the needs of farmers today. Farmers need more availability of fertilizer at affordable prices, because the expensive price of fertilizer is very burdensome for their production costs
ANALISIS KONFLIK MASYARAKAT DAN PEMERINTAH TERHADAP DAMPAK TRANSPORTASI ANGKUTAN PERTAMBANGAN BATU BARA DI KABUPATEN INDRAGIRI HULU
Keberadaan tambang batu bara di Kabupaten Indragiri Hulu merupakan sektor yang berfungsi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) apabila di kelola dengan baik, tetapi dengan adanya aktifitas angkutan tambang batu bara yang menggunakan jalan umum memicu konflik antara Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu dengan masyarakat setempat. Hubungan yang bersifat konflik tersebut tidak terlepas dari adanya dampak ekologis yang diakibatkan oleh aktifitas tambang batu bara, yang mana pemerintah daerah tidak memiliki komitmen dalam menjaga kualitas lingkungan masyarakat. Dalam penelitian ini penulis ingin menganalisis bagaimana dinamika konflik yang terjadi antara masyarakat sipil dengan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu terkait aktifitas pertambangan batu bara di Kabupaten Indragiri Hulu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya ketidak percayaan masyarakat pada Pemerintah Daerah terkait kebijakan yang mengatur tentang transportasi hasil tambang yang cenderung menguntungkan perusahaan tambang, pada aspek negosiasi prinsip adanya perbedaan pandangan antara Pemerintah Daerah dengan masyarakat terkait aktifitas pengangkutan batu bara yang menggunakan jalan umum, dan adanya kebutuhan warga yang terhalangi akibat dampak transportasi tambang batu bara.The existence of coal mines in Indragiri Hulu Regency is a sector that functions to increase Regional Original Income (PAD) if managed well, but the existence of coal mine transportation activities using public roads has triggered conflict between the Indragiri Hulu Regency Government and the local community. This conflictual relationship cannot be separated from the ecological impact caused by coal mining activities, where the local government has no commitment to maintaining the quality of the community's environment. In this research, the author wants to analyze the dynamics of conflict between civil society and the Indragiri Hulu Regency Government regarding coal mining activities in Indragiri Hulu Regency. This research uses qualitative methods. The results of the research are that there is public distrust in the Regional Government regarding policies governing the transportation of mining products which tend to benefit mining companies, in the principle negotiation aspect there are differences in views between the Regional Government and the community regarding coal transportation activities using public roads, and the needs of residents which is hampered by the impact of coal mining transportation
HASIL PEMERIKSAAN TELUR SOIL TRANSMITTED HELMINTH MENGGUNAKAN CAMPURAN PEWARNA ALAMI DARI DAUN MIANA DAN KULIT BUAH NAGA
The simplest method for checking worm eggs is by a native technique using a 2% eosin reagent. Eosin itself has properties that are not easily decomposed, causing hazardous and easily flammable waste. Hence, an alternative staining method is needed, environmentally friendly, using natural materials, such as natural dye substances. This research aims to understand the depiction of results in examining Soil Transmitted Helminth (STH) eggs using mint leaves and dragon fruit skin as alternative reagents. The research method involves examining feces using a direct method (wet preparation) to detect worm eggs in feces directly using a 2% Eosin solution. The comparison results between dragon fruit peel extract concentration using aquadest, tested with SPSS analysis version 20 using the Kruskal-Wallis method with a significance value of 0.09 ≥ 0.05, indicating significantly different research outcomes. Thus, it can be concluded that there is no difference in staining quality compared to the control. The conclusion drawn from this study is that there's no difference in staining worm egg suspensions using mint leaf extract. This is evident as when observing the worm egg suspension using mint leaf extract, the worm eggs were not clearer, unlike with dragon fruit skin and miana.Pemeriksaan telur cacing yang paling sederhana adalah dengan metode natif menggunakan reagen eosin 2%. Eosin sendiri memiliki sifat tidak mudah terurai, dan menimbulkan limbah yang berbahaya serta mudah terbakar, sehingga diperlukan pewarnaan alternatif pengganti yang bersifat lebih ramah lingkungan sehingga diperlukan alternatif metode pewarnaan menggunakan bahan alam seperti dengan pemanfaatan zat pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan telur STH (Soil Transmitted Helminth) menggunakan daun miana dan kulit buah naga sebagai reagen alternatif. Metode penelitian ini adalah Pemeriksaan feses dengan menggunakan metode langsung (sediaan basah) adalah metode pemeriksaan feses yang digunakan untuk mengetahui telur cacing pada tinja secara langsung dengan menggunakan larutan Eosin 2%. Hasil Perbandingan konsentrasi ekstrak kulit buah naga dengan menggunakan aquadest yang menggunakan uji analisis spss versi 20 dengan metode Kruskal Walls dengan nilai sig 0,09 ≥ 0,05 artinya hasil penelitian berbeda signifikan maka dapat disimpulkan bahwa ada tidak ada perbedaan hasil terhadap kualitas pewarna dengan kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak ada perbedaan dalam pewarnaan suspensi telur cacing menggunakan ekstrak daun miana hal ini dapat ditandai dengan saat dilakukan pengamatan suspensi telur cacing menggunakan ekstrak daun miana telur cacingnya tidak terlihat lebih jelas, sedangkan pada kulit buah naga dan daun miana
The Demineralization Optimization for Chitosan Synthesis from Crab Shell Waste (Portunus pelagicus)
Chitosan, gelatin, albumin, and sodium alginate are examples of natural polymers that are often utilized as a basis material for polymeric nanoparticles. The deacetylation of chitin molecules produces the formation of chitosan. Chitin, protein, CaCO3, MgCO3, and astaxanthin pigment are all found in crab shells. Crab shell is an undervalued potential waste. Despite the fact that copious crab shell waste can be used to produce raw materials and industrial products. According to the findings of Mohadi et al (2014), chitosan was extracted with a yield of 70.71% and a deacetylation degree of 76.6%. Previous research on optimizing chitosan synthesis has involved changing the base reagent at the deacetylation stage. The results showed that a 50% concentration of KOH reagent produced the best chitosan properties. Another study on the synthesis of chitosan from crab shells got a yield of 70.4%, and the following analysis showed that this high yield is due to the amount of calcium. Therefore, demineralization in the synthesis of chitosan from crab shells must be optimized. The calcium content was measured after optimization with various solvent concentration variations. The best demineralization optimization results use 3 M hydrochloric acid with a decrease in calcium content of 97.75%.Polimer alam yang biasa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan nanopartikel polimerik antara lain kitosan, gelatin, albumin, dan natrium alginat. Senyawa kitin melalui proses deasetilasi akan menghasikan produk yaitu kitosan. Cangkang rajungan mengandung kitin, protein, CaCO3 serta sedikit MgCO3 dan pigmen astaxanthin. Cangkang rajungan merupakan limbah potensial yang kurang dimanfaatkan. Padahal limbah cangkang rajungan yang melimpah itu dapat dimanfaatkan untuk bahan baku dan produk industri. Berdasarkan hasil penelitian Mohadi dkk (2014), didapatkan hasil kitosan yang telah diisolasi dengan rendemen sebesar 70,71% dan derajat deasetilasi sebesar 76,6%. Penelitian sebelumnya terkait optimasi sintesis kitosan yaitu dengan variasi pereaksi basa pada tahap deasetilasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pereaksi KOH dengan konsentrasi 50% memberikan hasil kitosan dengan karakteristik terbaik. Penelitian lain tentang sintesis kitosan dari cangkang rajungan ini, didapatkan rendemen sebesar 70,4% dan setelah diteliti lebih lanjut rendemen yang besar ini berasal dari jumlah kalsium sehingga perlu dilakukan optimasi demineraliasi (penghilangan kalsium) pada sintesis kitosan dari cangkang rajungan. Optimasi dilakukan dengan berbagai variasi konsentrasi pelarut, lalu diuji kadar kalsiumnya. Hasil demineralisasi terbaik menggunakan pelarut asam klorida 3M , dengan penurunan kadar kalsium 97,75%
MSC Secretome's Antibacterial Activity on P. aeruginosa Isolated from Diabetic Ulcer Patient
The study aims to determine the antibacterial activity of adipose tissue-derived Mesenchymal Stem Cell (MSC) secretome against P. aeruginosa bacteria isolated from diabetic ulcer patients. Bacteria were isolated from specimens obtained from diabetic ulcer patient and identified using MacConkey and Blood Agar media followed by Polymerase Chain Reaction (PCR) molecular identification. Confirmed P. aeruginosa bacteria were used to evaluate the MSC secretome's antibacterial activity via the Kirby-Bauer method. Isolated bacteria grew on MacConkey media as gram-negative, non-lactose-fermenting bacteria, showing hemolytic capabilities on Blood Agar media. PCR identification yielded positive results for P. aeruginosa. In antibacterial activity testing against isolated bacteria, MSC secretome at concentrations of 1.25%, 2.5%, 5%, and 10% exhibited efficacy with average inhibitory zones measuring 8.17 mm, 8.23 mm, 8.52 mm, and 9.30 mm, respectively. The MSC secretome demonstrates antibacterial activity against P. aeruginosa bacteria isolated from diabetic ulcer patients.Studi ini bertujuan menentukan aktivitas antibakteri sekretom Mesenchymal Stem Cell (MSC) yang berasal dari jaringan adiposa terhadap bakteri P. aeruginosa yang diisolasi dari pasien ulkus diabetikum. Bakteri diisolasi dari spesimen yang diperoleh dari pasien ulkus dibetikum dan diidentifikasi menggunakan media MacConkey dan Blood Agar, diikuti oleh identifikasi molekuler menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Bakteri P. aeruginosa yang terkonfirmasi digunakan dalam pengujian aktivitas antibakteri sekretom MSC melalui metode Kirby-Bauer. Bakteri yang diisolasi tumbuh pada media MacConkey sebagai bakteri gram-negatif, non-fermentasi laktosa, dan menunjukkan kemampuan hemolitik pada media Blood Agar. Identifikasi PCR memberikan hasil positif untuk P. aeruginosa. Dalam pengujian aktivitas antibakteri terhadap bakteri yang diisolasi, sekretom MSC pada konsentrasi 1.25%, 2.5%, 5%, dan 10% menunjukkan efikasi dengan rata-rata zona hambat masing-masing sebesar 8.17 mm, 8.23 mm, 8.52 mm, dan 9.30 mm. Sekretom MSC menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri P. aeruginosa yang diisolasi dari pasien ulkus diabetikum
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Masyarakat Untuk Memilih Terapi Bekam Di Rumah Sehat Islamic Nurse Kota Pekanbaru Tahun 2024
Nowadays, complementary medicine is increasingly in demand by the public, including cupping therapy. There are various reasons, factors and considerations that cause a person to prefer cupping complementary treatment over other types of treatment. The purpose of this study was to determine the factors that influence people to choose cupping therapy at Rumah Sehat Islamic Nurse. This study uses a quantitative research approach with descriptive methods. The population in this study were all people who chose cupping therapy at the Islamic Nurse Healthy House. The number of samples in this study were 68 respondents using accidental sampling technique. Unvariate data analysis techniques with data collection techniques using questionnaires. The results obtained from this study based on the mean value show that there is an influence of religious factors that influence people in choosing cupping therapy with a mean value of 14.35; psychological factors with a mean value of 13.46; knowledge factors with a mean value of 13.01; social factors with a mean value of 12.91; economic factors with a mean value of 12.44; cultural factors with a mean value of 11.10; personality factors with a mean niali of 10.07.The factor with the highest mean value influencing people to choose cupping therapy is religious factors and the factor with the lowest mean value influencing people to choose cupping therapy is personality factors. Suggestion: so that people can know the factors that influence in choosing cupping therapy and can add insight into cupping therapy.Dewasa ini pengobatan komplementer semakin banyak diminati masyarakat, diantaranya adalah terapi bekam. Ada Beragam alasan, faktor dan pertimbangan yang menyebabkan seseorang lebih memilih pengobatan komplementer bekam dari pada pengobatan jenis lainnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat untuk memilih terapi bekam di Rumah Sehat Islamic Nurse. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang memilih terapi bekam di Rumah Sehat Islamic Nurse. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 68 orang responden menggunakan teknik sampling accidental sampling. Teknik analisa data unvariat dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini berdasarkan nilai mean menunjukkan bahwa terdapat pengaruh faktor agama yang mempengaruhi masyarakat dalam memilih terapi bekam dengan nilai mean 14,35; faktor psikologis dengan nilai mean 13,46; faktor pengetahuan dengan nilai mean 13,01; faktor sosial dengan nilai mean 12,91; faktor ekonomi dengan nilai mean 12,44; faktor faktor budaya dengan nilai mean 11,10; faktor kepribadian dengan niali mean 10,07. Faktor dengan nilai mean paling tinggi mempengaruhi masyarakat untuk memilih terapi bekam adalah faktor agama dan faktor dengan nilai mean paling rendah mempengaruhi masyarakat untuk memilih terapi bekam adalah faktor kepribadian. Saran: agar masyarakat dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dalam memilih terapi bekam serta dapat menambah wawasan tentang terapi beka
The Relationship between Intensity of Smartphone Use and Nomophobia Incidence
The use of smartphone has increased rapidly in recent years, which can cause problems. This study aims to determine the relationship between the intensity of smartphone use and the incidence of nomophobia. This study used descriptive correlation design and cross sectional approach. The sample of this study was 257 respondents who were taken based on inclusion criteria using proportionate stratified random sampling technique. The analysis used was bivariate analysis using the Spearman Rho test. The most results were 215 respondents had the intensity of smartphone use in the moderate category, as many as 8 respondents experienced mild nomophobia (3.7%), 140 respondents experienced moderate nomophobia (65.1%), and 67 respondents experienced severe nomophobia 31.2%). The results of the Spearman Rho test showed that there was a significant relationship between the intensity of smartphone use and the incidence of nomophobia, with a p value (0.000) < α (0.05), with a correlation coefficient of r = 0.377 (moderate relationship) with a positive direction, which means that the higher the intensity of smartphone use, the higher the level of nomophobia. The intensity of smartphone use has a significant relationship with the incidence of nomophobia.
 
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA MINUMAN FUNGSIONAL DARI EKSTRAK DAGING KERANG LENTERA (Lingula unguis)
ABSTRACT
The use of natural ingredients as a source of natural antioxidants in making healthy foods and drinks, supplements and medicines continues to grow. The antioxidants produced by the human body are not enough to fight excessive free radicals in the body, for this reason the body needs antioxidant intake from outside. It is very possible for lamp shell to be developed as healthy food and drink products, supplements and medicines because shellfish are a source of vitamin B12 and an important nutrient for health. This research was conducted to determine the best formulation of the lantern clam herbal drink and to determine the antioxidant content of the lantern clam herbal drink. The method used in this research consists of 4 stages. Phase I is the preparation of raw materials and the manufacture of lantern shellfish extract. Phase II Testing Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Phase III research is making herbal drinks from lantern clam meat extract and determining the best formulation of the herbal drink through a hedonic test and phase IV research is antioxidant testing of the best formulation to determine the antioxidant content in the lantern clam herbal drink. The research results showed that the best formula for herbal drinks based on consumer acceptance tests was F3 (30%) with 30% lantern clam meat extract formula. The antioxidant activity content of the best formulation is with an LC50 value of 74.30 with strong antioxidant activity where the IC50 is 51-100 ppm.
Keywords: lamp shell, herbal drink, antioxcidantABSTRAK
Pemanfaatan bahan alam sebagai sumber antioksidan alami dalam pembuatan makanan dan minuman sehat, suplemen maupun obat-obatan terus berkembang. Antioksidan yang dihasilkan tubuh manusia tidak cukup untuk melawan radikal bebas yang berlebihan didalam tubuh, untuk itu tubuh memerlukan asupan antioksidan dari luar. Kerang lentera sangat memungkinkan untuk dikembangkan sebagai produk makanan dan minuman sehat, suplemen maupun obat-obatan sebab kerang merupakan sumber vitamin B12 dan nutrisi penting bagi kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui formulasi terbaik minuman herbal kerang lentera serta mengetahui kandungan antioksidan dari minuman herbal kerang lentera. Metode yang digunakan pada penelitian ini terdiri atas 4 tahapan. Tahap I adalah preparasi bahan baku dan pembuatan ekstrak kerang lentera. Tahap II Pengujian Brine shrimp Lethality Test (BSLT). Penelitian tahap III yaitu pembuatan minuman herbal dari ekstrak daging kerang lentera dan penentuan formulasi terbaik dari minuman herbal melalui uji hedonik dan penelitian tahap IV yaitu uji antioksidan dari formulasi terbaik untuk mengetahui kandungan antioksidan dalam minuman herbal kerang lentera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula terbaik dari minuman herbal berdasarkan uji penerimaan konsumen yaitu F3 (30%) dengan formula ekstrak daging kerang lentera 30%. Kandungan aktivitas antioksidan dari formulasi terbaik yaitu dengan nilai LC50 74,30 dengan aktivitas antioksidan kuat dimana IC50 bernilai 51-100 ppm.
.
Kata kunci: kerang lentera, minuman herbal, antioksidan
 
IDENTIFIKASI PERILAKU DEFORMASI VERTIKAL BERDASARKAN HASIL PEMANTAUAN MULTILAYER SETTLEMENT SAAT PELAKSANAAN TIMBUNAN BENDUNGAN AMERORO
Bendungan Ameroro berlokasi di Sulawesi Tenggara dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang hingga saat masih dalam proses penimbunan. Deformasi bendungan sebenarnya sudah mulai terjadi sejak proses konstruksi bendungan dan kemudian berlanjut pada masa operasional bendungan setelah konstruksi selesai. Oleh karena itu, pengamatan dan analisis deformasi tubuh bendungan sangat penting dilakukan sejak masa konstruksi untuk menghindari terjadinya kegagalan bendungan di kemudian hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku deformasi internal vertikal Bendungan Ameroro berdasarkan data hasil monitoring Multilayer Settlement . Identifikasi dimaksudkan untuk menilai perilaku normal atau abnormal zona inti timbunan bendungan dengan data pembacaan instrumen Multilayer Settlement yang dipasang pada Bendungan Ameroro untuk mengetahui perilaku deformasinya berdasarkan rujukan empiris. Grafik pembacaan hasil monitoring Multilayer Settlement menunjukan bahwa pada plat magnet paling bawah IMS 1-8 sudah mengalami penurunan yang stagnan pada elevasi timbunan +88,50 m sehingga diprediksi pada kenaikan timbunan berikutnya deformasinya akan stabil. Batas normal yang dirujuk adalah ketika ketinggian timbunan kurang dari 50 m total penurunan umumnya berada pada urutan kurang dari 1% sampai dengan 2,5%. Dari hasil analisis, nilai settlement pada inti Bendungan Ameroro yang terjadi masih dalam ambang batas normal.The Ameroro Dam, located in Southeast Sulawesi, was built by the Ministry of Public Works and Public Housing and is currently still in the process of filling. Dam deformation actually started to occur during the dam construction process and then continued during the dam's operational period after construction was completed. Therefore, it is very important to observe and analyze the deformation of the dam body since the construction period to avoid dam failure in the future. This research aims to identify the vertical internal deformation behavior of the Ameroro Dam based on data from Multilayer Settlement monitoring results. The identification is intended to assess the normal or abnormal behavior of the core zone of the dam embankment using reading data from the Multilayer Settlement instrument installed at the Ameroro Dam to determine its deformation behavior based on empirical references. The reading graph of the Multilayer Settlement monitoring results shows that the bottom magnetic plate of IMS 1-8 has experienced a stagnant decline at the embankment elevation of +88.50 m so that it is predicted that at the next embankment increase the deformation will be stable. The normal limit referred to is when the height of the embankment is less than 50 m, the total settlement is generally in the order of less than 1% to 2.5%. From the results of the analysis, the settlement value at the core of the Ameroro Dam that occurred was still within normal limits