1,720,976 research outputs found

    PENGARUH PEMBERDAYAAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA FASILITATOR MELALUI KOMPETENSI PADA PROGRAM KOTA TANPA KUMUH (KOTAKU) PROVINSI JAMBI

    Get PDF
    Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Provinsi Jambi merupakan salah satu provinsi yang melaksanakan program pemerintah untuk mewujudkan amanah RPJMN 1 2015-2019 menangani kawasan permukiman kumuh di perkotaan. Fasilitator Program KOTAKU mempunyai peranan penting terhadap pencapaian target program tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keterkaitan antara motivasi, pemberdayaan, kompetensi dan kinerja Fasilitator Program KOTAKU Provinsi Jambi. Sampel pada penelitian ini adalah Fasilitator Program KOTAKU Provinsi Jambi dengan jumlah responden sebanyak 50 orang. Metode analisis data berupa analisis kuantitatif dan menggunakan alat analisis data Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data runtutan waktu dari tahun 2016 sampai 2019 yang berasal dari Program KOTAKU Provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan survey explanatory yang bersifat verifikatif untuk menguji teori dan menggunakan instrumen kuesioner google form. Desain penelitian ini adalah studi korelasional yang menggambarkan hubungan antar variabel serta teknik analisis data menggunakan path analysis. Hasil penelitian menunjukkan pemberdayaan memiliki pengaruh terhadap kompetensi, motivasi memiliki pengaruh terhadap kompetensi, pemberdayaan memiliki pengaruh terhadap kinerja, motivasi memiliki pengaruh terhadap kinerja, kompetensi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja, pemberdayaan terhadap kinerja melalui kompetensi membentuk efek mediasi parsial, motivasi terhadap kinerja melalui kompetensi membentuk efek mediasi parsial pada Fasilitator Program KOTAKU Provinsi Jambi. Berdasarkan nilai R-Square diketahui bahwa variabel kompetensi dapat dijelaskan oleh pemberdayaan dan motivasi sebesar 4,5% selebihnya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kinerja dapat dijelaskan oleh pemberdayaan, motivasi, dan kompetensi sebesar 39% selebihnya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian in

    Pengaruh Pemberian Minuman Probiotik terhadap Pola Defekasi

    Get PDF
    Latar Belakang : Banyak orang mengalami gangguan pencernaan, salah satunya yaitu konstipasi. Insiden konstipasi tidak hanya dialami oleh lanjut usia tetapi juga pada anak dan dewasa, hal ini meningkat sejalan dengan perubahan pola dan komposisi diet serta pengaruh faktor sosio-psikologi yang akan mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Muncul produk pangan fungsional berbasis susu yang disebut yogurt-probiotik yang memiliki efek meningkatkan frekuensi defekasi, memperbaiki konsistensi feses dan penurunan kejadian konstipasi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian minuman probiotik terhadap pola defekasi. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu menggunakan metode randomized pre and post test control groups design dengan 40 subyek mahasiswi Asrama Prodi Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Semarang yang dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama yaitu perlakuan dengan memberikan minuman susu fermentasi yang mengandung 6,5x109 koloni bakteri Lactobacillus casei strain shirota sebanyak 65 ml selama satu minggu dan kelompok kedua yaitu kelompok kontrol dengan pemberian susu skim tanpa fermentasi. Cara pengambilan subyek menggunakan metode consecutive sampling dan simple random sampling. Pola defekasi terdiri dari frekuensi defekasi, lama defekasi, tingkat kesulitan defekasi dan konsistensi feses. Data asupan serat dan cairan diperoleh melalui kuesioner food recall. Aktifitas fisik diperoleh dari kuesioner aktifitas fisik. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis dan Mann-Whitney. Hasil : Terdapat peningkatan yang signifikan pada frekuensi defekasi (p=0,002), serta penurunan yang signifikan pada tingkat kesulitan defekasi (p=0.004) dan konsistensi feses (p=0.024) setelah mengkonsumsi minuman probiotik yang mengandung Lactobacillus casei strain shirota selama satu minggu. Simpulan : Pemberian minuman probiotik yang mengandung bakteri Lactobacillus casei strain shirota meningkatkan frekuensi defekasi, menurunkan skor tingkat kesulitan defekasi dan memperbaiki konsistensi feses

    PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MEMETIK SAYUR MELALUI METODE PENUGASAN PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN DI PPT MUTIARA BUNDA BENOWO SURABAYA

    Get PDF
    Untari. 2019. Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Memetik Sayur Melalui Metode Penugasan Pada Anak Usia 3-4 Tahun di Pos Paud Terpadu Mutiara Bunda Benowo Surabaya. Program Studi S1 Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Latar belakang penelitian dilaksanakan karena perkembangan motorik halus anak belum berkembang secara maksimal. Hal ini dikarenakan kurangnya rangsangan yang diterima oleh anak dalam kegiatan sehari-hari, metode pembelajaran yang belum sesuai, serta kurangnya kreativitas guru dalam penyediaan media pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi peningkatan kemampuan motorik halus memetik sayur melalui metode penugasan pada anak usia 3-4 tahun. Metode penelitian data yang di pakai penelitian diperoleh dari penelitian tindakan kelas dengan menggunakan dua jenis siklus dan setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi di Pos Paud Terpadu, dengan analisis pendekatan observasi dan dokumentasi yang berjumlah 18 anak. Kemudian data dikumpulkan sehingga menjelaskan temuan dan persentase. Hasil penelitian merupakan dari pra siklus kondisi perkembangan motorik halus sebesar 30,5% anak masih belum berkembang ( BB ). Pada siklus I perkembangan mengenal fungsi anggota tubuh ( jari tangan ) melalui kegiatan memetik sayur mencapai 40,2%. Sedangkan siklus II naik menjadi 82,6%. Pada siklus I perkembangan menggunakan anggota tubuh ( jari tangan ) melalui kegiatan memetik sayur mencapai 43% . Sedangkan siklus II naik menjadi 85,35%. Hasil penelitian ini berdasarkan kedua jenis siklus yang dilakukan di penelitian ini, terdapat temuan kesimpulan akhir berada pada kategori berkembang sangat baik. Simpulan secara umum penelitian yang dilakukan untuk mengevaluasi peningkatan kemampuan motorik halus memetik sayur melalui metode penugasan pada anak usia 3-4 tahun di Pos Paud Terpadu Mutiara Bunda membuktikan bahwa kedua jenis yang dilakukan penelitian ini, terdapat temuan kesimpulan akhir pada kategori berkembang sangat baik

    PENGEMBANGAN KOMIK DIGITAL TABLE MANNER PADA JAMUAN MAKAN FORMAL UNTUK PEMBELAJARAN TATA HIDANG DI SMK NEGERI 4 YOGYAKARTA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengembangkan komik digital sebagai media pembelajaran table manner; 2) Mengetahui kelayakan komik digital table manner menurut ahli materi; 3) Mengetahui kelayakan komik digital table manner menurut ahli media; 4) Mengetahui kelayakan komik digital table manner dari aspek pengguna. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development model 4D (Define, Design, Development, Dissemination). Penelitian dilaksanakan tanggal 6 Februari hingga 6 Juni 2018. Subjek penelitian yaitu 2 ahli materi, 1 ahli media, dan siswa kelas XI Patiseri 1 dan 2 SMK Negeri 4 Yogyakarta. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan angket. Instrumen penelitian berupa angket tertutup. Hasil validasi instrumen dinyatakan layak digunakan untuk penelitian oleh ahli media dan ahli materi. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian berupa penilaian kelayakan komik digital dari ahli materi, ahli media, dan pengguna. Penilaian pengguna dilakukan dengan uji coba terbatas dan skala besar. Hasil yang diperoleh yaitu 1) Kelayakan komik digital dari ahli materi memperoleh rerata 3,51 dengan kategori Sangat Layak, 2) Kelayakan komik digital dari ahli media memperoleh rerata 3,82 dengan kategori Sangat Layak, 3) Uji coba terbatas memperoleh rerata 3,63 dengan kategori Sangat Layak, 4) Uji skala besar memperoleh rerata 3,47 dengan kategori Sangat Layak. Dengan demikian, komik digital table manner layak digunakan sebagai media pembelajaran tata hidang di SMK Negeri 4 Yogyakarta

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Peran Guru Dalam Pembelajaran Musik Gamelan Untuk Menanamkan Nilai Kerja Sama Pada Siswa SMPN 12 Semarang: Peran Guru Dalam Pembelajaran Musik Gamelan Untuk Menanamkan Nilai Kerja Sama Pada Siswa SMPN 12 Semarang

    No full text
    Peran seorang guru memegang peranan yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran dalam menentukan keberhasilan pendidikan. Peran guru tersebut meliputi berbagai aspek seperti pengelolaan kurikulum, penggunaan metode, dan pemanfaatan media ajar, khususnya dalam pembelajaran seni musik, seperti musik gamelan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran guru dalam proses pembelajaran musik gamelan di SMPN 12 Semarang untuk menanamkan nilai kerja sama pada siswa. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan landasan pedagogik, psikologi anak, dan musikologi. Analisis data penelitian ini menyimpulkan bahwa peran guru merupakan faktor penting dalam keberhasilan proses belajar mengajar musik gamelan mencakup aspek kepribadian, proses, motivasi dan produk. Selain itu, nilai-nilai dalam kerja sama diterapkan dalam pembelajaran. Nilai-nilai ini sangat relevan dan sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia dalam memperkuat pendidikan karakter di tingkat sekolah

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore