29 research outputs found

    Eksistensi Majelis Al-Awwabien Dalam Mengamalkan Ritual Ratib Al-Haddad Di Kota Palembang Tahun 1985-2008

    No full text
    Abstrak: Penelitian ini di uraikan dalam tiga pokok bahasan rumusan masalah yaitu; (1). Majelis Al-Awwabien sebagai organisasi penyebar Ratib al-Haddad di Kota Palembang; (2). Ciri khas yang dibawakan oleh Majelis Al-Awwabien dalam pembacaan Ratib al-Haddad di Kota Palembang; (3). Mencari pengaruh Ratib al-Haddad pada jama’ah majelis al-Awwabien di Kota Palembang. Tujuan dilakukan penelitian ini ialah untuk mengeksplorasi pengaruh salah satu ajaran Islam klasik dalam mengamalkan sebuah ritual keagamaan, yakni ritual dzikir Ratib Al-Haddad di majelis Al-Awwabien Palembang. Penelitian ini juga bertujuan mengetahui ciri khas Majelis Al-Awwabien dalam mengamalkan Ratib al-Haddad. Dan memahami pengaruh Ratib al-Haddad pada jama’ah majelis al-Awwabien di Palembang. Studi ini menggunakan metode penelitian historis dengan menggunakan pendekatan agama dan antropologi. Penelitian ini dilakukan berdasarkan data yang tepat melalui wawancara tiga informan yaitu Habib Ali Karor al-Haddad, Ustadz Abul Hasan Assyadzili dan Ustadz Ilyas. Hasil penelitian ini sebagaimana diketahui, dzikir Ratib Al-Haddad umumnya diamalkan oleh masyarakat keturunan Arab Hadramaut. Setelah majelis al-Awwabien yang didirikan oleh KH. Ali Umar Thoyyib pada tahun 1985 mengajarkan dzikir Ratib al-Haddad kepada masyarakat, secara perlahan menjadi amalan yang populer diluar lingkungan keturunan Arab. Jenis bacaan Ratib al-Haddad yang di ajarkan oleh majelis al-Awwabien sedikit berbeda dengan yang diamalkan oleh kalangan umum, yakni penambahan dzikir lainnya. Majelis Al-Awwabien sangatlah berpengaruh terhadap masyarakat Palembang sehingga menjadi lebih religius.Kata Kunci: Dzikir, Ratib A-Haddad, Majelis al-AwwabienAbstrack: This research is described in three main issues of problem formulation, namely; (1). Al-Awwabien Assembly as the organization that spreads Ratib al-Haddad in Palembang City; (2). Characteristics brought by the Al-Awwabien Assembly in the reading of Ratib al-Haddad in Palembang City; (3). Looking for the influence of Ratib al-Haddad on the al-Awwabien congregation in the city of Palembang. The purpose of this research is to explore the influence of one of the classical Islamic teachings in practicing a religious ritual, namely the dhikr ritual of Ratib Al-Haddad in the Al-Awwabien assembly in Palembang. This study also aims to determine the characteristics of the Al-Awwabien Assembly in practicing Ratib al-Haddad. And understand the influence of Ratib al-Haddad on the al-Awwabien congregation in Palembang. This study uses historical research methods using religious and anthropological approaches. This research was conducted based on accurate data through interviews with three informants, namely Habib Ali Karor al-Haddad, Ustadz Abul Hasan Assyadzili and Ustadz Ilyas. The results of this study, as is known, the dhikr of Ratib Al-Haddad is generally practiced by people of Hadramaut Arab descent. After the al-Awwabien assembly founded by KH. Ali Umar Thoyyib in 1985 taught the dhikr of Ratib al-Haddad to the public, slowly became a popular practice outside the Arab descent environment. The type of Ratib al-Haddad reading taught by the al-Awwabien assembly is slightly different from that practiced by the general public, namely the addition of other dhikr. The Al-Awwabien Assembly was very influential on the people of Palembang so that they became more religious.Keywords: Dhikr, Ratib A-Haddad, Majelis al-Awwabie

    Fire safety awareness visualization via digital holography for autistic children / Muhammad Syarifuddin Umar … [et al.]

    No full text
    Autism spectrum disorders (ASD) are characterized by challenges with social skills, repetitive behaviors and nonverbal communication caused by different combinations of genetic and environmental influences. Motor impairments in autistic people are known as "associated symptoms" which will affect their motor skills thus affecting their academic performance. Fire safety consists of what to do when there is a fire as well as how to prevent them from growing bigger. The main idea of this project is to teach autistic children on fire safety as there are a few cases where autistic children were killed in fire due to their lack of knowledge on fire safety. A research made proved that Leap Motion technology helped in improving autistic children's motor skill thus this method is chosen along with holographic technology that will attract the attention of these children. The development of this application emphasized on user-friendly graphical user interface added with 2D and 3D elements that will make it convenient for students to interact with the application. Methodology used is ADD1E model as this model provides flexibility and more systematic with ability to alter the phases instantly. This project is evaluated on usability of the product and from the data collected showed that most feedback are positive. For future work, the application will be better if it could be use not just by nonverbal autistic children but also by other categories of ASD

    Khat kaligrafi expresionis Muhammad Syarifuddin terhadap ayat-ayat Al-Qur'an

    No full text
    Al-Qur’ān merupkan salah satu khazanah islam yang harus kita ketahui sebagai landasan dan pandangan hidup. al-Qur’ān harus ditulis dengan tulisan yang baik dan indah sehingga memberikan kesan estetis dan menarik secara visual. Dalam skirpsi ini penulis ingin menyampaikan pesan bahwa karya Khaṭ Kaligrafi Expresionis mempunyai makna dan penuh arti melalui karya Muhammad syafaruddin dengan berbagai tema yang disampaikan. Dalam skripsi ini membahas masalah pertama tentang biografi Muhammad Syafaruddin dan Bagaimana karakter keindahan khaṭ kaligrafi Muhammad Syafaruddin serta karya-karyanya. Kemudian kedua tentang ayat-ayat al-Qur’ān dituangkan kedalam khaṭ kaligrafi expresionis karya Muhammad Syafaruddin. Penelitian ini menggunakan metode resepsi dengan pendekatan estetika secara mendalam dengan seorang seniman terhadap teks al-Qur’ān. Jenis penelitian ini adalah penelitian dalam kategori field research, pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dipelajari dan dipahami, kemudian disusun membentuk teks narasi yang menyeluruh. Hasil penelitian ini adalah nilai estetis atau keindahan seni lukis Khaṭ Kaligrafi karya Muhammad Syafaruddin terdapat pada unsur-unsur seni pada karya lukis Khaṭ Kaligrafi Expresionis tersebut berupa bentuk, warna, komposisi, dan kaligrafi yang disadur dari ayat-ayat al-Qur’ān. Ada beberapa tema karya yang dihasilkan sepanjang perjalanan hidup Muhammas Syafaruddin dalam membuat karya. Ada menggunakan tema karya minimalis, simbolis, naturalis, repro, dan Abstrak. Seni kaligrafi sendiri adalah penyatuan dari cipta, rasa dan karsa, yang ketiganva mempunyai hubungan langsung dengan Tuhan. Maka jika antara al-Qur'an dan seni disamkan akan memudahkan jalan untuk suatu hubungan yang baik secara vertikal antara manusia dengan Tuhannya. ABSTRACT القرآن من إحدى خزائن الإسلام يجب علينا علمها أن يكون أساسا و نظرة على الحياة. لزم القرآن كتب بكتابة جيدة وجميلة ليعطي أثر الجمال والجذاب من حيث الصورة. فى هذا البحث أن الكاتب يريد لإلقاء المقال أن مأثرة خط اليد التعبيري له معنى و قصد بواسطة مأثرة محمد صفر الدين بأنواع الموضوع المبلغ. فى هذا البحث يبحث الأول عن سيرة ذاتية محمد صفر الدين و كيف خاصية الجمال خط اليد لمحمد صفر الدين وآثاره. ثم الثاني عن آيات القرآن المكتوبة فى خط اليد التعبيري لمحمد صفر الدين. استعمل هذا البحث بمنهج الإستقبال و نهج الجمال العميق من رسام نص القرآن. جنس البحث من البحث الميداني. جمع البيانات المستخدم هو طريقة المقابلة, المراقبة و إثبات الوثائق. فدرس وفهم, ثم رتب ليكون نص الحكاية المشتملة. نتائج البحث نتائج الجمال فن الرسم خط اليد التعبيري لمحمد صفر الدين فى عناصر الفن فى مأثرة رسم خط اليد التعبيري من حيث الشكل, اللون, المحتويات, و فن الخط المتكيف من آيات القرآن. كانت موضوعات تحفة المحصولة طول سيرة حياة محمد صفر الدين فى صنعة المأثرة. قد يكون استخدام موضوع التقليلي, الرمزي, الطبيعتي, التوليدي و التجريدي. فن الخط توحيد من الصنعة, الذوق و والإرادة من حيث كانت ثلاثتها لها صلة مباشرة بإله. فإن كان بين القرآن و الفن متساوى فيسهل طريقة الصلة الحسنة عموديا بين الإنسان والإله

    Pendidikan Islam di Zawiyah pada Masa Kesultanan Buton Abad Ke-19

    No full text
    Berdasarkan hasil penelitian, dan pembahasan zawiyah sebagai institusi pendidikan Islam pada masa kesultanan Buton merupakan hasil adaptasi antara ajaran Islam dan tradisi masyarakat lokal, dicirikan dengan bangunan sebagai tempat pembelajaran agama Islam dalam bidang tasawuf dan fikih. Didirikan pada awal abad ke-19 (kesembilan belas) di masa pemerintahan Sultan Muhammad Idrus Kaimuddin sampai masa Sultan Muhammad Umar (1824/1851-1885/1906 M). Terdapat empat zawiyah pada masa kesultanan Buton, dibangun sesuai dengan nama pendirinya, yaitu zawiyah Sultan Muhammad Idrus Kaimuddin, zawiyah H. Abdul Ganiu (Kanepulu Bula), zawiyah Muhammad Nuh (Kanepulu Bente), dan zawiyah Sultan Muhammad Umar (1885-1906 M). Pelaksanaan pendidikan Islam di zawiyah bersifat tradisional dan sentralistik atau cenderung bersifat struktural. Materi pembelajarannya memuat dua unsur yaitu ilmu tasawuf, dan ilmu fikih. Ilmu tasawuf yang meliputi tasawuf tarekat dan tasawuf teosofi atau falsafi. Sedangkan ilmu fikih mencakup kaidah uṣūl dan fikih, atau meliputi ibadah mahḍah dan muamalah. Metode pembelajaran yang paling menonjol di zawiyah adalah metode suluk dalam tasawuf. Hubungan antara mursyid dan murid di zawiyah dilandasi semangat kepercayaan yang diimplementasikan melalui tingkah laku dan perbuatan sehari-hari. Adapun peran zawiyah terhadap perkembangan pendidikan Islam di Buton adalah sebagai sarana perjumpaan untuk menanamkan nilai-nilai Islam bagi masyarakat Buton agar penyebaran Islam di tanah Buton lebih masif

    PENDIDIKAN ISLAM DI ZAWIYAH PADA MASA KESULTANAN BUTON ABAD KE-19

    No full text
    Zawiyah sebagai institusi pendidikan Islam pada masa kesultanan Buton merupakan hasil adaptasi antara ajaran Islam dan tradisi masyarakat lokal, dicirikan dengan bangunan sebagai tempat pembelajaran agama Islam dalam bidang tasawuf dan fikih. Didirikan pada awal abad ke-19 (kesembilan belas) di masa pemerintahan Sultan Muhammad Idrus Kaimuddin sampai masa Sultan Muhammad Umar (1824/1851-1885/1906 M). Terdapat empat Zawiyah pada masa kesultanan Buton, dibangun sesuai dengan nama pendirinya, yaitu Zawiyah Sultan Muhammad Idrus Kaimuddin, Zawiyah H. Abdul Ganiu (Kenepulu Bula), Zawiyah Muhammad Nuh (Kanepulu Bente) dan Zawiyah Sultan Muhammad Umar (1885-1906 M). Pelaksanaan pendidikan Islam di Zawiyah bersifat tradisional dan sentralistik atau cenderung bersifat struktural. Materi pembelajarannya memuat dua unsur yaitu ilmu tasawuf, dan ilmu fikih. Ilmu tasawuf yang meliputi tasawuf tarekat dan tasawuf teosofi atau falsafi. Sedangkan ilmu fikih mencakup kaidah uṣūl dan fikih, atau meliputi ibadah mahḍah dan muamalah. Metode pembelajaran yang paling menonjol di Zawiyah adalah metode suluk dalam tasawuf. Hubungan antara mursyid dan murid di Zawiyah dilandasi semangat kepercayaan yang diimplementasikan melalui tingkah laku dan perbuatan sehari-hari. Adapun peran Zawiyah terhadap perkembangan pendidikan Islam di Buton sebagai wadah dalam menanamkan kesadaran berfikir tentang hakekat keislaman bagi masyarakat Buton yang ada di wilayah keraton, sekaligus sebagai bentuk syiar ajaran Islam yang mesti melekat dalam kehidupan masyarakat Buton secara keseluruhan

    Tradisi Maulid sebagai Media Dakwah Rahmat perspektif Living Qur’an-Hadis

    No full text
    The friction between tradition and religion has always been a matter of debate. For example, a local community tradition that is still alive and growing today is the celebration of Prophet's Birthday tradition. The ritual, which is carried out with the aim of remembering the Prophet Muhammad SAW, is commemorated every year on the 12th of Rabi'ul Awal. The implementation is packaged in an attractive, lively and even luxurious manner in various places, giving rise to fanaticism in the celebration process. This is what attracts the author to discuss more deeply the study of how the traditional celebration of Maulid is constructed and the public's understanding of the essence of Maulid? How is the shift in the meaning of grace used as a theological argument in the Prophet's Birthday tradition? How to restore the traditional function of Mawlid as a medium for preaching mercy? This article uses an analysis of living Qur'an hadith as a phenomenon that lives in East Java society, especially Lumajang. The approach used is an anthropological approach and the grace (rahmat) paradigm as a perspective in studying the meaning of grace which is used as a postulate in the celebration of the Prophet's birthday. Through this lens of grace, understanding the essence of the Prophet's birthday can actually create a good life. The essence of grace in the Mawlid tradition should continue to be 'revived' so that it can become a medium for preaching to create a friendly and graceful face of Islam. Where the characteristics of a good life are the creation of prosperity, peace and happiness both in this world and the hereafter

    KAPASITAS ANTIOKSIDAN DAN STABILITAS EKSTRAK PIGMEN ANTOSIANIN KULIT KACANG GUDE HITAM

    No full text
    Antosianin merupakan pigmen yang menghasilkan warna merah, ungu dan biru, serta diketahui memiliki kemampuan sebagai antioksidan. Dewasa ini perkembangan industri pengolahan pangan serta terbatasnya jumlah dan mutu zat pewarna alami, menyebabkan penggunaan zat warna sintetik meningkat. Namun penggunaan pewarna sintetik sebagai pewarna makanan atau minuman dapat berdampak negatif karena bersifat toksik dan karsinogenik. Di Indonesia biji kacang gude hitam digunakan sebagai bahan pembuatan tempe dan kecap mempunyai hasil samping berupa kulit biji yang belum dimanfaatkan. Kulit kacang gude yang berwarna hitam diduga mengandung pigmen antosianin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik ekstraksi pigmen antosianin kulit kacang gude hitam yang paling baik ditinjau dari kadar total antosianin (metode pH different), kapasitas antioksidan meliputi kadar total fenol (metode follin ciocalteau) dan aktivitas penangkapan radikal (metode DPPH), serta stabilitasnya terhadap perlakuan pH dan suhu pasteurisasi ditinjau dari kadar total antosianin (metode pH different) dan kualitas warna (L *a *b). Ekstraksi antosianin kulit kacang gude hitam dilakukan dengan variasi jenis pelarut yaitu aquades, etanol 70 % yang masing-masing diasamkan dengan HCl 1 % atau asam sitrat 3 %. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor, yaitu perbedaan jenis pelarut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraksi pigmen antosianin kulit kacang gude hitam dengan pelarut etanol 70 % yang diasamkan dengan HCl 1 % merupakan teknik ekstraksi paling baik ditinjau dari kadar total antosianin, kadar total fenol dan aktivitas penangkapan radikal DPPH. Stabilitas terhadap perlakuan pH dan suhu terlihat dari kestabilan warna yang semakin menurun dan degradasi antosianin yang semakin tinggi seiring dengan peningkatan pH dan suhu yang diberikan. Aktivitas penangkapan radikal DPPH ekstrak pigmen kulit kacang gude hitam memiliki nilai korelasi yang lebih tinggi terhadap kadar total antosianin dibandingkan dengan kadar total fenol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak pigmen kulit kacang gude hitam berpotensi dijadikan pewarna alami pada pengolahan pangan sekaligus sebagai antioksidan

    EFEKTIFITAS SERBUK BIJI KELOR Moringa oleifera Lamk. DALAM MENURUNKAN KADAR KADMIUM (Cd) PADA AIR

    No full text
    Salah satu bahan penyerap alami yang dapat digunakan adalah serbuk biji kelor Moringa oleifera Lamk. Dari beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk biji kelor ternyata dapat digunakan sebagai pengabsorbsi, menggumpalkan sekaligus menetralkan tegangan permukaan dari partikel lumpur dan logam berat yang terkandung dalam substansi limbahCadmium usually used in industrial sector, the use of this heavy metal high poten-tially to soil the water especially the waterworks. Using the agen of absorbent can help to accumulate the poison truly can help this vilification. Research about effectivity of merunggai seed Moringa oleifera Lamk. as an agent to reduce cadmium (Cd) concentration in waters has been conducted on November _ December 2012. The aim of this research was to know the effectivity of merunggai seed powder to reduce cadmium concentration in waters. Exsperimental research designed using Stratified Random Sampling with two factors. First factor is merunggai seed powder with 3 dosage: 100, 200, 300 mg. Second factor is time contact duration with in 24 and 48 hours. Each factor conducted with 3 replication. Cadmium concentration measured using Ato-mic Absorbtion Spectroscopy (AAS). Result showed that cadmium concentration decreased with 300 mg merunggai seed powder in 24 hours

    Profit Loss Sharing (PLS) and Its Implementation in Indonesian Islamic Banking

    No full text
    Writing this article aims to determine the concept of Profit Loss Sharing (PLS) and its implementation in Indonesian Islamic banking. The data used in this article is sourced from secondary data from books, scientific journals, sharia banking statistical data released by the Financial Services Authority (OJK) and other sources relevant to the focus of the discussion. The author finds that the application of the concept of profit loss sharing in mixing agreements is the antithesis of the concept of interest which has dominated the banking world. However, in practice, not all Islamic banking applies this concept. Even Islamic banking in Indonesia is more likely to choose revenue sharing to safeguard the interests of its customers. The author only uses secondary data to measure the implementation of PLS in Islamic banking, so that further research will be better if conducting primary data mining to get a broader picture related to the theme of the article

    Peranan Kepala UPT Dinas Pendidikan dalam Meningkatkan Disiplin Kerja Pegawai (Penelitian pada Kantor UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas)

    No full text
    Unit pelaksanaan teknis dinas pendidikan adalah merupakan lembaga yang melaksanakan kebijakan pemerintah kabupaten/kota dalam bidang pendidikan. Dinas pendidikan kabupaten kota dalam mengimplementasikan peraturan dan kebijakan dalam pendidikan tingkat dikecamatan. Pada upt dinas pendidikan kecamatan barumun kabupaten padang lawas. Penulis melihat masih kurangnya disiplin kerja pegawai. Hal ini dapat dilihat dari beberapa permasalahan yang terjadi dikantor upt dinas pendidikan antara lain; banyak pegawai yang tidak masuk kerja sesuai ketentuan yang berlaku, saat jam kerja masih banyak pegawai yang tidak ada dirungan saat kerja, masih banyak pegawai yang sering pulang kerja lebih awal dari waktu yang ditentuka Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai dikantor UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas, metode yang digunakan penulis adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang penulis lakukan adalah Data Primer yaitu observasi, wawancara dan sekunder yaitu berupa buku-buku, jurnal, makalah, artikel, dan berbagai tulisan lainnya. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai dikantor Upt Dinas Pendidikan Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas, hal ini dapat dilihat dari jawaban dan wawancara terhadap beberapa informan, staff dan pegawai mulai dari berdasarkan pembahasan skripsi ini menjalankan bahwa peran kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Barumum Padang Lawas dapat dikatakan baik. Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas dalam meningkatkan disiplin kerja pegawai, maka peneliti mempunyai beberapa kesimpulan dan saran kepada Kepala kantor UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas yaitu 1.Peningkatan disiplin kerja pegawai perlu di tingkatkan agar kapabilitas dan kredibilitas pegawai atau staff, 2. Menambah fasilitas Kantor seperti internet, menambah komputer yang kurang, dan mengganti komputer yang tidak layak dipakai lagi, 3. Pimpinan selalu mengkontrol pekerjaan pegawai sesuai dengan bidang dan tugas masing-masing supaya memperoleh fungsinya dalam mencapai prestasi kerja yang telah ditetapkan.This study aims to determine the effect of labor discipline on the performance of employees in the office of the District Education Office Barumun UPT Padang Lawas District, the methods used by the author is a qualitative method. Data collection techniques that writers do is Primary data is observation, interview and secondary in the form of books, journals, papers, articles, and various other writings. Based on the results of the study show the influence of labor discipline on the performance of employees in the office UPT Subdistrict Education Office Barumun Padang Lawas District, this can be seen from the answers and interviews with several informants, staff and employees from the head of Unit Department of Education District of Barumum Padang Lawas can be said to be good. Head of the District Education Office Barumun UPT Padang Lawas District in improving employee discipline, the researchers have some advice role of the District Education Office Head of Unit Barumun namely Padang Lawas District 1.Peningkatan employee discipline needs to be improved so that the capability and credibility of the employee or staff, 2. Adding Office facilities such as internet, adding a computer less, and replace computers that are not feasible in use again. 3. Leaders always control work in accordance with its employees and their respective duties in order to obtain its function in achieving predetermined performance
    corecore