130,590 research outputs found
Rational psychoactive drug selection
Item does not contain fulltextKUN Nijmegen, 05 juli 2000Promotores : Vries Robbé, P.F. de, Zitman, F.G., Tjandra-Maga, T.B.102 p
Praktek peninjauan kembali (studi kasus Joko Soegiarto Tjandra)
(A) Nama : Daniyanti ( NIM : 205060144 ) (B) Judul : Praktek Peninjauan Kembali ( Studi Kasus Joko Soegiarto Tjandra ) (C) Halaman : viii + 130+164+2010 (D) Kata Kunci : Peninjauan Kembali, Hukum Acara Pidana (E) Isi : Peninjauan Kembali merupakan upaya hukum luar biasa. Pasal 263 ayat (1) K.U.H.A.P. mengatur bahwa terpidana atau ahli warisnya memiliki hak mengajukan peninjauan kembali. Pada kasus Joko Soegiarto Tjandra, peninjauan kembali diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum dan Mahkamah Agung mengabulkan permohonan tersebut dengan Putusan Nomor 12 PK/Pid.Sus/2009. Joko Soegiarto Tjandra lalu mengajukan peninjauan kembali terhadap putusan tersebut. Padahal di dalam peraturan perundang-undangan ( Pasal 23 ayat (2) Undang-undang tentang Kekuasaan Kehakiman, Pasal 66 ayat (1) Undang-undang tentang Mahkamah Agung, dan Pasal 268 ayat (3) K.U.H.A.P.) dan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 10 Tahun 2009 telah mengatur tidak boleh dilakukannya peninjauan kembali lebih dari satu kali dalam perkara yang sama. Penulis mengangkat permasalahan berupa: bagaimanakah kompetensi Jaksa dalam hal pengajuan peninjauan kembali di dalam perkara pidana dan bagaimanakah konsekuensi hukum dari adanya upaya peninjauan kembali yang diajukan oleh Joko Soegiarto Tjandra terhadap putusan peninjauan kembali dengan nomor putusan 12 PK/Pid.Sus/2009. Metode penelitian yang dipergunakan oleh penulis adalah metode penelitian normatif. Data penelitian yang diperoleh Penulis menunjukkan bahwa secara teoretis Jaksa tidak memiliki kompetensi untuk mengajukan peninjauan kembali karena hak tersebut merupakan hak terpidana atau ahli warisnya. Selain itu juga, peninjauan kembali secara prinsipnya hanya boleh dilakukan sekali saja untuk perkara yang sama. (F) Acuan : 36 (1986-2009) (G) Pembimbing : Bapak Soetan Budi SS, S.H., M.H. (H) Penulis : Daniyant
Estimation of interdomain flexibility of N-terminus of factor H using residual dipolar couplings
Characterization of segmental flexibility is needed to understand the biological mechanisms of the very large category of functionally diverse proteins, exemplified by the regulators of complement activation, that consist of numerous compact modules or domains linked by short, potentially flexible, sequences of amino acid residues. The use of NMR-derived residual dipolar couplings (RDCs), in magnetically aligned media, to evaluate interdomain motion is established but only for two-domain proteins. We focused on the three N-terminal domains (called CCPs or SCRs) of the important complement regulator, human factor H (i.e., FH1-3). These domains cooperate to facilitate cleavage of the key complement activation-specific protein fragment, C3b, forming iC3b that no longer participates in the complement cascade. We refined a three-dimensional solution structure of recombinant FH1-3 based on nuclear Overhauser effects and RDCs. We then employed a rudimentary series of RDC data sets, collected in media containing magnetically aligned bicelles (disklike particles formed from phospholipids) under three different conditions, to estimate interdomain motions. This circumvents a requirement of previous approaches for technically difficult collection of five independent RDC data sets. More than 80% of conformers of this predominantly extended three-domain molecule exhibit flexions of <40°. Such segmental flexibility (together with the local dynamics of the hypervariable loop within domain 3) could facilitate recognition of C3b via initial anchoring and eventual reorganization of modules to the conformation captured in the previously solved crystal structure of a C3b:FH1-4 complex.</p
Memahami Opini Mahasiswa Terkait Pemberitaan Kasus Djoko Tjandra di Media Online Tempo.co
Penelitian ini bertujuan mengetahui opini mahasiswa terkait pemberitaan enam tersangka dalam kasus Djoko Tjandra yang melibatkan jaksa, petinggi Polri, pengusaha dan kuasa hukum dengan perannya masing-masing sebagai opinion leaders di media online tempo.co. Teori opini yang digunakan adalah ABC’s of Attitude yang dikemukakan D. W. Rajecky (1982) yang terdiri dari Affect, Behaviour, dan Cognition.  Paradigma penelitian yang digunakan adalah positivistik, dan pendekatan penelitian ini adalah kuantitaif.  Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Interstudi angkatan 2018-2019 jurusan penyiaran yang berjumlah 196 orang. Untuk mengukur jumlah sempel, peneliti menggunakan rumus Isaac & Michael dengan tingkat kesalahan 10% dan mendapatkan hasil 115 orang sebagai responden. Pengumpulan data dilakukakan melalui tahap observasi, penyebaran kuesioner, dokumentasi, studi kepustakaan, dan pencarian informasi melalui web untuk memperoleh data yang relevan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik statistik deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori ABC’s of Attitude membentuk opini negatif tentang pemberitaan kasus suap yang melibatkan enam tersangka dalam kasus Djoko Tjandra dan memberikan opini postif pada tindakan kepolisian untuk mengusut tuntas kasus enam tersangka dalam kasus itu di media online Tempo.co sebagai ungkapantentang topik kontroversial. Temuan penelitian ini ada kecenderungan hubungan aspek jenis kelamin, usia, dan pendidikan dengan opini mahasiswa.Penelitian ini bertujuan mengetahui opini mahasiswa terkait pemberitaan enam tersangka dalam kasus Djoko Tjandra yang melibatkan jaksa, petinggi Polri, pengusaha dan kuasa hukum dengan perannya masing-masing sebagai opinion leaders di media online tempo.co. Teori opini yang digunakan adalah ABC’s of Attitude yang dikemukakan D. W. Rajecky (1982) yang terdiri dari Affect, Behaviour, dan Cognition.  Paradigma penelitian yang digunakan adalah positivistik, dan pendekatan penelitian ini adalah kuantitaif.  Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Interstudi angkatan 2018-2019 jurusan penyiaran yang berjumlah 196 orang. Untuk mengukur jumlah sempel, peneliti menggunakan rumus Isaac & Michael dengan tingkat kesalahan 10% dan mendapatkan hasil 115 orang sebagai responden. Pengumpulan data dilakukakan melalui tahap observasi, penyebaran kuesioner, dokumentasi, studi kepustakaan, dan pencarian informasi melalui web untuk memperoleh data yang relevan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik statistik deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori ABC’s of Attitude membentuk opini negatif tentang pemberitaan kasus suap yang melibatkan enam tersangka dalam kasus Djoko Tjandra dan memberikan opini postif pada tindakan kepolisian untuk mengusut tuntas kasus enam tersangka dalam kasus itu di media online Tempo.co sebagai ungkapantentang topik kontroversial. Temuan penelitian ini ada kecenderungan hubungan aspek jenis kelamin, usia, dan pendidikan dengan opini mahasiswa
ANALISIS EFEKTIVITAS PENGELOLAAN SURAT MASUK SAAT WORK FROM HOME PADA DIVISI QUICK SERVICE RESTAURANT PT MASTRADA
MELISA TJANDRA. 2018. 1703518009. Analisis Efektivitas
Pengelolaan Surat Masuk Saat Work From Home Pada Divisi QUICK SERVICE
RESTAURANT (QSR) PT MASTRADA. Program Studi D-3 Administradi
Perkantoran. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Jakarta. Karya Ilmiah ini
dibuat untuk mengetahui tentang kesiapan perusahaan dalam menghadapi Work
From Home yang diadakan karena adanya pandemi Covid-19 khususnya pada
proses pengelolaan surat masuk yang dilakukan oleh Divisi QUICK SERVICE
RESTAURANT (QSR) PT Mastrada. Metode yang dipakai dalam penelitian ini
adalah analisis deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi dan
studi pustaka.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa dalam perusahaan masih belum
memiliki persiapan yang cukup dalam pelaksanaan Work From Home khususnya
pada proses pengelolaan surat masuk pada divisi QUICK SERVICE
RESTAURANT (QSR) PT MASTRADA ditemukan beberapa kendala dikarenakan
proses pengelolaaannya masih menggunakan sistem manual. Solusi tersebut
adalah merubah sistem pencatatan surat masuk dari sistem manual ke sistem
elektronik dan juga diadakannya digital leadership.
Kata Kunci: Efektifitas, Pengelolaan surat, Surat Masu
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA NOTASI BALOK ANGGOTA PADUAN SUARA EFRATA GKI PONDOK TJANDRA INDAH SIDOARJO MENGGUNAKAN MEDIASOFTWARE SIBELIUS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan upaya peningkatan kemampuan membaca notasi balok pada anggota Paduan Suara Efrata GKI Pondok Tjandra Indah menggunakan software sibelius. Permasalahan penelitian ini adalah kurangnya kemampuan anggota paduan suara Efrata untuk membaca partitur lagu yang dituliskan dalam notasi balok.
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: a) perencanaan, b) implementasi tindakan, c) observasi, dan d) refleksi. Subjek penelitian ini adalah anggota paduan suara Efrata GKI Pondok Tjandra Indah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan tes. Instrumen penilaian yang digunakan adalah partitur yang dituliskan dalam notasi balok. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas hasil, proses, demokratis, katalitik, dialogik dan rater. Teknik analisis data dilakukan dengan cara persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan membaca notasi balok pada anggota paduan suara Efrata GKI Pondok Tjandra Indah menggunakan media software sibelius. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan kemampuan membaca dan menyanyikan partitur yang dituliskan dalam notasi balok dengan hasil pada siklus I sebanyak 16 responden (80%) kemudian pada siklus II menjadi20 responden (100%)
MeSH term explosion and author rank improve expert recommendations
Information overload is an often-cited phenomenon that reduces the productivity, efficiency and efficacy of scientists. One challenge for scientists is to find appropriate collaborators in their research. The literature describes various solutions to the problem of expertise location, but most current approaches do not appear to be very suitable for expert recommendations in biomedical research. In this study, we present the development and initial evaluation of a vector space model-based algorithm to calculate researcher similarity using four inputs: 1) MeSH terms of publications; 2) MeSH terms and author rank; 3) exploded MeSH terms; and 4) exploded MeSH terms and author rank. We developed and evaluated the algorithm using a data set of 17,525 authors and their 22,542 papers. On average, our algorithms correctly predicted 2.5 of the top 5/10 coauthors of individual scientists. Exploded MeSH and author rank outperformed all other algorithms in accuracy, followed closely by MeSH and author rank. Our results show that the accuracy of MeSH term-based matching can be enhanced with other metadata such as author rank
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Sengketa akibat perjanjian surat kuasa mutlak antara ahli waris Ali Tirta dengan Ahli Waris Tjukup Tjandra Tirta (putusan No. 65/Pdt.G/1993/PN.BDG) / oleh Julius Chandra
abstrak A. Nama (NIM): Julius Chandra (205030173) B. Judul Skripsi: SENGKETA AKIBAT PERJANJIAN SURAT KUASA MUTLAK ANTARA AHLI WARIS ALI TIRTO DENGAN AHLI WARIS TJUKUP TJANDRA TIRTA (PUTUSAN NO. 65/PDT.G/1993/PN. BDG). C. Halaman : vii + 80 halaman, 2009 D. Kata Kunci : Surat kuasa mutlak E. Isi : Pengaturan tentang penguasaan dan penggunaan tanah sangat diperlukan agar tidak timbul persoalan yang akhirnya merugikan berbagai pihak. Pada tanggal 24 September 1960 diundangkanlah dan mulai berlakunya Undang-Undang No. 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria yang lebih dikenal dengan sebutan UUPA. Jika ditelusuri lebih lanjut, hak atas tanah yang dimiliki seseorang seringkali menimbulkan persoalan yang merugikan berbagai pihak, seperti dalam hal Perjanjian Kerjasama dan Pelepasan Hak (SPK-PH) Pada tanggal 31 Juli 1997 Tjukup Tjandra Tirta meninggal sehingga SPK-PH dilanjutkan oleh ahli waris dari almarhum. Apakah surat kuasa mutlak dari Almarhum Ali Tirto dengan Almarhum Tjukup Tjandra Tirta dapat diturunkan (diwariskan), apakah surat kuasa mutlak antara Ali Tirto dengan Tjukup Tjandra Tirta dapat dibatalkan oleh ahliwaris Ali Tirto? Penulis meneliti masalah tersebut dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif. Mengenai penerusan surat kuasa mutlak kepada ahli waris, penulis berpendapat bahwa surat kuasa mutlak tersebut dibenarkan karena penerima kuasa belum menyelesaikan sepenuhnya kewajiban dalam menjalankan kuasanya. Meskipun dalam kasus ini Ali Trito Muryono si pemberi kuasa telah meninggal dunia, namun perjanjian surat kuasa mutlak itu harus tetap dijalankan dan surat kuasa mutlak antara Ali Tirto dengan Tjukup Tjandra Tirta tidak dapat dibatalkan oleh ahli waris Ali Tirto karena selama persidangan pihak tergugat telah diberikan waktu yang telah ditentukan oleh undang-undang namun tidak mengajukan banding terhadap putusan tersebut, sehingga dengan demikian putusan tersebut telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap. Perlu adanya pengaturan yang lebih khusus terhadap permasalahan surat kuasa yang di turunkan secara turun temurun mengingat adanya kejadian dalam kasus ini, sehingga di harapkan di kemudian hari permasalahan ini tidak terjadi lagi. F. Daftar acuan : 29 (1963-2009) G. Pembimbing : Mia Hadiati, S.H, M.H. H. Penulis Julius Chandr
Memahami Opini Mahasiswa Terkait Pemberitaan Kasus Djoko Tjandra di MEDIA Online Tempo.co
Penelitian ini bertujuan mengetahui opini mahasiswa terkait pemberitaan enam tersangka dalam kasus Djoko Tjandra yang melibatkan jaksa, petinggi Polri, pengusaha dan kuasa hukum dengan perannya masing-masing sebagai opinion leaders di media online tempo.co. Teori opini yang digunakan adalah ABC's of Attitude yang dikemukakan D. W. Rajecky (1982) yang terdiri dari Affect, Behaviour, dan Cognition. Paradigma penelitian yang digunakan adalah positivistik, dan pendekatan penelitian ini adalah kuantitaif. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Interstudi angkatan 2018-2019 jurusan penyiaran yang berjumlah 196 orang. Untuk mengukur jumlah sempel, peneliti menggunakan rumus Isaac & Michael dengan tingkat kesalahan 10% dan mendapatkan hasil 115 orang sebagai responden. Pengumpulan data dilakukakan melalui tahap observasi, penyebaran kuesioner, dokumentasi, studi kepustakaan, dan pencarian informasi melalui web untuk memperoleh data yang relevan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori ABC's of Attitude membentuk opini negatif tentang pemberitaan kasus suap yang melibatkan enam tersangka dalam kasus Djoko Tjandra dan memberikan opini postif pada tindakan kepolisian untuk mengusut tuntas kasus enam tersangka dalam kasus itu di media online Tempo.co sebagai ungkapantentang topik kontroversial. Temuan penelitian ini ada kecenderungan hubungan aspek jenis kelamin, usia, dan pendidikan dengan opini mahasiswa
- …
