1,720,964 research outputs found
PERAN NAZHIR DALAM PEMBERDAYAAN WAKAF (TINJAUAN TERHADAP STRATEGI PEMBERDAYAAN WAKAF BADAN WAKAF ALQURAN DAN WAKAF CENTER)
Abstract: Nadzir Role in The Empowerment of Endowment (Overview Of Empowerment Strategy Endowments Waqf Board Qur’an and Endowments Center). This study discusses the empowerment of waqf made by BWA and WATER. Attempts to explore how far Nazhir’s role in empowering the waqf property, particularly in the BWA and WATER. Aims to investigate strategies pursued by both institutions in the waqf empowerment. This research can be categorized in the field of Islamic law and social institutions research. The findings of the study: the strategies launched by BWA are creating Quranic mushaf endowments program and making an innovative endowmentprograms, utilizing support from others, creating networking in waqf, and distributeswaqf and its benefits on the right target. As well as WATER also uses several strategies: making the endowments for the benefit programs, establishing new enterprises, utilizing the support received, creating networking and cooperation in waqf, and distributing waqf investment returns on the right target.
Keywords: nazhir, empowerment, waqf (endowments)
Abstrak: Peran Nazhir dalam Pemberdayaan Wakaf (Tinjauan Terhadap Strategi Pemberdayaan Wakaf Badan Wakaf Alquran dan Wakaf Center). Studi ini membahas pemberdayaan wakaf yang dibuat oleh Badan Wakaf Alquran (BWA) dan Wakaf Center (WATER). Upaya untuk mengeksplorasi seberapa jauh peran Nazhir dalam memberdayakan properti wakaf, khususnya di BWA dan WATER. Bertujuan untuk menyelidiki strategi yang ditempuh oleh kedua lembaga dalam pemberdayaan wakaf. Penelitian ini dapat dikategorikan dalam bidang hukum Islam dan lembaga penelitian sosial. Temuan penelitiannya adalah strategi yang diluncurkan oleh BWA menciptakan Program Wakaf Alquran dan membuat program-program yang inovatif abadi, memanfaatkan dukungan dari orang lain, menciptakan jaringan wakaf, mendistribusikan wakaf dan memanfaatkannya pada sasaran yang tepat. Sementara WATER juga menggunakan beberapa strategi yakni membuat wakaf untuk program manfaat, mendirikan perusahaan baru, memanfaatkan dukungan yang diterima, menciptakan jaringan dan kerjasama dalam wakaf, dan mendistribusikan hasil investasi wakaf pada sasaran yang tepat.
Kata Kunci: Nazhir, pemberdayaan, wakaf waka
Strategi Nazhir dalam Pengelolaan Wakaf (Studi Kasus Badan Wakaf Al-Qur’an [BWA] dan Wakaf Center [WATER])
Penelitian ini membahas tentang strategi nazhir dalam pengelolaan wakaf. Sebagai pihak yang paling bertanggung jawab pada sukses tidaknya pengelolaan wakaf yang diamanahkan wakif, maka nazhir dituntut untuk memiliki strategi yang efektif agar pengelolaan wakaf dapat maksimal dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat luas. Penelitian ini mencoba untuk menggali strategi yang diterapkan BWA dan WATER dalam mengelola wakaf, serta mengetahui dan memahami implementasi strategi ekspansi, stabilitas, penciutan, dan kombinasi pada BWA dan WATER, serta perbandingan di antara keduanya.
Penelitian ini dapat dimasukan dalam bidang penelitian hukum Islam yang dilakukan dengan pendekatan manajemen strategis. Data dikumpulkan melalui tiga cara, yakni wawancara, observasi, dan dokumentasi. Strategi pengelolaan wakaf pada BWA dan WATER dianalisis menggunakan analisis deskriptif.
Temuan penelitian ini adalah sebagai berikut. 1). BWA dan WATER sama-sama melakukan analisis lingkungan secara sederhana untuk memilih strategi pegelolaan wakaf yang efektif. BWA menerapkan strategi ekspansi dengan membuat program wakaf al-Qur’an, dan program-program inovatif sebagai penunjang program wakaf al-Qur’an. Strategi stabilitas dengan fokus pada perbaikan pelayanan kepada wakif dan mauquf ‘alāih, meningkatkan mutu, perbaikan sistem, dan perbaikan internal. Strategi kombinasi dengan tetap mengelola wakaf al-Qur’an sebagai program utama, sekaligus membuat program baru. Sedangkan WATER menerapkan strategi ekspansi dengan mendirikan perusahaan dan lembaga baru, membuat program kemaslahatan, inovatif membuat program baru, membuat program investasi dan pendistribusian hasil investasi wakaf. Strategi stabilitas dengan melakukan perbaikan internal, dan perbaikan sistem. Strategi penciutan dengan dihentikannya Program Dana Abadi Operasional Masjid dan Program Tebar Buku Wakaf. Strategi kombinasi dengan melaksanakan program lama sembari membuat program baru, dan menghentikan program lama dengan tetap fokus pada program baru. 2). Kedua lembaga telah berhasil mengimplementasikan strategi-strategi pengelolaan wakaf walaupun dengan penekanan, keunikan, dan hasil yang berbeda. Penerapan strategi ini terbukti dapat mengantarkan BWA pada pencapaian tujuannya. Sedangkan WATER harus bekerja ekstra keras mengimplementasikan strategi pengelolaan untuk mewujudkan tujuan lembaganya.
This study discusses nazhir’s strategies in the management of waqf. As the most responsible party for the success or failure of management of waqf, then nazhir required to have an effective strategy that can make the management of waqf be maximized and provide great benefits for the society. This study tried to explore the strategies used by BWA and WATER in the management of waqf as well as to know and understand the implementation of the expansion strategy, stability, retrechment, and combination strategy of BWA and WATER, then the comparisons between that two institutions.
This research can be categorized in the field of Islamic legal research conducted by strategic management approach. Data were collected in three ways: interviews, observation, and documentation. Management strategies of waqf on BWA and WATER analyzed using descriptive analysis.
The findings of this study are as follows. 1). Both of BWA and WATER institutions equally making simple environmental analysis to select an effective management strategy of waqf. BWA practices expansion strategy by creating Quranic mushaf endowments program; stability strategy with focus on improving services for the waqf giver (al-wakif) and the recipient of waqf (al-mauquf ‘alaih) , enhancing the quality, system and internal improvements; combination strategy with a fixed strategy to manage Quranic mushaf endowments as the main program, as well as creates new programs. While WATER foundation practices expansion strategy by establishing new enterprises and institutions, making the benefit program, creating innovative new programs, creating the investment program and the distribution of waqf investment revenue program; stability strategy by improving internal repairing and systems; retrechment strategy by stopping mosque operational fund program and waqf’s books spreading program; combination strategy by implementing the old program while issuing new programs and stop practising the old program with a focus on new programs. 2) Both institutions have successfully implemented those strategies of waqf management with difference in emphasizing, uniqueness, and results. The implementation of those strategies is proven to deliver BWA on achieving it goals, while WATER must work extra hard to look for new strategies to achieve the institution goals
Politik Hukum Pemerintah Indonesia Tentang Perwakafan: Tarik Ulur Kepentingan
This research explains how the government legal politics in the field of waqf with the tug-of-war of various interests that influence this, both the interests of the government, society and the waqf law itself. To achieve this goal the author uses library research, where the data sources were obtained from books and articles that were offended by the topics discussed. Data was sorted out and analyzed using content analysis. This study found that the government legal politics regarding waqf can be seen from the condition of the government's relationship with Muslims. When the government's relationship with Muslims is tenuous, then the rule of Islamic law "appears to be slow and stagnant". On the other hand, if the relationship was harmonious, the rules of Islamic law, especially waqf, will develop. This is evidenced that since the Dutch colonization until the Old Order, the rules regarding waqf seemed to "stay in place". In other words, waqf regulations only regulate existing waqf practices, without any improvement in terms of both legal substance and utilization. The new waqf rules appeared in the second half of the New Order era and reached their peak during the Reformation period. Government legal politics regarding waqf is influenced by the interests of government and society on the one hand, where waqf can help improve people's welfare. On the other hand, Islamic law, especially waqf law, is growing in Indonesia through various emerging regulations
USAHA KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN KERJA GURU (Studi Deskriptif Kualitatif di SMP N 1 Argamakmur Kabupaten Bengkulu utara)
Abstract: School Principals' Efforts to Improve Teacher Discipline (Qualitative Descriptive Study in Argamakmur 1st State Junior High School in North Bengkulu Regency). The purpose of this study was to describe the principal's efforts to improve teacher work discipline in Argamakmur 1st State Junior High School, especially concerning: the presence of teachers in the classroom, making learning tools, implementing the teaching and learning process, preparing and using instructional media, carrying out assessments, and following up on assessment results . The research method used in this study is qualitative descriptive. The subjects are principals, teachers, and administrative staff. Data collection techniques used are interviews and observations. Data analysis techniques using inductive techniques Miles and Haberman models include data collection, data reduction, data display and conclusion drawing/verification. The results of this study indicate that the principal's efforts to improve teacher work discipline in Argamakmur 1st State Junior High School have gone well.Abstrak: Usaha Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Disiplin Kerja Guru (Studi Deskriptif Kualitatif Di SMP Negeri 1 Argamakmur Kabupaten Bengkulu Utara). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan usaha kepala sekolah dalam meningkatkan disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Argamakmur, terutama menyangkut: kehadiran guru di kelas, pembuatan perangkat pembelajaran, pelaksanaan proses belajar mengajar, menyiapkan dan menggunakan media pembelajaran, melaksanakan penilaian, serta menindaklanjuti hasil penilaian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjeknya adalah kepala sekolah, guru-guru dan staf administrasi. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Tekhnik analisis data menggunakan teknik induktif model Miles dan Haberman yang meliputi: pengumpulan data, data reduction, data display dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa usaha kepala sekolah dalam meningkatkan disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Argamakmur sudah berjalan dengan baik
Pembaruan Hukum Keluarga Islam di Maroko Tentang Wali Nikah
Artikel ini membahas tentang reformasi hukum keluarga Islam di Maroko yang terwujud melalui pembaruan Undang-Undang Keluarga atau Mudawwanah yang mulai diberlakukan sejak tahun 2004. Reformasi ini dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya tuntutan keadilan gender, perlindungan anak, serta keinginan untuk menyesuaikan nilai-nilai Islam dengan prinsip hak asasi manusia. Dalam pembaruan ini terdapat perubahan mendasar, antara lain pengakuan kesetaraan hak dan kewajiban antara suami dan istri, pembatasan praktik poligami agar lebih adil, penghapusan sistem perwalian mutlak bagi perempuan dewasa, serta peningkatan perlindungan terhadap hak anak dalam berbagai aspek hukum keluarga. Reformasi ini menunjukkan adanya ijtihad atau penafsiran ulang terhadap teks-teks klasik Islam agar tetap relevan dengan kondisi sosial masyarakat modern. Selain itu, peran negara dan Raja sebagai Amir al-Mu’minin sangat penting dalam memastikan reformasi ini tetap berlandaskan pada nilai-nilai Islam yang moderat. Melalui pembaruan ini, Maroko berhasil menampilkan wajah hukum keluarga Islam yang lebih progresif, adil, dan inklusif. Keberhasilan tersebut menjadikan Maroko sebagai salah satu contoh negara Muslim yang mampu menyeimbangkan antara tradisi keagamaan dan modernitas. Oleh karena itu, pengalaman Maroko dapat dijadikan referensi bagi negara-negara Muslim lain dalam merumuskan hukum keluarga yang adaptif dan berkeadilan
Menguak Keberadaan Negara Islam Indonesia Perspektif S.M. Kartosoewirjo
Artikel ini menjelaskan tentang konsep Negara Islam Indonesia yang dikomandoi S.M. Kartosoewirjo. Konsep tersebut pernah diterapkan pada tahun 1949 yang tentunya tidak direstui oleh pemerintah Indonesia, sehingga berujung pada penangkapan S.M. Kartosoewirjo dan pembubaran NII. Walaupun begitu, pemikiran S.M. Kartosoewirjo tentu layak dikaji sebagai sumbangan intelektual dalam bingkai hubungan agama dan negara. Bagaimana konsep Negara Islam Indonesia perspektif S.M. Kartosoewirjo dibahas secara mendalam. Tulisan ini merupakan penelitian hukum dengan pendekatan sejarah menggunakan content analisis. Artikel ini mengungkapkan bahwa dalam pandangan S.M. Kartosoewirjo, suatu negara memiliki nilai penting sebagai tempat persemaian hukum-hukum Allah yang dilatarbelakangi oleh keyakinan S.M. Kartosoewirjo akan kesyumulan dan keuniversalan ajaran Islam. Konsep tersebut meliputi langkah-langkah pembentukan NII yang menurut S.M. Kartosoewirjo dapat dilakukan secara damai dengan hukum Islam di dalam dirinya dan terus meluas ke masyarakat. Selain itu, dapat juga dipakai cara perang atau jihad, ketika cara damai tidak dapat lagi direalisasikan. Untuk itu perlu 3 komponen untuk mendirikan NII yakni rakyat, pemerintah dan wilayah. Agar NII dapat berdiri tegak maka perlu ditopang dengan syari’at Islam yang menduduki posisi teratas dalam tingkatan undang-undang suatu negara. Dengan posisi tersebut syari’at Islam harus dapat mewarnai undang-undang dan peraturan-peraturan di bawahnya
Development Of Employment Of Zakat And Waqf For Remote Communities: The Case Of The Al-Qur\u27an Waqf Board
This paper discusses the development of utilization of zakat and waqf funds managed by the Al-Qur\u27an Waqf Agency (BWA) in order to help the community, especially on remote islands and remote areas during a pandemic. The purpose of this paper was to get an overview of the development of forms of utilization of zakat and waqf funds by BWA in helping the community. This paper belonged to the field of research on Islamic law and social institutions with a qualitative type of research. Data was collected through interviews and documentation, and analyzed using descriptive analysis. The results of the study stated that BWA developed forms of utilization of zakat and waqf in the health, religious and socio-economic sectors, by creating the Against Covid-19 Strengthen Indonesia program. The old programs were still a priority, such as several waqf programs and Peer to Peer Zakat. The conclusion of this paper was that the development carried out by BWA in utilizing zakat and waqf was carried out by analyzing the current pandemic situation. They remain focused on the old program while opening humanitarian services for people affected by Covid-19 on remote and inland islands
DETERMINATION OF MARRIED DISPENSATION NUMBER: 008/Pdt.P/2018/Tgm AND 0012/Pdt.P/2019/Tgm IN MASLAHAH PERSPECTIVE
This paper aims to analyze the judges’ considerations of the Class I B Tanggamus Religious Court in the case of the determination of the Marriage Dispensation Number 008/Pdt.P/2018/PA. Tgm and 0012/ Pdt.P/2019/PA.Tgm, and the reasons put forward by the petitioners, as well as reviewing them from the maslahahah side. This research method is descriptive qualitative, with the Ushul Fiqh approach. Collecting data through documentation and library research, using sources related to the main research problem, both primary and secondary sources with philosophical, juridical, and logical approaches, and content analysis techniques. As a result, the panel of judges gave its decision based on the fact that their marriage could be carried out immediately because the applicants were consensual and always together, and there was a concern that unwanted things would happen in religion or the law. The reasons for parents to marry off their children at a young age (under 19 years) are due to cultural factors, releasing the burden on parents, and because they are pregnant outside of marriage. From the view of maslahah, this dispensation of marriage does not bring benefit, but rather brings harm. Because the impact after marriage, it turns out that one of them always quarrels in his household so he doesn’t live together anymore. And one other even though they still live together, but their lives are very deprived and unworthy
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
