E-Journal IAI Bani Fattah
Not a member yet
    750 research outputs found

    Pemenuhan Nafkah Untuk Keharmonisan Keluarga Petani Di Tuban Perspektif Teori Pertukaran Sosial

    No full text
    Pemenuhan nafkah dalam rumah tangga merupakan kewajiban utama suami yang tidak hanya berdampak pada kesejahteraan materi, tetapi juga pada keharmonisan relasi keluarga secara keseluruhan. Upaya timbal balik antara suami dan istri, seperti dukungan emosional, kerja sama, dan tanggung jawab bersama, menjadi fondasi penting dalam menjaga keseimbangan peran serta mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.Tujuan penelitian ini membahas tentang istri petani yang membantu bekerja demi terpenuhinya suatu nafkah lahir maupun batin dengan baik dalam keluarga untuk mencapai sebuah keharmonisan didalamnya. Penelitian ini dilakukan di Desa Binangun Singgahan Tuban, dan menggunakan teori pertukaran sosial Thibaut & Kelley sebagai pisau analisis. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini populasi sampling di desa Binangun Singgahan Tuban. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa keluarga petani dengan istri yang membantu bekerja ditengah keterbatasan pendapatan suami cenderung lebih harmonis dibandingkan dengan Keluarga yang istri tidak bekerja. Istri yang membantu bekerja mencari nafkah, mendapati adanya kasih sayang, cinta, perhatian dan pengertian lebih yang diberikan suami. Dilihat dari pandangan teori pertukaran sosial Thibaut & Kelley, hubungan yang terjalin antara pasangan suami dengan istri saat ini sudah berada pada level di CL (Comparsion level) dimana hubungan yang terjalin telah bertahan dengan cukup puas dan sesuai dengan harapan. Yang mana hal ini dianggap seimbang ditinjau dari segi Cost dan Reward

    Implementasi Kaidah Fiqhiyyah Al-ʿādah Muḥakkamah Dalam Praktik Muamalah Digital: E-Commerce dan Fintech Syariah

    No full text
    Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi signifikan dalam praktik muamalah, khususnya melalui e-commerce dan fintech syariah yang memanfaatkan sistem transaksi berbasis elektronik. Meskipun memberikan kemudahan dan efisiensi, praktik muamalah digital menimbulkan persoalan baru terkait keabsahan akad, kepastian hukum, serta potensi munculnya unsur gharar dan kemudaratan dalam perspektif fiqh muamalah. Permasalahan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara prinsip normatif fiqh dan realitas praktik ekonomi digital yang berkembang pesat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kaidah-kaidah fiqhiyyah dalam praktik muamalah digital, dengan penekanan pada peran kaidah al-ʿādah muḥakkamah sebagai dasar legitimasi kebiasaan transaksi digital yang berkembang di masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka yang bersifat normatif-konseptual, melalui penelaahan literatur fiqh klasik, jurnal ilmiah kontemporer, fatwa lembaga syariah, serta regulasi terkait e-commerce dan fintech syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik muamalah digital pada dasarnya dapat dinilai sah selama memenuhi rukun dan syarat akad serta dijalankan secara adil, transparan, dan bebas dari unsur gharar dan kemudaratan. Kaidah fiqhiyyah terbukti relevan sebagai kerangka analisis normatif sekaligus praktis dalam merespons dinamika transaksi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kaidah fiqhiyyah dalam muamalah digital merupakan kebutuhan strategis untuk menjaga kesesuaian praktik ekonomi modern dengan nilai-nilai syariah. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan fiqh muamalah kontemporer serta rekomendasi praktis bagi pelaku industri, regulator, dan akademisi dalam membangun ekosistem muamalah digital yang adil dan berkelanjutan

    Relevansi Qawā‘id Al-Fiqhiyyah Terhadap Praktik Utang Piutang Digital Dalam Ekonomi Syariah

    No full text
    Perkembangan teknologi finansial syariah (fintech syariah) di Indonesia memberikan kemudahan dalam aktivitas ekonomi umat, terutama dalam praktik utang piutang berbasis aplikasi digital. Namun, inovasi tersebut memunculkan tantangan terhadap keabsahan hukum syariahnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi Qawā‘id al-Fiqhiyyah terhadap praktik utang piutang digital di era ekonomi syariah Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-normatif, dengan sumber data dari kitab klasik, fatwa DSN-MUI, dan peraturan OJK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Qawā‘id al-Fiqhiyyah memiliki relevansi yang kuat dalam menjaga prinsip keadilan, transparansi, dan kemaslahatan dalam transaksi digital. Kaidah-kaidah seperti Al-umūru bi maqāsidihā, Al-yaqīnu lā yuzālu bisy-syakki, Al-masyaqqatu tajlibut-taysīr, La ḍarar wa lā ḍirār, Al-‘ādatu muhakkamah menjadi dasar hukum bagi penyelenggaraan utang piutang digital syariah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman mendalam terhadap kaidah fiqhiyyah menjadi fondasi utama dalam pengembangan regulasi dan kebijakan fintech syariah di Indonesia

    Upaya Meningkatkan Maharah Kalam Bahasa Arab Melalui Metode Komunikatif (At-Thariqah Al-Ittisholi) MTs Roudhotut Tholabah Kediri

    No full text
    Pembelajaran bahasa Arab di lembaga pendidikan Islam kerap didominasi oleh pendekatan struktural berbasis tata bahasa dan hafalan mufradat sehingga kemampuan komunikatif siswa, terutama keterampilan berbicara (maharah kalam) kurang berkembang. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan metode komunikatif (at-Thariqah al-Ittisholiyyah) di MTs Roudhotut Tholabah dalam upaya meningkatkan maharah kalam siswa, serta mengevaluasi efektivitasnya dan mengidentifikasi faktor pendukung dan hambatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara dengan guru dan siswa, observasi proses pembelajaran, serta dokumentasi aktivitas kelas. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan metode komunikatif melalui dialog, percakapan berpasangan, role-play, diskusi, dan latihan situasional berhasil meningkatkan keberanian siswa berbicara, kelancaran berbicara, serta partisipasi aktif dalam interaksi. Meskipun terdapat kendala seperti variasi kemampuan siswa dan keterbatasan media, secara keseluruhan metode ini terbukti efektif. Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa metode komunikatif layak dijadikan strategi utama dalam pembelajaran bahasa Arab di MTs Roudhotut Tholabah untuk mengembangkan mahārah kalam secara signifikan. Kata Kunci: Bahasa Arab, Maharah Kalam, Metode komunikatif   AbstractArabic language instruction in Islamic educational institutions has often been dominated by a structural approach focused on grammar and vocabulary memorization, which limits students’ communicative competence especially speaking skills (maharah kalam). This study aims to describe the implementation of a communicative method (at-Thariqah al-Ittisholiyyah) at MTs Roudhotut Tholabah, to assess its effectiveness in improving students’ speaking proficiency, and to identify supporting factors and obstacles. Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through interviews with teachers and students, classroom observations, and documentation of learning activities. The findings indicate that the communicative method utilizing dialogues, pair conversations, role-plays, group discussions, and situational exercises successfully enhanced students’ willingness to speak, fluency, and active engagement. Despite challenges such as students’ varying proficiency levels and limited media resources, the method proved effective overall. The study concludes that the communicative method is a viable principal strategy for Arabic teaching at MTs Roudhotut Tholabah to significantly develop students’ maharah kalam.   Keywords: Arabic Language, Speaking Skills, Communicative Method, Communicative Language Teaching (CLT

    Tafsir, Metode dan Metodologi Dalam Manhaj Al-Mufassirin: Sebuah Kajian Teoritis

    No full text
    This study theoretically examines the concepts of interpretation, methods, and methodology in the manhaj al-mufassirin as the main foundation in understanding the Qur'an. Interpretation is positioned as a scientific discipline that functions to explain the meaning of the verses of the Qur'an through linguistic, historical, and theological tools. In the Islamic scientific tradition, the process of interpretation depends not only on individual abilities, but also on the manhaj, namely the patterns, rules, and scientific foundations used by the interpreter in constructing explanations of the sacred text. This study explains the various methods of tafsir tahlili, ijmali, muqarin, and maudhu`i as well as two main approaches, namely tafsir bi al-ma`tsur and tafsir bi al-ra`yi. Through this analysis, it appears that the diversity of methods and methodologies significantly influences the breadth of perspective and character of the results of interpretation. This study emphasizes that understanding these concepts is important to produce interpretations that are systematic, accountable, and in accordance with Islamic scientific principles

    Hermeneutika Al-Qur'an Hadis Fazlur Rahman

    No full text
    Hermeneutika Al-Qur’an Hadis adalah salah satu pembahasan untuk  memahami Al-Qur’an dan Hadis, Ilmu ini lahir dari tradisi Barat yang mana ilmu dikembangkan oleh beberapa tokoh barat salah satunya adalah Fazlur Rahman. Hermeneutika hadis memiliki arti yang sangat urgen terhadap pembaharuan pemikiran Islam, khususnya sumbangannya dalam bidang metode dan pendekatan. Kemudian Hermeneutika Al-Qur’an disini mejelaskan metode yang populer dengan nama “Double Movement” atau gerakan ganda. Tujuan dari tulisan ini ialah untuk mengetahui bagaimana memahami tentang heurmenetika Al-Qur’an hadis terhadap menfsirkan kedua pokok hukum islam tersebut. Metode yang digunakan dalam tulisan ini ialah deskriptif-analitis. Hasil kesimpulannya menyatakan bahwa konsep teori heurmenetika hadis ala Fazlur Rahman adalah perlunya reevaluasi terhadap aneka ragam unsur hadis dan reinterpretasi yang komprehensif dan holistic terhadap unsur- unsur tersebut sesuai dengan keaadaan moral sosial pada masa kini. Kemudian hermeneutika Al-Qur’an ala Fazlur Rahman menggunakan konsep double movement  yang menggabungkan konteks historis dan kontemporer

    Analisis Semantik Tentang Perluasan dan Penyempitan Makna dalam Bahasa Arab

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini membahas perubahan makna dalam bahasa Arab dengan fokus pada dua proses utama, yaitu perluasan dan penyempitan makna. Latar belakang penelitian berangkat dari karakter bahasa Arab yang dinamis dan terus berkembang mengikuti perubahan sosial, budaya, agama, dan perkembangan ilmu pengetahuan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan mekanisme, faktor penyebab, serta contoh konkret dari kedua bentuk perubahan makna tersebut. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan menelaah literatur klasik dan modern, termasuk kamus, karya balāghah, teks keagamaan, dan studi linguistik kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perluasan makna banyak dipengaruhi oleh penggunaan metaforis, kontak bahasa, perkembangan ilmu, teknologi, serta kreativitas sastra. Sementara penyempitan makna muncul terutama melalui spesialisasi istilah dalam bidang syariat, fikih, kedokteran, dan disiplin akademik modern. Teks keagamaan serta variasi dialek juga terbukti menjadi faktor signifikan dalam pembentukan makna baru. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa perubahan makna merupakan proses alami dalam perkembangan bahasa Arab dan mencerminkan dinamika pemikiran serta budaya masyarakatnya. Pemahaman terhadap perluasan dan penyempitan makna penting untuk kajian linguistik maupun pengajaran bahasa Arab. Kata Kunci: emantik Arab, perubahan makna, perluasan makna, penyempitan makna.   ABSTRACT This study examines semantic change in Arabic, focusing on meaning extension and meaning narrowing. The research is based on the view that Arabic is a dynamic language shaped by cultural, social, religious, and intellectual developments. The study aims to describe the mechanisms, causal factors, and examples of these two major types of semantic change. A library research method was employed by analyzing classical and modern sources, including lexicons, rhetorical works, sacred texts, and contemporary linguistic studies. The findings show that meaning extension is influenced by metaphorical usage, language contact, scientific progress, technology, and literary creativity. Meanwhile, meaning narrowing occurs mainly through terminological specialization in fields such as Islamic law, medicine, and modern academic disciplines. Religious texts and dialectal variation also contribute significantly to shaping new meanings. The study concludes that semantic change is a natural linguistic process reflecting the evolution of Arab society and thought. Understanding these processes is essential for linguistic studies and Arabic language education. Keywords: Arabic semantics, semantic change, meaning extension, meaning narrowing

    Pembaruan Hukum Keluarga Islam di Maroko Tentang Wali Nikah

    No full text
    Artikel ini membahas tentang reformasi hukum keluarga Islam di Maroko yang terwujud melalui pembaruan Undang-Undang Keluarga atau Mudawwanah yang mulai diberlakukan sejak tahun 2004. Reformasi ini dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya tuntutan keadilan gender, perlindungan anak, serta keinginan untuk menyesuaikan nilai-nilai Islam dengan prinsip hak asasi manusia. Dalam pembaruan ini terdapat perubahan mendasar, antara lain pengakuan kesetaraan hak dan kewajiban antara suami dan istri, pembatasan praktik poligami agar lebih adil, penghapusan sistem perwalian mutlak bagi perempuan dewasa, serta peningkatan perlindungan terhadap hak anak dalam berbagai aspek hukum keluarga. Reformasi ini menunjukkan adanya ijtihad atau penafsiran ulang terhadap teks-teks klasik Islam agar tetap relevan dengan kondisi sosial masyarakat modern. Selain itu, peran negara dan Raja sebagai Amir al-Mu’minin sangat penting dalam memastikan reformasi ini tetap berlandaskan pada nilai-nilai Islam yang moderat. Melalui pembaruan ini, Maroko berhasil menampilkan wajah hukum keluarga Islam yang lebih progresif, adil, dan inklusif. Keberhasilan tersebut menjadikan Maroko sebagai salah satu contoh negara Muslim yang mampu menyeimbangkan antara tradisi keagamaan dan modernitas. Oleh karena itu, pengalaman Maroko dapat dijadikan referensi bagi negara-negara Muslim lain dalam merumuskan hukum keluarga yang adaptif dan berkeadilan

    تكوين البيئة اللغوية العربية من خلال نموذج تعليمي تكاملي في معهد دار السلام سينغون جومبانج

    No full text
    Saat mempelajari bahasa asing, terutama bahasa Arab, proses tersebut dimulai setelah seseorang memiliki dasar tradisi berbahasa yang sudah kuat dalam pikirannya. Oleh karena itu, penting untuk menciptakan lingkungan berbahasa Arab yang mendukung agar seseorang dapat menyerap tradisi dan membiasakan diri dengan bahasa baru tersebut. Lingkungan bahasa sangat erat kaitannya dengan pembelajaran bahasa Arab.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif lapangan. Data primer diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara di Pondok Pesantren Darussalam Sengon Jombang. Data sekunder diperoleh dari referensi seperti buku, artikel, yang terkait dengan lingkungan bahasa dan pembelajaran integrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama proses pembentukan lingkungan bahasa dilakukan secara alami dengan membiasakan santri untuk menggunakan bahasa Arab dalam kegiatan sehari-hari, kedua Model connected merupakan salah satu model pembelajaran integrasi yang diterapkan di Pondok Pesantren Darussalam Sengon Jombang.  Faktor pendukung yaitu, kerja sama yang baik, sumber daya manusia berkompeten, lembaga bahasa. Faktor penghambat adalah kelelahan yang dialami para santri   Kata kunci: Lingkungan Bahasa, Integrasi, Pondok Pesantren ABSTRACT When learning a foreign language, especially Arabic, the process begins after a person has a strong foundation of language traditions in their mind. Therefore, it is important to create a supportive Arabic language environment so that someone can absorb traditions and familiarize themselves with the new language. The language environment is closely related to Arabic language learning. This study uses a qualitative descriptive field method. Primary data were obtained through observation, documentation, and interviews at the Darussalam Sengon Islamic Boarding School in Jombang. Secondary data were obtained from references such as books and articles related to the language environment and integrated learning. The results of the study indicate that, first, the process of forming a language environment is carried out naturally by accustoming students to use Arabic in their daily activities. Second, the connected model is one of the integrated learning models implemented at the Darussalam Sengon Islamic Boarding School in Jombang. Supporting factors include good cooperation, competent human resources, and language institutions. The inhibiting factor is fatigue experienced by students.   Keywords: language environment, integration, boarding schoo

    Wasiat Sebagai Instrumen Distribusi Kekayaan Dalam Ekonomi Syariah: Telaah Studi Literatur

    No full text
    Distribusi kekayaan merupakan persoalan mendasar dalam ekonomi modern yang sering kali ditandai oleh kecenderungan konsentrasi harta pada kelompok tertentu. Dalam konteks ekonomi syariah, keadilan distributif menjadi prinsip utama yang menuntut agar harta tidak beredar secara eksklusif di kalangan orang-orang kaya. Salah satu instrumen yang memiliki potensi penting dalam mendukung pemerataan distribusi kekayaan adalah wasiat. Namun demikian, kajian mengenai wasiat selama ini masih didominasi oleh pendekatan normatif-fikih dan hukum keluarga, sehingga peran wasiat sebagai instrumen distribusi kekayaan dalam ekonomi syariah belum banyak dikaji secara komprehensif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan peran wasiat sebagai instrumen distribusi kekayaan dalam perspektif ekonomi syariah, khususnya ditinjau dari landasan normatif dan kerangka maqāṣid al-syarī‘ah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui telaah sistematis terhadap kitab fikih klasik, karya ulama kontemporer, serta jurnal dan literatur akademik di bidang ekonomi syariah. Hasil kajian menunjukkan bahwa wasiat memiliki fungsi strategis sebagai mekanisme distribusi kekayaan pasca kematian yang bersifat sukarela namun berdampak sosial-ekonomi. Wasiat memungkinkan redistribusi harta kepada kelompok non-ahli waris dan kepentingan publik yang bernilai kemaslahatan, sehingga memperluas sirkulasi kekayaan di luar lingkaran keluarga inti. Dalam perspektif maqāṣid al-syarī‘ah, wasiat sejalan dengan tujuan menjaga harta (ḥifẓ al-māl) dan mewujudkan kemaslahatan umum (jalb al-maṣāliḥ). Dengan demikian, wasiat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen hukum keluarga, tetapi juga sebagai mekanisme ekonomi syariah yang berkontribusi pada keadilan distributif dan pemerataan kesejahteraan

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal IAI Bani Fattah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇