E-Journal IAI Bani Fattah
Not a member yet
    750 research outputs found

    Peran Kantor Urusan Agama Dalam Penguatan Keutuhan Rumah Tangga: (Studi Program SEKOPER HATI Di KUA Kecamatan Tuban)

    No full text
    Program SEKOPER HATI (Sekolah Perempuan Harokah Majelis Taklim) merupakan salah satu inisiatif pemberdayaan perempuan yang diselenggarakan oleh KUA Kecamatan Tuban untuk memperkuat keutuhan rumah tangga melalui pendekatan edukatif, spiritual, dan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak program tersebut terhadap peningkatan kapasitas perempuan dalam mengelola dinamika keluarga serta kontribusinya terhadap ketahanan rumah tangga. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berpengaruh positif terhadap peningkatan literasi keagamaan, kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, manajemen konflik, serta penguatan ekonomi keluarga. Selain itu, peserta memperoleh dukungan sosial melalui jaringan majelis taklim yang membantu proses mediasi dini ketika muncul masalah keluarga. Program ini juga mendorong pembentukan perilaku adaptif dan spiritualitas yang lebih kuat, sehingga berimplikasi pada terwujudnya keluarga yang lebih harmonis dan stabil. Temuan ini menegaskan bahwa SEKOPER HATI merupakan model pemberdayaan perempuan berbasis nilai keagamaan yang efektif dalam memperkuat keutuhan rumah tangga

    Peran Wanita Karir Dalam Al-Qur’an: Studi Tematik Perspektif Tafsir Al-Misbah Karya M. Quraish Shihab

    No full text
    Wanita memiliki peran penting dalam kehidupan sosial, termasuk dalam bidang karir. Fenomena mengenai wanita berkarir sering menimbulkan perdebatan antara tanggung jawab rumahtangga atau domestik dan partisipasi publik atau ranah sosial. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pandangan M. Quraish Shihab dalam tafsir Al-Misbah mengenai wanita karier berdasarkan pendekatan tematik terhadap ayat-ayat al-Qur’an. Dengan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menelaah penafsiran Quraish Shihab yang menekankan keseimbangan antara tugas domestik dan aktivitas profesional. Hasil kajian menunjukkan bahwa wanita diperbolehkan berkarier selama tidak mengabaikan tanggung jawab utama sebagai istri dan ibu. Dengan demikian, tafsir Al-Misbah menegaskan pentingnya peran wanita dalam hal karier sebagai bentuk kontribusi positif bagi keluarga dan masyarakat

    Membangun Peradaban Qur’ani Melalui Inovasi Digital: Revitalisasi Nilai Keushuluddinan Dalam Mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGS)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran nilai-nilai keushuluddinan dalam membangun peradaban Qur’ani melalui inovasi digital guna mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana integrasi nilai-nilai tauhid, ibadah, akhlak, dan muamalah dapat menjadi fondasi moral bagi kemajuan teknologi yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap berbagai sumber pustaka seperti jurnal, buku, dan karya ilmiah yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai-nilai keushuluddinan memiliki kontribusi signifikan dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan, beretika, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Revitalisasi Ushuluddin menjadi penting di era Society 5.0 untuk menyeimbangkan kemajuan digital dengan keluhuran spiritual. Inovasi digital dapat menjadi sarana dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan jika diarahkan oleh nilai-nilai Qur’ani. Temuan penelitian menegaskan bahwa integrasi Ushuluddin dan teknologi berpotensi memperkuat pencapaian SDGs, khususnya dalam bidang pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, pengentasan kemiskinan, dan mitigasi perubahan iklim. Kesimpulannya, Ushuluddin bukan hanya disiplin teologis, tetapi juga panduan etis yang relevan dalam membangun peradaban modern yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan di bawah cahaya Al-Qur’an

    Analisis Kualitatif terhadap Penggunaan Media Digital Wordwall dalam Pembelajaran Bahasa Arab

    No full text
    ABSTRAK Peserta didik umumnya membutuhkan media yang mengakomodasi gaya belajar variatif, menyediakan aktivitas kolaboratif, serta memberikan umpan balik langsung agar proses pembelajaran menjadi lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola penggunaan Wordwall oleh guru dalam pembelajaran Bahasa Arab, menganalisis respons dan persepsi siswa terhadap media tersebut, menelaah dampaknya terhadap interaksi kelas, motivasi, dan penguasaan mufradāt, serta mengidentifikasi tantangan implementasi beserta strategi pemecahan agar pembelajaran berbasis gamifikasi berjalan optimal. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif melalui observasi kelas, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk menelaah penggunaan Wordwall dalam pembelajaran Bahasa Arab. Data dianalisis dengan model Miles, Huberman & Saldaña melalui reduksi, penyajian, serta verifikasi temuan guna memperoleh pemahaman holistik tentang dinamika pembelajaran dan persepsi peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penggunaan Wordwall dalam pembelajaran Bahasa Arab menunjukkan pola pedagogis terstruktur melalui apersepsi, latihan inti, dan asesmen formatif berbasis gamifikasi. Media ini meningkatkan interaksi kelas, motivasi belajar, dan retensi mufradāt melalui latihan berulang, kompetisi sehat, dan umpan balik real-time. Respons siswa sangat positif karena Wordwall dinilai menyenangkan, memudahkan hafalan, serta meningkatkan kepercayaan diri verbal. Meski terdapat kendala teknis dan manajerial, strategi adaptif guru memungkinkan implementasi tetap efektif dan berkelanjutan. Kata kunci: Gamifikasi, Media Digital, Pembelajaran Bahasa Arab, Wordwall   ABSTRACTStudents generally need media that accommodates varied learning styles, provides collaborative activities, and provides direct feedback so that the learning process becomes more meaningful. This study aims to describe the pattern of Wordwall utilization by teachers in Arabic language instruction; analyze students’ responses and perceptions toward the media; examine its effects on classroom interaction, learning motivation, and mastery of mufradāt; and identify implementation challenges along with problem-solving strategies to ensure optimal gamification-based learning. This research employed a qualitative descriptive-interpretive approach through classroom observation, in-depth interviews, and documentation to explore the use of Wordwall in Arabic language learning. Data were analyzed using the Miles, Huberman & Saldaña interactive model through data reduction, display, and verification to obtain a holistic understanding of learning dynamics and learner perceptions. The findings reveal that Wordwall is integrated into a structured pedagogical pattern comprising the stages of apperception, core practice, and formative assessment based on gamification. This media enhances classroom interaction, learning motivation, and mufradāt retention through repetitive practice, healthy competition, and real-time feedback. Students’ responses are highly positive as Wordwall is perceived as enjoyable, supportive of memorization, and capable of increasing verbal confidence. Although technical and managerial barriers exist, teachers’ adaptive strategies ensure that Wordwall implementation remains effective and sustainable.Keywords: Gamification, Digital Media, Arabic Language Learning, Wordwa

    Peningkatan Kompetensi Maharah Kalam Melalui Kitab Durus Al-Lughoh Al-Arobiyah (Studi Analisis di MTs Ilmu Al-Qur’an Mojokrapak Tembelang Jombang)

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi dari realitas bahwa sebagian besar siswa MTs Ilmu Al Qur’an menghadapi kendala dalam keterampilan berbicara bahasa Arab (maharah kalam). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kompetensi maharah kalam siswa putra MTs Ilmu Al-Qur’an Mojokrapak Tembelang Jombang, menganalisis penerapan kitab durus al lughoh al-arobiyah dalam pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa, serta untuk mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses penerapannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kitab Durus al-Lughoh al- Arobiyah secara konsisten mampu meningkatkan kompetensi maharah kalam siswa. Peningkatan tersebut tampak pada aspek penguasaan kosakata, keberanian berbicara dalam percakapan sehari-hari, kelancaran dalam berdialog, serta peningkatan rasa percaya diri siswa dalam menggunakan bahasa arab. Dengan demikian penelitian ini menegaskan bahwa kitab Durus al-Lughoh al-Arobiyah sangat relevan dan efektif digunakan dalam pembelajaran bahasa arab, khususnya untuk meningkatkan keterampilan berbicara (maharah kalam) di tingkat madrasah tsanawiyah. Kata Kunci: Maharah Kalam, Kitab Durus Al-Lughoh Al-Arobiyah, Pembelajaran Bahasa Arab.   ABSTRAK This research is motivated by the reality that the majority of MTs Al Qur'an Science students face obstacles in their Arabic speaking skills (maharah kalam). The aim of this research is to determine the level of maharah kalam competency of male students at MTs Al-Qur'an Science Mojokrapak Tembelang Jombang, to analyze the application of the book durus al lughoh al-arobiyah in learning which aims to improve students' speaking skills, and to identify supporting and inhibiting factors in the application process. The research method used is descriptive qualitative with a case study approach. Data was obtained through observations, interviews and documentation. The data analysis used is the Miles and Huberman model which includes data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the research show that the consistent application of the book Durus al-Lughoh al-Arobiyah is able to increase students' maharah kalam competence. This improvement can be seen in the aspects of vocabulary mastery, courage to speak in daily conversations, fluency in dialogue, as well as increasing students' self-confidence in using Arabic. Thus, this research confirms that the book Durus al-Lughoh al-Arobiyah is very relevant and effective for use in Arabic language learning, especially for improving speaking skills (maharah kalam) at the tsanawiyah madrasah level. Keywords: Maharah Kalam, Durus al-Lughah al-Arabiyyah, Arabic Language Learning

    Fenomena Childfree di Kalangan Muslim Milenial: Analisis Sosiologi Islam atas Pergeseran Nilai Keluarga dalam Perspektif Ibnu Khaldun

    No full text
    Fenomena childfree di kalangan Muslim milenial muncul sebagai respons atas kompleksitas sosial kontemporer, termasuk tekanan ekonomi, krisis lingkungan, hasrat akan otonomi, serta kritik terhadap institusi keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika tersebut melalui pendekatan sosiologi Islam dalam perspektif pemikiran Ibnu Khaldun. Metode yang digunakan bersifat kualitatif dengan studi pustaka dan pendekatan tokoh sebagai landasan analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pilihan childfree merepresentasikan pergeseran nilai dari pola relasional berbasis tanggung jawab kolektif menuju preferensi identitas individual yang lebih cair. Sakralitas keluarga dalam Islam, khususnya nilai hifz al-nasl dalam kerangka maqāsid al-syarī’ah, mengalami tekanan interpretatif akibat negosiasi nilai dalam budaya modern. Konsep ‘asabiyyah dari Ibnu Khaldun memberi pandangan kritis bahwa ketika solidaritas kolektif dalam keluarga melemah, kohesi sosial yang menopang peradaban ikut terancam. Fenomena childfree dapat dimaknai sebagai gejala awal dari disintegrasi nilai, yang dalam kerangka Ibnu Khaldun merupakan fase kemunduran sosial jika tidak dibarengi pembentukan solidaritas alternatif yang fungsional

    Kontekstualisasi Maqasid al-shari’ah dalam Literatur Pesantren Kontemporer; Respon Tekstual terhadap Tren Childfree

    No full text
    Hegemoni globalisasi telah mendisrupsi tatanan nilai keluarga Muslim melalui penyebaran ideologi childfree dan kebebasan seksual yang mendekonstruksi filosofi pernikahan Islam dari orientasi sakral-transendental menjadi kontrak privat berbasis otonomi tubuh semata. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konstruksi epistemologis dan strategi respon tekstual dalam literatur pesantren kontemporer saat mengontekstualisasikan doktrin Maqasid al-Shari’ah, khususnya aspek hifz al-nasl (pemeliharaan keturunan), guna menjawab validitas argumen hak reproduksi global tersebut. Menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan filosofis-yuridis, penelitian ini menelaah secara kritis kitab-kitab turats, keputusan Bahtsul Masail, dan pemikiran ulama pesantren modern yang dianalisis menggunakan pisau bedah usul fiqh seperti Sadd al-Dharai’ dan Maslahah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa literatur pesantren tidak merespons modernitas dengan penolakan dogmatis buta, melainkan melalui dialektika metodologis yang canggih; yakni dengan melakukan distingsi tegas antara tanzim al-nasl (pengaturan kelahiran) yang diterima sebagai bentuk adaptasi rasional-medis, dengan tahdid al-nasl (pemutusan keturunan) yang ditolak keras karena melanggar hak Tuhan (haqqullah). Pesantren merekonstruksi narasi prokreasi bukan sekadar sebagai fungsi biologis, melainkan sebagai investasi peradaban dan mandat teologis yang tidak dapat dibatalkan oleh hak asasi individu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sikap pesantren merepresentasikan bentuk resiliensi intelektual hukum Islam yang menawarkan konsep “kebebasan bertanggung jawab”, sekaligus berfungsi sebagai benteng imunitas sosial (social immunity) yang vital untuk menjaga keberlangsungan demografi umat dan ketahanan keluarga di tengah gempuran hedonisme globa

    Telaah Tafsir Atas Peran Angin dan Awan dalam Menjaga Keseimbangan Alam Menurut Al-Qur’an

    No full text
    Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran angin dan awan dalam pemeliharaan keseimbangan alam yang didasarkan pada persepektif Al-Qur'an. Dengan menerapkan metodologi kualitatif deskriptif, penelitian ini mengadopsi pendekatan studi literatur untuk menghimpun informasi dari berbagai sumber yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa angin dan awan bukan hanya berfungsi sebagai elemen cuaca, tetapi juga sebagai indikator yang memengaruhi fenomena alam lainnya. Awan yang terdiri dari partikel-partikel air didalam atmosfer memberikan informasi penting terkait kondisi cuaca, termasuk kemungkinan terjadinya hujan. Disisi lain, angin memiliki peranan penting dalam mendistribusikan awan serta mendukung proses reproduksi tanaman, serta berkontribusi terhadap keseluruhan ekosistem. Penelitian ini menyoroti bahwa keteraturan dan keharmonisan dalam mekanisme angin dan awan merupakan manifestasi kebijaksanaan Ilahi yang perlu dipahami dan dipelihara oleh manusia agar kehidupan dibumi dapat berlangsung dengan baik

    استراتيجيات تعليم المفردات المعتمدة على الوسائط الرقمية

    No full text
    ABSTRAK Pembelajaran mufradat merupakan aspek fundamental dalam penguasaan bahasa Arab karena menjadi dasar bagi keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Perkembangan teknologi digital menghadirkan peluang baru untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran kosakata melalui pendekatan yang lebih interaktif, menarik, dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pembelajaran mufradat berbasis media digital melalui pendekatan kajian literatur terhadap buku, artikel jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan. Studi ini menggunakan metodologi penelitian kepustakaan, atau tinjauan pustaka, dan sumber datanya bersifat primer dan sekunder, seperti buku-buku akademik, artikel yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah, penelitian sebelumnya, dan dokumen ilmiah lainnya yang berkaitan dengan teori makna, semantik bahasa Arab, linguistik kognitif, dan pendekatan struktural dan referensial dalam studi linguistik. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat beberapa strategi efektif yang dapat diterapkan dalam pembelajaran mufradat berbasis digital, antara lain penggunaan digital storytelling untuk penyajian kosakata secara kontekstual, pemanfaatan aplikasi mobile dengan fitur permainan sebagai sarana latihan mandiri, visualisasi multimedia dalam bentuk gambar, video, dan animasi untuk memperkuat pemahaman makna, serta pembelajaran kolaboratif melalui platform daring. Media digital terbukti mampu meningkatkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa dalam mempelajari kosakata bahasa Arab. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi kendala seperti keterbatasan literasi digital guru, minimnya fasilitas, dan akses teknologi. Dapat disimpulkan bahwa integrasi media digital dalam pembelajaran mufradat merupakan inovasi yang relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21 dan berpotensi meningkatkan penguasaan kosakata secara komprehensif.   Kata Kunci: pembelajaran mufradat, media digital, strategi pembelajaran, bahasa Arab.   ABSTRACT Vocabulary learning is a fundamental aspect in Arabic language acquisition because it forms the basis for listening, speaking, reading, and writing skills. The development of digital technology presents new opportunities to improve the effectiveness of vocabulary learning through a more interactive, engaging, and contextual approach. This study aims to examine digital media-based vocabulary learning strategies through a literature review approach of books, scientific journal articles, and relevant previous research. This study uses a library research methodology, or literature review, and the data sources are primary and secondary, such as academic books, articles published in scientific journals, previous research, and other scientific documents related to the theory of meaning, Arabic semantics, cognitive linguistics, and structural and referential approaches in linguistic studies. The results of the study indicate that there are several effective strategies that can be applied in digital-based vocabulary learning, including the use of digital storytelling for contextual vocabulary presentation, the use of mobile applications with game features as a means of independent practice, multimedia visualizations in the form of images, videos, and animations to strengthen understanding of meaning, and collaborative learning through online platforms. Digital media has been proven to improve students' cognitive, affective, and psychomotor aspects in learning Arabic vocabulary. However, its implementation still faces obstacles such as limited teacher digital literacy, limited facilities, and limited access to technology. It can be concluded that integrating digital media into vocabulary learning is an innovation relevant to the demands of 21st-century education and has the potential to improve vocabulary mastery comprehensively. Keywords: vocabulary learning, digital media, learning strategies, Arabic

    Interferensi Linguistik dalam Tradisi Pendidikan Pesantren: Tinjauan Psiko-Sosiolinguistik pada Pembelajaran Nahwu dan Sharaf

    No full text
    ABSTRAK Pembelajaran bahasa Arab di lingkungan pesantren di Indonesia menghadapi tantangan linguistik yang kompleks, terutama dalam bentuk interferensi antara bahasa ibu santri (bahasa Indonesia atau bahasa daerah) dengan struktur bahasa Arab, yang tampak dalam penguasaan ilmu Nahwu dan Sharaf. Interferensi ini memengaruhi kemampuan santri dalam memahami dan mengaplikasikan kaidah bahasa Arab secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk interferensi linguistik yang terjadi dalam pembelajaran Nahwu dan Sharaf serta menganalisis faktor psikologis dan sosiolinguistik yang melatarbelakangi fenomena tersebut. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan strategi studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara mendalam, dokumentasi, dan analisis teks dari interaksi pembelajaran di beberapa pesantren salafiyah dan kombinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interferensi terjadi dalam bentuk fonologis, morfologis, sintaktis, dan semantis, yang diperkuat oleh faktor-faktor seperti kecemasan berbahasa, rendahnya motivasi, kebiasaan sosial komunitas pesantren, dan penggunaan bahasa lokal dalam praktik keseharian. Temuan ini memperlihatkan bahwa interferensi linguistik tidak dapat dipisahkan dari dinamika psikososial yang membentuk proses pemerolehan bahasa kedua di lingkungan pesantren. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada integrasi pendekatan psikolinguistik dan sosiolinguistik secara simultan untuk memahami interferensi dalam konteks pendidikan tradisional Islam, serta memberikan dasar konseptual bagi pengembangan strategi pembelajaran bahasa Arab yang lebih komunikatif, kontekstual, dan responsif terhadap karakteristik santri Kata Kunci: Interferensi, Psiko-sosio Linguistik, Pembelajaran Nahwu Sharaf   ABSTRACT Learning Arabic in Islamic boarding schools (pesantren) in Indonesia faces complex linguistic challenges, particularly in the form of interference between students' mother tongues (Indonesian or regional languages) and Arabic language structures, which is evident in their mastery of Nahwu and Sharaf. This interference affects students' ability to understand and apply Arabic rules appropriately. This study aims to identify the forms of linguistic interference that occur in Nahwu and Sharaf learning and to analyze the psychological and sociolinguistic factors underlying this phenomenon. Using a qualitative descriptive approach with a case study strategy, data were collected through classroom observations, in-depth interviews, documentation, and text analysis of learning interactions in several Salafiyah and combination Islamic boarding schools. The results indicate that interference occurs in phonological, morphological, syntactic, and semantic forms, reinforced by factors such as language anxiety, low motivation, social customs within the Islamic boarding school community, and the use of local languages ​​in daily practice. These findings demonstrate that linguistic interference cannot be separated from the psychosocial dynamics that shape the process of second language acquisition in Islamic boarding schools. The main contribution of this research lies in the simultaneous integration of psycholinguistic and sociolinguistic approaches to understand interference in the context of traditional Islamic education, as well as providing a conceptual basis for developing Arabic language learning strategies that are more communicative, contextual, and responsive to the characteristics of students (santri). Keywords: Interference, Psycho-Socio-Linguistics, Nahwu Sharaf Learnin

    0

    full texts

    750

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal IAI Bani Fattah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇