E-Journal IAI Bani Fattah
Not a member yet
    750 research outputs found

    Implementasi Metode Qiyasiyah dalam Meningkatkan Penguasaan Nahwu Shorof Kelas Ibtidaiyah Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Umar Zahid Semelo

    No full text
    ABSTRAK Metode qiyasiyah merupakan pendekatan pembelajaran berbasis analogi yang menekankan pada penalaran logis untuk memahami kaidah bahasa Arab Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode qiyasiyah dalam meningkatkan penguasaan nahwu dan shorof pada kelas Ibtidaiyah Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Umar Zahid Semelo.. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode qiyasiyah mampu meningkatkan kemampuan santri dalam memahami pola dan kaidah nahwu-shorof secara sistematis dan kontekstual. Guru berperan sebagai fasilitator yang membantu santri menalar struktur bahasa melalui contoh dan analogi. Faktor pendukungnya adalah antusiasme santri dan kesesuaian metode dengan karakteristik peserta didik tingkat dasar, sedangkan hambatannya berupa keterbatasan waktu dan variasi kemampuan awal santri. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan metode pembelajaran bahasa Arab yang berbasis nalar dan kontekstual di lingkungan pesantren. Kata Kunci: Metode Qiyasiyah, Pembelajaran Bahasa Arab, Nahwu, Shorof, Pesantren   ABSTRACT The qiyasiyah method is an analogy-based learning approach emphasizing logical reasoning to comprehend Arabic grammar rules. This study aims to describe the implementation of the qiyasiyah method in improving students’ mastery of nahwu and shorof at the elementary level of Madrasah Diniyah, Pondok Pesantren Umar Zahid Semelo. This research employed a qualitative approach using field research. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed descriptively through three stages: data reduction, data display, and conclusion drawing. The results revealed that applying the qiyasiyah method enhanced students’ ability to understand nahwu-shorof patterns systematically and contextually. Teachers acted as facilitators who guided students to reason through examples and analogies. Supporting factors included students’ enthusiasm and the suitability of the method for elementary learners, while obstacles involved limited time and varying initial abilities. This study contributes to developing reason-based and contextual Arabic language teaching methods in Islamic boarding schools. Keywords: Qiyasiyah Method, Arabic Learning, Nahwu, Shorof, Islamic Boarding Schoo

    Living Hadis Dalam Tradisi Jumat Berkah: Studi Terhadap Praktik Sosial Keagamaan Masyarakat Yogyakarta

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik living hadith dalam tradisi Jumat Berkah yang berkembang di Yogyakarta. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini menelaah bagaimana masyarakat memahami, menginternalisasi, dan mewujudkan ajaran hadis tentang sedekah dan keutamaan hari Jumat dalam aktivitas sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap hadis bersifat praktis dan intuitif; nilai-nilai hadis diterima bukan melalui hafalan teks, tetapi melalui pembiasaan, pengalaman keagamaan sehari-hari, dan tradisi sosial yang diwariskan. Tradisi Jumat Berkah berfungsi sebagai ruang aktualisasi nilai keagamaan yang mampu memperkuat solidaritas, menumbuhkan kepedulian sosial, serta membentuk karakter masyarakat yang lebih religius dan empatik. Praktik ini juga memperlihatkan bahwa ajaran Nabi SAW dapat hidup dan berkembang dalam konteks budaya tertentu melalui tindakan sosial yang dilakukan secara rutin dan kolektif. Penelitian ini menegaskan bahwa Jumat Berkah merupakan manifestasi nyata living hadith yang relevan dengan kebutuhan masyarakat urban, sekaligus memperkaya khazanah kajian hadis kontemporer di Indonesia

    Relasi Ulama Dan Umara Dalam Al-Qur’an: Kajian Tematik Ayat Kepemimpinan Dalam Tafsir Al-Mishbah

    No full text
    Orang yang berwenang menyelenggarakan suatu sistem pemerintahan disebut pemimpin atau umara, sedangkan orang yang ahli dalam ilmu agama Islam disebut ulama, bentuk tunggal dari kata alim. Tentu saja peran ulama dalam menjalankan perannya sebagai umara adalah mendampingi, mengawasi, dan menasihati umara dalam kapasitasnya sebagai pemimpin bangsa. Umara dan ulama bersama-sama membangun bangsa dengan tujuan mewujudkan masyarakat sejahtera dan berkeadilan. Dalam penafsirannya terhadap QS. Yusuf: 47–49, Quraish Shihab menjelaskan mengapa Nabi Yusuf dan Raja Mesir bekerja sama dengan baik saat itu. Ini menunjukkan betapa pentingnya persahabatan mereka untuk diusung. Jadi memunculkan pertanyaan bagaimana relasi ulama dan umara? Jenis penelitian ini ialah deskriptif analisis, bila dilihat dari jenis penelitian ini bersifat riset kepustakaan (Library Research). Ulama mempunyai peran dan fungsi mereka sendiri, begitu pula dengan umara. Namun, keduanya saling berkaitan dalam hal-hal tertentu dan saling memperkuat, seperti dalam memecahkan masalah masyarakat melalui musyawarah, memperjuangkan keadilan, dan mencintai kebaikan. Temuan ini menunjukkan bahwa relasi antara ulama dan umara sebenarnya tidaklah berbeda secara mutlak, melainkan saling berkaitan satu sama lain. Dengan demikian, pemisahan antara keduanya tidak selalu menghasilkan sekularisme. Ulama dan umara mungkin memiliki pemahaman yang berbeda, namun tetap memiliki hubungan yang erat

    Eksplorasi Ayat Pengendalian Emosi Diri Melalui Tafsir Ibnu Katsir

    No full text
    Emotional control is very important in human life, especially to reduce tension that arises due to mounting inner conflict. In this context, the Qur'an gives instructions to humans to control their emotions in order to reduce physical and psychological tensions and their negative effects. Likewise in the hadith of the Prophet SAW. Many remind their followers to always control their emotions in order to create a harmonious and balanced life. This problem of controlling emotions is very related to humans or society. Looking at the interpretation used by Ibn Katsir, he often quotes the hadiths of the Prophet or the opinions of friends and tabi'in which explain controlling emotions. Apart from that, he also analyzed verse by verse according to the order and explained the munasabah of the verses

    Kalam Insyā’ Ṭalabī Dalam Surah al-‘Alaq: Kajian Balaghah Terhadap Tuntutan Implisit

    No full text
    This article examines the kalam insya' in Surah Al-'Alaq by emphasizing the function of the implicit demands contained in the command (amr) and rhetorical istifham. So far, studies of Surah Al-'Alaq have generally focused only on verses 1-5 as the first revelation revealed to the Prophet Muhammad, while the subsequent verses have not been widely analyzed in terms of balaghah, especially within the framework of kalam insya' thalabi. This study uses a qualitative-descriptive method with a balaghah analysis approach through the perspective of ma'ani science, by examining the linguistic structure of the verses of Surah Al-'Alaq and the rhetorical meanings they contain. The results of the study show that Surah Al-'Alaq does not only contain explicit demands such as the command iqra', but also implicit demands conveyed through rhetorical istifham, especially in verses 9-19. This form of istifham is not included to obtain a literal answer, but rather functions as an invitation to reflection, a moral critique of arrogance and rejection of guidance, and an affirmation of theological awareness of God's supervision. This study concludes that the kalam insya' thalabi in Surah Al-'Alaq serves as an effective Quranic rhetorical instrument in establishing continuity between the initial message of revelation and moral demands, while simultaneously strengthening the persuasive and dialogical character of the Quran

    Surah Luqman Ayat 13-19 Sebagai Landasan Pedagogis Untuk Pendidikan Akhlak dalam Pendekatan Pembelajaran Agama Islam

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Surah Luqman ayat 13-19 sebagai landasan pendidikan akhlak dalam pendekatan pembelajaran agama Islam. Surah Luqman memberikan pedoman moral yang meliputi tauhid, menghormati orang tua, kesabaran, rendah hati, serta pentingnya hubungan sosial yang baik, yang dapat diterapkan dalam pendidikan Islam. Melalui metode kualitatif dengan analisis tafsir dan studi literatur, penelitian ini mengkaji relevansi ajaran akhlak dalam ayat tersebut untuk pembentukan karakter siswa dalam konteks pendidikan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan akhlak yang berbasis pada Surah Luqman dapat menjadi solusi dalam menghadapi tantangan pendidikan karakter di era modern. Disarankan agar nilai-nilai akhlak dalam Surah Luqman diintegrasikan lebih dalam dalam kurikulum pendidikan Islam dengan pendekatan yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Kata Kunci: Pendidikan Akhlak, Surah Luqman, Pembelajaran Agama Islam, Karakter, Tafsir

    Kontekstualisasi Rukun Islam Terhadap Pilar Moderasi Beragama

    No full text
    Rukun Islam dapat dikontekstualkan ke dalam praktik moderasi beragama sebagai pilarnya. Tujuan penelitian adalah  mengungkap makna rukun Islam sebagai pilar dan wujud moderasi beragama. Metodenya berupa deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data berupa reduksi data, data display dan verifikasi. Hasilnya menunjukkan bahwa syahadat dapat diindera sebab menunjukkan kewajiban hidup baik berelasi dengan sesama manusia agar berpikiran objektif, moderat dan mampu mempertimbangan segala konsekuensi dari apa yang diinderakan sesuai pengetahuan dan pengalaman seseorang. Salat bermakna adanya perselisihan atau perbedaan tidak menyebabkan perpecahan dalam beragama, melainkan menjadi rahmat di lingkungan hidup sosial-agamanya agar tercipta keseimbangan. Puasa sebagai pengendalian diri dalam bersosial di masyarakat untuk menciptakan rasa aman, persatuan dan persaudaraan umat beragama. Zakat  menjadi konsep pengentasan kemiskinan untuk pemerataan kesejahteraan, membentuk persatuan dan persaudaraan. Haji mengindikasikan adanya kesejajaran atau egaliter di hadapan Allah SWT tanpa harus memandang jabatan dan strata sosial untuk mencapai tujuan hidup beragama dan bersosial masyarakat dicontohkan melalui sa’i dan tawaf. Kata Kunci : Moderasi Beragama, Pilar, Rukun Isla

    Graphic Design Course in Multidisciplinary Education in Arabic Language and Literature Study Programme: A Phenomenological Study of Lecturer Experience

    No full text
    The integration of graphic design skills in the curriculum of the Arabic Language and Literature (BSA) Study Program is one of the strategic steps in preparing graduates who are able to compete in the era of globalisation and digitalisation. This study aims to explore these challenges and identify innovative strategies applied by lecturers in teaching graphic design in BSA. Using a qualitative approach based on phenomenology, data was collected through interviews with lecturers teaching Graphic Design courses. The data were analysed and combined with relevant academic literature to provide a theoretical foundation on multidisciplinary approaches in higher education. The results showed that the main challenges in teaching graphic design in BSA study programme include limited technical competence of lecturers, students' skill gaps in technology, and limited course duration. To overcome these challenges, lecturers adopt strategies such as material condensation, project-based learning, differentiated instruction approaches, and the use of software that is easier for students to access and understand. Lecturers also encourage collaboration through group projects, regular monitoring, and evaluation that emphasises process as well as outcomes

    Implementasi Model Pembelajaran Self Directed Learning dalam Pembelajaran PAI di Sanggar Bimbingan Kamus Gombak Utara Selangor Malaysia Tahun 2024

    No full text
    The purpose of this research is to understand the implementation of the Self Directed Learning model in PAI education at SB Kamus Gombak Utara, and to identify the supporting and inhibiting factors. This research is a qualitative study that produces descriptive data obtained from observed individuals and behaviors. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Based on the research results, the implementation of the SDL learning model in PAI education at SB Kamus Gombak Utara is considered good, with students experiencing an increase in knowledge, independence, and responsibility towards themselves and their peers, thereby achieving success in PAI education

    Internalisasi Nilai-Nilai Islam melalui Budaya Sekolah: Studi tentang Pembiasaan Sikap Tolong-Menolong di MTs Madrasatul Qur’an Tebuireng

    No full text
    School life is an integral part of the learning process that is inseparable from social interaction and communication. The attitude of mutual assistance among students appears to be an appropriate choice in fostering good social relationships. However, implementing a helping attitude among students at school is not easy; it requires the role of school culture. This study employed a qualitative method by collecting data directly from the field, specifically at MTs Madrasatul Qur’an Tebuireng Jombang. It is a descriptive study aimed at comprehensively describing phenomena occurring at school in the present or past, thereby illustrating the characteristics, traits, and patterns of such phenomena. The results showed that students at MTs Madrasatul Qur’an Tebuireng Jombang possess a high level of helping behavior. In shaping this attitude, the students' age levels were considered, as slight differences exist. The methods used to cultivate the helping attitude among students included setting a good example, habituating students through various activities to strengthen their helpfulness, offering advice when they are uncertain about what to do, and correcting them when they make mistakes

    0

    full texts

    750

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal IAI Bani Fattah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇