E-Journal IAI Bani Fattah
Not a member yet
750 research outputs found
Sort by
Telaah Pelajaran dari Mukjizat Nabi Isa Dalam Surat Maryam Ayat 26-36
The stories or tales contained in the Qur'an are stories that are studied as knowledge so that you can learn from each story, then gain knowledge for mankind and so that you can increase your understanding of every historical event. So the story in the Qu’ran becomes one of the other mediations to provide guidance. The aim of this research is to reveal the interpretation of Al-Mishbah in the story of Maryam and Isa contained in Surah Maryam verses 26-36. This type of research is library research. Data collection uses library research methods (library study) and documentation and then analyzed descriptively. The results of this research show that: 1) By knowing in general the miracles of the Prophet Isa contained in the Al-Qur'an. 2) examine the lessons from the story of Maryam and the Prophet Isa in Surah Maryam verses 26-36. 3) As well as analyzing and studying lessons from Surah Maryam verses 26-36 in Tafsir Al-Mishbah.
 
Implementasi Pembelajaran Kolaboratif Dalam Meningkatkan Maharah Kitabah Pada Siswa Kelas VI Di Sekolah Dasar Islam Al-Hilal Kartasura
ABSTRAK
Maharah kitabah adalah salah satu kecakapan yang harus dimiliki dalam pembelajaran Bahasa Arab. Problematik yang kompleks tentu menjadi tantangan tersendiri bagi peserta didik dalam menunangkan tulisan yang baik dan benar dalam Bahasa Arab. Untuk itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif pembelajaran kolaboratif dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa di Sekolah Dasar. Penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan di SD Islam Al Hilal Kartasura dengan objek penelitain siswa siswi kelas IV SD. Objek penelitian berjumlah 20 siswa digunakan sebagai metode. Melalui kegiatan kelompok, pembelajaran kolaboratif diterapkan. Kegiatan ini melibatkan siswa dengan cara bekerja sama dalam menulis teks, memberikan umpan balik satu sama lain, dan berbicara tentang gagasan yang mereka tulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis siswa meningkat secara signifikan. Nilai maharah kitabah rata-rata siswa tidak ada perubahan setelah metode ini diterapkan. Observasi juga menunjukkan bahwa motivasi dan keterlibatan siswa meningkat selama proses pembelajaran. Menurut penelitian ini, pembelajaran kolaboratif tidak hanya meningkatkan kemampuan menulis seseorang, tetapi juga dapat membuat lingkungan belajar lebih dinamis dan interaktif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidik saat menggunakan metode pembelajaran yang kreatif di kelas.
Kata Kunci: Pembelajaran kolaboratif, maharah kitabah, siswa sekolah dasar, penelitian tindakan kelas, kemampuan menulis.
ABSTRACT
Maharah kitabah is one of the skills that must be possessed in learning Arabic. Complex problems are certainly a challenge for students in writing well and correctly in Arabic. Therefore, the purpose of this study is to determine how effective collaborative learning is in improving students' writing skills in Elementary Schools. This study is a type of field research with the type of classroom action research (PTK). This study was conducted at SD Islam Al Hilal Kartasura with the object of research being fourth grade elementary school students. The research object amounted to 20 students used as the method. Through group activities, collaborative learning is applied. This activity involves students by working together in writing texts, providing feedback to each other, and talking about the ideas they write. The results of the study showed that students' writing skills increased significantly. The average value of maharah kitabah students did not change after this method was applied. Observations also showed that student motivation and involvement increased during the learning process. According to this study, collaborative learning not only improves a person's writing skills, but can also make the learning environment more dynamic and interactive. The results of this study are expected to be a reference for educators when using creative learning methods in the classroom.
Keyword : Collaborative learning, maharah kitabah, elementary school students, classroom action research, writing skill
Analisis Intonasi dan Nada Ahmad Nufais pada Ayat Ancaman Dalam Qs. Al-Adiyat
ABSTRAK
Penelitian ini membahas analisis intonasi dan nada yang digunakan oleh qari Ahmad Nufais dalam melantunkan ayat-ayat ancaman pada surah Al-Adiyat. Fokus utama penelitian adalah mengidentifikasi pola intonasi serta hubungannya dengan makna dan pesan emosional yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fonologi dan tafsir, menganalisis rekaman tilawah Ahmad Nufais secara fonemik dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ahmad Nufais secara konsisten menggunakan pola intonasi turun, naik, serta naik-turun yang disesuaikan dengan kandungan makna ayat. Intonasi turun dominan pada ayat-ayat yang menekankan ancaman dan keagungan Allah, sedangkan intonasi naik-turun dan naik digunakan untuk menegaskan peristiwa atau perintah penting dalam narasi ayat. Penggunaan variasi nada dan intonasi ini terbukti efektif dalam menyampaikan emosi, memperkuat pesan ancaman, serta mempengaruhi perasaan pendengar, bahkan bagi mereka yang tidak memahami makna literal ayat. Penelitian ini menegaskan bahwa aspek prosodi tilawah Al-Qur’an memiliki peran penting dalam memperkuat pesan dan daya pengaruh ayat secara psikologis dan spiritual.
Kata Kunci: Ahmad Nufais, Intonasi, Nada.
ABSTRACK
This study discusses the analysis of intonation and pitch used by the qari Ahmad Nufais in reciting the verses of warning in Surah Al-Adiyat. The main focus of the research is to identify intonation patterns and their relationship to the meaning and emotional messages contained within these verses. The method employed is qualitative, utilizing a phonological and interpretive approach by analyzing recordings of Ahmad Nufais’s recitation both phonetically and contextually. The findings indicate that Ahmad Nufais consistently employs descending, ascending, and combined ascending-descending intonation patterns, each adapted to the semantic content of the verses. Descending intonation predominates in verses emphasizing warnings and the majesty of Allah, while ascending and ascending-descending intonation is used to highlight important events or commands within the narrative of the verses. The use of these variations in pitch and intonation has proven effective in conveying emotion, reinforcing the message of warning, and influencing the feelings of listeners—even those who do not understand the literal meaning of the verses. This study affirms that the prosodic aspects of Qur’anic recitation play a significant role in strengthening the message and psychological as well as spiritual impact of the verses.
Keywords: Ahmad Nufais, Intonation, Tone
Telaah Literatur Mengenai Peran Media Digital Dalam Pembelajaran Bahasa Arab: Konsep Dan Implementasi
ABSTRAK
Perkembangan teknologi digital telah menghadirkan peluang signifikan dalam transformasi metode pembelajaran bahasa Arab, terutama dalam meningkatkan efektivitas, interaktivitas, dan keterlibatan peserta didik. Meskipun implementasi media digital telah banyak dikaji, masih terdapat kesenjangan dalam sintesis teoritis dan konseptual mengenai peran media digital dalam konteks pendidikan bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan mensintesiskan literatur ilmiah terkait konsep, implementasi, tantangan, dan solusi penggunaan media digital dalam pembelajaran bahasa Arab. Dengan menggunakan pendekatan systematic literature review, data dikumpulkan dari berbagai sumber akademik terpercaya dan dianalisis secara deskriptif-kritis melalui teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital berperan penting dalam memperkuat penguasaan kosa kata, meningkatkan motivasi belajar, dan mendukung pembelajaran mandiri. Aplikasi seperti media sosial, platform interaktif, dan konten audiovisual menjadi alat pedagogis yang efektif, meskipun masih dihadapkan pada tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital pendidik, dan kurangnya integrasi kurikulum berbasis teknologi. Artikel ini memberikan kontribusi teoritis melalui sintesis pendekatan pembelajaran digital dan kerangka TPACK dalam konteks pendidikan bahasa Arab, serta menyarankan penguatan kebijakan dan pelatihan pendidik dalam pemanfaatan media digital secara strategis dan berkelanjutan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan ilmiah bagi akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan dalam merancang pembelajaran bahasa Arab yang adaptif terhadap dinamika teknologi pendidikan di era digital.
Kata Kunci: Media digital, pembelajaran bahasa Arab, kajian literatur, implementasi teknologi pendidikan, peran media digital
ABSTRACT
The advancement of digital technology has brought significant opportunities for transforming Arabic language learning methods, particularly in enhancing effectiveness, interactivity, and learner engagement. While the implementation of digital media has been extensively studied, there remains a gap in theoretical and conceptual synthesis concerning its role within the context of Arabic language education. This study aims to examine and synthesize scholarly literature related to the concepts, implementation, challenges, and solutions regarding the use of digital media in Arabic language instruction. Employing a systematic literature review approach, data were collected from various reputable academic sources and analyzed descriptively and critically using content analysis techniques. The findings indicate that digital media plays a vital role in reinforcing vocabulary acquisition, boosting learning motivation, and supporting autonomous learning. Applications such as social media, interactive platforms, and audiovisual content serve as effective pedagogical tools, although they still face challenges such as infrastructural limitations, low levels of digital literacy among educators, and insufficient integration of technology-based curricula. This article offers a theoretical contribution by synthesizing digital learning approaches and the TPACK framework within the context of Arabic language education. It also recommends strengthening policies and educator training for the strategic and sustainable use of digital media. These findings are expected to serve as a scholarly reference for academics, practitioners, and policymakers in designing Arabic language learning strategies that are adaptive to the evolving landscape of educational technology in the digital age.
Keywords: Digital media, Arabic language learning, literature review, educational technology implementation, role of digital med
Optimalisasi Pembelajaran Matematika Pembagian dengan Menggunakan Media Tradisional Congklak
ABSTRAK
Bermain sambil belajar merupakan suatu metode pengajaran materi kepada siswa dengan cara menarik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan permainan tradisional congklak dalam meningkatkan hasil yang bagus dalam belajar matematika di kelas II MI Al-Anwar Cangkringrandu Perak Jombang, untuk mengetahui apa saja kelebihan dan kendala dalam belajar ketika menggunakan permainan tradisional congklak dalam meningkatkan hasil yang bagus dalam mata pelajaran matematika di kelas II Mi Al-Anwar Cangkringrandu Perak Jombang. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan prosedur pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun Penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional congklak efektif meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas II di MI Al-Anwar Cangkringrandu Perak Jombang. Aktivitas ini membantu siswa memahami konsep matematika dengan lebih baik melalui pendekatan yang menyenangkan dan interaktif, terbukti dari peningkatan hasil tes. Selain meningkatkan keterlibatan, pemahaman, dan kemampuan sosial siswa, metode ini juga mengurangi kecemasan belajar. Namun, penerapannya menghadapi kendala seperti keterbatasan waktu, fasilitas, dan perbedaan kemampuan siswa.
Kata Kunci: Optimalisasi Pembelajaran, Media Congklak.
ABSTRACT
Playing while learning is a method of teaching material to students in an engaging way. The purpose of this study was to determine the use of the traditional game of congklak in improving mathematics learning outcomes in second-grade students at MI Al-Anwar Cangkringrandu Perak Jombang. This study also examined the advantages and challenges of using the traditional game to improve mathematics learning outcomes in second-grade students at MI Al-Anwar Cangkringrandu Perak Jombang. The researchers used a qualitative descriptive method, with data collection procedures through observation, interviews, and documentation. The study showed that the traditional game of congklak effectively improved mathematics learning outcomes in second-grade students at MI Al-Anwar Cangkringrandu Perak Jombang. This activity helped students better understand mathematical concepts through a fun and interactive approach, as evidenced by improved test scores. In addition to increasing student engagement, understanding, and social skills, this method also reduced learning anxiety. However, its implementation faced obstacles such as limited time, facilities, and differences in student abilities.
Keywords: Learning Optimization, Congklak Media
Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Materi Norma Pendidikan Pancasila
ABSTRAK
Model pembelajaran Problem Based Learning dipilih karena model ini menekankan pemecahan masalah nyata, yang dapat meningkatkan pemahaman, keterlibatan siswa, serta mendorong mereka untuk berpikir kritis dan mandiri dalam menyelesaikan tugas akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar siswa pada materi norma dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas V SDN Bendungan Kudu Jombang. Penelitian ini menggunakan jenis Pre-Eksperimental Design dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian terdiri dari 20 siswa kelas V, yang dipilih dengan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui tes (pre-test dan post-test), observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan uji normalitas dan uji hipotesis menggunakan uji Paired Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dalam hasil belajar siswa kelas V. Rata-rata nilai pre-test adalah 66,40, meningkat menjadi 85,20 pada post-test. Hasil uji-t berpasangan menunjukkan nilai sig. = 0,000 < 0,05, yang berarti model pembelajaran Problem Based Learning berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa. Kesimpulannya, model pembelajaran Problem Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dan dapat menjadi alternatif pembelajaran Pendidikan Pancasila. Disarankan bagi guru untuk menerapkan model ini guna menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, kontekstual, serta meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa.
Kata Kunci : Hasil Belajar, Norma, Pendidikan Pancasila, Problem Based Learning
ABSTRACT
The Problem Based Learning model was chosen because it emphasizes solving real-world problems, which can enhance students' understanding, engagement, and encourage them to think critically and independently in completing academic tasks. This study aims to determine the effect of the Problem Based Learning (PBL) model on students' learning outcomes in the norms material in the Pancasila Education subject for fifth-grade students at SDN Bendungan Kudu Jombang. This study employed a Pre-Experimental Design with a One-Group Pretest-Posttest Design. The research sample consisted of 20 fifth-grade students, selected using the saturated sampling technique. Data were collected through tests (pre-test and post-test), observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using a normality test and a hypothesis test with the Paired Sample t-test. The results showed a significant improvement in students' learning outcomes. The average pre-test score was 66.40, which increased to 85.20 in the post-test. The paired t-test results showed a sig. value = 0.000 < 0.05, indicating that the Problem Based Learning model had a significant effect on students' learning outcomes. In conclusion, the Problem Based Learning model is proven to be effective in improving students' learning outcomes and can serve as an alternative approach in Pancasila Education. Teachers are encouraged to implement this model to create a more engaging and contextual learning experience while enhancing students' conceptual understanding and critical thinking skills.
Keywords : Learning Outcomes, Norms, Pancasila Education, Problem Based Learnin
Penggunaan Metode Cooperative Learning dengan Model Numbered Heads Together terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah
ABSTRAK
Dalam konteks pembelajaran modern, guru dituntut tidak hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang mendorong keaktifan, kreativitas, dan kolaborasi siswa. Salah satu model yang dinilai efektif untuk mencapai tujuan tersebut adalah Cooperative Learning. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan metode Cooperative Learning dengan model Numbered Heads Together (NHT) terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas 5 di MI Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan fokus pada bagaimana penggunaan model NHT dilakukan di kelas serta faktor-faktor yang memengaruhi efektivitasnya, baik dari segi internal maupun eksternal. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model NHT dapat meningkatkan keaktifan siswa, memperkuat pemahaman materi, serta mendorong kerja sama dalam kelompok. Faktor internal yang berpengaruh meliputi minat dan motivasi belajar siswa, keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, serta kesiapan mental siswa untuk belajar secara kelompok. Sedangkan faktor eksternal mencakup ketersediaan sarana pembelajaran, lingkungan kelas yang mendukung, dan keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan. Temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran NHT efektif dalam menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan. Disarankan agar guru terus mengembangkan strategi pembelajaran kooperatif sesuai karakteristik siswa guna menunjang peningkatan hasil belajar secara berkelanjutan.
Kata Kunci : Cooperative learning, Numbered Heads Together, Hasil Belajar Metode
ABSTRACT
In the context of modern learning, teachers are required not only to deliver material but also to act as facilitators who encourage student activity, creativity, and collaboration. One model considered effective in achieving these goals is Cooperative Learning. This study aims to describe the use of the Cooperative Learning method with the Numbered Heads Together (NHT) model to improve learning outcomes among fifth-grade students at MI Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. The approach used was descriptive qualitative, focusing on how the NHT model is implemented in the classroom and the factors influencing its effectiveness, both internally and externally. Data collection was conducted through interviews, observation, and documentation. The results indicate that the implementation of the NHT model can increase student activity, strengthen understanding of the material, and encourage cooperation in groups. Internal factors include student interest and motivation in learning, teacher skills in managing learning, and students' mental readiness to learn in groups. External factors include the availability of learning resources, a supportive classroom environment, and parental involvement in the educational process. These findings indicate that the NHT learning model is effective in creating an active and enjoyable learning atmosphere. It is recommended that teachers continue to develop cooperative learning strategies tailored to student characteristics to support continuous improvement in learning outcomes.
Keywords: Cooperative learning, Numbered Heads Together, Learning Outcomes, Metho
Kajian Fikih dan Kesejahteraan Psikologis: Implementasi Nilai Fatawa Nawawi dalam Kehidupan Santri Ponpes Al Harun Gresik
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan mengintegrasikan nilai-nilai fikih klasik dalam kitab Fatawa Nawawi dengan pendekatan psikologi Islam guna membangun kesejahteraan psikologis santri di Pondok Pesantren Al Harun Gresik. Melalui pendekatan tematik, interaktif, dan reflektif, kegiatan ini menyasar pada peningkatan ketahanan mental, spiritualitas, dan sikap hidup positif para santri. Materi yang dikaji mencakup konsep sabar, syukur, tawakkal, tazkiyatun nafs, hingga adab sosial seperti menjaga lisan dan menjauhi ghibah. Kegiatan dilaksanakan selama 20 hari melalui metode halaqah, diskusi terbimbing, refleksi bersama, serta integrasi dengan prinsip-prinsip psikologi Islam. Hasilnya menunjukkan perubahan signifikan pada pemahaman santri terhadap fikih sebagai sarana pemulihan jiwa dan pembentukan karakter. Santri mengalami peningkatan dalam hal kesadaran spiritual, pengelolaan stres, komunikasi yang etis, dan keseimbangan antara ibadah lahiriah dan kebahagiaan batin. Program ini juga berdampak pada institusi, di mana Ponpes Al Harun kini memiliki model kajian turats yang lebih hidup dan aplikatif. Selain itu, program ini membuka peluang replikasi di pesantren lain yang memiliki semangat pengembangan integratif antara keilmuan Islam klasik dan pendekatan kesejahteraan psikologis modern
Metode Qira'ah Muwahhadah Sebagai Upaya Peningkatan Bacaan Al-Qur'an Santri Madrasatul Quran Tebuireng Putri
Kualitas bacaan Al-Qur’an yang benar dan fasih merupakan fondasi utama dalam pendidikan tahfiz di pesantren. Namun, keberagaman kemampuan santri sering menjadi kendala dalam mencapai keseragaman bacaan yang sesuai kaidah tajwid dan makhraj. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan bacaan Al-Qur’an santri Madrasatul Qur’an Tebuireng Putri melalui penerapan metode Qirā’ah Muwahhadah. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan, pelatihan, dan praktik kolektif yang menggabungkan pendekatan pendidikan masyarakat dan pelatihan langsung. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, serta tes bacaan sebelum dan sesudah pelaksanaan metode. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata kemampuan bacaan santri sebesar 25–28% pada aspek makhraj huruf, hukum tajwid, panjang-pendek bacaan, serta kefasihan. Selain itu, respon santri dan musyrifah terhadap metode ini sangat positif karena pembelajaran berlangsung lebih efektif, efisien, dan membangun semangat kebersamaan. Penerapan metode Qirā’ah Muwahhadah terbukti mampu menciptakan keseragaman bacaan, meningkatkan kualitas setoran binnadhar, serta memperkuat sistem pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan pesantren. Program ini diharapkan dapat menjadi model inovatif dalam peningkatan mutu pembelajaran Al-Qur’an di lembaga tahfiz lainnya di Indonesia
Inovasi Teknologi dan Prinsip Keadilan Dalam Bisnis Syariah: Studi Implementasi dan Implikasi
Dalam Islam, etika bisnis didefinisikan sebagai serangkaian tindakan bisnis yang etis yang diatur oleh nilai-nilai syariah yang menekankan hal-hal yang haram dan halal. Data penelitian ini diperoleh dari berbagai sumber, termasuk buku, jurnal ilmiah, dan artikel terbaru. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang fokus pada studi literatur. Prinsip keadilan adalah pilar utama ekonomi syariah dalam upaya mewujudkan keseimbangan, transparansi, dan keinginan dalam operasi ekonomi. Fintech syariah adalah jenis teknologi keuangan yang menggabungkan prinsip-prinsip keuangan Islam dan teknologi keuangan dengan tujuan menyediakan layanan keuangan yang sesuai dengan syariah. Penggunaan teknologi dalam bisnis berbasis syariah, yang didasarkan pada prinsip-prinsip Islam yang menekankan pada keadilan, transparansi, dan tanggung jawab sosial, telah menjadi bagian penting dari era teknologi saat ini yang dapat meningkatkan keadilan bagi konsumen dan pelaku usaha