E-Journal IAI Bani Fattah
Not a member yet
750 research outputs found
Sort by
Development Of Arabic Language Teaching Materials Based On Interactive Multimedia Plotagon Story Class VII MTsN 7 Kediri
A
ABSTRAK
Pembelajaran Bahasa arab pada sebuah Lembaga tentu memiliki tujuan signifikan dalam mengembangkan skill untuk berbahasa arab. Untuk itu, pengembangan metode pembelajaran yang variative tentu dibutuhkan dalam implementasi pembelajaran Bahasa arab. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah: 1) Mengembangkan bahan ajar bahasa Arab berbasis multimedia interaktif dengan menggunakan Cerita Plotagon untuk keterampilan berbicara siswa kelas 7 MTsN 7 Kediri; 2) Mengkaji kelayakan bahan ajar bahasa Arab berbasis multimedia interaktif dengan menggunakan Cerita Plotagon untuk keterampilan berbicara siswa kelas 7 MTsN 7 Kediri. Alasan peneliti memilih judul ini adalah karena belum ada bahan ajar berbasis multimedia yang sesuai untuk mengajarkan keterampilan berbicara bahasa Arab, dan siswa masih merasa kesulitan dalam pelajaran bahasa Arab tanpa menggunakan media lain. Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian R&D (Research and Development) dengan model ADDIE yang meliputi tahapan: analisis kebutuhan (mengidentifikasi permasalahan melalui wawancara dengan guru bahasa Arab), desain produk (meliputi perencanaan pembuatan video animasi interaktif Plotagon Story sesuai modul guru dan siswa), pengembangan produk (pembuatan produk, validasi produk, dan uji praktisi untuk menilai kelayakan produk berdasarkan hasil validasi), implementasi produk (pengaplikasian produk kepada siswa untuk menilai kelayakannya), dan revisi produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar bahasa Arab berbasis multimedia interaktif menggunakan Plotagon Story layak digunakan berdasarkan hasil validasi isi dengan persentase 90% yang dinyatakan valid; validasi konstruk dengan persentase 85% yang dinyatakan valid; uji coba guru praktisi dengan persentase 81% yang dinyatakan valid; dan uji respon siswa dengan persentase 89,47% yang dinyatakan valid. Terkait dengan efektivitasnya terbukti menunjang dan membantu peserta didik dalam pembelajaran maharah kalam berdasarkan perhitungan SPSS menunjukkan hasil sebesar 0,000 < 0,05 sesuai dengan uji paired sample t-test yang menunjukkan adanya perbedaan dan pengaruh yang signifikan antara hasil pre-test dengan hasil post-test.
Kata Kunci : Multimedia Interaktif, Cerita Plotagon, Kemampuan Berbicara
ABSTRACT
Learning Arabic in an institution certainly has a significant goal in developing skills for speaking Arabic. For that, the development of varied learning methods is certainly needed in the implementation of Arabic learning. The purpose of this development research is: 1) To develop an interactive multimedia-based Arabic language teaching material using Plotagon Story for speaking skills of 7th-grade students at MTsN 7 Kediri; 2) To assess the feasibility of the interactive multimedia-based Arabic language teaching material using Plotagon Story for speaking skills of 7th-grade students at MTsN 7 Kediri. The reason the researcher chose this title is that there is no existing multimedia-based teaching material suitable for teaching Arabic speaking skills, and students still find Arabic lessons difficult without other forms of media.The researcher used the R&D (Research and Development) type of research with the ADDIE model, which involves the following stages: needs analysis (identifying issues through interviews with Arabic language teachers), product design (including planning the creation of Plotagon Story interactive animation videos according to teacher and student modules), product development (creating the product, validating the product, and conducting practitioner tests to assess the product's feasibility based on validation results), product implementation (applying the product to students to assess its feasibility), and product revision. The research findings indicate that the interactive multimedia-based Arabic language teaching material using Plotagon Story is feasible for use based on the results of content validation with a percentage of 90%, which is considered valid; construct validation with a percentage of 85%, also valid; practitioner teacher testing with a percentage of 81%, valid; and student response testing with a percentage of 89.47%, valid. Regarding its effectiveness, it has been proven to support and assist students in learning maharah kalam based on SPSS calculations, which show a result of 0.000 < 0.05, in accordance with the paired sample t-test, indicating a significant difference and impact between the pre-test and post-test results.
Keywords: Multimedia Interactive; Plotagon Story; Speaking Skill
(تطبيق طريقة التواصلية في مهارة الكلام باللغة العربية (دراسة وصفية في معهد نور الحكيم الإسلامية لومبوك الغربي
ABSTRAK
Dalam pembelajaran bahasa Arab, keterampilan berbicara merupakan salah satu keterampilan bahasa yang penting. Dalam ilmu bahasa, keterampilan bahasa dibagi menjadi dua kategori, yaitu keterampilan produktif dan keterampilan reseptif. Keterampilan produktif mencakup keterampilan berbicara dan menulis, sementara keterampilan reseptif mencakup keterampilan mendengarkan dan membaca. Keterampilan berbicara adalah keterampilan verbal dalam keterampilan produktif, yang memiliki cara komunikasi yang sangat penting. Jika cara komunikasi ini tidak diterapkan dengan baik, maka keterampilan berbicara tidak akan dapat dikuasai dengan sempurna. Sering kali ditemukan kesalahpahaman dalam proses komunikasi, yang dapat menghambat keterampilan berbicara. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan cara komunikasi yang tepat dan sesuai dengan lingkungan. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dalam penelitian lapangan. Data primer dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara di institusi Sekolah Aliyah Dakwah Islamiyah Putra Nurul Hakim, Lombok Barat. Data sekunder diperoleh dari referensi seperti buku, artikel, yang terkait dengan metode komunikasi dan keterampilan berbicara. Hasil penelitian menunjukkan, pertama, ada metode komunikasi yang diterapkan di Lembaga ini berjaan dengan sangat efektif. Kedua, terdapat faktor penghambat dan pendukung praktik keterampilan berbicara melalui metode komunikasi di sekolah tersebut.
Kata kunci: metode komunikasi, keterampilan berbicara.
ABSTRACT
In Arabic language learning, speaking skills are one of the important language skills. In linguistics, language skills are divided into two categories: productive skills and receptive skills. Productive skills include speaking and writing, while receptive skills include listening and reading. Speaking is a verbal skill within productive skills, and it involves a very important communication method. If this communication method is not applied properly, speaking skills will not be mastered perfectly. Misunderstandings often occur during the communication process, which can hinder speaking skills. Therefore, it is important to use the correct communication methods that are suitable for the environment. The researcher uses a descriptive qualitative method in field research. Primary data in this study were obtained through observation, documentation, and interviews at the Aliyah Dakwah Islamiyah Putra Nurul Hakim School in West Lombok. Secondary data were obtained from references such as books and articles related to communication methods and speaking skills. Research results show that first, there is a communication method applied at this institution that works very effectively. Second, there are factors that hinder and support the practice of speaking skills through communication methods at the school.
Keywords: communication methods, speaking skills
Manajemen Peserta Didik dalam Pengembangan Minat Tahfidzul Qur'an
ABSTRAK
Tahfidzul Qur’an merupakan salah satu upaya menjaga dan melestarikan Al-Qur’an sejak dini melalui program kegiatan di madrasah. Program tersebut berkaitan dengan Manajemen Peserta Didik sebagai upaya mengembangkan minat Tahfidzul Qur’an pada anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Manajemen Peserta Didik di MTs Ilmu Al-Qur’an Mojokrapak Jombang (2) Penerapan Program Tahfidzul Qur’an di MTs Ilmu Al-Qur’an Mojokrapak Jombang (3) Pengembangan Minat Tahfidzul Qur’an di MTs Ilmu Al-Quran Mojokrapak Jombang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data menggunakan: (1) Observasi, (2) wawancara, (3) dokumentasi. Sedangkan pengecekan keabsahan data menggunakan Kredibilitas, transferabilitas, dependebilitas, dan konfirmabilitas. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa (1) manajemen peserta didik di MTs Ilmu Al-Qur’an Mojokrapak Jombang mencakup: perencanaan, pelaksanaaan, dan evaluasi program kegiatan siswa di madrasah di dasarkan pada penerapan konsep manajemen berbasis Al-Qur’an. (2) penerapan program tahfidzul qur’an di MTs Ilmu Al-Qur’an Mojokrapak Jombang sudah sangat baik dalam menerapkan program tahfidz. mencakup penetapan program, menentukan indikator keberhasilan program, menentukan penanggung jawab, menentukan jadwal kegiatan dan alokasi waktu, menetukan metode, dan model penilaian. (3) pengembangan minat tahfidzul qur’an di MTs Ilmu Al-Qur’an Mojokrapak Jombang mencakup: potensi diri dan motivasi. Adapaun Potensi diri Melalui kegiatan ekstrakurikuler berbasis Al-Qur’an maka minat anak akan berkembang, kemudian motivasi yang didukung oleh faktor internal dan eksternal.
Kata Kunci: Manajemen Peserta Didik, TahfidzulQur’an
ABSTRACT
Tahfidzul Qur'an is one of the efforts to maintain and preserve the Qur'an from an early age through activity programs in madrasahs. This program is related to Student Management as an effort to develop Interest in Tahfidzul Qur'an. This study aims to determine (1) Student Management at MTs Ilmu Al-Qur'an Mojokrapak Jombang (2) Implementation of the Tahfidzul Qur'an Program at MTs Ilmu Al-Qur'an Mojokrapak Jombang (3) Development of Interest in Tahfidzul Qur'an at MTs Ilmu Al-Quran Mojokrapak Jombang. The method used in this study uses a qualitative method with a descriptive approach. The method used for data collection uses: (1) Observation, (2) interviews, (3) documentation. While checking the validity of the data uses Credibility, transferability, dependability, and confirmability. The results of this study indicate that (1) student management at MTs Ilmu Al-Qur'an Mojokrapak Jombang includes: planning, implementation, and evaluation of student activity programs at the madrasah based on the application of the concept of management based on the Qur'an. (2) the implementation of the tahfidzul qur'an program at MTs Ilmu Al-Qur'an Mojokrapak Jombang has been very good in implementing the tahfidz program. includes determining the program, determining indicators of program success, determining the person in charge, determining the activity schedule and time allocation, determining methods, and assessment models. (3) the development of interest in tahfidzul qur'an at MTs Ilmu Al-Qur'an Mojokrapak Jombang includes: self-potential and motivation. Self-potential Through extracurricular activities based on the Qur'an, children's interests will develop, then motivation supported by internal and external factors.
Keywords: Student Management, Tahfidzul Qur'a
Kepemimpinan Kiai Berbasis Nilai Salaf dan Khalaf dalam Membentuk Generasi Santri Berkarakter di Era Digital (Studi Kasus di Ponpes Tarbiyatul Muballighin)
ABSTRAK
Era digital telah membawa dampak besar terhadap sistem pendidikan pesantren, menuntut adanya pembaruan tanpa meninggalkan akar tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kepemimpinan Kiai Bahrurrozi At-Taufiqi di Pondok Pesantren Tarbiyatul Muballighin mampu mengintegrasikan nilai-nilai salaf (tradisional) dan khalaf (modern) dalam membentuk karakter santri yang tangguh di era digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, penelitian ini menggambarkan strategi kepemimpinan kiai dalam mempertahankan pembelajaran kitab kuning, tahfidzul Qur’an, dan nilai-nilai akhlak sambil memanfaatkan teknologi digital, program berbasis kompetensi, dan fasilitas pendidikan modern. Hasilnya menunjukkan bahwa kepemimpinan beliau mencerminkan pendekatan transformatif dan visioner, sejalan dengan konsep insan kamil menurut Al-Ghazali yang menekankan penyatuan akal dan akhlak. Santri tidak hanya dididik secara spiritual dan moral, tetapi juga dilatih menjadi individu yang kritis, kreatif, dan melek teknologi. Strategi integratif ini menjadikan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang adaptif terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan identitas keilmuannya. Kesuksesan Kiai Bahrurrozi menunjukkan bahwa kepemimpinan berbasis nilai dapat menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan pendidikan Islam di era digital yang kompleks dan dinamis.
Kata Kunci: Kepemimpinan Kiai, Nilai Salaf dan Khalaf, Karakter Santri, Era Digital
ABSTRACT
The digital era has had a significant impact on the Islamic boarding school education system, demanding renewal without abandoning traditional roots. This study aims to examine how the leadership of Kiai Bahrurrozi At-Taufiqi at the Tarbiyatul Muballighin Islamic Boarding School is able to integrate salaf (traditional) and khalaf (modern) values in shaping resilient student character in the digital age. Using a qualitative case study approach, this research illustrates the kiai’s leadership strategies in preserving classical learning such as kitab kuning studies, Qur’an memorization, and moral values, while simultaneously utilizing digital technology, competency-based programs, and modern educational facilities. The results show that his leadership reflects a transformative and visionary approach, in line with the concept of insan kamil according to Al-Ghazali, which emphasizes the unity of intellect and morality. Students are educated not only spiritually and morally, but also trained to be critical, creative, and digitally literate individuals. This integrative strategy positions pesantren as adaptive educational institutions that can face modern challenges without losing their scholarly identity. Kiai Bahrurrozi’s success demonstrates that value-based leadership is key to addressing the complex and dynamic challenges of Islamic education in the digital era.
Keywords: Kiai Leadership, Salaf and Khalaf Values, Student Character, Digital Era
Multi Triple Curriculum dalam Peningkatan Kompetensi Santri di Pondok Pesantren Putri Al-Amanah Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang
ABSTRAK
Dalam rangka menghasilkan produk pendidikan yang baru dan berkualitas maka Pondok Pesantren Al-Amanah melakukan Inovasi kurikulum berbasis MTC (Multi Tripel Curriculum) kurikulum yang mengunggulkan tiga keunggulan. Inovasi kurikulum di Pondok Pesantren Al-Amanah bertujuan untuk meningkatkan kompetensi setiap peserta didik. Oleh sebab itu, lembaga Pondok Pesantren Al-Amanah melakukan sebuah inovasi kurikulum baru yang selalu dilakukan dalam beberapa masa agar kompetensi Peserta didik di Pesantren dapat mengalami peningkatan. Penelitian ini mengkaji tentang Efektivitas Inovasi Kurikulum dalam Peningkatan Kompetensi Santri di Pondok Pesantren Al-Amanah Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis deskriptif, teknik pengumpulan data dengan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, setelah mendapatkan data yang diperlukan penulis, data dideskripsikan lalu dianalisis. Hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis menunjukan bahwa inovasi kurikulum pada Pondok Pesantren Al-Amanah dilakukan melalui tahap perencanaan, penerapan dan evaluasi inovasi. Inovasi kurikulum tersebut berdampak pada meningkatnya kompetensi setiap santri yang meliputi kemampuan kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), dan psikomotorik (keterampilan) santri pada tiga program pendidikan yang ada di Al-Amanah yaitu Madrasah Diniyah, Madrasah Al-Qur’an dan Jam’iyah Tahfidzil Qur’an. Oleh sebab itu setelah melakukan observasi proses inovasi kurikulum dalam peningkatan santri di Pondok Pesantren Putri Al-Amanah berjalan dengan sangat baik meskipun ditengah jalan lembaga memiliki beberapa kendala dilapangan, baik dari santri sendiri maupun pihak pelaku inovasi. Akan tetapi hal tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan dan acuan lembaga dalam melakukan inovasi kurikulum dimasa yang akan datang.
Kata Kunci: Multi Triple Curriculum, Komprtrnsi Santri, dan Pondok Pesantren
ABSTRACT
In order to produce new and quality educational products, the Al-Amanah Islamic Boarding School has implemented a curriculum innovation based on MTC (Multi Triple Curriculum), a curriculum that emphasizes three advantages. Curriculum innovation at the Al-Amanah Islamic Boarding School aims to improve the competence of each student. Therefore, the Al-Amanah Islamic Boarding School has implemented a new curriculum innovation that is always carried out in several periods so that the competence of students at the Islamic Boarding School can increase. This study examines the Effectiveness of Curriculum Innovation in Improving the Competence of Students at the Al-Amanah Bahrul 'Ulum Tambakberas Jombang Islamic Boarding School. The method in this study is qualitative research using a descriptive analysis approach, data collection techniques through observation, interviews and documentation, after obtaining the data needed by the author, the data is described and then analyzed. The results of the research conducted by the author show that curriculum innovation at the Al-Amanah Islamic Boarding School is carried out through the stages of planning, implementation and evaluation of innovation. This curriculum innovation has resulted in increased competency for each student, encompassing cognitive (knowledge), affective (attitude), and psychomotor (skills) abilities across the three educational programs at Al-Amanah: Madrasah Diniyah, Madrasah Al-Qur'an, and Jam'iyah Tahfidzil Qur'an. Therefore, after observing the curriculum innovation process for improving student performance at the Al-Amanah Girls' Islamic Boarding School, it has been remarkably successful, despite several obstacles encountered along the way, both by the students themselves and by the innovators. However, this is expected to serve as a reference and guide for the institution in implementing curriculum innovation in the future.
Keywords: Multi-Triple Curriculum, Student Competence, and Islamic Boarding Schoo
Revitalisasi Nilai-Nilai Aswaja Melalui Kajian Kitab Risalah Ahlussunnah Wal Jama’ah Di PP. Al Harun Bungah Gresik
Santri pondok Al Harun Bungah Gresik berasal dari berbagai latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Hal ini direspon oleh pengasuh pondok pesantren Al Harun dengan cara mengadakan pengajian yang bertujuan untuk meminimalisir terpaparnya paham radikal. Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini ialah : 1) memberikan pemahaman ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah An Nahdliyah 2) membendung paham radikalisme. Dalam upaya mencapai tujuan pengabdian masyarakat ini, metode kegiatan yang digunakan ada dua macam, yaitu 1) pelatihan yang dilakukan dengan metode ceramah 2) praktik amalan-amalan Ahlussunnah yang terdapat pada kitab Risalah Ahlussunnah Wal Jama’ah. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa : 1) santri memiliki makna dan pemahaman kitab Risalah Ahlussunnah Wal Jama’ah 2) santri memahami nilai-nilai yang terkandung dalam kitab Ahlussunah Wal Jama’ah 3) santri dapat mempraktikkan amalan-amalan Ahlussunah Wal Jama’a
Pelatihan Bahasa dan Sastra Indonesia Para Guru Pondok Pesantren di Kecamatan Diwek, Jombang di Era Digital
Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan formal dan nonformal memiliki peran strategis dalam mencetak generasi bangsa yang berkarakter. Namun, pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di lingkungan pondok pesantren seringkali menghadapi kendala karena sebagian guru bukan lulusan sarjana pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, sehingga kurang menguasai kaidah kebahasaan dan strategi pembelajaran yang inovatif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam penguasaan Ejaan Bahasa Indonesia, penulisan kalimat baku berbasis digital, serta pengajaran bahasa dan sastra Indonesia yang kreatif dan inovatif. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi, tanya jawab, praktik, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia yang ditandai dengan meningkatnya kemampuan menulis dan mengajar berbasis teknologi. Antusiasme peserta yang tinggi menunjukkan keberhasilan program, yang diharapkan berkelanjutan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di pondok pesantren
Ritual Perjalanan Terakhir Suku Anak Dalam Jambi: Studi Perbandingan Dengan Hukum Islam
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian ritual perjalanan terakhir SAD dengan ketentuan hukum Islam mengenai tata cara pengurusan jenazah. Metode yang digunakan adalah penelitian empiris dengan pendekatan antropologi hukum. Dan data dikumpulkan melalui teknik observasi dan wawancara dengan Temenggung serta anggota komunitas SAD. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah praktik ritual SAD tidak sejalan dengan ketentuan syariat, terutama dalam hal larangan meratap berlebihan, kewajiban memandikan dan mengkafani jenazah, kewajiban menshalatkan, serta perintah untuk menguburkan jenazah di dalam tanah. Sebaliknya, hukum Islam menekankan prinsip pemuliaan terhadap jenazah, ketertiban syariat, serta penghindaran dari keyakinan terhadap roh-roh yang dapat mengganggu manusia. Kebaruan penelitian ini terletak pada upaya memadukan analisis hukum Islam dengan realitas empiris komunitas adat yang memiliki sistem kepercayaan unik dan jarang dikaji dalam studi pengurusan jenazah. Penelitian ini memberikan gambaran baru mengenai bagaimana interaksi antara tradisi lokal dan hukum Islam, serta kontribusi terhadap pengembangan kajian fiqh jenazah dalam konteks sosial budaya yang ada Indonesia
Nilai-Nilai Sufistik Dalam Kitab Khaṣā’iṣ al-Muṣṭafā Karya Nasiruddin Mughalthai
This study aims to reveal the Sufi values contained in the book Khaṣā’iṣ al-Muṣṭafā by Nāṣiruddīn Mughālṭāy, an 8th-century H. scholar of hadith. This book, which contains short narratives about the special characteristics of the Prophet Muhammad SAW, is analyzed using a qualitative approach through content analysis. The focus of the study is to explore how the manifestation of Sufi values in the stories and behavior of the Prophet makes him an ideal model (al-uswah al-hasanah) in Islamic spirituality. The findings show that the spiritual dimension of the Prophet Muhammad SAW in the book represents several profound Sufi values, including tawakkal, ma'rifah, mahabbah, zuhud, ikhlas, muraqabah, tawāḍu', iḥsān, and ṣabr. In conclusion, Khaā’iṣ al-Muafā not only affirms the prophetic status of Muhammad SAW but also positions him as a perfect figure (al-insān al-kāmil), serving as the main reference in the Sufi tradition. The implication of this research is the affirmation that the Prophet's spiritual example is integral and comprehensive, providing an ethical-religious foundation for those who walk the Sufi path
Keadilan dan Kepastian Hukum dalam Pemenuhan Hak Anak Pasca Perceraian
This article explores the challenges and solutions related to the fulfillment of child support after divorce, from the perspective of justice and legal certainty. Although various regulations—such as the Marriage Law, Child Protection Law, and the Compilation of Islamic Law—clearly define parental responsibilities, their implementation often fails in practice. Key contributing factors include limited legal awareness, high execution costs, the absence of the non-custodial parent, and weak enforcement of court rulings. The study highlights the need to strengthen both substantive justice and judicial mechanisms to ensure the protection of children's rights. The article also advocates for adaptive and participatory approaches, such as adjusting the amount of support in line with economic changes and involving children in legal decisions. The government is urged to enhance institutional coordination and expand access to legal aid. By integrating the principles of justice and legal certainty, Indonesia’s legal system can better protect children affected by divorce and encourage parents to fulfill their responsibilities in both legal and social contexts