1,721,080 research outputs found
Sikap Jama’ah Tarekat Tijaniyah terhadap kerukunan umat beragama: Studi kasus Jama’ah Tarekat Tijaniyah di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat
Tarekat merupakan jalan bagi seseorang atau seorang salik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan menjalankan segala tahapan-tahapan Spiritual sehingga mampu melaksanakan setiap maqam secara bertahap, begitupun dengan hal dalam bagaimana mereka memperlakukan suatu agama baik itu agama Islam dan agama lainnya, tentunya mereka mampu melihat suatu agama dari sudut tertentu, tidak hanya mereka melihat dengan mata biaasa namun pandangan yang lebih luas dan kaya, bahwasanya agama memiliki pengertian berbeda-beda bagi pemeluknya sehingga tidak bisa setiap orang melihat setiap agama dengan pandangan yang buruk tapi agama adalah suatu keyakinan orang masing-masing yang memeluknya.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana sikap tarekat Tijaniyah terhadap kerukunan umat beragama dan bagaimana bentuk kerukunan yang dijalani para jama’ah tarekat Tijaniyah dengan pemeluk agama lain khusunya di Padalarang. Dalam penelitian ini penulis mengambil lokasi penelitian di Jama’ah tarekat Tijaniyah Bandung Barat.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif di mana penelitiannya menggambarkan sebuah sikap yang terjadi dilapangan yang sifatnya actual. Berdasarkan fakta dan data yang diperoleh dari hasil penelitian.
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini mencakup data primer dan data sekunder. Data primer mencakup sejarah dan perkembangan Jama’ah tarekat Tijaniyah Padalarang atau yang berkaitan dengannya dan data sekunder yaitu data yang mencakup persepsi kerukunan umat beragama, baik secara literatur, media informasi, maupun dari beberapa tokoh.
Adapun hasil penelitian yang diperoleh mengenai kerukunan umat beragama jama’ah tarekat Tijaniyah, adalah kerukunan umat beragama merupakan suatu keharusan, karena untuk menjaga kerukunan umat beragama sudah ada dalam UUD. Begitu pula dengan para jama’ah tarekat Tijaniyah, mereka sangat menghormati perbedaan bagi mereka perbedaan agama bukanlah suatu masalah untuk melakukan interaksi dengan pemeluk agama lain maupun dengan tarekat lain, karena perbedaan tersebut merupakan sunatullah (ketetapan Allah) atas makhluk-Nya. Sedangkan mengenai hubungan yang dijalani antara jama’ah tarekat Tijaniyah dengan pemeluk agama lain atau denga tarekat lain, para jama’ah tarekat Tijaniyah sering mengikuti pengajian-pengajian diluar tarekat Tijaniyah dan sering memberikan ceramah tentang kerukunan umat beragama di wilayah-wilayah tertentu
Kepemimpinan Profetik Ala Kuntowijoyo dalam Tarekat Tijaniyah
This research was conducted with the aim of knowing the prophetic leadership of kuntowijoyo in the Tijaniyah order in the city of Probolinggo covering how the prophetic leadership of muqoddam (leader) in the Tijaniyah order. This research uses a descriptive qualitative approach with the type of case study research (field research) conducted directly in the city of Probolinggo. The intended targets to obtain data in this study are muqoddam (leader of the Tijaniyah order), brotherhood and akhowat (followers of the Tijaniyah order) and muhibbin (lovers of the Tijaniyah order) with techniques of collecting observation data, interviews and documentation. Data analysis through three stages, namely data reduction, data presentation, and verification. The conclusion obtained from this study is that it is known that the prophetic leadership of the Tijaniyah order muqoddam refers to the 3 prophetic principles of Kuntowijoyo including humanization / amar ma'ruf habituation of wirid jamaah, liberation / nahi munkar by giving a study of religious knowledge needed especially Fiqh and Tasawuf and giving transparency not to hurt each other and always istiqomah, and transcendence, always shows that ridho Allah as the ultimate goal.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kepemimpinan profetik kuntowijoyo dalam tarekat Tijaniyah di kota Probolinggo mencakup bagaimana kepemimpinan profetik muqoddam (pemimpin) dalam tarekat Tijaniyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus (penelitian lapangan) yang dilakukan secara langsung di kota Probolinggo. Sasaran yang dituju untuk mendapatkan data dalam penelitian ini adalah muqoddam (pemimpin tarekat Tijaniyah), ikhwan dan akhowat (pengikut tarekat Tijaniyah) dan muhibbin (pencinta tarekat Tijaniyah) dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah diketahui bahwa kepemimpinan profetik muqoddam tarekat Tijaniyah mengacu pada 3 prinsip profetik Kuntowijoyo mencakup pada humanisasi/amar ma’ruf pembiasaan wirid berjamaah, liberasi/nahi munkar dengan memberi kajian seputar pengetahuan agama yang dibutuhkan terutama Fiqih dan Tasawuf dan memberi keteladanan untuk tidak saling menyakiti dan senantiasa istiqomah, serta transendensi, selalu menunjukkan bahwa ridho Allah sebagai tujuan akhir
Analisis Perkembangan Tarekat Tijaniyah di Indonesia
Tarekat Tijaniyah merupakan aliran tasawuf yang berkembang pesat di Nusantara sejak awal abad ke-20. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan Tarekat Tijaniyah berdasarkan tinjauan pustaka tahun 2021-2025. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap sembilan artikel ilmiah terpublikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik amaliyah Tarekat Tijaniyah memberikan dampak signifikan pada pembentukan karakter spiritual dan sosial jama\u27ah. Wirid lazimah, wadhifah, dan hailalah yang diamalkan secara konsisten terbukti melahirkan ketenangan batin, pengendalian emosi, serta akhlakul karimah. Peran kyai dan muqaddam menjadi kunci keberlangsungan tarekat melalui pengajaran sistematis di pesantren dan komunitas lokal. Tarekat ini juga berfungsi sebagai media pemersatu sosial yang memperkuat solidaritas dan partisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan. Meskipun sempat menghadapi kontroversi, Tarekat Tijaniyah mampu beradaptasi dengan lokal melalui strategi fleksibel. Penelitian menyimpulkan bahwa Tarekat Tijaniyah tetap relevan sebagai sarana spiritualitas dan pembinaan akhlak di era modern, dengan penyebaran yang terus meluas di berbagai wilayah Indonesia
Ijtima Wadzifah Haelalah Sebagai Media Dakwah Tarekat Tijaniyah Di Garut
Garut Regency has the largest Tarekat Tijaniyah community in West Java, which was spread by Syaikhuna KH Badruzzaman from the Al Falah Biru Islamic Boarding School. One of the methods of da\u27wah developed is Ijtima Wadzifah Haelalah, which is the reading of the Wadzifah and Haelalah wirid in congregation every Friday afternoon after the Ashar prayer until Maghrib. This activity is carried out in villages in turns and is attended by Tarekat Tijaniyah practitioners and the general public. This study found that Ijtima Wadzifah Haelalah is effective in increasing the number of Tarekat Tijaniyah practitioners and deepening love for the Prophet Muhammad SAW and Sheikh Ahmad Al-Tijani. The recommendation of this study is to make the event more interesting and use media to disseminate information about the activity.
Keywords: Tarekat Tijaniyah, Ijtima Wadzifah Haelalah, Tarekat Tijaniyah Dakwah, Tarekat Tijaniyah Garu
ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN TAREKAT TIJANIYAH DI MAJALAH ALKISAH
Tarekat Tijaniyah merupakan tarekat yang unik dan kontroversial. Sanad yang dimiliki tarekat ini disebut sanad bazakhiyah, karena silsilahnya langsung dari pendiri kepada Rasulullah SAW tanpa perantara sahabat, tabiin dan seterusnya hingga pendiri. Hal yang menarik lainnya adalah acara tahunan yang dinamakan �Idul Khatmi, diperingati secara nasional dan selalu dipenuhi orang ribuan orang yang menjadi pengikutnya. Karena acara ini bersifat nasional, maka acara ini menjadi sorotan media, termasuk majalah alKisah yang selalu aktif dalam pemberitaan dakwah dan kegiatan tarekat Tijaniyah. Bagaimana berita yang terkait dengan tarekat Tijaniyah dimuat dalam majalah alKisah? Bagaimana majalah alKisah menyusun fakta atau peristiwa seputar tarekat Tijaniyah? Bagaimana majalah alKisah mengisahkan fakta seputar tarekat Tijaniyah? Bagaimana majalah alKisah menulis fakta seputar tarekat Tijaniyah? Bagaimana majalah alKisah menekankan fakta seputar tarekat Tijaniyah? Berita-berita mengenai tarekat Tijaniyah oleh sebagian media memang cenderung menyudutkan tanpa ada penjelasan yang komperhensif mengenai masalah yang kontroversial yang ada dalam tarekat Tijaniyah, namun majalah alKisah yang diyakini sebagai majalah yang santun dan berimbang dalam banyak pemberitaannya netral dan tidak memihak. Demikian pula mengenai pemberitaan majalah tersebut mengenai tarekat Tijaniyah. Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki (1993) mengatakan bahwa analisis framing adalah proses pembuatan pesan agar lebih menonjol, menempatkan informasi lebih daripada yang lain sehingga khalayak lebih tertuju pada pesan tersebut. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif eksploratif yang bertujuan untuk lebih mengenal atau memperoleh pandangan baru tentang suatu pemberitaan.konsep-konsep yang digunakan adalah menganalisa strukur sintaksis, struktur naskah atau skrip, struktur tematik dan struktur retoris. Majalah alKisah merupakan salah satu media yang cukup intens dalam menampilkan pembertitaan seputar tarekat Tijaniyah, sedikitnya ada tiga tulisan yang dimuat alKisah. Pemberitaan majalah alKisah mengenai tarekat Tijaniyah jika dianalisa dengan struktur sintaksis, maka yang ditemukan untuk menjadi unit analisanya adalah: tagline, headline, lead, latar, kutipan, pernyataan dan penutup. Karena alKisah tidak terlalu terpaku pada kaidah baku yang berlaku dalam jurnalistik, maka dalam penyajian beritanya dituliskan sepraktis mungkin dengan cara cepat dan enak dibaca. Penulisan fakta yang dibuat secara tematik agar meudahkan para pembaca saja, supaya tidak terjadi kebosanan, maka diperlukan selingan. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia yang lebih banyak modifikasi oleh redaksi, maka disebut bahasa alKisah, yang mungkin berbeda dengan bahasa baku yang sesuai denga EYD dalam kamus bahasa Indonesia. Penulisan berita majalah alKisah disajikan sepraktis mungkin supaya enak dibaca, tidak bosan dengan bahasa sehari-hari mengenai dakwah di tanah air yang bertemakan Ahlus Sunnah wal Jama�ah. Majalah alKisah dalam memuat pemberitaannya mengenai tarekat Tijaniyah sepertinya sangat pro, namun dibuat senetral mungkin sehingga sangat halus. Karena alKisah hanya bersifat sebagai loudspeaker saja pada tiap pemberitaan mengenai tarekat Tijaniyah
Dinamika Internal Masyarakat Muslim Penganut Tarekat: (Studi Kasus Terhadap Penganut Tarekat Tijaniyah di Kabupaten Nunukan)
The Tijaniyah Order is a way for a salik to get closer to Allah SWT, by carrying out all spiritual forms to be carried out at a station sequentially. The beginning of the emergence of the Tijaniyah Order was in West Java, precisely in Cirebon. The development of the Tijaniyah Order continues to follow the times so that this Order has reached other countries such as Tawau, Malaysia. In this study, the author discusses how the development or internal dynamics of the Tijaniyah Muslim community in Nunukan Regency. The result is that the development of the Tijaniyah Order in Nunukan Regency has been very slow but sure. So that the number of adherents of the Tijaniyah Order in Nunukan Regency is still very small. Because the Tijaniyah Order does not just accept and pay allegiance to someone who still has doubts in his heart. His heart could not yet accept the practices and teachings of the Tijaniyah Order. The practice of dhikr in the Tijaniyah Order educates its members to always be close to Allah both physically and spiritually, so that what is written in the heart and what is said orally, namely dhikr, goes hand in hand continuously and is reflexive. It is meant to resist every ugly scratch in the mind. So as to produce a clear mind, clean from scratches other than Allah. The practice of remembrance is basically the basics of practice that must be developed by members to organize maqamat until they reach the degree of sainthood
Perkembangan Tarekat Tijaniyah di Jatibarang Brebes (2000-2020)
Tarekat Tijaniyah merupakan tarekat yang didirikan oleh Syaikh Ahmad bin Muhammad Attijani. Pada awal kedatangannya di Indonesia, Tarekat Tijaniyah banyak menuai perdebatan di kalanngan ulama NU. Puncaknya pada kongres NU tahun 1931, Tarekat Tijaniyah menuai penolakan yang dipicu oleh kontroversi terkait keabsahan tarekat tersebut. Pada kongres tersebut, banyak ulama yang meragukan keotentikan Tarekat Tijaniyah, mendorong perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami dinamika dan persepsi terhadap tarekat ini yang mana ulama serta masyarakat Jatibarang mayoritas orang NU.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sejarah Tarekat Tijaniyah di Jatiabarng Brebes serta mengetahui bagaimana perkembangan Tarekat Tijaniyah di Jatiabarang Brebes dari tahun 2000-2020. Penelitian ini juga dilakukan untuk mendalami peranan tokoh-tokoh kunci dalam penyebaran Tarekat Tijaniyah di Jatiabarang Brebes, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan dan penerimaan masyarakat terhadap Tarekat tersebut di wilayah tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi tahapan heuristik untuk mengumpulkan data primer, kritik untuk mengevaluasi serta mengkritik sumber-sumber, interpretasi untuk menganalisis makna dari data yang terkumpul, dan historiografi untuk memahami bagaimana penelitian sebelumnya telah mempengaruhi pemahaman tentang topik ini.
Penelitian ini menghasilkan jawaban bahwa awal kedatangan Tarekat Tijaniyah di Jatibarang Brebes dibawa oleh Syaikh Ali bin Abdullah At-Toyyib pada tahun 1927 ketika singgah di rumah KH Wahab Sya’roni. Faktor yang menyebabkan perkembangan Tarekat Tijaniyah yaitu dari peran ketokohan dari Abuya Syaikh Sholeh Basalamah serta metode pengajaran lewat pengajian rutinan. Kedatangan Tarekat Tijaniyah di Jatibarang disambut dengan cukup baik oleh masyarakat sekitar. Perkembangan Tarekat Tijaniyah yang terjadi merupakan hasil upaya ulama-ulama Jatibarang dalam mendakwahkan tarekat ini dengan santun. Pengaruh dari ulama-ulama tersebut yang menjadikan Tarekat Tijaniyah mudah diterima oleh masyarakat Jatibarang
PERKEMBANGAN TAREKAT TIJANIYAH DI KECAMATAN JATIBARANG KABUPATEN BREBES (2000-2023)
Tarekat sangat erat kaitannya dengan penyebaran dan
perkembangan tarekat itu sendiri. Di Jatibarang tarekat
Tijaniyah memiliki peranan besar dalam proses perubahan dan
perkembangan dari berbagai aspek kehidupan di masyarakat
seperti aktifitas atau kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh
para pengikut Tijaniyah di Jatibarang. Tujuan dari adanya
penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami perihal
1) Sejarah asal usul masuknya tarekat Tijaniyah di Jatibarang. 2)
Perkembangan tarekat Tijaniyah di Kecamatan Jatibarang tahun
2000-2023.
Selanjutnya dalam penyusunan skripsi ini penulis
menggunakan metode penelitian sejarah yang mencakup empat
tahapan yakni meliputi Heuristik, Kritik, Interpretasi, dan
Historiografi. Selain itu penulis menggunakan pendekatan
library research (penelitian kepustakaan) dan metode
wawancara narasumber dalam penelitiannya.
Dengan demikian hasil penelitian ini. Pertama tarekat
Tijaniyah di Jatibarang dirintis oleh kedua muqaddam Tijaniyah
yakni KH. Abdul Wahab Sya’roni dan Syekh Ali Basalamah
yang kemudian dilanjutkan dan dikembangkan oleh generasi
ketiga keturunannya yaitu KH. Rosyidi Malawi dan Syekh
Sholeh Basalamah. Kedua berkembangnya tarekat Tijaniyah di
Jatibarang ini meliputi peningkatan jumlah jama’ah ikhwan
Tijaniyah dan bertambahnya kegiatan-kegiatan tarekat Tijaniyah
di Jatibarang
Peranan Bimbingan Tarekat Tijaniyah dalam Membangun Kecerdasan Emosional dan Spiritual Ikhwannya (Penelitian pada Komunitas Tarekat Tijaniyah di Zawiyah Tarekat Tijaniyah Kecamatan Samarang Kabupaten Garut)
Manusia adalah makhluk dua dimensi yang membutuhkan penyelarasan kebutuhan akan kepentingan dunia dan akhirat. Oleh karena itu manusia harus memiliki konsep kecerdasan emosional dan spiritual yang selaras dalam kehidupan penelitian ini bertolak dari asumsi bahwa bimbingan yang diberikan oleh tarekat Tijaniyah di Samarang Garut sangat berperan dalam membentuk keselarasan kecerdasan emosional dan spiritual.
Adapun tujuan penelitian ini adalah pertama untuk mengetahui bagaimana ajaran tarekat Tijaniyah Samarang Garut, kedua bagaimana proses dan pelaksanaan bimbingan tarekat Tijaniyah Samarang Garut, ketiga bagaimana kemampuan kecerdasan emosional dan spiritual Ikhwan Tijani Samarang Garut dan keempat bagaimana peranan bimbingan tarekat Tijaniyah dalam membangun kecerdasan emosional dan spiritual ikhwannya.
Penelitian ini bertolak dari kerangka berfikir bahwa pada ajaran tarekat terdapat beberapa konsep yang dapat menumbuhkan Kecerdasan Emosional dan spiritual, yaitu ada Muhasabah (melakukan perhitungan atau introspeksi diri), Shabar dalam pengaturan diri dan hubungan dengan orang lain, Raja' (optimisme), Itsar (mendahulukan kepentingan orang lain), Syaja'ah ( ketrampilan sosial dan beraninya dalam menjalani kehidupan untuk berjuang bersama orang lain), Sakho’un (dermawan) berarti ada konsep untuk mempunyai harta terlebih dahulu, sehingga ada keseimbangan antara emosional dan spiritual.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, Karena metode ini sesuai dengan masalah penelitian yang dilakukan yaitu data yang terkumpul berbentuk kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan kegiatan yang dapat diamati mengenai fakta-fakta dan menggambarkan sifat-sifat populasi daerah tertentu.Sumber data dalam penelitian ini adalah seluruh aspek yang berhubungan dengan bimbingan tarekat Tijaniyah dalam membangun kecerdasan emosional dan spiritual ikhwannya yaitu Muqaddam,khadimul Wilayah dan beberapa jamaah dengan kriteria purposife yang sudah ditentukan pada teknik sampling.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, angket dan dokumentasi.
Dari hasil penelitian disimpulkan ajaran tarekat Tijaniyah samarang Garut yaitu sebagai penguat syariat, yang menjadi ciri khas adalah ijtima’ hailalah, proses bimbingan tarekat Tijaniyah terdapat pada amalan wirid lazimiyah, wirid ikhtiyariah dan tradisi ritual, hasil dari bimbingan tarekat Tijaniyah berperan dalam membangun kecerdasan emosional dan spiritual ikhwannya, adapun peranan bimbingan Tarekat Tijaniyah yaitu sebagai Motivator dalam membangun kecerdasan Emosional dan spiritual melalui program-programnya serta sangat berperan dalam terciptanya solidaritas sosial dikalangan ikhwan Tijaniyah
GERAKAN TAREKAT TIJANIYAH DALAM MASYARAKAT MADURA DI PROBOLINGGO (1930-2010)
Disertasi ini membahas gerakan Tarekat Tijaniyah di kalangan masyarakat Madura, tepatnya di wilayah Probolinggo, Jawa Timur. Tarekat Tijaniyah adalah salah satu dari sekian tarekat yang unik karena sering dikatakan oleh sebagian peneliti, sebagai tarekat eksklusif dan kontroversial. Kesan eksklusif muncul karena para pengikut tarekat ini harus melepaskan semua afiliasi tarekat sufi sebelumnya, dan ini sangat tidak lazim di dunia tarekat. Tijaniyah disebut tarekat kontroversial, karena kehadiran tarekat ini sering pula mendapatkan respon yang kurang baik dari sebagian kelompok tarekat lainnya, sehingga tak jarang mengakibatkan gesekan-gesekan kecil yang cenderung mengarah pada terjadinya ketegangan diantara keduanya.
Adapun fokus riset yang penulis teliti adalah (1) Bagaimana profil Tarekat Tijaniyah? (2) Mengapa tarekat Tijaniyah di wilayah Probolinggo, banyak diikuti oleh masyarakat Madura? (3) Bagaimana peranan guru tarekat Tijaniyah dalam melakukan gerakan-gerakan social?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian historis dengan pendekatan sosial budaya. Temuan dalam penelitian ini adalah; (1) Jumlah penganut tarekat Tijaniyah di Jawa Timur mayoritas berasal dari kalangan suku Madura. Karena beberapa aspek dari tradisi dan kepercayaan yang dianut orang Madura memperoleh relevansi dalam sebagian doktrin dan sistem ritual yang ditawarkan oleh Tarekat Tijaniyah. Riset ini menunjukkan perkembangan Tijaniyah yang cepat dalam masyarakat Madura, tidak hanya dapat dilihat dari aspek politik dan ekonomi, tetapi juga dapat ditinjau dari aspek tradisi dan doktrin Tarekat. (2) Beberapa ritual atau dzikir dalam tarekat ini juga dikenalkan melalui wadah kegiatan-kegiatan keagamaan yang telah melekat di kalangan tradisi masyarakat setempat. Doktrin tampaknya menjadi salah satu faktor daya tarik tersendiri bagi masyarakat Madura untuk bergabung ke dalam tarekat ini. Walaupun dalam proses sejarahnya, tarekat Tijaniyah pernah mengalami ketegangan dengan tarekat lainnya, terbukti pada tahun 1980-an telah menimbulkan tanda tanya besar dari terekat lain terhadap keabsahan atau kemuktabarahan tarekat Tijaniyah ini. (3) Peranan tokoh tarekat, muqaddam, sangat penting karena bagi masyarakat Madura pada umumnya, mereka diyakini memiliki kelebihan atau keistimewaan tertentu. Sehingga gerakan-gerakan sosial yang digagas oleh pemimpin tarekat memiliki daya tarik luar biasa dan menjadi wadah untuk menarik simpati masyarakat. Figur seorang kiai, termasuk syekh tarekat Tijaniyah seringkali dianggap sebagai bagian dari presentasi kesucian yang memiliki hubungan khusus dengan Sang Pencipta. Penghormatan tinggi diberikan kepadanya bukan hanya dipercaya sebagai orang alim dalam bidang agama tetapi juga dianggap istimewa karena dipercaya memiliki keturunan yang silsilahnya atau nasab-nya bersambung kepada Nabi Muhammad SAW
- …
