1,721,024 research outputs found
Kepribadian Anak dalam novel Gadis Cilik di Jendela Karya Tetsuko Kuroyanagi (Kajian Psikologi Sastra Sigmund Freud)
KEPRIBADIAN ANAK DALAM NOVEL " GADIS CILIK DIJENDELA " KARYA TETSUKO KUROYANAGI (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA SIGMUND FREUD) RR Keisha Putri Inas 11020144011Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya E-mail: [email protected] Abstrak Karya sastra adalah salah satu bentuk karya seni yang dihasilkan manusia dengan menggunakan bahasa sebagai alat pelahirnya. Karya sastra diciptakan bukan hanya untuk menghibur, tetapi juga bermanfaat bagi pembacanya. Karya sastra dianggap sebagai sebagai bentuk ekspresi dari sang pengarang. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimanakah Id tokoh Totto-chan dalam novel Gadis Cilik di Jendela karya Tetsuko Kuroyanagi? 2) Bagaimanakah Ego tokoh Totto-chan dalam novel Gadis Cilik di Jendela karya Tetsuko Kuroyanagi? 3) Bagaimanakah Superego tokoh Totto-chan dalam novel Gadis Cilik di Jendela karya Tetsuko Kuroyanagi? Pada penelitian ini, peneliti menggunakan novel Gadis Cilik di Jendela karya Tetsuko Kuroyanagi sebagai objek kepribadian dan teori psikoanalisis Sigmund Freud sebagai objek formal. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa terdapat tiga unsur struktur kepribadian menurut Sigmund Freud yaitu Id, Ego, dan SuperEgo
Totto Chan External Conflict in The Novel Tetsuko Kuroyanagi Totto Chan The Little Girl at The Window
This research is motivated by the existence of Totto-chan\u27s external conflict which is realized by the author in the work of Totto Chan the Little Girl at the Window by Tetsuko Kuroyanagi. The purpose of this study is to identify the external conflict experienced by Totto-chan, as well as the causes of the conflict in the novel Totto Chan the Little Girl at the Window by Tetsuko Kuroyanagi. In this research the researcher used Structural Analysis theory by Tzvetan Todorov. The method used in this research is descriptive qualitative. The data in this novel are quotes from words, sentences related to the external conflict experienced by the character Totto-Chan. Data collection techniques in this study were reading, marking data and recording data related to external conflicts in the novel Totto Chan the Little Girl at the Window by Tetsuko Kuroyanagi. The results of this study indicate that in the novel Totto Chan the Little Girl at the Window by Tetsuko Kuroyanagi, the external conflict experienced by Totto-chan is caused by Totto-chan\u27s hyperactive nature which often causes a lot of problems because Totto can\u27t stop moving, causing a lot of stress people are annoyed by it and also Totto\u27s imagination is too high which makes it difficult for Totto to understand the circumstances around her and she always does the things she likes without thinking about the consequences of her actions
ANALISIS MAKNA POLISEMI VERBA DASU (出す) PADA NOVEL MADOGIWA NO TOTTO-CHAN KARYA TETSUKO KUROYANAGI
Polisemi disebut dengan tagigo dalam bahasa Jepang. Tagigo ialah kata yang mempunyai makna lebih dari satu dan pada tiap makna tersebut ada keterkaitannya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari makna terkandung di dalam verba dasu ( 出す ) sebagai polisemi, pada novel Madogiwa no Totto-Chan karya Tetsuko Kuroyanagi.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang memiliki sifat deskriptif. Pada tahap pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik sadap, kemudian teknik lanjutannya adalah teknik Simak Bebas Libat Cakap dan teknik catat. Kemudian untuk menganalisis data digunakan metode padan translasional dengan teknik Pilah Unsur Penentu, dan digunakan metode penyajian informal pada tahap penyajian hasil analisis data. Teori yang digunakan dalam proses menganalisis polisemi verba dasu ( 出 す ) pada novel Madogiwa no Totto-Chan karya Tetsuko Kuroyanagi adalah teori yang dipaparkan oleh Moriyama (2012) dan Pateda (2001).
Berdasarkan analisis yang dilakukan menggunakan teori Moriyama (2012), disimpulkan terdapat enam makna verba dasu pada novel Madogiwa no Totto-Chan karya Tetsuko Kuroyanagi Peneliti juga menyimpulkan tiga kondisi verba dasu secara kontekstual menurut teori Pateda (2001).
Kata kunci: semantik, polisemi, verba dasu (出す), Madogiwa no Totto-chan
ANALISIS PENERAPAN METODE PENDIDIKAN HUMANISTIK CARL ROGERS DAN MANFAATNYA DALAM NOVEL MADOGIWA NO TOTTO CHAN KARYA TETSUKO KUROYANAGI
ANALISIS PENERAPAN METODE PENDIDIKAN HUMANISTIK CARL ROGERS DAN MANFAATNYA DALAM NOVEL MADOGIWA NO TOTTO CHAN KARYA TETSUKO KUROYANAGI - pendidikan, metode pendidikan humanistik, Madogiwa no Totto Chan, Tetsuko Kuroyanag
Penggunaan Onomatope Dalam Novel Madogiwa no Totto-chan karya Tetsuko Kuroyanagi.
Kosakata yang terbentuk berdasarkan tiruan bunyi atau suara yang berasal dari hewan, manusia, benda mati lebih dikenal dengan sebutan onomatope. Onomatope dalam bahasa Jepang bisa diteliti dari berbagai cabang ilmu linguistik, salah satunya adalah dari segi sintaksis. Kategori sintaksis onomatope bahasa Jepang adalah sebagai fukushi, namun bisa juga sebagai doushi, meishi, dan keiyoushi. Pada penelitian ini terdapat dua rumusan masalah yaitu (1) Jenis onomatope apa saja yang ada dalam novel Madogiwa no Totto-chan karya Tetsuko Kuroyanagi? (2) Apa kategori sintaksis onomatope dalam novel Madogiwa no Totto-chan karya Tetsuko Kuroyanagi? Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah novel Madogiwa no Tottochan karya Tetsuko Kuroyanagi. Dari sumber data, ditemukan sebanyak 137 onomatope dengan rincian: gion sebanyak 20 kata, gisei 17 kata, gijougo yang berhubungan dengan kankaku 21 kata, gijougo yang berhubungan dengan kanjou 11 kata, gitai 23 kata, dan giyou 45 kata. Dan kategori sintaksis yang ditemukan adalah sebagai fukushi (youtai fukushi, kekka fukushi, dan teido fukushi) sebanyak 60 data, doushi ( ~suru doushi dan ~tsuku doushi) sebanyak 35 data, meishi (tandoku meishi dan fukugo meishi) sebanyak 8 data, dan keiyoushi sebanyak 12 data
The Study of Moral Values in the Novel Totto-Chan by Tetsuko Kuroyanagi and its Implications in Literature Learning
The purpose of this study is to describe the moral values of each character in the novel Totto-Chan by Tetsuko Kuroyanagi and apply them in a concrete form to the readers. The method used is a qualitative descriptive method, namely the data presented in the form of extracts from the novel. To reveal the contents of the novel Totto-Chan, the researcher analyzes page by page and then summarizes it to get clear data from the novel Totto-Chan by Tetsuko Kuroyanagi. The analysis technique used is content analysis and the research instrument is the researcher himself. From the results of the analysis the researcher found: 18 moral values in the novel Totto-Chan by Tetsuko Kuroyanagi include (1) impatience, (2) responsibility, (3) hard work, (4) dishonesty, (5) courage, (6) likes to help , (7) consult, (8) care for others, (9) give, (10) pray, (11) firm, (12) compassionate, (13) good listener, (14) kind, (15) desperate, (16) grateful, (17) smart, and (18) not arrogant. 2. Application of moral values in Totto-Chan Novel by Tetsuko Kuroyanagi. The implications can be seen from the characters in the novel, such as: Totto-Chan, Mama, the Principal (Mr. Kobayashi), Yasuaki-Chan, Tai-Chan, and Miyo-Chan. Through the characteristics of the moral values of each character, researchers find concrete expressions in everyday life that can be used as materials for learning literature in schools. Application of moral values in Totto-Chan Novel by Tetsuko Kuroyanagi. The implications can be seen from the characters in the novel, such as: Totto-Chan, Mama, the Principal (Mr. Kobayashi), Yasuaki-Chan, Tai-Chan, and Miyo-Chan. Through the characteristics of the moral values of each character, researchers find concrete expressions in everyday life that can be used as materials for learning literature in schools. Application of moral values in Totto-Chan Novel by Tetsuko Kuroyanagi. The implications can be seen from the characters in the novel, such as: Totto-Chan, Mama, the Principal (Mr. Kobayashi), Yasuaki-Chan, Tai-Chan, and Miyo-Chan. Through the characteristics of the moral values of each character, researchers find concrete expressions in everyday life that can be used as materials for learning literature in schools
Kecerdasan Emosional Tokoh dalam Novel Madogiwa No Totto Chan Karya Tetsuko Kuroyanagi
This study is a descriptive psychological analysis based on Goleman\u27s theory of emotional intelligence of the character Totto Chan in the novel Madogiwa no Totto Chan by Tetsuko Kuroyanagi. The purpose of this study is to determine the level of emotional intelligence of Totto Chan in the novel Madogiwa no Totto Chan by Tetsuko Kuroyanagi. The results of the analysis in this study show that the character of Totto Chan has seven elements of emotional intelligence. This is demonstrated by her high confidence in success, her constant desire to learn and try new things, her ability to plan well and not give up on her goals, her self-control in adjusting her desires to the demands of her environment, her excellent relationships with others, and her ability to understand their situations and conditions. the main character communicates well, and the main character can work well with others. Therefore, Totto Chan\u27s emotional intelligence is very high
KECERDASAN EMOSIONAL TOKOH TOTTO CHAN DALAM NOVEL MADOGIWA NO TOTTO CHAN KARYA TETSUKO KUROYANAGI MENURUT TEORI GOLEMAN-SEBUAH ANALISIS PSIKOLOGI
KECERDASAN EMOSIONAL TOKOH TOTTO CHAN DALAM NOVEL MADOGIWA NO TOTTO CHAN KARYA TETSUKO KUROYANAGI MENURUT TEORI GOLEMAN-SEBUAH ANALISIS PSIKOLOGI Noor Laili Faizah, NIM: C12.2010.00305, 67 halaman isi , 2 halaman daftar pustaka, 6 halaman lampiran. Semarang: Program Studi Sastra Jepang, Universitas Dian Nuswantoro. Skripsi ini merupakan studi analisis deskriptif psikologi menurut teori Goleman mengenai kecerdasan emosional tokoh Totto Chan dalam novel Madogiwa no Totto chan karya Tetsuko Kuroyanagi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecerdasan emosional tokoh Totto Chan pada novel Madogiwa No Totto Chan karya Tetsuko Kuroyanagi. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh Totto Chan memiliki tujuh unsur kecerdasan emosional. Hal tersebut ditunjukkan dengan keyakinan untuk berhasil sangat tinggi, selalu berusaha mencari tahu dan mencoba hal-hal baru, tokoh utama merencanakan dengan baik dan tidak berputus asa untuk mencapai tujuan ketika berniat melakukan sesuatu, tokoh utama memiliki kendali diri dalam menyesuaikan keinginannya dengan tuntutan lingkungan, tokoh utama memiliki keterkaitan dengan keadaan orang lain yang sangat tinggi di mana tokoh utama mampu memahami situasi dan kondisi mereka, tokoh utama melakukan komunikasi dengan baik, tokoh utama mampu bersikap koperatif dengan orang lain. Oleh karena itu kecerdasan emosional Totto Chan tinggi
Modalitas Dalam Novel Madogiwa No Totto-Chan Karya Tetsuko Kuroyanagi
Novel “Madogiwa no Totto-chan” karya Tetsuko Kuroyanagi merupakan sebuah novel yang berisi tentang kisah masa kecil penulisnya sendiri dan diterbitkan pertama kali di Jepang pada tahun 1981. Penelitian ini menjelaskan tentang bentuk modalitas dari Masuoka pada tokoh-tokoh dalam novel “Madogiwa no Totto-chan”, dan menganalisis makna yang terkandung dalam modalitas tersebut. Modalitas dalam bahasa Jepang terdiri dari 10 macam, tetapi pada penelitian ini hanya mengkaji empat macam bentuk modalitas karena keempat modalitas yang dianalisis terkait dengan tuturan atau bahasa yang digunakan pada dialog novel yang diteliti. Penelitian yang menggunakan metode deskriptif ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang makna yang ada dalam bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa modalitas yang digunakan dalam novel ini ada empat, yaitu modalitas dengan makna meminta, modalitas dengan makna memerintah, modalitas dengan makna mengajak, dan modalitas dengan makna memberi ijin
ANALISIS TINDAK TUTUR DALAM NOVEL “MADOGIWA NO TOTTO CHAN” KARYA TETSUKO KUROYANAGI
ABSTRAK
Analisis Tindak Tutur Dalam Novel “Madogiwa No Totto Chan” Karya Tetsuko Kuroyanagi
Dalam pembelajaran linguistik dikenal dengan adanya pembelajaran pragmatik yang merupakan pembelajaran mengenai ilmu yang mempelajari sistem-sistem yang terdapat dalam bahasa yang digunakan dalam sebuah situasi ujaran. Ujaran-ujaran itu menghasilkan tindak tutur yang dilakukan oleh penutur dan mitra tuturnya. Penelitian ini mengkaji tindak dalam mengungkapkan pernyataan pada novel “Madogiwa no Totto Chan” karya Tetsuko Kuroyanagi. Adapun beberapa sub judul yang diambil oleh penulis sebagai objek penelitian adalah “Hajimete no Eki”, Ki ni Ittawa”, “Kouchou Sensei”, “Modoshitokeyo”, “Isshono Onegai”, “Ichiban Warui Yofuku”, “Oyomesan”, “Ribon”, “Genki no Kawa”, “Yakusoku”.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin berkembangnya novel Jepang di Indonesia , serta keuniversalan dan kemudahan tema dan bahasa yang terdapat dalam novel “Madogiwa no Totto Chan” sehingga terdapat banyak tuturan yang diungkapkan dengan beraneka tindak tutur. Dan permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini yaitu,1) Jenis tindak tutur berdasarkan makna lokusi, ilokusi, dan perlokusi, 2) Bentuk ilokusi, 3) Fungsi ilokusi menurut Searl yang tampak dalam novel tersebut.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan jenis tindak tutur, bentuk ilokusi dan fungsi ilokusi yang terdapat pada teks novel “Madogiwa no Totto Chan”.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa hal yang ditemukan oleh penulis, yaitu dengan pragmatik khususnya tindak tutur memiliki peran efektif sebagai wahana untuk memahami satu dari banyak fungsi bahasa sebagai alat komunikasi terutama dalam bahasa lisan dengan memahami hakikat rujukan penutur dan petutur
- …
