179 research outputs found

    Pertentangan Hukum Antara Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 34/PUU-XI/2013 dan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Pengajuan Permohonan Peninjauan Kembali dalam Perkara Pidana / oleh Teofilus Titus Helmi

    No full text
    abstrak (A) Nama : Teofilus Titus Helmi ( NIM 205110015) (B) Judul Skripsi : Pertentangan Hukum Antara Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 34/PUU-XI/2013 dan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Pengajuan Permohonan Peninjauan Kembali dalam Perkara Pidana (C) Halaman : xx + 123 + 49 +2015 (D) Kata Kunci : Sema, Putusan MK, Pertentangan (E) Isi : Mahkamah Konstitusi, penafsir final konstitusi telah menafsirkan dalam putusan Nomor 34/PUU-XI/2013 bahwa Pasal 268 Ayat (3) KUHAP bertentangan dengan UUD dan tidak memiliki kekuatan mengikat. Sejak diputuskannya permohonan PK dalam perkara pidana tidak memilik ketentuan limitatif sehingga dapat diajukan lebih dari satu kali. Mahkamah Agung merespon dengan mengeluarkan SEMA Nomor 7/2014 yang memiliki muatan bahwa permohonan PK dalam perkara pidana cukup satu kali dan memerintahkan kepada semua hakim dan pengadilan untuk menyatakan tidak dapat diterima seluruh berkas permohonan PK kedua, dengan alasan kepastian hukum dan adanya aturan PK hanya satu kali dalam Pasal 66 UU MA dan Pasal 24 UU KK yang belum dibatalkan MK. Undang-undang MA dan UU KK bersifat umum, SEMA tidak berada dalam hierarki peraturan dan SEMA seharusnya hanya mengatur hal prosedural berdasarkan hukum yang telah ada yaitu putusan MK. Hasil dari penelitian ini adalah MA telah melakukan pembangkangan hukum terhadap konstitusi dan SEMA harus dianggap batal demi hukum. Pembahasan status SEMA dan PK pidana lebih dari satu kali harus diatur lebih lanjut dengan dimasukan dalam bab UU MA atau bab revisi KUHAP. (F) Daftar Acuan : 49 (1950- 2015) (G) Pembimbing : Dr. Hasbullah F. Sjawie., S.H., LL.M., M.M. (H) Penulis : Teofilus Titus Helm

    PENGARUH INFORMATION TRANSPARENCY TERHADAP PURCHASE INTENTION YANG DIMODERASI OLEH REGULATORY FOCUS [THE EFFECT OF INFORMATION TRANSPARENCY ON PURCHASE INTENTION WHICH IS MODERATE BY REGULATORY FOCUS]

    No full text
    Indonesia is one of the countries with the largest population in the world. This has resulted in the demand for basic needs of the people in Indonesia increasing over time, one of which is clothing. Erigo's position as a local clothing industry requires this company to compete with many competitors from within and outside the country. This study aims (1) to analyze whether the information transparency variable has an influence on the variable interest in buying Erigo products (2) to analyze whether the regulatory focus moderates the relationship between the information transparency variable and the buying interest variable. The variables used in this research are information transparency, regulatory focus, and purchase intention. This research is conducted due to the phenomenon where the increased transparency of information in the digital era is believed to be connected to consumer purchasing interest. This is because transparency plays a crucial role in consumer decision-making process. The population of this research is all consumers who have visited the Erigo pop-up store. The number of samples in this study were 90 respondents with the criteria of having visited Erigo's pop-up store, aged 17 to 30 years, and had compared Erigo's products with other similar clothing products. Data collection was carried out by distributing questionnaires via Google forms to respondents who matched the criteria. The results of the data in this study were processed using SPSS software with the Confirmatory Factor Analysis method. The results of this study are that the higher the information transparency, the higher the buying interest, but the addition of the regulatory focus variable to the initial model makes the results negative. Abstrak dalam Bahasa Indonesia.Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Hal ini mengakibatkan permintaan kebutuhan pokok masyarakat di Indonesia meningkat seiring berjalannya waktu. Salah satu kebutuhan yang perlu dipenuhi yaitu pakaian. Kedudukan Erigo sebagai industri pakaian lokal mengharuskan perusahaan ini untuk bersaing dengan banyaknya pesaing dari dalam maupun luar negeri. Untuk dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan lainnya, Erigo harus mampu meningkatkan minat beli dari konsumen terhadap produk-produknya. Minat beli seseorang dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya yaitu kepercayaan konsumen terhadap suatu merek, di mana kepercayaan konsumen dapat dipengaruhi oleh transparansi informasi perusahaan. Penelitian ini bertujuan (1) untuk menganalisis apakah variabel transparansi informasi memiliki pengaruh terhadap variabel minat beli produk Erigo (2) untuk menganalisis apakah regulatory focus memoderasi hubungan antara variabel transparansi informasi dengan variabel minat beli. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel transparansi informasi, fokus regulasi, dan minat beli. Penelitian ini diangkat karena fenomena dimana transparansi informasi yang sudah lebih modern di era digital ini dianggap memiliki keterhubungan terhadap minat beli konsumen. Hal ini dikarenakan dalam proses pengambilan keputusan konsumen, transparansi memegang peran penting. Populasi penelitian ini adalah semua konsumen yang pernah mengunjungi pop-up store Erigo. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 90 responden dengan kriteria pernah mengunjungi pop-up store Erigo, berusia 17 hingga 30 tahun, dan pernah membandingkan produk Erigo dengan produk pakaian sejenis lainnya. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner melalui google formulir kepada responden yang dinilai cocok dengan kriteria. Hasil data pada penelitian ini diolah menggunakan software SPSS dengan metode Confirmatory Factor Analysis. Hasil dari penelitian ini pada model 1 yang menguji pengaruh transparansi informasi terhadap minat beli adalah positif, artinya semakin tinggi transparansi informasi, maka minat beli konsumen juga akan semakin meningkat. Uji yang dilakukan pada model 2 yang menguji pengaruh transparansi informasi terhadap minat beli yang dimoderasi oleh regulatory focus hasilnya adalah berpengaruh secara negatif yang artinya semakin tinggi tingkat transparansi informasi, minat beli dari konsumen akan semakin menurun

    Analisis Pengaruh Variabel Antisedan Dari Impulse Buying (Studi Empiris Pada Giant Ekstra Jatiasih)

    Get PDF
    Perkembangan dalam bisnis ritel di Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang positif dalam 10 tahun terakhir. Untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat, Setiap perusahaan ritel perlu memperhatikan perilaku konsumen di dalam toko seperti pembelian yang tidak direncanakan. Salah satu faktor yang mempengaruhi Impulse Buying adalah lingkungan toko dimana semua gerai ritel memiliki lingkungan tokonya sendiri. Tujuan penelitian ini tak lain untuk mengetahui sejauh mana peran lingkungan toko, Impulse Buying tendency, Shopping Enjoyment Tendency, Positive Affect, Negative Affect dan urge dalam mempengaruhi pembelian yang tidak direncanakan. Hasil menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor lingkungan toko seperti musik, Layout, dan karyawan dapat berpengaruh secara signifikan dalam menciptakan pengaruh positif didalam toko, Serta faktor Layout yang memberikan pengaruh secara signifikan dalam menciptakan dorongan untuk melakukan pembelian yang tidak direncanakan. Faktor kepribadian konsumen seperti Impulse Buying tendency pun diketahui memberikan pengaruh yang signifikan terhadap terjadinya dorongan untuk melakukan pembelian yang tidak direncanakan

    Strategi Influencer Marketing dan Tantangan Vampire Effect dalam Pembentukan Identitas Merek di Kalangan Gen Z

    Get PDF
    This study aims to analyze the effect of influencer credibility on influencer popularity, as well as to examine the role of the vampire effect as a moderating variable in the context of digital marketing strategies targeting Gen Z. The background of this research is driven by the growing use of influencers in digital marketing strategies, while challenges remain when the influencer’s persona becomes more dominant than the brand message delivered. A quantitative approach was employed, using a survey method targeting Gen Z respondents in Indonesia. Data were analyzed using linear regression and moderation testing. The results indicate that influencer credibility has a positive but insignificant effect on influencer popularity. Meanwhile, the vampire effect has a direct influence on influencer popularity but does not significantly moderate the relationship between influencer credibility and popularity. The managerial implication of this study suggests that companies should carefully consider influencer credibility while anticipating the potential impact of the vampire effect when selecting influencers as part of digital marketing strategies. Furthermore, this research opens opportunities for future studies using a mixed-method approach, as well as exploring other variables such as audience involvement and emotional engagement

    Pengaruh Dimensi Kualitas Layanan Elektronik Terhadap Nilai Jasa yang Diterima dan Kepuasan Konsumen (Studi Empiris: Aplikasi GO-JEK)

    No full text
    Tujuan penelitian dilakukan untuk melihat bagaimana pengaruh empat dimensi kualitas layanan elektronik terhadap nilai jasa yang diterima dan kepuasan konsumen pada aplikasi GOJEK. Dalam penelitian ini terdapat 425 orang yang bersedia menjadi responden dalam penelitian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kausal karena memiliki hubungan sebab akibat antar variabel yang digunakan. Pengolahan data menggunakan SmartPLS V2.0. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kajian kausal. Data diolah dengan uji validitas, reliabilitas, koefisien determinasi, dan signifikansi

    Analisis Store Atmosfer Terhadap Perilaku Pemilihan Toko dengan Visual Merchandising sebagai Variabel Mediasi “ (Studi empiris pada Marche Plaza Senayan)

    No full text
    Pada penelitian ini akan dilihat seberapa besar pengaruh atmosfer toko terhadap perilaku pemilihan toko dengan variabel visual merchandising sebgai variabel mediasinya. Penelitian ini menggunakan metode partial least square dengan sampel sebanyak 200 responden, dengan hasil validitas diatas 0.7 dan nilai reliabilitas diatas 0.8 sehingga dapat dikatakan penelitian ini valid dan reliabel. Selain itu semua variabel store atmosphere memberikan pengaruh yang signifikan terhadap variabel visual merchandising, dengan nilai diatas t-value > 1.96, namun variabel visual merchandising tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap variabel perilaku pemilihan toko dikarenakan dalam hasil penelitian menunjukkan nilai t-value < 1.96

    ANALISA DAMPAK EMPLOYEE CYNICISM DAN WORKPLACE OSTRACISM TERHADAP COUNTERPRODUCTIVE WORK BEHAVIOR SERTA PERAN EMPOWERING LEADERSHIP SEBAGAI VARIABEL MODERASI

    Get PDF
    Penelitian ini menganalisis dampak Employee cynicism dan workplace ostracism terhadap Counterproductive Work Behavior (CWB) di Institusi X, serta peran empowering leadership sebagai variabel moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinisme karyawan dan pengucilan di tempat kerja meningkatkan CWB, yang merugikan produktivitas dan kesejahteraan organisasi. Empowering leadership, dengan memberikan wewenang, dukungan, dan motivasi, mampu mengurangi dampak negatif sinisme dan pengucilan, serta meningkatkan keterlibatan dan kesejahteraan karyawan. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei pekerja di instansi pendidikan, memberikan wawasan berharga bagi pengelolaan karyawan di industri pendidikan Indonesia.Penelitian ini menggunakan metode MRA (Moderated Regression Analysis), Hasil menunjukkan EC berpengaruh signifikan terhadap CWB (β=0,307, t=4,538, p&lt;0,05) dan WO juga signifikan terhadap CWB (t=2,325, p&lt;0,05). Interaksi EL dan EC tidak signifikan terhadap CWB, namun peran potensial EL dalam memoderasi hubungan EC dengan CWB perlu dipertimbangkan. Interaksi EL dan WO menunjukkan kecenderungan hampir signifikan terhadap CWB (p=0,060). Persepsi karyawan terhadap CWB bervariasi berdasarkan lama waktu bekerja, dengan karyawan berpengalaman mungkin memiliki pandangan berbeda dibandingkan karyawan baru. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan penelitian dengan lebih banyak variabel yang mempengaruhi CWB dan menguji peran variabel moderasi lainnya

    Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Produktivitas Warehouse PT. Thiess Site Melak, Kutai Barat

    Get PDF
    Human resources are the most strategic element in the organization, must be recognized and accepted management . Increased productivity may only be done by humans. Instead of human resources that can also be the cause of waste and inefficiency in its various forms ( Siagian , 2002) . Because it gives attention to the human element is one of the demands in the overall effort to increase labor productivit, Terry ( 1960), assume leadership as activities to influence people to work with willing to achieve a common goal . Broadly defined leadership as an organized effort to manage and utilize human resources, material, and financial in order to achieve the stated goals ( Zainun , 1979). The Bass and Stogdill (1990 ) , says that leadership is a process of influencing the activities of a group in an effort to achieve the goals set . In addition, a leader figure is expected to run a leadership function properly by applying leadership style , and formulate what style of leadership , based on the description / explanation above, the researcher aims to identify and analyze the participative leadership style ( X1 ) , persuasive ( X2 ) , motivational ( X3 ) , and educational ( X4 ) significantly affects the productivity of warehouse PT . Thiess , site Melak , West Kutai.To facilitate data analysis of this study , the data obtained should be simplified in advance . To determine whether there is influence between the variables examined, the researchers used the classical assumption test and to determine the accuracy of prediction of whether there is a strong relationship between the dependent variable ( Y ) employee productivity with the independent variable ( X ) leadership style, so in this study using multiple linear regression analysis . With the research hypothesis testing reject or accept the hypothesis being tested .By using a multiple linear regression analysis and hypothesis testing, it can be concluded that the hypothesis is accepted , that the motivational leadership style, and educational , the most dominant influence on the productivity of warehouse PT. Thiess, site Melak , Kutai Barat

    THE ELEMENTS OF PACKAGING THAT FORM A BRAND PERSONALITY. A CASE STUDY ON AROMA PREMIUM SEKOTENG PRODUCTS

    No full text
    A trend to a heatlhier lifestyle triggers a shift in consumer’s behavior to consume healthy foods and to avoids any preservatives. Several companies in Indonesia began to contribute to this trend including UD Maju Jaya who also contributing onto this trend by producing products called premium sekoteng AROMA. The problem occured when the company experienced a sales decline as 93,4% in traditional market distribution channel and 39,4% in modern distribution channel because the product itself did not show the element of a packaging that could attract consumers to purchase since a brand personality from a packaging itself should form a bond on consumer’s thoughts and feelings unto the brand. Therefore, the purpose of this study is to determine the effect of packaging elements through brand personality on premium sekoteng AROMA. This study uses a quantitative approach. In this study, data collection was done by distributing questionnaires using a purposive sampling technique with the conditions as the population must be B2B consumers who had purchased and consumed premium sekoteng AROMA. The results showed that functionality packaging and packaging saleability significantly have a tendency to influence brand personalit

    Behavioral intention pengguna smart home menggunakan UTAUT 2: Studi di Citraraya Tangerang

    Get PDF
    Real estate is experiencing changes due to technological advances. Smart homes have become the flagship product each other among housing developers. By using the UTAUT 2 model, the aim of this research is to investigate the variables that influence the behavioral intentions of smart home users. Quantitative studies were carried out through distributing questionnaires online. The results of the study revealed that social influence and facilitating conditions have an influence on behavioral intention. On the other hand, behavioral intention is not affected by performance expectancy, effort expectancy, hedonic motivation, habit, or price value. In addition, facilitating, habit, and behavioral intention have a positive impact on usage behavior.. It is hoped that this empirical knowledge will increase sales and collect good data to understand and apply this phenomenon.Dunia perumahan mengalami perubahan karena kemajuan teknologi. Rumah pintar (smart home) telah menjadi produk andalan di antara pengembang perumahan. Menggunakan model UTAUT 2, tujuan penelitian ini menginvestigasi variabel yang mempengaruhi keinginan perilaku pengguna smart home. Studi kuantitatif dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara online. Hasil penelitian mengungkapkan social influence, facilitating conditions sebagai faktor yang mempengaruhi behavioral intention. Sebaliknya, performance expectancy, effort expectancy,  hedonic motivation, habit dan price value tidak mempengaruhi behavioral intention. Selain itu, facilitating conditions, habit, dan behavioral intention memiliki pengaruh positif terhadap use behavior. Diharapkan pengetahuan empiris ini akan meningkatkan penjualan dan mengumpulkan data yang baik untuk memahami dan menerapkan fenomena ini
    corecore