UPH Academic Journals (Universitas Pelita Harapan)
Not a member yet
4089 research outputs found
Sort by
PELATIHAN MEMASAK MASAKAN KHAS MANADO BERBASIS CAKALANG FUFU BAGI ANGGOTA SML UMKM CENTER DI RAWABUNTU, SERPONG, TANGERANG SELATAN
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor strategis dalam mendukung perekonomian nasional, termasuk di bidang kuliner yang berbasis kearifan lokal. Namun, keterbatasan keterampilan teknis dan inovasi produk masih menjadi tantangan utama bagi UMKM kuliner. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan memasak masakan autentik khas Manado, yaitu cakalang fufu rica dan cakalang fufu woku. Kegiatan dilaksanakan di SML UMKM Center Rawabuntu, Serpong, Tangerang Selatan dengan melibatkan 20 peserta UMKM kuliner. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif melalui sosialisasi, penyampaian materi, praktik memasak dengan hands-on training, serta evaluasi berupa pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, di mana 60% peserta hanya mampu menjawab benar 50% soal pada pre-test, namun setelah pelatihan seluruh peserta (100%) dapat menjawab dengan benar pada post-test. Selain itu, peserta mampu mengolah dan menyajikan masakan dengan cita rasa autentik, serta menunjukkan antusiasme tinggi selama proses pelatihan. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi pengetahuan konseptual dan keterampilan teknis berbasis kuliner lokal dapat meningkatkan kompetensi UMKM sekaligus membuka peluang usaha berbasis produk tradisional. Dengan demikian, program PKM ini berkontribusi dalam pemberdayaan UMKM kuliner melalui penguatan kapasitas, diferensiasi produk, dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal
PENGAYAAN BELAJAR DENGAN PERSONAL AI PEER DALAM KULIAH TEKNIK ELEKTRO [ENRICHING LEARNING WITH PERSONAL AI PEERS IN ELECTRICAL ENGINEERING LECTURES]
A disruptive potential of AI in enriching learning experiences is to provide a personalized learning pathway by functioning as a personal peer for learners. However, this requires a learning activity plan that goes beyond just submitting essays for final grading, which is automated easily by AI and can be detrimental for the learning processes. This article describes the experiences of using AI as part of a lecture activity in the Electrical Engineering Department, Universitas Pelita Harapan as a personalized peer for the students’ understanding and critical thinking in the Data Science and Tech-Business classes. As part of the assignments, after summarizing a lecture in short paragraphs, the students were engaged in a dialog with AI with their own questions, then posted and analyzed the results in the Learning Management System (LMS) forum to be debated by the other students. The grades were given by the quality of the interactions or by follow-up debate sessions. Some positive correlations have been found between the student accesses in the LMS and the class scores/grades (r = 0.49 & r = 0.39). The qualitative comments of the courses have also indicated some positive and constructive learning experiences, despite the rather high difficulty levels of the courses. The benefits, drawbacks and dilemmas of such a lesson planning strategy are also discussed in this paper.
Abstrak Bahasa Indonesia
Potensi disruptif AI dalam memperkaya pengalaman belajar adalah dengan menyediakan jalur pembelajaran sesuai kebutuhan personal dengan berfungsi sebagai peer pribadi bagi peserta didik. Namun, ini memerlukan rencana aktivitas pembelajaran yang lebih dari sekadar menyerahkan esai untuk penilaian akhir, yang diotomatisasi dengan mudah oleh AI dan dapat merugikan proses pembelajaran. Makalah ini menjelaskan pengalaman penggunaan AI sebagai bagian dari aktivitas perkuliahan di program studi Teknik Elektro, Universitas Pelita Harapan sebagai alat untuk meningkatkan pemahaman dan pemikiran kritis mahasiswa dalam kelas Sains Data dan Teknologi-Bisnis. Sebagai bagian dari tugas, setelah meringkas kuliah dalam paragraf pendek, mahasiswa harus terlibat dalam dialog dengan AI dengan pertanyaan mereka sendiri, dan memposting serta menganalisis hasilnya di forum Learning Management System (LMS) agar dapat direspons oleh mahasiswa lain. Nilai akan diberikan berdasarkan kualitas interaksi atau sesi debat lanjutan. Korelasi positif ditemukan antara akses mahasiswa di LMS dan score/nilai kelas (r = 0,49 & r = 0,39). Komentar kualitatif terhadap kelas-kelas tersebut juga menunjukkan pengalaman belajar yang positif dan konstruktif, meskipun tingkat kesulitan cukup tinggi. Manfaat, kerugian dan dilema dari strategi rencana pembelajaran seperti itu dibahas di artikel ini
REVITALISASI PENDIDIKAN VOKASI DI INDONESIA: TRANSISI SEKOLAH KE DUNIA KERJA MELALUI FILOSOFI PENDIDIKAN MOH. SJAFEI [REVITALIZING VOCATIONAL EDUCATION IN INDONESIA: THE SCHOOL-TO-WORK TRANSITION THROUGH MOH. SJAFEI’S EDUCATIONAL PHILOSOPHY]
Indonesia's vocational education system faces ongoing challenges in facilitating the school-to-work transition. Despite various reform efforts, the high unemployment rate among vocational high school (SMK) graduates indicates a mismatch between educational outcomes and labor market needs. This study uses a Systematic Literature Review (SLR) of 60 primary source articles from Google Scholar to identify key themes affecting vocational education performance: school-to-work transition gaps, policy and implementation issues, curriculum and pedagogical transformation, institutional barriers, and limited integration of local wisdom and character education. These findings are analyzed through the philosophical lens of Moh. Sjafei, a pioneering Indonesian educator who emphasizes holistic, community-based, and practice-oriented learning. The results demonstrate that Sjafei's "head, heart, hand" framework offers a culturally grounded alternative to address structural inefficiencies and human development gaps in current vocational education. The study concludes with a series of policy recommendations aligned with Sjafei's educational ideals, which advocate for reforms that balance technical skills with character building and contextual relevance. This integrated approach provides a meaningful pathway to revitalize vocational education and improve the employability of young people in Indonesia.
Abstrak Bahasa Indonesia
Sistem pendidikan vokasi di Indonesia menghadapi tantangan berkelanjutan dalam memfasilitasi transisi sekolah ke dunia kerja. Meskipun telah dilakukan berbagai upaya reformasi, tingginya angka pengangguran lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara hasil pendidikan dan kebutuhan pasar tenaga kerja. Studi ini menggunakan Systematic Literature Review (SLR) terhadap 60 artikel sumber utama dari Google Scholar untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang memengaruhi kinerja pendidikan vokasi: kesenjangan transisi dari sekolah ke dunia kerja, isu kebijakan dan implementasi, transformasi kurikulum dan pedagogi, hambatan kelembagaan, serta terbatasnya integrasi kearifan lokal dan pendidikan karakter. Temuan-temuan ini dianalisis melalui sudut pandang filosofi Moh. Sjafei, seorang pendidik perintis Indonesia yang menekankan pembelajaran holistik, berbasis komunitas, dan berorientasi praksis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka kerja “otak, hati, tangan” Sjafei menawarkan alternatif yang berlandaskan budaya untuk mengatasi inefisiensi struktural dan kesenjangan pembangunan manusia dalam pendidikan vokasi saat ini. Studi ini diakhiri dengan serangkaian rekomendasi kebijakan yang selaras dengan cita-cita pendidikan Sjafei, yang mengadvokasi reformasi yang menyeimbangkan keterampilan teknis dengan pembentukan karakter dan relevansi kontekstual. Pendekatan terpadu ini menyediakan jalur yang berarti untuk merevitalisasi pendidikan kejuruan dan meningkatkan kemampuan kerja kaum muda di Indonesia
THE DEVELOPMENT OF SURVEYS FOR BINTANG HARAPAN HOMESCHOOLING BANDUNG INTERNAL QUALITY ASSURANCE [PENGEMBANGAN SURVEI-SURVEI BAGI PENJAMINAN MUTU INTERNAL HOMESCHOOLING BINTANG HARAPAN BANDUNG]
Quality management, which is commonly manifested in the form of internal and external quality assurance, is an important aspect in both formal and nonformal education for continuous improvement. However, many informal education institutions have no structured quality management system yet, and this condition is also found in Homeschooling Bintang Harapan Bandung that has no systematic internal quality assurance instruments. Therefore, this research is aimed at developing survey instruments for internal quality assurance, limited to elementary schools, particularly grades 4-6. This research uses the 4D method (Define, Design, Develop, and Disseminate). In the Define stage, problems and needs of developing the survey instruments identification were done through interviews, observation, and document analysis with the leaders and staff administration as the research subjects. In the Design stage, survey instruments are designed considering Bintang Harapan’s characteristics, which are heterogeny and inclusive, while referring to the national education standard and accreditation components. The development stage then applied experts’ validation and pilot tests to the teachers, students, parents, alumni, and alumni’s parents to produce the final survey instruments using Google Forms. The Disseminate stage was marked by socialization and instruments handover to the homeschooling stakeholders to be utilized systematically as structured and data-driven internal quality assurance tools. Finally, three surveys are developed, named SPARK, SAFE, and GLOW. It is recommended to integrate the survey into the routine IQA cycle to support decision-making based on the data collected and improve quality, with future studies applying it longitudinally and developing automated analysis or audit systems.
Abstrak Bahasa Indonesia
Manajemen mutu (quality management) yang pada umumnya diwujudkan dengan penjaminan mutu internal dan eksternal merupakan aspek penting dalam pendidikan, baik formal maupun nonformal untuk perbaikan berkelanjutan. Namun, banyak institusi pendidikan nonformal belum memiliki sistem manajemen mutu yang terstruktur. Kondisi ini juga ditemukan di Homeschooling Bintang Harapan Bandung yang belum memiliki instrumen penjaminan mutu internal yang sistematis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen survei untuk penjaminan mutu internal yang terbatas pada jenjang Sekolah Dasar, khususnya kelas 4–6. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Pada tahap Define, identifikasi permasalahan dan kebutuhan akan pengembangan instrumen dilakukan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen dengan pimpinan dan staf administrasi sebagai subjek penelitian. Pada tahap Design, instrumen survei dirancang dengan mempertimbangkan karakteristik Bintang Harapan yang heterogen dan inklusif, serta mengacu pada standar nasional pendidikan dan komponen akreditasi. Tahap Develop kemudian dilakukan melalui validasi ahli dan uji coba terbatas kepada guru, siswa, orang tua, alumni, dan orang tua alumni untuk memperoleh instrumen final menggunakan media Google Forms. Tahap Disseminate ditandai dengan sosialisasi dan penyerahan instrumen kepada pihak Homeschooling untuk digunakan sebagai alat penjaminan mutu internal yang terstruktur dan berbasis data. Akhirnya, tiga jenis survei berhasil dikembangkan dalam penelitian ini yang diberi nama SPARK, SAFE, dan GLOW. Direkomendasikan untuk mengintegrasikan survei ke dalam siklus penjaminan mutu internal untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data dalam peningkatan mutu, dengan penelitian lanjutan yaitu menerapkannya secara berkelanjutan dan mengembangkan sistem analisis otomatis atau sistem audit
Tinjauan Terhadap Aktivasi Brand Coffee Shop sebagai Ruang Publik di Kota Bandung
Fenomena Coffee Shop sudah menjadi elemen dalam gaya hidup modern sebagai ruang sosial untuk bersosialisasi. Sebuah brand Coffee Shop atau kedai kopi dapat dikatakan menarik jika memiliki cara yang kreatif dan inovatif dalam pasar yang kompetitif, salah satunya adalah sebagai ruang sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivasi brand dalam membentuk brand personality sebuah kedai kopi melalui berbagai strategi, seperti direct marketing, social media activation, marketing events, dan sponsorship, yang berperan penting dalam kualitas layanan untuk membangun persepsi konsumen sebagai tempat untuk bersosialisasi di coffee shop. Studi ini menyoroti pentingnya pendekatan komunikasi pemasaran yang terintegrasi untuk memaksimalkan potensi branding coffee shop sebagai ruang publik di Kota Bandung. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode kualitatif berbentuk data primer mencakup key informan, dan data sekunder berupa literatur, jurnal, serta berbagai dokumen lainnya. Hasil dari penelitian diharapkan dapat ditemukan bahwa aktivasi brand terhadap kedai kopi dapat mencapai kesuksesan yang signifikan dalam industri sistematis ini
PERANCANGAN DESAIN ILUSTRASI DIGITAL KECANTIKAN BERDASARKAN PERSPEKTIF PEREMPUAN USIA 13-49 TAHUN
Kecantikan perempuan sering kali diukur berdasarkan standar global yang menekankan pada penampilan fisik, seperti bentuk tubuh yang langsing dan kulit yang putih. Padahal, kecantikan memiliki makna yang lebih luas, meliputi keindahan dari dalam dan luar diri perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan memvisualisasikan persepsi kecantikan menurut pandangan perempuan itu sendiri tanpa dipengaruhi oleh nilai-nilai kesempurnaan yang dikonstruksi oleh masyarakat. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap perempuan perempuan rentang usia 13 hingga 49 tahun dan pendekatan Design Thinking. Data dikumpulkan dari lima subjek perempuan melalui proses wawancara dan pembuatan sketsa, kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi pola pemaknaan kecantikan yang bersifat subjektif, beragam, serta berkaitan dengan kepribadian, pengalaman hidup, dan lingkungan sosial. Proses perancangan visual dilakukan melalui empat fase Design Thinking (Empathise, Define, Ideate, Prototype), sementara fase Test tidak dilaksanakan sehingga penelitian ini diposisikan sebagai studi eksploratif yang menghasilkan prototipe ilustrasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecantikan dipahami secara subjektif dan personal, bukan semata-mata berdasarkan penampilan fisik, melainkan juga mencakup kepercayaan diri, keunikan, dan nilai-nilai diri yang dimiliki setiap perempuan.
Kata Kunci: kecantikan perempuan, feminitas baru, ilustrasi digital, persepsi, design thinking, studi eksploratif.Kecantikan perempuan memiliki berbagai standar, salah satunya standar dunia. Bagaimana dunia bisa memberitakan perempuan dikatakan cantik begitu banyak dikaitkan dengan parasnya; bentuk badan yang kurus hingga berkulit putih bahkan masih banyak lagi. Padahal ada dua macam persepsi kecantikan yaitu dari dalam serta dari luar pada perempuan itu sendiri. Maka diperlukannya peninjauan berdasarkan persepsi-persepsi cantik, bagaimana definisi kecantikan daripada subjek perempuan asli sesungguhnya. Penelitian ini memiliki tujuan dalam mewujudkan visualisasi mengenai kecantikan itu sendiri yang sangat melekat pada perempuan menyesuaikan pendapat serta pandangannya yang subjektif tanpa campur nilai kesempurnaan. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan proses pengambilan data wawancara mendalam (in-depth interview) pada perempuan yang berjenjang usia 13 hingga 49 tahun. Kemudian diolah dengan metode design thinking menjadi aset ilustrasi digital.
Kata Kunci: Kecantikan, Perempuan, Persepsi, Visualisasi, Ilustrasi, Metode Kualitatif, Usia 13-49 tahun, Design Thinkin
Environmental and Geographical Determinants of Nephrolithiasis: An Ecological Study in Kabupaten Kebumen
Background:
Nephrolithiasis is a significant public health concern influenced by environmental, metabolic, and lifestyle factors. This study aimed to investigate the incidence of nephrolithiasis and its associated risk factors in karst and non-karst zones, focusing on demographic characteristics, water sources, comorbidities, and geographic variability. Understanding these determinants is crucial for developing targeted prevention strategies.
Methods:
A cross-sectional study was conducted from January 2025 to February 2025, involving 98 participants (35 from a karst zone and 63 from a non-karst zone). Data were collected through structured interviews, medical record reviews, and laboratory assessments, following the STROBE guidelines. Variables included age, gender, water source, daily water consumption, urinary habits, comorbidities, and occupational environment. Statistical analyses were performed using RStudio, with Mann-Whitney U tests for continuous variables and logistic regression for categorical variables. Nephrolithiasis incidence rates were calculated per 100,000 population and visualized using a heatmap.
Result:
District-specific incidence ranged from 10,989.0 (Ayah, karst; Karanganyar, non-karst) to 1,098.9 (Prembun, non-karst) per 100,000 population. Unadjusted risk-ratio (RR) estimates (95 % CI) included: female sex RR 1.52 (0.52–4.42); groundwater vs distilled water RR 1.65 (0.43–6.35); municipal vs distilled water RR 0.26 (0.03–2.12); fluid intake < 2,500 mL vs ≥ 2,500 mL RR 0.96 (0.32–2.81); urine retention RR 1.07 (0.38–3.03); outdoor vs indoor work RR 1.52 (0.52–4.42); scale present on boiling water RR 3.27 (0.88–12.24). None of the adjusted models reached statistical significance.
Conclusions:
This study underscores the multifactorial etiology of nephrolithiasis, emphasizing the role of geological, metabolic, and lifestyle factors. Targeted interventions, including community screening, dietary modifications, and improved water quality, are essential for reducing disease burden. Future research should explore causal relationships and refine preventive strategies through longitudinal studies and larger cohorts. These findings contribute to a deeper understanding of nephrolithiasis and inform region-specific public health measures
PRINSIP PENGAMPUNAN DALAM TEKS LUKAS 17:3-4 DAN PENERAPANNYA DALAM KONSELING KRISTEN
Pengampunan merupakan salah satu prinsip penting dalam ajaran Kristen yang memiliki signifikansi mendalam untuk relasi, tidak hanya dalam kehidupan rohani, tetapi juga dalam praktik konseling pastoral. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna dan penerapan prinsip pengampunan dalam Lukas 17:3–4 serta implikasinya bagi pelayanan konseling Kristen. Melalui pendekatan hermeneutik dan analisis kontekstual terhadap teks Alkitab, kajian ini menelusuri dasar teologis pengampunan yang bersumber dari karakter Tuhan sendiri—yang penuh kasih, keadilan, dan anugerah. Pengampunan sejati dipahami bukan sebagai tindakan emosional yang dangkal, melainkan sebagai keputusan rohani yang berakar pada kesadaran akan kasih karunia Tuhan yang telah lebih dahulu mengampuni manusia melalui karya Kristus di salib.
Lebih jauh, penelitian ini mengidentifikasi ciri-ciri pengampunan sejati, antara lain adanya kesediaan untuk memulihkan relasi, melepaskan kepahitan, dan meneladani kasih Kristus dalam menghadapi pelaku kesalahan. Dalam konteks konseling Kristen, prinsip ini menjadi landasan penting dalam membantu konseli mengalami pemulihan batin dan rekonsiliasi dengan sesama. Dengan demikian, pengampunan tidak hanya dipahami sebagai aspek doktrinal, tetapi juga sebagai proses terapeutik dan spiritual yang menuntun seseorang menuju kebebasan dan kedewasaan iman. Kajian ini diharapkan memberikan kontribusi praktis bagi para pelayan pastoral dan konselor Kristen dalam mengintegrasikan teologi pengampunan ke dalam pendampingan yang berpusat pada Kristus.
Kata kunci: pengampunan, konseling Kristen, Lukas 17:3–4, teologi pastoral, pemulihan rohani
Pengaruh School Readiness dan Parent Involvement Terhadap Prestasi Belajar Siswa SD Kelas I XYZ di Bandung
First grade is the first formal education for every student. The transition into first grade is important because it sets the foundation for future academic achievement. A ready student with parents support will make the transition works well and it will effect positively on their academic achievement. This study measures school readiness which includes physical development, language development, cognitive development, social emotional development and approach of learning. Parent involvement is the commitment of parent throughout themselves and their role as parent in supporting their child development. Parent involvement data was taken by questionnaire. Quantitative method were used in the study. The method of analysis used is PLS SEM. The result of the study showed school readiness effect positively 36% to academic achievement. The dimension of school readiness that has significant relationship are language development with significant level of 0.000, physical development with significant level of 0.005, social emotional development with significant level of 0.013 and approach of learning with significant level of 0.005. Parent involvement does not effect partially to academic achievement
MAKNA TERSEMBUNYI KOMUNIKASI NONVERBAL DALAM FILM IRONY MOTHER EARTH CALLING
This study aims to analyze the hidden meanings conveyed through nonverbal communication in the short film Irony Mother Earth Calling directed by Daffa Izzudin, using Roland Barthes’ semiotic approach. The research focuses on identifying and interpreting Barthes’ five semiotic codes—hermeneutic, semic, symbolic, proairetic, and gnomic (cultural)—as representations of plastic waste issues and the environmental crisis in Indonesia. A qualitative research design with a content analysis approach was employed. Data were collected through in-depth observation of ten selected scenes, which were subsequently analyzed based on the five semiotic codes. The findings indicate that the symbolic code is the most dominant in conveying hidden meanings, particularly through visual elements such as plastic packaging, drinking bottles, landfill settings, and changes in the main character’s facial expressions. These symbolic elements construct both denotative and connotative meanings related to the harmful impacts of plastic waste on the environment and human life. In contrast, the gnomic code appears least frequently, primarily through the use of the text “Mother Earth” and the character’s vocal intonation, reflecting cultural values and collective environmental awareness. The proairetic code plays a significant role in presenting sequences of concrete actions addressing plastic waste management, while the hermeneutic code creates elements of enigma that encourage audiences to actively interpret the film’s environmental messages. This study concludes that nonverbal communication in Irony Mother Earth Calling effectively conveys hidden meanings through the application of Roland Barthes’ semiotic codes, positioning the film not only as a medium of visual expression but also as an educational tool for fostering environmental awareness and human responsibility toward ecological sustainability