92 research outputs found
Strategi Dakwah Ustadz Muhammad Arifin Ilham Di Kalangan Masyarakat Perkotaan
Dalam kehidupan manusia yang sangat berkembang pada saat ini, dakwah
Islam memerlukan sebuah strategi dalam penyampaiannya. Seorang da?i berperan
sebagai subjek dakwah diharuskan memiliki strategi, pola pikir yang berkaitan
dengan sistem. Mengingat masyarakat kota yang masing-masing pribadinya
memiliki sifat individualistik dan akibat adanya sikap individualistik itu adalah
masyarakat kota tidak membutuhkan orang lain. Maka sebuah strategi dakwah
diperlukan seorang da?i agar mampu menyampaikan pesan dakwah secara
langsung kepada mad?u dan mampu menerima isi pesan dakwah dengan baik dan
tepat sasaran.
Merujuk dari latar belakang tersebut maka timbul sebuah rumusan
masalah dalam penelitian ini, yaitu: bagaimana strategi dakwah Ustadz
Muhammad Arifin Ilham di kalangan masyarakat perkotaan? Dari sini, peneliti
menggali berbagai upaya strategi dakwah yang dilakukan oleh Ustadz
Muhammad Arifin Ilham di kalangan masyarakat perkotaan.
Meskipun Ustadz Muhammad Arifin Ilham sudah memiliki jam terbang
yang tinggi dalam hal berdakwah, ia tetap memerlukan strategi agar aktivitas
dakwah yang dijalaninya sesuai dengan tujuan. Strategi dakwah yang beliau pakai
sesuai dengan metode dakwah yang berada di ayat suci al-Qur?an tepatnya pada
surah an-Nahl ayat 125. Dalam pengertiannya terdapat tiga metode, yaitu: bil-
Hikmah, mauidzah al-Hasanah, dan al-Mujadalah.
Teori yang digunakan dalam penulisan ini adalah teori Fred R. David
dalam Manajemen Strategi Konsep yang menjelaskan bahwa dalam sebuah proses
strategi ada tahapan-tahapan yang harus ditempuh untuk mencapai sebuah tujuan
termasuk dijelaskannya harus melewati tahapan perumusan strategi, implementasi
strategi dan evaluasi strategi.
Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif
dengan tehnik analisis deskriptif. Kemudian sumber data diperoleh melalui
observasi di lapangan, melalui wawancara dengan Ustadz Muhammad Arifin
Ilham selaku da?i yang menjadi subjek dakwah dalam penelitian ini. Dokumentasi
dari aktivitas dakwah yang dilakukan oleh Ustadz Muhammad Arifin Ilham.
Strategi dakwah merupakan perpaduan dari perencanaan, metode dan
taktik untuk mencapai tujuan dakwah. Dalam mencapai tujuan tersebut
dibutuhkan pemikliran-pemikiran yang matang baik tehnik maupun taktik yang
harus dilakukan seorang da?i dalam mencapai tujuan dakwahnya
Efektivitas Manajemen Dakwah Ustadz Muhammad Arifin Ilham Melalui Facebook
Di zaman modern ini, banyak sekali sarana untuk berdakwah dengan
memanfaatkan kemajuan teknologi seperti televisi, radio, dan berbagai media
cetak. Dakwah merupakan suatu rutinitas atau bahkan kewajiban bagi setiap umat
muslim, mengajak kepada kebaikan dan menyeru kepada kemungkaran. Sehingga
terciptanya kehidupan yang harmonis dan di ridhoi oleh Allah SWT.
Dengan adanya berbagai macam media sosial online seperti Facebook,
Twitter, Blogger, Path, dan semacamnya, tentunya bisa dimanfaatkan sebagai
media untuk berdakwah. Memang telah banyak para pendakwah yang
memanfaatkan media-media tersebut diatas, seperti salah satunya adalah Ustadz
Muhammad Arifin Ilham. Inilah yang menjadi salah satu alasan penulis untuk
mengadakan suatu penelitian dan menjadikannya sebuah skripsi. Dalam hal ini
adalah analisis naratif efektivitas manajemen dakwah Ustadz Muhammad arifin
Ilham melalui facebook.
Berdasarkan di atas, maka penulis memunculkan sebuah pertanyaan
sebagai objek pembahasan skripsi ini, bagaimana efektivitas manajemen dakwah
Ustadz Muhammad Arifin Ilham melalui facebook. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif menurut bogdan dan taylor, yaitu prosedur penelitian yang
menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang
dan perilaku yang diamati.
Dari hasil penelitian didapatkan dalam satu bulan saja, terhitung dari
tanggal 1 oktober 2015 sampai 1 november 2015, keseluruhan yang menyukai
postingan dakwah Ustadz Muhammad Arifin Ilham adalah sebanyak 641.943
pengguna facebook, dan yang telah di bagikan sebanyak 1.030.804 pengguna
facebook, dan yang memberikan komentar sebanyak 40.708 pengguna facebook.
Kemudian dapat dihasilkan penerapan fungsi-fungsi manajemen dakwah
Ustadz Muhammad Arifin Ilham melalui facebook sangat efektif dan mempunyai
implikasi positif bagi perkembangan metode berdakwah melalui media sosia
Ajaran Dzikir Taubat Pada Majelis Dzikir Az-Zikra Pimpinan Muhammad Arifin Ilham
Dzikir Taubat pada Majelis Zikir Az-Zikra yang dipimpin Muhammad
Arifin Ilham merupakan ajaran dzikir dan gerakan dakwah yang telah terlembaga
dan dikenal serta diterima oleh masyarakat, bukan sebagai suatu gerakan tariqat
atau gerakan tasauf. Hal inilah yang menjadi keunikan yang ada pada ajaran dzikir
taubat Majelis Zikir Az-Zikra pimpinan Muhammad Arifin Ilham.
Adapun kunikannya terletak pada tidak ada aturan formal yang berlaku
seperti tariqat pada umumnya. Sebagaimana telah diketahui, bahwa kebanyakan
tariqat memiliki aturan formal dan tatacara ibadah tertentu seperti tahapan-tahapan
dzikir yang harus dijalani dan dilalui (dalam bentuk dan jumlah wirid tertentu),
maupun sumpah (bai?aḥ ) dan perjanjian (?aqd) baik pada seorang syeikh
(mursyid), ataupun silsilah yang merupakan runtutan guru-guru tariqat yang
menjadi seorang syeikh tariqat dari yang paling akhir sambung-menyambung
sampai kepada Nabi Muhammad saw. Belum lagi tentang aturan formal dan tata
cara tertentu yang wajib ditaati dan dipatuhi dalam berinteraksi yang menjadi adab
khusus bagi seorang murid kepada syeikhnya.
Hal-hal tersebut tidaklah terdapat dalam dzikir taubat pada Majelis Zikir
Az-Zikra, meskipun secara umum dapat dikatakan sebagai tariqat. Sekalipun ada,
afiliasinya adalah afiliasi tariqat pada sunnah Nabi Muhammad saw. tidak kepada
siapa dan apa ? afiliasinya tidak pada tariqat tertentu. Namun, secara pribadi
Muhammad Arifin Ilham bukan seorang pengikut tariqat baik yang ada di
Indonesia maupun di luar negeri. Sehingga, tidak ada sumpah dan perjanjian bagi
yang masuk dan mengikuti dzikir taubat pada Majelis Zikir Az-Zikra pimpinan
Muhammad Arifin Ilham ini. Karena sumpah dan perjanjian sebenarnya dilakukan
oleh individu itu sendiri yang melakukannya kepada Allah swt.
Sehingga penelitian ini ingin mengetahui ajaran dzikir taubat dengan bagaimana aplikasi nilai-nilai dan ajaran tasauf pada Majelis Zikir Az-Zikra yang
dipimpin Muhammad Arifin Ilham sebagai seorang yang berhasil membangkitkan
semangat berdzikir dengan formula dan metode dzikir yang dikembangkannya
tersebut, menjadi yang diminati dan sekaligus mengajak jama?ahnya aktif dalam
perjalanan batin (spiritual) yang tetap bersumber pada ajaran al-Qur'an dan Hadits
Nabi Muhammad saw.
Adapun subyek yang diteliti dan telah menjadi konsentrasi penulis di
dalam penelitian ini adalah berdasarkan pada penelitian tentang ajaran dzikir
taubat pada Majelis Zikir Az-Zikra yang dipimpin oleh Muhammad Arifin Ilham
secara terpusat dan serius
ANALISIS PENERIMAAN APLIKASI PLN MOBILE MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM)
ANALISIS PENERIMAAN APLIKASI PLN MOBILE
MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL
(TAM)
MUHAMMAD ILHAM
NIM: 11553100488
Tanggal Sidang: 21 Juli 2020
Periode Wisuda:
Program Studi Sistem Informasi
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Jl. Soebrantas, No. 155, Pekanbaru
ABSTRAK
Aplikasi PLN Mobile merupakan aplikasi layanan PLN yang terdaftar di Google Play Store dengan
tujuan agar dapat mempermudah pelanggan dalam melakukan pengaduan. Optimalisasi untuk
menggunakan aplikasi PLN Mobile tersebut belum terlihat. Dalam penggunaan aplikasi PLN
Mobile ini masih banyak pelanggan yang belum menggunakan aplikasi ini dalam melakukan
pengaduan dan keluhan serta belum mengetahui manfaat dan kemudahan dari aplikasi ini. Tingkat
kesiapan dari pengguna untuk menerima teknologi informasi memiliki pengaruh yang besar dalam
menentukan sukses atau tidaknya penerapan teknologi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis penerimaan Aplikasi PLN Moblie dengan menggunakan metode TAM. Penelitian ini
menggunakan tiga variabel yaitu kebermanfaatan dan kemudahan penggunaan sebagai variabel
bebas sedangkan penerimaan penggunaan sebagai variabel terikat. Teknik pengambilan sampel
menggunakan Simple Random Sampling dengan jumlah responden sebanyak 96 pelanggan PLN.
Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penerimaan pengunaan terhadap aplikasi PLN Mobile sebesar 29,8% dipengaruhi oleh faktor
kebermanfaatan dan kemudahan penggunaan dengan hubungannya tergolong berarti sebesar 55,9%.
Hal ini dapat membuktikan apabila nilai dari variabel kebermanfaaatan dan kemudahan meningkat,
maka penerimaan penggunaan aplikasi PLN Mobile akan meningkat.
Kata Kunci: PLN Mobile, Regresi Linier Berganda, Simple Random Sampling, Technology
Acceptance Model (TAM)
i
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENORMAAN INSTRUMEN SCREENING PENEMPATAN NARAPIDANA (ISPN) MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) (STUDI KASUS: RUTAN KELAS I PEKANBARU SIALANG BUNGKUK)
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENORMAAN INSTRUMEN
SCREENING PENEMPATAN NARAPIDANA (ISPN) MENGGUNAKAN
METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) (STUDI KASUS: RUTAN KELAS I PEKANBARU SIALANG BUNGKUK)
MUHAMMAD ILHAM
NIM : 11451101832
Tanggal Sidang : 30 Juni 2021
Periode Wisuda :
Jurusan Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan Penormaan Instrumen Screening Penempatan Narapidana (ISPN) pada setiap tahanan yang ada dengan cara mengetahui rekomendasi resiko yang ditinjau kriteria narapidana yaitu: Tindak Pidana, Lama Pidana, Sisa Pidana, Perilaku dan Sosial. Untuk Setiap tahanan yang nantinya dapat dikelompokkan sesuai resiko keamanan yaitu: Minimum, Medium, Maksimum dan Super Maksimum. Salah satu solusinya adalah membuat sistem pendukung keputusan penormaan instrumen screening penempatan narapidana dengan metode yang digunakan untuk pengambilan keputusan ISPN adalah Analytical Hierarchy Process (AHP).
Dengan aplikasi ini lapas dapat diberi rekomendasi peletakan narapidana sesuai dengan level keamanan dengan menggunakan kriteria-kriteria data profil narapidana. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 21 narapidana dan menunjukkan hasil data rangking tertinggi ditempati narapidana dengan nomor registrasi BI 504/2019 dengan total nilai sebesar 1.1328 dari perhitungan nilai tindak pidana: 0.4108, lama pidana: 0.1792, perilaku: 0.0661, sosial: 0.4108, dan
sisa pidana: 0.0661. sedangkan untuk posisi rangking terendah ditempati narapidana dengan nomor registrasi BIIA 56/2021 dengan total nilai sebesar 0.5565 dari perhitungan nilai tindak pidana: 0.0661, lama pidana: 0.1792, perilaku: 0.1792, sosial: 0.0661, dan sisa pidana: 0.0661. adapun hasil pengujian aplikasi dengan menggunakan Blackbox Testing memberikan hasil aplikasi berjalan sesuai dengan rancangan yang dibuat.
Kata Kunci: Penormaan Instrumen Screening, Rutan Kelas I Pekanbaru Sialang Bungkuk, Analytical Hierarchy Process, Narapidana, Spk, Blackbox Testing, Lapa
ANALISIS TIDAK SEMPURNANYA PENGABUTAN INJEKTOR PADA AUXILIARY ENGINE DI MV. SHANTHI INDAH
ABSTRAKSI
Muhammad Ilham Basyar, 2019, NIT: 52155747.T, “Analisis tidak
sempurnanya pengabutan pada auxiliary engine di MV. Shanthi Indah”,
skripsi Program Studi Teknika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu
Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Wiratno, MT,M.Mar. E, Pembimbing
II: Srisuyanti, SS
Auxiliary Engine adalah mesin dimana udara dikompres ke suhu yang
cukup tinggi untuk menyalakan bahan bakar diesel yang disuntikkan ke dalam
silinder, di mana pembakaran dan pemancaran menggerakkan piston yang
mengubah energi kimia yang dalam bahan bakar menjadi energi mekanik.
pengabutan yang baik sangat diperlukan pada mesin diesel, guna mendapatkan
tenaga yang maksimal. Kondisi injektor pada Auxiliary Engine sangat
berpengaruh terhadap kondisi Auxiliary Engine itu sendiri. Adanya kerusakan
injektor dapat mempengaruhi kondisi dari pengoperasian Auxiliary Engine,
sehingga kondisi injektor harus selalu dijaga.
Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penyusunan skripsi ini
adalah metode penelitian penggabungan antara metode fault tree analysis dan
fishbone sebagai teknik analisa data untuk menganalisa masalah yang ada pada
Auxiliary Engine, yaitu faktor-faktor apakah yang menyebabkan kerusakan
injektor pada Auxiliary Engine, dampak dan upaya apa yang dilakukan untuk
mengatasi faktor–faktor dari permasalahan tersebut dengan mengidentifikasi
berbagai faktor-faktor secara sistematis terhadap faktor manusia (Man),
Lingkungan (Mother nature), Metode(Methode), Mesin (Machine) untuk
merumuskan strategi yang akan diambil.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penulis di kapal MV.
Shanthi Indah pada tanggal 13 Agustus 2017 sampai dengan 14 Agustus 2018,
dapat disimpulkan bahwa kerusakan injektor pada Auxiliary Engine disebabkan
oleh dua faktor, yaitu 1) jadwal operasional kapal yang tinggi, dan jarangnya
dilakukan perawatan pada injektor Auxiliary Engine. 2) penggunaan bahan bakar
yang tidak sesuai. Untuk mengatasi faktor-faktor tersebut dapat dilakukan
perawatan sesuai waktu PMS, serta dilakukan penyaringan yang baik pada bahan
bakar berkualitas rendah.
ABSTRACT
Muhammad Ilham Basyar, 2019, NIT: 52155747.T, "Analysis of incomplete
removal on the auxiliary engine in the MV. Shanthi Indah ", Thesis of
Engineering Study Program, Diploma IV Program, Semarang Shipping
Science Polytechnic, Advisor I: Wiratno, MT, M.Mar. E, Advisor II:
Srisuyanti, SS
The Auxiliary Engine is a machine in which air is compressed to a
temperature high enough to ignite diesel fuel injected into a cylinder, where
combustion and transmission drive a piston that converts chemical energy in the
fuel to mechanical energy. good removal is needed on diesel engines, in order to
get maximum power. The injector conditions at the Auxiliary Engine greatly
influence the condition of the Auxiliary Engine itself. The presence of injector
damage can affect the conditions of the operation of the Auxiliary Engine, so the
injector condition must always be maintained.
The research method that I use in the preparation of this paper is a research
method that combines the fault tree analysis and fishbone methods as a data
analysis technique to analyze the problems that exist in the Auxiliary Engine,
namely what factors cause damage to the injector at the Auxiliary Engine, what
impact and effort done to overcome the factors of the problem by identifying
various factors systematically to the human factor (Man), Environment (Mother
nature), Method (Method), Machine (Machine) to formulate the strategy to be
taken.
Based on the results of research conducted by the author on the MV.
Shanthi Indah on August 13, 2017 to August 14, 2018, it can be concluded that
the injector damage to the Auxiliary Engine is caused by two factors, namely 1)
the ship's operational schedule is high, and the maintenance of the Auxiliary
Engine injector is rare. 2) inappropriate use of fuel. To overcome these factors,
maintenance can be carried out according to the PMS time, and good filtration of
low-quality fuel is carried out
Tafsir sufistik tentang Nur Muhammad : studi hermeneutis terhadap penafsiran Ibnu ‘Arabi
Pembahasan Nur Muhammad telah ada sejak abad kedua Hijriyah. Tidak hanya oleh madzhab keagamaan tertentu dan para sufi, tetapi juga para mufassir. Hal ini tidak terlepas dari tafsir sufistik yang pada saat itu mulai bermunculan, karena melihat pentingnya sisi esoterik dan eksoterik dalam penafsiran al-Qur’an, sehingga hasilnya dapat menyentul wilayah hakikat sekaligus syariah. Ibnu ‘Arabi sebagai sufi sekaligus mufassir, mampu menghasilkan penafsiran tentang Nur Muhammad secara komprehensif.
Penelitian ini secara spesifik akan menjawab rumusan masalah yang penulis kemukakan, di antaranya: Bagaimana penafsiran Ibnu ‘Arabi tentang Nur Muhammad dalam Tafsirnya? Dan Bagaimana implementasi penafsiran Ibnu ‘Arabi tentang Nur Muhammad dalam konteks kekinian? Oleh karena itu, penulis menggunakan content analisis sebagai metode penelitian, serta alat bantu analisis berupa hermeneutika untuk menjawab kontekstualisasi penafsiran Ibnu ‘Arabi tentang Nur Muhammad dalam konteks kekinian.
Adapun hasil penelitiannya adalah sebagai berikut: Pertama, Ibnu ‘Arabi berpendapat bahwa kata nūr di dalam al-Qur’an ada beberapa pengertian, yaitu pemberi hidayah, pemberi cahaya, penghias, yang dzahir atau tampak jelas, pemilik cahaya, dan cahaya tetapi bukan cahaya yang biasa dikenal. Di samping itu, ada pengertian lain menurut Ibnu ‘Arabi bahwa nūr di dalam al-Qur’an dalam ayat-ayat tertentu dengan istilah Nur Muhammad. Ibnu ‘Arabi juga menyebut Nur Muhammad dengan istilah rūh al-‘alam. Menurut Ibnu ‘Arabi, konsep Nur Muhammad merupakan tajalli (penampakan) Allah yang menjelma dalam Nur Muhammad, dan dari sanalah awal mula segala penciptaan di dalam semesta.
Penafsiran Ibnu ‘Arabi tentang Nur Muhammad dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya faktor historis, sosiologis, dan filosofis. Dari sisi historis, Ibnu ‘Arabi dipengaruhi oleh para guru sufinya serta ilham yang beliau dapatkan dari mimpi-mimpinya. Dari sisi sosiologis, karena Ibnu ‘Arabi ingin memadukan penafsiran secara esoterik dan eksoterik, sehingga mampu menjawab problem sosial yang terjadi di dalam masyarakat. Dari sisi filosofis, Ibnu ‘Arabi ingin memadukan trilogi ajaran Islam, yakni iman, Islam, dan ihsan. Sebab menurutnya, tasawuf tidak hanya ada di dalam al-Qur’an, tetapi seluruh ayat al-Qur’an mengandung tasawuf, aqidah, dan sekaligus syari’ah.
Kedua, dalam konteks kekinian seharusnya Nur Muhammad juga memiliki andil penting dalam kehidupan, tidak hanya menjadi pemikiran yang hanya terbukukan dalam tumpukan sejarah. Setiap manusia perlu melakukan segala daya dan upaya untuk mengimplementasikan makna Nur Muhammad, yaitu menjadi Insan Kamil, dalam pengertian yang sebaik-baiknya. Bagi orang yang menempuh jalan sufi, mereka dapat mengikuti jalan tarekat (thariqah). Tarekat diartikan sebagai sebuah metode, cara, atau jalan yang ditempuh sufi menuju pencapaian spiritual tertinggi, pensucian diri, pensucian jiwa, dalam bentuk dzikir kepada Allah. Sedangkan bagi manusia secara umum, yang harus dilakukan untuk memaksimalkan potensi Nur Muhammad adalah dengan menyembah Allah dengan sebenar-benarnya serta tidak berbuat syirik. Setiap manusia harus mampu mengontrol diri untuk tidak berbuat kerusakan di muka bumi. Sebab, menyembah atau sujud kepada Allah juga harus dibarengi dengan perbuatan yang adil dan ihsan. Hal ini berkaitan erat dengan kehidupan sosial bermasyarakat, baik itu dalam hal ekonomi, politik, dan lain sebagainya. Setiap hamba harus mengontrol diri untuk tidak terjerumus ke dalam perbuatan yang menimbulkan kerugian bagi sesamanya.
ABSTRACT:
Nur Muhammad's discussion has been around since the second century Hijriyah. Not only by certain religious madzhab and Sufis, but also interpretators. This is inseparable from the sufistic interpretation that at that time began to emerge, because it saw the importance of esoteric and exotic sides in the interpretation of the Qur'an, so that the results can reflect the area of nature as well as sharia. Ibn 'Arabi as a Sufi as well as interpretator, was able to produce a comprehensive interpretation of Nur Muhammad.
This research will specifically answer the formulation of problems that the author put forward, including: How is ibn 'Arabi's interpretation of Nur Muhammad in his interpretary? And how is the implementation of Ibn 'Arabi's interpretation of Nur Muhammad in the current context? Therefore, the author uses analytical content as a research method, as well as analytical tools in the form of hermeneutics to answer the contextualization of Ibn 'Arabi's interpretation of Nur Muhammad in the current context.
The results of his research are as follows: First, Ibn 'Arabi argued that the word nūr in the Qur'an there are several meanings, namely the giver of guidance, light giver, decorator, who dzahir or clearly visible, the owner of light, and light but not the light commonly known. In addition, there is another sense according to Ibn 'Arabi that nūr in the Qur'anin certain verses with the term Nur Muhammad. Ibn 'Arabi also mentions Nur Muhammad with the term rūh al-'alam. According to Ibn 'Arabi, the concept of Nur Muhammad is the tajalli (appearance) of God incarnated in Nur Muhammad, and from there the beginning of all creation in the universe.
Ibn 'Arabi's interpretation of Nur Muhammad was influenced by several factors, including historical, sociological, and philosophical factors. Historically, Ibn 'Arabi was influenced by his Sufi teachers and the inspiration he got from his dreams. From the sociological side, because Ibn 'Arabi wanted to combine esoteric and exotic interpretations, so as to be able to answer social problems that occurred in society. Philosophically, Ibn 'Arabi wanted to combine a trilogy of Islamic teachings, namely faith, Islam, and ihsan. For according to him, Sufism is not only in the Qur'an, but all verses of the Qur'an contain Sufism, aqidah, and at the same time shari'ah.
Second, in the current context Nur Muhammad should also have an important role in life, not only be a thoughtthat is onlyburiedin the pileof history. Every human being needs to do all the power and effort to implement the meaning of Nur Muhammad, namely to be Insan Kamil, in the best sense possible. For people who follow the Sufi path, they can follow the path of order(thariqah). Tarekat is defined as a method, way, or path taken by Sufis to the highest spiritual achievement, self-purification, sanctification of the soul, in the form of dzikr to God. While bagi man in general, what must be done to maximize the potential of Nur Muhammad is to worship God in real time and notto associate. Every human being must be able to control himself not to do corruption in the earth. And who is more unjust than he who worships Allah, and is a witness against you, and turns back on you, and turns your backs on you, and turns your backs on you, and has no helper over It is closely related to social life in society, be it in economic, political, and so forth. Every servant must control himself not to fall into deeds that cause harm to others
Islamic Education Educator at As-Sunnah Islamic College Deli Serdang 2012-2024 AD (Analysis of the Historical Study of Islamic Education)
This research aims to find out the names and identities of educators at the As-Sunnah Islamic College. The historical method consists of data collection, source criticism, interpretation and finally historiography. The research approaches used in this research are the geographical approach, sociological approach, educational approach and historical education. The results of this research are that the educators presented by the researcher are in accordance with the order in the SINTA STAI As-Sunnah Account, namely: 1) Dr. Muhammad Sapii Harahap, M.Pd., Hafidzhullah, 2) Muhammad Iqbal, M.Pd.I., Hafidzhullah, 3) Suhendri, M.Sos., Hafidzhullah, 4) Slamet Riyadi, S.Pd.I., MA. , Hafidzhullah, 5) Rozaanah, MA., Hafidzhullah, 6) Dr. Daryanto Setiawan, M.Kom.I., Hafidzhullah, 7) Dr. Wagiman Manik, M.Pd.I., Hafidzhullah, 8) Dr. Sopian Sinaga, M.Pd.I., Hafidzhullah, 9) Ahmad Zaky, S.Pd.I., MA., Hafidzhullah, 10) Ade Muhammad Ritonga, M.Pd., Hafidzhullah, 11) Ilham Tumanggor, M.Si ., Hafidzhullah, 12) Dr. Bahrul Ulum, M.Pd., Hafidzhullah, 13) Arbonas Lubis, M.Pd., Hafidzhullah, 14) Tiy Kusmarrabbi Karo, MA., Hafidzhullah, 15) Dasa Syawal Syahputra, M.Sos., Hafidzhullah, 16) Hasan Hamzah Lubis, M.Sos., Hafidzhullah, 17) Ahmad Afandi, M.Pd., Hafidzhullah, 18) Irham Dongoran, Lc., M.Ag., Hafidzhullah, 19) Syahri Ramadona, M.Is., Hafidzhullah, 20) Muhammad Syarif Muda Hasibuan, Lc., M.Si., Hafidzhullah, 21) Dr. Benny Munardi, M.Kom.I., Hafidzhullah, 22) Abdul Aziz Shidiq, M.Pd., Hafidzhullah, 23) Taufik Hidayat, M.Sos., Hafidzhullah, 24) Candra Gunawan, M.Si., Hafidzhullah, 25 ) Zulham Effendi, M.Pd.I., Hafidzhullah, 26) Khairul Anhar, Lc., M.Sc., Hafidzhullah, 27) Albahroyni, M.Sos., Hafidzhullah, 28) Fakhrurrozi, S.Pd.I., M.TH., Hafidzhullah, 29) Jihan Afri Batubara, M.Sos., Hafidzhullah, 30) Ade Chairil Anwar., Hafidzhullah, 31) Indra, M.Ag., Hafidzhullah, 32) Dori Chandra, M.Sos., Hafidzhullah, 33) Arifdo Putra., Hafidzhullah, 34) Muslim, MA., Hafidzhullah, 35) Fian Triadi, M.Pd., Hafidzhullah, 36) Fachri Rinaldy, S.Pd., M.H., Hafidzhullah, 37) Dirja Hasugian, Lc., M.Ag., Hafidzhullah, 38) Ahmad Nizar, M.A., Hafidzhullah, 39) Dr. Hasanuddin Dollah Hasibuan Hafidzhullah, 40) Maulana Limbong, M.Psi., Hafidzhullah, 41) Muhajirah Binti Jamaluddin, M.TH., Hafidzhallah, and 42) Hendriansyah Hafidzahalla
Disrupsi Pendidikan IPA Sekolah Dasar dalam Menyikapi Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka Menuju New Normal Pasca COVID-19
Awal tahun 2020, dunia mengalami peristiwa pandemi COVID19. Hal ini merupakan termasuk kejadian terbesar pada abad ini. Pembatasan sosial diterapkan, sehingga pemerintah menetapkan kebijakan work from home (WFH). Hal ini membuat sistem pendidikan di seluruh dunia mengalami perubahan secara signifikan. Sekolah dilaksanakan di rumah melalui pembelajaran online. Merdeka belajar adalah kebijakan yang diterapkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Merdeka belajar mendorong siswa untuk mampu berpikir literasi, numerasi dan berkarakter. Ketika Pembelajaran dilaksanakan di rumah kebijakan merdeka belajar sudah mulai diterapkan. Hal ini juga mempengaruhi dalam kualitas pendidikan IPA. Namun Pelaksanaan merdeka belajar ketika pandemi masih terdapat kendala. Sehingga kebijakan merdeka belajar harus dievaluasi untuk disempurnakan. Tujuan artikel ini menganalisis Disrupsi kebijakan merdeka belajar ketika pandemi untuk menyempurnaan menghadapi new normal pasca COVID19. Metode peneliti yang digunakan adalah tinjauan pustaka atau literature research. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan merdeka belajar merupakan kebijakan yang tepat dalam mempersipakn sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter untuk zaman revolusi Industri 4.0. Namun Indonesia masih mengalami permasalahan kendala dalam akses pembangunan yang belum merata seperti internet. Maka aritikel ini memberikan rekomendasi kepada pemegang kebijakann untuk penyebaran akses pembangunan dan melaksanakaan penelitian terhadap teknis pembelajaran merdeka belajar yang tepat untuk masing-masing daera
Majelis Azzikra: New Approach to Dakwah for Civil Society in Indonesia
Salah satu pendekatan baru dalam dakwah di Indonesia yang saat ini sedang diminati masyarakat adalah pendekatan melalui dzikir yang dikelola oleh Muhammad Arifin Ilham dengan wadah Majelis Azzikra. Melalui pendekatan ini para jamaah melakukan dzikir dengan menyebut nama-nama Allah dan ayat-ayat suci al-Qur'an serta melakukan taubat terhadap dosa-dosa dan kesalahan yang telah dilakukan. Melalui pendekatan ini diharapkan dapat terbentuk masyarakat madani yang bersih dari korupsi dan tindak kejahatan
- …
