1,722,905 research outputs found

    Pendidikan Nilai dari Karakter Sutan Syahrir

    Full text link
    Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penggalian karakter tokoh bangsa yang diperuntukan untuk generasi muda yang sedang dalam proses mencari jati diri. Mereka memerlukan “contoh” yang akan dijadikan model dalam membangun kepribadiannya. Pendidikan Nilai dari tokoh tokoh bangsa tersebut memberi bantuan terhadap peserta didik agar menyadari dan mengalami nilai-nilai serta menempatkannya secara integral dalam keseluruhan hidupnya. Batasan utama masalah penelitian ini adalah “nilai-nilai apa saja yang dapat digali dari kehidupan Sutan Syahrir untuk dapat dikembangkan dalam pembelajaran sejarah[”?. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis dan analisis isi untuk mendapatkan gambaran mengenai karakter Sutan Syahrir. Terdapat delapan buku yang ditelaah yang menulis biografi Syahrir, antara lain karya Anwar (2011), Firdaus (2015), Indro (2009), Legge (2003), Masyhudi (1997), Mrazek (1996), Romandhon (2018), dan Santoso  (2014). Analisis kajian sejarah Sutan Syahrir memberikan gambaran mengenai pendidikan, idealisme dan kepemimpinan, sikap pemalu dan pendiam, diplomat ulung, percintaan dan hubungan sosial, perilaku kebarat-baratan dan kecintaan pada seni, konflik dengan Seokarno, serta keaktifan di organisasi

    Konsep kekuasaan politik Sutan Syahrir (Perspektif fiqih siyasah)

    No full text
    Skripsi ini menggunakan judul ?Konsep Kekuasaan Politik Menurut Sutan Syahrir dalam perspektif Fiqih Siyasah?. Latar belakang dalam skripsi ini menjelaskan terdapatnya hubungan antara teori politik yang dijalankan oleh Sutan Syahrir berkaitan dengan kajian Fiqih Siyasah. Skripsi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengambilan data melalui penelitian pustaka dimana data diambil dari data primer dan skunder. Tujuan skripsi ini untuk menjelaskan bahwa konsep pemikiran politik Sutan Syahrir yang ditinjau dari kacamata Fiqih Siyasah. Skripsi ini menjelaskan bahwa konsep Fiqih Siyasah memiliki hubungan yang sejalan dengan pemikiran Sutan Syahrir. Penulis menguraikan penjelasan dalam skripsi ini menjadi lima bab. Pada bab pertama merupakan uraian pendahuluan skripsi. Bab dua membahas tentang bagaimana konsep kekuasaan politik menururt Fiqih siyasah. Bab tiga penulis menjelaskan konsep kekuasaan politik menurut Sutan Syarir. Bab empat mengenai perspektif Fiqih Siyasah terhadap peran politik Sutan Syahrir. Bab lima merupakan kesimpulan skripsi ini. Pada kesimpulan terakhir penelitian ini penulis menemukan beberapa hal antara lain konsep diplomasi Sutan Syahrir yang memiliki kesamaan pandangan dengan diplomasi Islam dan konsep kedaulatan secara politik pun tidak berbeda dengan konsep kedaulatan yang ditawarkan oleh Islam

    SUTAN SYAHRIR: PERAN DAN KEBIJAKAN DALAM KABINET TIGA PERIODE (1945-1947)

    Full text link
    ABSTRAK Annisa Widiarti. Sutan Sjahrir: Peran dan Kebijakan dalam Kabinet Tiga Periode (1945-1947). Skripsi. Jakarta: Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta, 2021. Skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran dan kebijakan Sutan Syahrir dari masa pergerakan hingga kabinet tiga periode. Menggunakan metode penelitian sejarah dengan langkah-langkah: pemilihan topik, pengumpulan sumber, kritik, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini mengkaji dua permasalahan yakni (1) Bagaimana peran politik Sutan Sjahrir tahun 1945 sampai 1947?, (2) Apa kebijakan politik Sutan Sjahrir dalam kabinet tiga periode tahun 1945 sampai 1947?. Masalah ini digambarkan melalui penjabaran latar belakang kehidupan dan pendidikan Sutan Syahrir serta mendeskripsikan pemikiran sosialisme kerakyatan Sutan Syahrir yang mempengaruhi implementasi kebijakan Sutan Syahrir dalam pemerintahan Indonesia. Hasil penelitian ini menginformasikan bahwa latar belakang keluarga Syahrir sangat berpengaruh terhadap pemikiran politiknya. Dibesarkan oleh keluarga yang terpelajar dan pendidikan barat yang diskriminatif membuat Syahrir tumbuh menjadi pribadi yang kritis. Peran Syahrir dalam politik Indonesia telah dimulai sejak masa pergerakan hingga menjabat sebagai ketua Badan Komite Nasional Indonesia Pusat. Syahrir mengubah kedudukan BP-KNIP menjadi badan legislative sebelum terbentuknya dewan perwakilan rakyat. Ia berusaha menerapkan pemerintahan yang berdasarkan kerakyatan (demokratis). Hal ini diwujudkan dengan usaha Syahrir untuk merubah sistem pemerintah Indonesia byang bersifat presidensial menjadi parlementer. Syahrir mendorong terbentuknya partai politik sebagai bentuk kebebasan dalam demokrasi masyarakat Indonesia. Ketika menjabat sebagai perdana menteri dalam kabinet tiga periode Sutan Syahrir menempuh kebijakan melalui perundingan dan diplomasi. Syahrir menghadapi berbagai tantangan dan tekanan selama ia menjabat sebagai perdana menteri. Sutan Syahrir menjadi tokoh berpengaruh dalam perjuangan Republik Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan melalui jalur diplomasi. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa peran dan kebijakan Sutan Syahrir dari masa pergerakan sampai kabinet tiga periode sangat besar bagi sistem politik pemerintahan Republik Indonesia. Kata Kunci: Sutan Syahrir, Peran, Kebijakan, Kabinet Syahrir. ABSTRACT Annisa Widiarti. Sutan Sjahrir: Role and Policy in the Cabinet of Three Periods (1945-1947). Thesis. Jakarta: Program Studi History Of Education, Faculty Of Social Sciences, Universitas Negeri Jakarta, 2021. This research is intended to describe the role and policies of Sutan Syahrir of the three-term cabinet. Using historical research methods with steps: topic selection, source collection, criticism, interpretation, and historiography. This study examines two problems, namely (1) What was Sutan Sjahrir's political role during the 1945 to 1947 movement?, (2) What was Sutan Sjahrir's political policy in the three cabinet periods from 1945 to 1947?. This problem is illustrated by describing the background of Sutan Syahrir's life and education as well as describing the ideas of Sutan Syahrir's popular socialism that influenced the implementation of Sutan Syahrir's policies in the Indonesian government. The results of this study inform that Syahrir's family background greatly influences his political thinking. Raised by an educated family and western education that is unequal made Syahrir grow up to be a critical person. Syahrir's role in Indonesian politics began during the movement period until he served as chairman of the Central Indonesian National Committee. Syahrir changed the position of BP-KNIP to become a legislative before the formation of the People's Representative Council. He tried to implement a government that is based on the democracy and is democratic. This was realized by Syahrir's efforts to change the Indonesian government system from a presidential to a parliamentary one. Syahrir encouraged the formation of political parties as a form of freedom in Indonesian democracy. Syahrir's efforts to implement policies as the first prime minister in a three-term cabinet were pursued through negotiations and diplomacy. Syahrir faced various challenges and pressures during his tenure as prime minister. Sutan Syahrir became an influential figure in the struggle of the Republic of Indonesia in maintaining independence through diplomacy. In this way it may be stated that the role and policy of sutan syahrir from the movement to the three-period cabinet are immense for the political systems of the republic of Indonesia. Keywords: Sutan Syahrir, Role, Policy, Diplomacy, Cabinet Syahrir

    Ekonomi kebutuhan pokok: sebuah tinjauan prospektif/ Syahrir

    No full text
    xxiii, 200 hal.; 23 cm

    TUOR DALAM PERKAWINAN ADAT MANDAILING DI DESA PASTAP JULU KECAMATAN TAMBANGAN KABUPATENMANDAILING NATAL PERSPEKTIF MAQ

    Full text link
    ABSTRAK Syahrir Ramdani Thohir, 2024 : “Tuor Dalam Perkawinan Adat Mandailing Di Desa Pastap Julu Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal Perspektif Maqashid Sya

    Kabupaten Kepulauan Selayar Pada Masa Pemerintahan H. Syahrir Wahab (2005-2015)

    No full text
    Skripsi ini membahas mengenai Kabupaten Kepulauan Selayar pada masa Pemerintahan H. Syahrir Wahab dengan tujuan untuk mengetahui strategi kebijakan pembangunan, perkembangan, serta faktor penghambat dan pendukung perkembangan kabupaten Kepulauan Selayar Penelitian ini bersifat deskriftif analisis dengan menggunakan metode Historis, melalui tahapan: Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahun 2005-2015 Bupati Kepulauan Selayar menempuh kebijakan pembangunan dengan strategi pengembangan dibidang Pendidikan,Ekonomi dan Sosial laiinya. Pemerintahan H. Syahrir Wahab menunjukkan berbagai kemajuan dan peningkatan atas strategi pembagunan yang ditempuh selama masa jabatannya menjadi kepala Daerah. Hal ini ditandai dengan semakin meratanya saranaprasaran pendidikan dan kesehatan baik dari segi bangunan serta sumber daya manusia seperti Guru, Dokter, Perawat , bidan dan sebagainya di Kepulauan Selayar sehingga angka putus sekolah dan masalah kesehatan dapat dikurangi, serta pertumbuhan perekonomian yang semakin mengalami peningkatan. Faktor pendukung perkembangan Pembangunan pada masa pemerintahan H. Syahrir Wahab adalah: sumber daya alam, sumber daya manusia serta partisipasi msyarakat. Sedangkan faktor penghambat yaitu: keterbasan dana pembangunan, kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam seperti kelestarian lautan, serta keadaan geografis Kepuluan Selayar yang sebagian adalah lautan. Akhir penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Kabupaten Kepulauan Selayar pada masa pemerintahan H. Syahrir Wahab mengalami banyak kemajuan dan perubahan

    Pengaruh Hambatan Samping Terhadap Kinerja Jalan (Studi Kasus: Jalan S.t Syahrir Pasar Rakyat Kota Pariaman)

    Full text link
    Jalan St. Syahrir Pasar Rakyat Kota Pariaman merupakan jalan dengan banyaknya aktivitas pasar dan juga adanya aktifitas sekolah, sehingga meningkatkan jumlah pengguna jalan ini, yang kemudian munculnya penumpukan kendaraan ketika jam pergi atau pulang sekolah dan kemudian diperparah dengan adanya hambatan samping pada jalan tersebut. Sehingga penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya kinerja ruas jalan St. Syahrir Pasar Rakyat Kota Pariaman dan besarnya pengaruh hambatan samping terhadap kinerja ruas Jalan St. Syahrir Pasar Rakyat Kota Pariaman. Penelitian ini dilakukan beberapa survei yaitu survei volume lalu lintas, survei hambatan samping dan juga survei kecepatan. Perhitungan pada penelitian ini mengacu pada (PKJI 2023) untuk jalan perkotaan. Berdasarkan hasil perhitungan didapat nilai hambatan samping pada ruas Jalan St. Syahrir Pasar Rakyat Kota Pariaman yaitu 427,2 skr/jam, volume lalu lintas pada Jalan St. Syahrir Pasar Rakyat Kota Pariaman, adalah 315,05 skr/jam, upaya penanganan terhadap penurunan tingkat hambatan samping ialah seperti pengaturan arus lalu lintas, diperlukan pengawasan yang lebih terhadap kendaraan yang parkir sembarangan di badan jalan atau sebaiknya menambahkan area parkir resmi di luar badan jalan, serta menyediakan trotoar untuk pejalan kaki atau jalur pedestrian yang aman dan terpisah dari jalur kendaraan

    Diplomasi Sebagai Strategi Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Pada Masa Kabinet Syahrir

    No full text
    Strategi perjuangan diplomasi bangsa indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan yang dliaksanakan pada masa kabinet Syahrir bertujuan menghindaripeperangan dan korban sia sia .Strategi diplomasi ditempuh dengan mengadakan perundingan dengan belanda ,bai yang dilakukan di indonesia maupun di luar negeri.Belanda selain itu juga mengadakan bantuan ke india dengan harapan memperoleh simpati dan pengakuan dunia internasional terhadap upaya bangsa indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore