8,377 research outputs found

    Pendapat Imam Al-Syafi'i dan Muhammad Al-Ghazali tentang kesaksian wanita dalam perkara pidana

    Full text link
    Imam al-Syafi'I (150-204 H) berpendapat bahwa wanita tidak boleh menjadi saksi dalam perkara pidana Berbeda dengan pendapat Imam al-Syafi'i, kesaksian wanita dalam pemahaman al-Ghazali (1917-1996) memiliki kedudukan sama seperti halnya kesaksian laki-laki yang tidak dibatasi hanya dalam bidang­bidang hukum tertentu, melamkan kesaksian wanita mempunyai legitimasi hukum dalam berbagai bidang, termasuk dalam bidang hukum pidana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Pendapat Imam al­Syafi'I dan Muhammad al-Ghazali tentang wanita dalam perkara pidana, (2) Sumber Hukum yang digunakan oleh Imam al-Syafi"i dan Muhammad al-Ghazali tentang kesaksian wanita dalam perkara pidana dan (3) Metode istinbath al­ Ahkam yang digunakan oleh Imam al-Syafi'i dan Muhammad Ghazali wanita dalam perkara pidana. Penelitian ini berangkat dari pemikiran bahwa sumber pokok syariat adalah al-Qur'an dan al-Sunnah. Dalam memahami kedua sumber itu memungkinkan terjadinya perbedaan pendapat di kalangan ahli hukum Islam. Imam al-Syafi'i seorang mujtahid besar membatasi keabsahan kesaksian wanita dalam perkara pidana. Sedangkan Muhammad al-Ghazali berusaha menempatkan kedudukan wanita pada tempat yang semestinya, dimana wanita yang dibatasi hak-haknya untuk memberikan kesaksian dalam pelbagai bidang peradilan yaitu perkara-perkara pidana yang justru merupakan bidang yang amat penting, karena berhubungan dengan nyawa dan kehormatan manusia. Penelitian ini dilakukan oleh metode analisis isi terhadap kitab karya­ karya Imam al-Syafi'i dan ulama Syafi'iyah diantaranya al-Umm dan kitab-kitab karya Muhammad al-Ghazali diantaranya. Studi kritis atas Hadits Nabi Saw Antara pemahaman tekstual dan kontekstual, Laitsa min al-Islam, Hadza Dinuna, dan sumber-sumber sekunder dan kitab-kitab yang dikarang oleh ulama lain serta buku-buku dan majalah, diantaranya al-Risdlah, Biddyah al-Mujtahid dan Fiqh al-Sunnah Al-Muhalla, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, majalah "Umat" Analisa dilakukan dengan mempelajan dan memahami kitab-kitab dan buku-buku tersebut, membandingkan antara satu dengan yang lainnya, agar menghasilkan argumentasi data yang akurat. Data menunjukkan, bahwa (1) Imam al-Syafi'I berbendapat wanna tidak boleh menjadi saksi dalam perkara pidana sedangkan Muhammad al-Ghazali memperbolehkannya, (2) Dalil yang digunakan oleh Imam al-Syafi'i adalah hadits riwayat Abu Ubaid dan al-Zuhry dan fatwa 'Umar Ibn al-Khattab sedangkan dalil yang digunakan oleh Muhammad al-Ghazali adalah surat al­Baqarah ayat 282, hadits yang dapat dipercaya (3) Istinbath hukum yang digunakan oleh Imam al-Syafi'I adalah dengan mengkaji hadits dan fatwa shahabat dengan mempertimbangkan adat serta kejiwaan wanita. Sedangkan Muhammad al-Ghazali berusaha menggali kembali al-Quran dengan menekankan pemahaman kontekstual, didasarkan pada interpretasi dan sunnah yang shahih serta atsar shahabat dan pendapat para ulama yang terpercaya. Beliau meneliti dengan kajian ilmah dan membandingkan dengan fakta serta realita aturan-aturan syariat dan bebas dan segala bentuk tradisi jahiliyah

    The Concept of Islamic Education Syed Muhammad Naquib al-Attas and Ahmad Syafi'i Ma'arif, Its Relevance to the Implementation of Inclusive Learning in the Independent Curriculum

    Full text link
    This research aims to: to find out the Concept of Islamic Education according to Syed Muhammad Naquib al-Attas and its relevance to providing inclusive learning in the mardeka curriculum to find out the Concept of Islamic Education according to Ahmad Syafi'i Ma'arif, and its relevance to providing inclusive learning in the mardeka curriculum To find out the Islamic Education Concept of Syed Muhammad Naquib al-Attas and Ahmad Syafi'i Ma'arif as well as its relevance to providing inclusive learning in the mardeka curriculum. This type of research is descriptive qualitative research, that is, the data collected is in the form of words, images, not numbers.  The research approach used is a qualitative research approach.  The primary sources in this research are works written by the figures studied themselves, in this research are Syed Muhammad Naquib Al-Attas and Ahmad Syafi'i Ma'arif. The research results show that the concept of Islamic education according to Al-Attas leads to the value of content in Islamic education. Where in the concept Al-Attas uses the concept of ta'adib. The concept prioritizes good manners or good human behavior. Ahmad Syafi'i Ma'arif's thinking about the concept of education is relevant to the free learning curriculum. This is based on the first, the educational goals initiated by Ahmad Syafi'i Ma'arif view that in essence it seeks to create students who have character and competence that is useful for society

    Pioneers of Library Movement in Pakistan

    Full text link
    The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders

    Analisis Wacana Kritis dalam Doa Muhammad Syafi'i pada Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR RI Tahun Sidang 2016-2017

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembentukan opini dan sindiran dalam doa yang disampaikan oleh H.R. Muhammad Syafi'i pada Sidang Pertama Masa Persidangan tahun 2016/2017 di gedung DPR/MPR pada tanggal 16 Agustus 2016. Data penelitian ini diperoleh dari hasil rekaman doa tersebut. Rekaman tersebut kemudian dibuat transkripsinya untuk memudahkan proses analisis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis wacana kritis yang terdiri dari tiga tahap, yaitu deskripsi, interpretasi, dan eksplanasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam doa tersebut terdapat pembentukan opini yang dilakukan oleh H.R. Muhammad Syafi'i terutama dalam penggunaan kata ganti kami dan mereka. Selain itu juga ditemukan bahwa dalam doa tersebut terdapat sindiran-sindiran terhadap beberapa aspek, yaitu dalam bidang kehidupan politik, hukum, kejahatan, ekonomi, pertahanan dan keamanan, kehidupan berbangsa dan bernegara, dan ketenagakerjaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa doa yang disampaikan oleh H.R. Muhammad Syafi'i tersebut memiliki tujuan tertentu, yaitu sengaja melakukan pembentukan opini dan memberikan sindiran kepada pemerinta

    Proses mencari 'Illah dalam menentukan hukum: Kajian teori berasaskan usul Syafi'i / Edi Yanto Muhammad Ali

    No full text
    Tajuk disertasi ini ialah "Proses Mencari 'Illah Dalam Menentukan Hukum: Kajian Teori Berasaskan Usul Syafi'i. Berpunca daripada pandangan yang mengatakan bahawa qiyas ('Illah) menurut Imam Syafi'i adalah sempit dan berasaskan tekstual. Penelitian yang dilakukan, temyata 'Illah pada pandangan Imam Syafi'I memiliki jangkauan yang luas dan anjal. Keluasan 'il/ah di sisi Imam Syafi'I ini dapat dilihat menerusi istilah ma 'nii yang beliau tulis dalam kitab al-Risiilah. Istilah tersebut kemudian dikembangkan pengertiannya oleh ulama Syafi'iyyah klasik dalam konsep maslahah. Metodologi kajian ini sepenuhnya menggunakan kaedah analisis perpustakaan iaitu menerusi tiga metode. Metode pertama ialah mengumpulkan sumber data dengan merujuk kepada pelbagai kitab karya agung ulama muktabar dalam berbagai bidang. Metode kedua ialah penganalisaan data. Penulis mengumpul dan menilai pendapatpendapat ulama dengan merujuk kepada sumber yang berautoriti terutamanya pendapat Imam Syafi'I. Selanjutnya menilai pendapat ulama Syafi'iyyah klasik dan moden. Metode ketiga ialah analisis perbandingan. Perbandingan dilakukan terhadap pendapat Imam Syiifi'I, ulama Syafi'iyyah klasik dan ulama Syafi'iyyah moden. Ulasan dalam kajian ini lebih kepada pandangan ulama klasik terhadap teori asas Imam Syafi'i tentang 'Illah. Apa yang disebut sebagai sempit dan berasaskan tekstual pada hakikatnya berpunca daripada instrumen 'illah itu sendiri. 'fllah sebenarnya adalah penentu luas dan sempitnya jangkauan qiyas. Inilah konsep qiyas sebenar menurut ulama Syafi'iyyah moden. Dapatan kajian ialah 'illah menurut Imam Syafi'i memiliki dua kategori, iaitu pertama, pemetikan hukum berdasarkan nas secara langsung (qiyas). Kedua, pemetikan hukum berdasarkan nas secara tidak langsung (maslahah mursa/ah). Dapatan kajian selanjutnya ialah qiyas ('Illah) menurut Imam Syafi'I memiliki pengertian yang luas berdasarkan kaedah am daripada nas. Manakala qiyas menurut ulama Syafi' iyyah moden terkesan sempit kerana hanya tertumpu kepada instrumen 'illah semata

    Relevansi Konsep Dasar Enterpreneurship Muhammad dalam Menghadapi Era Global

    Full text link
    Since of economic crisis in our country, people tried in various ways to fulfill their needs. Cessation work, limited job opportunities also contribute to increasing the number of unemployment in Indonesia. It encourages people to seek alternatives to improve the standard of an unbalanced economy. As a result, not the least of the people took in ways that conflict with conscience, and surely globalization era which is supported by the rapid globalization of science and technology has made the world a transparent. This article talked about general basic principle of entrepreneurship viewed by history of Muhammad's life as a succeed entrepreneur, So that, it is necessary to refresh the mindset of the basic concepts of business right through entrepreneurship characterized by reviewing the success of Muhammad as the best real entrepreneurship. Learning back of the concept is expected to arouse the public in carrying out efforts to correct and bring benediction Indonesian people, especially in the face of global competition. The results of this study indicate that the basic concept of entrepreneurship according to Muhammad’s life history is built by Integrity, Loyalty, Professionalism and Spirituality

    Fikih Mazhab Syafi'i

    No full text
    Membahas semua aspek dan persoalan kehidupan yang dihukumi berdasarkan hukum fikih mazhab Syafi'i dalam Islam yang dibahas pada bab berikut berikut Bab 1. Tharah, Bab 2. Shalat, Bab 3. Zakat, Bab 4. Puasa, Bab 5. Haji dan umrah, Bab 6. Jual beli, transaksi dan kontrak kerja lainnya, Bab 7. Waris dan wasiat, Bab 8. Pernikahan, Bab 9. Tindak kriminal, Bab 10. Macam - macam hukuman, Bab 11. jihad, Bab 12. Binatang buruan dan sembelihan, Bab 13. Lomba balap dan memanah, Bab 14. Sumpah dan nazar, Bab 15. Peradilan dan kesaksian, Bab 16. Memerdekakan budak. buku ini mengupas berbagai persoalan fikih secara komprehensif yang disertai dengan dalil - dalil dari Al Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW. terdapat juga Sejarah serta perkembangan Mazhab Syafi'i di Indonesia serta Biografi Imam asy-Syafi'i pada sebelum bab awal pada isi E-Boo

    ANALISIS PEMIKIRAN MUHAMMAD SYAFI’I ANTONIO TENTANG RIBA DAN BUNGA BANK

    Full text link
    ABSTRACT   The study is titled “Analysis Thought Muhammad Syafi'i Antonio about Riba and Interest Bank, with the background of the problem that in maintaining the benefit of human life from moral damages (morals), social, and economic then Islam firmly and definitely forbid usury. However, as the times progressed, Muslims began to be confronted with the contacts of western civilization where today's banking requires interest. Therefore, the concept of usury that is considered the final legal status began to undergo a review by Islamic reformers such as Muhammad Syafi'i Antonio. The problem raised in the writing of this thesis is how the thought of Muhammad Syafi'i Antonio about usury and bank interest, and what is the basis of the thought of Muhammad Syafi'i Antonio about usury and bank interest in Indonesian banking practices. The methodology of this study using a type of literature study (Library Reseach) which emphasizes the source of information from various materials bibliography, data collection techniques in this study is to collect data related to the thought of Muhammad Syafi'i Antonio. Then the data is analyzed by using descriptive qualitative data analysis method. Based on the result of the research, it can be concluded that Muhammad Syafi'i Antonio decided the position of bank interest and usury is the same and the law is haram, using adillat al-syari'ah (al-Qur'an and Sunnah), istinbath method of law maslahah almursalah and istihsan . Using a specific proposition and implementing general propositions as appropriate targets. As in usul fiqh rules, and economic views. Then Muhammad Syafi'i Antonio also asserted that scholars among whom A. Hasan who has justified usury, is less comprehensive in understanding and taking legal arguments. Keywords: Riba, Bank Interest, Thought, Muhammad Syafi'i Antonio

    Analisis semiotika naratif pesan politik doa H.R. Muhammad Syafi'i dalam rapat paripurna pembukaan masa persidangan I DPR Ri 2016-2017

    No full text
    Doa yang dibacakan oleh politisi Gerindra H.R. Muhammad Syafi'i dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR RI 2016-2017 membuat heboh publik. Tidak hanya disitu saja, doa tersebut menjadi viral di dunia maya. Isi doa yang dibacakan setelah pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo di penuhi kritik dan sindiran terhadap kinerja pemerintah. Doa tersebut dianggap kontroversial oleh sebagian kalangan terutama dalam ranah politisi, karena isi doa tersebut sekilas seperti menohok semua pihak, terutama yang disebut sebagai pemimpin di negeri ini. Meski doa yang disampaikannya adalah sebuah realita yang terjadi pada pemerintahan Jokowi-JK. Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana peran dan aktan dalam doa H.R. Muhammad Syafi'i? Bagaimana narasi pesan politik dalam doa H.R. Muhammad Syafi?i? dan Bagaimana ideologi dalam teks doa H.R. Muhammad Syafi'i? Analogi yang diterapkan Greimas yaitu melihat narasi sebagai sebuah struktur makna (semantic structure). Karakter dalam narasi memiliki posisi dan fungsi masing-masing dalam penceritaan. Berbeda dengan Vladimir Propp yang hanya tertarik pada aspek fungsi, Greimas mengembangkan lebih lanjut analisis Propp dengan model aktan melihat interaksi di antara satu karakter dengan yang lainnya (Eriyanto, 2013). Metodologi penelitian dalam penulisan skripsi ini menggunakan metodologi kualitatif dengan analisis naratif model Algirdas Greimas. Kemudian sumber data yang diperoleh melalui observasi di lapangan, wawancara dengan pihak H.R Muhammad Syafi?i. Selain itu, melakukan tinjauan pustaka dari literatur yang berkaitan dengan bahasan dan juga dokumentasi baik itu berupa pencarian di internet maupun situs resmi DPR RI. Adapaun hasil dari penelitan teks doa ini, maka Subjeknya adalah H.R. Muhammad Syafi?i dan Objeknya adalah teks doa H.R. Muhammad Syafi?i. dan berdasarkan analisis semiotika naratif Greimas, maka yang berperan sebagai Subjek adalah: H.R. Muhammad Syafi?i, dan Objeknya adalah: politik, hukum, kehidupan ekonomi rakyat, sosial budaya, kekuatan pertahanan dan keamanan, sikap pengguasa yang tidak amanah dan kezaliman aparat negara. Sedangkan yang berperan sebagai Sender, Adjuvant dan Traitor adalah pemerintah. Dan yang berperan sebagai Receiver adalah: Masyaraakat. Doa ini menarasikan bagaimana kehidupan sosial bangsa Indonesa saat ini, mulai dari masalah hukum hingga sikap pengasanya yang tidak amanah. Doa ini juga sebagai kritikan terhadap kinerja pemerintah saat ini. Dan terdapat ideologi nasionalisme dalam doa ini

    Pemikiran Ekonomi Islam Muhammad Syafi'i Antonio (Analisis Terhadap Perbankan Syariah Di Indonesia

    No full text
    Muhammad Syafi'i Antonio adalah merupakan figur yang familiar dalam pengembangan perbankan syariah di Indonesia. Artikel ini bermaksud untuk mengkaji dan mendeskripsikan secara spesipik mengenai pemikiran Muhammad Syafi'i Antonio tentang perbankan syariah di Indonesia. Pendekatan yang dipergunakan adalah kajian pustaka yang sumber primernya berasal dari karya-karyanya yang monumental. Temuan dari kajian ini menunjukan pemikirnnya mengenai perbankan syariah di Indonesia berpijak dari pemikirannya bahwa bunga bank akan menyengsarakan dan menghancurkan masyarakat karena ada unsur dzulmun, selain ketentuan haramnya riba dalam al-Qur'an. Kebalikan dari sistem riba, sistem ekonomi syariah memiliki ciri utama pembiayaan bagi hasil (Akad kerjasama mudharabah dan msyarakah) yang mencakup pembagian keuntungan (profit sharing) dan pembagian kerugian (loss sharing) yang ditanggung bersama oleh pemilik dana maupun pengelola. Oleh karenanya, operasional bank syariah memiliki resiko tinggi karena lembaga tersebut mengelola uang masyarakat dalam jumlah yang tidak sedikit, untuk menjaga trust masyarakat maka diperlukan pengawasan yang ketat baik dari pihak internal maupun eksternal. Dewawn pengawasan syariah merupakan bukti nyata dari pengawas kesyari'ahan bank agar senantiasa menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam seluruh aktivitasnya
    corecore