370 research outputs found

    Titik Dan Garis Sebagai Simbol Ekspresi Dalam Berkarya Seni Lukis

    No full text
    Titik dan garis bukan hanya sekedar komponen dasar bagi seni-seni visual, akan tetapi juga sumber dari ekspresi itu sendiri, hal ini lah yang menjadi tujuan utama dari penelitian ini. Penulis memperlakukan titik dan garis tidak sebagai komponen visual akan tetapi sebagai media utama pembentuk karya lukis itu sendiri. Metode dan teknik penelitian yang penulis gunakan adalah eksperimentasi, dimana idiom-idiom seperti titik dan garis menjadi sumber dimulainya sebuah penciptaan karya lukis, sementara itu, konsep visual dari karya adalah kemunculan-kemunculan spontan. Artinya, penulis bergantung kepada potensi-potensi dari titik dan garis untuk membentuk sesuatu yang bersumber pada kesadaran spontan. Hasil dari penelitian ini adalah, titik dan garis ternyata mampu merepresentasikan simbol-simbol tertentu yang mengandung ekspresi murni, karena penulis menggunakan pendekatan abstrak.  Kata Kunci : Titik Dan Garis; Simbol; Ekspresi; Seni Lukis ABSTRACTDots and lines are not only basic components for visual arts, but also the source of expression itself, this is the main goal of this research. The author treats dots and lines not as visual components but as the main media forming the painting itself. The research method and technique that the author uses is experimentation, where idioms such as dots and lines are the source of the start of a painting creation, meanwhile, the visual concept of the work is spontaneous occurrences. That is, the author relies on the potentials of points and lines to form something that is rooted in spontaneous awareness. The result of this research is that points and lines are able to represent certain symbols that contain pure expressions, because the author uses an abstract approach

    Studi tentang Penerapan Strategi Belajar Mengajar Siswa Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Penaruhnya Terhadap Tingkat Penugasan Agama Islam Di Smp Se Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara Tahun Pelajaran 1996/1997

    Full text link
    Strategi belajar mengajar adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Strategi belajar mengajar dilaksanakan pada semua mata pelajaran. termasuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islem di Sekolah Menengah Pertama So Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui ada tidaknya hubungan dan ada tidaknya pengaruh antara penerapan strategi belajar mengajar terhadap tingkat penguasaan siswa SMP se Kecamatan Lehet Kabupaten Barito Utara. serta ingin mengetanui pola pengaruh penerspan atretergi belajar mengajar terhadap tingkat penguasaan siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Kecamatan Lahei Kabupaten Barito tara. Hipotesis yang diajukan adalahh ada hubungan antara penerapan strategi belajar mengajar terhadap singkat penguasaan siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam 41 SMP se Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara. dan ada pengaruh entara penerapan stratergi belajar mengajar terhadap tingkat penguasaan sawa dalam mata pelageran Pendidikan Agema Islam di SMP se Kecamatan Lahei Kabupaten Barita Utara, serta semakin baik penerapen strategi belajarr mengajar maka semakin tinggi tingkat penguasaan siswa dalam mata pelajaran PAI di SMP se Kecamatan Lahei Kabupaten Rarito Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang heragama Islam di SMP se Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Itara. yara berjumlah 249 siswa, kemudian digunakan teknik purposive sample yaitu menetapkan siswa kelas IJ di SMP Be Kecamatan Lohet sebanyak 78 siswa yang beragama Islam dan samuanya dijadikan sampel, sehingga penelitian ini disebut Lenelitian populasi. Ditambah 4 rang guru Pendidikan Agama islam di SMF se Kecamatar Lahel sebagi informen. Pegumpulan data dalam penelitian ini digunakan dokumentasi, angket, observasi dan wawancara. Dalam uji hipotesa pertam digunakan mus Koefisien Kontengensi (KK) den dilanjutkan dengan udi Phi (6) ksmidian dikonsultasikan dengan r tabel. reduct moment. Dea untuk mengetahui signifikansi digunalian rumus t-hit, etandetags hora -hitung dikonsultosikal. cons tentebih terulu mencari df = M- tabel, dancan nasil serhitungan meka diperoleh nilai 0.54. Menurut Anas Sudi, no bahwa 6.78 . Kemudian diperoleh Ha-nya diterima. Untuk mengetahui signifikansinya perhitungan digunakan rumus ujit-hitung, yaitu 13.63 lebih besar dari t-tabel taraf signifikansi hasil t-hit = 1% = 2.64 dan taraf signifikansi 5% 1.99. Hala ini berarti ada hubungan yang signifikan antara penerapan strategi belajar mengajar terhadap tingkat penguasaan siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP se Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara. Kemudian untuk menguji hipotesa kedua digunakan rumus regresi. Diperoleh a 0.86 dan b 0.57. maka ditarik garis Y 0.86 0.57 (1) dimana setiap kenaikan kesatuan X akan menyebabkan kenaikan Y atau sama dengan 1.43 dan seterusnya. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh penerapan strategi belajar mengajar terhadap tingkat penguasaan siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP se Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara, atau semakin baik penerapan strategi belajar mengajar maka semakin tinggi tingkat pengusaan siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Setelah mengetahui hasil penelitian tentang penerapan strategi belajar mengajar dan tingkat pengusaan siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP se Kec. Lahei Kab. Barito Utara, penulis menyarankan kepada guru-guru khususnya guru-guru Pendidikan Agama Islam diharapkan dapat menggunakan alat peraga dalam kegiatan belajat mengajar. Runa meningkatkan kualitas pengajaran

    PENGUKURAN SEBARAN KETEBALAN LAPISAN TIPIS HASIL SPIN COATING DENGAN METODE INTERFEROMETRIK

    Full text link
    Prinsip dari interferensi adalah jika dua gelombang yang merambat dalam arah yang sama (hampir sama) dengan beda fase yang tetap konstan terhadap waktu, maka dapat terjadi keadaan sedemikian rupa sehingga energinya tidak didistribusikan secara merata, tetapi pada titik-titik tertentu dicapai harga maksimum, dan pada titik-titik lain dicapai harga minimum (Halliday and Resnick, 1978)

    Penentuan Posisi Relatif Unit Unit Bisnis PT Varian Usaha<Gresik Denag Menggunakan Model Evaluasi Boston Consulting Group ( BOG )

    No full text
    Persaingan pasar yang semakin ketat tersebut, banyak perusahaan yang menjalankan beberapa unit bisnis

    Nilai ketakteraturan refleksif sisi pada graf hasil kali sisir antara graf lintasan Pn dan graf roda Wm

    Full text link
    Graf hasil kali sisir antara graf lintasan dengan graf roda (Pn ⊳_(u_i^1) Wm) merupakan graf yang dihasilkan dengan mengambil satu salinan dari graf lintasan dan |V(Pn)| salinan dari graf roda dan menggabungkan salinan ke-i dari graf roda pada titik u_i^1 ke titik i di graf lintasan. Graf hasil kali sisir antara graf lintasan dengan graf roda Pn ⊳_(u_i^1) Wm memiliki jumlah titik nm+n dan jumlah sisi 2mn+n-1. Pelabelan refleksif tak teratur sisi pada graf Pn ⊳_(u_i^1) Wm didefinisikan memiliki pelabelan sisi fe ∶ E(Pn ⊳_(u_i^1) Wm) → {1, 2, …, ke} dan pelabelan titik fv ∶ V(Pn ⊳_(u_i^1) Wm) → {0, 2, …, 2kv}, dimana k = max⁡{ke,2kv}. Pelabelan-k dari f disebut pelabelan-k refleksif tak teratur sisi dari graf Pn ⊳_(u_i^1) Wm jika untuk setiap dua sisi yang berbeda xy dan x'y' dari G memiliki wt(xy)= fv (x) + fe (xy)+ fv (y) ≠ wt(x'y') = fv (x') +fe (x' y') + fv (y'). Kekuatan refleksif sisi graf Pn ⊳_(u_i^1) Wm, dinoatasikan dengan res(Pn ⊳_(u_i^1) Wm) merupakan nilai k terkecil sehingga graf Pn ⊳_(u_i^1) Wm memiliki pelabelan tak teratur refleksif sisi

    TUGAS AKHIR KARYA ILMIAH MARKETING PUBLIC RELATIONS DARI TITIK TEMU COFFEE MELALUI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIKTOK (STUDI DESKRIPTIF PADA AKUN TIKTOK DARI TITIK TEMU KOPI)

    Full text link
    Ditengah perkembangan bisnis dibidang kedai kopi, serta meningkatnya konsumen dalam konsumsi kopi membuat pengusaha dalam bisnis ini menggunakan berbagai cara pemasaran untuk mendapatkan perhatian konsumen. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, tentu perusahaan harus merancang strategi yang dinilai memiliki pengaruh besar terhadap perusahaannya seperti marketing public relations. Pelaksanaan penelitian ini berlandaskan teori dari Kotler mengenai konsep marketing mix atau bauran pemasaran 4P yang antara lain berupa produk, harga, tempat dan promosi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam dan observasi. Informan kunci yang diwawancarai dalam penelitian ini yaitu supervisor Dari Titik Temu Coffee, informan utama yaitu admin TikTok Dari Titik Temu Coffee, dan informan selanjutnya yaitu pelanggan Dari Titik Temu Coffee. Berdasarkan hasil penelitian ini, Dari Titik Temu Coffee sudah melaksanakan konsep marketing mix atau bauran pemasaran menggunakan media sosial TikTok sepenuhnya namun masih terdapat hambatan yang mengakibatkan belum terlaksana secara maksimal. Saran dari penulis antara lain yaitu untuk konsisten dalam melakukan marketing public relations di media sosial TikTok melihat memiliki pengaruh yang signifikan bagi Dari Titik Temu Coffee. In the midst of coffee shops business development and the increasing consumers in coffee consumption makes entrepreneurs in this business field use various ways of marketing to get the attention of consumers. To be able to achieve these goals, the company must design a great strategy that have big influence. Marketing public relation is one of the great strategy that can make the company get consumers attention. The implementation of this research is based on the theory from Kotler about the concept of marketing mix or 4P marketing mix. 4P marketing mix consist of product, price, place and promotion. This study uses a descriptive qualitative approach. Data collection techniques are conducted by interviews and observations. The key informants that being interviewed in this study were supervisors of Dari tItik Temu Coffee. The main informants were TikTok admins of Dari Titik Temu Coffee and the other informants were customers of Dari Titik Temu Coffee. Based on the results of this study, Dari Titik Temu Coffee has implemented the concept of marketing mix using social media TikTok completely but there are still some obstacles that make the final result not being carried out to the maximum. The advice from the author to the company is the company must be consistent in conducting marketing public relations on social media TikTok because TikTok has a significant influence for the business of Dari Temu Coffee

    PENGARUH SERTIFIKASI GURU DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU SMA NEGERI 1 JUWANA KABUPATEN PATI

    No full text
    Sulastri, Erni. 2011. ”Pengaruh Sertifikasi Guru dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru SMA Negeri 1 Juwana, Kabupaten Pati”. Skripsi. Jurusan Pendidikan Ekonomi. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I. Dra. Y Titik Haryati, M.Si. II. Kusumantoro, S.Pd, M.Si. Kata kunci : Kinerja Guru, Sertifikasi Guru, Motivasi Kerja Kualitas pendidikan akan terwujud jika proses belajar mengajar di kelas berlangsung dengan baik. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan adanya komponen yang mendukung, salah satunya adalah kinerja guru yang profesional. Kinerja guru dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya motivasi dan sertifikasi. Guru yang memiliki motivasi kerja yang tinggi maka akan menghasilkan kinerja yang tinggi, dan seorang guru yang yang memiliki penghasilan yang bagus, maka kinerjanya juga akan bagus. Oleh karena itu, permasalahan yang diangkat adalah : (1) adakah pengaruh sertifikasi guru dan motivasi kerja terhadap kinerja guru, (2) seberapa besar pengaruh sertifikasi guru dan motivasi kerja terhadap kinerja guru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) adakah pengaruh sertifikasi guru dan motivasi kerja terhadap kinerja guru, (2) seberapa besar pengaruh sertifikasi guru dan motivasi kerja terhadap kinerja guru. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Juwana Kabupaten Pati. Populasi dalam penelitian adalah seluruh guru yang sudah tersertifikasi, yang berjumlah 37 orang, karena semua guru yang tersertifikasi dijadikan objek dalam penelitian, maka disebut penelitian populasi. Variabel bebas yang dikaji dalam penelitian ini adalah sertifikasi guru ( ) dan motivasi kerja ( ) sedangkan variabel terikatnya adalah kinerja guru (Y). Pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi dan angket. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan analisis deskriptif persentase dan analisis regresi baik parsial maupun simultan. Hasil analisis menunjukkan bahwa, variabel kinerja guru sertifikasi secara umum dalam kriteria sangat tinggi, variabel sertifikasi guru dalam kriteria cukup tinggi, dan variabel motivasi kerja guru dalam kriteria tinggi. Berdasarkan pengujian hipotesis secara parsial, variabel sertifikasi guru berpengaruh terhadap kinerja guru, dan variabel motivasi kerja juga berpengaruh terhadap kinerja guru. Berdasarkan pengujian hipotesis secara simultan, variabel sertifikasi guru dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja guru. Kesimpulan yang diambil sebagai berikut: ada pengaruh variabel sertifikasi guru terhadap kinerja guru, ada pengaruh variabel motivasi kerja terhadap kinerja guru dan ada pengaruh antara sertifikasi guru dan motivasi kerja terhadap kinerja guru. Adapun saran yang disumbangkan adalah, kepada Diknas Kabupaten Pati untuk mengupayakan pendidikan dan pelatihan secara rutin guna meningkatkan kompetensi guru, kepada Pemerintah Daerah agar meningkatkan frekuensi momen lomba-lomba di kalangan guru, dan kepada pihak sekolah agar menanamkan budaya menulis dan meneliti dikalangan guru yang dapat dimanfaatkan untuk perbaikan mutu proses pembelajaran
    corecore