1,720,976 research outputs found

    PEACEFUL JIHĀD DAN PENDIDIKAN DERADIKALISASI AGAMA

    Full text link
    The Islamic Boarding School (Pondok Pesantren) Miftahul Huda was originatelly identical with the radicalism movement not only because of its exclusivism in religious activities, the criticism  toward the government, but also the identification of its members with DI/TII movement and FPI. In line with internal and external dynamics, this boarding school reoriented its movement from physical jihād  to the path of education and peaceful dakwah or in Lukens-Bull’s perspective it is so-called peaceful jihād. The process of self-domestication and the movement of de-radicalization in this boarding was executed by six ways. They are internalizing the values of boarding school, increasing the Islamic perspective, adopting schools system, providing the education of hubb al-waṭan, using local wisdom, and developing skill education. The strategy of de­-radicalization applied by Miftahul Huda Islamic Boarding School is divided into three efforts; preventive de-radicalization, preservative de-radicalization, and curative de-radicalization. The results was shown that the students, alumni, and the boarding schools incorporated in Miftahul Huda Islamic boarding school networking system that appears in peace, moderate, and tolerance appearance. *** Pondok Pesantren Miftahul Huda semula identik dengan gerakan “radikal” baik karena pandangan eksklusivismenya dalam beragama, kritisisme terhadap Pemerintah, maupun karena keidentikkan beberapa personalnya dengan gerakan DI/TII dan FPI. Sejalan dengan dinamika internal dan eksternal, pondok pe­santren ini pun mereorientasi gerakannya dari jihād fisik ke jalur pendidikan dan dakwah damai atau dalam perspektif Lukens-Bull dikenal sebagai jihad damai (peaceful jihād). Proses menjinakkan diri dan gerakannya, yang dikenal dengan deradikalisasi, dilalui oleh pondok pesantren ini dengan enam cara, yakni inter­nali­sasi nilai-nilai pesantren, perluasan perspektif keislaman, adopsi sistem sekolah, pendidikan hubb al-waṭan, penggunaan local wisdom, dan pendidikan keterampilan. Upaya deradikalisasi yang dilakukan Pondok Pesantren Miftahul Huda berkisar pada tiga strategi, yakni pencegahan, pemeliharaan budaya damai, dan pemulihan bagi yang terdampak radikal. Hasilnya, para santri, alumni, dan pesantren yang tergabung dalam sistem jaringan Pondok Pesantren Miftahul Huda muncul dalam wajah damai, moderat, dan toleran

    PULAU LOMBOK:Pengembangan Pariwisata Halal dalam Bingkai Kearifan Lokal

    Full text link
    Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, dikenal dengan sebutan Pulau Seribu Masjid. Kawasan ini memiliki keanekaragaman destinasi wisata alam dan obyek wisata budaya, di samping wisata buatannya yang sudah dikenal oleh wisatawan domestik dan mancanegara. Pariwisata merupakan sektor ekonomi utama yang menjadi andalan pemasukan pendapatan daerah NTB. Pada tahun 2013, Pulau Lombok direkomendasikan Kementerian Pariwisata RI sebagai salah satu destinasi wisata halal di Indonesia. Pengembangan industri pariwisata halal Pulau Lombok mendapatkan apresiasi dunia dan meraih penghargaan sebagai World’s Best Halal Honeymoon Destination dan World’s Best Halal Tourism Destination dalam acara The World Halal Travel Summit/Exhibition di Abu dhabi pada tahun 2015

    KYAI HAJI AHMAD SANUSI

    Full text link
    Kyai Haji Ahmad Sanusi atau dikenal juga dengan sebutan Ajengan Gunung Puyuh merupakan sosok ulama kharismatik yang dimiliki masyarakat Sukabumi bahkan sudah menjadi milik bangsa Indonesia. Ia juga dikenal sebagai aktivis politik melawan penjajahan Belanda dan Jepang. Demikian pula peranannya dalam panggung sejarah Indonesia baik itu masa pergerakan maupun revolusi, dan sumbangannya terhadap sejarah perjuangan Bangsa Indonesia sudah yang tidak bisa terbantahkan lagi. Tulisan ini mencoba membuka kembali ingatan kolektif masyarakat Jawa Barat dan Indonesia mengenai sejarah perjuangan KHAS sejak dari pesantren hingga parlemen berdasarkan file arsip-arsip sejarah

    PERJUANGAN RAKYAT SUKABUMI MELAWAN SEKUTU PADA MASA REVOLUSI 1945 – 1946

    No full text
    AbstrakTulisan ini menggambarkan perjuangan rakyat Sukabumi dalam melawan Sekutu pada masa revolusi. Untuk merekontruksi itu digunakan Metode Sejarah  yang terdiri dari empat tahap, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukan  bahwa Revolusi Sukabumi sangat erat kaitannya dengan peran para kiai, ulama, dan pemimpin pesantren. Mereka mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam membangkitkan  semangat dan emosimassa. Keberhasilan tersebut didapatkan melalui komunikasi  keagamaan. Mereka menggunakan konsep jihad fisabilillah. Mobilisasimassayang dilakukan oleh para pemimpin pesantren dipadukan dengan taktik dan strategi militer dari tentara Resimen TKR Sukabumi  melahirkan  kekuatan revolusi yang luar biasa sehingga dapat memporakporandakan kekuatan Sekutu.  Puncak dari revolusi di Sukabumi adalah perang melawan Sekutu sepanjang jalan Cigombong-Ciranjang yang kemudian diikuti oleh peristiwa pertempuran Bojongkokosan yang menyebabkan dibombardirnya Cibadak oleh Angkatan Udara Sekutu, Perang Gekbrong dan Serangan Umum  yang melibatkan tentara, ulama, organisasi massa dan santri. Peristiwa  Pertempuran di Sukabumi memberikan gambaran mengenai   strategi perjuangan kaum republik dalam menghadapi Sekutu  yaitu diplomasi dan bertempur dalam revolusi diIndonesia. AbstractSukabumi Revolution was closely associated with the role of the kyai (Islamic scholars), ulama (Islamic clerics), and leaders of pesantren (Islamic boarding schools). They had a great influence in awakening the spirit and emotions of the masses. Success was obtained through religious communications. They practised the concept of jihad fisabilillah (being at war, in a very broad sense, in the name of Allah). Mass mobilization by pesantren leaders combined with tactics and military strategy of the army regiment of TKR Sukabumi spawned tremendous revolutionary power that has devastated Allied forces. The highlight of the revolution in Sukabumi was the battle  against the Allies all the way Cigombong-Ciranjang followed by the battle of Bojongkokosan which led to bombardment of Cibadak by Allied Air Forces, the battle of Gekbrong and Serangan Umum (massive attack) involving soldiers, scholars, organizations and santri (Islamic school students). The battle in Sukabumi described an overview of the republican’s strategy in facing the Allied forces: diplomacy and fought in the revolution.</jats:p

    THE VALUE EDUCATION OF QOSIDAH BURDAH ARTS IN BOARDING SCHOOL IN THE LAND OF SUNDA

    Full text link
    AbstractBurdah Al-Bushiri contains a string of poems of praise to the Prophet Muhammad. Burdah is a literary work of Sharafuddin Abu Abdillah Muhammad Ibn Zaid Al Bushiri.Burdah Al-Bushiri widely taught in boarding school. Boarding School teaches a lot of Value educations. Value educations contained in Burdah Al-Bushiri be internalized through the medium of art, the art of Qosidah Burdah. This article aims to explain values contained in Qosidah Burdah. To explain this purpose, used literature. Thus, we will know about values of educationcontained in Qosidah Burdah. The results showed that Values contained in Qosidah Burdah has affected the attitude and character of students at the boarding school. Boarding School has been instrumental in instilling the values of theological, juridical, socio-cultural Islam, and Sufi values contained in Art Qosidah Burdah. Sufistic value of Qosidah Burdah in boarding implanted with the aim to cleanse the heart from all impurities soul. Values contained in Qosidah Burdah among others about repentance, asceticism, patience, sincerity, trust, and mahabbah. To give meaning passion in poetry Qosidah Burdah and soul enlightenment for students at the school, then do internalization of sufistic values from Qosidah Burdah through the art of music. Burdah Qosidah Music Arts at the school in addition is also used as a tool to improve and help the personal and social students

    STUDI PRODUKTIFITAS DAN KUALITAS PEMBANGUNAN TAXIWAY PENINGKATAN BANDARA SULTAN MAHMUD BADARUDDIN II

    Full text link
    Kota Palembang yang merupakan pusat perekonomian bagi wilayah Sumatera Selatan yang berpenduduk kurang lebih 8 juta jiwa tentunya membutuhkan keberadaan perhubungan udara untuk menunjang pertumbuhan perekonomiannya. Pengembangan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II ini bertujuan untuk meningkatkan Bandar Udara Palembang yang telah ada agar memenuhi standar internasional.    Untuk mendapatkan ini semua tentunya tidak terlepas dari kualitas yang dihasilkan dari pembangunan proyek dan tentunya ini akan berhubungan dengan produktifitas selama pelaksanaan proyek kontruksi. Hal inilah yang melatari penulis mengangambil studi terhadap produktifitas dan kualitas konstruksi pada Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II   khususnya pada pelaksanaan pembangunan Taxiway.Dengan dilakukannya pengendalian kualitas selama pelaksanaan pekerjaan Taxiway maka tingkat produktivitas yang dihasilkan menjadi tinggi dan tentunya hal ini akan memberikan manfaat yang besar terhadap investasi yang telah ditanamkan pada proyek peningkatan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.Adanya sistem  kualits  terpadu pada pelaksanaan pekerjaan Taxiway sudah cukup baik dimana adanya kerjasama yang baik antara pihak-pihak yang terlibat.  Penggunaan tenaga kerja yang berasal dari luar daerah dipertimbangkan dalam pelaksanaan pekerjaan karena apabila tidak terkontrol akan menyebabkan rendahnya tingkat produktivitas.  Dan pada pelaksanaan K3 pada pelaksanaan proyek peningkatan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II sudah cukup baik

    Parenting Style and Gender Role Identity Status Achievement in Late Teens

    Full text link
    The background of the study was generated by weakness of understanding about gender either at public or domestic sector among students of UIN Sunan Gunung Djati Bandung, that is there are some parents who provided their children support and opportunities to explore and to decide the gender role. Besides, there are also some parents who didn’t give their children support and opportunities to explore any kinds of gender role as well as to decide, themselves the gender role they chose. This study was intended to know the correlation between parenting style of enabling and constraining parents with exploration and commitment in achieving status of gender role identity of late adolescents. Research method used in this study was correlation. The subjects of the study were students of UIN Sunan Gunung Djati Bandung, obtaining sample was determined through Iteration method table. Determining late adolescents was conducted through proportional allocation. Measurement instrument used to obtain research data was valid and reliable tested questionnaire. Data analyzing technique for testing hypothesis was nonparametric statistic rank correlation testing of Spearman. The study concluded that parenting style of enabling parents can support activities of late adolescent exploration and commitment in achieving status of gender role identity, whereas parenting style of constraining parents can hamper activities of late adolescent’s exploration and commitment in achieving status of gender role identity

    Kajian Kemampuan Membeli Rumah Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

    Full text link
    Perumahan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia dan merupakan faktor penting dalam peningkatan harkat dan martabat kehidupannya. Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, untuk memperoleh rumah yang layak, sehat, aman, serasi dan teratur, baik untuk pemilikan rumah maupun untuk pembangunan/ perbaikan rumah sederhana sehat sangat sulit, untuk itu perlu dilakukan suatu kajian terhadap kemampuan membeli rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.Data yang dibutuhkan untuk mengkaji besaran subsidi yang harus disediakan yaitu pola penghasilan dan pengeluaran, kemampuan mengangsur, besaran keluarga dari masyarakat berpenghasilan rendah dan nilai jual rumah pada saat sekarang. Untuk selanjutnya dianalisis hubungan antara kemampuan finansial masyarakat berpenghasilan rendah dan pengadaan rumah serta daya beli masyarakat berpenghasilan rendah.Dari hasil survey didapat kan bahwa masyarakat berpenghasilan rendah di kota Palembang rata-rata memiliki penghasilan sebesar kurang dari Rp 600.000,00 sampai dengan Rp 1.000.000,00. Dengan Kemampuan mengangsur berkisar anatara Rp 100.000,00 sampai dengan Rp 200.000,00. Dan dari hasil perhitungan didapat bahwa masyarakat berpenghasilan rendah di Kota Palembang memiliki kemampuan membeli rumah tipe 36 dengan cara mencicil dengan jangka waktu 15 tahun yaitu sebesar Rp 122.126,00 dengan tingkat suku bunga bank yang berlaku kurang lebih 12 % per tahun

    Analisis Kebutuhan Perumahan Untuk Masyarakat Menengah Ke Bawah Di Ogan Permata Indah (Opi) Jaka Baring Palembang

    Full text link
    Pembangunan Perumahan di Sumatera Selatan pada umumnya dan di Palembang khususnya terus dilakukan oleh pemerintah dan pihak swasta. Pembangunan Perumahan ini diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan penduduk terhadap Perumahan dan permukiman. Secara keseluruhan perkembangan pembangunan Perumahan dan permukiman di wilayah propinsi Sumatera Selatan masih belum mampu memenuhi kebutuhan terhadap Perumahan. Salah satu Perumahan yang dibangun di kota Palembang adalah Perumahan Ogan Permai Indah (OPI) yang dibangun di daerah Jaka Baring, untuk mengetahui apakah pembangunan Perumahan OPI ini dapat memenuhi kebutuhan penduduk terhadap Perumahan perlu dilakukan suatu analisis terhadap Perumahan tersebut sehingga pemerintah mendapatkan gambaran secara nyata terhadap keberadaan Perumahan OPI apakah dapat memenuhi kebutuhan penduduk akan Perumahan. Analisis ini dilakukan dengan cara melakukan survey terhadap beberapa penghuni komplek Perumahan OPI. Dari analisis terhadap hasil yang telah dilakukan dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa penyediaan Perumahan OPI dapat memenuhi harapan bagi penyediaan kebutuhan akan permukiman di pusat kota karena harga yang disediakan cukup terjangkau oleh masyarakat golongan menengah untuk dapat mencicil kredit Perumahan

    Peran ICMI Masa Kepemimpinan BJ Habibie (1990-2000) dalam Pembangunan Nasional

    Full text link
    ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia) merupakan sebuah wadah para cendekiawan muslim yang lahir pada masa pemerintahan Orde baru. Lahirnya ICMI kala itu, membawa wajah baru Orde Baru, yang semula jauh dari umat muslim, kemudian terjadi proses Islamisasi oleh ICMI. Selain itu, Orde Baru yang dikenal dengan militarisme mulai terjalin harmonisasi dengan masyarakat sipil, yaitu umat Islam. Visi yang dibangun oleh ICMI adalah menguatkan Iman dan Takwa (IMTAK) dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di berbagai kalangan masyarakat Indonesia. Metode penulisan artikel ini menggunakan metode penulisan sejarah dengan proses pengumpulan data heuristik dan analisis data melalui kritik, interpretasi, dan historiografi. Adapun teori yang digunakan dalam penulisan ini adalah teori gerakan sosial aktivisme Islam Quintan Wicktorowich. Kajian ini menemukan bahwa pada era kepemimpinan Habibie, pengaruh ICMI sangat besar perannya pada bidang pendidikan dan ekonomi. Kala itu, ICMI mampu membangun lembaga ekonomi yaitu Bank Muamalat Indonesia dan Baitul Mal wa Tamwil. Hadirnya lembaga eknomi tersebut, mampu membawa masyarakat pulih dari krisis moneter saat itu. Pada masa kepemimpinan BJ Habibie, ICMI berada pada masa keemasan. Selain ditunjang dengan tokoh-tokoh yang berhimpun di ICMI, anggota-anggota organisasi yang berada di bawah kepemimpinan Habibie ini, mampu menempati kursi-kursi birokrasi. Maka dari itu, penelitian ini secara spesifik akan membahas pola gerakan ICMI pada masa kepemimpinan Habibie
    corecore