Jurnal Sejarah Lontar
Not a member yet
43 research outputs found
Sort by
JEPANG DAN PERJUANGAN KEMERDEKAAN INDONESIA
Jepang secara tiba-tiba menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Port Harbour pada tahun 1941. Serangan ini menandai dimulainya Perang Asia Timur Raya dan sekaligus memperlebar medan pertempuran Perang Dunia II yang berpusat di Eropa. Untuk memenangkan perang, Jepang melancarkan ekspansi ke Asia Timur dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Namun masa pendudukan militer Jepang di Indonesia berakhir pada tahun 1945 setelah dikalahkan pasukan Sekutu pimpinan Amerika Serikat. Tulisan ini mengulas adakah peranan Jepang dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia yang dimulai sejak masa kolonial Hindia Belanda dan mencapai klimaksnya pada 17 Agustus 1945
PROBLEMATIKA PERLINDUNGAN KEBUDAYAAN TRADISIONAL
Belakangan ini terjadi sejumlah kasus yang menunjukkan betapa problematisnya perlindungan hukum bagi kebudayaan tradisional. Pemberlakuan Pasal 10 UU Hak Cipta 2002 menemui banyak sekali kendala, baik segi konsepsional maupun teknis. Persoalan menjadi kompleks karena kebudayaan, lebih dari sekedar artefak, adalah soal gagasan dan proses kreatif yang selalu terbuka bagi pengaruh budaya lain. Tetapi, persoalan lebih besar adalah kepentingan investasi besar dari negara-negara maju atas kebudayaan tradisional di negara berkembang. Tarik menarik kepentingan ini tidak terelakkan. Artikel ini menawarkan gagasan “jalan tengahâ€: negara berkembang membuka diri terhadap investasi negara maju, tetapi mereka, selain memperoleh benefit, tetap terjamin aksesnya terhadap hasil-hasil investasi tersebut. Cara yang disebut benefit sharing (pembagian kegunaan) ini dapat membuat kebudayaan tradisional negara berkembang tetap eksis dan berkelanjutan. Namun, gagasan ini hanya bisa terwujud bila problem dikaji secara kritis dengan melibatkan semakin banyak ahli dari berbagai disiplin ilmu, bukan hanya ilmu hukum
ASAS DEMOKRASI LIBERAL DAN KEMAJUAN AMERIKA
Filsafat sebagai aktifitas tertua manusia dalam berpikir secara sistematis, untuk menjawab berbagai persoalan dan tantangan kehidupan. Bahkan sampai pada titik ketika kemudian orang justru mempertanyakan relevansi filsafat itu sendiri dalam kehidupan praktis manusia. Perkembangan filsafat tidak dapat dilepaskan dari konteks lokalnya. Demikian dengan filsafat pragmatisme yang memperoleh ruang yang luas di negera Amerika Serikat. Kehidupan demokrasi yang memperoleh lahan subur, memiliki korelasi yang berbanding lurus dengan perkembangan secara pesat filsafat pragmatisme di Amerika Serikat
PEMEKARAN WILAYAH PEMERINTAHAN KOLONIAL BELANDA DI NEDERLANDS NIEUW GUINEA (PAPUA) 1898â€1962
Sejak awal penegakan kekuasaan Belanda di Nederlands Nieuw Guinea (Papua), Belanda menerapkan kebijakan-kebijakan yang mendukung keberhasilan ekspansinya di wilayah itu. Salah satu kebijakan yang diterapkan Belanda di wilayah itu adalah pemekaran wilayah pemerintahan. Penegakan pemerintahan kolonial Belanda di NNG ditandai dengan pembangunan Afdeeling Nieuw Utara dan Afdeeling Nieuw Guinea Barat dan Selatan pada 1898. Pembangunan kedua afdeeling itu merupakan awal pemekaran wilayah pemerintahan kolonial di daerah itu. Kebijakan Belanda tentang pemekaran wilayah pemerintahan di Papua dari awal penegakan kekuasaan hingga akhir kekuasaannya didasarkan pada pertimbangan politis, ekonomis dan budaya. Namun, pemekaran wilayah yang dilaksanakan setelah kemerdekaan Indonesia, khususnya setelah pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda didasarkan pada pertimbangan politis
TINGKAT PENDIDIKAN PEREMPUAN INDONESIA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA TAHUN 1970 -1998
Rendahnya tingkat pendidikan perempuan Indonesia merupakan hasil dari masih rendahnya kesempatan dan partisipasi perempuan dalam bidang pendidikan pada masa sebelumnya. Memang sejak tahun 1980-an nampak adanya peningkatan partisipasi perempuan dalam bidang pendidikan. Hal ini dikarenakan sejak tahun 1973 telah dibangun SD INPRES di berbagai daerah Indonesia, dengan tujuan pemerataan pendidikan. kemudian pada tahun 1984 dilanjutkan dengan kebijakan wajib belajar 6 tahun dan tahun 1994 ditingkatkan menjadi wajib belajar 9 tahun. Namun kenyataannya kebijakan tersebut belum secara signifikan menyetarakan jumlah partisipasi perempuan dan laki-laki dalam bidang pendidikan.Tingkat pendidikan wanita Indonesia yang mayoritas rendah ini berpengaruh pada tingkat kesempatan memperoleh pekerjaan. Pada tahun 1990-an sebagian besar tenaga kerja perempuan Indonesia terserap pada sektor informal. Pekerjaan pada sektor ini sangat rawan akan tindakan kekerasan, karena hubungan kerja pada sektor ini lebih bersifat subjektif, tergantung pada hubungan individu dan tidak ada jaminan keselamatan bagi pekerjanya
TRANSFORMASI PENDIDIKAN ISLAM DI MINANGKABAU
Dalam mempelajari sejarah perkembangan lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia, dikenal bahwa surau di daerah Sumatera Barat, Tengah dan Selatan merupakan suatu bentuk lembaga Islam pertama di Indonesia yang lahir dari budaya asli bangsa Indonesia sendiri. Dilihat dari sejarahnya, sebenarnya surau merupakan bangunan peninggalan kebudayaan masyarakat Minangkabau sebelum datangnya Islam. Setelah masuknya agama Islam, surau pun mengalami proses Islamisasi. Fungsinya yang semula sebagai tempat penginapan anak-anak bujang kini diperluas lagi menjadi tempat pengajaran dan pengembangan ajaran Islam, seperti menjadi tempat shalat (mushalla), tempat upacara--upacara keagamaan dan lain sebagainya. Dari surau inilah kemudian gerakan modernisasi Islam di Minangkabau tumbuh dan berkembang yang pada akhirnya menjadi lembaga pendidikan Islam modern, bahkan menjadi prototype lembaga pendidikan Islam modern di Nusantara yang dijadikan referensi lembaga-lembaga pesantren modern di kemudian hari. Tulisan ini mencoba menelusuri sejarah proses transformasi surau dari lembaga tradisional menjadi lembaga pendidikan Islam modern
ERA BARU HISTORIORAFI YUNANI KUNO
Historiografi Yunani Kuno berubah sejak abad ke-4 SM, baik dalam tema maupun corak penulisan. Tema penulisan sejarah tidak lagi berpusat pada kehidupan para dewa, tetapi kehidupan manusia. Corak penulisan pun tidak lagi disajikan dalam bentuk puisi, tetapi bentuk prosa. Perubahan besar ini dipelopori oleh Herodotus dengan karyanya yang mengisahkan tentang perang antara bangsa Yunani melawan Persia. Atas jasanya itulah, ia digelari sebagai Bapak Historiografi Barat
PERANAN BUDI UTOMO DALAM MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT
Bangkitnya kesadaran nasional di Indonesia pada awal abad ke-20 adalah katalisator begi kemerdekaan Indonesia pasca Perang Dunia II. Bangkitnya kesadaran nasional Indonesia didahului proses pendewasaan masyarakat melalui bidang-bidang pendidikan, organisasi politik dan kemasyarakatan, serta dalam cara pandang baru terhadap demarkasi primordial. Organisasi Budi Utomo adalah salah satu manifestasi paling awal dari kemunculan benih kesadaran nasional Indonesia. Perkembangan ini tidaklah instan bahkan mencerminkan dinamika pergulatan di kalangan pribumi sendiri tentang rumusan yang mereka inginkan. Implikasi ini terlihat pada dinamika Budi Utomo ketika menyikapi alur maupun metode pembaharuan masyarakat yang diinginkan, serta dalam hal menyikapi reaksi penguasa saat itu yaitu pemerintah kolonial Belanda. Hanya dengan perspektif sejarah yang multi kausal, maka perubahan penting menuju kesadaran nasional Indonesia tersebut memiliki konteks yang dinamis dan tidak monolitik. Dengan perspektif ini pula maka dapat dipahami mengapa Budi Utomo yang bercorak kedaerahan dianggap sebagai bagian penting proses bangkitnya kesadaran nasional Indonesia
JALINAN FEODALISME DAN KAPITALISME AGRARIS
Studi tentang kemunduran Kesultanan Banten sudah dilakukan oleh banyak sejarawan dengan meletakkan faktor politik sebagai unit utama analisis. Berbeda dengan kecenderungan tersebut, buku Kebesaran dan Tragedi Kota Banten yang ditulis oleh Heriyanti Ongkodharma ini menampilkan politik hanya sebagai latar. Ongkodhrama membeberkan fakta-fakta lain hasil dari kajian arkeologi ekologi ihwal pasang surut peranan Banten. Dari telaah tersebut, Ongkodharma menyimpulkan bahwa titik perhatian untuk menjelaskan kemunduran dan kemudian kehancuran kota Banten adalah pada pola-pola ekonomi dan sosial., bukan pada ekologis karena faktor ini lebih merupakan akibat. Bertolak dari karya Ongkodharma tersebut, artikel ini memberi penjelasan lebih jauh bahwa kapitalisme agraris (oleh golongan pribumi) tampaknya telah berlaku di Banten sejak didirikannya kesultanan hingga berakhirnya masa kekuasaan Sultan Ageng pada 1682. Tetapi, kapitalisme itu jalin-menjalin dengan praktik eksploitasi terhadap rakyat oleh kaum penguasa dan para tuan tanah yang disamarkan oleh nilai-nilai tradisional dalam sistem feodal lokal khas kerajaan-kerajaan agraris Jawa yang masih berurat berakar—yang ternyata juga muncul dalam sebuah kerajaan pesisir seperti Banten
SEJARAH PERKEMBANGAN DESA BUGIS - MAKASSAR SULAWESI SELATAN
Memahami dengan utuh kesejarahan orang Bugis dan Makassar dapat dilihat dari dinamika perubahan politik, budaya dan ekonomi yang berlangsung sepanjang tiga periodisasi penting di Sulawesi Selatan. Sesungguhnya ketiga periodesasi ini sangat terkait erat dengan kejadian yang terjadi di Indonesia, kemudian termanifestasi dalan lingkup lokal di daerah-daerah. Bagian ini, akan mencoba menguraikan ketiga periodisasi penting sebagaimana yang dimaksud