Jurnal Sejarah Lontar
Not a member yet
43 research outputs found
Sort by
BENARKAH SURAU SUDAH ROBOH?
Tulisan ini terinspirasi novel A.A Navis di era 1980-an, Robohnya Surau Kami. Novel ini langsung membangkitkan memori orang-orang Minangkabau, khususnya yang berada di perantauan terhadap masa kecil mereka di surau, yang berfungsi sebagai tempat ibadah, menuntut pengetahuan agama Islam, dan menginap. Surau telah menjadi tempat untuk membentuk moral orang-orang Minangkabau, apa jadinya bila surau roboh? Sudah pasti orang-orang Minangkabau akan kehilangan salah satu pilar terpentingnya dalam melestarikan budaya kepada generasi mudanya
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SEJARAH DENGAN MENGGUNAKAN KOMBINASI MEDIA OHP DAN FILM
Pelajaran sejarah seringkali dianggap membosankan siswa seperti yang dialami siswa SLTP 223. Kurangnya variasi media dianggap sebagai penyebab rendahnya motivasi siswa dalam pembelajaran sejarah di SLTP 223. Penelitian ini merupakan penelitian kaji tindak (action research) yang bertujuan untuk memecahkan masalah rendahnya motivasi siswa dalam pembelajaran sejarah dengan menggunakan media OHP dan film. Dari tiga kali putaran yang dilakukan dalam penelitian ini, peneliti berkesimpulan bahwa terdapat peningkatan motivasi dengan menggunakan kombinasi media OHP dan film. Peningkatan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran sejarah tidak semata dikarenakan adanya penggunaan media kolaborasi OHP dan film sebagai media belajar, tetapi peningkatan motivasi belajar sejarah juga disebabkan oleh adanya kesinambungan lingkungan dan teknik guru dalam mengontrol kelas pada saat pembelajaran berlangsung
KOLONISASI BELANDA DI NEDERLANDS NIEUW GUINEA
Penerapan Politik Etis di Hindia Belanda dan krisis ekonomi dunia menyebabkan kemerosotan ekonomi para Indo-Belanda di Jawa, sehingga mendorong sebagian kaum Indo-Belanda miskin untuk mencari daerah sebagai sumber penghidupan baru ke Nederlands Nieuw Guinea (NNG). Dengan demikian sebelum kemerdekaan Indonesia, faktor ekonomi merupakan penyebab kolonisasi Indo-Belanda ke NNG. Sedangkan motivasi kolonisasi Indo-Belanda setelah kemerdekaan Indonesia adalah faktor politik yaitu kekhawatiran para Indo-Belanda tentang kedudukannya dalam ketatanegaraan Indonesia, sehingga mereka berkeinginan untuk menjadikan NNG sebagai tanah air baru bagi mereka. Namun keinginan itu tidak tercapai karena tuntutan Indonesia atas wilayah NNG semakin meningkat, sehingga para kolonis Indo-Belanda terpaksa melakukan repatriasi atau migrasi daerah itu