1,723,413 research outputs found

    Global Debates in the Digital Humanities

    No full text
    Often conceived of as an all-inclusive “big tent,” digital humanities has in fact been troubled by a lack of perspectives beyond Westernized and Anglophone contexts and assumptions. This latest collection in the Debates in the Digital Humanities series seeks to address this deficit in the field. Focused on thought and work that has been underappreciated for linguistic, cultural, or geopolitical reasons, contributors showcase alternative histories and perspectives that detail the rise of the digital humanities in the Global South and other “invisible” contexts and explore the implications of a globally diverse digital humanities. Advancing a vision of the digital humanities as a space where we can reimagine basic questions about our cultural and historical development, this volume challenges the field to undertake innovation and reform

    Helen dan Sukanta

    No full text
    Di restoran Indonesia Lachende Javaan, Haarlem, Belanda, Tahun 2000, Nyonya Helen bercerita kepada saya tentang masa lalunya selama dia tinggal di Hindia Belanda, yang kini bernama Indonesia. "Saya lahir dan tumbuh di Ciwidey. Masa remaja saya, saya habiskan di Bandung, sampai kemudian Jepang datang pada tahun 1942 dan mengubah semuanya." Nyonya helen kemudian menceritakan juga kisah asmara yang dia jalin bersama sukanta, seorang pribumi. "Filsafat saya benar, saya menyukai Sukanta. Itulah yang saya rasakan." Harus ada yang mengerti bagaimana Nyonya Helen merasakan semua kenangannya. Tidak ada yang tahu sudah berapa banyak rasa rindu menguasai dirinya sejak dia mengucapkan selamat tinggal Indonesia. "Nah, sekarang, diamlah. Ini cerita saya, dan semuanya benar-benar terjadi.

    Introduction. Global DH in a Global Pandemic

    No full text
    This introduction to the volume "Globale Debates in the Digital Humanities" addresses the lack of perspectives beyond Westernized and Anglophone contexts in the digital humanities. Focused on work that has been underappreciated for linguistic, cultural, or geopolitical reasons, contributors showcase alternative histories that detail the rise of the digital humanities in the Global South and other “invisible” contexts and explore the implications of a truly global digital humanities

    Masalah Sosial dalam Novel Merajut Harkat Karya Putu Oka Sukanta : Tinjauan Sosioogi Sastra

    No full text
    Penelitian ini berjudul “Masalah Sosial dalam Novel Merajut Harkat Karya Putu Oka Sukanta”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) struktur novel meliputi; plot, tokoh dan penokohan, serta latar, dalam novel Merajut Harkat karya Putu Oka Sukanta. (2) Masalah-masalah sosial meliputi; kemiskinan, kejahatan, disorganisasi keluarga, dan masalah generasi muda dalam masyarakat modern dalam novel Merajut Harkat karya Putu Oka Sukanta. Penelitian ini berbentuk deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Data yang diperoleh peneliti berasal dari novel Merajut Harkat karya Putu Oka Sukanta. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan membaca novel Merajut Harkat karya Putu Oka Sukanta. Mencatat bagian-bagian penting yang berkaitan dengan fokus penelitian. mengklasifikasikan data-data sesuai dengan rumusan masalah. Teknik analisis data yang dilakukan adalah menganalisis data dengan cara mendeskripsikan hubungan keterkaitan unsur plot, tokoh dan penokohan, serta latar. Menganalisis masalah-masalah sosial yang terdapat dalam novel Merajut Harkat karya Putu Oka Sukanta. Menyimpulkan hasil analisis secara deskriptif. Kesimpulan penelitian ini adalah : (1) unsur-unsur yang terkandung dalam novel Merajut Harkat karya Putu Oka Sukanta yang meliputi a) plot, b) tokoh dan penokohan, c) latar. (2) masalah sosial yang terkandung dalam novel Merajut Harkat karya Putu Oka Sukanta yang meliputi a) kemiskinan yang dialami oleh para tahanan politik di dalam penjara, b) kejahatan yang dilakukan oleh Handi memfitnah Mawa dan beberapa tahanan, c) disorganisasi keluarga para tahanan sebagai dampak penahanan mereka oleh orde baru, d) masalah generasi muda dalam masyarakat modern yang dilakukan oleh anak-anak muda di dalam penjara

    Perancangan komunikasi visual dalam rangka promosi pematung I Made Sukanta Wahyu dengan menggunakan fotografi sebagai komponen utama

    No full text
    I Made Sukanta Wahyu adalah pematung dari Bali yang mematung dengan memasukkan unsur-unsur filosofi dalam karyanya. Karya-karya patung I Made Sukanta Wahyu telah meninggalkan realitas bentuk dan seni patung klasik Bali dengan menampilkan karya yang ekspresif, tetapi terkesan hidup dan tidak kaku sebagaimana biasanya sebuah karya patung. Tetapi kelebihan yang dimiliki pematung I Made Sukanta Wahyu tadi masih jarang diketahui oleh masyarakat, oleh karena itu perlu diadakan suatu usaha promosi agar pematung I Made Sukanta Wahyu lebih dikenal oleh khalayak umum. Untuk menonjolkan hasil karya-karya patung dan lebih memperkenalkan I Made Sukanta Wahyu, maka akan digunakan foto sebagai image dalam promosi

    Saha, Sukanta

    No full text

    Keringat mutiara

    No full text
    Perempuan yang menderita dalam kebisuan karena hempasan gelombang rasa tidak menemukan bahasa pengungkapan. Bahasa universa adalah bahasa laki-laki. Ada yang disebut ekspresi diri. Tapi siapa dirinya yang tanpa nama ini. Konflik perempuan bali dalam keluarga pada kumpulan cerpen keringat mutiara karya putu oka sukanta. Buku Keringat Mutiara adalah karya sastra yang ditulis oleh Putu Oka Sukanta, seorang penulis Indonesia yang dikenal dengan karya-karya yang menggugah kesadaran sosial dan kemanusiaan. Sayangnya, informasi rinci mengenai isi buku ini tidak tersedia dalam sumber yang saya akses. Namun, mengingat reputasi penulisnya, kemungkinan besar buku ini memuat cerita-cerita yang menggambarkan perjuangan, penderitaan, dan harapan manusia dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupa

    Perspektif aku dalam cerita perjalanan Novel Helen dan Sukanta karya Pidi Baiq: teori Carl Thompson

    Full text link
    Penelitian ini menggunakan novel Helen dan Sukanta karya Pidi Baiq sebagai objek material dan sastra perjalanan (travel writing) Carl Thompsom sebagai sebagai objek formal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi cerita perjalanan dalam Helen dan Sukanta karya Pidi Baiq. penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori travel writing (sastra perjalanan) Carl Thompson. Sastra perjalanan atau travel writing merupakan karangan yang berisikan segala data atau rekam jejak yang tertuang dalam bentuk kata atau kalimat oleh seseorang yang sedang melakukan perjalanan baru. Penelitian deskriptif ini mendeskripsikan representasi “aku” yang terdapat dalam buku Helen dan Sukanta karya Pidi Baiq. Hasil dari penelitian ini ialah adanya penggambaran dunia yang diperlihatkan oleh “aku” yang mengarah pada sisi objektif. Dalam hal ini adalag perspektif “Aku” selama perjalanan. Dapat dilihat bahwasannya pola sastra perjalanan ini, “diri” memiliki dunia yang berlapis, artinya “aku” mengetahui orang lain dengan sudut pandangnya sendiri ketika melakukan suatu perjalanan baik dalam negeri maupun diluar negeri

    RELASI KUASA DALAM NOVEL MERAJUT HARKAT KARYA PUTU OKA SUKANTA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud relasi kuasa yang terjadi di dalam novel Merajut Harkat karya Putu Oka Sukanta. Novel yang berlatar belakang peristiwa penangkapan orang-orang PKI pasca G30S ini dirasa pas dikaji menggunakan teori kekuasaan milik Michel Foucault karena didalamnya banyak bentuk relasi kuasa hadir. Operasi-operasi kuasa tersebut dilaksanakan guna melanggengkan atau mendapatkan kekuasaan. Kuasa di sini bukan hanya berarti kekuasaan yang terstruktur melainkan kekuasaan yang dapat mendominasi disebut juga dengan kuasa. Hal ini sesuai dengan teori kekuasaan Michel Foucault yang menyatakan bahwa kekuasaan itu tersebar. Sumber data penelitian ini adalah novel Merajut Harkat karya Putu Oka Sukanta yang terbit pada tahun 2010. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Penelitian ini difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan relasi kuasa dengan pemikiran dan relasi kuasa dengan tubuh yang kemudian dikaji menggunakan teori Michel Foucault tentang wacana dan kekuasaan. Data diperoleh dengan teknik membaca dan mencatat. Data dianalisis dengan teknik deskripsi kualitatif. Keabsahan data diperoleh melalui validitas dan reabilitas. Dari hasil penelitian diketahui bahwa: (1) bentuk relasi kuasa dengan pemikiran dalam novel Merajut Harkat karya Putu Oka Sukanta berupa stigmaisasi pemikiran, dominasi pemikiran, kontrol pemikiran, objektifikasi pemikiran, dan manipulasipemikiran; (2) bentuk relasi kuasa dengan tubuh berupa bentuk manipulasi tubuh, objektifikasi tubuh, dan pengontrolan tubuh

    Domenico Fiormonte, Sukanta Chaudhuri and Paola Ricaurte (eds). Global Debates in the Digital Humanities

    Full text link
    Review of Domenico Fiormonte, Sukanta Chaudhuri and Paola Ricaurte (eds). Global Debates in the Digital Humanities, University of Minessotta Press (2022), by Shanmugapriya T
    corecore