1,720,957 research outputs found
Memahami Pendidikan Islam
This article discusses the relationship between Islamic education and various elements of life. The linkage between the theoretical side of Islamic education and the practical side of Islamic education is also presented here. In the study, the theoretical and applied dimensions of Islamic education can be discussed separately, but in practice, these two dimensions are inseparable. In principle, the Islamic education issues cannot be separated from any variety of issues. The Islamic education is always associated with the various elements of life, es-pecially human beings. Human beings can grow and develop properly with Is-lamic education. Conversely, humans (Muslim) also become actors for the de-velopment and the decline of Islamic education. The relationship between Mus-lims and Islamic education just likes a piece of money, which is composed of two different sides, but inseparable one another. In Islamic societies, education be-comes a key of progress.AbstrakTulisan ini membahas tentang keterkaitan antara pendidikan Islam dengan berbagai elemen kehidupan. Keterkaitan antara sisi teoritis pendidikan Islam de-ngan sisi praktis pendidikan Islam juga disampaikan di sini. Secara kajian, di-mensi teoritis dengan aplikatif pendidikan Islam dapat dibahas sendiri-sendiri, tetapi secara praktis, kedua dimensi tersebut tidak bisa lepas satu sama lain. Pada prinsipnya, persoalan pendidikan Islam tidak dapat dilepaskan dari beragam per-soalan lainnya. Pendidikan Islam selalu terkait dengan berbagai elemen kehi-dupan, terutama manusia. Melalui pendidikan Islam manusia dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Sebaliknya, manusia (Muslim) juga menjadi aktor dari maju atau mundurnya pendidikan Islam. Antara umat Islam dan pendidikan Is-lam merupakan dua hal yang dapat diibaratkan seperti sekeping uang, yakni terdiri dari dua sisi yang berbeda tetapi tidak terpisah antara satu dengan lainnya.
Implementasi Pembelajaran PAI Berbasis Scientific Approach di SMAN 10 Surabaya dan SMAN 20 Surabaya
Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), guru seringkali hanya menyampaikan pengetahuan sehingga aspek kognitif siswa yang lebih banyak berkembang sementara kemampuan afektif dan psikomotoriknya sering dilupakan. Oleh karena itu, penggunaan pendekatan saintifik harus diimplementasikan pada semua mata pelajaran, termasuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Dalam penelitian ini terdapat tiga rumusan masalah, yakni: Pertama, bagaimana proses pembelajaran PAI berbasis scientific approach di SMAN 10 dan SMAN 20 Surabaya? Kedua, bagaimana tipologi pembelajaran PAI berbasis scientific approach di SMAN 10 dan SMAN 20 Surabaya? Ketiga, bagaimana dampak implementasi pembelajaran PAI berbasis scientific Approach dalam mengasah keterampilan berfikir saintifik siswa di SMAN 10 Surabaya dan SMAN 20 Surabaya? Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan penggunaan strategi studi multikasus. Sumber data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga teknik, yaitu: (1) wawancara mendalam, (2) observasi, dan (3) dokumentasi. Setelah data terkumpul, langkah selanjutnya adalah analisis data dengan analisis situs tunggal (reduksi data, display data dan verifikasi data), kemudian analisis data lintas situs. Temuan penulis dalam penelitian ini di antaranya: Pertama, dalam proses pembelajaran PAI berbasis saintifik, aspek yang dominan diterapkan dalam pembelajaran di SMAN 10 Surabaya adalah kegiatan mengamati, menanya, menalar, dan mengkomunikasikan. Guru memfasilitasi siswa dengan pembelajaran kontekstual dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber pembelajaran. Temuan ini menguatkan premis dalam teori kognitivisme bahwa ilmu pengetahuan dibangun dalam diri seorang anak melalui proses interaksi yang berkesinambungan dengan lingkungan. Melalui proses ini, siswa memiliki kemampuan mengkonstruk pengetahuan baru yang mengarah pada penemuan. Dengan demikian, temuan-temuan pada proses pembelajaran di SMAN 10 Surabaya mengarah pada pengembangan teori kognitivisme dan konstruktivisme. Sementara, dari proses pembelajaran PAI berbasis scientific approach di SMAN 20 Surabaya tampak bahwa proses pembelajaran di lembaga tersebut mengembangkan kerangka teori belajar behaviorisme dimana pembentukan perilaku dibangun melalui proses pembiasaan (kondisioning). Guru memberikan penguatan-penguatan keterampilan merangkai ide dan mempresentasikan gagasan melalui proses saintifik terutama pada ranah menalar dan mengkomunikasikan. Kedua, tipologi pembelajaran di SMAN 10 Surabaya mengarah pada proses “inquiry”, diantaranya menggunakan model discovery learning, inquiry based learning, dan problem based learning. Sedangkan tipologi model pembelajaran yang banyak dikembangkan di SMAN 20 lebih banyak menggunakan model pembelajaran cooperative learning, metode drilling, dan jigsaw. Ketiga, dampak penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran PAI di SMAN 10 Surabaya adalah capaian hasil belajar siswa di atas nilai KKM yakni 84,2 untuk hasil penilaian tengah semester dan nilai akhir semester 82,7. Merujuk pada data hasil observasi pembelajaran, tampak bahwa kemampuan belajar siswa dalam hal menanya dan keterampilan berfikir kritis semakin baik. Sedangkan hasil evaluasi belajar siswa di SMAN 20 Surabaya menunjukkan bahwa 75% siswa memperoleh nilai jauh di atas nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang ditetapkan sekolah
INTERNALISASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA SISWA DALAM FILM NEGERI LIMA MENARA KARYA AHMAD FUADI
Karakter seorang individu terbentuk sejak dia kecil karena pengaruh genetik dan lingkungan sekitar. Proses pembentukan karakter, baik disadari maupun tidak, akan memengaruhi cara individu tersebut memandang diri dan lingkungannya dan akan tercermin dalam perilakunya sehari-hari. Meskipun terdapat pengaruh genetik dalam pembentukan karakter seseorang, namun dalam proses pembentukannya, tidak menisbikan adanya pengaruh pendidikan. Dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3 disebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mewujudkan tujuan ini, internalisasi pendidikan karakter bagi siswa perlu ditanamkan melalui model internalisasi pendidikan karakter dalam film Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi. Tulisan ini diharapkan dapat menginspirasi para pendidik dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter. Ada dua hal yang menjadi fokus kajian dalam tulisan ini, yakni nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam film Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi dan proses internalisasi pendidikan karakter pada siswa dalam film Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi. Dengan menggunakan jenis penelitian Analisis Isi (Content Anaysis), diperoleh data bahwa: (1) Dalam film Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi, terdapat beragam nilai pendidikan karakter yang sesuai dengan tuntutan Departemen Pendidikan Nasional. Nilai-nilai pendidikan karakter tersebut adalah religius, jujur, toleransi, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan dan cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, sosial dan tanggungjawab. (2) Proses internalisasi pendidikan karakter pada siswa dalam film Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi ini beragam. Proses internalisasi pendidikan karakter dilakukan melalui berbagai jalur lingkungan, yakni lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan pesantren dan lingkungan masyarakat
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM MASA KINI
Tulisan ini membahas tentang keterkaitan antara pendidikan Islam dengan berbagai elemen kehidupan. Keterkaitan antara sisi teoritis pendidikan Islam dengan sisi praktis pendidikan Islam juga disampaikan di sini. Secara kajian, dimensi teoritis dengan aplikatif pendidikan Islam dapat dibahas sendiri-sendiri, tetapi secara praktis, kedua dimensi tersebut tidak bisa lepas satu sama lain. Pada prinsipnya, persoalan pendidikan Islam tidak dapat dilepaskan dari beragam persoalan lainnya. Pendidikan Islam selalu terkait dengan berbagai elemen kehidupan, terutama manusia. Melalui pendidikan Islam manusia dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Sebaliknya, manusia (Muslim) juga menjadi aktor dari maju atau mundurnya pendidikan Islam. Antara umat Islam dan pendidikan Islam merupakan dua hal yang dapat diibaratkan seperti sekeping uang, yakni terdiri dari dua sisi yang berbeda tetapi tidak terpisah antara satu dengan lainnya
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
