97 research outputs found
SELEKSI DAN KARAKTERISASI JAGUNG CALON HIBRIDA TOLERAN CEKAMAN KEKERINGANPROGRAM STUDI MAGISTER AGROEKOTEKNOLOGI
ABSTRAKDarnis. Program Magister Pertanian, 2015. Program Pasca sarjana Universitas Muslim Indonesia Makassar. Seleksi dan Karakterisasi Jagung Calon Hibrida Toleran Cekaman kekeringan. Pembimbing Hj. St. Subaedah dan H. Amir Tjoneng.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan : 1) Untuk memperoleh genotipe jagung hibrida yang toleran terhadap cekaman kekeringan. 2) Untuk menganalisis karakter morfologi tanaman jagung hibrida yang toleran terhadap cekaman kekeringan. 3) Untuk menganalisis karakter agronomi tanaman jagung hibrida yang toleran terhadap cekaman kekeringanPenelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode rancangan petak terpisah (petak terbagi) dengan tiga ulangan. Petak utama (PU) yaitu kondisi kekeringan (cekaman sedang) dan optimum. Anak petak (AP) adalah jagung hibrida yang terdiri dari 10 calon hibrida dan 4 varietas pembanding P 27, NK 33, Bisi_2 dan Bima_3. Dari hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa : 1) Genotipe H8 merupakan genotipe yang toleran terhadap cekaman kekeringan, dengan jumlah produksi 10,5 ton/ha dan genotipe H3 merupakan genotipe yang peka terhadap cekaman kekeringan. 2) Karakter morfologi genotipe H9 dan H6 memberikan rata-rata tinggi tanaman yang lebih tinggi, umur berbunga jantan dan betina yang lebih cepat dan anthesis silking interval (ASI) paling rendah. 3) Karakter agronomi genotipe H3, H8 dan H9 pada perlakuan optimum memberikan respon yang lebih baik terhadap tinggi letak tongkol, rendemen biji dan hasil produksi yang lebih tinggi
Persepsi dan Perilaku Masyarakat Di Sekitar Taman Nasional Terhadap Konservasi Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung di Kabupaten Maros
ABSTRAKYopi Bali, NIM : 0008-08-08-2013 Persepsi dan Perilaku Masyarakat Di Sekitar Taman Nasional Terhadap Konservasi Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung di Kabupaten Maros; dengan Ketua Pembimbing Siti Subaedah dan Ida Rosada sebagai Anggota Pembimbing.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi dan perilaku masyarakat tentang tingkat pengetahuan dalam melakukan dan mengidentifikasi aktivitas masyarakat serta partisipasi dan keterlibatan masyarakat di sekitar dan dalam kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung terhadap nilai-nilai konservasi sumberdaya alam dan lingkungan hidup.Penelitian ini dilakukan di Desa Samangki Kecamatan Simbang, Desa Laiya Kecamatan Cenrana dan Kelurahan Leang-leang Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maroskawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.Penelitian ini berlangsung dari bulan November 2015 sampai dengan Pebruari 2016.Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah : Observasi (pengamatan), Kuesioner (angket), Wawancara (Interview), dan Dokumentasi. Sampel ditentukan berdasarkan metode sampling kuota sebanyak 180 orang dari ketiga Kecamatan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa umumnya perilaku masyarakat tentang tingkat pengetahuan dan pemahaman terhadap nilai-nilai konservasi tergolong masih rendah.Hal ini disebabkanmasyarakat kurang memahami tentang dampak atau pengaruh akibat kegiatan yang dilakukan. Ini menunjukkan pada prosentase tingkat pengetahuan masyarakat tentang konservasi sumberdaya alam dan lingkungan hidup rendah (tidak paham 66%), tujuan tentang konservasi (tidak paham 67%), prosentase masyarakat mengetahui batas-batas wilayah pada kawasan taman nasional rendah (tidak paham 75%), prosentase masyarakat mengetahui petugas taman nasional melakukan pengukuran tata batas kawasan taman nasional (tidak paham 74%), prosentase masyarakat mengetahui petugas taman nasional melakukan sosialisasi kawasan taman nasional (tidak paham 90%) dan prosentase masyarakat mengetahui adanya larangan membuka lahan pertanian (tidak paham 68%), berburu (tidak paham 67%), bermukim (tidak paham 69%). Dan melakukan kegiatan penambangan tidak paham 68%. Dan prosentase tingkat pendapatan masyarakat rendah 58% memiliki penghasilan di bawah Rp. 500.000, sehingga untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya mereka melakukan aktivitas di dalam kawasan taman nasional.Belum adanya partisipasi masyarakat secara langsung terhadap konservasi sumberdaya alam dan lingkungan hidup.Belum tercipta koordinasi yang baik antara pihak pengelola taman nasional dengan instansi terkait maupun stakeholder serta masyarakat
Evaluasi Pengelolaan Program Pengembangan USAha Agribisnis Perdesaan (Puap) Di Kabupaten Sigi (Studi Pada Gapoktan Sigampa Desa Kaleke Kecamatan Dolo Barat)
This study is aimed to: 1) describe the implementation of rural agribusiness development program in Sigi; 2) determine and analyze constraints in rural agribusiness development program in Sigi; 3) provide alternative solution to management policy of rural agribusiness development program. Method of study is descriptive qualitative. The key informant is a farmer supervisor and second informant is the head of BP4K of Sigi Regency. Data collecting methods include observation, interview, and documentation. Technique of data analysis uses data triangulation. The results conclude that: 1) the management of rural agribusiness development program in terms of the input side shows that the vision, missions, objectives, and distribution mechanism in Gapoktan Sigampa (Farmers' Association) in Sigi Regency has met the rules of PEDUM PUAP, yet still not optimal in terms of management. From the output side, it shows that Gapoktan empowerment and increase in revenue is not optimal. In terms of outcome, agribusiness micro-financial institution as the target of rural agribusiness development program has not yet formed; 2) problems identified include: a) trust, in the formation of micro finance institution, b) programs not synergized, c) lack of understanding and awareness of farmers about being independent, d) lack of entrepreneurial creativity, e) the effort in managing the group is not optimal; 3) the results of rural agribusiness development program are not physically visible but based on farmers' independency that is resulted from their empowerment; this can increase their welfare. The result cannot be seen from the economic indicators in a short time but based on the participation and self-reliance of farmers on an ongoing basis. Sustainability management in Sigampa farmer's association covers the following: a) developing capital model in rural micro-financial program, b) strengthening organizational culture: increase awareness of empowerment, c) organizational trust: build social relationship in micro-finance institution, and d) organizational design: strategy to establish the agribusiness micro-finance institution
Implementasi Pendekatan Konstruktivistik pada Pembelajaran Sains di SMP Negeri 34 Makassar Sulawesi Selatan
Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengaruh pendekatan konstruktivistik dan pendekatan konvensional terhadap: 1) pemahaman dan penerapan konsep sains; 2) minat belajar sains; dan 3) kinerja ilmiah dalam bidang
sains.
Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan variabel bebas pendekatan konstruktivistik dan pendekatan konvensional, variabel terikat meliputi: pemahaman dan penerapan konsep sains, minat belajar sains, dan kinerja ilmiah sains. Pengambilan data pemahaman dan penerapan konsep menggunakan soal objektif tes, minat belajar menggunakan angket dengan pengukuran rating scale Likert, kinerja ilmiah menggunakan observasi laboratorium. Validitas instrumen dilakukan dengan item and test analysis. Data dianalisis menggunakan t-test. Populasi penelitian siswa SMP Negeri 34 Makassar, sebagai sampel siswa kelas VII2 dan kelas VII5 dipilih secara acak. Desain eksperimen yang digunakan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah randomized control-group pretest-posttest design. Jenis
perlakuan eksperimen menerapkan pendekatan konstuktivistik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan pemahaman dan penerapan konsep sains siswa dengan pendekatan konstruktivistik dan pendekatan konvensional, dengan perolehan nilai t = 10.355, p = 0.000; 2) terdapat perbedaan yang signifikan pada minat belajar sains siswa dengan pendekatan konstruktivistik dan pendekatan konvensional, dengan perolehan nilai t =
4.827, p = 0.000; dan 3) terdapat perbedaan yang signifikan pada kinerja ilmiah sains siswa dengan pendekatan konstruktivistik dan pendekatan konvensional, dengan
perolehan nilai t = 9.058, p = 0.000. Hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan pemahaman dan penerapan konsep sains, minat belajar sains, dan kinerja ilmiah sains siswa dengan pendekatan pembelajaran konstruktivistik dan pendekatan pembelajaran konvensional
Aplikasi Strategi Pembelajaran dan Pengaruhnya Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik
Tujuan penelitian adalah: (1) untuk mengetahui strategi pembelajaran yang diterapkan di MAN 03 Daya Makassar, (2) untuk mengetahui prestasi belajar siswa, (3) untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah ex post facto bertujuan untuk mengetahui dan melihat pengaruh yang ditimbulkan dalam aplikasi strategi pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa. Peneliti tidak melakukan kontrol terhadap variabel karena manifestasinya sudah terjadi, atau dapat dikatakan bahwa variabel-variabel dalam penelitian tidak dapat dimanipulasi. Pengambilan data awal lewat observasi dan survey, variabel terikat ditentukan lebih dulu serta uji validasi lewat triangulasi. Instrumen penelitian: obeservasi, wawancara, angket dan dokumetasi. Analisis data menggunakan kriteria yang diindikatorkan menerima dan menolak H0 Hasil penelitian dengan apabila t hitung lebih kecil atau sama dengan t tabel maka H0 diterima (thit ≤ ttbl = H0 diterima) pada taraf signifikansi α = 0.05 dan derajad bebas (db) = . Hasil penelitian menunjukan pretest kemampuan siswa pada K.E dan K.K hampir sama. Perbedaan ada pada nilai rerata kelas dan nilai maksimum sebesar 0.06.. Nilai rerata pretest pada kelas eksperimen sebesar 9.50 dan pada kelas kontrol sebesar 9.44. Nilai maksimum pada kelas eksperimen sebesar 14 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 15. Perbedaan hanya sebesar 1 angka. Adapun nilai yang sama adalah nilai median sebesar 10, nilai mode sebesar 10, dan nilai minimum sebesar 6. Pada postest terjadi perbedaan rerata, median, mode, minimum, dan maksimum pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada kelas eksperimen rerata postest sebesar 16.55 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 19.04. Perbedaan rerata sebesar 2.49. Nilai median kelas eksperimen sebesar 17 sedangkan pada kelas eksperimen sebesar 20. Perbedaaan mediannya sebesar 3 angka. Nilai mode pada kelas eksperimen sebesar 18 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 20. Perbedaan modenya sebesar 2 angka. Nilai minimum pada kelas eksperimen sebesar 11 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 13. Perbedaan nilai minimumnya sebesar 2 angka. Nilai maksimum pada kelas eksperimen sebesar 22 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 23. Perbedaan nilai maksimumnya sebesar 1 angka
PENGARUH KECEMASAN DAN SIKAP SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR ARITMATIKA SOSIAL SISWA KELAS VII SMP DIKECAMATAN BURAU
Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto dengan sampel 85 orang siswa kelas VII SMP di Kecamatan Burau yang diambil secara random sampling. Variabel penelitian terdiri dari kecemasan dan sikap siswa pada pembelajaran matematika sebagai variabel bebas dan hasil belajar Aritmatika Sosial sebagai variabel terikat. Instrumen penelitian menggunakan angket kecemasan matematika, angket sikap siswa pada pembelajaran matematika, dan tes hasil belajar aritmatika sosial.Analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana untuk mengetahui variable bebas secara parsial dan analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh secara simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kecemasan matematika terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP di kecamatan Burau sebesar 8,9%. Terdapat pengaruh sikap siswa pada pembelajaran matematika terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP di kecamatan Burau sebesar 19,4%. Terdapat pengaruh secara bersama-sama kecemasan dan sikap pada pembelajaran matematika siswa kelas VII SMP di Kecamatan Burau sebesar 21,8%. Dengan demikian dapat disimpulkan jika tingkat kecemasan matematika siswa rendah dan sikap siswa pada pembelajaran matematika baik, maka hasil belajar aritmatika sosial siswa akan tinggi. Sebaliknya, jika tingkat kecemasan matematika siswa tinggi dan sikap siswa pada pembelajaran matematika kurang baik, maka hasil belajar aritmatika sosial siswa akan rendah
ANALISIS KERAGAAN GENETIKJAGUNG TOLERAN CEKAMAN KEKERINGANDI LAHAN SAWAH TADAH HUJAN
ABSTRAKEKO ILMAWAN. Analisis Keragaan Genetik Jagung Toleran Cekaman Kekeringan Di Lahan Sawah Tadah Hujan. Dibimbing oleh HJ. ST. SUBAEDAH dan ANDI TAKDIR M.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan : 1) Untuk mengevaluasi keragaan genetik dari 8 genotipe jagung yang toleran terhadap cekaman kekeringan. 2) Untuk menganalisis indeks sensitivitas kekeringan dari 8 genotipe jagung yang toleran terhadap cekaman kekeringan.Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Bajeng Kabupaten Gowa-Sulawesi Selatan sejak Juli sampai September 2016 dengan menggunakan metode Rancangan Petak Terbagi. Sebagai petak utama adalah perlakuan cekaman yang terdiri dari 3 taraf yaitu tanpa cekaman, cekaman sedang, dan cekaman parah. Sebagai anak petak adalah jagung calon hibrida 8 genotipe yaitu: G1(ST201315), G2(ST201328), G3(ST201342), G4(ST201364), G5(ST201320), G6(ST201359), G7(ST201312), G8(ST201309) dan 2 varietas pembanding yaitu Bima 3 dan Bima 7. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali sebagai kelompok sehingga diperoleh 90 unit percobaan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Genotipe G2(ST201328) dan G5(ST201320) adalah genotipe dengan lebar daun tertinggi, umur berbunga jantan tercepat, umur berbunga betina tercepat, anthesis silking interval (ASI) tercepat, umur panen tercepat dan kadar air biji terendah. Genotipe G7(ST201312) adalah genotipe untuk tinggi tanaman tertinggi, bobot tongkol tertinggi, panjang tongkol tertinggi dan bobot seribu biji tertinggi. Genotipe G8(ST201309) adalah genotipe untuk panjang daun tertinggi, tinggi tertancapnya tongkol tertinggi , bobot tongkol per petak (kg/petak) tertinggi serta produksi hasil per hektar (ton/ha) tertinggi. 2) Indeks sensitivitas kekeringan untuk cekaman sedang yaitu genotipe G1(ST201315), G2(ST201328), G5(ST201320) G6(ST201359), G7(ST201312) dan G8(ST201309) adalah genotipe dengan kriteria toleran sampai medium toleran sedangkan genotipe G3(ST201342) dan G4(ST201364) adalah genotipe yang peka (P) terhadap kekeringan. Indeks sensitivitas kekeringan (S) untuk cekaman parah yaitu genotipe G1(ST201315), G2(ST201328) G3(ST201342), G5(ST201320), G6(ST201359) dan G8(ST201309) adalah genotipe dengan kriteria toleran sampai medium toleran sedangkan genotipe G4(ST201364) dan G7(ST201312) adalah genotipe yang peka terhadap kekeringan.Kata kunci : jagung, genotipe, toleran cekaman kekeringa
Tabbaka: Konflik dan Integrasi di Kerajaan Arungkeke Abad XVII, Program Pasca Sarjana UNM
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengungkapkan latar belakang dan proses terbentuknya Kerajaan Arungkeke, (2) Menjelaskan konflik dan integrasi sosial budaya dan politik di Kerajaan Arungkeke abad XVII, (3) Menjelaskan dampak konflik dan integrasi dalam kehidupan sosial budaya di eks wilayah Kerajaan Arungkeke dewasa ini.
Penelitian ini kategorikan sebagai peneliti sejarah yang tentunya juga menggunakan metode penelitian sejarah. Metode sejarah menggunakan empat tahapan yaitu (1) Heuristik (2) Kritik Sejarah (3) Interprestasi (4) Hitsorigrafi. Data dari penelitian ini diperoleh dari penelitian yang relevan, informan, buku-buku terbitan yang sesuai dengan konteks penelitian ini.
Hasil Penelitan menunjukkan bahwa: (1) Latar belakang dan proses terbentuknya Kerajaan Arungkeke, Arungkeke juga dikenal sebagai salah satu kerajaan yang berdiri sendiri tanpa terkait dibawah kekuasaan kerajaan lain. (2) konflik dan integrasi sosial budaya dan politik di Kerajaan Arungkeke abad XVII, Arungkeke sebagai desa yang telah lama hadir bersama dengan sistem sosial budaya yang ada didalammya serta mengalami proses untuk mempertahannkan eksistensi pada sistem sosial tertentu. (3) dampak konflik dan integrasi dalam kehidupan sosial budaya dan politik di eks wilayah Kerajaan Arungkeke dewasa ini, Arungkeke sebagai salah satu desa dalam wilayah pemerintahan administratif dan memiliki potensi kehidupan dalam berbagai aktivitas perdebatan itu sangat diperlukan dalam mengkritik kebijakan maupun praktek sosial budaya dan politik dalam kehidupan masyarakat
Pendampingan Pembuatan Keripik Pisang pada Msyarakat (Suatu Pendekatan Dakwah)
PkMD ini bertujuan untuk memberi keterampilan kepada masyarakat untuk mengolah hasil pertanian mereka untuk menjadi usaha kecil yang dapat menambah penghasilan keluarga. Metode pelaksanaannya melalui empat tahap: Sosialisasi Program, Tahap Persiapan, Tahap Pelaksanaan,danEvaluasi. Pertama, Sosialisasi Program, untuk menyampaikan maksud dan tujuan program melalui ketua MajeLis Taklim Jabal Rahmah, dan membuat kesempakatan tentang waktu dan tempat pelaksanaan program. Kedua, tahap Persiapan, yakni Tim PkMD mempersiapkan alat dan bahan-bahan yang dibutuhkan melalui eksperimen, dan selanjutnya mempersiapkan alat dan bahan yang baik dan bermutu. Alat pemotong yang digunakan adalah “Stainless Steel Series Multi-purpose Combination Graterâ€. Aneka keripik pisang yang dipraktikkan adalah  rasa original, manis, keju, coklat dan rasa balado manis pedas. Ketiga, Tahap Pelaksanaan, kegiatan pendampingan dilakukan full day yang berlangsung pada hari Ahad, tanggal 1 Desember 2019 mulai jam 09.00 – 17.00. Diawali dengan pencerahan tentang “Etika Memulai dan Menjalankan Usahaâ€, penjelasan tentang teknik penggunaan alat dan pembuatan keripik, kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan keripik sampai pengemasan. Hasil yang dicapai adalah 15 orang peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga, remaja putri dan putra telah mampu membuat keripik pisang yang gurih, halal, dan higenis, punya semangat yang tinggi untuk menjalankan dan mengembangkannya. Keempat, Evaluasi, dilakuakan dengan menganalisis hasil observasi Tim selama peroses pendampingan berlangsung bahwa para peserta mengikuti kegiatan ini dengan antusias dan kerjasama yang baik. dan hasil wawancara dengan perwakilan kelompok menyatakan bahwa, hal-hal yang baru mereka peroleh dari pendampingan ini terutama adalah alat, kemasan dan label. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini telah berhasil dengan baik sesuai target yang direncanakan, namun masih perlu pendampingan selanjutnya untuk pengembangannya
Pengembangan Model Pembelajaran Konstruktivistik Ala To Ugi’ (Analisis Kasus di SD Negeri Lalabata Kec.Tanete Rilau Kab. Barru)
Penelitian bertujuan mengembangkan Model Pembelajaran Konstruktivistik Berbasis Ala To Ugi’ (PATU’) di Sekolah Dasar Negeri Lalabata Kecamatan Tanete Rilau kabupaten Barru. Jenis penelitian adalah research and development (R&D). Penelitian dilakukan dengan tahapan: 1) menganalisis tingkat kebutuhan peserta didik terhadap model pembelajaran konstruktivistik berbasis ala to ugi’ (analisis kasus), 2) mendesain pengembangan model pembelajaran (research and development), 3) menghasilkan produk model pembelajaran konstruktivistik berbasis ala to ugi’ (ditinjau dari segi ke-validan, ke-praktisan, ke-efektifan). Analisis data menggunakan deskrifptif kualitatif kuantitatif dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan: 1) analisis tingkat kebutuhan peserta didik terhadap model pembelajaran konstruktivistik ala to ugi’ sangat dibutuhkan dalam memperbaiki karakter peserta didik mengingat pergeseran nilai-nilai moral sangat memprihatinkan, 2) desain pengembangan model pembelajaran terdiri dari: sintak  = 3.77 (sangat valid), teori pendukung  = 3.6 (sangat valid), Sistem Sosial  = 3.68 (sangat valid), Sistem Reaksi (prilaku guru)  = 3.78 (sangat valid), Sistem Pendukung  = 3.35 (valid), Dampak Instruksional dan Dampak Pengiring  = 3.67 (sangat valid), Pelaksanaan Pembelajaran  = 3.6 (sangat valid), Lingkungan Belajar dan Tugas-Tugas pengelolaan  = 3.75 (sangat valid), Evaluasi  = 3.55 (sangat valid). Hasil analisis desain model PATUl nilai ∑ = 3.64 dapat dikatakan model PATU’ memiliki kriteria SANGAT VALID. Hasil analisis uji coba
- …
