179 research outputs found
HUBUNGAN ANTARA PEMILIHAN MEDIA KONVERGENSI SMARTPHONE DENGAN ALIENASI SOSIAL PADA MAHASISWA UNIVERSITAS MERCU BUANA
Smartphone menjadi satu dari media konvergensi yang digunakan untuk mengakses internet. Pengguna Smartphone saat ini, tidak hanya dalam taraf memenuhi kebutuhan komunikasi, namun juga pada taraf adiksi. Ketergantungan akan smartphone tidak hanya menimbulkan masalah fisik namun juga psikis. Selain mengalami kelelahan mata akibat radiasi, individu juga merasa terasing dalam dunianya, karena terlalu lama menggunakan smartphone. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan smartphone dengan tingkat alienasi pada mahasiswa Universitas mercu buana Jakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa universitas mercu buana. Sampel penelitian berjumlah 101 mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik insidental sampling. Alat pengumpul data yang digunakan yaitu Skala Alienasi (yang berjumlah 24 aitem valid, α = 0,665) dan Skala Adiksi Smartphone (33 aitem valid, α = 0,818). Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil analisis data menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara alienasi dengan adiksi smartphone (r= 0,174) Hasil tersebut menunjukkan semakin addict seseorang dengan smartphone maka akan semakin individu merasa terasing dengan dunianya. Sumbangan efektif Adiksi smartphone terhadap alienasi sebesar 17,4% dan sisanya sebesar 82,6% dijelaskan oleh faktor lain
MEMBINA ANAK TINGGAL KELAS SEKOLAH DASAR NEGERI BENDOSARI KECAMATAN GEBANG KABUPATEN PURWOREJO JAWA TENGAH
Abstract : Wahyuning Sri Andayani. Q.100.100.211. How to Guide Retaining Students in Grade of Bendosari Elementary School, Gebang District, PurworejoRegency.Thesis. Postgraduate Programme of Muhammadiyah University of Surakarta., 2010. The purpose of this research are (1) to describe the strategy in improving children's achievement of retaining students in Grade of Bendosari elementary school, Gebang district, Purworejo Regency. (2) to describe the efforts of the retaining students in Grade of Bendosari elementary school, Gebang district, Purworejo Regency in improving their achievement.This research is a qualitative study conducted in Bendosari elementary school, Gebang district, Purworejo Regency. The techniques in collecting data that are used in this research are observation, interview and documentation. Techniques in data analysis are data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this study are (1) strategies that school used to improve the performance of retaining students in grade begins with the formation coaching team which consist of the principal, teachers, senior teachers, team of experts, and parents of students. Forms of the guidance for retaining students in grade is to find out the problem why they are retained in grade, such as their learning difficulties, less active in the teaching and learning activities, difficult to focus to the lesson, and the influence of friends. Guidance for retaining students in grade is conducted through advising academic, personal social guidance and career guidance.Teachers given extratime(Les).Teachers establish a good communication with parents and the retaining students in grade by home visit. The efforts of retaining students in grade to improve their achievements are by sitting on the front line, giving attention, and by giving excellent service to retaining students in gradeAbstrak : Wahyuning Sri Andayani . Q.100.100.211 . Bagaimana Panduan Mempertahankan Siswa di kelas dari Bendosari SD , Gebang District, PurworejoRegency.Thesis . Pascasarjana Program Universitas Muhammadiyah Surakarta . 2010 . Tujuan dari penelitian ini adalah ( 1 ) untuk menggambarkan strategi dalam meningkatkan prestasi anak-anak mempertahankan siswa di kelas dari sekolah dasar Bendosari , Kecamatan Gebang , Kabupaten Purworejo . ( 2 ) untuk menggambarkan upaya siswa penahan di kelas dari sekolah dasar Bendosari , Kecamatan Gebang , Kabupaten Purworejo dalam meningkatkan prestasi mereka .Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan di Bendosari SD , kabupaten Gebang , Kabupaten Purworejo . Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi . Teknik dalam analisis data adalah pengumpulan data , reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan .Hasil penelitian ini adalah ( 1 ) strategi yang digunakan sekolah untuk meningkatkan kinerja mempertahankan siswa kelas dimulai dengan pembentukan tim pelatih yang terdiri dari kepala sekolah , guru , guru senior , tim ahli , dan orang tua siswa . Bentuk bimbingan untuk mempertahankan siswa kelas adalah untuk mengetahui masalah mengapa mereka dipertahankan dalam kelas , seperti kesulitan mereka belajar , kurang aktif dalam kegiatan belajar mengajar , sulit untuk fokus ke pelajaran , dan pengaruh teman . Pedoman untuk mempertahankan siswa kelas dilakukan melalui konsultasi akademik , bimbingan sosial pribadi dan karir guidance.Teachers diberikan extratime ( Les ) . Guru membangun komunikasi yang baik dengan orang tua dan siswa mempertahankan kelas dengan kunjungan rumah . Upaya mempertahankan siswa di kelas untuk meningkatkan prestasi mereka dengan duduk di garis depan , memberikan perhatian , dan dengan memberikan pelayanan yang terbaik untuk mempertahankan siswa kelasKata kunci : panduan , mempertahankan siswa kelas , strategi , upaya sisw
PERANAN TENTARA KEAMANAN RAKYAT TEMANGGUNG DALAM PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN TAHUN 1945-1946
In early of independence, the political of Temanggung was began by establishment of KNID Temanggung, KNID’s members represent a diverse group of particular political parties. Influential political party in Temanggung is Masyumi, PNI and PKI, but the competition has not seen because Temanggung’s community is more focused on the struggle for independence. In term of national defense, in early of establishment Indoesian, the government has not dared to form a national army, thus formed BKR (Badan Keamanan Rakyat) which purpose to maintaining the public safety and public security under BPKKP (Badan Penolong Keluarga Korban Perang). In Temanggung, BKR formed in mid September with a half-strength plaaton. When the Allies forces came to Indonesia, BKR considered ineffective, so on 5th October 1945 the government issued a declare about changes BKR to TKR (Tentara Keamanan Rakyat). With that declare, Bambang Soegeng as commander BKR Temanggung opened registration for TKR Temanggung members in government offices and in headquarters of TKR Temanggung. At the Japan disarmament effort, TKR Temanggung prefers diplomacy over confrontation. TKR Temanggung treated Japanese prisoners as a old brothers. At Palagan Ambarawa war, TKR Temanggung send Battalion I/Res.18 troops under command of Major Soejoto to front Ambarawa. On 29th November 1945, Soejoto troops met Allied forces convoy and battles in Ngipik village. Seojoto and 20 troops killed in that battled
Pengaruh Kompetensi Dan Pendidikan Terhadap Profesionalisme Auditor Pemula Pada Kantor Akuntan Publik Di Kota Medan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mengetahui pengaruh
kompetensi terhadap profesionalisme auditor pemula, untuk mengetahui pengaruh
pendidikan terhadap profesionalisme auditor pemula dan untuk mengetahui
pengaruh kompetensi dan pendidikan terhadap profesionalisme auditor pemula di
Kantor Akuntan Publik Kota Medan. Dengan pendekatan penelitian menggunakan
asosiatif, dengan jumlah sampel sebanyak 35 responden, dimana pengambilan
sampel jenuh yaitu sejumlah auditor yang bekerja pada 5 Kantor Akuntan Publik
yang ada di Kota Medan yang berjumlah 35 auditor.
Dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara.
Lalu melakukan uji kualitas data yang digunakan adalah uji validitas dengan
menggunakan Corrected Item Total dan uji reabilitas menggunakan Cronbach
Alpha. Dengan teknik analisis data dengan analisis regresi linear berganda, uji
hipotesis dalam penelitian ini. Peneliti menggunakan uji t, dan uji F serta
melakukan uji determinasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh parsial dan
signifikan variabel kompetensi terhadap variabel profesionalisme auditor yang
ditunjukkan dari hasil regresi berganda dengan nilai 0,560 dan hasil uji t
menunjukkan thitung (4,576) > ttabel (1,68) dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05,
terdapat pengaruh parsial dan signifikan variabel pendidikan terhadap variabel
profesionalisme auditor yang ditunjukkan dari hasil regresi berganda dengan nilai
0,433 dan hasil uji t menunjukkan bahwa thitung (3,390) > ttabel (1,68) dengan nilai
signifikan 0,002 < 0,05, dan terdapat pengaruh secara signifikan berarti
kompetensi dan pendidikan terhadap profesionalisme auditor yang ditunjukkan
dari hasil Fhitung adalah 56,963 dengan probabilitas sig 0,000< α 0,05, dengan R
Square yaitu sebesar 0,781 atau 78,1% yang artinya variabel dari terdapat
pengaruh profesionalisme auditor terhadap kompetensi dan pendidikan sedangkan
sisanya 21% variabel-variabel lain yang yang tidak diteliti dalam penelitian ini,
misalnya kompensasi, pelatihan pengetahuan dan variabel lainny
visualisasi dan makna simbolik candi belahan di kabupaten pasuruan
ABSTRAK Tiyas, Irma Wahyuning. 2015. Visualisasi dan Makna Simbolik Candi Belahan di Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hariyanto, M.Hum, (II) Dra. Tjitjik Sriwardhani, M.Pd. Kata Kunci:Visualiasasi, makna simbolik, Candi Belahan, Pasuruan Candi Belahan merupakan peninggalan sejarah pada masa Jawa kuno.. Candi Belahan juga termasuk salah satu kebudayaan Indonesia yang perlu dijaga serta dilestarikan keberadaannya. Karena peninggalan candi tersebut memiliki nilai seni, serta nilai spriritual yang terkandung dalam bentuk visualisasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan visualisasi dan makna simbolik Candi Belahan di Dusun Belahan, Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskripsi kualitatif. Kehadiran peneliti di lokasi merupakan instrumen utama, karena dalam penelitian ini peneliti berperan sebagai alat pengumpul data. Lokasi penelitian adalah situs Candi Belahan yang terletak di Dusun Belahan, Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Sumber data pada penelitian ini adalah informan, yakni juru pelihara dan arkeolog. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan oleh peniliti yakni melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan kemudian dari perolehan data tersebut dianalisis atau memproses data yang telah didapatkan dari berbagai informan kemudian dideskripsikan dalam hasil penelitian. Pengecekan keabsahan temuan dalam penelitian ini menggunakan trianggulasi metode. Tahapan pelaksanaan pada penelitian ini adalah (1) tahap perencanaan. (2) tahap pelaksanaan, tahapan ini dapat dilakukan apabila tahapan pertama sudah disetujui. (3) tahap pelaporan. Berdasarkan hasil penelitian, visualisasi Candi Belahan memiliki dua gapura. Kemudian terdapat bangunan candi yang memiliki relief pada bagian dindingnya. Dan tiga arca utama pada bilik bangunan yaitu arca Dewi Sri, Dewi Laksmi dan Dewa Vishnu di atas Garuda. Selain adanya relief pada dinding, relief juga terdapat pada bagian depan bangunan candi yang memiliki jenis relief naratif dan jaladwara, serta bagian bawah bangunan terdapat petirthan. Dari visualisasi tersebut Candi Belahan memiliki makna simbolik gapura sebagai pembatas antara daerah sakral dan daerah profan. Pada bangunan candi memiliki makna simbolik sebagai wujud triangga, yaitu simbol dari pembagian bangunan candi bagian bawah sebagai dunia bawah, bagian tengaah sebagai dunia antara, bagianatas sebagai dunia atas atau dunia para dewa. Arca Dewi Sri adalah simbol dari Dewi Kesuburan, Dewi Laksmi adalah Dewi Kemakmuran, Dewa Vishnu adalah Dewa Pelindung Dunia. Relief juga memiliki makna simbolik sebagai penambah kesakralan bangunan. Sedangkan peda petirthan bagian bawah bangunan sebagai tempat pemandian yang teraliri air amrta yakni air suci dari gunung penanggungan. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa bangunan memiliki konsep yang berdasar pada lingkungan. Dari hasil tersebut sebaiknya dapat memberikan informasi mengenai peninggalan budaya yang memiliki nilai seni pada zama Jawa Kuno
Efektivitas Model Pembelajaran“KAPRA” pada Materi Larutan Penyangga dan Hidrolisis Garam dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri di Malang
ABSTRAKSari, Nuryana Wahyuning. 2014. Efektivitas Model Pembelajaran “KAPRA” pada Materi Larutan Penyangga dan Hidrolisis Garam dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri di Malang. Skripsi, Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sri Rahayu, M.Ed., Ph.D (II) Drs. Prayitno, M.Pd.Kata Kunci: KAPRA, prestasi belajar, larutan penyangga, hidrolisis garamLarutan penyangga dan hidrolisis garam merupakan materi yang disajikan dalam mata pelajaran kimia di jenjang SMA. Sebagian besar pembelajaran kimia pada materi ini dilakukan secara konvensional yang berpusat guru (teacher-centered). Materi larutan penyangga dan hidrolisis garam adalah submateri bagian dari materi pokok larutan asam-basa yang mengandung konsep-konsep kimia yang abstrak, berjenjang dan saling berkaitan, sehingga memerlukan suatu pemahaman yang kuat. Karakteristik materi seperti itu memerlukan strategi pembelajaran yang mampu melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran (student-centered). Salah satu model pembelajaran yang bisa diterapkan adalah model pembelajaran KAPRA yang memformulasikan teori belajar konstruktivistik, pendekatan inkuiri, dan pendekatan kontekstual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji efektivitas model pembelajaran KAPRA pada materi larutan penyangga dan hidrolisis garam dalam meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri di Malang.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Populasi dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA SMA Negeri 3 Malang, dan sampel yang digunakan adalah kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 1 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan terdiri dari instrumen perlakuan (silabus dan RPP) dan instrumen pengukuran (lembar observasi dan soal tes prestasi belajar). Hasil uji coba tes prestasi belajar menunjukkan reliabilitas soal tes sebesar 0,833. Perbedaan prestasi belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol dianalisis dengan ANCOVA dan perolehan skor (gain scores) dianalisis dengan uji Mann-Whitney pada taraf signifikansi = 0,050.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) proses pembelajaran di kelas eksperimen dan kelas kontrol terlaksana dengan baik; (2) model pembelajaran KAPRA lebih efektif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dibandingkan metode konvensional dengan Fhitung = 25,676 > Ftabel = 3,996 dan nilai signifikansi 0,000. Hal ini didukung dengan adanya perbedaan yang cukup signifikan antara rata-rata perolehan skor (gain scores) siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai signifikansi 0,044; (3) model pembelajaran KAPRA memiliki pengaruh paling kuat terhadap prestasi belajar siswa pada kelompok submateri perhitungan pH hidrolisis garam dimana untuk dapat menghitung nilai pH harus menguasai konsep hidrolisis garam terlebih dahulu
ANALISIS SALURAN MARGIN DAN PEMASARAN BAWANG GORENG UD. HJ. MBOK SRI DI KOTA PALU
Bawang goreng merupakan salah satu komoditas pertanian yang dapat memenuhi kebutuhan manusia dalam kehidupan sehari-hari dan memiliki prospek serta peluang pasar yang cukup baik. khususnya di Kota PaluProspek bawang goreng Palu sangat menjanjikan, hal ini membuat banyak usaha pengolahan bawang goreng di Kota Palu baik berbentuk usaha kecil, menengah maupun perusahaan home industry dengan memproduksi bawang goreng dalam jumlah yang cukup besar dan dipasarkan sampai keluar kota. Meningkatmya usaha yang bergerak dipengolahan bawang goreng khas Kota Palu dengan beragam tingkat produksi,Industri UD Hj Mbok Sri merupakan UKM pertama di Kota Palu yang memperoduksi bawang goreng sejak tahun 1980. Dengan dua macam saluran pemasaran yaitu pemasaran langsung dan pemasaran tidak langsung. Kedua saluran pemasaran tersebut menimbul kanadanya margin pemasaran atau margin tataniaga yang merupakan perbedaan/selisih antara harga yang dibayarkan oleh konsumen dengan harga yang diterima oleh produsen. Penelitian ini bertujuan mengetahui saluran pemasaran, danmargin pemasaran, yang diterima oleh produsen. Penentuan responden dalam penelitian ini ditentukan secara sengaja (Purposive) yaitu pimpinan dan karyawan. Data yang di gunakan bersumber dari data primer dan data sekunder. Analisis yang di gunakan adalah analisis margin pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, saluran pemasaran bawang goring UD Hj Mbok Sri terdiri atas dua saluran yaitu, saluran pertama yakni Produsenà Konsumen sedangkan saluran kedua yakni Produsenà swalayan/Tokoà Konsumen. Saluran pertama tidak mempunyai margin sedangkan pada saluran kedua total margin  Rp 94.000/produk, sehingga dapat dilihat saluran pertama  lebih efisien dibandingkan pada saluran kedua hal ini disebabkan oleh besarnya biaya yang dikeluarkan oleh saluran kedua.Kata Kunci: Saluran Margin, Margin Pemasan, Bawang Goreng Â
LAPORAN MAGANG DI PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK SEMARANG JAWA TENGAH (PROSES PRODUKSI MI INSTAN)
Kompos Sampah Organik untuk Tanaman Toga di Bank Sampah Sri Wilis Kelurahan Pojok
Humans have been waste generators since birth and generate waste throughout their lives. Currently, waste is a problem that must be faced by the state, especially in terms of environment and health. By separating organic and inorganic waste, we can start household-scale waste management. The waste is processed into fertilizer. By making this organic compost we not only meet the nutritional needs of plants but also reduce too muchwaste. This work program aims to be able to provide information regarding household waste and the processing of organic waste into compost and as a substrate for TOGA planting media that is inexpensive and environmentally friendly. Partners in this activity are members of the Sri Wilis Waste Bank and residents of RT 08 RW 06 Kel. Corner Kec. Mojoroto City of Kediri. The stages in this activity are observation, waste sorting, composting, and toga planting. From the results of these activities, the organic matter can be used as compost with economic value, which is very much needed in organic farming. However, the government in this scope, namely the village government, pays little attention and takes action.
Manusia telah menjadi penghasil sampah sejak lahir dan menghasilkan sampah sepanjang hidupnya. Saat ini, sampah merupakan masalah yang harus dihadapi oleh negara, terutama dalam masalah lingkungan dan kesehatan. Dengan memisahkan sampah organik dan anorganik, kita bisa memulai pengelolaan sampah skala rumah tangga. Limbah tersebut diolah menjadi pupuk. Dengan membuat kompos organik ini kita tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman tetapi juga mengurangi limbah yang terlalu banyak. Tujuan dari program kerja ini adalah dapat memberikan informasi terkait sampah rumah tangga serta pengolahan sampah organik menjadi biokompos dan sebagai substrat media tanam TOGA yang murah dan ramah lingkungan. Mitra dalam kegiatan ini adalah anggota Bank Sampah Sri Wilis dan warga RT 08 RW 06 Kel. Pojok Kec.Mojoroto Kota Kediri. Tahapan dalam kegiatan ini yakni: observasi, penyotiran sampah, pembuatan kompos, dan penanaman toga. Dari hasil kegiatan tersebut, bahan organik tersebut sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai kompos yang bernilai ekonomis, yang sangat dibutuhkan dalam pertanian organik. Namun, pemerintah dalam lingkup ini adalah pemerintah desa kurang memperhatikan dan mengambil tindakan
- …
