1,720,984 research outputs found
Pengembangan Laboratorium Virtual Kimia Terintegrasi Dalam Pembelajaran Hibrid Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar dan Efikasi Diri Pada Materi Elektrokimia
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) karakteristik laboratorium
virtual kimia terintegrasi pembelajaran hibrid pada materi elektrokimia untuk
peserta didikkelas XII SMA,(2) pengaruh penggunaan media laboratorium virtual
kimia terintegrasipembelajaran hibrid pada materi elektrokimia terhadap prestasi
belajar dan efikasi diri, dan (3) kualitas laboratorium virtual kimia terintegrasi
pembelajaran hibrid pada materi elektrokimia ditinjau dari penilaian guru kimia.
Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan media laboratorium
virtual kimia terintegrasi pembelajaran hibrid dengan menggunakan desain
pengembangan ADDIE. Desain pengembangan ini terdiri ataslimatahap, yaitu
Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Produk yang
dikembangkan ini diujicobakan dengan menggunakan tigakelas penelitian. Teknik
sampling yang digunakan adalah cluster-random-sampling. Kelaspertama adalah
kelas kontrol yang menggunakan laboratorium konvensional, kelas kedua adalah
kelas eksperimen 1 yang menggunakan laboratorium virtual sebagai pengganti
laboratorium konvensional, dan kelas ketiga adalah kelas eksperimen 2 yang
menggunakan laboratorium konvensional dan laboratorium virtual sebagai
suplemen. Instrumen yang digunakan adalah angket efikasi diri dan soal prestasi
belajar yang telah divalidasi empiris dan juga oleh ahli. Data yang dihasilkan
kemudian dianalisis dengan Manova untuk melihat perbedaan yang signifikan
antara ketiga kelas tersebut. Kualitas media ini ditinjau dari 3 aspek utama, yaitu
aspek materi, aspek pembelajaran, dan aspek teknik.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) karakteristik media yang dihasilkan
adalah berbasis web dan dapat dioperasikan melalui smartphone(IOS atau
Android), tablet, laptop, dan layar komputer. Menu utama dalam media ini adalah
kompetensi inti dan kompetensi dasar, material safety data sheet(MSDS) dari
bahan yang digunakan, alat yang digunakan, praktikum secara virtual dan tugas.
(2) Terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas dengan laboratorium virtual
sebagai suplemen dengan kelas yang menggunakan laboratorium konvensional
dilihat dari prestasi belajar dan efikasi diri. Sedangkan kedua kelas apabila
dibandingkan dengan kelas yang menggunakan laboratorium virtual sebagai
pengganti tidak memiliki perbedaan yang signifikan.Pengaruh terhadap kedua
variabel dan prestasi belajar masuk dalam kategori rendah, serta pengaruh
terhadap efikasi diri masuk dalam kategori cukup.(3) Media laboratorium virtual
yang dikembangkan ini memiliki kualitas sangat baik ditinjau dari aspek materi,
pembelajaran dan teknik
PEMBUATAN PROTOTYPE GAME EDUKASI BERBASIS ROLE PLAYING GAME (RPG) SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KIMIA UNSUR
Games in the form of learning media are one of the innovations in the world of education. Based on interviews conducted by the author with students and teachers, it was revealed that Chemistry is not one of the materials that are considered difficult. In addition, students are also less interested in taking chemistry lessons because of the difficulty of understanding the material presented. To help and facilitate teachers and students in the learning process of Periodic system of elements in the classroom, making games as a medium for learning Periodic system of elements is an opportunity to be researched. The research method used is ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). This research has succeeded in producing educational game products based on role playing games (RPG) as learning media for Periodic system of elements. The educational game was successfully developed using the RPG Maker application. The results of the expert validity test and the teacher's response test to the educational games that were built were 1) Material expert validators with an average value of 3.33 were in the very good category 2) Media expert validators with an average value of 3.22 were in the good category 3) The learning expert validator with an average value of 3.27 is in the very good category. 3) The results of the teacher's response test with an average value of 3.62 are in the very good category. The results of the validity test and response test showed that the educational game made was feasible to be implemented in the classroom and used as a learning medium for Periodic system of elements.Game dalam bentuk media pembelajaran merupakan salah satu inovasi dalam dunia pendidikan. Berdasarkan wawancara yang dilakukan penulis terhadap siswa dan guru terungkap bahwa materi Kimia Unsur merupakan salah satu materi dianggap sulit. Selain itu siswa juga kurang termotivasi untuk mengikuti pembelajaran Kimia karena sulitnya memahami materi-materi yang disampaikan. Untuk membantu guru dan siswa dalam proses pembelajaran materi Kimia Unsur di dalam kelas, maka pembuatan game sebagai media pembelajarn Kimia Unsur menjadi sebuah peluang untuk diteliti. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan dengan menggunakan desain penelitian ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Penelitian ini telah berhasil menghasilkan produk game edukasi berbasis role playing games (RPG) sebagai media pembelajaran materi Kimia Unsur. Game edukasi tersebut berhasil dikembangkan menggunakan aplikasi RPG Maker. Adapun hasil uji validitas ahli dan uji respon guru terhadap game edukasi yang dibangun yaitu 1) Validator ahli materi dengan nilai rata-rata 3,33 masuk dalam kategori sangat baik 2) Validator ahli media dengan nilai rata-rata 3,22 masuk dalam kategori baik 3)Validator ahli pembelajaran dengan nilai rata-rata 3,27 masuk dalam kategori sangat baik 3) Hasil uji respon guru dengan nilai rata-rata 3,62 masuk dalam kategori sangat baik. Hasil uji validitas dan uji respon menunjukkan bahwa game edukasi yang dibuat layak untuk diimplementasikan didalam kelas dan dijadikan sebagai media pembelajaran materi Kimia Unsur
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
The Profile of Students’ Self-Efficacy in Using Chemdroid Media in Thermochemistry Topics
Self-efficacy is one of the factors that affect learning achievement. This study has the aim of analyzing the self-efficacy profile of students in learning using Chemdroid (Chemistry on Android) media. This media is an android-based media for Thermochemical material. This research is descriptive research with a quantitative approach. The classes used in this study were 2 classes with 60 students. Both are randomly selected. The first class is the control class (C-Class) which carries out hybrid learning, as usual, namely face-to-face in class and online learning using WhatsApp groups. The second class is the experimental class (E-Class) with face-to-face in class and using Chemdroid media. The learning time and the teacher in this study were the same. The instrument used is a self-efficacy measuring instrument consisting of 3 main aspects with 22 statements adapted from previous research. The results of the study were then analyzed and categorized into 5 categories. The results obtained indicate that the profile of students’ self-efficacy of E-Class students is higher than other class
The Development of Android-Based Learning Media (Chemdroid) on The Topic Thermochemistry to Improve The Students’ Achievement
The application of technology in learning is currently increasingly sophisticated. The development of learning media is widely applied to make learning more flexible. in this article will discuss the development (R&D) of Chemistry on Android (Chemdroid). This study aims to determine the media's quality based on the chemistry teacher's assessment, determine the readability of the media based on the assessment of students who have received this material, and determine the impact of this media trial in chemistry learning. The development design used is ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). At the implementation stage, the posttest control group design was used by involving two classes as the control and experimental class. The variable measure is students achievement. The results obtained are that the Chemdroid learning media has been developed and declared valid by four experts. The assessment results by five high school chemistry teachers were Very Good, with a mean value of 3.31. The results of this assessment state that the Chemdroid learning media is suitable for use as a learning media for thermochemistry. In comparison, the readability test results by 16 students from 4 various senior high schools resulted in Good criteria with a mean of 3.24, which means that this media is legible and useful for students in various groups. The analysis of the implementation results states that the two classes have a significant difference
LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) Lokasi : SMA NEGERI 2 BANTUL
Praktik pengalaman lapangan a t a u d i s e b u t P P L merupakan
kegiatan yang bersifat aplikatif yang dilaksanakan guna mengupayakan
suatu keterampilan kependidikan yang diperoleh di kampus agar
dikembangkan mahasiswa di lokasi PPL. Kegiatan ini diharapkan dapat
memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam kegiatan belajar
mengajar dan praktik persekolahan. Adapun tujuan dari praktik pengalaman
lapangan ini diantaranya untuk mencetak calon-calon tenaga pendidik dan
pengajar yang profesional di bidangnya.
Kegiatan praktik pengalaman lapangan (PPL) yang dilakukan di
SMA N 2 Bantul meliputi kegiatan praktik mengajar di kelas dan praktik
persekolahan. Kegiatan praktik mengajar di kelas mulai dilaksanakan
tanggal 11 Agustus 2014. Kegiatan praktik mengajar di kelas
dimaksudkan agar praktikan memperoleh pengalaman mengajar
langsung dari sekolah. Pada kesempatan ini praktikan mengajar mata
pelajaran Kimia pada kelas XI MIA 6. Sementara kegiatan praktik
persekolahan dimaksudkan agar mahasiswa praktikan mampu mengenal
manajemen sekolah dan melakukan kegiatan guru di luar belajar
mengajar. Kegiatan ini juga meliputi piket guru, piket 3S dan juga
mengenai administrasi sekolah.
Setelah melaksanakan praktik mengajar sebanyak 9 kali pertemuan
dan persekolahan, maka didapatkan hasil bahwa peserta didik SMA N 2
Bantul rata-rata mempunyai kesungguhan belajar yang baik. Dalam
mewujudkan output yang baik, pihak sekolah menjalankan lembaganya
secara profesional seperti konsolidasi kegiatan belajar mengajar,
menjalin hubungan antar personal, melengkapi sarana dan prasarana dan
tertib administrasi
Persepsi mahasiswa dalam pelaksanaan dan dampak pembelajaran online
The COVID-19 pandemic has an impact on various areas of life. One of them is the field of education. Education cannot be separated from learning activities carried out in schools and universities. In overcoming this, online learning is an alternative for continuing to carry out learning during the pandemic. This study aims to determine students' perceptions about online learning that has been done. This type of research is a descriptive study with quantitative data analysis techniques. The method of data collection is the survey method for active students of the chemistry education study program at the University of Bengkulu from 4 years of class. The students involved in this research were 96 from various years. Aspects measured are aspects of readiness, aspects of learning effectiveness and aspects of impact. The instrument used was a questionnaire with 20 closed questions and 4 open questions. The scale used in closed questions is the Likert scale. The results of the research on the readiness aspect were very good, while the learning effectiveness aspect was good. For the impact aspect, students get more positive impacts than negative impacts. The most positive impact is to have more control over technology.Pandemi COVID-19 berimbas kepada berbagai bidang kehidupan. Salah satunya adalah bidang pendidikan. Pendidikan tak lepas dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan di sekolah. Dalam mengatasinya, Pembelajaran online menjadi alternatif untuk tetap melaksanakan pembelajaran selama pandemi berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa mengenai pembelajaran online yang telah dilakukan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan teknik analisis data kuantitatif. Metode pengambilan data adalah dengan metode survei kepada mahasiswa aktif program studi pendidikan kimia Universitas Bengkulu dari 4 angkatan. Mahasiswa yang terlibat dalam penelitian ini adalah sejumlah 96 dari berbagai angkatan. Aspek yang diukur adalah aspek kesiapan, aspek efektivitas pembelajaran dan aspek dampak. Instrumen yang digunakan adalah angket dengan 20 pertanyaan tertutup dan 4 pertanyaan terbuka. Skala yang digunakan pada pertanyaan tertutup adalah skala likert. Hasil penelitian pada aspek kesiapan adalah sangat baik, sedangkan pada aspek efektivitas pembelajaran adalah baik. Untuk aspek dampak, mahasiswa lebih banyak mendapatkan dampak positif daripada dampak negatif. Dampak positif yang paling banyak dirasakan adalah lebih menguasai teknologi
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
