1,721,059 research outputs found
The Urgency of Legal Protection for Victims of Cyberbullying in Indonesia
The study aims to analyze the urgency of legal protection for victims of cyberbullying in Indonesia. The method used is normative law based on legal materials (library based), including primary and secondary legal materials that produce information in the form of notes and descriptive data contained in the text under study. The author uses a qualitative approach based on the initial step taken by collecting the necessary data, then classifying and describing. Based
on the research conducted, it can be concluded that the regulations in place are still not providing adequate legal protection for victims of cyberbullying. Although the crime of cyberbullying is regulated in the Criminal Code and the Information and Electronic Transactions Law, the regulation is more focused on taking action against the perpetrators. Therefore, it is necessary to expand and improve the legislation to provide a stronger guarantee of legal protection for victims of cyberbullying. This legal protection must include prevention, detection, handling, and recovery efforts for the victims.
How to cite item: Sitihastuti, S., & Solikhah, S., Mohammad Haris Yusuf Albar, and Agung Mafazi. “The Urgency of Legal Protection for Victims of Cyberbullying in Indonesia.†Jurnal Cakrawala Hukum 15 no. 1 (2024): 61-68. DOI: 10.26905/idjch.v15i1.12025
Faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan deposito mudharabah di KSPPS Artamadina Banyuputih Batang (Studi kasus pada KSPPS Artamadina Banyuputih)
KSPPS Arthamadina sebagai lembaga keuangan syariah non bank yang bergerak di ruang lingkup mikro memiliki produk simpanan berjangka atau biasa disebut dengan deposito mudharabah. Deposito ini menggunakan akad mudharabah yang dimana penarikan dananya hanya boleh dilakukan pada waktu tertentu dan tentunya nasabah mendapat bagi hasil atas dana yang diinvestasikan di KSPPS Arthamadina. Setiap tahun deposito mudharabah di KSPPS Arthamadina meningkat, maka penulis tertarik untuk mengangkat judul “Faktor – faktor yang Mempengaruhi Peningkatan Deposito Mudharabah di KSPPS Arthamadina Banyuputih Batang”.
Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian kualitatif, metode penelitian yang data-datanya dinyatakan dalam bentuk kata-kata dan kalimat, dan menggunakan data sekunder melalui studi dokumentasi: buku-buku pustaka untuk mencari data mengenai profil KSPPS Arthamadina, penelitian ini bersifat deskriptif analisis yaitu menggambarkan secara langsung hasil wawancara mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi peningkatan deposito mudharabah.
Hasil penelitian ini adalah terdapat beberapa faktor yaitu yang pertama adanya pelayanan yang baik bagi nasabah sehingga nasabah dimudahkan dalam bertransaksi sekaligus pelayanan yang dilakukan membangun kepercayaan bagi nasabah terhadap KSPPS Arthamadina, yang kedua faktor promosi, dalam upaya memperkenalkan serta menarik minat nasabah strategi promosi juga berpengaruh terhadap meningkatnya deposito mudharabah, yang ketiga ukuran perusahaan, nasabah mempercayai bahwa semakin banyak asset perusahaan maka operasional perusahaan tersebut baik dan lancar, hal ini juga menjadi pertimbangan nasabah sehingga nasabah percaya dan menginvestasikan dananya, dan yang terakhir faktor likuiditas, likuiditas KSPPS Arthamadina di indikator sehat maka hal ini juga menjadi penilaian nasabah terhadap reputasi KSPPS Arthamadina
HUBUNGAN KEPUASAN PASIEN DENGAN MINAT PASIEN DALAM PEMANFAATAN ULANG PELAYANAN PENGOBATAN
Background: Puskesmas represent one of public sectorservice majoring accomplishment of society satisfactionthrough implementation of quality health service withoutimpinging code of ethics and standar of professional qualityservice. This service quality in the end will give some benefit,among of them are intertwining of harmonious relation betweenservice provider (Puskesmas) with customers (patient), givinggood base to create of patient loyalty and form anrecommendation by mouth to mouth (worth of mouth) whichgive the advantage to Puskesmas. Society behaviors to utilizeprimary health service still high (60% - 70%), because they’renot have others choice. Having some medicines to cure themillness was the most important factor and giving the base to itsutilization of service pattern.Objective: This research was aimed to know the correlationbetween patient satisfaction and patient enthusiasm in utilizationrepeat of the medication service in Puskesmas. Patientsatisfaction is measure the patient perception to service quality(performance Puskesmas).Method: This was an observational study with cross sectionaldesign. Population and sample was patient of clinical centreservice, sample size are 97 patients by random samplingtechnique. Data collected through interview by questionnairesto analyses data using product moment statistical test.Result: In general, satisfied responder to medication servicein Puskesmas equal to 88,7%, while responder whichdissatisfy equal to 10,3%. satisfied patient to service inadministration section equal to 84,5%, followed with the patientsatisfaction to nurse service equal to 82,5%, lower satisfactionto hygiene, accuration and room freshment equal to 67%. visitenthusiasm return to medication service in Puskesmas feelsatisfaction (90,7%) to service exist in Puskesmas, whileresponder which dissatisfy equal to 6,2%. statistical test resultby using analysis of product moment test, showing there wasa means positive relation between service quality with the patientsatisfaction (p = 0,000), with strong correlation (r = 0,620).Conclusion: There was a means positive relation betweenservice quality with patient satisfaction (p = 0,000) with strongcorrelation (r = 0,620)Keywords: patient enthusiasm, patient satisfaction,Puskesma
Pelatihan Daur Ulang Minyak Goreng Bekas Menjadi Sabun Skala Rumah Tangga bagi Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Kelurahan Mulyodadi
Minyak goreng yang sudah dipakai berulang kali atau minyak jelantah yang berwarna kehitaman sudah tidak layak konsumsi. Sebagian masyarakat membuang minyak jelantah ini disembarang tempat, yang mana dapat mencemari lingkungan serta membuat lingkungan tidak sedap dipandang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam melakukan membuat sabun melalui daur ulang minyak jelantah. Metode pelaksanaan menggunakan pelatihan pembuatan sabun dari minyak jelantah melalui saponifikasi. Pelatihan dilakukan pada tanggal 9 dan 15 Februari 2023. Kegiatan dihadiri 20 orang di Dukuh Ngireng Ireng Kelurahan Mulyodadi Kapanewon Bambanglipuro Kabupaten Bantul DIY, yang dilaksanakan di rumah kepala dukuh. Tim PkM terdiri satu ketua PkM dan dibantu oleh 9 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler 101 dari unit ditempatkan di Dukuh Ngireng Ireng Kelurahan Mulyodadi Kapanewon Bambanglipuro Kabupaten Bantul DIY. Kegiatan PkM ini berjalan lancar dan masyarakat terlibat aktif dalam mengikuti pelatihan, yang ditunjukkan dengan diskusi interaktif dari peserta. Hasil dari pre-test dan posttest menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam daur ulang sampah, serta kepedulian mereka dalam pengelolaan lingkungan semakin meningkat
PENGARUH GENDER EKSEKUTIF TERHADAP PENGHINDARAN PAJAK (TAX AVOIDANCE)
Abstraksi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gender eksekutifterhadap penghindaran pajak (tax avoidance). Penghindaran pajak (tax avoidance) merupakan variabel dependen dalam penelitian ini. Penghindaran pajak (tax avoidance) diukur dengan cash effective tax rate (CETR). Penelitian ini juga menggunakan variabel kontrol yaitu, leverage, ukuran perusahaan, dan NOL. Sampel penelitian ini adalah 54 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2011 – 2013. Sampel dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan uji asumsi klasik dan pengujian hipotesis dengan metode regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa gender eksekutif berpengaruh positif terhadap penghindaran pajak.
Kata kunci: penghindaran pajak, gender eksekutif, size, leverage dan NOL
ANALISIS STATUS GIZI BALITA (2-5 TAHUN) MENURUT KONDISI KESAKITAN DIARE DI DESA LEYANGAN KECAMATAN UNGARAN KABUPATEN SEMARANG (Aplikasi Anacova)
Tujuan penelitian ini adalah menganalisa perbedaan status gizi balita usia 2-5 th antara balita yang diare dan tidak diare di desa Leyangan Kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang.
Penelitian dilakukan melalui survei dengan pendekatan cross sectional pada 148 balita usia 2-5 th yang diambil secara sistematic random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan daftar isian riwaya pertanyaan konsumsi makanan selama 3x24 jam serta pengukuran antropometri berat badan. Pengelolaan data menggunakan komputer program SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan 27,7% balita menderita diare dan 72,3% tidak diare. Tingkat konsumsi energi balita dalam sehari rata-rata 69,19%, 67,93% (18,514 gr). Status gizi balita 33,8% berstatus sedang, 34,5% kurang, 25% baik dan 6,7% buruk. Analisis menggunakan uji Anova One Way dapat diketahui bahwa ada perbedaan status gizi balita usia 2-5 th menurut kondisi kesakitan diare dan tidak diare (p=0,0015 atau p<0,05). Analisis menggunakan uji korelasi product moment dapat diketahui bahwa tingkat konsumsi energi dan protein berhubungan dengan status gizi balita (r=0,001 atau p,0,05). Analisis ini menggunakan uji Anacova untuk mengetahui pengaruh kondisi kesakitan diare terhdap status gizi balita, dimana status gizi balita sudah terbebas dari pegnaruh tingkat konsumsi energi dan protein, menunjukkan bahwa ada perbedaan status gizi balita menurut kondisi kesakitan diare dan tidak diare baik setelah memperhitungkan tingkat konsumsi energi (p=0,004 atau p<0,05) maupun setelah memperhitungkan tingkat konsumsi protein (nilai p=0,004 atau p<0,05).
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar balita usia 2-5 th berstatus gizi kurang. Begitu pula balita yang menderita diare mengalami penurunan pada status gizinya.
Saran dalam penelitian ini yaitu mengupayakan penanggulangan diare dengan memasyarakatkan cairan yang mudah diperoleh dalam rumah tangga untuk mengurangi dehidrasi karena diare serta melalui upaya peningkatan status gizi balita, disamping itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan pendekatan ?kohort? untuk mengetahui status gizi awal.
Kata Kunci: DIARE, ENERGI, PROTEIN DAN STATUS GIZ
PROSPEK ARBITRASE ONLINE SEBAGAI UPAYA PENYELESAIAN SENGKETA DI LUAR PENGADILAN DITINJAU DARI HUKUM BISNIS
The business world development becoming more rapidly gives positive impacts on one side, in which, its derives foreign exchange income. However, on the other side, it may cause disputes due to violation of agreement conducted by one of parties; thus, an effective and efficient alternative dispute resolution taking care of online activities is required. Target of this research is to explain how regulation of online arbitration as an alternative dispute resolution in the Indonesian Legal System, how regulation of online arbitration as an alternative dispute resolution may be applied in Indonesia because Act Number 30 Year 1999 is not regulated strictly about online arbitration, advantages, disadvantages and obstacles online arbitration may be applied in Indonesia. This research uses the juridical-empirical method of approach. The specification of this research is the descriptive-analytical research, which is a research meant to give descriptions concerning research results accompanied by the analysis of the prevailing law and order connected to legal theories and the prospect of online arbitration as an effort to resolve disputes viewed from the business law aspects. The used method of data collection is the documentary study, questionnaires to Indonesian National Arbitration Agency and interviews to the attorneys taking care of arbitration. Based on the analysis results, it is found that the Online Arbitration as an Alternative Dispute Resolution is not regulated strictly in the Indonesian legal system. The explicit regulation of online arbitration as an alternative dispute resolution may be applied in Indonesia because it has been in accordance with and not againts Act Number 30 Year 1999 and Act Number 11 Year 2008. Online arbitration has several advantages, such as : quick time and mechanism of online arbitration, affordable and simple. The disadvantages of online arbitration if it is applied in Indonesia are, there are no set of facilities and procedural supports, and adequate internet access. Online arbitration has a good prospect in the efforts of resolving disputes related to online activities viewed from legal, potential, technological, business, and social factors. However, to apply online arbitration, there are several obstacles, including : factors of regulation, security, infrastructure, culture, habit and institution. The way to overcome those obstacles is by composing a new law regulating online arbitration equipped with the infrastructure of telecommunication, security system and the institution handling online arbitration cases.
Perkembangan dunia bisnis yang semakin pesat di satu sisi memberikan dampak positif yaitu memperoleh devisa namun di sisi lain dapat menimbulkan sengketa akibat wanprestasi oleh salah satu pihak. Sehingga, diperlukan alternatif penyelesaian sengketa yang efektif untuk menangani aktivitas online. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji permasalahan bagaimanakah pengaturan arbitrase online sebagai alternatif penyelesaian sengketa di dalam sistem hukum Indonesia, pengaturan arbitrase online sebagai alternatif penyelesaian sengketa dapat diterapkan di Indonesia mengingat dalam Undang – undang Nomor 30 Tahun 1999 tidak diatur secara tegas mengenai arbitrase online, kelebihan, kekurangan dan hambatan prosedur acara arbitrase online apabila diterapkan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris. Spesifikasi penelitian adalah penelitian deskriptif analitis, yakni penelitian yang dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang hasil penelitian disertai dengan analisa mengenai peraturan perundang–undangan yang berlaku dihubungkan dengan teori–teori hukum dan prospek arbitrase online sebagai upaya penyelesaian sengketa dari segi hukum bisnis. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen, kuesioner kepada BANI dan interview kepada pengacara yang menangani arbitrase. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa Arbitrase Online Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa tidak diatur secara tegas di dalam sistem hukum Indonesia. Pengaturan arbitrase online secara eksplisit sebagai alternatif penyelesaian sengketa dapat diterapkan di Indonesia karena telah sesuai dan tidak bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 dan Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2008. Arbitrase online mempunyai beberapa kelebihan antara lain : waktu dan mekanisme arbitrase online cepat, murah dan sederhana, Kekurangan prosedur acara arbitrase online apabila diterapkan di Indonesia adalah tidak adanya seperangkat kelengkapan dan prosedural serta akses internet yang memadai. Arbitrase online memiliki prospek yang baik untuk menyelesaikan sengketa aktivitas online dilihat dari faktor hukum, potensi, teknologi, bisnis dan sosial. Akan tetapi untuk menerapkan arbitrase online mengalami hambatan yang meliputi : faktor peraturan, keamanan, infrastruktur, budaya, kebiasaan dan institusi. Cara mengatasi hambatan tersebut dengan disusunnya undang – undang baru mengatur arbitrase online dilengkapi dengan infrastruktur telekomunikasi,sistem keamanan dan lembaga arbitrase online
Studi komparasi hasil belajar Biologi (materi pokok sistem saraf manusia) antara pembelajaran dengan menggunakan multimedia berbasis komputer dan metode diskusi di MAN Lasem Kelas XI tahun 2008/2009
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). Hasil belajar siswa yang pembelajarannya dengan menggunakan multimedia berbasis komputer pada materi pokok sistem saraf pada manusia. 2). Hasil belajar siswa yang pembelajarannya dengan metode diskusi pada materi pokok sistem saraf pada manusia. 3). Perbedaan hasil belajar siswa yang pembelajarannya dengan menggunakan multimedia berbasis komputer dan metode diskusi pada materi pokok sistem saraf pada manusia
Penelitian ini menggunakan metode komparasional dengan teknik analisis uji t. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI MAN Lasem yang berjumlah 84 siswa. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes untuk memperoleh data tentang hasil belajar. Instrument tes sebelum digunakan untuk mendapatkan data yang objektif terlebih dahulu dilakukan uji coba untuk pengujian validitas, reliabilitas, daya beda dan tingkat kesukaran. Dan menggunakan metode dokumentasi sebagai pelengkap.
Data penelitian yang sudah terkumpul dianalisis menggunakan teknik statistik. Pengujian hipotesis menunjukkan bahwa dari hasil tes yang telah dilakukan diperoleh rata-rata hasil belajar (post test) kelompok yang menggunakan multimedia berbasis komputer adalah 77,24, sedangkan rata-rata hasil belajar (post test) kelompok yang menggunakan metode diskusi adalah 71,76. Berdasarkan hasil uji komparasi (uji t-test) yaitu diperoleh thitung = 2,830 dan ttabel = 1,66. Karena thitung > ttabel berarti Ho ditolak, terlihat bahwa hasil belajar kedua kelompok berbeda secara signifikan. Maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar biologi (materi pokok sistem saraf pada manusia) antara pembelajaran dengan menggunakan multimedia berbasis komputer dan metode diskusi di MAN Lasem kelas XI Tahun 2008/2009.
Berdasarkan hasil ini diharapkan akan menjadi bahan informasi dan masukan bagi para sivitas akademika, para mahasiswa, para tenaga pengajar mata kuliah jurusan dan program studi di Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang terutama dalam memberi dorongan kepada mahasiswa agar senantiasa meningkatkan motivasi berprestasi secara memada
Skrining Kanker Payudara pada Wanita di Indonesia
Kanker payudara masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia dan menjadi penyebab
kematian utama di kalangan wanita. Skrining kanker payudara dikenal sebagai metode untuk menurunkan
kematian pasien kanker payudara, namun banyak faktor yang menghambat seseorang untuk melakukan
skrining kanker payudara. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi skrining kanker payudara pada wanita di
Indonesia. Sampel diambil secara statifikasi acak bertingkat pada sebanyak 864 wanita yang berumur ≥ 18
tahun di tiga lokasi yaitu: Yogyakarta, Sumatera Selatan dan Nusa Tenggara Timur. Multinomial logistic
regression digunakan untuk menganalisis semua item dari kuesioner terhadap skrining kanker payudara.
Dari 864 responden wanita, sebagian besar berumur ≥ 50 tahun (7,52%). Selain itu, responden yang
melakukan mammografi atau Clinical Breast Screening (CBE) hanya 18,29%. Umur wanita ≥ 50 tahun
memiliki tingkat kesadaran lebih rendah untuk tidak melakukan skrining sebesar 3,07 kali dibandingkan
dengan wanita berumur <50 tahun, tetapi umur pada wanita yang melakukan CBE atau Mammography tidak
menunjukkan signifikansi. Tingkat pendidikan, agama, status pernikahan, dan kepemilikan asuransi
kesehatan secara signifikan berpengaruh pada skrining kanker payudara.
Kata kunci : Skrining kanker payudara, Mammography, wanita Indonesi
- …
