8,543 research outputs found

    SEJARAHKESENIAN KEBO BULE KYAI SLAMET GEYOL

    No full text
    Puji syukur senantiasa kami panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat serta hidayahNya, sehingga buku Sejarah Kesenian Kebo Bule Kyai Slamet Geyol ini dapat terwujudkan dengan baik. Buku ini menyimpan sejuta cerita dalam proses penelitian dan penulisannya, dari proses pencarian data sumber sejarah, menemui orang-orang yang tahu akan kesejarahan Kebo Bule Kyai Slamet, sampai mendatangi situs-situs bersejarah yang erat kaitannya dengan tema di dalam buku ini. Buku Kesenian Kebo Bule Kyai Slamet Geyol ini menjadi dasar karena mampu menceritakan sejarah dan hubungannya dengan terwujudnya sebuah kesenian asli Kabupaten Ponorogo, yakni Kesenian Kebo Bule Kyai Slamet. Banyak masyarakat diluar sana sudah mengetahui tentang Kebo Bule yang di sakralkan oleh masyarakat Surakarta, khususnya keluarga besar Keraton Surakarta Hadiningrat, namun banyak juga yang belum tahu asal mula sejarah bagaimana Keraton Surakarta Hadiningrat mendapatkan hewan langka dan sakral itu. Di dalam buku ini akan dijelaskan bagaimana latar belakang sejarah dari hewan Kebo Bule Kyai Slamet itu sendiri, dan bagaimana fakta-fakta sejarah dapat menginspirasi masyarakat di zaman milenial ini untuk membuat sebuah kesenian yang memiliki fungsi sebagai syiar Agama Islam, pembelajaran sejarah kepada masyarakat, dan media hiburan. Dalam proses penulisan buku ini, dapat berjalan lancar berkat dukungan dari berbagai pihak, secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih kepada: 1. Drs. H. Ipong Muchlissoni, selaku Bupati Kabupaten Ponorogo. 2. G.K.R Wandansari Koes Moertiyah, selaku Ketua Lembaga Dewan Adat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. 3. Lilik Slamet Raharjo, S.E., M.M., selaku Kepala Dinas Pariwisata Ponorogo. 4. Dr. Sulton, M.Si. selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Ponorogo. 5. H. Ahmad Tobroni Torejo, selaku Sesepuh Kabupaten Ponorogo vi 6. K.R.A.T Gandaning Puspito Hadinagoro, selaku budayawan dan sejarawan. 7. Slamet Daroini, selaku Kepala Desa Sukosari. 8. Suharjono, S.Pd, selaku Kepala Sekolah SMP Ma’arif 1 Ponorogo. 9. RT. Muhammad Masrofiqi Maulana, S.Ag selaku budayawan. 10. Segenap sesepuh dan masyarakat Desa Sukosari. 11. Seluruh pihak-pihak yang telah berperan dalam terciptanya Buku dan Kesenian Kebo Bule Kyai Slamet. Kami berharap, dengan terbitnya Buku Sejarah Kesenian Kebo Bule Kyai Slamet Geyol, dapat mengedukasi masyarakat tentang sejarah besar yang melatarbelakangi terciptanya Kesenian Kebo Bule Kyai Slamet di Ponorogo, menambah khazanah kesenian dan kebudayaan yang ada di Ponorogo, dan mengajak masyarakat khususnya para generasi milenial untuk lebih mencintai kesenian dan kebudayaan asli masyarakat Kabupaten Ponorogo

    Pioneers of Library Movement in Pakistan

    No full text
    The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders

    The Complete Muhammad Ali

    No full text
    Including material and photographs not included in most of the 100 other books about the champion, Ishmael Reed's The Complete Muhammad Ali is more than just a biography-it is a fascinating portrait of the 20th century and the beginning of the 21st. An honest, balanced portrayal of Ali, the book includes voices that have been omitted from other books. It charts Ali's evolution from Black Nationalism to a universalism, but does not discount the Nation of Islam and Black Nationalism's important influence on his intellectual development. Filipino American author Emil Guillermo speaks about how "The Thrilla' In Manila" brought the Philippines into the 20th century. Fans of Muhammad Ali, boxing fans, and those interested in modern African American history and the Nation of Islam will be fascinated by this biography by an accomplished American author.Intro -- DEDICATION -- INTRODUCTION -- The Curious History of an Icon -- CHAPTER 1 -- CHAPTER 2 -- CHAPTER 3 -- CHAPTER 4 -- CHAPTER 5 -- CHAPTER 6 -- CHAPTER 7 -- Did the Secret Government Fear a U.S. Muslim/Overseas Muslim Alliance? -- CHAPTER 8 -- CHAPTER 9 -- The Break Between the Prophet and his Disciple -- CHAPTER 10 -- CHAPTER 11 -- CHAPTER 12 -- The GOAT (Greatest Of All Time): Ali or Louis? -- CHAPTER 13 -- The Nation of Islam, the Mob, Showdowns in Canada and Sonny Liston -- CHAPTER 14 -- CHAPTER 15 -- The Taunts: Marketing or Racism? -- CHAPTER 16 -- CHAPTER 17 -- CHAPTER 18 -- CHAPTER 19 -- Boxing and the Brain -- CHAPTER 20 -- Ali's Feet -- CHAPTER 21 -- Mr. Dick -- CHAPTER 22 -- CHAPTER 23 -- The Opening Ceremonies, November 2005 -- CHAPTER 24 -- December 2005, Las Vegas -- CHAPTER 25 -- CHAPTER 26 -- June 16, 2004 -- CHAPTER 27 -- CHAPTER 28 -- CHAPTER 29 -- Aix-en-Provence -- CHAPTER 30 -- Ali as a Black Nationalist -- San Francisco, January 2004 Black Liberation Book Fair -- CHAPTER 31 -- January 31, 2004 -- CHAPTER 32 -- October 2005, Chicago -- CHAPTER 33 -- Why Ali remained with Elijah instead of following Malcolm -- CHAPTER 34 -- CHAPTER 35 -- February 4, 2006, Oakland, California -- CHAPTER 36 -- Like Zeus Descending from Mount Olympus -- CHAPTER 37 -- CHAPTER 38 -- Tuesday, February 28, 2006, New York -- CHAPTER 39 -- Bigger Than Boxing -- CHAPTER 40 -- Tribes Gallery, New York, April 2006 -- CHAPTER 41 -- June 2006, Louisville, Kentucky -- CHAPTER 42 -- CHAPTER 43 -- CHAPTER 45 -- Bad Company -- CHAPTER 46 -- Coxson, A Very Charming Rogue -- CHAPTER 47 -- Ali and the largest embezzlement scheme in Wells Fargo history -- CHAPTER 48 -- CHAPTER 49 -- "Lonnie is a stabilizing force."-Harry Belafonte -- October 29, 2006 -- CHAPTER 50 -- Abdul Rahman -- CHAPTER 51 -- CHAPTER 52 -- CHAPTER 53How Will Ali Be Remembered? New York, January 8, 2005 -- CHAPTER 54 -- CONCLUSION -- AFTERWORD -- Boxers' Rights? -- BIBLIOGRAPHY -- MUHAMMAD ALI -- ISLAM AND NATION OF ISLAM -- BOXING -- RELATED SUBJECTS -- ALSO AVAILABLE FROM BARAKA BOOKSIncluding material and photographs not included in most of the 100 other books about the champion, Ishmael Reed's The Complete Muhammad Ali is more than just a biography-it is a fascinating portrait of the 20th century and the beginning of the 21st. An honest, balanced portrayal of Ali, the book includes voices that have been omitted from other books. It charts Ali's evolution from Black Nationalism to a universalism, but does not discount the Nation of Islam and Black Nationalism's important influence on his intellectual development. Filipino American author Emil Guillermo speaks about how "The Thrilla' In Manila" brought the Philippines into the 20th century. Fans of Muhammad Ali, boxing fans, and those interested in modern African American history and the Nation of Islam will be fascinated by this biography by an accomplished American author.Description based on publisher supplied metadata and other sources.Electronic reproduction. Ann Arbor, Michigan : ProQuest Ebook Central, YYYY. Available via World Wide Web. Access may be limited to ProQuest Ebook Central affiliated libraries

    PENGARUH PROMOSI, HARGA DAN PHYSICAL EVIDENCE TERHADAP KEPUTUSAN BELAJAR DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN PELITA TIGA NO. 1 JAKARTA

    No full text
    PENGARUH PROMOSI, HARGA DAN PHYSICAL EVIDENCE TERHADAP KEPUTUSAN BELAJAR DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN PELITA TIGA NO. 1 JAKARTA MUHAMMAD SLAMET BUDIHARSANA ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui permasalahan penurunan jumlah siswa SMK Pelita Tiga pada periode 2011 sampai 2015 dilihat dari sudut pandang promosi, harga dan physical evidence. Peneliti telah menguji pengaruh promosi, harga dan physical evidence terhadap keputusan siswa untuk belajar di SMK Pelita Tiga menggunakan program SPSS. Responden penelitian ini adalah siswa-siswi SMK Pelita Tiga dari kelas X, XI dan XII. Berdasarkan hasil uji t diketahui bahwa variabel physical evidence berpengaruh terhadap keputusan siswa untuk belajar di SMK Pelita Tiga, sedangkan variabel promosi dan variabel harga tidak berpengaruh. Physical Evidence mempunyai nilai koefisien sebesar 0,603 Harga mempunyai nilai koefisien sebesar 0,121 dan Promosi mempunyai nilai koefisien sebesar 0,069 Manajemen SMK Pelita Tiga perlu memprioritaskan pebaikan variabel physical evidence dibandingkan variabel yang lain, tanpa mengabaikan perbaikan variabel promosi dan variabel harga. Kata kunci: promosi, harga, physical evidence dan keputusan belajar

    Sebaran Pohon Pakan Orangutan Sumatera (Pongo abelii. Lesson,1827.) Menggunakan Aplikasi Sistem Informasi Geografis

    No full text
    MUHAMMAD MARLIANSYAH: Distribution of Feeding Trees Sumatran Orangutan (Pongo abelii. Lesson, 1827.). Using Geographic Information System Application. Supervised by BEJO SLAMET and ETTI SARTINA SIREGAR. Research on the distribution of the source tree orangutans feed on natural forests with the application of Geographical Information Systems (GIS) has not done a lot. Identify the distribution of food trees is to map and identify the Sumatran Orangutan feed tree species using the application of geographical information systems (GIS). Identify the distribution of food trees is done by search to areas that have been known to cruise orangutans coordinates points the location where orangutans do kegitan eating activity using a Garmin GPS 60Cx, then processed by using the software ArcView 3.3. While the name of the feed in the identification of tree species in the laboratory. There are found 190 individual trees. From the 190 individual trees of 101 species of trees, there are 52 Orangutan food trees based on a list of plants orangutan food trees Observation Center for Orangutan Bukit Lawang, Gunung Leuser National Park and 49 other tree species with potential as a feed tree which consists of 24 families. The feed tree species found in and dominate, namely from 50 individuals of family Dipterocarpaceae, Myrtaceae as much as 26 individuals, as many as 16 individual Fagaceae, Moraceae Sapindaceae as many as 12 individuals and 11 individuals. The identification results of 190 individual trees are made of feed tree distribution maps, which are grouped based on diameter class and at an altitude above sea level. Results of vegetation analysis of 20 observations where the sample plot was obtained as many as 37 species of trees with the Shannon-wiener diversity index (H ') of 3.19.55 halamanSkripsi Sarjan

    Sebaran Pohon Pakan Orangutan Sumatera (Pongo abelii. Lesson,1827.) Menggunakan Aplikasi Sistem Informasi Geografis

    No full text
    MUHAMMAD MARLIANSYAH: Distribution of Feeding Trees Sumatran Orangutan (Pongo abelii. Lesson, 1827.). Using Geographic Information System Application. Supervised by BEJO SLAMET and ETTI SARTINA SIREGAR. Research on the distribution of the source tree orangutans feed on natural forests with the application of Geographical Information Systems (GIS) has not done a lot. Identify the distribution of food trees is to map and identify the Sumatran Orangutan feed tree species using the application of geographical information systems (GIS). Identify the distribution of food trees is done by search to areas that have been known to cruise orangutans coordinates points the location where orangutans do kegitan eating activity using a Garmin GPS 60Cx, then processed by using the software ArcView 3.3. While the name of the feed in the identification of tree species in the laboratory. There are found 190 individual trees. From the 190 individual trees of 101 species of trees, there are 52 Orangutan food trees based on a list of plants orangutan food trees Observation Center for Orangutan Bukit Lawang, Gunung Leuser National Park and 49 other tree species with potential as a feed tree which consists of 24 families. The feed tree species found in and dominate, namely from 50 individuals of family Dipterocarpaceae, Myrtaceae as much as 26 individuals, as many as 16 individual Fagaceae, Moraceae Sapindaceae as many as 12 individuals and 11 individuals. The identification results of 190 individual trees are made of feed tree distribution maps, which are grouped based on diameter class and at an altitude above sea level. Results of vegetation analysis of 20 observations where the sample plot was obtained as many as 37 species of trees with the Shannon-wiener diversity index (H ') of 3.19.55 halamanSkripsi Sarjan

    Manajemen strategik (sebuah kajian dalam pendidikan Islam)

    No full text
    Buku ini memuat makalah hasil kajian literatur beberapa dosen, alumni, dan mahasiswa Program Doktor Angkatan Tahun 2020, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Pascasarjana, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Makalah yang diterbitkan ini berkaitan langsung dengan kajian literatur dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam. Makalah mahasiswa merupakan tugas akhir matakuliah Manajemen Strategik Pengembangan Pendidikan Islam yang diampuh oleh Prof. Dr. Widji Astutik, MM, CPMA dan Slamet, SE., MM., PhD. Tujuan umum buku ini adalah untuk memperkaya khasanah keilmuan di bidang Manajemen Pendidikan Islam. Tujuan khusus yaitu untuk mendorong dan mengajak mahasiswa Program Doktor untuk menulis secara kritis secara akademik. Menulis kritis dapat dimanifestasikan dalam bentuk makalah dengan pendekatan Critical Analysis. Tujuan lain dari publikasi makalah mahasiswa dalam bentuk buku ini yaitu agar mahasiswa ikut bertanggungjawab atas makalah yang dikumpulkan kepada dosen. Karena disinyalir banyak mahasiswa, ketika mengumpulkan tugas-tugas kuliah, motivasinya tidak lebih sekedar nilai akhir. Yang patut difahami setiap mahasiswa Program Doktor yaitu syarat mendapatkan gelar doktor wajib menulis disertasi. Menulis disertasi dapat dilakukan melalui kajian kritis dan mendalami literatur-literatur yang relevan ditambahkan dengan proses penelitian. Disertasi sangat berbeda dengan tesis atau skripsi. Disertasi merupakan gambaran core competence seorang doktor. Ketika seseorang menulis disertasi dengan tema “Manajemen Kurikulum” misalnya, maka publik menganggap seorang doktor tersebut pakar di bidang manajemen kurikulum. Oleh sebab itu, membuat makalah dengan pendekatan critical analysis merupakan syarat wajib bagi setiap mahasiswa program doktor. Menulis makalah dengan pendekatan critical analysis yang diberikan oleh setiap dosen pengampu, sesungguhnya merupakan bagian dari proses menulis disertasi. Dengan demikian, mahasiswa Program Doktor menulis makalah merupakan bagian penting dari proses menulis disertasi. Sebagai editor, menyadari bahwa makalah-makalah yang diterbitkan dalam buku ini tidak semuanya memiliki bobot di mata pembaca, tetapi yang patut dihargai adalah sumbangsih hasil pemikiran dalam pengembangan khasanah akademik, khususnya di lingkungan Pascasarjana, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Sekaligus memberikan pembelajaran kepada mahasiswa dan ikut bertanggungjawab bahwa tugas-tugas dalam bentuk makalah dibaca, tidak saja oleh dosen pengampu, tetapi dibaca oleh publik akademik. Menerbitkan makalah mahasiswa sebagai tugas akhir – matakuliah Manajemen Strategik Pengembangan Pendidikan Islam – dalam bentuk buku merupakan yang pertama kali dan akan dilanjutkan pada makalah mahasiswa Program Doktor Angkatan berikutnya. Tema besar buku ini adalah manajemen strategik dalam konteks Pendidikan Islam. Manajemen strategik merupakan proses menentukan (strategic formulation), mengimplementasikan (strategic implementation), dan mengevaluasi (strategic evaluation) arah strategis yang ingin dicapai. Arah strategis tergambar pada pernyataan visi. Sebagian besar makalah dalam buku ini mengangkat tema “Kepemimpinan”. Kepemimpinan merupakan bagian kecil dari proses menentukan dan mencapai arah strategis. Oleh sebab itu, diharapkan buku selanjutnya akan lebih memperluas dan memperkaya wawasan dan pemahaman tentang Manajemen Strategik Pengembangan Pendidikan Islam di Indonesia

    Nilai Pendidikan Karakter Dalam Kitab Washaya Al-Aba’ Li Al-Abna Karya Muhammad Syakir Al-Iskandari

    No full text
    This research aims to identify the character education values ​​contained in the book Washaya al-Aba' li al-Abna Muhammad Syakir and the role of his opinion on the richness of character education values. It is hoped that this research can be used as a source or reference in efforts to develop education and character as a whole, especially character education according to Islam. It can also be used as a reference to facilitate understanding of character education and as a reference for relevant research in the future. This research method is qualitative and uses a narrative biography method. By using a descriptive presentation approach, this autobiography of the character's thoughts combines the ideas of character education from his work. Library research, or library research, is a research method that involves books, articles, notes and electronic media. with primary sources from the book Washaya al Aba Li al-Abna and secondary sources from study books. In this research, data collection was carried out through the documentation method, which includes searching for data through variables such as notes, books, and articles, among others. The author used a content analysis study to analyze the data; they analyzed the data textually based on the contents of the book. The research results show that the book Washaya al Aba Li al-Abna contains 17 educational character values, divided into two categories: 10 character values ​​fall into the moral category and 7 character values ​​fall into the performance category. Faith and piety, love and obedience to the Messenger of Allah, respect for parents, respect for teachers, truth or honesty, nobility or self-respect, patience, sincerity and a simple life are moral characters. Performance characteristics also include trust, discipline, hard work, never giving up, love of the country, interest in reading or literacy knowledge, and concern for the environment

    Studi analisis rumus menghitung beda azimut kiblat dan azimut matahari karya Slamet Hambali

    No full text
    Pengukuran arah kiblat menggunakan alat bantu teodolit membutuhkan perhitungan beda azimut. Beda azimut kiblat maupun Matahari tidak pernah menghasilkan angka dalam bentuk derajat, selalu melebihkan menit maupun detik, hal ini menyebabkan observer melakukan pembulatan, dan berdampak kurang bahkan tidak tepatnya hasil pengukuran arah kiblat. Slamet Hambali seorang ahli falak menciptakan rumus beda azimut kiblat dan azimut Matahari tanpa menit dan detik, dalam rangka untuk mendapatkan arah kiblat yang sangat akurat. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk menelitinya lebih lanjut, mengapa Slamet Hambali menciptakan rumus menghitung beda azimut kiblat dan azimut matahari tanpa kelebihan menit dan detik dan bagaimana keakuratannya? Metode penelitian ini berdasarkan analisisnya termasuk kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah library research, yakni pengumpulan data dan informasi pengetahuan yang berhubungan dengan penelitian, teutama yang berkaitan dengan rumus menghitung beda azimut kiblat dan azimut Matahari karya Slamet Hambali. Sumber data sekundernya adalah wawancara kepada Slamet Hambali sebagai penemu rumus menghitung beda azimut kiblat dan Azimut Matahari tanpa menit dan detik. Data-data tersebut dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif, kemudian sebagai tolak ukur akurasi, rumus tersebut diaplikasikan menggunakan alat bantu teodolit dan diuji di Masjid Agung Jawa Tengah, karena sudah teruji keakuratan arah kiblatnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa :Pertama, Slamet Hambali menciptakan rumus beda azimut kiblat dan azimut Matahari tanpa menit dan detik di latarbelakangi oleh hasil penelitian Muhammad Adieb dalam skripsinya yang brjudul “ Studi Komparasi Penentuan Arah Kiblat Istiwaaini Karya Slamet Hambali dengan Teodolit”. Dalam skripsi tersebut Muhammad Adieb telah melakukan pengukuran arah kiblat Masjid Agung Jawa Tengah yang membandingkan antara alat bantu istiwaaini karya Slamet Hambali dengan alat bantu teodolit yang keduanya sama-sama memanfaatkan posisi Matahari dengan menggunakan rumus yang sama, akan tetapi menghasilkan arah kiblat yang berbeda. Hal ini dipastikan Muhammad Adieb melakukan pembulatan dalam penetapan angka tersebut. Kedua, Pengukuran arah kiblat menggunakan rumus menghitung beda azimut kiblat dan azimut Matahari tanpa menit dan detik dengan alat bantu teodolit adalah sangat akurat. Dalam hal ini dibuktikan dari 4 (empat) kali pengujian yang dilakukan pada tanggal 11, 12 dan 14 April 2019 di Masjid Agung Jawa Tengah. Hasil pengukuran arah kiblat selalu sama dengan arah kiblat Masjid Agung Jawa Tengah

    Slamet Diharjo Dalam Pelestarian Tari Lundoyo di Desa Kemiren

    No full text
    In the current period, Banyuwangi arts have experienced a decline in interest due to the times, but traditional communities still maintain existing arts as a forum for cultural preservation, one type of art is Barong Lundoyo which can be interpreted as one of the most valuable barongs inherited by Wong Osing ancestors. With this art's presence, one artist made a dance work, namely the Lundoyo Dance. Slamet Diharjo is an art activist who created Lundoyo Dance in 2013. Rituals held in Banyuwangi always involve performing arts. In preparing this Lundoyo Dance, Slamet Diharjo poured elements ranging from movement, music, makeup, and property. As the inheritor of cultural preservation, Slamet Diharjp hopes that young people today will remember their culture. This dance contains a message that if we do wrong, it will disappear with goodness in life. Keywords: Tradition Preservation; Barong Lundoyo; Dance Meanin
    corecore