238 research outputs found

    Peran dakwah Ustadz Asep Setiadi dalam membekali jamaah membentuk karakter anak : Studi kasus perilaku anak di lingkungan Masjid Qurrota A’yun

    No full text
    Ustadz Asep mengadakan kajian yang lebih interaktif dan relevan dengan kehidupan mereka. Kajian ini tidak hanya membahas masalah keagamaan, tetapi juga masalah-masalah sosial yang dihadapi anak-anak sehari-hari. Dengan gaya penyampaian yang akrab dan bahasa yang mudah dimengerti, beliau berhasil menarik perhatian para jamaah di lingkungannya untuk aktif mengikuti kajian dan membekali pengetahuan untuk membentuk karakter anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bentuk dakwah yang dilakukan sehingga tercipta perubahan perilaku anak di Lingkungan Masjid Qurrota A’yun (2) faktor pendukung dan penghambat dalam peran dakwah pada perubahan perilaku anak di Lingkungan Masjid Qurrota A’yun (3) solusi menyelesaikan hambatan dalam perubahan perilaku anak yang dipengaruhi oleh lingkungan dan keluarga. Berdasarkan tujuan tersebut, maka teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori interaksionisme simbolik serta Teori proses dan tahapan dakwah. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme yang menghasilkan temuan dari pengalaman subjek penelitian. Selain itu, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk perubahan perilaku anak, hal ini karena anak menjadi instrument utama untuk menggambakan realitas simbolik menjadi deskriptif. Hasil pembahasan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa pendekatan dakwah yang fleksibel, interaktif, dan disesuaikan dengan usia jamaah berhasil menciptakan perubahan perilaku positif, terutama di kalangan anak-anak. Ustaz Asep menghadapi tantangan dalam menyesuaikan metode dakwah terhadap preferensi jamaah yang beragam, terutama anak-anak dengan selera pengajian yang berbeda-beda. Ustaz Asep Setiadi menggunakan beberapa solusi untuk mengatasi hambatan dalam perubahan perilaku anak, terutama yang dipengaruhi oleh lingkungan dan keluarga Penyesuaian metode dakwah ini meliputi doktrin sederhana untuk anak-anak, pendekatan dialogis untuk remaja, serta monolog ilmiah untuk orang dewasa. Hasilnya, anak-anak menjadi lebih tertarik dan disiplin dalam mengikuti kegiatan keagamaan, sementara remaja dan orang dewasa mampu menerapkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari

    Character Education of Prof. Dr. KH. Asep Saefuddin Chalim, MA (Analysis of the Poems in the Book of Dhalilun Najah)

    No full text
    Education is the key to civilization, where instilling good character values ​​ will strengthen the character foundations of the nation's children. From this literary work, the authors want to convey a meaning contained in it. Dhalilun Najah's book Clue to success of Prof. Dr. KH. Asep Saefuddin Chalim, MA. The book is a book published in 2018 which will be researched and reviewed in the contents of the book. What kind of clues to success do you offer? Prof. Dr. KH. Asep Saefuddin Chalim, MA so that you can achieve a dream and can form character. This research aims to the poems in Dhalilun Najah related to the character values ​​contained in Prof. Dr. KH. Asep Saefuddin Chalim, MA., and analyze Prof.'s character education learning model. Dr. KH. Asep Saefuddin Chalim, MA in the poetry of Dhalilun Najah. By using the type of literature review research (Library Research). The approach used in this study is qualitative. The data source in this research is the book Dhalilun Najah by Prof. Dr. KH. Asep Saefuddin Chalim, MA chapter on poetry pages 57 to 66. The results of the research that have been examined by the author are 1) the character values ​​contained in the poems of Dhalilun Najah by Prof. Dr. KH. Asep Saefuddin Chalim, MA, among others: a) Religious, b) Tolerance, c) Discipline, d) Hard work, e) Independence, f) Love of Peace, g) Love of Reading, h) Responsibility, these eight characters are contained in Dhalilun Najah's poetry which is the basis for character education in the book by Prof. Dr. KH. Asep Saefuddin Chalim, MA. 2) The character education learning model in the poetry of Dhalilun Najah by Prof. Dr. KH. Asep Saefuddin Chalim, MA uses an information processing model which this model has four components, namely: a) approach, b) learning strategy, c) method, d) learning technique

    Eksperimentasi Permasalahan Teknik-teknik pada Cello Concerto No.1 Bagian Pertama “Allegretto” Karya Dmitri Shostakovich

    No full text
    ABSTRAK Penguasaan teknik bagi seorang resitalis merupakan suatu keharusan, sesuai dengan tingkat kesulitan teknis yang ingin dicapai. Penulis mengacu pada penandaan teknis oleh pemain cello Mstislav Rostropovich untuk fingering dan bowing dalam repertoar pertama Cello Concerto No. 1 karya Dmitri Shostakovich yang kemudian ditemukan ketidakcocokan dalam preferensi pertimbangan teknis dan membuat penulis ingin mencoba bereksperimen untuk memecahkan masalah kesulitan teknis dalam repertoar tersebut. Technical Problems Experimentation in The Cello Concerto No.1, First Movement "Allegretto" by Dmitri Shostakovich ABSTRACT A recitalist's mastery of technique is a must, according to the level of desired achievements of technical difficulties. The author refers to the technical markings by cellist Mstislav Rostropovich for fingerings and bowings in the first cello concerto No.1 by Dmitri Shostakovich, which later was found discrepancies in the preferences of technical considerations, thus have made the author want to try to solve technical problems in the repertoire in a more personal way.

    IMPROVING STUDENTS’ WRITING SKILL THROUGH THE GENRE-BASED APPROACH IN GRADE XI/S3 OF SMAN 1 PLERET

    No full text
    This research was aimed at improving the students’ writing skills through the genre-based approach in grade XI/S3 of SMAN 1 Pleret in the academic year of 2012/2013. The study was action research that consisted of two cycles and was done in collaboration with the English teacher, the students and researcher’s colleague as colaborators. The research was carried out in May 2013. The subjects of the study were class XI/S3 students of SMAN 1 Pleret Bantul in the academic year of 2012/2013. The data were collected through observation, interviews, and test on the students’ performance using instruments of interview guideline, observation sheet and writing rubric. The data from the observation and interviews were analyzed qualitatively and the students’ test scores were analyzed using descriptive statistics. The validity used were democratic validity, outcome validity, process validity, catalytic validity and dialogic validity. The reliability used were time triangulation and investigator triangulation. The steps of the research were reconnaissance, planning, action and observation, and reflection. The results of the research demonstrate that the implementation of the genre-based approach was able to improve students’ writing skills. Students’ problems in writing can be diminished by implementing the stages in the genre-based approach. The building knowledge of the field and the modeling and deconstructing of the text stages improved the students’ vocabulary and knowledge on the topic and context of the text, and their knowledge and ability on the text type including the text structure and language features. The joint construction and the independent construction of the text stages improved the students’ ability in exploring ideas and developing them into a good text. Scores of the students’ performance also indicate improvement in the students’ writing skill. The students’ mean scores gradually increased from 55.53 in the pre-conditional test to 58.68 in Cycle I and to 61.53 in Cycle II

    PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN KOMPETENSI APARATUR TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PUBLIK

    No full text
    Tujuan dari artikel ini adalah untuk melihat pengaruh kepemimpinan dan kompetensi aparatur terhadap kualitas pelayanan publik. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: Kepemimpinan berpengaruh terhadap kualitas pelayanan publik pada Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kota Banjar dengan kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan berpengaruh sedang terhadap kualitas pelayanan public. Semakin baik kepemimpinan maka akan semakin baik kualitas pelayanan publik pada Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kota Banjar; Kompetensi aparatur berpengaruh terhadap kualitas pelayanan publik pada Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kota Banjar dengan kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa Kompetensi aparatur berpengaruh sedang terhadap kualitas pelayanan public. Semakin baik Kompetensi aparatur maka akan semakin baik kualitas pelayanan publik pada Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kota Banjar; Kepemimpinan dan kompetensi aparatur berpengaruh terhadap kualitas pelayanan publik pada Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kota Banjar dengan kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa Kepemimpinan dan kompetensi aparatur berpengaruh sangat baik terhadap kualitas pelayanan public. Semakin baik Kepemimpinan dan kompetensi aparatur maka akan semakin baik kualitas pelayanan publik pada Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kota Banjar

    Analisis Kontrastif Klausa Verbal Pasif dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda (Tinjauan Sintaksis)

    No full text
    Penelitian ini berjudul “Analisis Kontrastif Klausa Verbal Pasif dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda (Tinjauan Sintaksis)”. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan persamaan dan perbedaan konstruksi klausa verbal pasif dalam bahasa Indonesia dan bahasa Sunda. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif dan analisis kontrastif, data penelitian ini berupa klausa yang mengandung verba pasif baik dalam bahasa Indonesia dan bahasa Sunda. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode simak yang diwujudkan dengan teknik sadap dan tenik catat. Penelitian ini menggunakan metode struktural dan agih sebagai metode analisis data. Berdasarkan analisis dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut. Persamaan konstruksi klausa verbaa pasif dalam bahasa Indonesia dan bahasa Sunda, klausa (16 data) dan (20 data). Kemudian, perbedaan konstruksi klausa verba pasif dalam bahasa Indonesia dan bahasa Sunda, klausa (14 data) yang diperbandingkan dengan terjemahan bahasanya. Bentuk persamaan konstruksi klausa verbal pasif dalam bahasa Indonesia dan bahasa Sunda dapat terbagi ke dalam dua bentuk, yaitu bentuk pasif kanonis dengan pembagian prefiks di- dengan di-, konfiks di-kan (BI) dengan di-keun (BS), konfiks di-i (BI) dengan di-an (BS) dan bentuk pasif bentuk lainnya dengan pembagian prefiks ter- (BI) dengan ti- (BS), prefiks ter- (BI) dengan ka- (BS), dan konfiks ter-i (BI) dengan ka-an (BS). Bentuk perbedaan konstruksi klausa verbal pasif dalam bahasa Indonesia dan bahasa Sunda dapat terbagi ke dalam dua bentuk, yaitu bentuk pasif kanonis dan pasif bentuk lainnya dengan pembagian prefiks di- (BI) sepadan dengan kombinasi afiks di-+-an dan di-+-keun (BS), prefiks diper- (BI) sepadan dengan kombinasi afiks di-+-an (BS), prefiks di- (BI) sepadan dengan konfiks di-+-i (BS), prefiks ter- (BI) sepadan dengan konfiks ka-+-i (BS), kombinasi afiks dikan (BI) sepadan dengan prefiks di- (BS), kombinasi afiks ter-i (BI) sepadan dengan prefiks ka- (BS), kombinasi afiks di-i (BI) sepadan dengan kombinasi afiks di-+-an (BS), kombinasi afiks dengan pola berbeda diper-kan (BI) dengan di-+-keun (BS), dan prefiks ter- (BI) sepadan dengan sufiks –eun (BS)

    STUDI PEMAHAMAN DAN PENERAPAN CONSTRUCTABILITY OLEH KONTRAKTOR

    No full text
    Perkembangan industri konstruksi semakin menunjukkan prestasi, walaupun kondisi perekonomian tidak menentu. Seperti terlihat banyak gedunggedung maupun perumahan tumbuh pesat seakan kebutuhan akan hal itu tidak akan habis. Untuk dapat mewujudkan bangunan fungsional yang sesuai keinginan dan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi penghuninya, maka diperlukan perencanaan yang baik serta pemilihan terhadap pihak-pihak yang akan melaksanakannya. Constructability sebagai program pengelolaan proyek konstruksi masih belum populer di Indonesia, padalah program ini telah mendapat pengakuan sebagai aspek unik yang penting dalam pengelolaan proyek konstruksi. Constructability didefinisikan sebagai pemanfaatan secara optimum pengetahuan dan pengalaman konstruksi pada proses perencanaan, perancangan, pengadaan dan pelaksanaan konstruksi untuk mencapai tujuan proyek. Constructability sebagai program pengelolaan proyek konstruksi masih belum populer di Indonesia, padahal program ini telah mendapat pengakuan sebagai aspek unik yang penting dalam pengelolaan proyek konstruksi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner ke perusahaan-perusahaan kontraktor di Jakarta, Jawa Tengah, dan Yogyakarta, yang seluruhnya berjumlah 30 responden. Hasil jawaban responden diolah dengan metode analisis deskriptif yaitu mencari nilai mean dan metode persentase. Penelitian ini dilakukan pada lima belas kontraktor golongan menengah ke atas di Jakarta, Jawa Tengah, dan Yogyakarta dengan menilai pemahaman dan penerapan constructability melalui empat komponen pemahaman dan empat komponen penerapan. Komponen pemaahaman terdiri atas: (1) definisi, (2) manfaat, (3) konsep dan perkembangan constructability, serta (4) hubungan constructability dengan value engineering dan total quality management. Sementara itu, komponen penerapan terdiri atas: (1) aturan perusahaan, (2) personil, (3) implementasi, dan (4) dokumentasi yang dipadukan dengan dua belas prinsip-prinsip constructability. Hasil penelitian menunjukkan interpretasi nilai rata-rata pemahaman constructability 73,98% atau "pemahaman kuat", sedangkan penerapan constructability berada pada angka 74,65% atau "penerapan kuat". Komponen pemahaman yang paling kuat adalah "manfaat", sedangkan komponen penerapan yang paling kuat adalah "dokumentasi"

    TRANSFORMASI KESENIAN BELUK DI KAMPUNG ADAT CIKONDANG KABUPATEN BANDUNG DARI RITUAL MENJADI PERTUNJUKAN TAHUN 1940-2021

    No full text
    Skripsi ini yang berjudul “Transformasi Kesenian Beluk Di Kampung Adat Cikondang Kabupaten Bandung Dari Ritual Menjadi Pertunjukan Tahun 1940-2021”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penulis ingin memahami transformasi fungsi kesenian beluk Di Kampung Adat Cikondang. Tujuan penelitian ini untuk menelusuri sejarah kesenian beluk di Kampung Adat Cikondang, Kabupaten Bandung, menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya transformasi kesenian beluk, Proses terjadinya kesenian beluk dan respon dari seniman beluk dan masyarakat Cikondang terhadap transformasi kesenian beluk di Kampung Adat Cikondang, Kabupaten Bandung. Metode penelitian menggunakan metode sejarah dengan menggunakan langkah-langkah penelitian seperti heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini ialah Pertama, Kesenian beluk Cikondang mulai berkembang pada tahun 1940-an dengan berdirinya kelompok kesenian beluk Mitra Saluyu, pada tahun 1980-an kesenian beluk Cikondang hampir punah, kesenian beluk Cikondang aktif kembali ditandai berdirinya kelompok kesenian beluk Wargi Saluyu pada tahun 1940. Kedua, Transformasi kesenian beluk Cikondang dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor eksternal dan faktor internal, faktor eksternal merupakan faktor dari luar seniman kesenian beluk dan faktor internal merupakan faktor dari dalam seniman kesenian beluk yang mendorong melakukan transformasi sebagai upaya strategi pelestarian kesenian beluk Cikondang. Ketiga, proses transformasi kesenian beluk Di Kampung Adat Cikondang, fungsi awalnya sebagai ritual menjadi pertunjukan ditandai dengan kesenian beluk Cikondang yang tampil di acara Wisuda Universitas Padjadjaran tahun 1940 dan setelah tampil di acara-acara pertunjukan lainnya. Keempat, transformasi fungsi kesenian beluk Cikondang ini direspon dengan baik oleh seniman beluk Cikondang dan masyarakat Cikondang. Kata Kunci: Kesenian Beluk Cikondang, Kampung Adat Cikondang, Transformasi ABSTRACT This thesis is entitled "The Transformation of Beluk Art in Indigenous Village Cikondang Bandung Regency from Ritual to Performance 1940-2021". This research was motivated by the author wanting to understand the transformation of the function of beluk art in Cikondang Traditional Village. The purpose of this study is to trace the history of beluk art in Kampung Adat Cikondang, Bandung Regency, analyze the factors that caused the transformation of beluk art, the process of beluk art and the response of beluk artists and the Cikondang community to the transformation of beluk art in Kampung Adat Cikondang, Bandung Regency. The research method uses the historical method by using research steps such as heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The results of this study are First, Cikondang beluk art began to develop in the 1940s with the establishment of the Mitra Saluyu beluk art group, in the 1980s the art of Cikondang beluk was almost extinct, the Cikondang beluk art was active again marked by the establishment of the Wargi Saluyu beluk art group in 1940. Second, the transformation of the art of beluk Cikondang is influenced by two factors, namely external factors and internal factors, external factors are factors from outside the beluk art artist and internal factors are factors from within the beluk art artist that encourage transformation as an effort to preserve the art of beluk Cikondang. Third, the transformation process of beluk art in Cikondang Traditional Village, its initial function as a ritual into a performance was marked by the Cikondang beluk art which performed at the Padjadjaran University Graduation ceremony in 1940 and after performing at other performance events. Fourth, the transformation of the Cikondang beluk art function was responded well by the Cikondang beluk artists and the Cikondang community. Keywords: Beluk Cikondang Art, Cikondang Traditional Village, Transformatio

    Pelestarian Bahasa Daerah (Sunda) Dalam Upaya Mengokohkan Kebudayaan Nasional

    No full text
    Bahasa merupakan salah satu warisan budaya yang harus dilestarikan eksistensinya. Bahasa daerah atau bahasa Ibu merupakan cikal-bakal dari bahasa nasional. Bahasa daerah akan hilang eksistensinya di Nusantara jika tidak ada upaya khusus pelestariannya. Oleh sebab itu dalam rangka melestarikan bahasa daerah perlu kiranya upaya yang sistematis dan terstruktur untuk tetap menjadikan bahasa daerah sebagai bahasa Ibu dari masing-masing penduduk Nusantara. Salah satu upaya pelestarian tersebut adalah dengan membiasakan berbahasa ibu dalam berkomunikasi di lingkunagn keluarga,keluarga adalah bagian yang paling menentukan dalam pelestarian bahasa ibu. Upaya lainnya adalah dengan membuat rancangan tersetruktur pembelajaran bahasa daerah di sekolah, mulai dari tahap dasar hingga perguruan tinggi
    corecore