61 research outputs found

    الصلاة في الديانة النصرانية الأرثودكسية السورية والإسلام

    No full text
    ABSTRAK Shalat Dalam Pandangan Agama Kristen Orthodoks Suriah Dan Islam Sariyah Shalat salah satu bentuk ibadah mu'amalah manusia dangan Tuhannya.Dan shalat adalah yang pertama di perintahkan dalam agama Samawi. Salah satunya agama Kristen Orthodoks Suriah, di dalam agama tersebut diajarkan shalat, agama tersebut bersandar pada upacara kereja masa purba. Dan di dalam shalatnya menggunakan bahasa arami, shalat mempunyai peranan yang sangat penting dalam membangun mu'amalah manusia dengan yang lainnya. Shalat mempunyai arti, tata cara shalat, jumlah dan waktunya, Shalat dalam agama KOS terbatas dengan waktu, mereka shalat sebanyak tujuh kali dalam sehari setiap dua jam sekali, Shalat dalam Islam lima waktu dalam sehari. Peneliti memilih permasalahan ini, karena peneliti mengetahui bahwasanya agama ini menjaga ajaran ibadah pada jaman dahulu, namun perintah shalat adalah untuk menyembah Allah, sedangkan shalat yang dilakukan oleh KOS adalah menyembah tiga tuhan. Banyak persamaan antara kedua agama tersebut dalam shalat, dan peneliti akan membandingkan tentang shalat dari keduanya sampai jelas. Tujuan membahas judul ini untuk mengetahui pemahaman shalat menurut mereka dan mengungkap persamaan dan perbedaan dari kedua agam tersebut. Dalam pembahasan ini peneliti menggunakan metode deskriptif, metode analisis dan metode comparative, untuk membahas shalat dalam agama kristen orthodoks suriah dan islam, dan pembahas membandingkan shalat dari kedua agama tersebut. Baru setelah itu mengambil kesimpulan. Dengan metode yang digunakan tersebut, penulis dapat memberikan kesimpulan bahwa sholat dalam agama Kristen Orthodoks Suriah adalah sholat di ajarkan langsung oleh tuhan mereka yaitu yesus yang dianggap sebagai tuhan mereka, dan pelaksanaannya didalam gereja yang jumlah sholatnya dalam sehari tujuh waktu atau disebut "kitabus sabu'us shalawat"dan pelaksanaannya dalam sehari di lakukan setiap dua jam sekali, disetiap gerakannya didahului oleh gerakan salib dan dipimpin oleh imam yang berjubah hitam atau putih, namun dalam Islam Sholat adalah mempunyai arti yang sangat luas, sholat adalah perintah yang pertama yang diperintahkan oleh Allah. Sholat dalam islam memilki dasar yang kuat di dalam al-qur'an, shalat hanya untuk Allah seorang tidak untuk yang lainnya. Sholat mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam pribadi seseorang, jika sholatnya baik maka baiklah seluruh amalannya, jika sholatnya rusak maka seluruh amalannya juga rusak. Dan sholat mencegah diri kita dari perbuatan yang keji dan mengerjakan perbuatan yang baik. Dan beribadah hanya mengharap ridhoNya semata. Pembahasan ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak kesalahan, oleh karena itu penulis mengharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk melengkapi kekurangan-kekurangan yang ada dalam pembahasan ini, agar menjadi lebih baik dari sebelumnyа

    Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI TKJ di SMK Negeri 11 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Sariyah. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning TerhadapKemampuan Berpikir Kritis SiswaKelas XITKJdi SMKNegeri 11Malang. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nur Wahyu Rochmadi, M. Pd., M. Si (II) Drs. Petir Pudjantoro, M. Si.   Kata Kunci: Pembelajaran, Model Problem Based Learning, Kemampuan Berpikir Kritis.   Model Pembelajaran Problem Based Learning merupakan salah satu model pada pendekatan saintifik dimana Model Problem Based Learning merupakan model pembelajaran yang menyajikan suatu situasi masalah autentik kepada siswa. Siswa dituntut untuk aktif melakukan penyelidikan secara mendalam sehingga siswa mampu menyusun pengetahuan mereka sendiri, mengembangkan inkuiri dan keterampilan berpikir pada level yang lebih tinggi, mengembangkan kemandirian dan rasa percaya diri.   Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh penerapan model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 11 Malang dengan Populasi siswa kelas XI TKJ. Dalam penelitian ini kelas XI TKJ 2 DAN XI TKJ 3 merupakan sampel penelitian. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan rancangan penelitian nonequivalent pretest-postest control group design. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji beda menggunakan Independent Sample T-test.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kelas eksperimen yang diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning memperoleh rata-rata peningkatan kemampuan berpikir kritis yang lebih besar dibandingkan kelas kontrol yaitu dari 53,38 menjadi 80,80, sementara pada kelas kontrol dari 53,67 menjadi 63,19. (2) Dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning peserta didik dituntut untuk aktif berinteraksi dab berbagi pengetahuan dengan teman kelompoknya, sehingga kemampuan berpikir siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. (3) Model Problem Based Learning berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji hipotesis, kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol yang memiliki nilai sig (2-tailed) 0,000 < 0,05. Model Problem Based Learning memiliki kontribusi yang relatif tinggi terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar guru menerapkan Model Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, mengingat pentingnya keterlibatan siswa dalam proses pemecahan masalah sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan.

    Late reduction in congenital dislocation of the hip and the need for secondary surgery: radiologic predictors and confounding variables

    No full text
    Background: Despite early recognition and appropriate treatment of congenital dislocation of the hip, there are a number of cases that subsequently require further surgery to prevent progressive dysplasia, instability, and eventual early osteoarthritis. This study aimed (1) to determine the incidence of pelvic osteotomy (PO) after late open (OR) or closed (CR) reduction for failed initial conservative treatment or late presentation; (2) study potential radiologic predictors of those that will require a secondary procedure; (3) and to evaluate the effect of potential confounding variables including age of reduction, Pavlik harness treatment, and surgical experience on PO rate.Methods: All cases of congenital dislocation of the hip that presented late or had failed conservative treatment with subsequent late OR versus CR, that were carried out during 1988 to 2003, by the lead surgeon were included. Dislocations secondary to neuromuscular causes or teratologic causes were excluded. Intraoperative arthrograms confirmed the concentric or eccentric reduction and determined subsequent intervention. The AP pelvis plain radiograph was used to measure the height of dislocation, as described by Tonnis, and monitor Acetabular index, and ossific nucleus width and height postreduction.Results: After 134 OR's, 24 hips (19%, 95% CI: 16-23%) later required a pelvic osteotomy compared with 59 out of 104 hips (58%, 95% CI: 49-68%) in the CR cohort. There was no statistical difference in avascular necrosis rates between late OR (10.9%, 95% CI: 4.8-17%) and CR (11.4%, 95% CI: 5.8-17%). Acetabular index was a reliable predictor for the need of subsequent PO becoming significantly different in those that did (PO group) and did not (non-PO group) require further surgery approximately 1.5 years postreduction. There was no difference in the ON development after reduction in both PO and non-PO groups. The PO requirement was not affected by earlier failed Pavlik harness treatment but did change with ongoing surgical experience. Late OR produced the lowest secondary procedure rate without an increase in the incidence of avascular necrosis. There is a learning curve to this procedure that will affect these outcomes.Level of Evidence: Level III (Case-control study).<br/

    Pengembangan Perangkat Pembelajaran Sains Terpadu untuk Meningkatkan Kognitif dalam Pembelajaran Sains Tema Pemanasan Global bagi Siswa SMP/MTs

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menghasilkan perangkat pembelajaran sains terpadu, yang terdiri dari Silabus, RPP, Buku Paserta Didik, Buku Pedoman Guru, Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD), dan Alat Peraga Model Efek Rumah Kaca; 2) mengetahui respon peserta didik terhadap perangkat pembelajaran terpadu; dan 3) mengetahui peningkatan aspek kognitif peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and Development (R & D.) Model pengembangan yang digunakan adalah adaptasi dari Borg & Gall (1983) yang meliputi (1) tahap studi pendahuluan, (2) tahap penyusunan draft produk, dan (3) tahap pengembangan dan evaluasi. Tahap pengembangan dan evaluasi berupa uji validitas pakar, uji coba terbatas dan uji coba luas. Subjek coba pada penelitian ini adalah siswa SMPN 8 Yogyakarta sejumlah 10 siswa kelas VIII-4 untuk uji coba terbatas, 68 siswa untuk uji coba luas, dengan rincian 34 siswa kelas VIII-3 sebagai kelas eksperimen yang proses pembelajarannya menggunakan perangkat sains terpadu, 34 siswa kelas VIII-1 sebagai kelas kontrol yang proses pembelajarannya menggunakan perangkat yang sudah ada. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, pre-test dan post-test. Pre-test dan post-test diberikan pada uji coba luas untuk mengetahui kemampuan sebelum dan sesudah dilakukan pembelajaran. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa perangkat pembelajaran sains terpadu tema pemanasan global dapat diterapkan untuk meningkatkan kognitif dalam pembelajaran sains bagi siswa SMP. Kenaikan skor dan nilai uji kognitif pada kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Berdasarkan respon siswa pada uji coba luas dapat disimpulkan 1) perangkat pembelajaran sains terpadu yang meliputi buku peserta pidik termasuk kriteria baik, lembar kegiatan peserta didik termasuk kriteria sangat baik, alat peraga termasuk kriteria baik, dan proses pembelajaran termasuk kriteria sangat baik dan 2) perangkat pembelajaran sains terpadu yang meliputi buku peserta didik, lembar kegiatan peserta didik, alat peraga, dan proses pembelajran dapat meningkatkan pengetahuan (kognitif) siswa

    PENGARUH PENDAPATAN PETANI KARET TERHADAP BIAYA PENDIDIKAN FORMAL DI DESA RANTAU PANJANG KABUPATEN KAYONG UTARA

    Full text link
    AbstractThe problem in this research is "How Influence of Rubber Farmer Income on Formal Education Cost in Rantau Panjang Village, Simpang Hilir Sub District, Kayong Utara Regency". With research variable X (free) income and variable Y (bound) cost of formal education. The research method used is descriptive statistical method with correlation or relationship studies. With the number of research samples that amounted to 40 heads of rubber farming families. With data collection techniques used the technique of indirect communication and documentary with data collection tools in the form of questionnaires and notes from the office of Village Rantau Panjang Simpang Hilir District Kayong Utara. Based on the results of descriptive analysis of the results of the questionnaire, the income of rubber farmers (X variable) in Rantau Panjang Village, Simpang Hilir Sub District, Kayong Utara Regency is included in very low category (33%), with four indicators: daily income, monthly income, occupation, and rubber price. Income per day received by rubber farmers in low category (30%), monthly income received by rubber farmers in low category (45%), employment as rubber farmers, including low category (27.5%) and rubber price included in low category (30 %) To find out whether there is an influence between rubber farmer's income on formal education cost in Rantau Panjang Village, Simpang Hilir Sub-district, Kayong Utara Regency is used simple linear regression analysis with SPSS 20 computer. Keywords: Rubber Farmer's Revenue, Formal Education Cost

    ANALISIS STRATEGI PEMASARAN DIGITAL UMKM PRODUK HERBAL DI MASA PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS: PENGUSAHA JAMU HERBAL SINOM DI SURABAYA) Viorensa Tedjalaksana, Lucyana Trimo

    No full text
    Marketing strategy is one of the important capital for entrepreneurs for the progress of their business. An entrepreneur needs to implement the right marketing strategy in developing, especially in the digital era and the current COVID-19 pandemic. This study uses a descriptive analysis research method using the research subject of Mrs. Sariyah as an MSME entrepreneur of sinom herbal drinks in Surabaya. The data analysis technique in this study uses SWOT analysis which includes 4 aspects, namely Strengh, Weakness, Opportunity, and Threats. The results showed that the sinom herbal drink product produced by Mrs. Sariyah had several advantages that could be utilized or improved, such as strategic location, workforce skills, product quality and appropriate product prices. However, threats and product weaknesses that must be considered include the lack of licensing and halal labels from the government, the lack of cooperation in business, and the use of business technology that needs to be improved. Based on these results, it can be said that the marketing strategy of the sinom herbal drink products produced by Mrs. Sariyah is said to be quite good and needs to be improved to reach a wider market

    KONTEMPLASI POLITIK (BELAJAR DARI KISAH PERANG BADAR MENURUT SIRAH IBNU HISYAM DAN AL-THABARI)

    No full text
            Abstrak Pada saat Nabi sudah hijrah ke Madinah memang masih sering terjadi peperangan antara orang Islam dengan kafir Quraisy, diantaranya adalah perang Badar. Perang badar ini merupakan salah satu perang yang sangat menentukan masa depan negara Islam.[1] yang terjadi pada tahun kedua di daerah Badar kurang lebih 120 km dari Madinah. Pada dasarnya perang badar ini ada tiga macam, yaitu perang Badar pertama, perang badar kubra, dan perang badar yang terakhir (Ghazwah al-Sawiq) terjadi pada abad keempat hijrah. Namun dalam makalah ini hanya kita fokuskan pada perang Badar Kubra saja yang dianggap sangat penting bagi perkembangan Islam. Perang badar kubra ini didahului oleh Sariyah Abdullah Ibn Jahsy ke daerah Nakhlah yang berada di antara Mekkah dan Thaif yang terjadi pada bulan Rajab tahun ke-2 H. Sariyah inilah yang menjadi penyebab paling kuat terhadap perang Badar Kubra.Kata Kunci: Kontemplasi, Politik, Perang Badar[1] Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam. (Jakarta Raja Grafindo Persada, 1997) cet 6, hal 2

    IMPLEMENTASI SUPERVISI AKADEMIK OLEH KEPALA SEKOLAH (STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF DI SD NEGERI 05 BENGKULU SELATAN)

    No full text
    Implementasi supervisi Akademik berhubungan dengan tugas pokok dan fungsi kepala sekolah. Tugas berkaitan dengan usaha, kegiatan atau program yang diprakarsai dan dilaksanakan oleh kepala sekolah untuk merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan menindaklanjuti segenap program supervisi akademik kepala sekolah yang diimplementasikan di sekolah. Permasalahan penelitian ini yaitu bagaimana implementasi supervisi akademik oleh kepala sekolah di SDNegeri 05 Bengkulu Selatan? Permasalahan Khusus yaitu: (1) bagaimanakah perencanaan supervisi akademik? (2) bagaimanakah pelaksanaan supervisi akademik? (3) bagaimana monitoring dan evaluasi supervisi akademik? (4) apa saja faktor pendukung dan faktor penghambat dalam supervisi akademik? dan (5) bagaimana menindaklanjuti faktor penghambat dalam supervisi akademik? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi supervisi akademik di SD Negeri 05 Bengkulu Selatan. Secara lebih rinci penelitian ini bertujuan untuk: Pertama, mendeskripsikan perencanaan supervisi akademik. Kedua. mendeskripsikan pelaksanaan supervisi akademik. Ketiga, mendeskripsikan monitoring dan evaluasi supervisi akademik. keempat, mendeskripsikan faktor pendukung dan faktor penghambat dalam supervisi akademik. kelima, tindaklanjut faktor penghambat dalam supervisi akademik. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan menggambarkan kejadian nyata yang ditemui di lapangan. Subyek penelitian ini adalah kepala sekolah SD Negeri 05 Bengkulu Selatan. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan melalui 4 tahapan, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut : (1) perencanaan supervisi akademik yang berupa merumuskan program supervisi akademik dengan melibatkan rapat kecil bersama beberapa guru senior dan wakil kepala sekolah, yang membantu kepala sekolah merencanakan supervisi akademik. (2) pelaksanaan supervisi akademik di SD Negeri 05 Bengkulu Selatan, kepala sekolah memberikan penilaian terhadap setiap guru melalui kegiatan pra kunjungan kelas, pelaksanaan kunjungan kelas dan pasca kunjungan kelas. (3) monitoring dan evaluasi dalam pelaksanaan supervisi akademik di SD Negeri 05 Bengkulu Selatan selalu dimonitor atau dipantau oleh kepala sekolah, kemudian hasilnya dievaluasi. (4) faktor pendukung implementasi supervisi akademik adalah para guru selalu siap untuk disupervisi oleh kepala sekolah karena menyadari bahwa kegiatan supervisi akademik yang dilakukan kepala sekolah adalah untuk memberikan masukkan yang berharga bagi kebaikan proses dan hasil pembelajaran yang dilakukan guru di sekolah. (5) faktor penghambat pada pelaksanaan supervisi akademik ini adalah adanya beberapa kesulitan yang dialami oleh kepala sekolah yang berupa jika kepala sekolah mensupervisi guru yang bukan bidang studi yang menjadi background pendidikan kepala sekolah, tindaklanjut yang dapat diberikan adalah dengan upaya kepala sekolah mengadakan hubungan kerja sama antara kepala sekolah dengan sesama guru dan kepala sekolah dengan pengawas rumpun mata pelajaran untuk mengatasi kesulitan yang dialami guru berkait permasalahan yang timbul pada pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Simpulan penelitian menunjukan bahwa implementasi supervisi akademik oleh kepala sekolah telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku atau telah sesuai dengan standar proses yang diberlakukan oleh sekolah. Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan dan simpulan hasil penelitian ini, penulis menyampaikan Saran-saran sebagai berikut; (1) kepala sekolah hendaknya merumuskan program supervisi akademik dengan melibatkan rapat kecil bersama beberapa guru senior dan wakil kepala sekolah. Langkah awal yang dilakukan adalah dengan membentuk tim pembantu supervisi yang diberi Surat Keputusan (SK) oleh Kepala Sekolah. (2) pelaksanaan supervisi akademik di sekolah hendaknya, kepala sekolah memberikan penilaian terhadap setiap guru melalui kegiatan supervisi akademik berupa pra kunjungan kelas, pelaksanaan kunjungan kelas dan pasca kunjungan kelas. (3) implementasi supervisi akademik hendaknya diikuti oleh kegiatan monitoring dan evaluasi di sekolah, artinya dalam pelaksanaan supervisi akademik selalu dimonitor atau dipantau oleh kepala sekolah, kemudian hasilnya dievaluasi bersama tim pembantu supervisi akademik sekolah yang telah terbentuk. (4) hendaknya pelaksanaan supervisi akademik di sekolah dievaluasi dan dianalisis guna menemukan berbagai kesulitan sebagai faktor penghambat kegiatan supervisi akademik kepala sekolah, berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang telah dilaksanakan, dan ditemukan berbagai faktor pendukung yang menjadi kekuatan dalam pelaksanaan supervisi akademik yang telah dilakukan. (5) segenap faktor yang menjadi faktor penghambat hendaknya di tindaklanjuti atau dicarikan solusinya melalui sharing dengan guru yang disupervisi dan diskusi dengan tim pembantu supervisi akademik Sekolah guna memperoleh solusi terbaik

    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kelengkapan Imunisasi Dasar Bayi 9-24 Bulan Di Puskesmas Talang Betutu Palembang

    Full text link
    Immunization is immunity to a disease, by entering a product germs or bacteria that has been weakened or killed (Marimbi, 2010). It aims to determine the factors affect the completeness of basic immunization at Puskesmas Talang Betutu Palembang 2016. It was conducted April 28 to May 2, 2016. Using analytic survey with cross sectional design. The samples is purposive sampling mothers who have babies 9-24 months at Puskesmas Talang Betutu Palembang are 38 respondents. Data analizing uses Univariate and Bivariate. Univariate shows the variables of age: (20-24 years) 26 (22.0%) and (25-30 years) 12 (10.2%), education variable medium 36 (30.5%) and higher education 2 (10.2%) , low knowledge variable 1 (0.8%) and high knowledge 37 (31.4%), variable job does not work 1 (0.8%) and work 37 (31.4%), variable parity children (1-2) 28 (23.7%) and children (≥3) 10 (8.5%), good attitude variable 38 (32.2%). Statistical test shows there is no significant relationship between the variables of age and completeness of basic immunization with value (p value = 1.000), there is no significant relationship between the variables of education and completeness of basic immunization with value (p value = 1.000), there is no a significant relationship between the variables of knowledge and completeness of basic immunization with value (p value = 0.395), there is no relationship between the variables employment and completeness of immunization with the value (p value = 1.000), there is no relationship between the variables parity and completeness and basic immunization with value (p value = 0.030), there is a correlation between the attitude of the completeness of immunization with the value (p value is priceless).Hopefully this research can influence of illumination and liveliness mother at Posyandu activities to complete basic immunization in infants

    Tindak tutur meminta pada siswa TK Dwi Tunggal Bandar Lampung tahun pelajaran 2012/2013 dan implikasinya terhadap pembelajaran di TK [Skripsi]

    No full text
    BIb. hal. 89-90Ada sekeping CD-ROMxvii, 90 hlm. : il. ; 30 cm. . -- Lamp. (50 lemba
    corecore