40 research outputs found
Evaluasi Pengetahuan dan Perilaku “Tanya Lima O” antara Masyarakat Perdesaan dan Perkotaan di Kabupaten Jember
Pada masyarakat masih banyak dijumpai masalah penggunaan obat yang tidak rasional dan menjadi perhatian khusus oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, seperti penggunaan obat bebas secara tidak tepat dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang cara menggunakan obat, cara menyimpan obat, serta cara membuang obat secara tepat. Hal ini disebabkan karena masih kurangnya pemahaman dan perilaku masyarakat terkait penggunaan obat yang tepat. Masyarakat seringkali tidak mendapatkan informasi yang memadai dan menggunakan kesempatan untuk bertanya saat mendapatkan obat atau membeli obat. Oleh karena itu, untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam penggunaan obat yang rasional pemerintah mencanangkan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) yang didalamnya termasuk gerakan “Tanya Lima O” untuk mengajak masyarakat agar peduli terhadap obat yang mereka dapatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan perilaku “Tanya Lima O” antara masyarakat perdesaan dan perkotaan di Kabupaten Jember.
Metode penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan desain cross-sectional. Pengambilan data dilakukan di Puskesmas yang ada di Kecamatan Jelbuk untuk kelompok masyarakat perdesaan dan untuk masyarakat perkotaan dilakukan di Puskesmas yang ada di Kecamatan Kaliwates masing-masing sebanyak 183 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sebelum kuesioner digunakan, terlebih dahulu dilakukan uji validitas (face validity dan content validity) dan uji reliabilitas dengan cara Test-retest reliability untuk melihat konsistensi jawaban responden dan didapatkan hasil sebesar 0,967 untuk bagian pengetahuan dan sebesar 0,913 untuk bagian perilaku yang berarti kuesioner dapat diterima.
Hasil penelitian menunjukkan total 260 responden (71,0%) masyarakat perdesaan dan perkotaan tidak pernah mendengar Gema Cermat dan tidak pernah mendengar “Tanya Lima O” sebanyak 130 responden (35,5%). Sebanyak 120 responden (25,1%) masyarakat perdesaan bertanya kepada bidan terkait obat yang mereka dapatkan, sedangkan untuk masyarakat perkotaan sebanyak 102 responden (21,3%) bertanya kepada dokter.
Perbandingan pengetahuan dan perilaku masyarakat perdesaan dan perkotaan dianalisis menggunakan mann-whitney. Berdasarkan hasil diperoleh nilai signifikansi 0,081 (p>0,05) yang artinya tidak terdapat perbedaan pengetahuan yang bermakna secara statistik antara masyarakat perdesaan dan perkotaan. Hasil analisis perilaku diperoleh nilai signifikansi 0,031(<0,05) yang artinya terdapat perbedaan perilaku yang bermakna secara statistik antara masyarakat perdesaan dan perkotaan
Determinan Implementasi Good Governance Serta Implikasinya pada Akuntabilitas Keuangan Daerah (Studi Empiris di Kota Jambi)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji beberapa isu, yaitu pengaruh kompetensi aparatur pemerintah daerah, profesionalisme aparat pengawasan intern pemerintah, sistem pengendalian internal pemerintah dan implementasi standar akuntansi pemerintahan terhadap good governance serta implikasinya pada akuntabilitas keuangan daerah di Kota Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian explanatory menggunakan kuesioner sebagai data primer. Teknik sample yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah Bendahara, Kasubbag Keuangan dan Pengguna Anggaran di 25 dinas dan badan di pemerintah Kota Jambi. Metode analisis yang digunakan adalah SEM-PLS dengan menggunakan aplikasi SmartPLS 3.0. Hasil penelitian ini menunjukkan hanya sistem pengendalian internal pemerintah dan implementasi standar akuntansi pemerintahan yang berpengaruh terhadap good governance di Kota Jambi. Sistem pengendalian internal pemerintah adalah satu-satunya variabel yang berpengaruh terhadap akuntabilitas keuangan. Kompetensi aparatur pemerintah daerah, profesionalisme aparat pengawasan intern pemerintah, sistem pengendalian internal pemerintahan dan implementasi standar akuntansi pemerintahan tidak berpengaruh terhadap akuntabilitas keuangan dengan good governance sebagai variabel intervening
Analisis Indeks Ekologi Makrobenthos berdasarkan jenis Substrat di Vegetasi Mangrove Ujung Pangkah Gresik
Makrobenthos merupakan hewan invertebrata yang bertempat tinggal pada substrat dasar perairan. Jenis substrat sangat berperan penting bagi makrobenthos untuk bertahan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks ekologi makrobenthos berdasarkan jenis substrat di vegetasi mangrove Banyuurip, Ujungpangkah, Gresik. Pengambilan sampel dilakukan pada 2 stasiun dengan menggunakan metode purposive sampling. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah makrobenthos, jenis substrat, tutupan mangrove dan parameter perairan. Hasil analisis jenis substrat pada stasiun 1 didominasi oleh pasir halus, sedangkan pada stasiun 2 tidak ada yang mendominasi (campuran). Tidak ada perbedaan tutupan mangrove pada stasiun 1 dan stasiun 2, dimana kedua stasiun dikategorikan baik dengan tutupan sangat padat. Indeks keanekaragaman dan dominansi juga tidak ada perbedaan untuk kedua stasiun. Hasil analisis indeks keanekaragaman menunjukkan kategori sedang dan indeks dominansi menunjukkan kategori rendah dengan dominansi spesies Anadara nodifera. Sebaliknya terdapat perbedaan indeks keseragaman antara stasiun 1 dan staiun 2, yaitu menunjukkan kategori rendah pada stasiun 1 dan kategori sedang pada stasiun 2. Hal ini dikarenakan jenis substrat berpasir pada stasiun 1 yang mengakibatkan kandungan bahan organik lebih rendah dari stasiun 2. Hasil penelitian ini juga didukung oleh parameter perairan yang ada pada lokasipenelitian
ANALISIS RASIO KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH KRISIS GLOBAL 2008 DENGAN MODEL ALTMAN MODIFIKASI, SPRINGATE, DAN ZMIJEWSKI (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN FINANCE YANG TERDAFTAR DI BEI)
embekuan sekuritas yang terkait dengan kredit perumahan AS dilakukan
oleh salah satu bank terbesar di perancis, yaitu BNP Paribas dan kemudian kondisi ini
diperparah dengan jatuhnya lehman brother yaitu perusahaan sekuritas keempat
terbesar di Amerika Serikat, menyebabkan terjadinya krisis global pada tahun 2008.
Krisis yang terjadi di Amerika serikat ini memiliki dampak terhadap hilangnya
kepercayaan masyarakat terhadap perbankan dan perusahaan Finance lainnya. Hal ini
mengakibatkan banyak perusahaan Finance didunia mengalami kebangkrutan.
Kebangkrutan tersebut dapat dianalisa melalui rasio keuangan yang terdapat dalam
model- model kebangkrutan, yaitu: Model Altman Modifikasi, Springate dan
Zmijewski.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji perbedaan rasio keuangan
antara sebelum dan sesudah krisis global 2008 dengan Model Altman Modifikasi,
Springate, dan Zmijewski. Teknik pengambilan sampel adalah dengan metode
purposive sampling dengan mendasarkan kriteria-kriteria yang dapat mendukung
penelitian. Populasi perusahaan finance yang terdapat di BEI periode 2006-2010
sebanyak 50 perusahaan, dari populasi tersebut didapatkan 35 perusahaan yang
memenuhi kriteria sampel penelitian.
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan rasio
keuangan yang signifikan antara sebelum dan sesudah krisis global 2008 baik
dihitung dengan menggunakan Model Altman Modifikasi, Springate, Dan Zmijewski.
Hal ini dapat dilihat dari nilai sig (2-tailed) yang menunjukkan nilai >0,05. Sehingga Hi ditolak dan Ho diterima. Tidak adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum
dan sesudah krisis global 2008 disebabkan karena pemerintah telah banyak belajar
dari krisis pada tahun 1997 dan pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) telah
mengeluarkan kebijakan-kebijakan dalam menghadapi krisis global 2008, kebijakan
tersebut digunakan dalam menjaga perekonomian indonesia
RESPON FISIOLOGIS GENOTIPE PADI GOGO (Oryza sativa L.) DENGAN KEKERINGAN PADA FASET BIBIT
Evaluasi Pengetahuan dan Perilaku “Tanya Lima O” antara Masyarakat Perdesaan dan Perkotaan di Kabupaten Jember
Pada masyarakat masih banyak dijumpai masalah penggunaan obat yang tidak rasional dan menjadi perhatian khusus oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, seperti penggunaan obat bebas secara tidak tepat dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang cara menggunakan obat, cara menyimpan obat, serta cara membuang obat secara tepat. Hal ini disebabkan karena masih kurangnya pemahaman dan perilaku masyarakat terkait penggunaan obat yang tepat. Masyarakat seringkali tidak mendapatkan informasi yang memadai dan menggunakan kesempatan untuk bertanya saat mendapatkan obat atau membeli obat. Oleh karena itu, untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam penggunaan obat yang rasional pemerintah mencanangkan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) yang didalamnya termasuk gerakan “Tanya Lima O” untuk mengajak masyarakat agar peduli terhadap obat yang mereka dapatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan perilaku “Tanya Lima O” antara masyarakat perdesaan dan perkotaan di Kabupaten Jember.
Metode penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan desain cross-sectional. Pengambilan data dilakukan di Puskesmas yang ada di Kecamatan Jelbuk untuk kelompok masyarakat perdesaan dan untuk masyarakat perkotaan dilakukan di Puskesmas yang ada di Kecamatan Kaliwates masing-masing sebanyak 183 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sebelum kuesioner digunakan, terlebih dahulu dilakukan uji validitas (face validity dan content validity) dan uji reliabilitas dengan cara Test-retest reliability untuk melihat konsistensi jawaban responden dan didapatkan hasil sebesar 0,967 untuk bagian pengetahuan dan sebesar 0,913 untuk bagian perilaku yang berarti kuesioner dapat diterima.
Hasil penelitian menunjukkan total 260 responden (71,0%) masyarakat perdesaan dan perkotaan tidak pernah mendengar Gema Cermat dan tidak pernah mendengar “Tanya Lima O” sebanyak 130 responden (35,5%). Sebanyak 120 responden (25,1%) masyarakat perdesaan bertanya kepada bidan terkait obat yang mereka dapatkan, sedangkan untuk masyarakat perkotaan sebanyak 102 responden (21,3%) bertanya kepada dokter.
Perbandingan pengetahuan dan perilaku masyarakat perdesaan dan perkotaan dianalisis menggunakan mann-whitney. Berdasarkan hasil diperoleh nilai signifikansi 0,081 (p>0,05) yang artinya tidak terdapat perbedaan pengetahuan yang bermakna secara statistik antara masyarakat perdesaan dan perkotaan. Hasil analisis perilaku diperoleh nilai signifikansi 0,031(<0,05) yang artinya terdapat perbedaan perilaku yang bermakna secara statistik antara masyarakat perdesaan dan perkotaan
IMPROVING THE TENTH GRADE READING COMPREHENSION BY USING FOLKTALES AT SMK ISLAM BUSTANUL ULUM PAKUSARI JEMBER IN THE 2014/2015 ACADEMIC YEAR
Revegetation increase bird diversity in coastal area of Socorejo, Tuban, East Java – Indonesia
Succeed in TEFL: continuing professional development.
In chapter 5, “Language Acquisition: Methods
and Tools”, the writer talks about mental faculty
and language acquisition. She then moves on to
how statistical methods such as perceptual
magnetic effect and distributional learning could
be helpful in language acquisition. Software
based learning such as Computer Assisted
Language Learning (CALL), and Babbel and
Smigin finda detailed mention in this chapter. In
this the author takes cues from natural language
processing, although she does not go into too
much detail. Writing aids such as dictionary,
thesaurus, spell check, etc., have been
mentioned under the topic “Foreign Language
Writing Aid”
COST OF ILLNESS PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 JKN NON PBI DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG PERIODE JANUARI-DESEMBER 2022
Diabetes mellitus is a group of metabolic diseases characterized by hyperglycemia resulting from defects in insulin secretion. Diabetes Mellitus is classified into several types, namely type 1 diabetes mellitus, type 2 diabetes mellitus, gestational diabetes mellitus, and other types of diabetes mellitus. Treatment of diabetes mellitus requires a large amount of money because it requires a lifetime of treatment and frequent co-morbidities. The purpose of this study was to determine the characteristics of patients with type 2 diabetes mellitus and to determine the average direct medical costs in patients with type 2 diabetes mellitus with or without comorbidities at the inpatient installation of RSI Sultan Agung Semarang in 2022. The results of this study were 84 patients who met the inclusion criteria with a total of 43 female patients and 41 male patients. The most dominant age range is in the age range of 55-65 years. The type 2 diabetes mellitus patients with comorbidities with a total of 80 patients with 34 types of comorbidities of IDR 4,202 .124. Type 2 diabetes mellitus patients with the most comorbidities were type 2 diabetes mellitus patients with hypertension comorbidities with a total of 17 patients
