14 research outputs found
Analisis is kemunculan unsur dramatik pada program acara lintas Imaji Net TV
Penelitian ini berjudul ‘’Analisis Isi Kemunculan Unsur Dramatik Pada Program Lintas Imaji NET TV’’ bertujuan untuk mengetahui letak kemunculan dramatik pada setiap struktur dramatik dalam menciptakan dramatisasi pada Program Lintas Imaji. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Dengan pemaparan deskriptif sebagai upaya mendeskripsikan data yang diperoleh dalam bentuk kata-kata dan berupa tabel data kemunculan unsur dramatik secara detail sehingga pada akhirnya akan membentuk sebuah kesimpulan. Penelitian ini menggunakan sample sebanyak 6 episode dengan menggunakan random sampling yaitu pemilihan episode secara acak karena semua objek dianggap sama. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa kemunculan dramatik dalam program Lintas Imaji mampu membangun dramatisasi di setiap eksperimennya. Dramatik terbentuk dari respon tokoh protagonis ketika eksperimen sedang berlangsung. Unsur dramatik yang muncul pada program Lintas Imaji ini yaitu suspense, takut, surprise , sedih dan senang
PERENCANAAN ULANG PEMBANGUNAN GEDUNG UNIVERSITAS WIDYA DHARMA KLATEN JAWA TENGAH
Universitas Widya Dharma Klaten sebagai salah satu Institusi Pendidikan
yang ada di kota Klaten saat ini terus berkembang, hal itu dibuktikan dengan
bertambahnya jumlah mahasiswa. Oleh sebab itu, perlu adanya pembangunan
gedung baru di Universitas Widya Dharma Klaten.
Dalam penulisan ini menggunakan metode dan prosedur meliputi, metode
observasi untuk memperoleh data yang berhubungan dengan analisa yang dibahas,
metode diskriptif didapatkan dari buku-buku yang mempelajari tentang contohcontoh analisa yang digunakan dalam perhitungan struktur, metode bimbingan
yang dilakukan dengan dosen mengenai masalah yang dibahas untuk
mendapatkan petunjuk dalam pembuatan Tugas Akhir.
Pada “Perencanaan Ulang Struktur Gedung Universitas Widya Dharma
Klaten “ didesain sesuai dengan Dasar – dasar Perencanaan Beton Bertulang (
SKSNI T15-1991-03 ). Perencanaan struktur atap menggunakan konstruksi baja
profil siku 50.50.5, 55.55.6 serta 60.60.6, dengan menggunakan sambungan baut.
Penutup atap menggunakan genting beton. Plat lantai menggunakan sistem plat
dua arah dengan ketebalan 12 cm tipikal untuk seluruh tingkat. Struktur utama
portal didesain dengan menggunakan beton dengan f'c’= 30 MPa dan mutu
baja fy = 240 MPa
Penerjemahan sebagai Media Pekabaran Injil Middelkoop Ditinjau dari Perspektif Hermeneutika Hans Georg Gadamer
This is paper is a hermeneutical approach to Peter Middelkoop’s Bible translation in West Timor, East Nusa Tenggara. By way of Gadamer’s hermeneutical thought, the author deduced that evangelism is always impacting either the mission activities or the site of mission. Since any achievement of evangelism, which implicated the local languages is not a sole accomplishment of mission institutions, such as Netherland Zending Genotschaf (NZG), but an outcome of the engagement between the missionaries and the existing culture
FAKTOR PENYEBAB PRIMER DAN KOMBINASI DENGAN MUSCULOSKELETAl DISORDERS PADA PEKERJA PETERNAK AYAM DI NAGARI MUNGKA
Keluhan nyeri otot rangka (muskuloskeletal) adalah keluhan pada bagian-bagian otot skeletal yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan sangat ringan sampai sangat sakit. Pekerja yang mengalami keluhan musculoskeletal 53 responden (69,7%), pekerja yang tidak ada keluhan 23 responden (30,3%). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan uji chi square untuk melihat hubungan faktor penyebab primer, kombinasi dan beban angkut pada pekerja peternak ayam di Nagari Mungka Kecamatan Mungka Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini dilakukan bulan Mei 2019. Responden berjumlah 76 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan aktivitas berulang dengan musculoskeletal disorders, nilai Ï 0,024 dengan OR 0,276 artinya aktivitas berulang bukan resiko, hubungan sikap kerja dengan musculoskeletal disorders menunjukan hasil Ï 0,001 dengan OR 7,838 artinya ada hubungan yang bermakna, hubungan kebiasaan merokok dengan musculoskeletal disorders menunjukan hasil Ï 0,019 dengan OR 0,219 artinya rokok bukan resiko, hubungan beban angkut dengan musculoskeletal disorders menunjukan hasil Ï 0,009 dengan OR 4,333 ada hubungan yang bermakna. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa ada hubungan aktivitas berulang, sikap kerja, kebiasaan merokok dan beban angkut dengan musculoskeletal disorders. Sikap kerja merupakan peluang beresiko terjadinya musculoskeletal disorders, untuk itu diharapkan kepada pekerja peternak ayam untuk melakukan sikap kerja yang alamiah.Kata Kunci: faktor primer; faktor kombinasi; musculoskeletal disorder
Manajemen Sumber Daya Dalam Percepatan Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Pascabencana Longsor dan Banjir di Pulau Serasan (Pulau Terluar Indonesia)
Bencana tanah longsor yang terjadi pada Maret 2023 menyebabkan kerusakan rumah warga dan korban jiwa yang terjadi di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunjuk PT Adhi Karya sebagai kontraktor pelaksana menjalankan tugasnya untuk menangani pekerjaan tersebut untuk mempercepat penanganan bencana longsor. Menteri Basuki mengatakan, prioritas penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana longsor adalah relokasi permukiman warga. Relokasi dilakukan melalui pembangunan hunian tetap (huntap) yang lahannya disediakan oleh pemerintah daerah. Suatu proyek berupaya dengan mengarahkan sumber daya yang tersedia yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan, sasaran dan harapan penting tertentu. Proyek harus terselesaikan dalam jangka waktu terbatas sesuai dengan kesepakatan. ADHI melalui Huntap dengan teknologi rumah khusus tahan gempaatau disebut Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) tersebut ditargetkan siap digunakan pada akhir Juni 2023. Hal tersebut dikarenakan RISHA menggunakan metode knock down/merangkai komponen dalam mendirikan RISHA yang relatif cepat. Rehabilitasi dan rekonstruksi pada wilayah terdampak bencana di Kepulauan Natuna tidak hanya membangun kembali rumah yang rusak, tetapi membangun permukiman baru yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana (build back better). Relokasi bagi 100 rumah warga terdampak penting dilakukan karena berada di zona merah kerentanan tinggi terhadap bencana longsor. Maka strategi manajemen dalam mengelola sumber daya yang mencakup mobilisasi dan demobilisasi, bahan, peralatan, tenaga kerja dengan waktu pelaksanaan yang cukup menantang hanya dengan waktu 3 bulan di lokasi Pulau Serasan yang merupakan pulau terluar Indonesia dengan tetap memperhatikan biaya konstruksi bangunan yang efisien tepat mutu dan tepat waktu. Kata kunci: HUNTAP Serasan, manajemen, sumber day
MIKROBIOLOGI LINGKUNGAN
Buku ini terdiri atas tujuh tema bahasan yaitu: Mikrobiologi lingkungan mempelajari berbagai jenis mikroorganisme, seperti bakteri, archaea, fungi, dan virus, serta bagaimana mereka hidup dan berkembang dalam berbagai lingkungan
Leveraging MobileNet, InceptionV3, and CropNet to Classify Cassava Plant Disease
AbstrakSingkong adalah tanaman yang tumbuh di sub-saharan Africa dan sering dijadikan sumber karbohidrat bagi manusia. Namun, tanaman singkong tersebut memiliki banyak penyakit yang dapat mengancam ketersediaan bahan makanan bagi jutaan orang. Terdapat banyak upaya dan penlitian yang menggunakan kecerdasan buatan dalam bentuk computer vision agar dapat membantu petani mendiagnosa apakah tanaman singkong mereka sehat atau tidak hanya dengan mengambil gambar dari daun tanaman mereka. Pada publikasi ini, penulis melatih tiga jaringan saraf artifisial yang bernama CropNet, MobileNet, dan InceptionV3 untuk dapat mengklasifikasikan gambar-gambar berupa penyakit tanaman singkong. Pembaruan yang dibawa penulis adalah dengan membuat sebuah algoritma gabungan yang mengkombinasikan hasil prediksi dari ketiga jaringan saraf artifisial yang telah dilatih guna mendapatkan hasil prediksi yang lebih akurat. Ternyata, metode penggabungan algoritma ini mampu memberikan nilai akurasi lebih tinggi 6.8% ketimbang nilai rata-rata akurasi dari masing-masing model.Kata kunci: pembelajaran mesin, visi komputer, klasifikasi gambar, jaringan saraf artifisial, kecerdasan buatan, penyakit tanamanAbstractIn sub-Saharan Africa, cassava is widely grown and considered to be a large source of carbohydrates for human food. However, the plant is plagued with diseases which can threaten food supply for millions of people. By using computer vision, researchers attempted to create an image classification model that can tell farmers whether the plant is sick or not by taking pictures of their leaves. In this short paper, the author attempts to train three Convolutional Neural Network: CropNet, MobileNet, and InceptionV3 that can classify cassava plant diseases based on visual data. As a novelty, the author creates an ensemble voting classifier that combines the prediction of CropNet, MobileNet, and InceptionV3 to create a better prediction. Turns out, creating an ensemble voting classifier enables us to achieve an accuracy score which is 6.8% higher than the average individual scores of each model.Keywords: machine learning, computer vision, image classification, convolutional neural network, artificial intelligence, plant disease
Exploring the experiences of Zimbabwean migrant educators teaching in the Western Cape, South Africa
Thesis (MA)--Stellenbosch University, 2024.ENGLISH ABSTRACT: This study sought to explore the experiences of Zimbabwean migrant educators teaching in Western Cape, South Africa. A qualitative approach was used to interview 10 Zimbabwean educators. Qualitative thematic analysis was applied to the data and revealed three main
themes: dissatisfaction with bureaucratic processes, unnecessary red tape, and permits; the precariousness of contract work; and the manifestation of otherness anti-migrant sentiments. The themes also revealed the extent of how the lives of migrant educators have become very volatile living in South Africa and this has produced a lot of uncertainty about their future in this country. Their situation is made worse by government bureaucracy pertaining to permits
required for Zimbabweans in order to live and work in South Africa. These strenuous and often slow bureaucratic procedures often leave Zimbabwean migrants hopeless. This study recounts the experiences of 10 Zimbabwean educators in South Africa. The author of this study is similarly a Zimbabwean migrant educator who teaches in the Western Cape. Her contributions
to the data were made in the form of a personal journal that reflected on her own experiences. These experiences formed part of the analysis presented in this research.AFRIKAANSE OPSOMMING: Hierdie studie het gepoog om die ervarings van Zimbabwiese migrante onderwysers wat skool gee in die Wes-Kaap, Suid-Afrika te verken. 'n Kwalitatiewe benadering is gebruik om onderhoude met 10 Zimbabwiese onderwysers te voer. Kwalitatiewe tematiese analise is op die
data toegepas en het drie hooftemas aan die lig gebring: ontevredenheid met burokratiese prosesse, onnodige rompslomp en permitte; die onsekerheid van kontrakwerk in Suid-Afrika; en die manifestasie van andersheid wat anti-migrant sentimente veroorsaak. Die temas het ook die omvang van hoe wisselvallig die lewens van migrerende onderwysers wat in Suid-Afrika
woon onthul en hoe dit baie onsekerheid oor hul toekoms in hierdie land veroorsaak. Hul situasie word vererger deur regeringsburokrasie met betrekking tot permitte wat nodig is vir Zimbabwiërs om in Suid-Afrika te kan woon en werk. Hierdie strawwe en stadige burokratiese prosedures laat Zimbabwiese migrante dikwels hopeloos. Hierdie studie vertel die ervarings
van 10 Zimbabwiese opvoeders in Suid-Afrika. Die skrywer van hierdie studie is insgelyks 'n Zimbabwiese migrante-onderwyser wat in die Wes-Kaap skool gee. Haar bydraes tot die data is gemaak in die vorm van 'n persoonlike joernaal wat oor haar ervarings reflekteer het. Hierdie ervarings het deel gevorm van die analise wat in die navorsing aangebied word.Master
Konsep Pembelajajaran Pemindaian Model Tiga Dimensi: Konsep dan Aplikasinya
Plaster gips atau gips perban yang umumnya saat ini digunakan untuk perawatan cidera pada pergelangan tangan relatif masih berat, tidak boleh basah atau terkena air, dan memiliki sirkulasi udara yang kurang baik. Penggunaan plaster gips yang terlalu lama dan dalam keadaan pengap dapat menimbulkan masalah dan dapat menajdi sumber penyakit khusunya penyakit kulit akibat dari adanya penumpukan bakteri. Berdasarkan dari hal tersebut dapat dijadikan alasan untuk melakukan penelitian pada Penerapan Teknologi Pemindaian 3D dengan membuat sebuah alat inovasi dalam menggantikan peranan gips dimasa depan dan alat ini dinamai dengan Wrist Brace. Dibandingkan dengan gips yang sudah dibuat sebelumnya, gips hasil dari penerapan pemindaian 3D ini dipastikan memiliki kekuatan yang tepat, memiliki sirkulasi ventilasi udara yang baik, tahan terhadap air, dan juga ringan. Wrist Brace ini terbuat dari filamen PLA, dimana filamen ini aman digunakan dan tidak mencemari lingkungan. Dengan prosedur dan SOP pemasangannya yang relatif mudah, diharapkan alat ini bisa lebih berkembang dan bermanfaat lagi di masa depan
Kajian Konsep Adaptive Reuse Sebagai Alternatif Aplikasi Konsep Konservasi
Everything that has been unused it a place, area or building that are old and in poor condition and not well maintained will cause a scene will destroy to anyone who looked. This condition can occur because of the place or the building no longer has a function and benefits. Not care and indifference is usually the major factor that makes a place or an abandoned building. Actually, if anyone can be smarter and more careful in looking at these conditions, there is a lot of potential in a place or old building was abandoned and not maintained. One step that can be done is to recreate such a place or a building that is not used again become a place, building or something with a new function that can bring many benefits and advantages both from an economic, cultural and social. This step is commonly known as Adaptive Reuse. Adaptive reuse or reuse of the most frequently just supposed with a conservation concept. The meaning itself is the preservation or protection. In other words if these two concepts just supposed to create a change in the optimal function while protecting or maintaining the true shape of something you want to function better than the faced ( physical ) and the historical value of the place or building . However, in this implementation is sometimes controversial concept, because this concept is considered as an act of demolition of a place or a building that can make the loss of historical value. in other word the use of functions on the space of obstruction or lack of proper building is also often a problem that must be considered again.Segala sesuatu yang sudah tidak terpakai baik itu sebuah tempat, kawasan atau pun bangunan yang sudah berumur tua dan kondisinya rusak serta tidak terawat akan menimbulkan sebuah pemandangan yang menggagngu pada siapa saja yang melihat. Kondisi ini bisa terjadi karena tempat atau bangunan tersebut sudah tidak memiliki fungsi dan manfaat. Ketidak perdulian dan sikap acuh biasanya menjadi factor besar yang membuat sebuah tempat ataupun bangunan terbengkalai. Sebenarnya jika setiap orang dapat lebih pandai dan cermat lagi dalam melihat kondisi tersebut, banyak sekali potensi yang terdapat pada sebuah tempat atau bangunan tua yang terbengkalai dan tidak terawat itu. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah seperti memfungsikan kembali tempat ataupun bangunan yang sudah tidak dipergunakan lagi menjadi sebuah tempat, bangunan ataupun sesuatu dengan fungsi baru yang dapat mendatangkan banyak manfaat, dan keuntungan baik dari sudut ekonomi, budaya dan social. Langkah ini biasa dikenal dengan Adaptive Reuse. Adaptive Reuse atau penggunaan kembali pada  biasanya sering disandingkan dengan sebuah konsep konservasi. Arti konservasi itu sendiri adalah pelestarian atau perlindungan. Dengan kata lain jika kedua konsep ini disandingkan akan menciptakan sebuah perubahan fungsi yang optimal dengan tetap melindungi ataupun memelihara keaslihan dari sesuatu yang ingin difungsikan baik dari fasad ( fisik ) maupun nilai sejarah dari tempat atau bangunan tersebut. Namun dalam pelaksaannya konsep ini terkadang menimbulkan kontroversiSegala sesuatu yang sudah tidak terpakai baik itu sebuah tempat, kawasan atau pun bangunan yang sudah berumur tua dan kondisinya rusak serta tidak terawat akan menimbulkan sebuah pemandangan yang menggagngu pada siapa saja yang melihat. Kondisi ini bisa terjadi karena tempat atau bangunan tersebut sudah tidak memiliki fungsi dan manfaat. Ketidak perdulian dan sikap acuh biasanya menjadi factor besar yang membuat sebuah tempat ataupun bangunan terbengkalai. Sebenarnya jika setiap orang dapat lebih pandai dan cermat lagi dalam melihat kondisi tersebut, banyak sekali potensi yang terdapat pada sebuah tempat atau bangunan tua yang terbengkalai dan tidak terawat itu. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah seperti memfungsikan kembali tempat ataupun bangunan yang sudah tidak dipergunakan lagi menjadi sebuah tempat, bangunan ataupun sesuatu dengan fungsi baru yang dapat mendatangkan banyak manfaat, dan keuntungan baik dari sudut ekonomi, budaya dan social. Langkah ini biasa dikenal dengan Adaptive Reuse. Adaptive Reuse atau penggunaan kembali pada  biasanya sering disandingkan dengan sebuah konsep konservasi. Arti konservasi itu sendiri adalah pelestarian atau perlindungan. Dengan kata lain jika kedua konsep ini disandingkan akan menciptakan sebuah perubahan fungsi yang optimal dengan tetap melindungi ataupun memelihara keaslihan dari sesuatu yang ingin difungsikan baik dari fasad ( fisik ) maupun nilai sejarah dari tempat atau bangunan tersebut. Namun dalam pelaksaannya konsep ini terkadang menimbulkan kontrovers
