1,720,967 research outputs found

    Analisis Sosiologis Novel Dua Belas Pasang Mata Karya Sakae Tsuboi.

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang sosiologis yang terkandung dalam novel Dua Belas Pasang Mata Karya Sakae Tsuboi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder dari buku novel yang berjudul Dua Belas Pasang Mata Karya Sakae Tsuboi. Instrumen dalam penelitian ini adalah pedoman dokumentasi. Pedoman dokumentasi dilakukan dengan menganalisis sosiologis novel Dua Belas Pasang Mata Karya Sakae Tsuboi. Teknik analisis data dikumpulkan dari isi novel Dua Belas Pasang Mata, menganalisis dan mendeskripsikan data menggunakan teori-teori yang didapatkan dari buku-buku serta karya ilmiah lainnya. Setelah data diperoleh hasil yang menunjukan bahwa terdapat gambaran sosiologis yang terjadi dalam novel Dua Belas Pasang Mata Karya Sakae Tsuboi. Terungkap jelas dalam novel Dua Belas Pasang Mata Karya Sakae Tsuboi memiliki gambaran sosiologis yaitu masalah sosial yang meliputi pendidikan dan pola pikir masyarakat dalam novel tersebut

    Analisis Nilai Moral dalam Novel “Twenty Four Eyes” Karya Sakae Tsuboi Sakae Tsuboi No “Twenty Four Eyes” Toiu Shousetsuni Okeru Dootokuteki Na Kachi No Bunseki

    Full text link
    This research concerns the morals and characters in the novel Twenty Four Eyes by Sakae Tsuboi. The aim of this research is to explain the morals of the main shop and the characters of the 13 story characters in the novel Twenty Four Eyes. The theories used in this research are moral approach theory and contextual theory. The methods in this research are literature study and qualitative descriptive methods. This novel tells the story of a teacher who has twelve students who live in a village on the Seto Sea Cape. In the midst of difficulties during education during the world war, the teacher remained enthusiastic and fought for her twelve students. The results of this research show the moral values and characters in the novel Twenty Four Eyes. Moral values are values related to the good and bad of an individual's attitudes and behavior in everyday life. Character is the nature, character, talents, habits possessed by each individual. The moral values in this novel include the moral values of Wa, Giri, and Ninjou. The moral values contained in the story in this novel make it a lesson in social life that has a sense of caring, affection and kindness between teachers, students and the surrounding community and knowing the various characters of the teacher's twelve students.70 PagesSkripsi Sarjan

    Analisis Nilai Moral dalam Novel “Twenty Four Eyes” Karya Sakae Tsuboi Sakae Tsuboi No “Twenty Four Eyes” Toiu Shousetsuni Okeru Dootokuteki Na Kachi No Bunseki

    Full text link
    This research concerns the morals and characters in the novel Twenty Four Eyes by Sakae Tsuboi. The aim of this research is to explain the morals of the main shop and the characters of the 13 story characters in the novel Twenty Four Eyes. The theories used in this research are moral approach theory and contextual theory. The methods in this research are literature study and qualitative descriptive methods. This novel tells the story of a teacher who has twelve students who live in a village on the Seto Sea Cape. In the midst of difficulties during education during the world war, the teacher remained enthusiastic and fought for her twelve students. The results of this research show the moral values and characters in the novel Twenty Four Eyes. Moral values are values related to the good and bad of an individual's attitudes and behavior in everyday life. Character is the nature, character, talents, habits possessed by each individual. The moral values in this novel include the moral values of Wa, Giri, and Ninjou. The moral values contained in the story in this novel make it a lesson in social life that has a sense of caring, affection and kindness between teachers, students and the surrounding community and knowing the various characters of the teacher's twelve students.70 PagesSkripsi Sarjan

    IDIOM BAHASA JEPANG YANG MENGGUNAKAN LEKSEM MATA PADA NOVEL NIJUUSHI NO HITOMI KARYA SAKAE TSUBOI

    Full text link
    Kajian dalam penelitian ini adalah mengenai makna idiom bahasa Jepang yang menggunakan leksem mata pada novel Nijuushi no Hitomi karya Sakae Tsuboi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Terdapat tiga tahapan dalam penelitian ini, yang pertama tahap pengumpulan data dengan metode simak dimana untuk teknik dasar yang digunakan dalam metode simak adalah teknik sadap kemudian dilakukan teknik lanjutan yang digunakan ialah teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) dan teknik catat. Kedua tahap analisis data menggunakan metode padan refensial dan padan ortografis (tulisan) dimana untuk teknik dasar digunakan metode teknik Pilah Unsur Penentu (PUP) kemudian untuk teknik lanjutan digunakan metode Hubung Banding Menyamakan (HBS). Ketiga tahap penyajian data mengunakan metode penyajian informal. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pengklasifikasian idiom bahasa Jepang yang dikemukakan oleh Muneo (1992). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengklasifikasian idiom bahasa Jepang menggunakan leksem mata yaitu kankaku, kanjou wo arawasu kanyouku, karada, seikaku, teidou wo arawasu kanyouku, koui, dousa, koudou wo arawasu kanyouku dan joutai, teido, kachi wo arawasu kanyouk). Makna idiom dalam bahasa Jepang yang menggunakan leksem mata diantaranya: ‘awasi terus’, ‘terbelalak’, ‘melotot’, ‘mengedip’, ‘memalingkan pandangan’, ‘tampak’, ‘menoleh’, ‘mata terpejam’, ‘menunduk’, ‘memandang’, ‘keadaan’, dan ‘menyadari’. Kata Kunci : idiom bahasa Jepang, leksem mata, semantik

    HUBUNGAN ASPEK SOSIOLOGI PENGARANG DENGAN UNSUR INTRINSIK DALAM NOVEL NIJUUSHI NO HITOMI

    Full text link
    This study discusses the relationship between the author\u27s sociological aspects with intrinsic elements contained in the novel Nijuushi No Hitomi by Sakae Tsuboi. The purpose of this research is to know how the relationship between novel Nijuushi No Hitomi and sociology aspect Sakae Tsuboi as the author. The object of this research is a quote in the form of narrative and dialogue in the novel that is considered to have a relationship with the author\u27s sociological aspects. The research method used is descriptive method of analysis based on the theory of sociology author by Wellek & Warren (1994). The results of this study indicate a relationship between the author\u27s sociological aspects and intrinsic elements in the novel

    Analisis Aspek Sosiologi Pengarang Dalam Unsur Intrinsik Novel Nijuushi No Hitomi Karya Sakae Tsuboi (Kajian Sosiologi Sastra)

    No full text
    Novel merupakan alat untuk mengekspresikan perasaan pengarangnya. Karena pengarang adalah bagian dari anggota masyarakat, maka apa yang di gambarkan dalam cerita novel pun seringkali merupakan cerminan baik dari kehidupan pengarang maupun masyarakat, sehingga terdapat hubungan antara novel dan kehidupan pengarang. Dengan kata lain, pengarang dan karyanya merupakan dua unsur yang tidak dapat dipisahkan. Novel Nijuushi No Hitomi merupakan salah satu novel yang menarik untuk di teliti dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra, khususnya sosiologi pengarang, karena penulis menilai terdapat hubungan antara unsur intrinsik dan aspek sosiologi pengarang novel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan antara novel Nijuushi No Hitomi dan aspek sosiologi Sakae Tsuboi sebagai pengarangnya. Objek penelitiannya berupa 37 kutipan narasi dan dialog dalam novel yang dianggap memiliki hubungan dengan aspek sosiologi pengarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis berdasarkan teori sosiologi pengarang oleh Wellek & Warren (1994) dan Ian Watt (1964). Hasil dari penelitian ini adalah aspek sosiologi pengarang memiliki hubungan berupa kemiripan dengan unsur instrinsik dalam novel. Unsur intrinsik yang memiliki hubungan dengan aspek sosiologi pengarang tersebut adalah tema, penokohan, latar, gaya bahasa dan moral

    PENERJEMAHAN TINDAK TUTUR DIREKTIF BAHASA JEPANG DALAM NOVEL NIJUUSHI NO HITOMI DAN DUA BELAS PASANG MATA KARYA SAKAE TSUBOI

    Full text link
    Abstract: The background of this research was based on the emerging common issue related to translation, which is the meaning shift from the source language to the target language as the result of the translation. The research focused on the translation of Japanese Directive Speech Act from the Japanese-language novel to Indonesian entitled Nijuushi no Hitomi and Dua Belas Pasang Mata written by Sakae Tsuboi. The purpose of this research is to describe the type of directive speech act, the translation technique used to translate, and the resulting translation quality. The findings of the research demonstrate that: (1) The type of Japanese-directive speech act found are: (a) requestives in the speech form of asking, inviting, and expecting, (b) questions, (c) requirement in the speech form of commanding and instructing, (d) prohibitives, (e) permissives in the speech form of allowing and letting, and (f) advisories in the speech form of advising and suggesting, (2) ten translation techniques, using single, couplet, triplet, and quartet variant. They are adaptation, amplification, borrowing, generalization, linguistic amplification, literal translation, modulation, particularization, reduction, and transposition that are used to translate the data, and (3) the quality of directive speech act translation in Sakae Tsuboi’s Nijuushi no Hitomi and Dua Belas Pasang Mata results in accurate, acceptable, and readable translation.     Permalink/DOI: dx.doi.org/10.17977/um015v45i22017p20

    Kebijakan Pemerintah Jepang yang Berpengaruh terhadap Kondisi Masyarakat Jepang pada Masa Perang Dunia II dalam Novel Nijuushi No Hitomi Karya Sakae Tsuboi

    Full text link
    Kata Kunci : Nijuushi no Hitomi, Perang Dunia II, Kebijakan Pemerintah Jepang Novel Nijuushi no Hitomi karya Sakae Tsuboi ini merupakan salah satu novel yang menggambarkan tentang keadaan masyarakat Jepang pada masa Perang Dunia II dan berisi protes terhadap militerisme dan tekanan pada orang-orang biasa untuk diam. Melalui karya Sakae Tsuboi, bisa mengetahui kondisi masyarakat pada waktu karya tersebut diterbitkan. Novel ini diterbitkan pada tahun 1952 dan menjadi best seller di Jepang. Masyarakat Jepang pada masa Perang Dunia II (1939-1945) ketika itu hidup dengan segala keterbatasan dan penuh perjuangan. Peperangan yang berlangsung tersebut telah memporakporandakan Jepang dan berdampak buruk terhadap kondisi masyarakat Jepang pada saat itu. Sehingga Pemerintah Jepang mengambil beberapa kebijakan selama masa perang berlangsung, yaitu Pemerintah Jepang saat itu mengontrol ketat perekonomiannya akibat tekanan ekonomi dari Amerika Serikat, selain itu seluruh sumber daya barang dan perbekalan yang ada saat itu, hanya diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan di medan perang. Pemerintah Jepang mengerahkan seluruh kekuatan militer dan mewajibkan masyarakat Jepang untuk membantu USAha perang negara baik dengan tenaga maupun materi. Selain itu juga pengawasan pemerintah yang sangat ketat terhadap rakyatnya agar tidak berani untuk memberontak.Penulis akan membandingkan keadaan masyarakat Jepang yang digambarkan dalam novel dengan kondisi masyarakat Jepang yang sebenarnya terjadi selama masa Perang Dunia II. Penulis menggunakan pendekatan sosiologi sastra dalam menganalisis novel Nijuushi no Hitomi ini. Teori ini menyebutkan bahwa sastra merupakan cermin masyarakat karena karya sastra yang dihasilkannya menampilkan kondisi masyarakatnya, sehingga dalam novel yang akan penulis bahas itu mencerminkan keadaan masyarakat yang sebenarnya pada masa itu.Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan dapat diketahui bahwa kebijakan pemerintah yang diterapkan pada masa Perang Dunia II dalam novel Nijuushi no Hitomi tidak jauh berbeda dari Kenyataan yang terjadi pada saat Perang Dunia II berlangsung di Jepang. Selain itu, kebijakan pemerintah Jepang tersebut berpengaruh terhadap kondisi masyarakat Jepang selama masa perang berlangsung, yaitu masyarakat Jepang menjadi kesulitan dalam memperoleh barang yang dibutuhkan, masyarakat Jepang merasa tertekan dan dikorbankan oleh negara karena harus terlibat dalam peperangan tersebut. Sehingga muncul perasaan tidak puas dan tidak setuju dengan sikap kesewenang-wenangan pemerintah dengan cara militerisme

    NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL NIJUUSHI NO HITOMI KARYA SAKAE TSUBOI (SEBUAH TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA) 壺井栄の『二十四の瞳』という小説における教育価値の社会学研究

    Full text link
    ABSTRACT Agustini, Anisa. 2018. “Nilai-Nilai Pendidikan dalam Novel Nijuushi no Hitomi Karya Sakae Tsuboi (Sebuah Tinjauan Sosiologi Sastra)”. Thesis, Department of Japanese Studies Faculty of Humanities, Diponegoro University, Semarang. The Advisor Fajria Noviana, S.S., M.Hum. This research aims to explain about education values in the novel entitled Nijuushi no Hitomi by Sakae Tsuboi. This novel tells about a teacher named Hisako Ōishi who has twelve students and they are lives in a small village in cape of Seto river. Amidst the struggle on the world war era, Hisako Ōishi was still striving for her student’s education. The method used in this research is literature study. The theory used in this research is sociology of literature theory to analyze the education values in the novel. The results show that Nijuushi no Hitomi novel contains social education values and moral education values. Social education values that were found in this research are friendship, responsibility, consideration and kindness, gratitude and respect, politeness, group participation, and help each other. Moral education values that were found was moderation, diligence (in work), sincerity, self-improvement, consideration for life, respect for family members, respect for teachers, and consideration for tradition and love for own nation. Culture education values that were found in this research are feeling and consideration. Keyword: education values, sociology of literature, nove

    Kebijakan Pemerintah Jepang Terhadap Sistem Pendidikan Pada Kurun Waktu Perang Dunia Ii Yang Tercermin Dalam Novel Nijuushi No Hitomi Karya Sakae Tsuboi

    Full text link
    Novel Nijuushi no Hitomi merupakan salah satu karya sastra yang dibuat pada tahun 1952 dan menjadi best seller di Jepang. Novel karya Sakae Tsuboi ini menceritakan tentang sebuah Sekolah Dasar yang berada pada zaman Perang Dunia II, menggambarkan bagaimana berlangsungnya sistem pendidikan pada masa Perang Dunia II dan kebijakan pemerintah terhadap sistem pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra, yaitu sastra sebagai cerminan masyarakat dengan menganalisis fakta-fakta sosial yang terkandung dalam karya sastra itu sendiri. Teori yang dipergunakan tersebut untuk menganalisis dengan cara membandingkan keadaan masyarakat Jepang yang digambarkan dalam novel dengan kondisi masyarakat Jepang yang sebenarnya terjadi selama masa Perang Dunia II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya kebijakan pemerintah terhadap sistem pendidikan yang berlangsung dalam novel Nijuushi no Hitomi. Pendidikan yang ada pada novel Nijuushi no Hitomi menganut sistem Jingoistik dan bersifat sentralistik. Kebijakan pemerintah terhadap sistem pendidikan yang tercermin dalam novel Nijuushi no Hitomi antara lain seperti, melakukan pengawasan ketat terhadap tenaga pengajar, melakukan indoktrinasi kuat dalam sekolah, propaganda patriotisme, dan mewajibkan warga negara mengikti wajib militer dengan tujuan pembentukan moral
    corecore