1,721,026 research outputs found
Pendidikan Indonesia Menghadapi Era 4.0
Revolusi merupakan perubahan yang ditimbulkan oleh aktivitas manusia dalam menjalankan tuntutan kebutuhan kehidupan. Proses aktivitas ini mempengaruhi sistem pendidikan yang akan dijalankan, pendidikan harus mampu membekali peserta didik dengan keterampilan mencari, menyimpulkan, menyampaikan, serta tata cara menggunakan informasi dan teknologi. Era Revolusi Industri 4.0 membawa tuntutan tersendiri bagi dunia pendidikan, lembaga pendidikan harus mempersiapkan literasi dan orientasi baru dalam bidang pendidikan, literasi baru itu sendiri berupa literasi data, teknologi dan sumber daya manusia. Rumusan masalah dalam artikel adalah bagaimana pendidikan dan peran guru era revolusi industri 4.0, dengan menggunakan library research. Pendidikan era revolusi industri 4.0 dengan meningkatkan kemampuan dan keterampilan sumber daya manusia, adaptasi dan pembaharuan dalam komponen pendidikan, peningkatan kompetensi dan keterampilan pendidik dengan keterlibatan teknologi pada proses pembelajaran. Kurikulum harus mampu melengkapi kemampuan peserta didik yang dapat berkontribusi secara langsung di masyarakat, mengarah dan membentuk siswa yang siap menghadapi era revolusi industri dengan penekanan pada bidang Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM). Reorientasi pengembangan kurikulum yang mengacu pada pembelajaran berbasis TIK, internet of things, big data dan komputerisasi untuk menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di era global. Sekolah dan pendidik dalam memutuskan bagaimana pendidikan dan pembelajaran diselenggarakan, guru harus memiliki softskill yang kuat dan menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered learning), pembelajaran kolaboratif (collaborative learning), pembelajaran penuh makna, dan terintegrasi dengan masyarakat.AbstractRevolution is a change caused by human activity in carrying out the demands of life. The process of this activity affects the education system that will be run. Education must be able to equip students with the skills to search, conclude, convey, and procedures for using information and technology. The Industrial Revolution 4.0 era brings its demands to the world of education. Educational institutions must prepare new literacy and orientations in the field of education, new literacy itself in the form of data literacy, technology, and human resources. The formulation of the problem in the article is how the education and role of teachers in the era of the industrial revolution 4.0, using library research. Education in the industrial revolution 4.0 era by increasing the capabilities and skills of human resources, adaptation, and renewal in the education component, increasing the competence and skills of educators with the involvement of technology in the learning process. The curriculum must be able to complement the abilities of students who can contribute directly to society, lead, and shape students who are ready to face the industrial revolution era with an emphasis on the fields of Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Reorient curriculum development that refers to ICT-based learning, the internet of things, big data, and computerization to produce graduates who can compete in the global era. In deciding how education and learning are organized, schools and educators must have strong soft skills and create student-centered learning, collaborative learning, meaningful learning, and integration with the community. </jats:p
Nafkah Bagi Istri dalam Masa Iddah Talak Raj’i (Studi Pemahaman Masyarakat Kuala Baru, Aceh Singkil)
This study aims to describe the understanding of the Kuala Baru Subdistrict community about providing livelihood for raj\u27i iddah talak describing the divorce practices in Kuala Baru and their implications for iddah livelihood, and describing how the Kuala Baru community views the wife\u27s livelihood during the iddah period, and explains how the legal provisions Islam towards the practice of the Kuala Baru people towards the living of the iddah in raj\u27i talak. This research is included in qualitative research by pointing to field research. That is research which focuses more on the results of data collection to informants who have been determined, the data sources used are primary and secondary data using qualitative data analysis. The results of the study show that divorce practices have taken place in Kuala Baru Subdistrict only through the village government, and rarely come to court. Then, the understanding of the Kuala Baru people about the giving of iddah is still very minimal, so they think that if they are divorced there are no rights and obligations of husband and wife. Therefore, based on the provisions of Islamic law the custom that occurs in the Kuala Baru community about the absence of a living iddah for a wife who is denied by raj\u27i is very contrary to Islamic law, even al-\u27urf also rejects the habits of the Kuala Baru community, and also the benefit is very detrimental to women, because their rights are not fulfilled
Being an Ideal English Teacher: A Case Study at SMAN 2 Labakkang Boarding School Pangkep.
ABSTRACT
The present study is about a study on the characteristics of the ideal English teacher. A case study at SMAN 2 Labakkang Boarding school in Pangkep regency. The study intended to answer the main research question about the characteristics of an ideal English teacher.
This research applied a qualitative research. By using purposive sampling technique, one teacher of SMAN 2 Labakkang boarding school was chosen as the research subject which is categorized as the ideal English teacher. The data were obtained through observation, interview, and documents analyzed based on procedure of data analysis that consisted of the data collection, the data reduction, the data display, and conclusion.
The findings showed that the characteristics of ideal English teacher divided into three categories were (1) professional knowledge or achievements (2) personal traits, (3) teachers’ teaching strategy or method. It can be inferred that the most dominant factor the teacher called the ideal English teacher was the teachers’ teaching strategy. However there was additional characteristic revealed by the headmaster and the family supporting the teacher being an ideal English teacher was the background of educator family
Sinergitas Nilai-Nilai Budaya Lokal dan Agama Dalam Membina Kerukunan Masyarakat Islam dengan Kristen Di Desa Borisanrinding Kec. Mengkendek Kab. Tana Toraja
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dengan tujuan untuk menggambarkan sinergitas nilai-nilai budaya lokal dan agama dalam membina kerukunan masyarakat Islam dengan Kristen Di Desa Borisanrinding Kec. Mengkendek Kab. Tana Toraja. Dan membuat kesimpulan berdasarkan data yang telah dianalisis sebagai hasil penelitian.
Sinergi mengandung arti kombinasi unsur atau bagian yang dapat menghasilkan keluaran lebih baik dan lebih besar. Budaya Lokal dan agama yang ada di Desa Borisanrinding memiliki sinergi sehingga memberikan pengaruh dalam membina kerukunan masyarakat Islam dan Kristen seperti budaya Sikombong (saling membantu dalam menggarap kebun atau sawah) dari kegiatan ini jelas membina kerukunan antara umat Kristen dengan Islam, agama Islam juga sangat mengajurkan saling tolong-menolong” Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya [al-Mâidah/5:2]”, begitu pula dengan agama Kristen dengan prinsip cinta kasih maka mereka selalu mementingkan saling tolong-menolong “"Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat." (Ibrani 10:24-25)”
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Kerja Karyawan Pada Ptpn II Kebun Batang Serangan
Motivation is an effort that a manager perform in supporting another
with spirit, at least to encourage his subordinates and lead those workers to
work according to their capacity, do the best in order to obtain the result as
required. Motivation is a way to push those workers perhaps in running their
duties. The motivation, however is in different one and another. Since
difference in motivation, then it influences greatly on worker's conduct in
making services. Therefore, a manager should know deeply and try to search
whatever motivation conforming with their circumstances for encouraging to
work as desire.
In priciple, the motivation provided however, classified into two
categories. The first, a positive motivation, namely motivation provided for
subordinates/workers. For this category, a leader/manager give something
reward (bonus).The second one, with a negative motivation, provided for
subordinates/workers, but it couse feariworries, by put any punishment to
those workers is in faultiness to work.
In order to provide and improve spirit as Well as enthusiastic in
working, the secret to this thing, perhaps in a manager knows whatever as
required/requested. by those workers, in consequently, it can cause or
improve their spirit to work in duties, since thi~ perhaps as an obligation for
manager to find whatever possible to support those workers, and improve
their wishing to serve.
In any program to work, however it may have obstacle/inhibiting in
implementation. As· in this case, PTPN II Kebun Satang Serangan, the top
management in motivating the workers however find obstacles/inhibiting,
such as those workers ignored more about the purposes corporation set up,
sometime by motivation that it has been executed amongst them, with the
target to improve the method of working they have beside any obstacles they
face and deal with, for those workers fulfill the requirements.79 HalamanSkripsi Sarjan
PEMANFAATAN LIMBAH ABU SERBUK KAYU SEBAGAI MATERIAL PENGISI CAMPURAN LATASTON TIPE B
The waste of sawdust ash available in Ternate, North Maluku Province, has the potential to be used as material for making asphalt concrete mixtures. In this study, the waste of sawdust ash was used to make a mixture of type B Hot Rolled Sheet Asphalt Concrete (HRS). The results showed that sawdust ash has the potential to be used as the filler material in the mixture of type B HRS. It was shown also that the voids in mixture of the type B HRS in this study were very high, which could reduce the durability of the mixture. The use of sawdust ash has also the potential to produce cheaper mixtures.Key words: sawdust ash, hot rolled sheet, voids in the mix, durability
Aplikasi Pestisida Nabati Bawang putih ( Allium sativumL) Untuk Pengendalian hama ulat grayak (Spodopteralitura) pada tanaman cabai (Capsicum annumL)
Penggunaan insektisida sintetis dalam pengendalian hama tanaman merupakan alasan yang mudah didapat dan efektif, walaupun banyak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan (Kardinan 1998). Hal ini bisa menjadi pertimbangan bagi petani dalam penggunaanpestisida alami yang memakai bahan yang tersedia di alam untuk mengendalikanorganisme pengganggu tanaman, salah satu bahan nabati yang digunakan ialah bawang putih, karena mengandung zat-zat yang bersifat racun bagi serangga dan ekstrak bawang putih dapat berfungsi sebagai penolak kehadiran serangga. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor perlakuan dan 3 kali ulangan dengan dosis yang berbeda yaitu larutan ekstrak bawang putih 120 gr/ L air, larutan ekstrak bawang putih 160 gr/ L air, larutan ekstrak bawang putih 200 gr/ L air, 240 gr/ L air dengan empat perlakua dan tiga kali ulangan. Perlakuan pemberian pestisida nabati untuk membasmi hama ulat grayak yaitu menggunakan bawang putih dihaluskan dengan taraf dosis yang berbeda seamakin banyak dosis yang digunakan maka semakin efisien dalam membasmi hama ulat grayak kemudian tambah kan air 1 liter disetiap perlakuanm kemudian aplikasikan ke tanaman. 1. Perlakuaan pemberian ekstrak bawang putih berpengaruh nyata terhadap paramter tinggi dan jumlah daun tanaman mulai dari 67 HST hingga 81 HST. 2. Interaksi setiap perlakuan dosis ekstrak bawang putih memberikan hasil dan perkembangan yang berbeda-beda 3. dalam mengusir hama pada tanaman namun untuk dosis yang optimal sebaik nya menggunakan dosis 240 gr/L air ekstrak bawang putih karena dalam pemberian. 4. dosis ekstrak bawang putih ampuh untuk mengusir hama dan baik untuk perkembangan tanaman karena tidak mengadung bahan-bahan kimia
KOMUNIKASI DALAM BINGKAI TAUHID DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM
Tauhid adalah akar yang di atasnya tumbuh semua ajaran Islam. Sebagai asas yang fundamental tauhid harus terintegral di seluruh lini kehidupan, termasuk dalam kegiatan komunikasi. Komunikasi dalam bingkai tauhid maksudnya bahwa seluruh proses komunikasi yang melibatkan komunikator sebagai sumber komunikasi (source), pesan (message) sebagai objek komunikasi, komunikan atau khalayak sebagai sasaran komunikasi (receiver), harus diwarnai dengan nila-nilai tauhi
Analisis Keterkaitan antara Pengaruh 3 Dosa Besar dalam Dunia Pendidikan dengan Aspek Sosial Peserta Didik di SMP
Saat ini, aspek sosial khususnya dalam dunia pendidikan masih sangat kurang. Minimnya pendidikan karakter dalam aspek sosial terlihat pada kualitas hubungan sosial yang dilakukan oleh peserta didik di sekolah menengah pertama, yang biasanya lebih dipengaruhi oleh kondisi sosial dan lingkungan daripada perkembangan karakter mereka. Pendidikan di Indonesia saat ini sedang mengalami tantangan besar dengan adanya “tiga dosa besar”. Tiga dosa besar adalah bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi. Hal tersebut dapat menjadi kendala untuk menciptakan lingkungan belajar yang baik. Tujuan Penelitian yang ingin ditemukan oleh peneliti alah ingin melihat seberapa besar pengaruh dari ketiga dosa besar dalam pendidikan tersebut akan mempengaruhi aspek sosial siswa di sekolah menengah pertama. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan literatur review. Hasil penelitian menyatakan bahwa ketiga dosa besar dalam pendidikan, yakni perundungan, kekerasan seksual serta intoleransi ini sangatlah berhubungan dengan aspek sosial siswa di sekolah menengah pertama
- …
