285 research outputs found
Teknik penyutradaraan Dedi Setiadi dalam sinetron menanti mentari pagi
Skripsi ini adalah deskripsi dari teknik penyutradaraan yang dimiliki oleh Dedi Setiadi. Meliputi cara Dedi Setiadi membuat skenario, menggarap pemain dan kru yang dilingkupinya. Dedi Setiadi lebih mementingkan aspek bentuk yang nantinya bisa diciptakan. Dan Dedi setiadi-pun sadar betul terhadap masyarakat pemirsanya. Tugas akhir ini juga dilengkapi dengan riwayat hidup Dedi Setiadi sebagai sutradara sinetron
Analisis karakter tokoh utama dalam film yang berjudul miskin susah, kaya susah Karya dedi setiadi
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis (1) struktur intrinsik cerita dalam film Miskin Susah, Kaya Susah karya Dedi Setiadi dan (2) karakter tokoh utama film Miskin Susah, Kaya Susah karya Dedi Setiadi. Alasan peneliti memilih analisis karakter tokoh utama, karena tokoh utama biasanya yang paling banyak muncul di dalam penceritaan dan selalu melibatkan tokoh-tokoh lain, serta memiliki peran penting dalam perkembangan plot atau alur cerita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan informasi yang terdapat dalam film Miskin Susah, Kaya Susah karya Dedi Setiadi. Data dari dialog film Dedi Setiadi Miskin Susah, Kaya Susah diperoleh dari teknik simak dan teknik catat, serta sumber data dari video film Karya Dedi Setiadi Miskin Susah, Kaya Susah. Teknik analisis datanya adalah reduksi data, penyajian data, dan Penarikan Simpulan dalam film Miskin Susah, Kaya Susah Karya Dedi Setiadi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) hasil yang dilakukan dalam penelitian ini film Miskin Susah, Kaya Susah Karya Dedi Setiadi terdiri dari struktur intrinsik cerita dalam film dan karakter tokoh utama, (2) Peneliti menemukan terdapat 6 struktur intrinsik cerita dalam film dan 10 karakter tokoh utama yang terdapat dalam Film Miskin Susah, Kaya Susah Karya Dedi Setiadi. Struktur intrinsik cerita dalam film ini terdiri atas tema, plot atau alur, penokohan, latar atau setting, sudut pandang, dan amanat. Karakter tokoh utama Karyo memiliki 10 karakter terdiri atas karakter marah, suka tertawa, suka memaksa, berontak, ingatan kurang baik, menyesal, suka menolong, tenang, peduli, dan pantang menyerah yang ditemukan dari tiga ciri kepribadian terdiri dari golongan emosionalitas, proses pengiring, dan aktivitas, serta terdapat dua tipe kepribadian Gerald Heymans terdiri dari gepasioner dan kholeris.
Penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan dari struktur intrinsik cerita dalam film dan karakter tokoh utama film Miskin Susah, Kaya Susah Karya Dedi Setiadi dan bagi penelitian selanjutnya penelitian ini dapat dijadikan bahan referensi dalam melakukan penelitian dan pembelajaran
Proses Kreatif Dedi Setiadi Dalam Pembuatan Sinetron Dongeng Dangdut ( Studi Kasus Episode 1 Dan Episode 11)
Tugas akhir ini merupakan deskripsi
hasil analisis sinetron Dongeng Dangdut yang disutradarai
Dedi Setiadi, dengan mengkaji komponen-komponen yang
mendukung proses kreatif dalam realisasi bentuk langkah
kerja pembuatan sinetron tersebut. Proses kreatif Dedi Setiadi dalam pembuatan sinetron ini secara sistematis meliputi pra produksi : analisis Skenario, rincian aktivitas, mencari lokasi Shooting, Pedoman sutradara dalam pengambilan gambar, teknik penerapan shot, menghimpun Pegawai dan Pemain, Persiapan Fisik, Analisis Produksi, Jaringan Kerjasama Produksi. Produksi: Jadwal Shooting, Panggilan Shooting,
Pengarah Fasilitas Shooting, Latihan Blocking, Pengambilan
Gambar. Pasca Produksi: Editing ( memotong dan menyambung
gambar serta suara}, Mixing (mencampur gambar dan suara},
Titling (penulisan judul}
Teknik Penyutradaraan Didi Setiadi Dalam Sinetron Menanti Mentari Pagi
Skripsi ini merupakan suatu deskripsi dari teknik penyutradaraan yang dimiliki oleh
Dedi setiadi. Dalam teknik penyutradaraan ini diuraikan mengenai proses persiapan sampai siap dipertunjukan, yangmeliputi teknik pemilihan skenario, teknik latihan sampai siap ditayangkan.
Tugas akhir ini juga dilengkapi dengan riwayat hidup Dedi Setiadi sebagai sutradara sinetron, agar bisa menggambarkan secara jelas mengenai faktor- faktor yang turut mempengaruhi teknik penyutradaraannya. Selain itu agar memperjelas kedudukan dan fungsi sutradara dalam film televisi. Dalam skripsi ini juga dipaparkan mengenai tahap persiapan. tahap pembuatan film dan penyelesaiannya
Pendampingan Penerapan Sistem Informasi Kesehatan Sekolah Dasar di Kota Tasikmalaya
Pelayanan kesehatan anak usia sekolah diselenggarakan karena anak usia sekolah dasar merupakan usia rawan mendapat gangguan kesehatan, seperti permasalahan kesehatan gigi, penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi hingga permasalahan kesehatan lainnya yang berkaitan dengan kebersihan diri dan lingkungan. Pencatatan kesehatan anak sekolah dasar di kota Tasikmalaya masih dilakukan secara manual dan belum tersimpan dengan baik, sehingga pada tahun 2022 telah dikembangkan suatu sistem Sistem Informasi Kesehatan Sekolah (SIKKES) dan pendampingan penggunaan sistem tersebut pada tahun 2023 dalam bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan petugas dalam penggunaan aplikasi SIKKES melalui tahapan: pembuatan video yang berisi tutorial penggunaan aplikasi SIKKES, Sosialisasi dan evaluasi yang dilakukan kepada 7 petugas penanggung jawab UKS puskesmas dan 7 guru penanggung jawab UKS sekolah dasar di kota Tasikmalaya. Hasil menunjukkan bahwa aplikasi SIKKES dirasakan oleh peserta sangat bermanfaat dan sangat mudah digunakan yang ditunjukkan dengan rata-rata skor penilaian yang tinggi untuk kategori Perceived usefulness (24.26) dan Perceived Ease of USE (24,57) serta peserta juga memiliki sikap yang baik dan Berniat untuk menggunakan aplikasi SIKKES dalam menunjang pekerjaannya khususnya dalam pencatatan kesehatan anak sekolah dasar
Proses kreatif Dedi Setiyadi dalam pembuatan sinetron Dongeng Dangdut
Proses kreatif Dedi setiadi dalam pembuatan sinetron "Dongeng Dangdut" secara sistematis meliputi : 1). pra produksi : analisis skenario, rincian aktivitas, mencari lokasi shooting, pedoman sutradara dalam pengambilan gambar, teknik penerapan shot, menghimpun pegawai dan pemain, persiapan fisik, analisi produksi, jaringan kerjasama produksi; 2). produksi : jadwal shooting, panggilan shooting, pengarah fasilitas shooting, latihan blocking, pengambilan gambar; 3). produksi : editing, mixing, titling
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM FILM MONDOK KARYA DEDI SETIADI DAN RELEVANSINYA TERHADAP PEMBELAJARAN MENGANALISIS ISI DAN KEBAHASAAN DRAMA SMA KELAS XI: KAJIAN SOSIOPRAGMATIK
Kata kunci: Kesantunan berbahasa, Sosiopragmatik, Film Mondok.
Manusia memiliki label sebagai mahluk sosial semestinya saling
membutuhkan antarmanusia. Pemenuhan kebutuhan melalui interaksi diperlukan
alur komunikasi yang berkesantunan. Akan tetapi, prinsip kesantunan berbahasa
tidak selalu diindahkan penutur dalam sebuah komunikasi terhadap mitra tutur.
Dalam film Mondok karya Dedi Setiadi ini terdapat tuturan tokoh yang diduga
menyimpang dari prinsip kesantunan berbahasa. Lunturnya kesantunan berbahasa
menjadi perhatian penting mengingat kesantunan berbahasa termasuk dalam ruh
pembangun terhadap peradaban karakter bangsa.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kesantunan berbahasa dalam
film Mondok karya Dedi Setiadi dan relevansinya terhadap pembelajaran
menganalisis isi dan kebahasaan drama SMA kelas XI dalam perspektif kajian
sosiopragmatik. Penelitian ini lebih dalam membahas wujud pematuhan dan
penyimpangan kesantunan berbahasa berdasarkan teori prinsip maksim
kesantunan berbahasa Leech. Adapun teori kedua yang digunakan yaitu teori dari
Hymes yaitu SPEAKING untuk mengkaji konteks guna mengetahui faktor-faktor
apa saja yang memengaruhi tingkat kesantunan berbahasa. Selanjutnya relevansi
wujud pematuhan dan penyimpangan kesantunan berbahasa terhadap
pembelajaran menganalisi isi dan kebahasaan drama SMA kelas XI.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kualitatif.
Teknik pengumpulan data berupa teknik simak dan teknik catat. Teknik analisis
data meliputi tahap reduksi, tahap pengodean, dan tahap penarikan kesimpulan.
Keabsahan data diperoleh melalui uji validitas dengan teknik pemeriksaan
ketekunan pengamatan.
Dalam penelitian ditemukan wujud pematuhan dan penyimpangan
sejumlah 164 data. Data pematuhan sejumlah 106 data terdiri dari, maksim
kearifan 46 data, maksim kedermawanan 13 data, maksim pujian 17 data, maksim
kerendahan hati 5 data, maksim kesepakatan 19 data, dan maksim simpati 6 data.
Adapun data penyimpangan sejumlah 58 data yaitu maksim kearifan 42 data,
maksim kedermawanan 1 data, maksim pujian 7 data, maksim kerendahan hati 3
data, maksim kesepakatan 2 data, dan maksim simpati 3 data
Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Tunai Pada UMKM Dedi Tani
This final report is entitled "Design of Cash Sales Accounting Information System at UMKM Dedi Tani". UMKM Dedi Tani is a type of business that operates in the field of fertilizer and pesticide trading. This report aims to design and implement a computerized cash sales accounting information system based on Microsoft Access at UMKM Dedi Tani, in order to make it easier for UMKM to find out the amount of revenue based on the type of product and the amount of cash received from these cash sales. The author collects primary data obtained from interviews with employees regarding the sales accounting system that has been implemented at this time. The Dedi Tani UMKM cash accounting information system has several weaknesses such as manual recording which is no longer effective as many buyers, difficulty in making sales recaps, difficulty knowing exactly which types of goods have increased sales and provide high profits and which goods have decreased and provide low profits. Finally, the author concludes that the design of the Dedi Tani UMKM cash sales accounting information system application goes through the stages of analyzing the old system with designing a new computerized system, designing applications, and testing application results that have outputs in the form of a new system.Keywords: Accounting Information System, and Microsoft Acces
Pengaruh Arsitektur Pohon Model Massart Dan Rauh Terhadap Aliran Batang, Curahan Tajuk, Aliran Permukaan Dan Erosi Di Hutan Pendidikan Gunung Walat Sukabumi
Model arsitektur pohon adalah bangunan suatu pohon sebagai hasil
pertumbuhan meristematik yang dikontrol secara morfogenetik. Bangunan pohon ini
berhubungan dengan pola pertumbuhan batang, percabangan dan pembentukan pucuk
terminal. Model arsitektur suatu pohon mempengaruhi besarnya aliran batang
(stemflow) dan curahan tajuk (through/all), selanjutnya aliran batang dan curahan
tajuk menentukan besarnya aliran permukaan dan erosi tanah. Pada akhirnya erosi
akan menimbulkan kerusakan pada tanah tempat erosi terjadi dan tempat diangkutnya
tanah tererosi tersebut. Oalam sistem agroforestry kebun campur, jenis-jenis pohon
yang ditanam selama ini hanya berdasarkan pertimbangan pada fungsi dan manfaat
ekonomiuya, scdangkan fungsi konservasi tanah dan air belum dipertimbangkan. Di
Indonesia, penelitian tentang model arsitektur pohon dan kaitannya dengan
konservasi tanah dan air masih jarang dilakukan, sehingga aspek model arsitektur
pohon belum dipertimbangkan dalam usaha konservasi tanah dan air.87 HalamanTesis Magiste
Evaluasi Awal Kombinasi Uji Provenans dan Keturunan Araucaria Cunninghamii Umur 12 Bulan di Bondowoso, Jawa Timur
oai:jurnal.ugm.ac.id:article/577Uji keturunan Araucaria cunninghamii telah dibangun tahun 2008 di Bondowoso Jawa Timur. Sebanyak 80 famili dari enam sumber benih (Fak-fak, Sorong, Serui, Wamena, Manokwari dan Queensland). Uji keturunan dirancang menggunakan rancangan acak lengkap berblok (Randomized Completely Block Design), 4 pohon per plot, 4 ulangan dengan jarak tanam 4 m x 2 m. pada umur 12 bulan perbedaan tinggi dan diameter di antara sumber benih berbeda nyata. Persen tumbuh semua provenans umumnya tinggi (96,7-100%). Perbedaan famili dalam sumber benih sangat berbeda nyata baik untuk tinggi maupun diameter. Heritabilitas pertumbuhan tinggi (h2f = 0,58; h2i = 0,28) dan diameter (h2f = 0,55; h2i = 0,30) termasuk klasifikasi sedang. Korelasi genetik antara tinggi dan diameter cukup kuat (rg = 0,78).Kata kunci: Araucaria cunninghamii, uji keturunan, pertumbuhan awal, heritabilitas. Early Evaluation of Provenance and Progeny Trial Combination of Araucaria Cunninghamii Age 12 Months in Bondowoso, East JavaAbstractA progeny test of Araucaria cunninghamii seedling seed orchard was established in 2008 in Bondowoso, East Java. The progeny trial comprises of eighty open-pollinated families collected from six seed sources (Fak-fak, Sorong, Serui, Wamena, Manokwari and Queensland). The trial was designed as a Randomized Complete Block Design (RCBD) consisted of 80 seedlots, 4 tree-line plots, 4 replicates with spacing of 4 m x 2 m. At 12 months of age there were significant differences among provenances for tree height and stem diameter. The survival rate of all provenances was high (96.7 -100%). Differences between families within seed source were significant both for height and diameter growth. Estimated heritability for height was moderate (12f= 0.58; h2 = 0.28) and also for diameter (f = 0.55; h21 = 0.30). Genetic correlation between height and diameter was quite strong (rg = 0.78)
- …
