48 research outputs found
PENGARUH PERSEPSI KEADILAN PADA KOMITMEN AFEKTIF DAN KEPUASAN KERJA : PERAN MEDIASI KEPEMILIKAN PSIKOLOGIS DI KALANGAN KARYAWAN NON-KELUARGA PT.JOGLO SEMAR
ABSTRAK PENGARUH PERSEPSI KEADILAN PADA KOMITMEN AFEKTIF DAN KEPUASAN KERJA : PERAN MEDIASI KEPEMILIKAN PSIKOLOGIS DI KALANGAN KARYAWAN NON-KELUARGA PT. JOGLO SEMAR. RYAN DWI INDRAWAN F0208031 Perusahaan keluarga seringkali dikaitkan dengan budaya pendirinya, sehingga peran persepsi keadilan dan kepemilikan psikologis dirasa penting karena perusahaan keluarga memiliki beberapa aspek yang mempengaruhi ketidak adilan karyawan non-keluarga. Kurangnya persepsi keadilan karyawan non-keluarga mempengaruhi komitmen afektif dan kepuasan kerja di kalangan karyawan non-keluarga. Tujuan dari penelitian ini menyelidiki dan menguji secara empiris persepsi keadilan karyawan non-keluarga. Secara eksplisit peneliti berfokus pada mekanisme bagaimana peneliti mengarah pada komitmen afektif dan kepuasan kerja. Peneliti memperkenalkan konsep psikologis pemilik perusahaan sebagai faktor yang mempengaruhi persepsi keadilan karyawan non-keluarga dan sikap kerja mereka. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dan data dalam penelitian ini diperoleh melalui penyebaran kuisioner kepada responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yaitu dilakukan dengan mengambil sampel dari populasi berdasarkan pertimbangan (judgement) tertentu atau jatah (quota) tertentu. Kriteria sampel yang diambil yaitu karyawan PT. Joglo Semar yang bukan anggota keluarga yang minimal telah bekerja selama 1 tahun. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 sampel. Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan Confirmatory Factor Analysis. Dalam mengukur reliabilitas, peneliti menggunakan teknik analisis Cronbach Alpha. Untuk pengujian hipotesis digunakan analisis regresi berdasarkan langkah-langkah yang dianjurkan oleh Baron & Kenny (1986). Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa keadilan prosedural dan keadilan distributif berpengaruh terhadap kepemilikan psikologis, sehingga kepemilikan psikologis dapat memediasi komitmen afektif dan kepuasan kerja karyawan non-keluarga PT. Joglo Semar. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang pernah dilakukan Phillip Sieger mengenai komitmen afektif dan kepuasan kerja karyawan non-keluarga yang meneliti peran dari persepsi keadilan dan kepemilikan psikologis. Kata kunci : Persepsi Keadilan, Komitmen Afektif, Kepuasan Kerja, Kepemilikan Psikologis ABSTRACT THE EFFECT OF PERCEIVED JUSTICE ON AFFECTIVE COMMITMENT AND JOB SATISFACTION: MEDIATING ROLE OF PSYCHOLOGICAL OWNERSHIP AMONG NON-FAMILY EMPLOYEES OF PT. JOGLO SEMAR. RYAN DWI INDRAWAN F0208031 Family-owned company is often associated with its founder, so that the role of perceived justice and psychological ownership was considered as important because family company has some aspects contributing to injustice for non-family employees. The lack of perceived justice among non-family employees affected their affective commitment and job satisfaction. The objective of research was to investigate and test empirically the perceived justice of non-family employees. Explicitly, the author focused on the mechanism of how the author concentrated on affective commitment and job satisfaction. The author introduced psychological concept of company owner as the factors affecting the non-family employees’ perceived justice and their job attitude. The method employed in this research was descriptive quantitative one and the data of research were obtained through distributing questionnaire to the respondents. The sampling technique used in this study was purposive sampling technique, the one conducting by taking the sample from the population based on certain judgment or quota. The criterion of sample taken was employee of PT. JogloSemar not member of family who had worked for at least 1 year. The sample of research consisted of 100 respondents. Validity test used in this study was Confirmatory Factor analysis. In measuring the reliability, the author employed Cronbach Alpha analysis technique. The regression analysis was used for hypothesis testing based on the procedure recommended by Baron & Kenny (1986). From the result of research, it could be found that distributive justice affected the psychological ownership, so that psychological ownership could mediate the affective commitment and job satisfaction of non-family employees in PT. JogloSemar. This study was in line with Phillip Sieger’s study on affective commitment and non-family employees investigating the role of perceived justice and psychological ownership. Keywords: Perceived Justice, Affective Commitment, Job Satisfaction, Psychological Ownershi
PENGARUH ATRIBUT PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PESAWAT TELEVISI MEREK SHARP :Survei Pada Pengguna TV Sharp di Komplek Dimensi Kabupaten Bandung
Persaingan yang ketat dalam dunia bisnis terjadi pada industri elektronik yaitu pesawat televisi,
dimana persaingan dalam bisnis ini cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya
produk pesawat televisi yang ditawarkan. Masuknya produk elektronik asal Korea seperti
Samsung, LG, dan Daewoo semakin memperketat persaingan industri pesawat televisi di
Indonesia.
Kondisi tersebut telah memicu produsen TV Sharp untuk melakukan serangkaian program
pemasaran yang efektif agar dapat mempengaruhi dan mendorong keputusan pembelian pesawat
televisi Sharp. Salah satu upaya Sharp untuk menghadapi persaingan tersebut adalah dengan
melaksanakan program atribut produk yaitu pengembangan suatu produk atau jasa yang
melibatkan penentuan manfaat yang akan diberikan perusahaan kepada konsumen.
Berdasarkan uraian diatas, maka diadakan penelitian pengaruh atribut produk terhadap
keputusan pembelian produk pesawat televisi Sharp.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tanggapan konsumen terhadap atribut produk
pesawat televisi Sharp, untuk mengetahui tanggapan konsumen terhadap keputusan pembelian
produk pesawat televisi Sharp dan mengetahui seberapa besar pengaruh atribut produk terhadap
keputusan pembelian pesawat televisi Sharp. Manfaat penelitian ini untuk kepentingan akademis
yaitu sebagai pengembangan ilmu manajemen khususnya ilmu manajemen pemasaran dan
kepentingan praktis yaitu diharapkan memberikan masukan pada perusahaan TV Sharp,
khususnya pada manajer pemasaran dalam mengelola program strategi pemasaran melalui atribut
produk.
ABSTRAK
Pqpµlasi dalam penelitian ini adalah pengguna TV Sharp di Komplek Dimensi Kabupaten
Bandung dengan ukuran sampel minimal berjumlah 123 orang. Metode yang digunakan adalah
metode explanatory survey dengan jenis penelitian adalah deskriptif dan verifikatif Data yang
digunakan adalah data primer dan sekunder yang dikumpulkan melalui observasi wawancara,
angket, dan studi kepustakaan. Untuk mengukur besamya pengaruh kedua variabel tersebut
digunakan analisis regresi sederhana melalui bantuan program SPSS 12 for Windows.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis maka dapat disimpulkan bahwa atribut produk mempunyai
pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian pesawat televisi Sharp. Artinya semakin
baik atribut produk yang dilakukan maka semakin tinggi pula tingkat keputusan pembelian
konsume
PENGARUH ATRIBUT PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PESAWAT TELEVISI MEREK SHARP
Persaingan yang ketat dalam dunia bisnis terjadi pada industri elektronik yaitu pesawat televisi,
dimana persaingan dalam bisnis ini cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya
produk pesawat televisi yang ditawarkan. Masuknya produk elektronik asal Korea seperti
Samsung, LG, dan Daewoo semakin memperketat persaingan industri pesawat televisi di
Indonesia.
Kondisi tersebut telah memicu produsen TV Sharp untuk melakukan serangkaian program
pemasaran yang efektif agar dapat mempengaruhi dan mendorong keputusan pembelian pesawat
televisi Sharp. Salah satu upaya Sharp untuk menghadapi persaingan tersebut adalah dengan
melaksanakan program atribut produk yaitu pengembangan suatu produk atau jasa yang
melibatkan penentuan manfaat yang akan diberikan perusahaan kepada konsumen.
Berdasarkan uraian diatas, maka diadakan penelitian pengaruh atribut produk terhadap
keputusan pembelian produk pesawat televisi Sharp.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tanggapan konsumen terhadap atribut produk
pesawat televisi Sharp, untuk mengetahui tanggapan konsumen terhadap keputusan pembelian
produk pesawat televisi Sharp dan mengetahui seberapa besar pengaruh atribut produk terhadap
keputusan pembelian pesawat televisi Sharp. Manfaat penelitian ini untuk kepentingan akademis
yaitu sebagai pengembangan ilmu manajemen khususnya ilmu manajemen pemasaran dan
kepentingan praktis yaitu diharapkan memberikan masukan pada perusahaan TV Sharp,
khususnya pada manajer pemasaran dalam mengelola program strategi pemasaran melalui atribut
produk.
ABSTRAK
Pqpµlasi dalam penelitian ini adalah pengguna TV Sharp di Komplek Dimensi Kabupaten
Bandung dengan ukuran sampel minimal berjumlah 123 orang. Metode yang digunakan adalah
metode explanatory survey dengan jenis penelitian adalah deskriptif dan verifikatif Data yang
digunakan adalah data primer dan sekunder yang dikumpulkan melalui observasi wawancara,
angket, dan studi kepustakaan. Untuk mengukur besamya pengaruh kedua variabel tersebut
digunakan analisis regresi sederhana melalui bantuan program SPSS 12 for Windows.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis maka dapat disimpulkan bahwa atribut produk mempunyai
pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian pesawat televisi Sharp. Artinya semakin
baik atribut produk yang dilakukan maka semakin tinggi pula tingkat keputusan pembelian
konsume
Konstruksi makna keadilan sebagai pesan dakwah: Analisis wacana kritis pada buku Narasi Rakyat Karya Hilman Indrawan
INDONESIA:
Media dakwah melalui tulisan menjadi salah satu metode yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan agama yang kontekstual, seperti yang dilakukan dalam buku "Narasi Rakyat" karya Hilman Indrawan dan rekan-rekannya. Buku ini menyajikan kritik sosial yang tajam terhadap ketidakadilan di Indonesia, seperti korupsi, tirani, dan pelanggaran hak asasi manusia. Namun, di balik kritik tersebut, terdapat pesan dakwah yang mengajak pembaca untuk merenungkan nilai-nilai spiritual dan moral.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis representasi makna keadilan dalam dimensi teks pada buku "Narasi Rakyat"; (2) Mengidentifikasi pengaruh kognisi sosial penulis terhadap makna keadilan dalam buku "Narasi Rakyat"; (3) Mengkaji peran konteks sosial dalam membentuk makna keadilan yang disajikan dalam buku "Narasi Rakyat" ; dan (4) Mengidentifikasi pesan dakwah yang terdapat pada makna keadilan dalam buku "Narasi Rakyat".
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Analisis Wacana Kritis model Teun A. Van Dijk. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi (analisis teks), wawancara mendalam dengan penulis, dan observasi.
Penelitian ini menggunakan teori Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. van Dijk yang menekankan tiga dimensi analisis, yaitu analisis teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro wacana, mengungkap skema peristiwa, memori kolektif, ideologi, serta hubungan antara bahasa dan kekuasaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dimensi teks menampilkan keadilan sebagai kritik terhadap pengkhianatan kekuasaan dan sebagai keteladanan moral melalui tokoh-tokoh yang berintegritas; (2) Dimensi kognisi sosial mengungkapkan skema diri penulis sebagai pemuda muslim yang progresif dan berempati, yang memandang menulis sebagai bentuk dakwah sosial dan perlawanan terhadap ketidakadilan; (3) Dimensi konteks sosial menunjukkan bahwa wacana keadilan lahir dari keresahan terhadap praktik kekuasaan oligarki dan krisis moral, yang mendorong penulis untuk membuat narasi tandingan yang berpihak pada rakyat; (4) Pesan dakwah yang dikonstruksi dalam buku ini mencakup aspek akidah, syariah, dan akhlak.
ENGLISH:
Da’wah through writing is one of the most effective methods for delivering contextual religious messages, as exemplified in the book Narasi Rakyat by Hilman Indrawan and colleagues. This book presents sharp social critiques of injustice in Indonesia, such as corruption, tyranny, and human rights violations. Behind these critiques, however, lies a da’wah message that invites readers to reflect on spiritual and moral values.
This research aims to: (1) Analyze the representation of the meaning of justice in the textual dimension of Narasi Rakyat; (2) Identify the influence of the author’s social cognition on the meaning of justice in Narasi Rakyat; (3) Examine the role of social context in shaping the meaning of justice presented in Narasi Rakyat; and (4) Identify the da’wah messages contained within the meaning of justice in Narasi Rakyat.
This study uses a qualitative approach with Teun A. van Dijk’s Critical Discourse Analysis (CDA) method. Data collection techniques include documentation (text analysis), in-depth interviews with the author, and observation.
The CDA framework emphasizes three dimensions of analysis: text, social cognition, and social context. This approach enables the researcher to identify macrostructure, superstructure, and microstructure of discourse, uncover event schemata, collective memory, ideology, and the relationship between language and power.
The results of this research show that: (1) The textual dimension presents justice as a critique of the betrayal of power and as a moral exemplar through figures of integrity; (2) The social cognition dimension reveals the author’s self-schema as a progressive and empathetic young Muslim who views writing as a form of social da’wah and resistance to injustice; (3) The social context dimension shows that the discourse on justice arises from concerns over oligarchic power practices and moral crises, prompting the author to create counter-narratives in favor of the people; and (4) The da’wah messages constructed in this book include aspects of aqidah (creed), sharia (Islamic law), and akhlaq (morality)
KINERJA APARAT PENEGAK HUKUM DALAM PENANGANAN PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Efektifitas penegakan hukum harus memperhatikan dua hal yang sangat penting yaitu pertama faktor hukumnya dan yang kedua yaitu faktor penegak hukumnya. Artinya selain faktor hukumnya harus baik, aparat penegak hukumnya juga harus mampu bertindak secara profesional dan proporsional dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi. Hasil Penelitian terhadap Kinerja Aparat Penegak Hukum Dalam Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi Di Provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan bahwa Kinerja Aparat yang dalam hal ini Kepolisian dan Kejaksaan di Provinsi Kalimantan Selatan sudah memberikan hasil yang maksimal meskipun masih terdapat beberapa kendala. Terkait Model penegakan yang dapat diakomodasikan dalam hal penanganan tindak pidana korupsi adalah model koordinatif dan model regulatif.</p
HUBUNGAN KEBIASAAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI MAHASISWA INDEKOS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TATA BOGA UNIVERSITAS NEGERI MALANG TAHUN 2011/2012 DAN 2012/2013
ABSTRAK Frismania, Rika. 2014.Pengembangan Produk Crackers dengan Substitusi Mocaf (Modified Cassava Flour).Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga. Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. WiwikWahyuni, M.Pd., (II) Dr. AmatNyoto, M.Pd. Kata Kunci: Mocaf (Modified Cassava Flour), Crackers. Crackersadalah salahsatujenisbiskuit yang dibuatdariadonanterigudengankandungan protein 12-13% yang melalui proses fermentasimaupun non fermentasidenganorientasi rasa asin, renyah, danmemilikipenampangpotongan yang berlapis-lapis.Crackers substitusi mocaf adalah crackers yang dibuat dengan menambahkan mocaf sebagai bahan substitusi terigu pada adonan crackers. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan proporsi substitusi mocaf yang terbaik dalam pembuatan crackers. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen pembuatan crackers substitusi mocaf persentase 20%, 30%, dan 40% dengan pengujian sebanyak tiga kali pengulangan. Analisis dilakukan pada produk crackers yang meliputi sifat kimia, sifat fisik, dan organoleptik,. Data dianalisa menggunakan analisa one way ANOVA, jika terdapat perbedaan antar perlakuan maka dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Tujuan DMRT adalah untuk mengetahui perbedaan di antara masing-masing perlakuan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil penelitian crackers substitusi mocaf yaitu (1) Sifat kimia kadar air crackers substitusi mocaf memperoleh rerata nilai kisaran antara 2,6 sampai 4,19. (2) Sifat kimia kadar protein crackers substitusi mocaf memperoleh rerata nilai kisaran antara 7,35 sampai 9, 32. (3) Sifat kimia kadar serat crackers substitusi mocaf memperoleh rerata nilai kisaran antara 2,66 sampai 4,4. (4) Sifat fisik tekstur daya patah crackers substitusi mocaf memperoleh rerata nilai kisaran antara 2,7 sampai 5,8. (5) Hasil uji mutu hedonik warna crackers substitusi mocaf memperoleh rerata nilai kisaran antara 2,5 sampai 4,43 (6) Hasil uji mutu hedonik rasa crackers substitusi mocaf memperoleh rerata nilai kisaran antara 2,28 sampai 3,78. (7) Hasil uji mutu hedonik tekstur crackers substitusi mocaf memperoleh rerata nilai kisaran antara 2,28 sampai 4,38. (8) Hasil uji hedonik kesukaan warna crackers substitusi mocaf memperoleh rerata nilai kisaran antara 2,35 sampai 3,81. (9) Hasil uji hedonik kesukaan rasa crackers substitusi mocaf memperoleh rerata nilai kisaran antara 2,36 sampai 4,18. (10) Hasil uji hedonik kesukaan tekstur crackers substitusi mocaf memperoleh rerata nilai kisaran antara 2,21 sampai 4,05
Perlindungan Hukum Anak Penyandang Disabiltas terkait Hak Pendidikan
Penyandang disabilitas sering dilupakan dalam perkembangan hukum dan juga partisipasi dalam pembangunan hukum, sehingga menjadi rentan aksesnya terhadap keadilan. Penyandang disabilitas harus memperoleh hak yang sama dengan yang lain tanpa terkecuali. Hal ini untuk memberikan rasa adil bahwa penyandang disabilitas berhak untuk memperoleh pendidikan di negara ini. Oleh sebab itu, perlu ada sosialisasi terkait hak pendidikan melalui perlindungan hukum anak penyandang disabilitas. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini ialah untuk memberikan gambaran umum tentang adanya perlindungan hukum terhadap anak-anak disabilitas atas hak pendidikan di Republik Indonesia. Metode PkM melalui kegiatan partisipatif berupa sosialisasi terkait hak pendidikan terhadap anak penyandang disabilitas. Berdasarkan hasil PkM ditemukan bahwa sosialisasi perlindungan atas hak pendidikan terhadap anak penyandang disabilitas telah disampaikan dengan baik dan peserta antusias mengikuti kegiatan. Dari kegiatan tersebut diperoleh telaah ketentuan perundang-undangan yang memberikan perlindungan terhadap pemenuhan hak anak penyandang disabilitas dan dibentuknya Komisi Independent yang melakukan pengawasan terhadap pemenuhan hak tersebut
Penyelesaian Tindak Pidana Pengerusakan Melalui Pendekatan Restorative Justice
This article explores the resolution of the criminal act of vandalism through a restorative justice approach. Under Indonesian criminal law, vandalism is regulated in Article 406 of the Criminal Code with a maximum prison sentence of two years and eight months. However, the retributive approach is considered less effective in achieving substantive justice as it focuses solely on punishing the offender. This study employs a normative legal method with statutory, conceptual, and comparative approaches to examine the urgency of implementing restorative justice in resolving vandalism cases. The findings indicate that restorative justice offers a more humane approach by prioritizing the restoration of relationships between offenders and victims through mediation and mutual agreement. This approach aligns with local cultural values such as deliberation and contributes to reducing the burden on judicial and correctional institutions. Moreover, restorative justice provides a fairer and more efficient resolution, strengthening community involvement in legal enforcement. Therefore, this approach is relevant for application in vandalism cases that meet the established criteria, as a means to achieve balanced justice and restore the condition of all parties involved.
Keywords: restorative justice, vandalism, restoration, alternative sentencing, criminal lawArtikel ini membahas penyelesaian tindak pidana pengrusakan melalui pendekatan keadilan restoratif. Dalam hukum pidana Indonesia, pengrusakan merupakan tindak pidana yang diatur dalam Pasal 406 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman pidana penjara maksimal dua tahun delapan bulan. Namun, pendekatan retributif dinilai kurang efektif dalam mewujudkan keadilan substantif karena hanya menekankan pada penghukuman pelaku. Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan untuk mengkaji urgensi penerapan keadilan restoratif dalam penyelesaian kasus pengrusakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan restoratif lebih humanis karena mengutamakan pemulihan hubungan antara pelaku dan korban melalui mediasi dan kesepakatan bersama. Pendekatan ini sejalan dengan nilai-nilai lokal seperti musyawarah serta mampu mengurangi beban lembaga peradilan dan pemasyarakatan. Selain itu, keadilan restoratif dianggap mampu menciptakan penyelesaian yang lebih adil dan efisien, serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam penegakan hukum. Oleh karena itu, pendekatan ini relevan diterapkan dalam kasus pengrusakan yang memenuhi syarat, sebagai upaya mencapai keadilan yang berimbang dan pemulihan keadaan semula.
Kata Kunci: restorative justice, tindak pidana pengrusakan, pemulihan, pemidanaan alternatif, hukum pidan
Anthony Seeger’s Contribution to Ethnomusicology: A Bio-Bibliography of the Why Suyá Sing’s (1987) Author
This research is a bio-bibliographical study of an American ethnomusicologist, Anthony Seeger. Issues discussed include seeking information about Seeger as an important figure, his contribution to scientific development, music education, music history, and basic knowledge of ethnomusicology. Since the data are in the form of written sources that not only come from his works but also the works of others who cite his works so that literature review is used as a research method to obtain answers to the problems raised. This study concluded that the anthropological approach greatly influenced the characteristics of Seeger’s field research in studying the Suyá’s music in the interior part of Brazil. The report from the research turned out to be an essential source for the development of Seeger’s theories of musical anthropology. From the success of Seeger, we could learn how important fieldwork is in ethnomusicology. Kontribusi Anthony Seeger Terhadap Etnomusikologi: Sebuah Bio-Bibliografi Pengarang The Why Suya’ Sing (1987). Penelitian ini adalah studi bio-bibliografi seorang etnomusikolog Amerika, Anthony Seeger. Masalah yang dibahas termasuk mencari informasi tentang Seeger sebagai tokoh penting, kontribusinya terhadap pengembangan ilmiah, pendidikan musik, sejarah musik, dan pengetahuan dasar tentang etnomusikologi. Karena semua data tersebut dalam bentuk sumber tertulis yang tidak hanya berasal dari karya-karyanya tetapi juga karya-karya orang lain yang mengutip karya-karyanya, sehingga tinjauan pustaka digunakan sebagai metode penelitian untuk mendapatkan jawaban atas masalah yang diajukan. Studi ini menyimpulkan bahwa pendekatan antropologis sangat mempengaruhi karakteristik penelitian lapangan Seeger dalam mempelajari musik Suyá di bagian interior Brasil. Laporan dari penelitian ini ternyata menjadi sumber penting untuk pengembangan teori antropologi musikal Seeger. Dari keberhasilan Seeger, kita bisa belajar betapa pentingnya kerja lapangan dalam etnomusikologi.Kata kunci: etnomusikologi; kerja lapangan; antropologi musikal; Seeger; Suyá
Professionalism Apparatus Law Enforcement as a Factor Determinant of Legal Legitimacy in Society
The professionalism of law enforcement officers is a crucial factor in achieving just, effective, and legitimate law enforcement in society. In practice, however, law enforcement often reveals a gap between legal norms and social reality, frequently caused by low levels of professionalism among officers. This condition shows that the effectiveness of law enforcement depends not only on the clarity of legal norms but also on the quality of those who implement them. This study aims to analyze the professionalism of law enforcement from a socio-legal perspective and examine its implications for the legitimacy of law enforcement institutions. The research employs a socio-legal method that integrates normative legal analysis with an examination of the social dimensions of law enforcement practices. The findings indicate that professionalism extends beyond technical competence and procedural compliance, encompassing integrity, ethical conduct, independence, and sensitivity to social contexts. Weak professionalism contributes to selective law enforcement, discriminatory practices, and declining public trust in legal institutions. From a socio legal perspective, legal legitimacy is not solely derived from formal authority but is also constructed through public acceptance of how the law is applied. Law enforcement perceived as unfair, inconsistent, or lacking transparency undermines institutional credibility and weakens legal compliance. Therefore, strengthening the professionalism of law enforcement officers is essential not only to improve the quality of law enforcement but also to bridge the gap between law in the books and law in action, ensuring the sustainability of institutional legitimacy
