1,720,986 research outputs found

    ANALISIS EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DARING DI SEKOLAH DASAR PADA MASA PANDEMI COVID-19

    Full text link
    Kondisi pendidikan di Masa Pandemi Covid-19 mengalami banyak sekali perbedaan yang signifikan yang dirasakan langsung oleh pelaku pendidikan, didalamnya Guru dan juga Siswa. Ada yang sudah siap menghadapi perubahan, tetapi ada juga yang belum. Hal ini terjadi juga pada salah satu Sekolah Negeri yang ada di daerah terpelosok di Kabupaten Maluku Barat Daya. Dimana melalui sistem pembelajaran Daring sekolah mengalami banyak sekali kendala saat proses pembelajaran, baik dari segi ketersediaan sarana prasarana, guru dan siswa yang kurang terampil dalam melaksanakan pembelajaran daring, minimnya jaringan akses internet, kurangnya perhatian orang tua terhadap pendidikan anak dan lain sebagainya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengukur seberapa jauh ke efektifan pelaksanaan pembelajaran daring yang dilakukan selama masa pandemi covid-19. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan metode kualitatif, tipe deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi terhadap data primer dan sekunder. Dari hasil analisis data yang dilakukan, maka diperoleh hasil penelitian diantaranya, minimnya kemampuan siswa dan guru dalam memahami proses belajar daring, kesulitan guru dalam melaksanakan proses penilaian terhadap siswa dengan situasi yang tidak bertatap muka secara langsung, kurangnya ketersediaan IT dan siswa yang kurang puas belajar daring karena menghadapi beberapa kendala saat belajar. Namun disisi lain, jika proses pembelajaran daring dilakukan tanpa ada halangan, tentu saat proses pelaksanaan akan sangat efektif, karena dapat efektif jarak, tenaga, waktu dan juga efisien dan ekonomis. Oleh karena itu pembelajaran daring dapat dipandang sebagai salah satu keunggulan kompetitif suatu institusi pendidikan

    Pembelajaran Matematika Materi Pembagian Menggunakan Bar Diagram dan Leftover Game Board

    Full text link
    Pedagogy mastery for primary school teachers is a key to delivering meaningful learning yet fun. Teachers should know the best methods for students to engage in learning activities that enrich their learning experience. Making mathematics way more fun could be formulated by adopting such a visual model to uplift students’ understanding of mathematics concepts. Sharpening students’ mathematics thinking could also be modeled as a game. This study aimed to describe how fruitful teaching division in mathematics is for fourth grade using a bar diagram and leftover game board. This has been researched with a descriptive qualitative approach using the case study method. The subjects of this study are eight students in grade four. The data sources were collected from students' activity during the learning process observation sheet, students’ worksheets, and students’ interview sheets. The data was analyzed through data collection, data reduction, data display, and conclusion. This study revealed that teaching division using a bar diagram could ease students’ lack of dividing numbers with two number digits and leftover game board activity could make students come over with positive attitudes towards mathematics, such as fascination, pleasure, and passion, engage in healthy academic competition during in-class activities.Pedagogy mastery for primary school teachers is a key to delivering meaningful learning yet fun. Teachers should know the best methods for students to engage in learning activities that enrich their learning experience. Making mathematics way more fun could be formulated by adopting such a visual model to uplift students’ understanding of mathematics concepts. Sharpening students’ mathematics thinking could also be modeled as a game. This study aimed to describe how fruitful teaching division in mathematics is for fourth grade using a bar diagram and leftover game board. This has been researched with a descriptive qualitative approach using the case study method. The subjects of this study are eight students in grade four. The data sources were collected from students' activity during the learning process observation sheet, students’ worksheets, and students’ interview sheets. The data was analyzed through data collection, data reduction, data display, and conclusion. This study revealed that teaching division using a bar diagram could ease students’ lack of dividing numbers with two number digits and leftover game board activity could make students come over with positive attitudes towards mathematics, such as fascination, pleasure, and passion, engage in healthy academic competition during in-class activities

    Analisis Hambatan Belajar Siswa Pada Materi Geometri di Sekolah Dasar

    No full text
    Salah satu aspek penting dalam matematika yang perlu dikuasai oleh siswa adalah geometri, yang mencakup sifat-sifat, hubungan antar unsur, serta proses pengukurannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan belajar siswa pada materi geometri di tingkat sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, dengan melibatkan tes tertulis untuk siswa serta wawancara dengan siswa dan guru di sebuah sekolah dasar yang berlokasi di Kabupaten Bondowoso. Hasil analisis berdasarkan dari teori learning obstacle adalah; a) Epistemological obstacle yaitu siswa tidak mampu menggunakan rumus keliling dan luas persegi serta persegi panjang, kemudian siswa tidak teliti dalam menggunakan satuan keliling dan luas; b) Ontogenic obstacle yaitu siswa tidak memahami konteks permasalahan keliling dan luas persegi serta persegi panjang, kemudian siswa tidak mengingat rumus keliling dan luas persegi serta persegi panjang; c) Didactical obstacle yaitu siswa tidak mampu menggunakan rumus keliling dan luas persegi serta persegi panjang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu guru dalam memahami hambatan belajar siswa pada materi geometri. Selain itu, temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan untuk merancang rencana pembelajaran yang lebih bermakna, yang disesuaikan dengan hambatan belajar yang dialami siswa

    Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Sekolah Dasar Islam Annajah Pebayuran Bekasi dalam Menyusun Soal Berbasis HOTS melalui Kegiatan BIMTEK

    Full text link
    Pembuatan soal yang baik dan benar menjadi syarat pokok dalam menunjang kompetensi profesional pedagogik seorang pendidik. Kegiatan BIMTEK ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para pendidik di SD Islam Annajah Pebayuran Bekasi terkait dengan teknik penyusunan soal yang berbasis Hight Order Thinking Skill (HOTS). Kegiatan ini didasari oleh masih rendahnya kompetensi pendidik dalam menyusun soal berkategori HOTS. Kagiatan ini dilaksanakan pada Senin 07 November 2022 yang bertempat di aula Pesantren Islam Hidayatunnajah Bekasi. Metode penelitian ini menggunakan kaji tindak partisipatif. Metode ini merupakan keikutsertaan seseorang dalam melaksanakan sesuatu atau pengambilan bagian dari sesuatu yang harus dilaksanakan oleh pelakunya. Jadi, peneliti dalam BIMTEK ini terlibat secara aktif dalam kegiatan penyusunan soal berbasis HOTS. Hasil dari aktivitas BIMTEK ini dapat menambah wawasan dan kompetensi para pendidik dalam menyusun soal berbasis HOTS dengan mengembangkan materi dari Kompentensi Dasar, merumuskan indikator sesuai dengan level kognitif, dan menulis butir soal yang tepat sesuai dengan indikator soal

    REPRESENTASI KESADARAN AGENSI MORAL SEBAGAI GURU: STUDI FENOMENOLOGI PADA MAHASISWA PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

    Full text link
    Artikel ini bertujuan mendeskripsikan representasi kesadaran agensi moral mahasiswa pascasarjana UPI pada pengalaman atau fenomena profesi guru. Dalam penelitian ini agensi moral dapat dimaknai pada dua kondisi ganda yang melingkupi guru sebagai figur teladan yang melakukan tindakan profesional secara etis dan sebagai pendidik moral yang mengajarkan nilai-nilai kebajikan kepada siswa agar menjadi manusia yang berkarakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara yang dirancang dengan mengacu pada struktur pembangun agensi moral yaitu: identitas moral, sensitivitas moral, dan tindakan moral. Partisipan pada penelitian ini adalah lima orang mahasiswa Program Studi Magister Pedagogik Sekolah Pascasarjana UPI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para Partisipan memaknai guru secara esensial sebagai pekerjaan yang memiliki tanggung jawab moral, dan guru bertanggung jawab atas masa depan peserta didiknya baik secara khusus maupun umum. Partisipan juga menyatakan bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, mengabdi pada negeri, dan sebuah kebahagian batin ketika bisa melihat peserta didiknya berprestasi. Melalui pembangunan identitas moral, partisipan mampu menghidupkan sensitivitas moral dengan mengidentifikasi beberapa situasi problematis yang menggejala pada realitas kehidupan guru di sekolah. Oleh karena itu, dengan penuh kesadaran, partisipan mampu melakukan tindakan moral untuk mengemansipasi kehidupan profesi guru menjadi lebih baik. Kata kunci: Agensi moral, fenomenologi, pendidikan karakter, berpikir reflektif, profesi guru. REPRESENTATION OF MORAL AGENCY AWARENESS AS A TEACHER: PHENOMENOLOGICAL STUDY IN POSTGRADUATE STUDENTS IN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA Abstract: This article aims to describe the representation of the moral awareness of UPI graduate students on the experiences or phenomena of the teacher profession. In this study moral agency can be interpreted in two double conditions which surround the teacher as a role model who takes profesional action ethically and as a moral educator who teaches virtue values to students so that they become human characters. The research uses a qualitative approach with a phenomenological framework. Data collection uses interview guidelines designed with reference to the structure of moral agency building, namely moral identity, moral sensitivity and moral action. Participants in this study were five students of the UPI Postgraduate School's Pedagogic Masters Study Program. The results show that participants interpret the teacher essentially as a job that has moral responsibility, the teacher is responsible for the future of the students specifically and education in general. Participants also stated that being a teacher is an unsung hero, serving the country, and an inner happiness can see their students perform. Through the building of moral identity, participants are able to turn on their moral sensitivity by identifying several problematic situations that affect the reality of the teacher's life at school. So that participants are able to perform moral actions with full awareness to emancipate the profesional life of the teacher for the better. Keywords: Moral agency, phenomenology, character education, reflective thinking, teacher profession

    KOMPETENSI PEDAGOGIK TUTOR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR WARGA BELAJAR PKBM CITATAH ENDAH BANDUNG BARAT

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kompetensi pedagogik tutor PKBM Citatah Endah dalam meningkatkan motivasi belajar warga belajarnya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, di mana data yang diperoleh berasal dari wawancara dengan narasumber, observasi dan kajian dokumentasi. Sementara yang menjadi subjek penelitian adalah Kepala PKBM, tutor PKBM dan para warga belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kompetensi pedagogik tutor dalam perencanaan pembelajaran dilakukan dengan membuat draft RPP, namun sebagian tutor tidak membawa RPP pada saat proses belajar mengajar berlangsung sehingga tujuan pembelajaran tidak tercapai secara maksimal; (2) Kompetensi pedagogik tutor dalam proses pembelajaran dilakukan dengan mendalami dan memantapkan sejumlah materi pembelajaran sebagaimana terdapat dalam buku paket, adapun dalam proses pembelajaran terdapat pengelolaan kelas yang kurang baik dan pemanfaatan waktu yang kurang disiplin; dan (3) Kompetensi pedagogik tutor dalam meningkatkan motivasi belajar warga belajar dilakukan dengan memberi kesempatan kepada warga belajar untuk terlibat aktif dalam menggunakan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi dalam pencapaian tujuan pembelajaran, berkomunikasi secara efektif dengan warga belajar, dan melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran

    INOVASI PEDAGOGIK DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN: MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI ERA DIGITAL

    Full text link
    This study aims to understand the implementation of pedagogy from the perspectives of teachers and students and its impact on learning quality. Using a qualitative approach with a descriptive method, the research was conducted in several secondary schools selected based on student diversity and the adoption of pedagogical innovations by teachers. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and documentation, then analyzed using a thematic analysis approach. The findings reveal that student-centered learning strategies enhance student motivation and engagement, while the use of educational technology positively impacts the learning process. However, challenges such as limited facilities and the need for individual student guidance remain significant. This study highlights the importance of pedagogical innovations relevant to student needs in the digital era to improve education quality

    MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN WARGA BELAJAR MENCAPAI KOMPETENSI KEAKSARAAN USAHA MANDIRI:Studi Pengembangan pada Kelompok Belajar di Desa Tugumukti Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah rendahnya kemampuan warga belajar dalam menguasai kompetensi keaksaraan usaha mandiri (KUM). Masalah tersebut antara lain disebabkan oleh rendahnya kualitas pembelajaran, terutama kurang tepatnya strategi pembelajaran yang selama ini dilaksanakan dengan tujuan program keaksaraan usaha mandiri . Kelemahan dalam proses pembelajaran KUM meliputi: 1) tutor cenderung masih menerapkan strategi pembelajaran yang konvensional, metode ceramah dan latihan calistung semata sebagai andalan dalam proses pembelajaran. 2) pelaksanaan pembelajaran KUM belum menyentuh pada ranah kebutuhan atau masalah warga belajar, 3) keputusan tentang pembelajaran lebih banyak dilakukan oleh tutor. 3) kewirausahaan atau jenis usaha yang dikembangkan melalui pendidikan keaksaraan masih terbatas pada aspek pengetahuan bukan pada pengalaman mendalam. 4) tindak lanjut kewirausahaan sebagai strategi keaksaraan, masih menghadapi kendala terutama pada aspek jaringan dan modal usaha, sehingga proses pembelajaran hanya sebatas memenuhi tuntutan pemberi subsidi saja. Bertolak dari kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk : 1) memeperoleh gambaran tentang kondisi empiris pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri (KUM) di lapangan; 2) mengembangkan rancangan model konseptual model pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan kemampuan warga belajar dalam mencapai kompetensi keaksaraan usaha mandiri; 3) mendeskripsikan hasil implementasi model pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan kemampuan warga belajar mencapai kompetensi keaksaraan usaha mandiri; dan 4) memperoleh gambaran efektivitas model pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan kemampuan warga belajar dalam mencapai kompetensi keaksaraan usaha mandiri. Konsep dan teori yang dijadikan acuan dalam penelitian ini meliputi konsep belajar dan model pembelajaran, konsep pembelajaran berbasis masalah, konsep andragogi (pendidikan orang dewasa) dalam pendidikan keaksaraan dan konsep kompetensi keaksaraan usaha mandiri (KUM). Secara metodologis penelitian ini menggunakan prosedur penelitian dan pengembangan (research and development), menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dan berlokasi di kelompok belajar pendidikan KUM Desa Tugumukti Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat, dengan desain ekperimen pre-test dan post-test yang diujicobakan pada kelompok tunggal (One-Group Pretest-Posttest Design), dan tidak menggunakan kelompok kontrol. Hasil penelitian mendapat gambaran : Pertama, secara empirik pengelolaan pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri selama ini belum dilaksanakan secara optimal, sehingga berakibat kemampuan warga belajar dalam mencapai kompetensi keaksaraan usaha mandiri masih rendah. Salah satu faktor penyebab rendahnya kompetensi warga belajar adalah model dan strategi pembelajaran yang belum relevan dengan tujuan program pendidikan keaksaraan usaha mandiri. Kedua, secara konseptual model pembelajaran berbasis masalah yang dikembangakan dengan berpijak pada landasan teori, landasan yuridis dan landasan empiris, meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Ketiga, dengan dukungan berbagai pihak antara lain pengelola, tutor, warga belajar dan tokoh masyarakat yang ada, model pembelajaran berbasis masalah dapat diimplementasikan sesuai dengan harapan. Keempat, model pembelajaran yang dikembangkan setelah melalui implementasi menunjukkan hasil yang efektif dalam meningkatkan kemampuan warga belajar mencapai kompetensi keaksaraan usaha mandiri. Hal ini berarti bahwa implementasi model yang dikembangkan secara efektif mampu meningkatkan kemampuan warga belajar mencapai kompetensi keaksaraan usaha mandiri.Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah terbukti mampu meningkatkan kompetensi warga belajar pendidikan keaksaraan usaha mandiri (KUM). Hal ini memberi indikasi bahwa model tersebut dapat memberi masukan dan mendukung keberhasilan program pendidikan keaksaraan usaha mandiri yang dikembangkan selama in

    KOMPETENSI PEDAGOGIK KETELADANAN PADA PENDIDIKAN ANTIKORUPSI DI PROVINSI LAMPUNG

    No full text
    This study aims to analyze the pedagogical competence required for character education development, particularly in PAK, and the importance of role modeling in its success. The research uses a descriptive analysis method on teaching modules and project documents based on PAK designed by teachers at the secondary education level in Lampung. The findings reveal that pedagogical competence must be supported by teachers' personality, social, and professional competencies. The integrity-based learning protocol, as part of the PAK module, is designed to instill values such as honesty, discipline, responsibility, and courage in students. Teachers' role modeling, demonstrated through integrity in and outside the classroom, is a key element in building an educational ecosystem of integrity. This study recommends strengthening pedagogical competence training to ensure the sustainability of PAK implementation in schools

    EFEKTIVITAS PENGGUNAAN TEKNOLOGI INTERNET DALAM MENCARI PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN BAGI WARGA BELAJAR PKBM

    Full text link
    Teknologi memberi dampak yang luas dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk perubahan besar dalam penyelenggaraan pendidikan tuntutnny adalah pendidikan mampu menghasilkan sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi yang tinggi, pada abad ke 21 peserta didik dituntut agar mampu belajar melalui teknologi yang semakin maju dan tanpa batas. Di Abad-21 terdapat proses serap informasi yang sangat berbeda, yang mana pada era sebelumnya, ilmu pengetahuan menghasilkan teknologicanggih seperti saat ini, tantangan pedagogi saat ini bagaimana teknologi dapat mengtranfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik. Dunia pendidikan dituntut untuk mampu menciptakan pendidikan yang menghasilkan sumber daya manusia indonesia yang seutuhnya yang memberikan kontribusi besar dalam membangun tatanan sosial dan ekonomi pada Abad-21. Tujuan penelitian ini adalah untuk  mendeskripsikan  teknologi informasi abad-21  yang  terus dikembangkan pada dunia pendidikan menjadikan sebuah revolusi pendidikan yang menjadikan teknologi sebagai sumber informasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.  Sampel penelitian  ini  adalah warga belajar pada PKBM Ibun yang berada di kabupaten Bandung majalaya dengan responden 20 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi abad ke-21 dapat mengtranfer informasi yang bermanfaat dan banyak memberikan ilmu baru termasuk ke keterampilan dan belajar berinovasi; (2) kehidupan dan karir; dan (3) keterampilan teknologi dan media informasi. Kata  Kunci: Kemajuan Teknologi, Revolusi, Pendidikan
    corecore