198 research outputs found
PERANCANGAN BUKU ILUSTRASI INTERAKTIF TENTANG PENGENALAN ISTANA MAIMOON UNTUK ANAK USIA 5-8 TAHUN DI SUMATERA UTARA
ABSTRAK
Ramadhani, Laila. 2019. Perancangan Buku Ilustrasi Interaktif Tentang Pengenalan Istana Maimoon Untuk Anak Usia 5-8 Tahun di Sumatera Utara. Tugas Akhir. Program Studi Desain Komunikasi Visual. Fakultas Industri Kreatif. Universitas Telkom. Bandung
Istana Maimoon merupakan salah satu cagar budaya yang berada di jantung kota Medan, Sumatera Utara. Dalam bangunan cagar budaya tersebut terdapat beberapa budaya asing yang ikut serta dalam arsitektur Istana Maimoon. Diantara adalah arsitektur Eropa, India dan Timur Tengah. Namun begitu, budaya Melayu yang merupakan budaya asli dari Istana Maimoon tetap terlihat menonjol. Keanekaragaman budaya yang menyatu dalam satu bangunan cagar budaya tersebut menjadi sebuah representasi yang baik dalam meningkatkan rasa toleransi dalam kehidupan. Belakangan ini banyak fenomena yang terjadi dimasyarakat terkait kurangnya rasa toleransi dalam kehidupan, untuk itu membangun rasa toleransi sebaiknya dilakukan sejak dini. Sebab, rasa toleransi merupakan sebuah pemikiran yang tidak bisa begitu saja di tanamkan tanpa adanya kesadaran diri sejak dini. Untuk itu, diperlukannya sebuah media yang tepat sebagai pembelajaran rasa toleransi untuk anak-anak sebagai sarana memupuk kesadaran diri sejak dini.
Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara, kuesioner, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka yang menghasilkan data yang dibutuhkan untuk membuat perancangan buku ilustrasi anak tentang pengenalan Istana Maimoon.
Diharapkan dengan adanya buku ilustrasi ini dapat menambah informasi anak terkait Istana Maimoon serta dapat menjadi salah satu media yang efektif dalam menumbuhkan rasa toleransi dalam berkehidupan.
Kata Kunci : Buku Ilustrasi, Istana Mimoon, Sumatera Utara
Overview Of The Life Of Unmarried Factory Workers Affected By Consumptive Lifestyle At PT. Provi Sinar Concrete Tanjung Morawa Deli Serdang Regency
Lifestyle can shape an individual's behavior, the tendency for a consumptive lifestyle is influenced by internal factors such as lifestyle. The lifestyle of workers here can be seen in spending on snacks and other needs that are higher than the needs for transportation, housing and study. This study aims to describe the lives of unmarried factory workers at PT Provi Sinar Concrete, with a focus on those affected by a consumptive lifestyle. Unmarried factory workers often face social pressure to meet a certain standard of living desired by the surrounding environment, especially their peers. This study uses a qualitative approach with in-depth interviews with 2 unmarried factory workers and observations of their social activities outside of working hours. The results show that consumptive lifestyles are greatly influenced by the influence of peers and consumerism trends that develop around them. Despite their limited income, unmarried factory workers often spend most of their income on buying things that are not really needed, such as clothes, gadgets, or entertainment, which are often only to meet social expectations or follow trends. This habit leads to a lack of good financial management, with many of them not having savings or long-term financial planning. This study suggests the importance of more intensive financial education among factory workers, especially to teach them how to manage their finances wisely, avoid excessive consumption patterns, and prepare for a more stable financial future.97 PagesSkripsi Sarjan
ANALISIS IMPLEMENTASI REBRANDING KAMPUNG KELUARGA BERENCANA MENJADI KAMPUNG KELUARGA BERKUALITAS DI KELURAHAN BANYUDONO KABUPATEN PONOROGO
ABSTRAK
Skripsi dengan judul Analisis Implementasi Rebranding Kampung Keluarga Berencana Menjadi Kampung Keluarga Berkualitas Dikelurahan Banyudono Kabupaten Ponorogo Oleh Rizqi Gilang Ramadhani / 18240662 dengan dosen pembimbing Bapak Oki Cahyo Nugroho, S.Sn., M.I. Kom
Penelitian ini didasari fenomena maraknya kampung KB yang menjunjung tinggi prestasi akan desanya, maka dari itu penulis mengambil system rebranding dari kampong keluarga berencana menjadi Kampung KB sebagai penelitian ini. Dengan menggunakan tiga tahap rebranding yang akan digunakan penulis dalam penelitian ini. Selain itu penulis juga melakukan penelitian dilapangan secara berkala untuk menemukan data yang akurat serta data yang dibutuhkan.Penelitian ini menggunakan metode penlitian kualitatif yang mana penulis akan melakukan wawancara dengan narasumber yang terkait dengan proses rebranding Kampung Keluarga Berencana di Kelurahan Banyudono ini. Selain itu juga menggunakan dokumnetasi serta referensi penelitian terdahulu. kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini akan mengarah pada kesuksesan rebranding kampung keluarga berencana menjadi Kampung KB Banyudono. Sumber data pada penelitian ini ada dua macam yaitu data primer yang berisikan wawancara dengan narasumber dan data sekunder yang mengambil video serta gambar yang ada sebelumnya. Hasil dari penelitian ini akan menunjukkan sudah efektif terbukti dengan semakin dikenalnya kampung KB Bayudono dikalangan masyarakat.
Kata Kunci : Rebranding, Banyudono, Kampung KB, Citra, BKKBN
ABSTRACT
Thesis with the title Analysis of Implementation of Rebranding of Family Planning Villages to Become Quality Family Villages in Banyudono Village, Ponorogo Regency By Rizqi Gilang Ramadhani / 18240662 with supervisor lecturer Mr. Oki Cahyo Nugroho, S.Sn., M.I. com
This research is in line with the phenomenon of the rise of family planning villages that uphold the high achievements of their villages, therefore the authors adopted a rebranding system from family planning villages to family planning villages as this research. By using a three-stage rebranding that will be used by the author in this study. In addition, the author also conducts field research on a regular basis to find accurate data and the data needed. This research uses a qualitative research method in which the author will conduct interviews with informants related to the process of rebranding the Family Planning Village in the Banyudono Village. Besides that, it also uses documentation and references to previous research. The conclusions that can be drawn from this research will lead to the success of rebranding the family planning village into Banyudono KB Village. There are two kinds of data sources in this study, namely primary data which contains interviews with informants and secondary data which takes videos and pictures that existed before. The results of this study will show that it has been proven effective by the increasing recognition of KB Bayudono village among the community.
Keywords: Rebranding, Banyudono, Kampung KB, Citra, BKKB
MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING BERBASIS Wizer.me MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS
The destination and goal of this research is whether the Wizer.me-based blended learning model can successfully improve mathematical literacy skills. The design of this article is the pretest and posttest control groups. The article used by the researcher is a quasi-experimental type. The instrument applied is an essay test and the process of taking part of the members is random. All members of the school used are class VII SMP Negeri 23 Medan which has 6 classes. Some of the members or samples studied were from students in room VII-A totaling 25 people and room VII-B totaling 25 people. To analyze the data by calculating the mean, normality of the data, homogeneity the data, hypotesis testing and analysis of the student\u27s answer process. From the results obtained that all data analysis of students in class VII-A who were given treatment was higher than students in class VII-B who were not treated, namely 9.2 > 5.8. The conclusion is that the Wizer.me-based blended learning model improves students\u27 mathematical literacy skills.Â
Implementasi Eksekusi RIIL Putusan Perkara Perdata Tentang Perbuatan Melawan Hukum Pada Pengadilan Negeri Kelas 1A Kota Pekanbaru
On the implementation of the real execution of civil case decisions regarding unlawful acts at the Pekanbaru district court, where in the implementation of court decisions it is still often found that the defendant does not fulfill the contents of the decision voluntarily. So that this action can harm the plaintiff. The defendant's unwillingness to carry out the decision voluntarily can lead to a legal action, namely a forced action (execution). Regarding the execution factor, the cause of the difficulty is that the previous decision has not been fulfilled. The formulation of the problem in this study are: first, how is the implementation of the real execution of civil case decisions at the Class 1A District Court of Pekanbaru City. Second, what are the factors that cause difficulties in implementing the real execution of civil case decisions at the Class 1A District Court of Pekanbaru City. This research is classified in the type of empirical sociological writing, which uses field research to obtain primary and secondary data. The data used to obtain a number of information related to this research. While the nature of the research used is descriptive that is describing a research result by examining or analyzing a statement clearly, in detail and completely. From the results of the research, the researchers found that in the implementation of real executions at the Pekanbaru District Court, namely the existence of a request for execution, aanmaning (rebuke/warning), confiscation of the execution of the execution determination, the clerk or bailiff carried out the real execution, the execution of emptying both the defendant, his family and property. the goods and the execution is carried out with the assistance of the Indonesian Police/Military Security Apparatus. While the factors causing difficulties in carrying out real executions, namely physical resistance from the community, delays in executions due to resistance, unclear decisions, delays or termination of executions on the basis of peace and the executed parties refuse because they are not in accordance with the decision
Implementasi Tahsin Alquran dalam Meningkatkan Kualitas Bacaan Alquran Ibu-Ibu di Majlis Ta’lim Al-Hikmah Peruri
Penelitian ini di latar belakangi oleh kurangnya kualitas bacaan Al-Quran pada ibu-ibu majlis talim Al-Hikmah yang terletak di komplek Peruri Kelurahan Sudimara Timur Kecamatan Ciledug Kota Tangerang. Dalam belajar membaca Al-Qur’an tentunya ada metode untuk mengajarkan dengan cara menyesuaikan kemampuan peserta yang sedang diajarkan. Penelitian ini bertujuan, pertama, untuk mengetahui bagaimana kondisi objektif kemampuan membaca Al-Quran pada ibu-ibu Majllis ta’lim. Kedua, untuk mengetahui bagaimana implementasi metode tahsin untuk meningkatkan kualitas membaca Al-Quran pada ibu-ibu majlis Ta’lim Al-Hikmah. Ketiga, untuk mengetahui implementasi tahsin memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kualitas bacaan Al- Qura’an pada ibu-ibu majlis Ta’lim Al-Hikmah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif narrative dengan menggunakan metode eksperimen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Tahsin al-Quran memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas bacaan Al-Qur’an pada ibu-ibu majlis ta’lim Al-Hikmah
PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN CONGKLAK (TRADISIONAL INDONESIA) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN SISWA DI SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan pengembangan media permainan congklak serta untuk meningkatkan kemampuan berhitung permulaan siswa kelas I Sekolah Dasar. Metode dari penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Penelitian pengembangan merupakan metode untuk menghasilkan produk media dan menyempurnakan produk yang telah ada serta menguji keefektifan produk tersebut. Peneliti melakukan penelitian dan pengembangan Media Permainan Congklak (Tradisional Indonesia) berbasis daur ulang sampah. Tingkat kelayakan media permainan congklak (tradisional Indonesia) ini diketahui melalui validasi oleh ahli materi matematika, validasi oleh ahli media, validasi oleh guru dan uji coba penggunaan oleh siswa.Penilaian diperoleh 90,01% dari subjek ahli materi, ahli media 89, 05%. Hasil dari uji kelayakan media permainan congklak (Tradisional Indonesia) berbasis daur ulang sampah yang menyatakan layak digunakan. Efektivitas yang dilakukan untuk menguji tabel hasil hipotesis adalah rata-rata harga statistik t = 12,231 hingga 41 db dan angka sig. Atau p-value 0,000 ≤ 0,05 atau Ho ditolak. Demikian menyimpulkan bahwa ada perbedaan kemampuan berhitung permulaan siswa yang signifikan antara sebelum dan setelah digunakan pengembangan Media Permainan Congklak (Tradisional Indonesia) berbasis daur ulang sampah
SOSIALISASI PERAN ORANGTUA TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK DI ERA DIGITAL MADRASAH IBTIDAYAH GUNUNG BUNDER II, PAMIJAHAN JAWA BARAT
Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan dalam memberikan penjelasan tentang sosialisai peran bagi orang tua pada anak untuk perkembangan karakter anak dan perkembangan anak kepada orangtua murid “komite sekolah” Madrasah Ibtidaiyah, Gunung Bunder II, RW 4, Pamijahan, Bogor Jawa Barat. Perkembangan Pendidikan Karakter dapat dikatakan sebagai pendidikan moral, budi pekerti, nilai, pendidikan watak yang tujuannya untuk mengembangkan kemampuan anak untuk memberikan keputusan baik, buruk, memelihara kebaikan, mewujudkan dan menebar kebaikan dalam kehidupan sehari-hari dengan sebaik-baiknya. Kegiatan Pengabdian masyarakat yang berbentuk penyuluhan sosialisasi tentang peranan orang tua dalam menguatkan perkembangan anak dalam untuk karakter anak ini sangat penting karena di era digital sekarang ini. Perkembangan dan budaya era digital saat ini dikalangan remaja semakin menunjukkan bahwa terjadinya krisis sosial karakter yang cukup memperhatikan. Pembangunan karakter sikap sosial tidak hanya tugas guru di sekolah, tetapi merupakan tugas bersama didalam keluarga, baik guru, orang tua, tokoh agama, masyarakat dan para stakeholder lainnya. Untuk itu dalam mendidik anak di era digital ini, orang tua di keluarga harus menyadari bahwa kemajuan teknologi tidak dapat ditinggalkan. Oleh karena itu, pola asuh orang tua hendaknya dipilih pola asuh yang demokratis namun terkontrol. Pola asuh ini tidak otoriter namun demokratis dalam mendorong anak dalam berkomunikasi perkembangan dan mendidik anak di pendidikan keluarga.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENDIDIKAN SOFTSKILL
Pendidikan sebagai usaha sadar manusia untuk memanusiakan manusia ke arah yang lebih baik kurang berhasil atau dengan kata lain gagal. Salah satu penyebabnya adalah akibat dari pergeseran makna pendidikan ke arah pengajaran. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengembangkan dan mengakrabkan kembali softskill untuk masyarakat. Konsepnya adalah menciptakan masyarakat yang memiliki softskill untuk edukasi. Latar belakang pengabdian ini proses pembelajaran “kering” dengan transaksi pendidikan nilai dan lebih menitikberatkan pada aspek pengetahuan atau dengan kata lain pendidikan kita lebih menekankan aspek teknis atau keterampilan keras (hard skills), kurang menekankan keterampilan lunak (soft skills). Sofskills adalah kemampuan non teknis yang tidak terlihat wujudnya namun sangat diperlukan untuk sukses dan kemampuan non teknis yang bisa berupa talenta dan bisa pula ditingkatkan dengan pelatihan dan proses pembelajaran secara sistemik dan berkelanjutan di lingkungan keluarga, sekolah/kuliah dan masyarakat. Pengembangan melalui rekayasa softskills itulah yang merupakan solusi utama dalam permasalahan pengembangan strategi pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Pancoran Tebet Jakart
Educational Objectives for Children in the Qur'an (the Study of Thematic Interpretation)
Goal setting is a plan that must be set from the start, otherwise life will be directionless just going with the flow of life. A goal is defined as a direction or goal. Education is an effort that is planned as a human provision in the future. So the purpose of education is important as a predetermined target to go through the educational path so that it will be useful for him later. This study aims to analyze the purpose of education for children in the Qur'an based on the thematic interpretation approach. The results of this study describe that the purpose of Islamic education itself means efforts to obtain results which in the end the goal is to worship only Allah SWT as the main foundation of Islam. The purpose of education is divided into four dimensions, namely the purpose of physical education in the form of physical strength that must be possessed by every individual as a caliph on earth. The purpose of spiritual education is that all human efforts have the ultimate goal of increasing faith in the Creator. The purpose of mind education which means the search for truth in the Qur'an with several stages, namely scientific, empirical, and philosophical. The purpose of social education, which means that the education taken can be useful in all aspects of life, especially for children from elementary age
- …
