148 research outputs found
Poligami dalam Hukum Islam dan Perundang-undangan di Indonesia
Buku ini bermaksud untuk memberikan bahan dan
penjelasan sederhana tentang kedudukan hukum poligami
baik dari hukum Islam maupun perundang-undangan di
Indonesia. Di dalamnya diungkap berbagai pendapat dan
pandangan, baik yang cenderung mendukung pelaksanaan
poligami maupun yang menolak, sehingga dalam kacamata
positif kontroversi ini tetap membawa khazanah
pengetahuan tentang baik buruknya pelaksanan poligami
Nilai-nilai pendidikan karakter dalam buku “Saleh Ritual Saleh Sosial” karya KH. A. Mustofa Bisri
Penelitian ini berfokus pada nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat pada buku “Saleh Ritual Saleh Sosial” karya KH. A. Mustofa Bisri. Pada penelitian ini, penulis bertujuan untuk mengungkap beberapa nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam buku tersebut. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sedangkan metode yang digunakan adalah analisis isi, suatu metode yang digunakan untuk mengungkap sebuah teks besar. secara teroganisir menjadi ringkasan-ringkasan utama.
Adapun nilai-nilai pendidikan karakter yang ditemukan, terdapat 17 nilai pendidikan karakter, yaitu 1) Adil, 2) Dermawan`, 3) Musyawah 4)Tawadhu` 5) Saleh, 6) Manusiawi, 7) Sabar, 8) Syukur, 9) Takwa, 10) Ridha, 11) Guyub, 12) Jejeg, 13) Istiqamah, 14) Iqtishat, 15) Halim, 16) I`tidal, 17) Sak Madyo. Nilai pendidikan karakter yang sering muncul dalam buku ini adalah nilai pendidikan karakter Adil (sebanyak 6x), Saleh (sebanyak 5x), Jejeg (sebanyak 5x).
ABSTRACT:
This study focuses on the values of character education contained in the book "Saleh Ritual Saleh Sosial" by KH. A. Mustofa Bisri. In this study, the author aims to reveal some of the character education values contained in the book. The approach used in this research is a qualitative approach. While the method used is content analysis, a method used to reveal a large text. organized into main summaries As for the values of character education found, there are seventen values of character education, namely 1) Adil, 2) Dermawan`, 3) Musyawah 4)Tawadhu` 5) Saleh, 6) Manusiawi, 7) Sabar, 8) Syukur, 9) Takwa, 10) Ridha, 11) Guyub, 12) Jejeg, 13) Istiqamah, 14) Iqtishat, 15) Halim, 16) I`tidal, 17) Sak Madyo
KECERNAAN IN VITRO SILASE LIMBAH SAYUR KOL DAN SAWI DENGAN PENAMBAHAN SUMBER ADITIF BERBEDA
KECERNAAN IN VITRO SILASE LIMBAH SAYUR KOL
DAN SAWI DENGAN PENAMBAHAN
SUMBER ADITIF BERBEDA
Muhammad Ridwan Hidayat (11980110191)
Di bawah bimbingan Triani Adelina dan Eniza Saleh
INTISARI
Produksi limbah sayur di Kota Pekanbaru sekitar 235,45 ton/hari sehingga
limbah sayur kol dan sawi memiliki potensi dimanfaatkan kembali menjadi
alternatif bahan pakan ternak. Pemanfaatan limbah sayur kol dan sawi perlu
dilakukan dengan metode silase menggunakan aditif untuk memperbaiki nilai
kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan bahan organik (KcBO), produksi NH
3
dan VFA. Pembuatan silase dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Teknologi
Pakan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Negeri Sultan Syarif Kasim
Riau. Pengujian kecernaan dilakukan di Laboratorium Nutrisi Ternak Perah Institut
Pertanian Bogor. Penelitian ini menggunakan limbah sayur kol, sawi, dedak padi,
onggok dan tepung jagung dengan lama pemeraman selama 14 hari. Penelitian ini
menggunakan Rancangan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dengan 5
ulangan. Perlakuan terdiri dari penambahan aditif, yaitu P1=aditif dedak padi 30%
P2= aditif tepung jagung 30% P3%=aditif onggok 30% P4= aditif dedak padi 10%+
tepung jagung 10%+ onggok 10%. Adapun parameter dari penelitan ini adalah
Kecernaan Bahan Kering (KcBK), Kecernaan Bahan Organik (KcBO), NH
3
, dan
VFA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan sumber aditif yang
berbeda pada silase limbah sayur kol dan sawi tidak berpengaruh nyata pada NH
3
(P>0,05).
namun berpengaruh sangat nyata (P<0,01) pada KcBk, KcBo dan VFA.
Penelitian ini meningkatkan nilai KcBK (58,87%-84,04%), KcBO (59,60%84,06%),
VFA (91,61mM-167,95 mM). Kesimpulan dari penelitian ini adalah
penambahan bahan aditif dalam kecernaan In Vitro mampu meningkatkan KcBk,
KcBo, VFA serta mempertahankan konsentrasi NH
3
dan perlakuan terbaik pada
penambahan bahan aditif berupa tepung jagung menghasilkan KcBK, KcBO dan
VFA yang tertinggi.
Kata kunci: limbah sayur, aditif, silase, in vitro, kecernaa
Pemikiran Filosof Yusuf Qordawi Perspektif Ekonomi Islam
Yusuf Al-Qardhawi's thoughts have high relevance in dealing with the problems of modern life, especially in the context of the Qur'an as a guide for society and individuals, democracy, Islamic faith, bank interest, Islamic economics, and consumption. However, in-depth studies related to his thoughts are still not systematically integrated in the academic literature, so research is needed to fill this knowledge gap. This research uses descriptive qualitative method to deeply analyze various works and thoughts of Yusuf Al-Qardhawi based on primary and secondary sources. The results showed that Yusuf Al-Qardhawi emphasized the importance of the Qur'an as a comprehensive guide for the life of the people, with a sharia-based approach that rejects bank interest and encourages a just Islamic economic system. In his view on democracy, he integrates Islamic values to support justice and public participation. In addition, his thoughts on consumption emphasize a simple and ethical lifestyle as part of sharia. The implication of this research is to provide an academic and practical foundation in the development of contemporary Islamic studies as well as the preparation of regulations that are relevant to the needs of modern society
Memahami Hukum Islam melalui Hadis
This study examines the existence of hadith as the second source of Islamic law after the Qur’an, as well as the methods employed to interpret and implement it in the formation of Islamic legal rulings. Hadith serves as an explanation of Qur’anic verses, a source of new legal rulings, and a guide for Muslim daily life. The research combines library study and field observation, employing the maqāṣid al-syarī‘ah approach to analyze the principles, methods, and both textual and contextual approaches in understanding hadith. Findings reveal that a comprehensive understanding of hadith requires verification of the chain of transmission, analysis of the text, and consideration of historical and social contexts. Accordingly, hadith not only reinforces its position as a source of Islamic law but also contributes to the development of relevant, applicable, and contemporary-oriented legal solutions
Summary of research results, management recommendations and farmer workshops from cacao agroforestry landscapes in Indonesia
Softcover, 17,6x25Cacao agroforestry systems are common in Indonesia, but differences in local management affect
biodiversity and related ecosystem services. Importantly, birds and bats alike strongly contribute
to biological pest control in cacao, thereby promoting yields and sustainable farming. Our findings
from many years of ecological field research, in close collaboration with Indonesian cacao farmers,
are summarized and discussed in this bilingual book, written in both English and Indonesian. It is
designed to communicate scientific information as well as to facilitate transdisciplinary discussions
and more biodiversity-friendly management in tropical agroforestry systems.
We consider this book as a tool to improve the collaboration of local communities, farmers and
scientists, as well as to improve the application of scientific knowledge in agricultural practice -
particularly in tropical land use areas.
Bea Maas, the first author of this book, is postdoctoral researcher at the University of Vienna
(Austria), working in the fields of biology, ecology and conservation. She conducted the research and
workshops presented here in close collaboration and with support from the University of Göttingen
(Germany) and the University of Tadulako (Indonesia).Sistem agroforestri kakao adalah hal umum di Indonesia, tetapi perbedaan pengelolaan setempat
akan mempengaruhi keanekaragaman hayati dan layanan ekosistem. Terutama, burung dan kelelawar
sama-sama memberikan kontribusi tinggi pada pengendalian hama biologis di kakao, sehingga
dapat meningkatkan hasil panen dan pertanian yang berkelanjutan. Temuan kami dari penelitian
lapangan ekologi bertahun-tahun, yang bekerjasama erat dengan petani kakao Indonesia, dirangkum
dan dibahas dalam buku bilingual ini, tertulis dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Buku
ini dirancang untuk mengkomunikasikan informasi ilmiah dan juga untuk memfasilitasi diskusi
transdisipliner dan pengelolaan keanekaragaman hayati yang ramah pada sistem agroforestri tropis.
Kami menganggap buku ini sebagai alat untuk meningkatkan kolaborasi masyarakat lokal, petani
dan ilmuwan, serta untuk meningkatkan penerapan pengetahuan ilmiah dalam praktik pertanian -
terutama di wilayah penggunaan lahan tropis.
Bea Maas, penulis pertama buku ini, adalah peneliti postdoctoral di Universitas Wina (Austria),
bekerja di bidang biologi, ekologi dan konservasi. Dia melakukan penelitian dan lokakarya yang
disampaikan dalam buku ini dengan kerjasama yang erat dan dukungan dari Universitas Göttingen
(Jerman) dan Universitas Tadulako (Indonesia)
Benarkah Kita Murji’ah? Catatan atas Artikel Prof. Dr. Fauzan Saleh
This is a special note on the article written by Fauzan Saleh entitled Kita Masih Murji’ah: Mencari Akar Teologi Pemahaman Umat Islam Indonesia published in Tsaqafah Volume 7, No. 2, October 2009. The author notes that the article could plunge Muslims to the wrong conception. Fauzan begins his article on Caliph Uthman’s nepotism when designating Amr bin Ash as governor of Egypt, Mua’wiyah as governor of Sham and Sa’ad bin Abi Waqas as governor of Iraq and Persia. Further this article notes concerning the definition of Ahl al- Sunnah wa al-Jama’ah. In addition, the author sees Fauzan does not fully understand this concept. Thus, because he classified both Maturidist and Asy’arist only into this group, without explaining their true set of belief. Actually the truth about Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah is the groups who have unanimity in beliefs, traditions and the status of Prophet Muhammad (Peace be upon him) and the the very righteous people among Muslims in Islam. They are the prophet’s companions and Tabi’in (followers), and the schoolars who followed their guidance, and their way in terms of faith, words, and deeds until the Day of Judgment. From this point of view, the criticism persists about the actors a great sin whereby this article parsed differences between Ahlusunah and Murji’ah. According to the author, Fauzan has been on failure when he drew a hasty conclusion at the similarity belief of Murji’ah and Ahlusunah, whereas Ahlusunah’s creed is just a continuation of Murji’ah’s. As clearly written in Fauzan’s conclusions of the article, despite Murji’ah creed is no longer known at this time, but this concept still remains sustainable in Islamic theology.</p
Poligami dalam Hukum Islam dan Hukum Nasional (Telaah Kritis Pelaksanaannya Pada Masyarakat Kota Makassar)
Penelitian ini dilatarbelakangi maraknya poligami di Kota Makassar dengan dengan permasalahan poligami dalam hukum Islam danhukum nasional serta implementasinya pada masyarakat Kota Makassar. Penelitian ini bertujuan: 1)untuk mengetahui dan memahami hakikat poligami dalam hukum Islam dan pengembangannya dalam hukum nasional di Indonesia; 2) untuk mengelaborasi dan memahami pandangan masyarakat mengenai poligami di Kota Makassar; 3)untuk mengungkap dan memahami praktik poligami di Kota Makassar; dan 4)untuk mendeskripsikan dan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya Poligami di Kota Makassar.
Masalah tersebut dilihat dan dianalisis dengan pendekatan teologis normatif,yuridis formal,historis, sosiologis, dan filosofis. Sumber utama kajian adalah pengaturan poligami dalam al-Qur’an dan hadis,serta perundang-undangan kemudian dihubungkan dengan praktiknya pada masyarakat Kota Makassar.
Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa pengaturan poligami dalam hukum nasional merupakan upaya pemerintah (negara) mengurus rakyatnya sesuai kemaslahatan. Pandangan masyarakat mengenai poligami di Kota Makassar masih terbagi pada tiga golongan, yaituada persepsi masyarakat yang membolehkan, menolak dan yang netral terhadap poligami.Praktik poligami di Kota Makassar dilakukan melalui nikahsiri hal itu terjadi ada beberapa hal yang melatarbelakangi adanya sebagian masyarakat melakukan nikah sirri dalam artitidak mencatatkan pernikahannya di KUA atau di kantor catatan sipil.Ada lima faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya Poligami di Kota Makassar yaitu alasan tidak ada keturunan, alasan kebutuhan seksual, isteri memiliki penyakit yang tidak dapat disembuhkan, alasan kurang pelayanan isteri dan alasan mengikuti sunnah rasul.
Perlu pembaharuan dalam sanksi hukum poligami tanpa izin Pengadilan Agama sebagai formulasi hukum di Indonesia mengacu kepada terbentuknya maslahah, yaitu agar perkawinan menjadi legal, sehingga terjamin hak dan kewajiban suami isteri, dan dapat terwujud tujuan perkawinan yaitu terbentuknya keluarga sakinah. Sebaiknya pandangan masyarakat terhadap perkawinanpoligami perlu diluruskan, yaitu mengikuti aturan hukum Islam dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Apabila poligami lebih banyak mudharat (bahayanya) daripada maslahat (manfaatnya), maka poligami yang demikian tidak dibenarkan menurut hukum islam dan peraturan perundang-undangan harus ditolak sedangkan poligami yang banyak maslahatnya (manfaat) daripada mudharatnya (bahayanya) perlu diterima permohonannya
Perkawinan dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Nasional
Saat ini banyak praktek-praktek perkawinan yang terjadi disekitar kita. Mulai dari praktek perkawinan poligami, kawin siri, kawin beda agama, kawin di bawah umur dan kawin mut’ah, hal ini menggugah penulis untuk lebih memahami hal tersebut, apalagi ini terjadi di tengah masyarakat yang sangat majemuk di Negara Indonesia dengan mayoritas beragama Islam. Ada banyak jenis perkawinan yang di kenal, salah satunya adalah nikah mut’ah. Nikah mut’ah ini merupakan salah satu perkawinan yang kontroversial. Uniknya, nikah mut’ah ini bahkan dilanggengkan dan dilestarikan oleh segolongan dengan mengatasnamakan agama. Nikah mut’ah di Indonesia dikenal juga dengan istilah kawin kontrak, secara kuantitatif sulit untuk didata, karena perkawinan kontrak itu dilaksanakan selain tidak dilaporkan, secara yuridis formal memang tidak diatur dalam peraturan apapun.Melalui program “seribu buku” ini penulis menuangkan buah-buah fikiran dalam sebuah karya buku yang mengupas tentang Perkawinan dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Nasional. Yang mengawali pembahasannya dengan mengupas tentang seputar jenis jenis perkawinan, kemudian dilanjutkan dengan pandangan hukum, baik dari sisi hukum Islam maupun hukum nasional, sehingga jelas mana jenis perkawinan yang dibolehkan dan mama jenis perkawinan yang dilarang.Mudah-mudahan melalui pemikiran dan pembahasan ini dapat memberi pemahaman dan pejelasanan kepada laki-laki dan perempuan yang ingin melangsungkan perkawinan, sehingga perkawinannya benar dan sah baik dari sisi agama maupun hukum nasiona
- …
