1,802 research outputs found

    Praperadilan Kepada KPK Atas Kesalahan Penyitaan Mobil Hasil Tindak Pidana Pencucian Uang (Contoh Kasus: Tindak Pidana Pencucian Uang Yang Menjerat Tubagus Chaeri Wardana). / oleh May Lady Retnowati Marbun

    No full text
    ABSTRAK (A) Nama : May Lady Retnowati Marbun (NIM : 205092003) (B) Judul Skripsi: Praperadilan Kepada KPK Atas Kesalahan Penyitaan Mobil Hasil Tindak Pidana Pencucian Uang (Contoh Kasus: Tindak Pidana Pencucian Uang Yang Menjerat Tubagus Chaeri Wardana). (C) Halaman : vii + 89 + Lampiran + 2015 (D) Kata Kunci : Praperadilan, Penyitaan, Tindak Pidana Pencucian Uang (E) Isi : Hukum merupakan suatu pedoman yang mengatur pola hidup manusia yang memiliki peranan dalam mencapai tujuan ketentraman hidup bagi masyarakat. Hukum merupakan apa yang harus dilakukan dan atau apa yang boleh dilakukan serta pengenaan sanksinya. Pada saat ini, lebih dari sebelumnya, pencucian uang atau yang dalam istilah Inggrisnya disebut money laundering, sudah merupakan fenomena dunia dan merupakan tantangan Internasional. Menurut Sarah N. Welling, money laundering dimulai dengan adanya dirty money atau uang kotor atau uang haram. Menurut Welling, uang dapat menjadi kotor dengan dua cara. Cara yang pertama ialah melalui penggelapan pajak (tax evasion), cara yang kedua ialah memperoleh uang melalui cara-cara yang melanggar hukum. Upaya pemerintah untuk menanggulangi tindak pidana pencucian uang ini terwujud dengan pembentukan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Apakah ada kesalahan prosedur penyitaan oleh KPK dapat dilakukan praperadilan. Jenis penelitian yang digunakan di dalam penulisan skripsi ini menggunakan metode penelitian hukum normatif. Kronologi kasus yang ada dalam data penelitian memperlihatkan adanya penyitaan mobil terkait kasus tindak pidana pencucian uang yang dilakukan oleh Tubagus Chaeri Wardana. Dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK mengandung ketentuan-ketentuan yang menimbulkan permasalahan hukum, yaitu dalam hal prosedur penyitaan. Maka sebaiknya apabila di dalam UU KPK tidak mengatur secara lengkap maka yang seharusnya yang digunakan adalah ketentuan penyitaan yang ada didalam KUHAP. (F) Acuan : 32 (1959 ? 2012) (G) Pembimbing : Dr. Metty Rahmawati, S.H., M.H (H) Penulis : May Lady Retnowati Marbu

    Cendawan coltricioid di Jawa Barat: kajian berdasarkan data morfologi dan molekuler

    No full text
    RETNOWATI. Cendawan coltricioid merupakan sebutan bagi cendawan yang mempunyai kemiripan karakter morfologi dengan genus Coltricia. Cendawan coltricioid berasal dari dua genus yaitu Coltricia dan Coltriciella. Dua genus tersebut memiliki kemiripan ciri dan kekerabatan yang sangat dekat. Coltricia dicirikan dengan cendawan yang tumbuh di tanah, bertangkai sentral, himenium berpori, sistem hifa monomitik, dan permukaan basidiospora tidak berornamentasi. Sedangkan Coltriciella dicirikan dengan tumbuh di kayu; tubuh buah bervariasi antara melekat pada substrat, melekat-menudung, menyirap, hingga menggantung; bertangkai sentral atau lateral; himenium berpori; sistem hifa monomitik; permukaan basidiospora berornamentasi berbingkahan sangat halus. Sebanyak 47 nomor sampel digunakan dalam studi ini. Berdasarkan cara penempelan tubuh buah pada substratnya, 47 sampel tersebut dibagi ke dalam empat kelompok yaitu kelompok 1: bertubuh buah melekat, kelompok 2: bertubuh buah menyirap, kelompok 3: bertubuh buah menggantung dan kelompok 4: bertubuh buah bertangkai. Berdasarkan karakter mikroskopiknya, keempat kelompok tersebut terpisah ke dalam dua genus Coltricia dan Coltriciella. Kelompok 1, 2 dan 3 tergolong ke dalam genus Coltriciella, sedangkan kelompok 4 tergolong ke dalam genus Coltricia. Hasil analisis molekuler mendukung hasil identifikasi morfologi pada level genus yaitu kelompok 1, 2 dan 3 berada dalam grup Coltriciella, sedangkan kelompok 4 berada dalam kelompok genus Coltricia. Kelompok 1 dan 2 diidentifikasi sebagai Coltriciella subglobosa berdasarkan kombinasi cara penempelan tubuh buah pada susbtrat dan karakter mikroskopiknya. Perbedaan cara penempelan tubuh buah pada substrat yang diamati pada sampel yang digunakan merupakan variasi karakter C. subglobosa. Tipe melekat dihipotesakan sebagai tubuh buah yang masih muda dan akan berkembang menjadi tipe menyirap. Hasil identifikasi ini didukung oleh analisis data molekuler. Dalam pohon filogenetik pada daerah ITS dan LSU, kelompok sampel 1 dan 2 memiliki kekerabatan yang sangat dekat dan selalu berada dalam satu grup dalam seluruh metode yang digunakan. Selain itu keduanya berada dalam satu kelompok cabang dengan C. subglobosa yang didukung dengan nilai bootstrap diatas 95%. Oleh karena itu, kelompok 1 dan 2 didentifikasi sebagai C. subglobosa. Keberadaan C. subglobosa merupakan catatan baru di Indonesia. Kelompok 3 secara morfologi memiliki ciri yang berbeda dengan spesies lain anggota genus Coltriciella. Oleh karena itu kelompok 3 diajukan sebagai spesies baru dan diberi nama Coltriciella minuscula Susan, Retnowati, Sukarno sp. nov. Kelompok 4 juga diajukan sebagai spesies baru berdasarkan pada ciri-ciri morfologi yang berbeda dengan spesies Coltricia lainnya. Kelompok 4 dinamakan Coltricia nangkaensis Susan, Sukarno, Retnowati sp. nov. Pohon filogenetik yang dihasilkan dari daerah ITS dan LSU mendukung hasil identifikasi secara morfologi pada kelompok 3 dan 4. Kedua sampel kelompok tersebut signifikan berbeda dari spesies lain dan mendukung keduanya menjadi spesies baru. Hasil identifikasi dalam penelitian ini memperlihatkan bahwa identifikasi menggunakan morfologi kongruen dengan hasil identifikasi menggunakan data molekuler dan menghasilkan 3 spesies cendawan coltricioid, yaitu Coltricia nangkaensis, Coltriciella subglobosa dan Coltriciella minuscula

    A new Javanese species of Marasmius (Tricholomataceae)

    No full text
    RETNOWATI, A. 2008. A new Javanese species of Marasmius (Tricholomataceae). Reinwardtia 12(4): 335 – 336. — Marasmius xenopellis is described as a new species based on material collected from Mt. Halimun National Park, West Java

    Examination of ANA Test by Inderect Fluoresence Assay in Autoimmune Disease

    No full text
    lndirect Immunofluoresence Assay (IFA) telah digunakan sejak tahun 1950 unhrk mendeteksi ANA, paling sering menggunakan human epihelioid laryngeal cancer cell (Hep-2) cell line sebagai substrat IFA memberikan keuntungan dengan menggunakan informasi pola dan titer IFA merupakan penanda yang sangat spesifik untuk penyakit autoimun sistemik. Pola fluoresens nukleus dapat menunjukkan jenis antibodi yang terdapat dalam serum pola homogenous, rim, speckled yang berhubungan dengan jenis penyakit merupakan standar emas untuk skrining autoantibodi yang berhubungan dengan penyakit autoimun. ANA Profile bukan sebagai konfirmasi, tetapi sebagai pendukung hasil ANA lF yang positif

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS IV PADA MATERI PECAHAN SEMESTER II SD JATIROTO 02 TAHUN 2012/2013

    No full text
    Retnowati.2013.Penerapan Model Pembelajaran Realistic Mathematic Education dalamMeningkatkanHasilBelajarMatematikaKelas IV padaMateriPecahan Semester II SD Jatiroto 02 TahunPelajaran 2012/2013.Skripsi.Program StudiPendidikan Guru SekolahDasarFakultasKeguruan Dan IlmuPendidikanUniversitasMuria Kudus.Pembimbing: (i) Drs. Masturi, M.M.,(ii) EkaZuliana, S.Pd, M.Pd Kata-kata kunci: HasilBelajarMatematika, Pecahan, RME. Hasilbelajar yang rendahdan gurubelummengaitkanpembelajarandengankonteksnyatamerupakanpermasalahan yang di alamisiswakelasIV di SDJatiroto 02,hasilobservasi yang dilakukanpenelititerhadaphasilbelajarsiswa semester 1 menunjukkanbahwasebanyak 24,24% siswabelumtuntas.Berdasarkanpermasalahantersebutmakapenelitimerumuskanmasalahsebagaiberikut: Apakahdenganpenerapan model pembelajaranRealistic Mathematic Education dapatmeningkatkanhasilbelajarmatematikamateripecahanpadasiswakelas IV SD Jatiroto 02Tahun2012/2013?. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuipeningkatanhasilbelajarsiswadenganpenerapan model pembelajaranRealistic Mathematics Education padamateripecahan di SD Negeri 02 Jatirototahun 2012/2013. Penelitianinimerupakanpenelitiantindakankelas yang difokuskanpadaupayapeningkatanhasilbelajarmatematikamateripecahanpadasiswakelas IV SD Jatiroto 02Tahun2012/2013. Jumlahsubjekdalampenelitianiniadalah 33 siswa yang terdiridari 17 laki-lakidan 16 perempuan.Analisis data dilakukandenganmenggunakanmetodeanalisiskualitatifdankuantitatif. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa:(1) Hasilbelajarmatematikasiswadinyatakantuntasdenganperolehanpersentasepadasiklus I sebanyak33,33% danmengalamipeningkatanpadasiklus II menjadi84,84%, (2) Aktivitassiswadalampembelajaransecarabertahapjugamengalamipeningkatan yang baik, yaitudenganperolehanskor rata-ratasiklus I sebanyak2,13danmeningkatpadasiklusII menjadi3,12. (3) Aktivitaspengelolaanpenelitidalam proses pembelajarandapatmeningkatdengansangatbaik, yaitudenganperolehanskor rata-rata padasiklus I sebanyak2,25danmeningkatpadasiklus II menjadi 3,35. Makadapatdisimpulkanbahwahasilbelajarsiswameningkatsetelahdigunakannya model pembelajaranRealistic Mathematics Education dengandiperolehhasilbelajar yang melebihikriteriakeberhasilanbelajarsiswayaitusebesar75%. Melihatdari hasil penelitian,beberapa saran untuk meningkatkan hasil belajar siswa sebagai berikut:(1)Bagisiswadiharapkanselaluaktif, berpendapatdalamberdiskusi, danmenanggapihasilpekerjaankelompoktemanya,(2) Bagi guruhendaknyamampumengaitkanpembelajarandenganpermasalahankontekstualuntukmeningkatkanmotivasisiswadalambelajar, (3) Bagipenelitianberikutnya, penelitidiharapkantidakhanyamenggunakanbenda-bendadisekitarsiswasajauntuk di jadikanpembelajarantetapijugabisamemanfaatkanlingkungansekitarsebagaisumberbelaja

    ANALISIS TINDAK TUTUR ASERTIF DALAM NOVEL TEMBANG PERAWAN KARYA YUNI RETNOWATI DAN RELEVANSINYA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP

    No full text
    Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Tembang Perawan Karya Yuni Retnowati. Data diperoleh dengan teknik membaca dan mencatat Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik deskriptif. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik ketekunan pengamatan dan triangulasi. Hasil penelitian ini berupa bentuk dan fungsi tindak tutur asertif dalam novel Tembang Perawan Karya Yuni Retnowati serta relevansinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMP. Bentuk tuturan asertifnya terdiri tiga bentuk kalimat yakni kalimat berita, kalimat tanya, dan kalimat perintah. Berdasarkan fungsinya data tersebut meliputi tuturan asertif kalimat berita yang berfungsi menyatakan, memberitahukan, menyarankan, membanggakan dan mengeluh. Tuturan asertif kalimat tanya yang berfungsi memberitahukan, menyarankan dan menuntut. Tuturan asertif kalimat perintah yang berfungsi memberitahukan, menyarankan dan menuntut. Relevansi terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMP dapat digunakan sebagai sumber bahan ajar pada KD menceritakan pengalaman yang paling mengesankan menggunakan pilihan kata dan kalimat yang efektif di kelas VII semester 1 dan KD menyampaikan persetujuan, sanggahan dan penolakan pendapat dalam diskusi disertai dengan bukti dan alasan di kelas VIII semester 2

    Pengembangan Bahan Ajar Exposition Text dan Informal Letter Berbasis Cooperative Learning

    No full text
    Abstrak: Tujuan dari penelitian ini, mendeskripsikan pengembangan bahan ajar bahasa Inggris tentang teks eksposisi dan surat informal untuk jenjang SMA kelas dua menggunakan model STAD dan TPS dari pembelajaran kooperatif, menjelaskan keterampilan-keterampilan pada Bahasa inggris dan kelayakan penggunaan ADDIE dari Research and Development (R&D) method yang terdapat lima langkah. Penilaian kualitas bahan ajar diperoleh dari peserta didik dan para ahli. Hasil dari ahli desain adalah 86%, ahli isi pembelajaran adalah 91% dan ahli media adalah 86%. Selanjutnya adalah penilaian untuk uji individu adalah 81%, kelompok kecil adalah 87% serta uji lapangan untuk bahan ajar adalah 87%. Dari penjelasan tersebut, menjelaskan bahwa bahan ajar bahasa Inggris tentang teks eksposisi dan surat informal untuk jenjang SMA kelas dua layak untuk peserta didik dan guru dalam lingkungan belajar dan mengajar.Abstract: The purpose of this study has described the development of English teaching materials about exposition text and informal letters for second grade in Senior High School using STAD and TPS models of cooperative learning, described the skills of English language, and determined of using the ADDIE from Research and Development (R&D) method, which consisted of five research steps. The assessment of the quality of teaching materials was obtained from students and experts. The results from design expert were 86%, learning content expert was 91% and media expert was 86%. After that, the assessment for the individual test was 81%, small groups were 87% and the field test was 87%. From those explanations, it explained that English teaching materials about exposition text and informal letters for second-grade senior high school are appropriate for students and teachers in the learning and teaching environment.

    Hubungan Indikator Obesitas dengan Usia Menarche pada Siswi SD

    No full text
    Sri Retnowati, G0011200, 2014. Hubungan Indikator Obesitas dengan Usia Menarche pada Siswi SD. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Latar Belakang : Menarche adalah periode menstruasi pertama pada sistem reproduksi perempuan. Beberapa studi epidemiologi terbaru menunjukkan bahwa usia menarche mengalami penurunan. Penurunan usia menarche tersebut diduga berhubungan dengan obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indikator obesitas dengan usia menarche pada siswi SD. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diteliti adalah 58 siswi kelas 5-6 SD Muhammadiyah 1 Surakarta dan SD Kristen Manahan yang diambil dengan teknik purposive sampling. Indikator obesitas (IMT, lingkar pinggang, rasio lingkar pinggang panggul) diperoleh dengan pengukuran antropometri. Usia menarche diperoleh dengan memberikan kuesioner kepada responden. Hubungan indikator obesitas dengan usia menarche dianalisis menggunakan Uji Korelasi Spearman. Hasil Penelitian: Uji Korelasi Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara indikator obesitas (IMT, lingkar pinggang, rasio lingkar pinggang panggul) dengan usia menarche dengan hasil berturut-turut sebagai berikut p = 0,650; p = 0,894; dan p = 0,829. Uji Korelasi Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara ekonomi dan usia menarche ibu dengan usia menarche responden (p = 0,056 dan p = 0,087). Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara indikator obesitas dengan usia menarche pada siswi SD. Kata kunci : Indikator obesitas, IMT, lingkar pinggang, rasio lingkar pinggang panggul, usia menarch

    IMPLIKATUR BAHASA JAWA DALAM KETOPRAK LAWAK DEPOT SENI KIRUN (Suatu Kajian Pragmatik)

    No full text
    commit to user xvii ABSTRACT Pitri Retnowati. C0109030. 2013. Implikatur Bahasa Jawa dalam Ketoprak Lawak Depot Seni Kirun (Suatu Kajian Pragmatik). Thesis: Javanese Literature Department. Faculty of Letters and Fine Art. Sebelas Maret University of Surakarta. The problem examined in this research were: (1) how is the deviations cooperation principle and politeness principle in comedy ketoprak depot seni Kirun?; (2) how is inference implicature in comedy ketoprak depot seni Kirun?; and (3) how is aims implicature in comedy ketoprak depot seni Kirun?. This research aims to: (1) describes a form of deviations cooperation principle and politeness principle in comedy ketoprak depot seni Kirun; (2) describes inference implicature in comedy ketoprak depot seni Kirun; and (3) describes intens implicature in comedy ketoprak depot seni Kirun. This type of research is a descriptive qualitative. Source of research data come from data oral data is data in the form of words, phrases, clauses, sentences and others contained in the dialogue between the comedian with each other in ketoprak lawak depot seni Kirun. Sources of data in this research from two VCD staging ketoprak lawak depot seni Kirun the title of Kirun Edan Bagio dadi Ratu dan Joko Kendil. Population of this study overall form of the speech on tape staging Javanese ketoprak to play Joko Kendil dan Kirun Edan Bagio dadi Ratu. Sampling in this research utterances containing forms deviations cooperation principle and politeness principle, inference implicatur, and aims implicature in this tape staging ketoprak lawak the title of Joko Kendil dan Kirun Edan Bagio dadi Ratu. Method collection data use to analyze the data is the observe method essentially using the technique of tapping techniques. Techniques of engineering subsequent note. Analyze in this study using contextual method and matching method. Result of data analysis it can be concluded that: (1) found deviations of four cooperative principle and six deviations of politeness principle. Four deviatons there is deviations maxim of quality, quantity, relevance, and manner. Deviationts of politeness principle there is deviations tax maxim, approbation, generosty, modesty, agreement, and simphaty; (2) inference implicature in ketoprak lawak depot seni Kirun made by listeners in order to gain an understanding of the true meaning intended speakers in the conversation flow related but less obvious relationship; (3) intens implicature in this comedy ketoprak depot seni Kirun has eight implicature intens, there is satirize, ridicule, namely of notyfi, suggest, speculation, complaining, refused, and promised. commit to user xviii ABSTRAK Pitri Retnowati. C0109030. 2013. Implikatur Bahasa Jawa dalam Ketoprak Lawak Depot Seni Kirun (Suatu Kajian Pragmatik). Skripsi: Jurusan Sastra Daerah Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta. Permasalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimanakah bentuk penyimpangan prinsip kerja sama dan kesopanan dalam ketoprak lawak depot seni Kirun?; (2) bagaimanakah inferensi implikatur dalam ketoprak lawak depot seni Kirun?; dan (3) bagaimanakah maksud implikatur dalam ketoprak lawak depot seni Kirun? Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan bentuk penyimpangan prinsip kerja sama dan kesopanan dalam ketoprak lawak depot seni Kirun; (2) menjelaskan inferensi implikatur dalam ketoprak lawak depot seni Kirun; dan (3) menjelaskan maksud implikatur dalam ketoprak lawak depot seni Kirun. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan data lisan yaitu data yang berupa kata, frasa, klausa, kalimat dan lain-lain yang terdapat dalam dialog antara pelawak yang satu dengan yang lainnya di dalam ketoprak lawak depot seni Kirun. Sumber data dalam penelitian ini adalah dua VCD pementasan ketoprak lawak depot seni Kirun dengan Judul Kirun Edan Bagio dadi Ratu dan Joko Kendil. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan wujud tuturan bahasa Jawa dalam rekaman pementasan ketoprak dengan Judul Joko Kendil dan Kirun Edan Bagio dadi Ratu. Sampel data penelitian ini adalah tuturan yang mengandung bentuk penyimpangan prinsip kerja sama dan kesopanan, inferensi implikatur, dan maksud implikatur yang terdapat dalam rekaman pementasan ketoprak lawak dengan Judul Joko Kendil dan Kirun Edan Bagio dadi Ratu. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak. Teknik dasar yang dipakai ialah teknik sadap, sedangkan teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik catat. Analisisnya menggunakan metode kontekstual dan metode padan. Hasil analisis data dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) terdapat empat macam penyimpangan prinsip kerjasama dan enam macam penyimpangan prinsip kesopanan. Empat macam penyimpangan prinsip kerja yaitu penyimpangan maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan pelaksanaan. Penyimpangan prinsip kesopanan yaitu penyimpangan maksim kebijaksanaan, penerimaan, kemurahan, kerendahan hati, kecocokan, dan kesimpatian; (2) inferensi implikatur dalam ketoprak lawak depot seni Kirun dibuat oleh pendengar agar mendapat pemahaman terhadap makna sebenarnya yang dimaksudkan penutur dalam alur percakapan yang terkait tetapi kurang jelas hubungannya; (3) maksud implikatur yang terkandung dalam ketoprak lawak depot seni Kirun sebanyak delapan jenis maksud implikatur. Maksud implikatur itu meliputi menyindir, mengejek, memberitahu, menyarankan, berspekulasi, mengeluh, menolak, dan berjanji
    corecore