154 research outputs found
Deskripsi Pertunjukan Musik Tradisi dan Tortor dalam Upacara Adat Perkawinan Mandailing di Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan dengan Mempelai Endang Retno Widiastuti dan Hidayat Nasaruddin Hasibuan
Skripsi sarjana ini berjudul “Deskripsi Pertunjukan Musik Tradisi dan Tortor dalam Upacara Adat Perkawinan Mandailing di Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan dengan Mempelai Endang Retno Widiastuti dan Hidayat Nasaruddin Hasibuan.” Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeksipsikan du fenomena pada upacara perkawinan tersebut, yakni yang pertama adalah upacara perkawinan dan yang kedua pertunjukan musik tradisi Mandailing yakni gordang sambilan dan gondang dua, serta tortornya. Untuk menjawab masalah pertama digunakan teori upacara. Selanjutnya untuk mendeskripsikan pertunjukan musik dan tortor, digunakan teori pertunjukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Penelitian ini berbasis pada kerja lapangan, berupa observasi, perekaman peristiwa upacara secara audiovisual, dan wawancara terutama kepada narasumber dan pelaku.Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini sebagai berikut. (A) Dari sisi upacara perkawinan adat Mandailing, pengantin wanita yang beretnik Jawa terlebih dahulu diberi marga, seterusnya dilakukan tahapan-tahapan upacara: peminangan (manyapai boru, mangaaririt boru, padamos hata, patobang hata, manulak sere dan seterusnya) yang memiliki aturan-aturan adat tertentu; kemudian acara akad nikah, diteruskan ke prosesi menuju pelaminan, yang disertai dengan iringan gordang sambilan, gondang dua, dan tortor (terutama penyambutan pengantin laki-laki), sungkeman, tortor bersama kerabat, dan hadirin. (B) Pertunjukan musik tradisi dan tortor Mandailing, dilakukan pada saat mulai prosesi menuju ke pelamainan yang diiringi gordang sambilan, diteruskan ke depan pelaminan kedua mempelai manortor penyambutan pengantin laki-laki yang diiringi oleh gondang dua dan lagu onang-onang. Diteruskan saat duduk di pelaminan kerabat dan pengunjung manortor bersama. Struktur gordang sambilan, gondang dua, dan tortor berakar dari musik dan tari tradisional Mandailing.132 HalamanSkripsi Sarjan
Pengujian Kemurnian Benih Padi dari Tiga Isolasi jarak Melalui Analisis Citra dengan Pemindaian Bidang Datar, Grow Out Test, dan Mikrosatelit.
Pengujian kemurnian benih padi pada umumnya dilakukan secara visual
dengan tingkat subjektivitas yang tinggi. Analisis citra digital dengan pemindaian
bidang datar atau Image Analysis-Flatbed Scanning (IA-FS) telah dimanfaatkan
untuk mengidentifikasi ciri benih suatu varietas. Penelitian ini bertujuan untuk:
(1) mengidentifikasi tipe simpang benih padi berdasarkan karakter morfologi
bentuk dan warna melalui metode IA-FS yang dikonfirmasi dengan grow out test
(GOT); (2) mendapatkan informasi proporsi tipe simpang dari isolasi jarak yang
berbeda melalui metode IA-FS, dan (3) mengkonfirmasi tipe simpang dari isolasi
jarak yang berbeda melalui metode IA-FS dengan uji GOT dan mikrosatelit.
Penelitian dilaksanakan dalam 2 percobaan. Percobaan pertama adalah
pengembangan IA-FS sebagai teknik untuk pengujian kemurnian genetik benih.
Sebanyak 1200 butir benih masing-masing dari varietas Aek Sibundong dan
Sintanur dipindai dengan IA-FS. Benih dievaluasi tingkat kemurnian berdasarkan
5 parameter bentuk (circularity, feret, min feret, AR dan round) dan 3 parameter
warna (red, green dan blue). Kemudian benih tersebut ditanam untuk pengujian
kemurnian dengan GOT dan diamati ciri-ciri morfologi tanaman di lapangan.
Pada percobaan kedua dilakukan pengujian kemurnian benih padi pada tiga
isolasi jarak berdasarkan GOT, IA-FS dan mikrosatelit. Benih Aek Sibundong dan
Sintanur ditanam berdampingan dengan isolasi jarak 1, 2, dan 3 m. Masingmasing
varietas pada tiap isolasi jarak ditanam sebanyak 400 rumpun (4 baris
tanaman) dengan jarak tanam 25 x 40 cm. Pengujian kemurnian benih secara GOT
per varietas per isolasi jarak. Setelah pengujian GOT selesai, benih dipanen pada
malai batang utama pada masing-masing rumpun. Benih dibagi menjadi 2 yaitu
benih untuk pengujian IA-FS dan sebagai bahan tanam untuk pengujian
mikrosatelit. Untuk IA-FS sampel benih diambil 1 butir benih per malai (100 butir
per baris atau tergantung dari jumlah tanaman yang bisa dipanen sebagai benih).
Benih dengan jumlah yang sama digunakan untuk pengujian kemurnian
berdasarkan mikrosatelit, namun ditanam secara bulk pada masing-masing baris
yang sama. Pengujian mikrosatelit menggunakan 3 primer yaitu RM224, RC12
dan Afrag.
Hasil penelitian percobaan pertama menunjukkan bahwa metode IA-FS
dapat mengkuantifikasi karakter bentuk dan warna benih serta menguji kebenaran
varietas Aek Sibundong dan Sintanur. Tingkat akurasi identifikasi kebenaran
varietas menggunakan IA-FS yaitu 99.7% pada saat mengkombinasikan parameter
bentuk dan warna, 99.2% berdasarkan bentuk dan 93.6% untuk parameter warna
saja. Hasil pengujian kemurnian benih berdasarkan IA-FS tidak berbeda nyata
dengan pengujian kemurnian dengan GOT di lapangan.
Hasil penelitian percobaan kedua menunjukkan bahwa pada isolasi jarak 1,
2, dan 3 m masih ditemukan tipe simpang yang diduga berasal dari penyerbukan
yang tidak dikehendaki pada pertanaman Aek Sibundong dan Sintanur.
Kemurnian benih berdasarkan IA-FS relatif sama dengan metode GOT pada
ketiga isolasi jarak kecuali kemurnian benih pada pertanaman Sintanur dari isolasi
jarak 2, 3, dan 3.4 m . Pengujian kemurnian dengan IA-FS relatif stabil untuk
pengujian kemurnian berdasarkan bentuk dan warna. Kemurnian benih secara
GOT mencapai 100% hanya terjadi pada pertanaman Sintanur dengan isolasi jarak
3-3.4 m. Namun rendahnya tipe simpang yang ditemukan bukan karena isolasi
jarak yang semakin jauh sebagaimana ditunjukkan adanya tipe simpang yang
lebih tinggi (6.82-7.14%) pada isolasi jarak 3.8-4.2 m. Tipe simpang lain pada
Sintanur ditemukan sebanyak > 10% pada isolasi jarak 1-2.2 m, dan 0-16.67%
pada isolasi jarak > 2.4 m. Pada pertanaman Aek Sibundong, sebanyak > 20%
pada isolasi jarak 1.2-2 m dan 2-18.68% pada isolasi jarak > 2.4 m. Berdasarkan
mikrosatelit dengan primer RM224 dan RC12 tidak dapat mengidentifikasi
kemurnian benih dari semua isolasi jarak karena primer yang digunakan muncul
pada lokus yang sama. Primer Afrag dapat dikonfirmasi bahwa tipe simpang
masih ditemukan pada isolasi jarak 3 m
Proceeding The 5th International Seminar On Social Studies and History Education (ISSSHE) 2020: Promoting Global Competency in the Era of the New Normal in Social Studies and History Learning
Study Program of Social Studies Education, School of Postgraduate
Studies Universitas Pendidikan Indonesia proudly present the 5th International
Seminar on Social Studies and History Education (ISSSHE) 2020. The theme in
this seminar is “Promoting Global Competency in the Era of the New Normal in
Social Studies and History Learning”.
All the paper presented in the conference were in line with the following
scope:
1. Developing Curriculum of Social Studies History and History Education
in The Era of New Normal
2. Developing Conflict resolution the teaching of Social Studies and History
Education in The Era of New Normal
3. Developing the values of phylantrophyc in Islamic History for teaching
Social Studies and History Education
4. Developing the values of local wisdom in teaching Social Studies and
History Education
5. Critical Digital Literacy in post pandemic education: what can and
should teachers do?
6. The Curriculum and teaching reform in the post pandemic, a Taiwan
perspective
7. Global Citizenship Education in Social Studies for The New Normal
8. The role of educator in the post-pandemic learning
9. The learning method in the New Normal era
10. Educational change and sustainability in the New Normal era
11. The TPACK (technological pedagogical content knowledge framework)
adoption in the New Normal era
12. Internalizing global competencies in the post-pandemic era in Social
Studies and history education
We would thank to all the organizing committee, keynote speakers,
presenters, and participants who joined this conference. Finally, we wish this
conference proceeding will give benefits to strengthen social studies education
Effect of interactive multimedia learning to learn skills of students sports volleyball
Gunawan, Firmansyah Dlis, Widiastuti. Effect of interactive multimedia learning to learn skills of students sports volleyball. Journal of Education, Health and Sport. 2019;9(9):263-270. eISSN 2391-8306. DOI http://dx.doi.org/10.5281/zenodo.3402038
http://ojs.ukw.edu.pl/index.php/johs/article/view/7407
The journal has had 5 points in Ministry of Science and Higher Education parametric evaluation. § 8. 2) and § 12. 1. 2) 22.02.2019.
© The Authors 2019;
This article is published with open access at Licensee Open Journal Systems of Kazimierz Wielki University in Bydgoszcz, Poland
Open Access. This article is distributed under the terms of the Creative Commons Attribution Noncommercial License which permits any noncommercial use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original author (s) and source are credited. This is an open access article licensed under the terms of the Creative Commons Attribution Non commercial license Share alike.
(http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/) which permits unrestricted, non commercial use, distribution and reproduction in any medium, provided the work is properly cited.
The authors declare that there is no conflict of interests regarding the publication of this paper.
Received: 25.08.2019. Revised: 30.08.2019. Accepted: 07.09.2019.
EFFECT OF INTERACTIVE MULTIMEDIA LEARNING TO LEARN SKILLS OF STUDENTS SPORTS VOLLEYBALL
Gunawan1, Firmansyah Dlis2, Widiastuti3
1Sports Education Study Program, Post-graduate Universitas Negeri Jakarta, St. Rawamangun Muka, East Jakarta 13220, Indonesia
[email protected] ORCID: 0000-0003-2727-1882
2Sports Education Study Program, Post-graduate Universitas Negeri Jakarta, St. Rawamangun Muka, East Jakarta 13220, Indonesia [email protected]
3Sports Education Study Program, Post-graduate Universitas Negeri Jakarta, St. Rawamangun Muka, East Jakarta 13220, Indonesia [email protected]
Abstract
Introduction. Mastery of basic technical skills of volleyball is the basis of learning theory and practice volleyball at sports students. The rapid development of instructional media, both software, and hardware which will surely bring a shift in the role of educators as a messenger, than that used to principle-centered learning educators to student-centered learning. Likewise, the tendency of increasing student technology literacy. What was once a student-centered learning please educators, students now want them given the widest possible opportunity for independent study with a variety of media sources and learning?
The objective of the work. This study aims to determine whether the basic technical skills learning model based interactive multimedia volleyball effectively improve the basic techniques of volleyball skill sports student.
Research methods. Quantitative research with Quasi-Experiment. The design was pretest-posttest non-equivalent control group design. Subjects in the study were students of sports
Research result, Based on data analysis of N-Gain score through independent test sample t-test is known sig (2-tailed) was 0.000 <0.05
Conclusions. There was a significant difference in the effectiveness of the (real) between the usage-based model of learning volleyball interactive multimedia with conventional learning models to improve learning outcomes of basic technical skills students volleyball sport.
Key words: Learning Volleyball, Interactive Multimedi
Prediction Of Fundamental Factors On Quotation Prices
The purpose of this study is to examine the effect of fundamental factors on stock prices and to examine differences in the effects of fundamental factors on stock prices during the period of changes in mineral export policies. Fundamental factors are proxied by earning per share (EPS), net profit margin (NPM), return on equity (ROE), return on assets (ROA), and debt to equity ratio (DER). The research object is all companies in the mining sector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the period 2014 – 2019, with a total population of 269 observations. The sampling technique was purposive sampling, with the results of 176 observations. The observation data came from 37 companies. Methods of data analysis using multiple regression and paired t-test. The results showed that only the EPS variable did not affect stock prices. Then, the study results also show that there is no difference in the influence of fundamental factors on stock prices during the export ban period and the reopening of the raw mineral export ban. This condition illustrates that investors still have confidence in the fundamental factors reported by companies in the mining sector
Toksisitas Kulit Batang Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl) Pengeringan Sinar Matahari Langsung dan Oven terhadap Larva Artemia salina Leach
Telah dilakukan uji toksisitas ekstrak etanol kulit batang mahkota dewa (Phaleria
macrocarpa (Sheff.) Boer I.) pada larva Arteimia salina Leach. Kulit batang
Mahkota Dewa dikeringkan dengan dua cara yaitu pengeringan sinar matahari
langsung dan oven suhu 50°C. Masing-masing simplisia kering dihancurkan
menjadi serbuk kasar kemudian diambil ekstraknya dengan cara maserasi kinetik
menggunakan pelarut etartol 80%. Filtrat yang diperoleh dipekatkan dengan
menggunakan rotary evaporator dan selanjutnya diuapkan di water bath sampai
didapat ekstrak kental. Setiap ekstrak: kental diuji toksisitasnya terhadap larva
Artemia salina Leach dengan konsentrasi 100 J.lg/ml, 150 J.lg/ml, 200 J.lg/ml.
Jumlah larva Artemia salina Leach yan~ mati dicatat dan diolah tnenggunakan
Probit Ana/isis Program urttuk men~ntukan nilai LC5o. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa ekstrak: etanol kulit batang mahkota dewa basil pengeringan
sinar matahari langsung mempunyai nilai LC50 rata-rata sebesar 126,27 J.lg/ml,
sedangkan ekstrak etanol kulit batang pengeringan oven suhu 50°C mempunyai
nilai LCso 151,53 J.lg/ml. Kulit batang mahkota dewa yang dikeringkan dengan
sinar matahari langsung memberikan toksisitas yang lebih besar dibandingkan
dengan yang dikeringkan dengan oven stihu 50°C
Pengaruh Pengumuman Dividen terhadap Reaksi Investor: Tinjauan atas Transfer Informasi Intra Industri
Penelitian ini bertujuan untuk menguji reaksi investor perusahaan announcer dan nonannouncer atas adanya peristiwa pengumuman dividen. Penelitian ini juga menguji faktor-faktor yang menyebabkan adanya transfer informasi intra industri, dengan cara menguji pengaruh tingkat dividend surprise , perubahan dividen, dan tingkat konsentrasi/kompetisi dalam industri terhadap besarnya reaksi investor perusahaan nonannouncer .
Sampel penelitian ini dipilih dengan kriteria penyampelan purposive sampling sehingga terpilih 52 perusahaan announcer dan 267 perusahaan nonannouncer. Penelitian dilakukan menggunakan studi peristiwa dan teknik analisis multiple regression .
Hasil penelitian menunjukkan bahwa investor perusahaan announcer dan nonannouncer bereaksi terhadap adanya pengumuman dividen, yang ditunjukkan dengan adanya abnormal return pada jendela peristiwa. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terjadi transfer informasi dengan efek kontagion, yang ditunjukkan dengan adanya abnormal return positif dari investor perusahaan nonannouncer dalam industri sejenis pada saat adanya pengumuman dividen perusahaan announcer . Besarnya transfer informasi dipengaruhi oleh dividend surprise dan tingkat konsentrasi/kompetisi perusahaan announcer . Sementara perubahan dividen tidak dapat menjelaskan besarnya transfer informasi yang terjadi
MEKANISME PENGENAAN DAN PEMUNGUTAN PAJAK HIBURAN PADA BADAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN PACITAN
Pola Pembuktian dalam Putusan Pengujian Formil Undang-Undang di Mahkamah Konstitusi
This study examines eight decisions related to the judicial review of the legislative process in the Constitutional Court. This research aims to obtain two things, namely, (1) to find out the pattern of evidence in the decision on the judicial review of the legislative process in the Constitutional Court; and (2) to analyze the problematic pattern of evidence in the decision on the judicial review of the legislative process in the Constitutional Court. The method used in this research is juridical-normative, with a statutory, conceptual, and case approach. This research concludes, first, show a pattern of evidence that tends to be focused on proving the arguments put forward by the applicant and the evidence he submits and is characterized by the weakness of the arguments and evidence of the applicant, which in some judges’ decisions tend to be fixated on formal truths. Second, the majority of problematic legal formal testing stems from the weakness of the applicant’s evidence which is inversely proportional to the evidence submitted by the relevant parties, in this case, the DPR or the applicant who comes from a political party that has a vote base in parliament. There are other problems, namely (1) the tendency of judges to seek formal, not material truth; (2) there is room for ambiguity in the size of the violation of the procedure for the formation of law; (3) there is a paradigm that formal testing is excluded from material testing; and (4) considering the consequences of the decision
In Vitro Formation of 8-hydroxy-2-deoxyguanosine (8-OHdG) in Calf Thymus DNA upon Treatment of 2-deoxyguanosine with Propyl Gallate and 2,6-di-tert-butyl-p-benzoquinone
Oxidative DNA damage caused by propyl gallate (PG) and 2,6-di-tert-butyl-p-benzoquinone (BHT-quinone, a metabolite of butylated hydroxytoluene (BHT)) was analyzed from the 8-hydroxy-2¢-deoxyguanosine (8-OHdG) formation in calf thymus DNA and DNA base, 2¢-deoxyguanosine (dG). PG in the presence of CuCl2 increased the 8-OHdG formation in calf thymus DNA by around 9.17 times as compared to the control (untreated DNA). In the presence of CuCl2 at 1.28×10-5 M, the 8-OHdG per dG ratio resulting from the reaction of dG with PG at various concentrations (20–150 ppm) ranged from 75.50 to 312.06 8-OHdG per 105 dG. The 8-OHdG formation increased when the PG concentration was increased from 20 ppm to 80 ppm, and then, it began to plateau around 80 ppm. On the other hand, BHT-quinone increased the formation of 8-OHdG in the presence of CuCl2 by 0.05 times as compared to the control (untreated DNA). LC-MS/MS analysis was used to identify the molecular structure of 8-OHdG, which had a base peak (M+. + 1) at m/z = 284 and two main fragments at m/z = 167.9 and m/z = 139.9
- …
