1,728,826 research outputs found

    IN READING TRANSGENDER KINKY BOOTS AND REALITA CINTA DAN ROCK ‘N ROLL MOVIE : BRITISH AND INDONESIAN TRANSGENDER

    Get PDF
    Gender as a social construction upon sexes, according to Judith Butler, is a performative act, there is no distinction between normal and abnormal as it is part of performance. As part of minority groups, the social construction about transgender is often in poor perspective. They are seen as funny characters who become stock of joke and attract cynical expression since they behaves abnormally. Though not quite different with real life, the depiction of transgender characters in movies is more various. This paper is going to compare the idea of how transgender characters play his roles in Kinky Boots movie and Realita Cinta dan Rock ‘n Roll. The first movie’s setting is in British society, while the second one is in Indonesian society. By comparing and examining the representation of transgender in different background, this study enriches the idea that this minority group is depicted in more or less similar

    Semiotic Analysis of Social Media Advertisement in The Competitive Landscape of Early Childhood Education

    Get PDF
    Abstract: This study examines the use of semiotic elements in social media advertisements for early childhood education institutions using Charles Sanders Peirce’s triadic model of signs. In the increasingly competitive landscape of early childhood education, institutions utilize various marketing strategies to attract parents. However, the effectiveness of these advertisements depends on how icons, indexes, and symbols construct meaning and influence parental decision-making. This research employs a descriptive qualitative method, analyzing selected advertisements from various preschool institutions on social media. The data is examined using Peirce’s semiotic framework, identifying the role of visual and textual signs in shaping parental perceptions. The findings reveal that icons, such as images of joyful children and interactive learning environments, create an impression of a nurturing and stimulating school setting. Indexes, including bright colors, playful fonts, and engaging visuals, evoke feelings of warmth, fun, and child-friendliness. Symbols, such as accreditation badges, exclusive program labels, and statistical claims, reinforce credibility and the institution’s competitive advantage. While these strategies effectively attract prospective students, they may also contribute to unrealistic parental expectations shaped by idealized marketing narratives. This study highlights the need for a critical understanding of how semiotic elements influence consumer perception in the competitive early childhood education sector.

    Joged Nini : Ekspektasi dan Realita Hasil Rekontruksi

    No full text
    Joged Nini adalah ritual menaikkan padi ke jineng yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Buruan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Ritual ini sempat punah dan direkonstruksi oleh Kader Pelestari Budaya Kabupaten Tabanan pada tahun 2014. Riset dilakukan selama 4 tahun dan menghasilkan sebuah peniruan ritual Joged Nini dengan tahapan ritual yang terdiri dari Mendak Duwasa Nini, Ngider Bhuana, Ngunggahang Duwasa Nini, Mawewangsalan, Majejogedan, dan Anjali. Joged Nini adalah suatu perpaduan kesenian yang harmonis dari penggunaan mantra, mudra, dan yantra, yang diaplikasikan dalam bentuk lagu pengiring, gerak tari, dan penggunaan sarana upakara berupana Duwasa Nini. Pasca rekonstruksi, terjadi kesenjangan antara ekspektasi dan realita dari hasil rekonstruksi tersebut. Pada realitanya adalah hasil rekonstruksi ini tidak dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan karena beberapa faktor, tulisan ini akan mengamati ekspektasi dan realita Joged Nini dari kepercayaan masyarakat, sistem mata pencaharian hidup, peralatan dan teknologi, kesenian, ilmu pengetahuan, sistem kemasyarakatan dan organisasi sosial, dan upaya sosialisasi yang belum maksimal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan tekhnik wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi, sehingga memunculkan pertanyaan “apa penyebab tidak berkembangnya hasil rekonstruksi Joged Nini?”

    JANGAN BLENDRANG: SEBUAH REALITA

    Get PDF
    Jangan blendrang adalah makanan yang penuh sensasi. Mengapa demikian? Karena jangan blendrang mempunyai cita rasa yang lebih mantap daripada masakan yang masih baru. Terdapat beberapa realita dari jangan blendrang. Pertama, dari segi kesehatan. Dibalik cita rasa yang sangat enak, ternyata jangan blendrang mempunyai realita yang lain. Makanan blendrang/makanan kemarin banyak mengandung kadar garam dan lemak yang tinggi, sehingga dapat memicu hipertensi. Jika dalam waktu yang panjang, dapat memicu hipertensi. Kedua, realita jangan blendrang saat ini sering diartikan sebagai perasaan yang menggambarkan seseorang yang sedang kembali dengan mantan pacar. Jika kembali dengan mantan pacar, maka rasanya seperti jangan blendrang. Begitulan realita jangan blendrang, sampai saa ini tetap menjadi sensasi yang melegenda

    The new realities: Realita-realita baru

    No full text
    x, 273 hal; 23 c

    LUHMANN, Niklas: Realita masmédií

    Get PDF
    Recenze publikace - LUHMANN, Niklas: Realita masmédiíPraha: Academia, 2014, 143 s

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Menggagas Fiqh Realita Dalam Kehidupan Keagamaan di Indonesia

    Get PDF
    This article aims to describe the significant of the sociological approach to formulate the fiqh (Islamic jurisprudence) of reality within the religious life of the Indonesian society. The study of reality is needed in the social and religious sciences, especially in the fiqh  studies because it is capable to be a natural activator of the transformation in formulating the Indonesian fiqh. The research approach used is a sociological approach. The results show that the fiqh of reality is a part of the Islamic jurisprudence that has relevance to the reality of society. In applying of this fiqh, there are needs to be an effort to contextualize of interpreting the text so that the understanding of it is not literally according to the sound of the text. In this context, the reality consists of two forms, namely: a fixed and changing reality. The fixed reality is the nature (sunnah) of Allah in this universe which has been pointed out in the Qur'an that this reality will not shift. The changing reality can be seen from the general and partial reality. The general reality is a different human tradition because of difference in the place and time, while the partial one is just for certain individual condition. The implementation of the such fiqh is necessary for the Indonesian Muslims, especially in building the harmonization of the national life.Artikel ini membahas tentang signifikansi pendekatan sosiologis untuk menemukan fiqh realita dalam menganalisis kehidupan keagamaan di Indonesia. Hal ini karena studi tentang realita sangat penting bagi ilmu sosial dan ilmu agama, terutama ilmu fiqh karena mampu menjadi penggerak transformasi yang alamiah menuju terbentuknya fiqh Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah dengan pendekatan sosiologis. Hasilnya menunjukkan bahwa fiqh realita merupakan fiqh yang mempunyai keterkaitan langsung dengan realita masyarakat. Dalam mengaplikasikan fiqh, perlu adanya upaya kontekstualisasi, agar pemahaman terhadap nash tidak secara harfiyah menurut bunyi teks. Dalam konteks ini, realita terdiri dari dua bentuk, yaitu: realita yang tetap dan realita yang berubah. Realita yang tetap adalah sunnah Allah di alam raya ini yang telah disinyalir dalam al-Qur’an bahwa realita ini tidak akan berganti dan berubah. Sedangkan realita yang berubah terbagi menjadi dua: ada realita yang general dan ada yang parsial. Realita yang general adalah tradisi manusia yang berbeda karena perbedaan tempat dan perbedaan masa, sedangkan realita yang parsial khusus bagi kondisi individu tertentu. Implementasi fiqh realita ini urgen bagi umat Islam Indonesia, terutama dalam membangun harmonisasi kehidupan keagamaan di Indonesia

    Penggunaan Metafora Sebagai Konseling Realita Untuk Mengatasi Konflik Persahabatan

    No full text
    ABSTRAK   Fatimah, Vonny. 2011. Penggunaan Metafora sebagai Teknik Konseling Realita untuk Mengatasi Konflik Persahabatan. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Blasius Bolilasan M.Pd, (II) Dra. Elia Flurentin M.Pd.   Kata Kunci: Metafora konseling realita, konflik persahabatan.   Persahabatan dalam masa remaja merupakan sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi dalam diri seorang ramaja. Didalam persahabatan, seorang remaja dapat memenuhi kebutuhan dirinya akan kasih sayang, perhatian, kebergunaan diri dan harga diri. Tetapi, dalam perjalannya persahabatan yang dibina oleh remaja tentunya tidaklah mulus, banyak rintangan-rintangan yang harus mereka hadapi dan hal ini tidak sedikit yang menyebabkan terputusnya persahabatan diantara mereka. Oleh sebab itu, remaja membutuhkan sebuah bantuan dalam menyelesaikan masalahnya. Penelitian eksperimen ini menggunakan metafora dalam pelaksanaan konseling realita untuk mengatasi konflik persahabatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan metafora dalam konseling realita untuk mengatasi konflik persahabatan. Penelitian dilakukan dalam dua kegiatan yaitu menyusun panduan konseling realita menggunakan metafora dan pelaksanaan konseling. Penyusunan panduan konseling realita menggunakan metafora ini mengikuti tahapan model WDEP, yang meliputi enam tahap, yaitu involvement (keterlibatan), wants (eksplorasi kebutuhan), direction and doing (tindakan), evaluation (evaluasi), planning (perencanaan) dan terminasi. Pelaksanaan konseling realita dengan menggunakan panduan konseling realita yang sudah diuji kelayakannya oleh ahli. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen. Jenis desain penelitian yang dipilih adalah pre-test and posttest design. Penelitian dilaksanakan di SMP Ar-Rohmah Putri Boarding School Malang dengan subyek penelitian 11 orang yang memiliki masalah dalam persahabatan. Didalam desain ini observasi dilakukan sebanyak 2 kali yaitu sebelum eksperimen dan sesudah eksperimen. Teknik analisis yang digunakan adalah statistik non parametik dengan menggunakan uji beda wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metafora sebagai teknik konseling realita efektik untuk mengatasi masalah persahabatan. Hasil analisis kuantitatif dalam eksperimen ini menunjukkan nilai beda (z) -2,936 pada derajad signifikan (α)/probabilitas (p) 0,003
    corecore