13 research outputs found

    Hubungan antara Self Objectification dengan Perilaku Narsistik pada Remaja

    No full text
    ABSTRAK   Astari, Rami. 2016. Hubungan Antara Self Objectification dengan  Perilaku Narsistik pada Remaja di SMAK Santa Maria  Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi,  Fakultas Psikologi,  Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni  Utami, M.Si., (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi, M.Psi.   Kata Kunci : Self Objectification, Perilaku Narsistik, Remaja   Pada masa remaja sangat penting untuk mengembangkan self objectification, hal ini berkaitan dengan remaja yang sangat rentan terhadap perilaku narsistik. Perilaku narsistik ditandai dengan konsep diri yang tidak realistis. Self objectification merupakan salah satu faktor penting dalam membentuk konsep diri. Dengan memiliki kemampuan self objectification yang baik, remaja akan memiliki konsep diri yang realistis yang akan menekan perkembangan perilaku narsistik pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self objectification dengan perilaku narsistik pada remaja di SMAK Santa Maria Malang. Data diperoleh dari pengisian skala Self Objectification dan skala Perilaku Narsistik oleh siswa – siswi berjumlah 92 yang tersebar di kelas X, XI dan XII  SMAK Santa Maria Malang. Hasil yang didapatkan, variabel self objectification dengan perilaku narsistik saling berkorelasi negatif sebesar - 0,492 dengan signifikansi p < 0,05. Kemampuan Self Objectification pada remaja di SMAK Santa Maria Malang berada di tingkat sedang. Demikian pula perilaku narsistik yang juga berada dalam tingkat sedang. Kesimpulan yang didapat adalah ada hubungan negatif yang cukup signifikan antara self objectification dan perilaku narsistik pada remaja di SMAK Santa Maria Malang. Artinya semakin tinggi kemampuan self objectification maka semakin rendah perilaku narsistik pada remaja, begitu pula sebaliknya semakin rendah kemampuan self objectification maka semakin tinggi perilaku narsistik pada remaja.                   ABSTRACT                    Astari, Rami. 2016. Correlation between Self Objectification and  Narcissistic Behavior on Adolescent at SMAK Santa Maria  Malang. Thesis, Departement of Psychology, Faculty of  Educational Psychology, State University of  Malang. Advisor: (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si., (II)  Diantini Ida Viatrie, S.Psi, M.Psi.   Keyword : Self Objectification, Narcissistic Behavior, Adolescent   Important things for adolescents to develop self-objectification because it relates to adolescents who are particularly vulnerable to narcissistic behavior. Narcissistic behavior is characterized by unrealistic self-concept. Self Objectification is one of important things in the formation of self concept on adolescents. When adolescents have  good ability on self objectification, they will have a realistic self concept and suppresses the development of narcissistic behavior. This is a correlation descriptive research. The purpose of this research is to find correlation between Self Objectification and Narcissistic Behavior on Adolescent. Research data were obtained from fulfilment of self objectification scale and narcissistic behavior scale by 92 student from X, XI, XII class at SMAK Santa Maria Malang . The result is, self objectification and narcissistic behavior are correlated at    - 0,492 with significancy degree 0,000. Self objectification and narcissistic behavior on adolescent at SMAK Santa Maria Malang is on moderate level. The conclusion from this reasearch is there’s a significant negative correlation between between Self Objectification and Narcissistic Behavior on Adolescent. It means if adolescents have high ability of self objectification it makes narcissistic behavior is low

    TINJAUAN TERHADAP IMPLEMENTASI PENYIDIKAN TINDAK PIDANA KORUPSI OLEH KPK DAN POLRI

    Get PDF
    The observating on the implementation of the corruption investigation by KPK and POLRI, is the title chosen by the author, with reason, there is a conflict in the implementation of criminal investigations of corruption by both of the state institutions. Based on data which obtained from law literatures, by searching from the current applicable legislations, law books, law journals and the mass mediarelated to the thesis’ topic. The conclusion obtained from this thesis is kpk has the authority to conduct an investigation to corruption cases which involving state officials, law enforcement officers and all the related parties, as well as the corruption case that cost the state, over 1 billion rupiahs. POLRI and Presecutors, still available to conduct an investigate moving to some corruption cases, but in practice, they must make a coordination with kpk which is a state agency that possesses a great authority in the investigation and prosecution of corruption cases. The advice in this thesis, is they are need a good coordination between them about their capacity in an investigation of corruption case, and must there’s a good cooperation, therefore a mutual trust between law enforcement agencies is important

    Tinjauan Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam Pemberantasan Tindak Pidana Narkotika (Studi Kasus di Badan Narkotika Nasional (BNN) Stabat)

    Get PDF
    Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Badan Narkotika Nasional (BNN) mempunyai tugas menyusun dan melaksanakan kebijakan nasional mengenai pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika. Permasalahan dalam penulisan skripsi ini adalah bagaimana efektivitas penerapan hukum terhadap tindak pidana narkotika, dan bagaimana peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Stabat dalam pemberantasan tindak pidana narkotika. Metode penelitian yaitu Penelitian Kepustakaan (Library Research). Metode ini dengan melakukan penelitian terhadap berbagai sumber bacaan tertulis dari para sarjana yaitu buku-buku teori tentang hukum, majalah hukum, jurnal-jurnal hukum dan juga bahan-bahan kuliah serta peraturan-peraturan tentang tindak pidana narkotika. Dan penelitian lapangan (Field Research) yaitu dengan melakukan kelapangan dalam hal ini penulis langsung melakukan studi pada Badan Narkotika Nasional (BNN) Stabat dengan melakukan wawancara kepada pihak staff / pegawai dan polisi di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Stabat. Efektivitas penerapan hukum terhadap tindak pidana narkotika belum optimal dikarenakan masyarakat pada awalnya kurang mengetahui adanya Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sehingga mereka tidak sadar bahwa tindakan mereka tersebut melanggar hukum. Dan sosialisasi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika menjadi faktor utama yang dapat dilihat efektivitasnya dari Undang-undang tersebut, karena bagaimana penegakan hukum dan Badan Narkotika Nasional (BNN) akan memberantas dan penanggulangan apabila di dalam perjalanannya masyarakat tidak mengetahui Undang-undang tersebut. Oleh karena itu dalam upaya pemberantasan tindak pidana narkotika sangat diperlukan dengan adanya Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Stabat dalam pemberantasan tindak pidana narkotika sangatlah memiliki peran penting, yang diharapkan dapat menanggulangi masalah narkotika karena Badan Narkotika (BNN) merupakan lembaga pemerintahan yang di khususkan untuk menangani pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN). Badan Narkotika Nasional (BNN) Stabat melakukan beberapa kegiatan serta kerjasama yang baik antara dinas terkait. Sehingga dalam melaksanakan tugas P4GN dapat dilaksanakan dengan baik. Selain itu di dalam menjalankan perannya sebagai lembaga yang bertugas dalam bidang pemberantasan narkotika.The role of National Anti Narcotics Agency (BNN) as referred to in Article 70 of Law Number 35 Year 2009 on Narcotics, National Anti Narcotics Agency (BNN) has the task of preparing and implementing a national policy on the prevention and eradication of Narcotics and Narcotics Precursor. The problem in writing this thesis is how the effectiveness of the application of the law against narcotics crime, and how the role of National Anti Narcotics Agency (BNN) Stabat in eradicating narcotics crime. The research method is Library Research (Library Research). This method by conducting research on various sources of written reading from scholars that is the theoretical books about law, law magazines, journals of law and also the lecture materials as well as rules about narcotic criminal acts. And field research (Field Research) is by doing the spaciousness in this case the author directly conduct a study on National Anti Narcotics Agency (BNN) Stabat by conducting interviews to the staff / officers and police in the office National Anti Narcotics Agency (BNN) Stabat. The effectiveness of the application of law to narcotics crime has not been optimal because the community was initially less aware of the existence of Law Number 35 of 2009 about Narcotics so that they do not realize that their action is unlawful. And the socialization of Law Number 35 of 2009 on Narcotics became the main factor that can be seen effectiveness of the law, because how law enforcement and National Anti Narcotics Agency (BNN) will eradicate and overcome if in the way people do not know the law. Therefore, in the effort to eradicate the narcotics crime is very necessary with the existence of Law Number 35 Year 2009 about narcotics. The role of National Anti Narcotics Agency (BNN) Stabat in the eradication of narcotics has an important role, which is expected to overcome the problem of narcotics because National Anti Narcotics Agency (BNN) is a special government agency to handle the prevention and eradication of abuse and illicit trafficking narcotics (P4GN). The National Anti Narcotics Agency (BNN) conducts several activities as well as good cooperation between the relevant agencies. So that in carrying out the P4GN tasks can be implemented properly. In addition to performing his role as an institution in charge of narcotics eradication

    MAKNA DAN FUNGSI BELIS DALAM PRAKTIK ADAT PERKAWINAN DI DESA LAMABUNGA FLORES TIMUR

    Get PDF
    According to the traditions of the Lamaholot community, belis is referred to as a dowry which is a form of appreciation from men towards women in marriage customs that have noble values. The form of belis uses elephant ivory or commonly called bala, as the highest belis in a marriage in Lamaholot. The process of determining the belis is carried out during the application process and before the marriage ceremony. The subjects of this research were community leaders in Lamabunga village. Specifically regarding the interpretation of the meaning and function of belis in traditional marriage practices in Lamabunga Village. The method used in this research is descriptive qualitative with traditional collection using observation, interviews and documentation, then the data is processed through data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the research show that the problem of what is the meaning and function of belis contained in marriage customs in Lamabunga Village is. Belis is a symbol of the bond between men and women from the level of marriage to the end of the husband and wife relationship. However, on the other hand, determining the number of belis always causes problems and often leads to conflict between the women's and men's families. The author researched and took the title about the meaning and function of belis in traditional marriage practices in Lamabunga Village, because he wanted to see the meaning and function of belis bala in marriage customs

    Analisis Faktor Internal Dan Faktor Eksternal Pengorganisasian Dalam Lembaga Pendidikan Islam

    Get PDF
    Abstrak: Faktor eksternal dan internal merupakan hal yang cukup penting dalam pengorganisasian suatu lembaga pendidikan karena memiliki tujuan untuk menyusun suatu pola kegiatan untuk menuju ke arah tercapainya tujuan bersama. Tujuan dari kajian ini adalah untuk menganalisis faktor internal serta eksternal yang mempengaruhi proses pengorganisasian pada lembaga pendidikan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil dari analisis menyimpulkan beberapa faktor internal yang memiliki pengaruh terhadap pengorganisasian di lembaga pendidikan adalah visi, misi, sasaran dan tujuan organisasi, strategi pencapaian tujuan, sifat dan jenis kegiatan serta jenis teknologi yang digunakan. Sedangkan untuk faktor eksternalnya adalah kebijakan pemerintah dan sosial budaya masyarakat. Sehingga dari hasil yang didapat tersebut dapat disimpulkan bahwa faktor internal merupakan faktor yang berada di dalam organisasi atau lembaga pendidikan tersebut. Komunikasi yang baik dari para pimpinan dan karyawan maka akan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Sedangkan Faktor eksternal terdiri atas unsur-unsur diluar organisasi/ lembaga, yang sebagian besar tak dapat dikendalikan dan berpengaruh dalam pembuatan keputusan. Penulis dapat menyarankan perlunya kajian lebih lanjut yang dapat mengakomodasikan lebih banyak kasus untuk memetakan hasil yang lebih komprehensif, sehingga dapat dijadikan dasar untuk kebijakan yang lebih tepat sasaran. Kata Kunci: Faktor Internal, Faktor eksternal, Pengorganisasian, Lembaga Pendidikan Abstract: External and internal factors are quite important in organizing an educational institution because it has the aim of compiling a pattern of activities to lead to the achievement of common goals. The purpose of this study is to analyze internal and external factors that affect the organizational process in educational institutions. Using descriptive qualitative method. The results of the analysis conclude that several internal factors that have an influence on organization in educational institutions are the vision, mission, goals and objectives of the organization, strategy for achieving goals, the nature and type of activity and the type of technology used. As for the external factors are government policies and social culture of society. So from the results obtained it can be concluded that internal factors are factors that are within the organization or educational institution. Good communication from leaders and employees will create a conducive work environment. Meanwhile, external factors consist of elements outside the organization/institution, most of which cannot be controlled and influence decision making. The author can suggest the need for further studies that can accommodate more cases to map out more comprehensive results, so that they can be used as the basis for more targeted policies.Keywords: Internal Factors, External Factors, Organizing, Educational Institution

    FUNGSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR TERHADAP ANGKUTAN UMUM SEBAGAI INSTRUMEN UNTUK MEMINIMALISIR TINGKAT KECELAKAAN DI KOTA SURAKARTA

    Get PDF
    ASBTRAK Penelitian dalam rangka penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah proses dan prosedur pengujian kendaraan bermotor terhadap angkutan umum dan untuk mengatahui apakah prosedur pengujian kendaraan bermotor terhadap angkutan umum di Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Surakarta telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan atau belum serta untuk mengetahui hubungan antara pengujian kendaraan bermotor terhadap angkutan umum dengan tingkat kecelakaan di kota Surakarta. Penelitian ini bersifat preskriptif atau terapan dan dalam penelitian hukum ini penulis menggunakan penelitian hukum normatif. Jenis bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Bahan hukum primer diperoleh dari Pengadilan Negeri Surakarta, sedangkan bahan hukum sekunder diperoleh dari buku, literatur, jurnal, makalah, peraturan perundang-undangan terkait yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Teknik pengumpulan bahan hukum yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mempelajari bahan-bahan yang berupa buku, tulisan, dokumen, peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Teknik analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah logika deduksi yaitu dengan pengajuan premis mayor kemudian premis minor setelah itu baru ditarik kesimpulan dari kedua premis tersebut. Berdasarkan bahan hukum yang penulis peroleh dan dianalisis, maka hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa Secara spesifik tidak ada perbedaan proses pengujian antara angkutan umum dengan kendaraan bermotor wajib uji lainnya proses dan prosedur pengujian kendaraan bermotor yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Surakarta telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat kendala-kendala yang berpotensi mengurangi kesesuaian proses dan prosedur tersebut dengan peraturan perundang-undangan. Pengujian kendaraan bermotor di kota Surakarta penting dilakukan untuk meminimalisir kecelakaan dan efektif mengingat angka kecelakaan kendaraan wajib uji khususnya angkutan umum termasuk kecil prosentasenya dibandingkan jumlah kendaraan bermotor yang telah diuji oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Surakarta, meskipun tidak ada kaitan antara pengujian kendaraan bermotor dengan tingkat kecelakaan di kota Surakarta. Kata kunci: Pengujian Kendaraan Bermotor, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Surakarta, Tingkat Kecelakaan. ABSTRACT Research in the framework of this thesis aims to determine how processes and procedures KIR Test for public transport to the testing procedure to see whether the public transport vehicles in the Department of Transportation, Communication and Information Surakarta in compliance with legislation or not and to determine the relationship between motor vehicle testing on public transport the rate of accidents in the town of Surakarta. This study is descriptive or applied and within legal research, the writer uses normative legal research. Types of legal materials used in this study is the primary legal materials and secondary legal materials. Primary legal materials obtained from the District Court of Surakarta, while secondary legal materials obtained from books, literature, journals, papers, relevant legislation relating to the issue under study. Collection techniques used were legal materials by studying literature study materials such as books, writings, documents, laws and regulations relating to the issue under study. Analysis techniques used in this study is the logical deduction is by filing minor premise major premise then afterwards be deduced from the second premise. Based on legal materials obtained and analyzed by the author, the results of research obtained is that there is no difference Specifically testing process between public transport with another motor vehicle shall test processes and procedures KIR test conducted by the Department of Transportation, Communication and Information Surakarta in compliance with the legislation in force. However, in practice there are still obstacles that could potentially reduce the compliance processes and procedures with the legislation. KIR test in Surakarta important to minimize accidents and effective given the number of accidents compulsory vehicle test particularly public transport including a small percentage compared to the number of vehicles that have been tested by the Department of Transportation, Communication and Information Surakarta, although there is no connection between KIR Test with the level accident in the town of Surakarta. Key word : KIR test, Department of Transportation, Communication and Information Surakarta, Accident Rate

    ANALISIS FAKTOR EFEK LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG TERHADAP INTENSI PENGGUNAAN KEMBALI PADA PENGGUNAAN APLIKASI MOBILE UNTUK RESERVASI HOTEL DENGAN MENGGUNAKAN STRUCTURAL EQUATION MODELING

    Get PDF
    Beberapa tahun terakhir ini salah satu industri paling banyak mengadopsi manfaat dari internet atau aplikasi mobile adalah industri perhotelan. Pemanfaatan internet pada industri hotel adalah adanya reservasi hotel secara online. Perusahaan penyedia aplikasi pemesanan hotel berhasil meningkatkan penjualannya melalui penggunaan aplikasi mobile sebagai saluran pemasaran dan penjualan. Pada tahun 2018, jumlah pemesanan hotel melalui aplikasi mobile meningkat sebesar 10,4% dari tahun sebelumnya atau setara dengan 694.41miliar.Permasalahanyangdihadapiadalahmasihsedikitparapelakubisnisperhotelanyangmemahamidanfokusterhadappentingnyameningkatkanintensipelanggandalammenggunakankembaliaplikasimobileuntukmelakukanreservasihotel.Dampakyangdihasilkanolehtingginyatingkatperpindahanaplikasimembuatparapelakubisnisperhotelanharusmengeluarkanbiaya6kalilebihbesaruntukmenarikpelangganbarudan20kalilebihbesaruntukmenarikpelangganyangsudahkecewa.Namunselaluadatantanganbagiparapelakubisnisperhotelandalammengetahuifaktordanstrategipeningkatanintensipenggunaankembaliaplikasimobileuntukmelakukanreservasihotel.Tujuandaripenelitiantugasakhiriniadalahuntukmenganalisispengaruhfaktorkeinginanindividu,penerimaanterhadapteknologi,danrisikoyangdirasakansertamemberikanrekomendasiperbaikanstrategidanfaktorfaktorlaindalampeningkatanintensipenggunaankembaliaplikasipemesananhotel(Trivago,Agoda,OYO)denganmenganalisisfaktorfaktoryangberpengaruhsebagaiupayameningkatkanintensitaspenggunadalammenggunakanaplikasipemesananhotel.PengambilandatadilakukandengancaramelakukanpenyebarankuesionersecaradaringkepadarespondenyangrelevanuntukprosespengambilandatayaiturespondenyangpernahmelakukanpemesananhotelmelaluiaplikasiTrivago,Agoda,danOYOdenganmemanfaatkanplatformgoogleform,MetodeyangdigunakanadalahStructuralEquationModeling(SEM)denganmenggabungkan3teoriyaituUTAUTpredictors,perceivedrisk,danlocusofcontrolsebagaipentukupayauntukmeningkatkanintensitaspenggunadalammenggunakankembaliaplikasiuntukmelakukanpemesananhotel.Darihasilanalisisyangtelahdilakukan,diperolehfaktorfaktoryangmemengaruhiintensipenggunadalammenggunakankembaliaplikasipemesananhoteldiIndonesiasecarasignifikan,yaknieffortexpectancy(EE)memengaruhisebesarβ=1.033(directeffect),performanceexpectancy(PE)memengaruhisebesarβ=0.36(directeffect),facilitatingcondition(FC)memengaruhi)sebesarβ=0.404(directeffect),internalcontrol(IC)melaluieffortexpectancy(EE)memengaruhisebesarβ=0.079(indirecteffect),chancecontrol(CH)melaluieffortexpectancy(EE)memengaruhisebesarβ=0.060(indirecteffect),chancecontrol(CH)melaluiperceivedrisk(PR)memengaruhisebesarβ=0.0002(Indirecteffect),powerfulothers(PO)melaluifacilitatingconditionmemengaruhisebesarβ=0.017(indirecteffect).Darihasiltersebutdapatdisimpulkanbahwaeffortexpectancy,perceivedrisk,danfacilitatingconditionsebagaivariabelmediasimemilikinilaitotaleffectsebesar1.003,0.058,dan0.404.Selainitudiberikanrekomendasiuntukpenambahanvariabelyangdapatmenjadipertimbanganuntukpenelitianselanjutnya,danrekomendasiuntukmeningkatkanfaktoryangmemeilikipengaruhyangsignifikanterhadapintensipenggunadalammenggunakankembaliaplikasiuntukmelakukanpemesananhotelyangdapatmembantuperusahaanpenyediaaplikasipemesananhotel(Trivago,Agoda,danOYO)dalammengembakanaplikasinya.Darihasilanalisisyangtelahdilakukan,diperolehfaktorfaktoryangmemengaruhiintensipenggunadalammenggunakankembaliaplikasipemesananhoteldiIndonesiasecarasignifikan,yaknieffortexpectancy(EE)memengaruhisebesarβ=1.033(directeffect),performanceexpectancy(PE)memengaruhisebesarβ=0.36(directeffect),facilitatingcondition(FC)memengaruhi)sebesarβ=0.404(directeffect),internalcontrol(IC)melaluieffortexpectancy(EE)memengaruhisebesarβ=0.079(indirecteffect),chancecontrol(CH)melaluieffortexpectancy(EE)memengaruhisebesarβ=0.060(indirecteffect),chancecontrol(CH)melaluiperceivedrisk(PR)memengaruhisebesarβ=0.0002(Indirecteffect),powerfulothers(PO)melaluifacilitatingconditionmemengaruhisebesarβ=0.017(indirecteffect).Darihasiltersebutdapatdisimpulkanbahwaeffortexpectancy,perceivedrisk,danfacilitatingconditionsebagaivariabelmediasimemilikinilaitotaleffectsebesar1.003,0.058,dan0.404.Selainitudiberikanrekomendasiuntukpenambahanvariabelyangdapatmenjadipertimbanganuntukpenelitianselanjutnya,danrekomendasiuntukmeningkatkanfaktoryangmemeilikipengaruhyangsignifikanterhadapintensipenggunadalammenggunakankembaliaplikasiuntukmelakukanpemesananhotelyangdapatmembantuperusahaanpenyediaaplikasipemesananhotel(Trivago,Agoda,danOYO)dalammengembakanaplikasinya.NilaitambahyangadapadapenelitianiniyaitumemilikiketerbaruandalampenerapansoftwareAMOSyangtidakdigunakansebelumnyayaitu,terdapattingkatsignifikansiyangbaikuntukpendekatanmaximumlikelihood.Selainitudiberikanrekomendasipenambahanvariabelyangdapatdigunakansebagaipertimbanganuntukpenelitianberikutnyadanpenelitianinidapatdijadikanreferensiterkaitstudipenelitianselanjutnyadenganmemberikansaranterkaitpenelitian.==============================================================Basedfromthepastfewyears,HospitalityIndustryisoneoftheindustriesthatmaximizetheusageoftheinternetorsmartphoneapplication.Theutilizationfromthesaidindustryarisesfromtheonlinehotelreservation.Manyhotelownerssuccessfullyincreasedtheirsalesthroughtheonlineapplication,astheirmarketingandsalessource.Backin2018,theamountofhotelreservationonlinewasraiseduntil10.4694.41 miliar. Permasalahan yang dihadapi adalah masih sedikit para pelaku bisnis perhotelan yang memahami dan fokus terhadap pentingnya meningkatkan intensi pelanggan dalam menggunakan kembali aplikasi mobile untuk melakukan reservasi hotel. Dampak yang dihasilkan oleh tingginya tingkat perpindahan aplikasi membuat para pelaku bisnis perhotelan harus mengeluarkan biaya 6 kali lebih besar untuk menarik pelanggan baru dan 20 kali lebih besar untuk menarik pelanggan yang sudah kecewa. Namun selalu ada tantangan bagi para pelaku bisnis perhotelan dalam mengetahui faktor dan strategi peningkatan intensi penggunaan kembali aplikasi mobile untuk melakukan reservasi hotel. Tujuan dari penelitian tugas akhir ini adalah untuk menganalisis pengaruh faktor keinginan individu, penerimaan terhadap teknologi, dan risiko yang dirasakan serta memberikan rekomendasi perbaikan strategi dan faktor-faktor lain dalam peningkatan intensi penggunaan kembali aplikasi pemesanan hotel (Trivago, Agoda, OYO) dengan menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh sebagai upaya meningkatkan intensitas pengguna dalam menggunakan aplikasi pemesanan hotel. Pengambilan data dilakukan dengan cara melakukan penyebaran kuesioner secara daring kepada responden yang relevan untuk proses pengambilan data yaitu responden yang pernah melakukan pemesanan hotel melalui aplikasi Trivago, Agoda, dan OYO dengan memanfaatkan platform google form , Metode yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM) dengan menggabungkan 3 teori yaitu UTAUT predictors, perceived risk, dan locus of control sebagai pentuk upaya untuk meningkatkan intensitas pengguna dalam menggunakan kembali aplikasi untuk melakukan pemesanan hotel. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, diperoleh faktor – faktor yang memengaruhi intensi pengguna dalam menggunakan kembali aplikasi pemesanan hotel di Indonesia secara signifikan, yakni effort expectancy (EE) memengaruhi sebesar β =1.033 (direct effect), performance expectancy (PE) memengaruhi sebesar β =0.36 (direct effect), facilitating condition (FC) memengaruhi) sebesar β =0.404 (direct effect), internal control (IC) melalui effort expectancy (EE) memengaruhi sebesar β = 0.079 (indirect effect), chance control (CH) melalui effort expectancy (EE) memengaruhi sebesar β = -0.060 (indirect effect), chance control (CH) melalui perceived risk (PR) memengaruhi sebesar β = -0.0002 (Indirect effect), powerful others (PO) melalui facilitating condition memengaruhi sebesar β =0.017 (indirect effect). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa effort expectancy , perceived risk, dan facilitating condition sebagai variabel mediasi memiliki nilai total effect sebesar 1.003, -0.058, dan 0.404. Selain itu diberikan rekomendasi untuk penambahan variabel yang dapat menjadi pertimbangan untuk penelitian selanjutnya, dan rekomendasi untuk meningkatkan faktor yang memeiliki pengaruh yang signifikan terhadap intensi pengguna dalam menggunakan kembali aplikasi untuk melakukan pemesanan hotel yang dapat membantu perusahaan penyedia aplikasi pemesanan hotel (Trivago, Agoda, dan OYO) dalam mengembakan aplikasinya. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, diperoleh faktor – faktor yang memengaruhi intensi pengguna dalam menggunakan kembali aplikasi pemesanan hotel di Indonesia secara signifikan, yakni effort expectancy (EE) memengaruhi sebesar β =1.033 (direct effect), performance expectancy (PE) memengaruhi sebesar β =0.36 (direct effect), facilitating condition (FC) memengaruhi) sebesar β =0.404 (direct effect), internal control (IC) melalui effort expectancy (EE) memengaruhi sebesar β = 0.079 (indirect effect), chance control (CH) melalui effort expectancy (EE) memengaruhi sebesar β = -0.060 (indirect effect), chance control (CH) melalui perceived risk (PR) memengaruhi sebesar β = -0.0002 (Indirect effect), powerful others (PO) melalui facilitating condition memengaruhi sebesar β =0.017 (indirect effect). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa effort expectancy , perceived risk, dan facilitating condition sebagai variabel mediasi memiliki nilai total effect sebesar 1.003, -0.058, dan 0.404. Selain itu diberikan rekomendasi untuk penambahan variabel yang dapat menjadi pertimbangan untuk penelitian selanjutnya, dan rekomendasi untuk meningkatkan faktor yang memeiliki pengaruh yang signifikan terhadap intensi pengguna dalam menggunakan kembali aplikasi untuk melakukan pemesanan hotel yang dapat membantu perusahaan penyedia aplikasi pemesanan hotel (Trivago, Agoda, dan OYO) dalam mengembakan aplikasinya. Nilai tambah yang ada pada penelitian ini yaitu memiliki keterbaruan dalam penerapan software AMOS yang tidak digunakan sebelumnya yaitu, terdapat tingkat signifikansi yang baik untuk pendekatan maximum likelihood. Selain itu diberikan rekomendasi penambahan variabel yang dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk penelitian berikutnya dan penelitian ini dapat dijadikan referensi terkait studi penelitian selanjutnya dengan memberikan saran terkait penelitian. ============================================================== Based from the past few years, Hospitality Industry is one of the industries that maximize the usage of the internet or smartphone application. The utilization from the said industry arises from the online hotel reservation. Many hotel owners successfully increased their sales through the online application, as their marketing and sales source. Back in 2018, the amount of hotel reservation online was raised until 10.4% then the previous years, or equal with 694,41 million.: the problem of the issue is, many hotel owners did not aware and understand the importance of the customer’s Intensity which in this case, online – based to book their hotel. The result of this problem is, hotel owners have to spend 6 times bigger cost due to the high rate of application shifting, in order to be able to attract new customers which has been disappointed. However, there are always new challenges for the hotel owners to know the factors and strategies of the customer’s Intensity to book the hotel online.this final research is made to analyse the influence factor of the individual urge, to accept the technology, and the risk with the recommendation to fix the strategies and any other factors to decrease the customer’s Intensity based from the factors.Questtionaire was spread due to the collecting of data. the questioner was spread based on online, by google form and validated to various respondents in advance. After the validation, the questioner was also spread to the relevant respondent to collect another data. The Author was using the Structural Equation Modelling (SEM) and combining 2 (three) theories, UTAUT predictors, perceived risk, and locus of control.The result from this research are, effort expectancy, performance expectancy, and facilitating condition. Those 3 (three) are the influenced variables for the customer’s Intensity to re-use the application of online hotel reservation. Intention to reuse (IN) significantly influenced by Effort expectancy (EE) of β =1.033 (direct effect), Intensity to reuse (IN) significantly influenced by performance expectancy (PE) of β =0.36 (direct effect), Intensity to reuse (IN) significantly influenced by facilitating condition (FC) sebesar β =0.404 (direct effect). In addition, recommendations are given for the addition of variables, that can be considered for further research, and recommendations for increasing factors that have significant effect, which can affect the intention to reuse for making hotel reservation.. To the hotel owners, the analysis of the variables, that affect the Intensity to reuse mobile applications for hotel reservations.research is useful for reccomendation and improvement to hotel owners from an analysis of the variables that have influenced the intention to reuse mobile application for making hotel reservation
    corecore